cover
Contact Name
Nike Sari Oktavia
Contact Email
ikesay@gmail.com
Phone
+62751-7056737
Journal Mail Official
adiann@kopertis10.or.id
Editorial Address
Jl. Khatib Sulaiman No 1 Kota Padang. Kode Pos 25144.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
pendidikan, science, teknologi, dan ekonomi
Published by LLDIKTI Wilayah X
ISSN : ISSN:197     EISSN : EISSN:24     DOI : http://doi.org/10.22216/jit.2017.v11i4.458
Core Subject : Health, Education,
Jurnal ini berisikan artikel penelitian tentang pendidikan, ilmu kesehatan atau kesehatan masyarakat, ilmu science. teknologi, dan ekonomi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 205 Documents
PENENTUAN ARAH LOKASI TUJUAN PENGUNJUNG DI RSUD ARIFIN ACHMAD widdya rahmalina
Jurnal Ipteks Terapan Vol 13, No 2 (2019): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.509 KB) | DOI: 10.22216/jit.2019.v13i2.3162

Abstract

AbstractHospital has several location point that are often visited by some people such as hospital personnel, patients, or visitors from outside. Each point of the location is interconnected by a path. To facilitate the visitors and residents of the hospital to finding the location point then used the shortest path, in addition to the shortest distance can also save time, especially in an emergency. In this research, Floyd-Warshall method is used to perform the shortest path calculation in Regional General Hospital Arifin Achmad and PHP programming languages as well as MySQL as data management into information. Floyd-Warshall is one of the search algorithms that can be used in calculating the shortest path, and is able to compare all possible paths in the graph for each side of all existing nodes. The data obtained shows that the RSUD consists of 40 points and 50 sides connecting each point. In the research will produce the shortest trajectory that will be passed based on from the starting point to the point of destination, the point that passed in the form of the name of the building and the distance that passed by visitors Arifin Achmad Hospital.Keywords: Location, Graph, Floyd-Warshall, PHP, MySql AbstrakRumah Sakit (RS) memiliki beberapa titik lokasi yang kerap dikunjungi oleh sebagian orang seperti petugas RS, pasien, maupun pengunjung dari luar. Setiap titik lokasi tersebut saling terhubung oleh suatu lintasan. Untuk memudahkan pengunjung dan penghuni RS dalam mencari titik lokasi maka digunakan lintasan terpendek, selain dapat menempuh jarak terpendek juga dapat menghemat waktu terutama dalam keadaan darurat. Pada penelitian ini digunakan metode Floyd-Warshall untuk melakukan perhitungan lintasan terpendek di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad dan bahasa Pemograman PHP serta MySql sebagai pengelolaan data menjadi informasi. Floyd-Warshall merupakan salah satu algoritma pencarian yang dapat digunakan dalam menghitung lintasan terpendek, dan mampu membandingkan semua kemungkinan lintasan pada graf untuk setiap sisi dari semua simpul yang ada. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa RSUD terdiri dari 40 titik dan 50 sisi yang menghubungkan setiap titik. Dalam penelitian ini menghasilkan pencarian lintasan terpendek yang akan di lewati berdasarkan dari titik awal ke titik tujuan, titik yang di lewati berupa nama gedung dan jarak yang dilewati pengunjungRSUD Arifin Achmad.   Kata kunci : Lokasi, Graf, Floyd Warshall, PHP, MySql
PENERAPAN KABA MINANGKABAU SEBAGAI MEDIA PELESTARIAN BAHASA AMAI (IBU) DAN KESUSASTRAAN DALAM PENDIDIKAN LITERASI DI MINANGKABAU Wahyudi Rahmat
Jurnal Ipteks Terapan Vol 10, No 4 (2016): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.301 KB) | DOI: 10.22216/jit.2016.v10i4.579

Abstract

Penelitian ini mencoba menerapkan Kaba Minangkabau sebagai media pemertahanan bahasa ibu, kesusastraan dan pengajaran dalam keluarga di Minangkabau. Pengajaran ini bermakna bahwa dengan terus mempertahankan eksistensi Kaba dalam masyarakat, maka secara otomatis pelestarian bahasa ibu juga akan terus bertahan dalam perkembangan zaman. Bahasa amai atau ibu yang ada dalam kaba Minangkabau jika terus dipertahankan sebagai sebuah inovasi akan menjadikannya sebuah bahasa yang lebih mulia. Sehingga dapat dikatakan bahwa bahasa daerah  atau bahasa Minangkabau adalah sebuah bentuk kekayaan budaya yang dapat dimanfaatkan, bukan hanya sebagai sebuah kepentingan pengembangan  melainkan sebagai sebuah eksistensi bahasa itu sendiri. Penerapan Kaba Minangkabau  sebagai media pelestarian bahasa ibu ini sudah lama diterapkan pada proses belajar dan mengajar di program studi Sastra Daerah Universitas Andalas Sumatera Barat. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar mahasiswa Sastra Daerah menggunakan bahasa Minangkabau dalam berkomunikasi dan dalam situasi komunikasi ini mahasiswa Sastra Daerah mampu mengembangkan pengalaman empiris untuk pengembangan kearifan hidup dalam kaba baik secara individual maupun secara kolektif di kampus ataupun di masyarakat. Secara tidak langsung juga bahasa amai atau ibu yang ada dalam kaba Minangkabau dapat terus dipertahankan sebagai sebuah inovasi akan menjadikannya sebuah bahasa yang lebih mulia.
MODEL BLENDED LEARNING UNTUK MATA KULIAH INTRODUCTION TO LINGUISTICS PADA PRODI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS STKIP PGRI SUMBAR Yendra Yendra; Willy Satria; Wahyudi Rahmat
Jurnal Ipteks Terapan Vol 11, No 3 (2017): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.66 KB) | DOI: 10.22216/jit.2017.v11i3.2173

Abstract

 Abstract               The development of technology, especially information technology (internet), gradually unintentionally gives influence to education either directly or indirectly. The influence is clearly visible one of them to the method of learning. Learning methods that used to be done only face-to-face in the classroom and make the educator as a center of information (conventional) gradually begin to change towards learning that is also on-line based on the internet as an information center (E-Learning internet based). In STKIP PGRI Sumatera Barat E-Learning internet based learning method itself has been introduced and implemented since 2014, but has not been maximally optimized. This is because the method does not have a standard in its implementation, and also conventional face-to-face learning method can not be abandoned completely, hence there is overlap between the two. Accordingly, this study developed a model of learning that combines the concept of conventional learning with the concept of E-Learning internet based called Blended Learning. Blended Learning model is expected to be a solution to the above problems, so that the learning process can be implemented effectively. This research is research and development research (R & D) with the outcome is a product that is learning model design. AbstrakBerkembangnya teknologi khususnya teknologi informasi (internet), berangsur angsur tanpa disadari memberikan pengaruh terhadap pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengaruh tersebut terlihat jelas salah satunya terhadap metode pembelajaran. Metode pembelajaran yang dulunya dilakukan hanya secara tatap muka di dalam kelas dan menjadikan pendidik sebagai pusat informasi (konvensional) berangsur mulai berubah ke arah pembelajaran yang juga bersifat on-line yang berbasis kepada internet sebagai pusat informasi (E-Learning internet based). Di STKIP PGRI Sumatera Barat metode pembelajaran E-Learning internet based sendiri sudah diperkenalkan dan diterapkan sejak tahun 2014, tetapi belum telaksana secara maksimal. Hal ini disebabkan karena metode tersebut belum memiliki standar baku dalam pelaksanaannya, dan juga metode pembelajaran tatap muka secara konvensional belum bisa ditinggalkan secara utuh, karenanya terjadi tumpang tindih antara keduanya. Sehubungan dengan itu, pada penelitian ini dikembangkan sebuah model pembelajaran yang menggabungkan konsep pembelajaran konvensional dengan konsep E-Learning internet based yang disebut dengan Blended Learning. Model pembelajaran Blended Learning ini nantinya diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan tersebut di atas, sehingga proses pembelajaran dapat terlaksana secara efektif. Penelitian ini adalah penelitian riset dan pengembangan (Research and Development/RnD) dengan luarannya adalah sebuah produk yaitu desain model pembelajaran.  
Peranan Pengetahuan, Keyakinan dan Sikap Mengenai HIV-AIDS terhadap Perilaku Seksual Remaja di Kabupaten Bungo Tahun 2013 Marya Sofa
Jurnal Ipteks Terapan Vol 8, No 4 (2014): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.727 KB) | DOI: 10.22216/jit.2014.v8i4.16

Abstract

Tesis ini bertujuan untuk mengetahui peranan pengetahuan, keyakinan dan sikap remaja tentang HIV-AIDS terhadap perilaku seksual remaja. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional.Sampel sebanyak 233 mahasiswi diambil dari populasi sebanyak 666 mahasiswi. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dengan distribusi frekuensi.  Analisis bivariat menggunakan metode chi-square dan regresi logistik ganda untuk melihat variabel yang paling dominan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan mempunyai hubungan yang bermakna secara statistik dengan perilaku seksual remaja. Responden yang memiliki pengetahuan kurang tentang HIV-AIDS cenderung melakukan perilaku seksual berat 10, 286 kali dibandingkan dengan responden yang memiliki pengetahuan baik.Kata Kunci: Pengetahuan, keyakinan, sikap, HIV-AIDS
RANCANG BANGUN PENGUPAS BIJI LADA MENGGUNAKAN SISTEM CRUSHER Firlya Rosa; Rodiawan Rodiawan; Saparin Saparin
Jurnal Ipteks Terapan Vol 12, No 2 (2018): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.861 KB) | DOI: 10.22216/jit.2018.v12i2.3127

Abstract

Processing of post-harvest pepper includes threshing pepper from its stem, soaking and paring of pepper seeds. Paring of pepper seeds is still traditional. Pepper put into sacks and soaked for 10-14 days then trampled using human power. Using the traditional system takes a long time and the peel is not perfectly flaked and the energy required is huge. Therefore, it is necessary to design and manufacture the machine to replace the human power function, process and  time of paring. The tool will be made by using a crusher system where 2 pieces of rubber-coated disks are rubbing against each other and flooded with the goal of shifting the pepper's peel meet the rubber. The disc consists of one dish in permanent and another will rotate that is transmitted by the bevel gear and the source of energy is electric motor. The dimension of the dish is 400 mm in diameter, the dimensions of the hole to put pepper is 30 mm and rotating speed of dish 15 rpm. The pepper used in this research is freshly picked pepper without soaking. Variables measured by time and exfoliation results. The research was found that 89% of the pepper was flaked perfectly, 11% did not exfoliate perfectly, the machine capacity is 1 kg/hour.Alat pengupas biji lada merupakan alat untuk membantu para petani lada dalam mempercepat proses pengupasan biji lada di mana pengupasan kulit biji lada secara tradisional memerlukan waktu selama 10-14 hari. Alat ini dirancang untuk  dapat digunakan di rumah-rumah penduduk yang berdaya listrik rendah. Mekanisme pengupasan dengan menggunakan sistem crusher dengan 2 buah piringan yang dilapisi karet di mana biji lada berada di antara 2 buah piringan. Piringan terdiri dari piringan diam dan piringan berputar beralur yang diputar dengan motor listrik berdaya 735 watt yang ditransmisikan oleh bevel gear. Dimensi piringan berdiameter 400 mm dengan kemiringan 0,68° dan dimensi lubang masuk lada berdiameter 30 mm serta piringan berputar sebesar 15 rpm. Pengujian alat menggunakan lada yang baru dipetik tanpa dilakukan perendaman. Parameter kinerja yang diamati dan dianalisis meliputi waktu proses pengupasan lada, persentase lada terkelupas, persentase lada yang tidak terkelupas dan lada yang hilang terbawa air serta kapasitas mesin dengan jumlah sampel sebanyak 3 sampel dengan berat masing-masing sampel lada sebesar 100 gram. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 89% lada terkelupas dengan sempurna, 11% tidak terkelupas secara sempurna dengan kapasitas mesin sebesar 1 kg/jam. Dari hasil uji coba didapatkan bahwa waktu proses pengupasan biji lada menggunakan alat ini lebih singkat dibandingkan dengan pengupasan biji lada secara tradisional dan dapat digunakan di rumah-rumah yang berdaya rendah.
MODEL PENILAIAN KINERJA DOSEN MENGGUNAKAN ESTIMASI BAYESIAN Rini Yunita; Ramacos Fardela
Jurnal Ipteks Terapan Vol 13, No 2 (2019): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.638 KB) | DOI: 10.22216/jit.2019.v13i2.2933

Abstract

Lecturer’s performance is the actual behavior that displayed by each lecturer as the work achievement which produced based on the role. One way to measure the performance of lecturers through the assessment of student’s perception on the performance of lecturers in conducting lectures. By using Bayesian estimation, parameter test is used to estimate the lecturer's performance appraisal model to see how big the influence of each competence on lecturer's performance.  Structural equality matrix: pedagogic competence, professional competence, personality competence, and social competence are represented in the equation . The results showed that the four competencies had a positive influence on lecturer performance, with the greatest influence given by pedagogic competence, followed by professional competence, personality competence, and social competence. Kinerja dosen merupakan perilaku nyata yang ditampilkan  setiap dosen sebagai prestasi kerja yang dihasilkan sesuai dengan peranannya. Salah satu cara untuk mengukur kinerja dosen melalui penilaian persepsional mahasiswa terhadap kinerja dosen dalam melaksanakan perkuliahan. Dengan menggunakan estimasi Bayesian dilakukan pengujian parameter untuk mengestimasi model penilaian kinerja dosen untuk melihat seberapa besar pengaruh masing-masing kompetensi terhadap kinerja dosen. Matriks persamaan struktural: kompetensi pedagogik, kompetensi professional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial diwakili persamaan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat kompetensi memberikan pengaruh yang positif terhadap kinerja dosen, dengan pengaruh terbesar diberikan oleh kompetensi pedagogik, dilanjutkan dengan kompetensi professional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi social.
THE EFFECT OF JIGSAW II TOWARD LEARNING MOTIVATION AND READING COMPREHENSION AT THE SECOND GRADE OF ENGLISH STUDENTS IN STKIP DHARMA BAKTI eka melati
Jurnal Ipteks Terapan Vol 8, No 2 (2014): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.155 KB) | DOI: 10.22216/jit.2014.v8i2.211

Abstract

In teaching Reading, learning motivation and reading comprehension are essential. Ideally, after students learn the reading skills, both of their learning motivation and reading comprehension are better than before. In fact, the students still face some problems in comprehending the text. The problems are: they got low score of reading comprehension, they are lack of motivation, they are lack of vocabulary mastery, their reading achievement is still low, and the lecturer always uses small group discussion method without any variation. The purpose of this research was to find out the effect of JIgsaw II on learning motivation and reading comprehension.This study was an experimental research. Poupulation of this research was the second grade students of English Department of STKIP Dharma Bakti Lubuk Alung academic year 2010/2011 who was totally 133 students. The sample was selected by cluster random technique. The instruments were questionnaire of learning motivation and test of reading comprehension. The data were analyzed manually by t-test formula.The result of this study were learning motivation of students who were taught by Jigsaw II was better than those who were taught by small group discussion; and reading comprehension of students who taught by Jigsaw II was better than those who taught by small group discussion. It concluded that Jigsaw II produced better result on learning motivation and reading comprehension. It was implied that Jigsaw II could be used as method of teaching reading for English students.Doi: 10.22216/jit.2014.v8i2.211 
ANALYSIS OF ACCURACY IMPROVEMENT IN RANDOM FOREST USING PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA) Hanna Willa Dhany; Muhammad Iqbal
Jurnal Ipteks Terapan Vol 14, No 2 (2020): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.262 KB) | DOI: 10.22216/jit.2020.v14i2.5377

Abstract

Decision tree is used to classify a data that still does not know its class to existing classes. The data testing path is the first step that the root node goes through and finally the leaf node will predict the class for the data that has been concluded. Random Forest cannot be relied on for data types that have different categorical variables and therefore needs to be improved in the classification process, this is influenced by differences in the value of the variable. Therefore a method is needed to reduce features that are less relevant to the process of determining accuracy in the classification of the Random Forest method. In research conducted on the PCA + Random Forest classification model, using the Water Quality Status Dataset that has been simplified into 5 attributes, 4 classes and 117 instances with an accuracy rate of 91.43% with a classification error rate of 8.57%. Based on the test results from the four classification models, it can be concluded that the success of the PCA can be used as a reference to improve the accuracy performance of the Random Forest classification model
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II TERHADAP PENGUASAAN KONSEP DAN KECEMASAN PESERTA DIDIK SMA KELAS XI PADA MATERI SISTEM KOLOID Zikra Azizah
Jurnal Ipteks Terapan Vol 11, No 2 (2017): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.525 KB) | DOI: 10.22216/jit.2017.v11i2.517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II terhadap peningkatan penguasaan konsep dan penurunan kecemasan peserta didik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest, nonequivalent control group design. Subyek penelitian berjumlah 79 peserta didik kelas XI IPA di salah satu SMAN di kota Padang, terdiri dari 40 peserta didik kelas eksperimen dan 39 peserta didik kelas kontrol. Instrumen yang digunakan yaitu tes penguasaan konsep, kuesioner kecemasan, pedoman wawancara, dan lembar observasi peserta didik. Analisis data menggunakan uji perbedaan rata-rata yaitu Uji-t atau uji Mann-Whitney. Skor rata-rata N-Gain penguasaan konsep peserta didik kelas eksperimen sebesar 0,60 dan kelas kontrol sebesar 0,49. Skor rata-rata N-Gain kecemasan peserta didik kelas eksperimen 0,45 dan kelas kontrol sebesar 0,36. Berdasarkan skor N-Gain terdapat perbedaan yang signifikan antara penguasaan konsep dan kecemasan peserta didik kelas eksperimen dan kelas kontrol. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dapat meningkatkan penguasaan konsep peserta didik dan menurunkan kecemasan peserta didik.
PENGARUH PENDAMPING PERSALINAN TERHADAP APGAR SCORE BAYI MENIT PERTAMA Widd Efrita; Ulvi Mariati
Jurnal Ipteks Terapan Vol 8, No 3 (2014): JIT
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jit.2014.v8i3.7

Abstract

Asfiksia merupakan penyebab utama kematian bayi, indikator untuk diagnosis asfiksia pada bayi baru lahir (BBL) dengan penilaian Apgar Score menit pertama  kelahiran. Kontraksi uterus selama proses persalinan dapat menimbulkan rasa nyeri sehingga proses ini mempengaruhi oksigenasi utero placenter pada bayi yang masih berada dalam uterus, sehingga saat kelahiran bayi akan mengalami asfiksia yang ditandai oleh nilai apgar score menit pertama yang rendah.   Namun hal ini dapat diatasi dengan menciptakan lingkungan yang mendukung diantaranya menghadirkan suami atau keluarga sebagai pendamping dalam proses persalinan. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan nilai apgar score menit pertama pada persalinan dengan pendamping dan tanpa pendamping di BPS Kota Padang tahun 2013.Penelitian ini bersifat eksperimental dengan rancangan non-Randomized Posttest Only Control Group Design). Subjek dalam penelitian ini adalah semua ibu inpartu fase aktif di bidan praktik swasta  di Kota Padang selama periode Agustus s/d September 2013. Data diambil dengan menggunakan daftar ceklis  berdasarkan hasil observasi terhadap kedua kelompok. Data dianalisis dengan menggunakan uji t independent.Hasil didapatkan rata-rata nilai Apgar responden dengan pendamping saat peralinan adalah 8,10 dengan standar deviasi 0,618, sedangkan pada responden tanpa pendamping rata-rata nilai Apgar 6,79 dengan standar deviasi 1,264. Hasil uji t test independent nilai p 0,001 berarti ada perbedaan yang bermakna rata-rata nilai Apgar bayi yang didampingi saat persalinan dengan tanpa didampingi.Saran Untuk menurunkan angka kesakitan dan meningkatkan kualitas hidup bayi baru lahir, perlu ditingkatkan asuhan sayang ibu dalam pelayanan kehamilan dan persalinan. Dengan melibatkan suami  mulai kehamilan sampai persalinan.Keyword: pendamping persalinan dan apgar scoreAsfiksia merupakan penyebab utama kematian bayi, indikator untuk diagnosis asfiksia pada bayi baru lahir (BBL) dengan penilaian Apgar Score menit pertama kelAsphyxia is a major cause of infant mortality, an indicator for the diagnosis of asphyxia in newborns with Apgar Scores assessment first minute after birth. Kontraksi uterus selama proses persalinan dapat menimbulkan rasa nyeri sehingga meningkatkan ketegangan,ketakutan dan kecemasan pada ibu dan keluarga. Uterine contractions during labor can cause pain thereby increasing the tension, this process affects placenter utero oxygenation in infants who are still in the uterus, so that when the baby will have birth asphyxia is characterized by the value of the first minute Apgar score lower. Namun hal ini dapat diatasi dengan menciptakan lingkungan yang mendukung diantaranya menghadirkan suami atau keluarga sebagai pendamping dalam proses persalinan. But this can be overcome by creating an environment that supports them bring their husbands or families as a companion in labor. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan nilai apgar score menit pertama pada persalinan dengan pendamping dan tanpa pendamping di BPS Kota Padang tahun 2013. The general objective of this study was to determine the difference in value of the first minute Apgar score at birth with and without an escort companion in private practice midwives Padang in 2013. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan rancangan non-Randomized Posttest Only Control Group Design ). This study is an experimental non-randomized design Posttest Only Control Group Design). Subjek dalam penelitian ini adalah semua ibu inpartu fase aktif di bidan praktik swasta di Kota Padang selama periode Agustus s/d September 2013. Subjects in this study were all mothers inpartu active phase in private practice midwives in Padang during the period August s / d September 2013. Data diambil dengan menggunakan daftar ceklis berdasarkan hasil observasi terhadap kedua kelompok. The data were taken using a checklist based on the observation list to both groups. Data dianalisis dengan menggunakan uji t independent. Data were analyzed using independent t test. Hasil didapatkan rata-rata nilai Apgar responden dengan pendamping saat peralinan adalah 8,10 dengan standar deviasi 0,618, sedangkan pada responden tanpa pendamping rata-rata nilai Apgar 6,79 dengan standar deviasi 1,264. The results obtained mean Apgar score of respondents with a companion when labour is 8.10 with a standard deviation of 0.618, while the respondents unaccompanied mean Apgar score of 6.79 with a standard deviation of 1.264. Hasil uji t test independent nilai p 0,001 berarti ada perbedaan yang bermakna rata-rata nilai Apgar bayi yang didampingi saat persalinan dengan tanpa didampingi. The results of the independent t test p-value of 0.001 means that there is a significant difference mean Apgar score at birth of babies accompanied with unaccompanied. Saran Untuk menurunkan angka kesakitan dan meningkatkan kualitas hidup bayi baru lahir, perlu ditingkatkan asuhan sayang ibu dalam pelayanan kehamilan dan persalinan. Advice To reduce morbidity and improve quality of life of the newborn, care needs to be improved dear mother in pregnancy and delivery care. Dengan melibatkan suami mulai kehamilan sampai persalinan. By involving the husband start of pregnancy until delivery.Doi: 10.22216/jit.2014.v8i3.7

Page 5 of 21 | Total Record : 205