cover
Contact Name
Christine
Contact Email
christinekromoprawiro@gmail.com
Phone
+6285241079002
Journal Mail Official
christinekromoprawiro@gmail.com
Editorial Address
Jl. Thalua Konchi, Mamboro, Palu Utara, Kota Palu, 94145 Sulawesi Tengah, Indonesia
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan
ISSN : 27978176     EISSN : 27978184     DOI : https://doi.org/10.33860/bjkl
Core Subject : Health, Social,
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan accepts original research articles and literature review articles covering the following topics: 1. Environmental Health 2. Environmental Epidemiology 3. Environmental Health Risk Assessment 4. Environmental Health Management 5. Environmental Health Technology 6. Environmental-Based Diseases 7. Environmental Toxicology 8. Water and Sanitation 9. Waste Management 10. Vector Rodent Disease Control and Prevention 11. Food Safety 12. Aspects of Environmental Health in Disaster Management
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2024)" : 5 Documents clear
Pengaruh Peletakan Biopond Larva Black Soldier Fly Terhadap Penurunan Berat Sampah Organik Remalia Tondo, Yolan; Mustafa, Mustafa; Subagyo, Indro
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v4i2.4056

Abstract

Latar Belakang: Masalah sampah semakin komplek, dengan komposisi terbesar adalah sampah organik sebesar 60%. Salah satu alternatif pengolahan sampah organik adalah dengan memanfaatkan larva Black Soldier Fly sebagai organisme yang dapat mendegradasi sampah organik menjadi pupuk kompos dan pakan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peletakan biopond larva Black Soldier Fly di indoor dan outdoor terhadap penurunan berat sampah organik. Metode:  Penelitian ini menggunakan metode Pre-eksperiment dengan menggunakan pola Pree test and Post test group Design dengan 5 kali pengulangan pada masing- masing biopond indoor dan outdoor yang berisi sampah sebayak 1000 gram dan larva 200 gram. Larva yang digunakan berumur 14 hari dan Sampah organik yang digunakan yaitu sisa makanan, sayuran dan buah-buahan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa peletakan biopond larva Black Soldier Fly di lingkungan outdor dapat menurunkan berat sampah organik secara lebih efektif dibandingkan dengan peletakan di lingkungan indoor. Persentase penurunan berat sampah pada pelatakkan di outdoor sebesar 74% sedangkan pada indoor sebesar 40,7%. Hasil uji t sampel bebas dengan nilai p-value 0.000 ≤ 0,05 menunjukkan perbedaan yang  signifikan antara penurunan berat  sampah Organik pada peletakan biopond indoor dan outdoor.  Kesimpulan: Peletakan biopond memberikan pengaruh yang signifikan pada larva Black Soldier Fly dalam mendegradasi sampah organik.
Gambaran Lingkungan Fisik, 3M pada Rumah Penderita DBD di Kelurahan Wonosari Jaya Distrik Wania Irawan, Angki
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v4i2.4065

Abstract

Latar Belakang: Penularan DBD dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang meliputi lingkungan fisik, kimia dan biologi. Lingkungan sangat berperan dalam distribusi keberadaan organisme vektor dari penyakit DBD. Tujuan:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran lingkungan fisik rumah, 3M pada rumah penderita DBD di Kelurahan Wonosari Jaya Distrik Wania . Metode: Penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif dengan populasi dan sampel sebanyak 32 rumah penderita DBD (total sampling). Teknik pengumpulan data mengunakan kuesioner, lembar observasi, dan termohygrometer. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan lingkungan fisik (lantai rumah diplester/keramik 29 (90,63%),kepadatan hunian memenuhi syarat 24(75%), ventilasi berkasa memenuhi syarat 24(75%), keberadaan breeding place 16(50%), suhu > 250C 32(100%), kelembaban 40-60% 32(100%)), Pelaksanaan 3M (Menguras tempat penampungan air 25(78,13%), Menutup tempat penampungan air 24(75%), dan Tidak mengubur barang bekas 30(93,75%)). Kesimpulan: lingkungan fisik rumah yang meliputi suhu cukup tinggi, dan pelaksanaan 3M yaitu banyaknya rumah yang tidak mengubur barang bekas. Oleh karena itu diharapkan masyarakat agar melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan menerapkan praktik 3M.
Gambaran Bionomik Nyamuk Anopheles sp. di RW 02 Kelurahan Kamoro Jaya Kabupaten Mimika Marpaung, Dhorkas
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v4i2.4066

Abstract

Latar Belakang: Malaria masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat utama di dunia,  terutama di daerah tropis dan subtropik. RW 02 Kelurahan Kamoro Jaya didapati kondisi lingkungannya ternyata banyak habitat nyamuk Anopheles sp, namun tidak adanya informasi tentang gambaran bionomik nyamuk Anopheles sp. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran bionomik nyamuk Anopheles sp. di RW 02 Kelurahan Kamoro Jaya, Kabupaten Mimika. Metode yang digunakan adalah survei deskriptif, dengan jumlah sampel adalah seluruh tempat perindukan di RW 02 Kelurahan Kamoro Jaya, di mana sampel diambil berdasarkan durasi waktu yang ditentukan dengan menghitung Kepadatan Man Biting Rate (MBR) dan Indeks Habitat Nyamuk. Hasil: Berdasarkan tempat menggigit dikelompokkan menjadi nyamuk endofagik dan nyamuk eksofagik. Tingkat Man Biting Rate (MBR) nyamuk di RW 02 Kelurahan Kamoro Jaya Tahun 2024 adalah 12 Ekor/Orang/Malam. Kepadatan jentik nyamuk Anopheles sp. di RW 02 Kelurahan Kamoro Jaya adalah 2 ekor per area. Indeks Habitat melebihi baku mutu yaitu 16%. Kesimpuan: Nyamuk Anopheles sp terbanyak merupakan nyamuk bersifat eksofagik (suka menggigit di luar rumah) sehingga peru dilakukan edukasi kepada masyarakat terkait aktivitas di luar rumah dan perlu dilakukan pengendalian vektor oleh petugas puskesmas serta masyarakat.
Efektivitas Jenis Umpan dan Spesies Tikus di Pabrik Gilingan Gabah Desa Malonas Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala Shadiq, Moh; Syukur S, Djuanidil; Respito, Andi; Santriana, Santriana; Agustiany, Dessy
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v4i2.4074

Abstract

Latar Belakang: Leptospirosis dan pes adalah penyakit zoonosis yang sering ditularkan oleh tikus, terutama di lingkungan industri seperti pabrik penggilingan gabah. Pemilihan umpan yang efektif dalam perangkap tikus merupakan langkah penting untuk mengurangi populasi tikus dan risiko penyebaran penyakit ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas berbagai jenis umpan (gabah, kelapa bakar, dan jagung manis) dalam menangkap tikus serta mengidentifikasi spesies tikus yang dominan di pabrik penggilingan gabah. Metode: Menggunakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment). Desain penelitian yang digunakan post test only non equivalent control group. Populasi adalah seluruh tikus yang berada di penggilingan gabah, sampel diambil secara accidental sejumlah 45 ekor tikus, dengan menggunakan jenis umpan gabah, kelapa bakar dan jagung manis. Variabel penelitianya adalah umpan gabah, kelapa bakar dan jagung manis serta tikus hidup. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa umpan jagung manis memiliki efektivitas tertinggi (42,5%), diikuti oleh gabah (37,5%) dan kelapa bakar (32,5%). Spesies tikus yang dominan adalah Rattus rattus diardii (91%). Temuan ini menunjukkan pentingnya pemilihan umpan yang sesuai untuk meningkatkan keberhasilan pengendalian tikus. Kesimpulan: Penggunaan jagung manis sebagai umpan utama dapat menjadi strategi efektif dalam program pengendalian tikus di lingkungan industri. Selain itu, hasil ini mendukung pentingnya pendekatan berbasis spesies dalam pengelolaan populasi tikus. Fokus pada Pengelolaan Lingkungan dengan menutup akses tikus dan mengurangi sumber daya yang menarik mereka.
Epidemiologi Demam Berdarah Dengue di Kota Palu Tahun 2019 – 2023 Christine, Christine; Fitri, Geyzka Syalwa Gema; Mustafa, Mustafa
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v4i2.4075

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasite virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Kasus DBD di Kota Palu tahun 2019 – 2023 mengalami fluktuasi tiap tahunnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan epidemiologi penyakit DBD berdasarkan karakteristik penderita (jenis kelamin dan umur), waktu dan tempat. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang berbasis data sekunder. Populasi dan sampel yaitu seluruh penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) Kota Palu dari tahun 2019 s,d 2023. Hasil: Jumlah kasus DBD tahun 2019 terdapat 604 kasus, tahun 2020 turun menjadi 309 kasus, tahun 2021 turun sejumlah 305 kasus, tahun 2022 meningkat 2 kali lipat menjadi 641 kasus, tahun 2023 cenderung menurun menjadi 541 kasus. Kasus tertinggi pada jenis kelamin laki-laki (1.328 orang) dan golongan umur orang dewasa 19 – 59 tahun (803 orang). Berdasarkan waktu tahun 2019 – 2023 puncak tertinggi kasus DBD pada Bulan Februari 2019 (114 orang), kemudian Maret 2019 – Agustus 2022 menurun dan meningkat lagi bulan September 2022 (94 orang). Tempat kejadian DBD tertinggi ada di Kecamatan Palu Selatan (657 orang). Kesimpulan: Upaya tindakan pencegahan dan masyarakat menerapkan membersihkan lingkungan dalam rumah maupun diluar rumah, serta menghindari tempat-tempat penampungan air dengan tindakan 3M Plus perlu ditingkatkan untuk mengurangi Tingkat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Page 1 of 1 | Total Record : 5