cover
Contact Name
M Taufiq Rahman
Contact Email
jis@uinsgd.ac.id
Phone
+6289655289523
Journal Mail Official
jis@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Prodi Magister Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Jalan Cimencrang, Panyileukan, Gedebage Kota Bandung Indonesia 40292
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Iman dan Spiritualitas
ISSN : -     EISSN : 27754596     DOI : http://dx.doi.org/10.15575/jis
Jurnal Iman dan Spiritualitas (JIS) is an open-access journal and peer-reviewed scientific works both theoretically and practically in the studies of religions and spirituality in various parts of the world.
Articles 421 Documents
Mental Health in the Psychology and Tasawuf Perspectives Nunis Fitria
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i1.23937

Abstract

Mental health is essential to learn because it is the well-being of a person's condition in knowing and developing someone’s potential. Because it is considered an important issue, mental health is ultimately correlated with other sciences. One of them is the science of Sufism. The science of Sufism is very appropriate in discussing this mental health problem because the object of study in Sufism and psychology both discuss the human soul. Sufism is well known, and the science that examines mental health is the science of psychology. Combining knowledge between these two branches of knowledge, hoped that it can increase faith to achieve the goal of life, namely, to be happy and prosperous both in this world and in the hereafter.
Pembangunan Berbasis Demokrasi dan Agama Regita Cahya Karima
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i1.24376

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memberikan critical review terhadap bagian buku “Palgrave Advances in Development Studies,” yaitu artikel Part 1 changing notions of development: bringing the state back in” ditulis oleh peter calvert tahun 2005. Buku ini membahas konsep negara pembangunan yang hingga saat ini sedang mengalami kebangkitan. Pada saat yang sama terjadi perubahan Gelombang Ketiga demokratisasi, yang memberikan dasar lebih aman daripada yang diperkirakan sebelumnya oleh banyak orang. Sekalipun tidak mudah, Gelombang ketiga membujuk pemerintah, untuk menciptakan pemerintah demokratis, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.
The Strategies of Ajengans in Mediating Islam and Local Traditions in Rural West Bandung Regency Mohammad Taufiq Rahman; Paelani Setia; Asep Iwan Setiawan
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i1.24108

Abstract

Islam is not present in a society empty of culture but is here to find local traditions that develop and run amid a pluralistic society so that local traditions are maintained and packaged with Islamic values. Among the local traditions still growing in the community is "incense-burning", a routine Friday night ceremony and a part of the agricultural process in Lembur Sawah Hamlet, West Bandung Regency. Using interview and observation techniques, this qualitative research described local religious leaders (ajengan) as cultural intermediaries between Islam as a world religion and local beliefs.The figures Ajengans referred to in this article are the Kiais (Islamic scholars) of Pesantren (Islamic boarding school) who influenced society; they had merged into Nahdlatul Ulama, culturally and structurally. The results showed that the community understood local traditions as shari'a that must be followed. Therefore, they represented the "sunnah of their ancestors," even though they did not understand the symbolic meaning of the tradition. Here, the religious scholars of Islam played a role in straightening existing traditions combined with traditions with Islamic nuances, namely, incense-burning activities in tahlilan, Yasinan, khotmil Qur'an, shahriahan, and manakiban events. Also, the ajengans played a role as role models. Finally, the primary function of ajengans was to preserve existing traditions as part of a willing attitude toward local culture. Here, they modified deviant local traditions with Islamic nuances that did not violate the Islamic creed.
Nilai-nilai Toleransi dalam Tradisi Upacara Mapag Sri di Desa Slangit, Cirebon Faqih Alfarisi; Aep Saepuloh
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i1.24377

Abstract

Ritual upacara mapag sri mrupakan produk sosial masyarakat yang didalamnya memiliki fungsi sosial sebagai pengenalan nilai-nilai tolerasi melalui kegiatan yang ada disetiap tahapan prosesinya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai-nilai toleransi  yang terkandung upacara mapagsi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif melalui observasi secara langsung dan interview atau wawancara secara mendalam kepada pihak terkait seperti Masyarakat yang ada di desa Slangit, kepala desa, tokoh budaya dan tokoh agama . Fungsi sosial yang dimiliki oleh Upacara mapag sri patut di apresiasi dengan terus dilestarikannya tradisi tersebut.
Toleransi Keagamaan di Kelenteng Chandra Nadi Kota Palembang Holina Holina; Muhlas Muhlas
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i1.24270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toleransi keagamaan di klenteng Chandra Nadi Kota Palembang yang berfokus pada dua hal yaitu pertama, bentuk toleransi yang terjadi diantara umat beragama yang berada di Klenteng Chandra Nadi. Kedua, Faktor apa saja yang mendorong terjadinya budaya toleransi diantara umat beragama di Klenteng Chandra Nadi. Metode dalam penelitian ini ialah penelitian lapangan, yaitu penelitian yang mempergunakan informasi dari subjek penelitian atau sumber data yang ada di lokasi untuk dijadikan sasaran penelitian. Dalam penelitian ini masuk ke kategori penelitian kualitatif, data yang dikumpulkan pada penelitian ini lewat proses wawancara, teknik wawancara yang digunakan ialah semi terstruktur. Hasil dari penelitian menunjukkan Perilaku toleransi diantara umat beragama di Klenteng Chandra Nadi telah berlangsung lebih dari 240 tahun. Toleransi yang terjadi pada kehidupan antar umat beragama di dalam klenteng sudah menempuh sejarah yang sangat panjang. Bentuk toleransi yang terjadi pada klenteng Chandra Nadi antara lain ibadah bersama, memperbolehkan umat yang berbeda agama untuk mengikuti ibadah, tidak ada diskriminasi, menyediakan makanan yang halal ketika perayaan saat dibuka untuk umum. Adapun faktor- faktor yang mendorong terbentuknya budaya toleransi diantara umat beragama di klenteng Chandra Nadi antara lain ialah ajaran agama, tempat asal yang sama dan kebersamaan yang selalu dilakukan. Ketiga dari faktor itu telah bersinergi serta saling mendorong agar terciptanya lingkungan yang tingkat toleransi diantara agama sangat tinggi.
Wacana Moderasi Beragama dalam Akun Instagram @mubadalah.id Lina Mustakimah; Muhammad Roflee Waehama
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i1.24384

Abstract

Penyebaran gagasan dan ide tentang narasi keagamaan di era digital ini semakin mudah dan cepat untuk diproduksi dan di akses oleh setiap lapisan masyarakat, baik itu  narasi yang merujuk kepada moderasi beragama maupun narasi yang dapat menimbulkan konflik dan perpecahan. Instagram sebagai salahsatu media sosial yang paling banyak digunakan di indonesia yaitu 84,8 % dari jumlah populasi, dapat digunakan sebagai medium edukasi digital. Penelitian ini difokuskan menggali dan mengalalisa tentang wacana moderasi beragama yang dilakukan @mubadalah.id. penelitian ini menggunakan pendekatan kolaboratif antara deskriptif dan analisis untuk menguraikan isi konten moderasi beragama akun @mubadalah.id. hasil penelitian menyimpulkan bahwa secara umum bentuk-bentuk moderasi beragama yang dilakukan oleh akun @mubadalah.id merujuk kepada upaya pencegahan, merekonstruksi pemahaman yang keliru sehingga menyebabkan kebencian, serta pengakuan akan keterlibatan perempuan yang begitu penting.
Tafsir: Pengertian, Sejarah, Maraji’, Hukum, dan Pembagiannya Aini Qurotul Ain
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i1.18772

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui definisi ushul al-tafsir, tafsir, referensi buku tafsir, sejarah, hukum mempelajari tafsir dan pembagiannya. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan library research, kajian pustaka. Hasil dari penelitian ini, ditemukan pokok bahasan bahwasanya tafsir adalah menjelaskan makna ayat Al-Qur'an, keadaan cerita, dan penyebab turunnya ayat tersebut dengan menggunakan lafal yang menunjukkan makna zahir. Upaya penafsiran sudah ada sejak zaman Nabi saw dan mengalami perkembangan, ada sampai sekarang. Dalam mempelajari tafsir terdapat banyak maraji’ atau referensi sebagai bahan bacaan, dan hukum mempelajarinya sangat dianjurkan. Dalam penafsiran terbagi menjadi tiga diantaranya yaitu dengan mempertimbangkan apa yang diketahui orang terhadap mufasir, kemudian dari cara untuk mencapainya, dan metode penafsirannya.
Dampak Tradisi Sedekah Bumi terhadap Kerukunan Umat Beragama di Blitar, Jawa Timur Andi Muhammad Taufiq; Rifki Rosyad; Dadang Kuswana
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i1.24271

Abstract

Perbedaan agama dan keyakinan dapat memunculkan berbagai kasus konflik di Indonesia. Hal itu ditambah dengan perbedaan budaya dan tradisi masyarakat yang menimbulkan kerugian jiwa dan materi, akibat adanya konflik yang meletus. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan membuktikan sebuah tradisi dan budaya yang tidak hanya berpotensi menimbulkan konflik, tetapi juga menimbulkan nilai perdamaian dan kerukunan. Penelitian ini mengkaji fenomena tradisi sedekah bumi yang berdampak terhadap terciptanya kerukunan umat beragama pada masyarakat plural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus. Studi kasus dalam penelitian ini adalah tradisi sedekah bumi di Desa Balerejo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga teknik: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mencakup empat hal: pertama, kondisi sosial keagamaan masyarakat Desa Balerejo penuh dengan dinamika yang berorientasi pada perkembangan masyarakat perdesaan yang mandiri. Kedua, pelaksanaan sedekah bumi di Desa Balerejo dilaksanakan dengan prinsip gotong royong dan toleransi. Ketiga, nilai-nilai kerukunan umat beragama pada tradisi sedekah bumi di Desa Balerejo terdiri dari nilai gotong royong, toleransi, dan persatuan. Keempat, tanggapan masyarakat terhadap tradisi sedekah bumi di Desa Balerejo dikelompokkan ke dalam berbagai tanggapan sesuai dengan penganut agama di Balerejo, yakni tanggapan dari umat Islam, Hindu, Katolik, dan Protestan.
Fenomena Munculnya Militan Buddhis di Myanmar dan Sri Lanka Madiyono Madiyono; Hajjah Sri Rahayu Nurjanah binti Haji Dollah
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i1.24386

Abstract

Selama lebih dari 2500  tahun, agama Buddha dikenal sebagai agama tanpa kekerasan. Namun fenomena di era modern, di Myanmar dan Sri Lanka muncul gerakan nasionalisme yang menonjolkan identitas perbedaan etnis dan agama (etno-religious). Gerakan itu telah meningkatkan konflik yang mengakibatkan diskriminasi dan tindakan kekerasan terhadap etnis minoritas. Dalam artikel ini dibahas mengenai fenomena munculnya gerakan militan Buddhis di Myanmar dan Sri Lanka. Metode yang digunakan dalam kajian adalah library research dengan mendeskripsikan dengan medalam dan juga disertai analisis kritis. Data dikumpulkan dari berbagai sumber. Hasil analisis menyimpulkan bahwa gerakan militan di Myanmar dan Sri Lanka dipelopori oleh bhikkhu berhaluan keras, yang tidak mencerminkan sikap kelompok bhikkhu mayoritas namun memiliki pengaruh terhadap sebagian umat Buddha. Gerakan militan bernuansa etno-religious menyebarkan hasutan anti agama lain, terutama terhadap Islam (Islamofobia), yang dianggap sebagai ancaman terhadap eksistensi etnis mayoritas, agama Buddha, dan juga negara yang melindungi agama Buddha. Dampaknya adalah terjadi konflik yang menimbulkan diskriminasi, persekusi, dan tindakan kekerasan terhadap etnis minoritas. Gerakan etno-religious yang berkembang di Myanmar dan Sri Lanka bukanlah murni konflik agama namun lebih jelas bermotif ekonomi dan politik dengan menggunakan isu agama sebagai legitimasi gerakan. Hal tersebut dapat dilihat dari latar belakang dan sejarah konflik pada masa lalu dan juga dari sikap dan tindakan pelopor gerakan yang pernah dihukum karena menghasut untuk memboikot  bisnis muslim di negaranya. Agama dijadikan sebagai instrumen untuk mencapai tujuan dan kepentingan kelompok. Namun dampaknya dapat kontraproduktif: bukannya akan menjaga agama Buddha tetapi dapat sebaliknya yaitu  akan menurunkan citra agama Buddha sebagai agama yang mengajarkan anti kekerasan.
Para Tokoh Tafsir Periode Pertengahan Beserta Coraknya Muhammad Yuga Fadillah; Siti Nur Umdati Putriyani; Ade Jamarudin
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v3i1.21803

Abstract

Salah satu perkembangan ilmu tafsir yang dinamis terjadi pada kajian para tokoh tafsir periode pertengahan dan macam-macam coraknya. Mufasir dengan latar belakang keilmuannya memberikan warna dalam perkembangan tafsir. Hadirnya membawa pembaharuan beriringan dengan perkembangan pemikiran manusia dan berbagai tantangan zaman dengan berbagai silang pendapatnya. Tulisan ini bertujuan menelaah perkembangan corak tafsir pada periode pertengahan. Penulis menggunakan metode kualitatif jenis kajian pustaka, dengan analisis deskriptif disertai ulumul Qur’an. Para mufasir periode pertengahan banyak menerbitkan berbagai macam kitab tafsir, ini menunjukan sebuah kemajuan dan bekembangnya aset ilmu tafsir dikalangan ulama periode pertengahan. Pada periode pertengahan ini (The Golden Age) para mufassir dengan karyanya melahirkan corak yang begitu komprehensif dan menjawab tantangan zaman serta menjadikan kajian tafsir lebih sistematis dinamis namun tetap mengacu kepada al-Qur’an dan sunnah. Ciri khusus dari suatu penafsiran merupakan kecenderungan seorang mufasir dalam menjelaskan isi kandungan dalam Al-Qur’an, para mufasir pada periode pertengahan ini dengan latar belakangnya menghadirkan berbagai bentuk corak penafsiran. Adapun yang menajdi karakteristik dalam penafsiran corak periode pertengahan yaitu pemaksaan gagasan pribadi kepada Al-Qur’an, bersifat Ideologis, bersifat repetitif, bersifat parsial, dan terpisahnya dengan hadits. Peneliti berharap pembaca mendapat manfaat dari penelitian ini. Demikian pula dikemudian hari, akan hadir penelitian-penelitian berikutnya yang dapat memperbaiki serta menyempurnakan apabila terdapat kekeliruan serta kekurangan di dalam penelitian ini.

Filter by Year

2021 2026