cover
Contact Name
Margiyanti
Contact Email
lpkdgeneration2022@gmail.com
Phone
+6285640236283
Journal Mail Official
Margiyanti@stikeskesdam4dip.ac.id
Editorial Address
Jl. Hos Cokroaminoto No. 4 , Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50245
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES)
ISSN : 2828240X     EISSN : 28282469     DOI : https://doi.org/10.55606/jufdikes.v4i1
Core Subject : Health,
Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) menyambut Jurnal dengan akses terbuka dengan ruang lingkup berbagai bidang Ilmu Kesehatan termasuk penelitian dasar dalam Fisioterapi, Analis Medis, Fisiologi (Keolahragaan), Reproduksi (Biologi dan Kesehatan), Akupunktur, Rehabilitasi Medik, Ilmu kesehatan umum, ilmu psikologi, ilmu farmasi. Artikel dalam jurnal ini disajikan dalam bentuk Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Jurnal ini diterbitkan oleh Oleh P3M Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia dan 2 kali dalam setahun, yakni bulan Januari dan Juli
Articles 110 Documents
HUBUNGAN LAMA MENGETIK TERHADAP TERJADINYA MYOFASCIAL TRIGGER POINT SYNDROME OTOT UPPER TRAPEZIUS PADA PEKERJA RENTAL: RELATIONSHIP BETWEEN LONG TYPING AND MYOFASCIAL TRIGGER POINT UPPER TRAPEZIUS MUSCLE SYNDROME IN RENTAL WORKERS syurrahmi syurrahmi; Ainnur Rahmanti; Luberto Purna
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 5 No. 1 (2023): Januari : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jufdikes.v5i1.179

Abstract

Abstrak Posisi bekerja saat mengetik berhubungan erat dengan masalah ergonomi atau kenyamanan, terutama di bidang desain, posisi, dan sikap tubuh yang tepat. MTrPs adalah suatu kondisi menggambarkan rasa nyeri deskriptif pada jaringan lunak akut atau kronis, yang terjadi pada otot atau fasia otot. MTrPs menimbulkan kontraksi knot atau node yang dapat terbentuk dalam sebuah taut band otot yang menjadi sumber rasa sakit. Nyeri atau rasa tidak nyaman berupa rasa tertusuk perih, berdenyut, rasa sayatan, dan terbakar pada jaringan ikat longgar yang membungkus otot trapezius dikarenakan adanya trigger point. Data pekerja komputer di wilayah Pedurungan Wetan sebanyak 24 pekerja. Metode penelitian ini adalah pra eksperimen one group pre and post test design dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Populasi penelitian ini adalah pekerja rental yang bekerja di Tlogosari Wetan, Pedurungan, Kota Semarang. Instrumen penelitian menggunakan VAS (Vasual Analog Skill). Tahapan penelitian terdiri dari persiapan, pelaksanaan, dan pengolahan data penelitian. Langkah yang dilakukan pada tahap persiapan adalah studi literatur, survey lapangan, sosialisasi kepada pekerja rental. Tahap pelaksanaan dilakukan dengan pengambilan data. Hasil penelitian ini didapatkan adanya hubungan lama mengetik dengan terjadinya kondisi MTrPs Otot Uper Trapezius. Uji hipotesis yang digunakan adalah Chi Square Test untuk menganalisis signifikansi hubungan lama mengetik terhadap terjadinya myofascial trigger point syndrome otot upper trapezius pada pekerja rental. Pada perhitungan analisis data, diperoleh nilai p sebesar 0,000 sehingga p < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lama mengetik terhadap terjadinya myofascial trigger point syndrome otot upper trapezius pada pekerja rental. Kelemahan dari penelitian ini adalah tidak dapat mengontrol responden dalam mengendalikan lama waktu bekerja. Kata kunci : Lama Mengetik, Myoasial Trigger Point, Nyeri Otot Uper Trapezius
PENERAPAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI KELUARGA WILAYAH BINAAN PUSKESMAS PEGANDAN SEMARANG Margiyati Margiyati; Agus Setiawan
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 5 No. 1 (2023): Januari : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hipertensi adalah suatu kondisi medis yang kronis di mana nilai sistolik >140 mmHg dan nilai sistolik >90 mmHg.  Peraan perawat untuk mengatasi hipertensi dengan memberikan perawatan farmakologi dan non farmakologi. Salah satu dari terapi non farmakologi  untuk menurunkan  tekanan darah tinggi pada lansia dengan hipertensi adalah terapi relaksasi otot progresif. Tujuan studi kasus ini adalah untuk menggambarkan penerapan terapi relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan kasus. Subyek yang digunakan dua responden dengan kriteria lansia berusia 60-75 tahun, hipertensi grade I antara 140/90 mmHg sampai 159/99 mmHg, lansia tidak menjalani perawatan tirah baring, lansia yang bersedia menjadi responden dalam penelitian. Analisa studi kasus dilakukan secara deskriptif dengan metode studi kasus. Hasil studi kasus menunjukkan perubahan penurunan yang signifikan dari terapi relaksasi otot progresif terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi, dibuktikan pada penurunan sistole dan diastole pada kedua subjek. Subjek I selama 6 hari  terjadi penurunan pada sistole sebanyak 7 mmHg dan diastole sebanyak 26 mmHg. Pada subjek II terjadi penurunan sistole sebanyak 10 mmHg dan diastole sebanyak 9 mmHg. Kesimpulan bahwa terjadi penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi pada kedua subjek studi kasus yang cukup signifikan dalam menggambarkan penerapan terapi relaksasi otot progresif pada lansia yang mengalami hipertensi dan terapi relaksasi otot progresif direkomendasikan untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Tingkat kemandirian pada kedua subjek mengalamai peningkatan yaitu dari tingkat kemandirian I menjadi tingkat kemandirian II karena lansia dapat memahami hipertensi pada lansia, memberikan dukungan saat terapi dan bersedia melanjutkan terapi relaksasi otot progresif secara mandiri.
PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN BAWANG PUTIH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI GRIYA LANSIA JANNATI PROVINSI GORONTALO Iskandar Simbala; Fadly Syamsudin; Stevanny Polontalo; Tias R. Nahu
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 2 No. 1 (2020): Januari : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jufdikes.v2i1.192

Abstract

Lansia sangat rentang terkena penyakit hipertensi. Penatalaksanaan secara nonfarmakologis yang dapat menurunkan hipertensi adalah tanaman herbal salah satunya bawang putih. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian seduhan bawang putih terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Griya Lansia Jannati Provinsi Gorontalo. Desain penelitian quasi eksperimen dengan pre test-post test with control group. Populasi semua lansia di Griya Lansia Jannati sebanyak 23 lansia dan di Panti Sosial Tresna Werdha Beringin Hutuo sebanyak 140 lansia. Sampel berjumlah 16 kelompok intervensi dan 16 kelompok kontrol dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi tekanan darah, tensimeter air raksa, stetoskop dan SOP seduhan bawang putih serta menggunakan uji statistik wilcoxon. Hasil penelitian kelompok perlakuan rata-rata tekanan darah pre-test 152.50/90 mmHg dan post-test 128.75/80 mmHg, sedangkan kelompok kontrol rata-rata tekanan darah pre-test 148.13/81.88 mmHg dan post-test 147.50/80.63 mmHg dengan nilai p-value 0.000. Kesimpulan ada pengaruh pemberian seduhan bawang putih terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Saran lansia dapat menerapkan terapi ini dalam menurunkan tekanan darah dengan cara yang mudah dan lebih terjangkau.
HUBUNGAN KECERDASAN SPIRITUAL PERAWAT DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RSUD DR. HASRI AINUN HABIBIE PROVINSI GORONTALO Arifandi Pelealu; Fitriya Pakaya; Sofyan Salama
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 2 No. 1 (2020): Januari : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jufdikes.v2i1.193

Abstract

Kecerdasan spiritual perawat sangat penting dalam memenuhi kebutuhan spiritual pasien, hal ini menjadi salah satu indicator kualitas pelayanan di sebuah Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan spiritual perawat dengan pemenuhan kebutuhan spiritual pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross sectional. Dengan teknik pengambilan sampel Total Sampling. Jumlah sampel sebanyak 35 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual perawat berada pada kategori tinggi yaitu sebesar 68,6% dan pemenuhan kebutuhan spiritual pasien yaitu sebesar 68,6% dengan tingkat signifikan p=0,000 (p<0.05) sehingga dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara kecerdasan spiritual perawat dengan pemenuhan kebutuhan spiritual pasien di rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Hasri Ainun Habibie. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kecerdasan spiritual perawat dalam memberikan pelayanan asuhan spiritual pada pasien dan memenuhi kebutuhan spiritual pasien.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN PENGETAHUAN TERHADAP PERAWATAN DIRI PENDERITA KUSTA DI KOTA GORONTALO Muriyati Rokani; Dewi Modjo; Fadli Husain; Frangky S. Djafar
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 2 No. 1 (2020): Januari : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jufdikes.v2i1.194

Abstract

Setiap orang yang sakit pasti sangat membutuhkan dukungan dari keluarga mereka agar bisa memotivasinya untuk sembuh, masih ada juga yang memiliki dukugan keluarga yang kurang tetapi dia memiliki kemampuan untuk melakukan perawatan dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga, Pengetahuan, terhadap Perawatan Diri Penderita Kusta. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan Cross sectional menggunakan kuesioner. Sampel diambil menggunakan tekhnik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 27 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diisi oleh responden serta wawancara yang menggunakan metode cek list dan analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak keluarga yang mendukung maka akan semakin baik pula penderita kusta melakukan perawatan diri, dan semakin tinggi pengetahuan seseorang akan semakin baik pula sesseorang melakukan perawatan diri dengan hasil uji statistik didapatkan nilai p=0,05 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara dukungan keluarga, penegetahuan terhadap perawatan diri penderita kusta.
HUBUNGAN TUGAS KESEHATAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI DESA TIMBUOLO TENGAH KECAMATAN BOTUPINGGE KABUPATEN BONE BOLANGO Wiwi Piola; Andi Nur Aina Sudirman; Sri Devi Padang; Ananda Rizki
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 2 No. 2 (2020): Juli : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jufdikes.v2i2.195

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan bentuk penyakit tidak menular, penyakit ini tergolong penyakit yang menahun tidak dapat disembuhkan akan tetapi dapat dicegah tingkat keparahannya, pencegahan keparahan penyakit ini berasal dari dalam diri penderita dan keluarga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan tugas kesehatan keluarga dengan kejadian hipertensi.Desain penelitian menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 31 orang, penentuan sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden mengalami hipertensi kategori sedang dengan tugas kesehatan keluarga kurang, analisis data uji chi square hitung > chi square tabel (14,280 > 0,3550) atau p=0.006 < 0.05. Kesimpulan pada penelitian ini Ha diterima yang berarti terdapat hubugan tugas kesehatan keluarga dengan kejadian hipertensi di Desa Timbuolo Tengah Kecamatan Botupingge Kabupaten Bone Bolango. Saran untuk keluarga agar melaksanakan tugas kesehatan keluarga yaitu mengenal masalah kesehatan, membuat keputusan tindakan kesehatan yang tepat, merawat keluarga yang sakit, memberihkan lingkungan rumah dan menggunakan fasilitas kesehatan untuk pengobatan.
KINERJA DENGAN TINGKAT PENDAPATAN PERAWAT HONORER DI RSUD TOTO KABILA Ibrahim Paneo; Firmawati Firmawati; Muhlis Tahir; Nofiyanto Nofiyanto
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 2 No. 2 (2020): Juli : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jufdikes.v2i2.196

Abstract

Kinerja seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sistem perusahaan dalam hal ini pendapatan. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kinerja dengan tingkat pendapatan perawat honorer di RSUD Toto Kabila.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah perawat honorer di RSUD Toto Kabila yang berjumlah 87 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 87 orang perawat honorer terdapat 11 orang perawat honorer yang memiliki kinerja kurang dengan pendapatan yang sudah sesuai berjumlah 7 orang (64%) dan terdapat 76 orang perawat yang memiliki kinerja baik dengan pendapatan yang sudah sesuai. Hasil analisa chi square menunjukkan bahwa nilai chi square sebesar 8,129 dengan tingkat signifikan sebesar 0.004 yang lebih kecil dari ? = 0.05 artinya bahwa terdapat hubungan antara kinerja dengan tingkat pendapatan perawat honorer di RSUD Toto Kabila. Saran dari penelitian ini yakni bagi perawat honorer dapat meningkatkan kinerja yang sudah baik dan bagi manajemen RSUD Toto dapat memperhatikan kinerja perawat dan memberikan beban kerja yang sesuai dengan pendapatan yang diterimakan.
DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA HIPERTENSI DI DESA TENGGELA KECAMATAN TILANGO Asni Ayuba; Haslinda Damansya; Sintia K. Polapa; Sasmita Lauma
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 2 No. 2 (2020): Juli : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jufdikes.v2i2.198

Abstract

Lansia mengalami permasalahan terkait aspek penurunan fungsi fisik, biologis,psikologis, Perubahan ini akan memberikan pengaruh pada seluruh aspek kehidupan termasuk kesehatannya. Salah satu dukungan yang dapat meningkatkan kualitas hidup lansia hipertensi adalah dukungan sosial keluarga.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Dengan Kualitas Hidup Lansia Hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan Desain penelitian Survey Analitik pendekatan Cross Sectional. Teknik Pengambilan Sampel menggunakan Total Sampling sehingga didapatkan 58 Responden Instrumen yang digunakan adalah lembar Observasi dan Kuesioner. Hasil yang diperoleh menggunakan uji square didapatkan nilai p value 0,001 yang berarti terdapat Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Dengan Kualitas Hidup Lansia Hipertensi Bagi masyarakat terutama keluarga yang hidup dengan lansia agar dapat memperhatikan lansia dan berupaya untuk konsultasi masalah kesehatan yang terjadi pada lansia kepada petugas kesehatan agar dapat ditangani dengan tepat.
PENERAPAN AROMATHERAPY LAVENDER UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMKIKT TK II dr. SOEDJONO MAGELANG Ainnur Rahmanti; endro haksara
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 5 No. 1 (2023): Januari : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jufdikes.v5i1.203

Abstract

Hemodialisa merupakan tindakan yang digunakan untuk menangani pasien CKD. Tindakan ini dapat mempengaruhi psikologis pasien CKD karena harus dilakukan suumur hidup, pasien menjadi ketergantungan pada mesin yang pelaksanaannya rumit dan membutuhkan waktu yang lama serta memerlukan biaya yang relative besar. Sehingga pasien menjadi bosan, malas menjalani hemodialisa, kualitas hidup menurun dan bisa berakibat kematian. Kecemasan ini salah satu hal yang dikeluhkan oleh pasien-pasien hemodialisa. Penerapan aromatherapy lavender sebanyak 0.6 ml selama 1 x 30 menit merupakan salah satu terapi nonfarmakologi yang aman untuk mengurangi tingkat kecemasan pada pasien yang akan menjalani hemodialisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan aromatherapy lavender dapat menurunkan tingkat kecemasan pasien CKD yang akan menjalani hemodialisa di Rumkit Tk. II dr. Soedjono Magelang. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif dengan metode pendekatan studi kasus. Subjek yang digunakan sebanyak 2 orang dengan kriteria pasien hemodialisa, pasien yang tidak mempunyai riwayat alergi terhadap aromatherapy lavender, pasien sadar dan dapat berkomunikasi, pasien yang bersedia menjadi responden, pasien yang menjalani tingkat kecemasan sedang dengan lembar penilaian HRS-A (score 21-27). Berdasarkan analisa data didapatkan hasil bahwa subyek I mengalami penurunan dari score kecemasan 27 (sedang) menjadi 19 (ringan) dan subyek II dari score kecemasan 24 (sedang) menjadi 17 (ringan). Kesimpulan penerapan aromatherapy lavender efektif untuk menurunkan tingkat kecemasan pada pasien yang akan menjalani hemodialis. Penerapan aromatherapy lavender direkomendasikan untuk menurunkan tingkat kecemasan pasien yang menjalani hemodialisa.
PENERAPAN MOBILISASI DINI TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN PASCA OPERASI DI RUMKIT TK.III 04.06.02 BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG syurrahmi syurrahmi; Ainnur Rahmanti; Miya Nur Azizah
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 5 No. 1 (2023): Januari : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jufdikes.v5i1.207

Abstract

Nyeri merupakan pengalaman pribadi yang diekspresikan secara berbeda. Tindakan medis yang sering menimbulkan nyeri adalah pembedahan. Pasien pasca operasi memerlukan perawatan yang maksimal untuk mempercepat pengembalian fungsi tubuh, dengan pemberian intervensi mobilisasi dini. Latihan mobilisasi dini ini dilakukan mulai 8 jam – 24 jam pasca oprasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan pemberian latihan mobilisasi dini untuk penurunan tingkat nyeri pada pasien pasca operasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode pendekatan pada satu kasus. Pengukuran skala nyeri post operasi ini menggunakan skala Numeric Rating Scale. Metode pegumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan lembar observasi dan sop mobilisasi dini dengan kriteria inklusi pasien 8 jam post operasi. Jumlah sampel yang digunakan adalah 2 orang, Tingkat nyeri numeric rating scale 7-9 (nyeri berat), Berdasarkan analisa data didapatkan hasil bahwa tingkat nyeri responden I dari skala 7 (nyeri berat) menurun menjadi skala 4 (nyeri ringan), responden II dari skala 7 (nyeri berat) menurun menjadi 5 (nyeri sedang). Hasil diatas menunjukan bahwa kedua subjek penelitian mengalami penurunan skala nyeri yang signifikan dari skala berat menjadi skala sedang. Penerapan mobilisasi dini terhadap penurunan skala nyeri pada pasien pasca operasi direkomendasika sebagai penerapan terapi yang efektif dalam menurunkan skala nyeri.

Page 5 of 11 | Total Record : 110