cover
Contact Name
Mister Gidion Maru
Contact Email
mrgideonmaru@unima.ac.id
Phone
+6281340075651
Journal Mail Official
abdimas@unima.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Manado Tondano Minahasa
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 19790953     EISSN : 25986066     DOI : https://doi.org/10.36412/abdimas.v13i1
Jurnal ABDIMAS diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Negeri Manado dengan fokus pada publikasi dosen, mahasiswa, peneliti, praktisi, profesional dan pengabdi yang mencerminkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang ditandai dengan pemanfaatan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni (Ipteks) untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dalam masyarakat. Jurnal ini juga terbuka untuk diseminasi hasil kegiatan pengembangan dan penguatan daya saing bangsa, kewirasuhaan, ekonomi kreatif dan kepariwisataan serta terobosan pendidikan dan pelatihan sesuai kebutuhan masyarakat saat ini. Jurnal ABDIMAS terbit tiga kali dalam setahun yakni April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 02 (2016): DESEMBER 2016" : 7 Documents clear
PELATIHAN BAHASA INGGRIS PARIWISATA PADA PARA PELAKU USAHA WISATA RELIGI BUKIT KASIH KANONANG KAWANGKOAN, MINAHASA, SULAWESI UTARA Mister Gidion Maru
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 9, No 02 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.318 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v9i02.575

Abstract

Salah satu bidang usaha yang secara vital menuntut penguasaan Bahasa Inggris yang baik adalah usaha kepariwisataan. Pemberian pelatihan bahasa Inggris bagi para pelaku usaha wisata dipandang perlu dan penting untuk dilaksanakan. Dalam kaitan itu serta melihat adanya potensi wisata di Bukit Kasih desa Kanonang yang terus berkembang dan berpeluang untuk terus dibanjiri pengunjung, maka tidak dapat diabaikan lagi perlunya pelaksanaan pemberian pelatihan bahasa Inggris bagi para pelaku wisata disana mulai dari tukang parkir sampai para pemandu yang menghabiskan waktu mereka setiap hari dilokasi wisata tersebut. Dengan metode demonstrasi dan role play, kegiatan pelatihan menghasikan antaralain adanya tanggapan yang baik dari para pelaku usaha wisata dibuktikan dengan kehadiran dan partisipasi dalam kegiatan pelatihan, terbentuknya pengenalan akan kata-kata Bahasa Inggris yang dapat digunakan dalam kegiatan usaha wisata secara umum dan di Bukit Kasih Kanonang secara khusus, munculnya minat untuk lebih melatih diri atau mengikuti pelatihan terkait cara menyapa dan memandu pengunjung khususnya wisatawan asing sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan, dan bertambahnya wawasan kebahasaan khususnya penggunaan bahasa Inggris untuk tujuan peningkatan kualitas layanan bagi wisatawan asing yang berdampak pada peningkatan potensi arus dan kunjungan wisata ke kabupaten Minahasa dan khususnya Bukit Kasih Kanonang.
PELATIHAN PERANCANGAN PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS ALAM DAN LINGKUNGAN BAGI GURU-GURU FISIKA DI KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Patricia Mardiana Silangen
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 9, No 02 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.339 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v9i02.571

Abstract

Ilmu Fisika adalah mata pelajaran dalam rumpun Sains yang bertujuan agar siswa mampu memahami fenomena alam dalam hubungannya dengan konsep-konsep fisika serta mampu menerapkan konsep fisika tersebut untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari secara ilmiah, sehingga dengan belajar Fisika diharapkan siswa memiliki kemampuan berpikir dan bertindak berdasarkan pengetahuan Fisika yang dimilikinya. Guru memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi, melatih keterampilan dan membimbing belajar siswa untuk itu para guru dituntut memiliki kualifikasi dan kompetensi tertentu agar proses belajar dan pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efesiensi. Berbagai upaya dalam mengembangkan proses pembelajaran yang bertujuan menciptakan pembelajaran fisika yang lebih menyenangkan dan menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna (meaning learning). Pendekatan ini dapat dilakukan dengan menerapkan berbagai macam strategi di dalamnya, salah satunya dengan melaksanakan pembelajaran fisika berbasis alam dan lingkungan sekitar. Kabupaten kepulauan Sangihe adalah suatu daerah dengan keadaan alam lingkungan yang mempesona yang terdiri dari daerah perairan (laut), pegunungan dan dataran (pesisir, pedesaan, perkotaan) dengan berbagai fenomena alam dan keadaan masyarakat yang sangat berpotensi dijadikan sebagai sumber belajar berbasis alam dan lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk Memberikan pelatihan perancangan pembelajaran Fisika berbasis Alam dan Lingkungan bagi guru-guru di Kabupaten kepulauan Sangihe, dengan metode yang digunakan dalam pelatihan ini yaitu Model kegiatan pelatihan partisipatif, dimana guru yang menjadi peserta kegiatan terlibat langsung dalam kegiatan pengembangan rancangan.Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini yaitu Guru-guru Fisika di Kabupaten kepulauan Sangihe termotivasi dan telah memperoleh pengetahuan dalam merancangan Pembelajaran Fisika Berbasis Alam Dan Lingkungan Sekitar.
PENGEMBANGAN MODUL PRAKTIKUM BIOLOGI YANG MEMANFAATKAN BAHAN ALAM SEBAGAI SUMBER BELAJAR BAGI SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) Mariana Rengkuan Rengkuan; Dian H O Howan
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 9, No 02 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.341 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v9i02.576

Abstract

The aim of this research is to generate biology laboratory work module which utilize natural products as learning resource for students in senior high school. This module developed using Borg and Gall model which has been adapted with the needs and aims of this research, therefore, it gained four major stages that will be passed. These stages namely: needs analysys and literature study, matter development (based on needs), expert validation and field test (experimental class). On expert validation limited to matter expert validator whilst for field test, it was decided on students from XII science class as experimental class. The result of this research shown that laboratory module that utilized natural products can be used as learning resource for students in senior high school.
PELATIHAN TENTANG MODEL-MODEL PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SD PADA GURU-GURU SD DI KECAMATAN TOMOHON TENGAH Neltje Kambey
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 9, No 02 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.434 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v9i02.567

Abstract

One of the powerful thing of Indonesia in developing this countryis Indonesian language. It is a tool of communication formally used for all the society and to all institution in Indonesia. The instruction of Indonesia language implemented in all level of education in Indonesia started from Elementary till the higher education. The primary school teacher should create an interesting condition in language instruction to make students enjoyable in learning in order to improve both of their love as well as their ability in Indonesia language. To reach this purposes, the teachers need to know, to master, to have skill in determine the appropriate models of teaching in Indonesia languange, and also have ability to apply them in instruction. The teacher really need to be trained the inovative models of teaching so that they can understand about it. They also need to work together with their collegous to help each other in arranging the lesson plan and to simulate among them. This activity gives them opportunity to repair their conventionl instruction to the new one for the better students as well as the better Indonesian in the future.
PELATIHAN TENTANG KURIKULUM 2013 PADA GURU-GURU SD GMIM DI KECAMATAN TONDANO KABUPATEN MINAHASA Devyano Ranti
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 9, No 02 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1082.245 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v9i02.572

Abstract

Curriculum was essential for the formal education. Any shift or renewing in curriculum strucure aim for the better learning outcomes. The implementation of new 2013 curriculum was not thoroughly applied in all scholls. Governement implement thi curriculum gradually. It create discungruance in schools standards. This research aim to narrow the gap of schools that by government had impelement 2013 curriculum and other schools who had not. The programmes was conducted in lecturing, discussing and exercising to master the 2013 curriculum. This programme was conduct at SD GMIM Koya and the target was teachers. As result Teacher has the understanding and ability in fulfilling the curriculum requirement. They now have implemented the curriculum and have the same standard with others that have implemented it earlier.
PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN PERKOTAAN MELALUI PENGEMBANGAN RUANG TERBUKA HIJAU TERINTEGRASI IPAL KOMUNAL Ingerid Lidia Moniaga; Fela Warouw
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 9, No 02 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1338.981 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v9i02.568

Abstract

Kelompok Karang Taruna Bahari, merupakan salah satu kelompok sosial masyarakat yang berada di Kelurahan Tumumpa Dua Kecamatan Tuminting Kota Manado. Melalui kelompok Karang Taruna ini maka kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan sebagai salah satu bentuk penyebaran informasi pengetahuan dan teknologi yang diarahkan pada penyuluhan dan pelatihan tentang praktek pengembangan ruang terbuka hijau terintegrasi sistem instalasi pengolahan air limbah komunal pada kawasan sempadan sungai Bailang Kota Manado. Target luaran yang ingin dicapai pada pembinaan dan pendampingan kelompok Karang Taruna Kelurahan Tumumpa Dua yaitu : (1)terciptanyan sumberdaya manusia yang peduli terhadap kualitas lingkungan permukiman melalui sarana sanitasi dan ruang publik, (2) terciptanya sistem integrasi IPAL Komunal dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lingkungan permukiman padat penduduk, (3) pengembangan ruang terbuka hijau di lingkungan permukiman dengan penanaman tanaman-tanaman dalam pot untuk menciptakan ruang estetika.
PELATIHAN KURIKULUM 2013 PADA GURU-GURU SD GMIM, SD INPRES, SD PANTEKOSTA RAANAN BARU KECAMATAN MOTOLING BARAT KABUPATEN MINAHASA SELATAN Tommy M Palapa
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 9, No 02 (2016): DESEMBER 2016
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.466 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v9i02.573

Abstract

Peningkatan kualitas pembelajaran matematika semakin gencar dilaksanakan oleh pemerintah. Pemberlakuan kurikulum 2013 yang dicetuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai salah satu upaya karena Kurikulum 2013merupakan kurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill dan pendidikan karakter, yaitu siswa dituntut untuk memahami materi pelajaran, aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun dan disiplin tinggi. Aspek-aspek yang dikembangkan dari peserta didik diharapkan dapat menghasilkan produk yang tidak hanyahebat dari segi pengetahuan dan terampil menerapkannya, tetapi harus mampu menampakkan sikap yang positif dengan selalu mengakui secara jujur bahwa Tuhan Sang Pencipta adalah sumber segala-galanya dan selalu berusaha menjadi teladan bagi orang lain dalam bertingkah laku. Hal-hal yang dikembangkan ini sangat cocok dengan filosofi‘Memanusiakan manusia (humanizing human being). Tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan pelatihan yaitu (1) untuk mengetahui kemampuan guru tentang penguasaan kurikulum 2013; (2) mengadakan workshop tentang cara menyusun RPP; (3) pemilihan model pembelajaran; dan (4) penyusunan instrument assesmen.

Page 1 of 1 | Total Record : 7