cover
Contact Name
Dwi Nuriana
Contact Email
dwinuriana99@gmail.com
Phone
+6285736913999
Journal Mail Official
dwinuriana99@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Syahrir No.11, Madurejo, Kec. Arut Sel., Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah 74112
Location
Kab. kotawaringin barat,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Borneo Cendekia
ISSN : -     EISSN : 25491822     DOI : https://doi.org/10.54411
Core Subject : Health,
Jurnal Borneo Cendekia adalah jurnal yang menerbitkan artikel dalam bidang kesehatan yaitu keperawatan, kebidanan, analis kesehatan dan farmasi
Articles 245 Documents
PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP TINGKAT KONSENTRASI PADA ANAK AUTIS DI SDLB NEGERI 2 PANGKALAN BUN Rahaju Ningtyas
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.494 KB)

Abstract

Memiliki anak yang cerdas secara spiritual, emosional dan intelektual adalah dambaan bagi setiap orang tua. Namun tidak semua anak mengalami perkembangan normal. Banyak diantara mereka yang dalam perkembangannya mengalami hambatan, gangguan, kelambatan, atau memiliki faktor-faktor resiko sehingga untuk mencapai perkembangan optimal diperlukan penanganan atau intervensi khusus. Penelitian ini berbentuk pre eksperimental dengan pendekatan one group pretest posttest. Populasi dari penelitian ini sebanyak 17 responden. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Variabel independen dari penelitian ini adalah terapi musik dan variabel dependen adalah tingkat konsentrasi pada anak autis. Alat ukur yang digunakan adalah pedoman terapi musik dan lembar kuesioner, kemudian pengolahan data dimulai dari editing, coding, scoring, dan tabulating. Analisa data yang digunakan adalah uji Wilcoxon (α = 0,05). Hasil penelitian didapatkan, tingkat konsentrasi sebelum terapi musik responden yang memiliki tingkat konsenterasi pada kategori sedang berjumlah 13 orang (76,5%) dan yang memiliki kategori tinggi berjumlah 4 orang (23,5%). Setelah dilakukan terapi musik responden yang memiliki tingkat konsenterasi pada kategori sedang berjumlah 11 orang (64,7%) dan yang memiliki kategori tinggi berjumlah 6 orang (35,3%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p = 0,000 yang menunjukkan bahwa p<0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh terapi musik terhadap tingkat tingkat konsenterasi pada anak autis di SDLB. Kata kunci: Terapi Musik, Konsentrasi
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN PELAKSANAAN PENDOKUMENTASIAN PROSES KEPERAWATAN DI PUSKESMAS RIAM DURIAN Rahaju Wiludjeng
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.705 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v1i1.70

Abstract

Motivasi dan kemampuan melaksanakan pelayan keperawatan merupakan unsur utama didalam kinerja seorang Perawat. Kemampuan melaksanakan tugas merupakan unsur utama didalam menilai kinerja seseorang tetapi tanpa didukung oleh adanya suatu kemauan dan motivasi, maka tugas tidak akan dapat diselesaikan. Setiap aspek dari pengobatan dan perawatan pasien yang dilakukan oleh tim pelayanan kesehatan harus didokumentasikan sehingga dapat memberikan gambaran keseluruhan dari kondisi kesehatan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan motivasi kerja dengan  pelaksanaan pendokumentasian proses keperawatan. Penelitian ini adalah penelitian analitik korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat di rawat inap puskesmas Riam Durian Kabupaten Sukamara. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Hasil uji statistik dengan menggunakan rumus Spearman’s rho didapatkan nilai r = 0,016 dan nilai rs = 0,437 dengan tingkat kemaknaan r < 0,05, yang artinya ada hubungan antara motivasi kerja dengan pelaksanaan pendokumentasian proses keperawatan  di Puskesmas Riam Kanan Kabupaten Sukamara. Saran : memberikan usul kepada Ke pala Puskesmas agar ada pembedaan insentif atau jasa bagi Perawat yang menjalankan pendokumentasian dengan baik dan lengkap.Kata Kunci : Motivasi kerja, pendokumentasian proses keperawatan
PENYULUHAN DEMAM BERDARAH PADA SISWA/SISWI DI SDN 2 SIDOREJO PANGKALAN BUN Ni Wayan Rahayu Ningtyas
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.472 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v4i2.244

Abstract

Demam Berdarah dengue adalah salah satu bentuk klinis dari penyakit akibat infeksi dengan virus dengue pada manusia sedangkan manifestasi klinis dan infeksi virus dengue dapat berupa demam dengue dan demam berdarah dengue. Dengue adalah penyakit daerah tropis dapat ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti, nyamuk ini adalah nyamuk rumah yang menggigit pada siang hari. Penyakit demam berdarah dengue merupakan masalah kesehatan di Indonesia hal ini tampak dari kenyataan seluruh wilayah di Indonesia mempunyai resiko untuk terjangkit penyakit demam berdarah dengue. Sebab baik virus penyebab maupun nyamuk penularanya sudah tersebar luas di perumahan-perumahan penduduk.Kata Kunci : Penyuluhan, Demam Berdarah
PENYULUHAN OBAT YANG BAIK DAN BENAR (DAGUSIBU) DI MASYARAKAT PANGKALAN BUN DI CFD (CAR FREE DAY) KOTAWARINGIN BARAT KALIMANTAN TENGAH Fakhruddin Fakhruddin; Gatot Saputra; Nur Aliah
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.312 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v3i1.137

Abstract

DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) merupakan salah satu program penggunaan dan penyimpanan obat yang baik dan benar yang sedang di garap oleh Apoteker di seluruh Indonesia guna untuk mengurangi penyalahgunaan obat yang sedang marak di Indonesia. Masyarakat di Pangkalan bun memiliki akses yang cukup baik terhadap kesehatan, termasuk di dalamnya penggunaan obat, baik obat yang diresepkan oleh dokter, obat bebas maupun obat bebas terbatas yang dibeli sesuai dengan gejala yang dirasakan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu presentasi dan penyuluhan. Diharapkan melalui kegiatan ini tujuan akhir yang ingin dicapai dapat terwujud serta siswa/i menjadi lebih perhatian dalam mengonsumsi dan mengelola obat yang biak dan benar.Kata Kunci : dagusibu, masyarakat
POLA PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN TAHUN 2018 Rizqi Nina Sari; Yogie Irawan; Poppy Dwi Citra Jaluri
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.144 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v6i1.280

Abstract

Pendahuluan: Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi mikroorganisme pada saluran kemih yang disertai adanya kolonisasi bakteri di dalam urine (bakteriuria). Antibiotik merupakan golongan obat yang paling banyak digunakan di dunia terkait dengan banyaknya infeksi bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien dan pola penggunaan antibiotik pada pasien infeksi saluran kemih di Instalasi Rawat Inap RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun pada tahun 2018 berdasarkan jenis, golongan, dosis dan jenis sediaan antibiotik.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskritif non analitik dan pengambilan data secara retrospektif dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian adalah pasien infeksi saluran kemih dengan rentang usia 25-60 tahun yang menggunakan antibiotik sebanyak 83 pasien di Instalasi Rawat Inap RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun periode januari – desember 2018.Hasil: Jumlah pasien infeksi saluran kemih paling banyak berdasarkan karakteristik jenis kelamin adalah perempuan 70% dengan rentang usia 46-60 tahun 47% dan infeksi saluran kemih dengan penyakit penyerta 79,48% serta infeksi saluran kemih atas 71,08%. Antibiotik yang digunakan adalah golongan Sefalosporin dan Quinolone dengan jenis obat Ceftriaxone sebanyak 59,04%, Cefotaxime 25%, Ciprofloxacin 2,41%, Levofloxacin 1,20%, Kombinasi Sefalosporin 2,41% dan Kombinasi Sefalosporin & Quinolone 9,64%.Kesimpulan: Peresepan antibiotik penelitian ini sesuai berdasarkan pedoman BNF (British National Formulary) 73 Edition  2017 dan EAU Guidelines on Urological Infections Tahun 2018.Kata kunci : Infeksi saluran kemih, Antibiotik, Pola penggunaan antibiotik.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA PADA TIKUS PUTIH BETINA (Rattus norvegicus) Yogie Irawan; Risa Wahyuningsih
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.542 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v2i2.119

Abstract

Ekstrak daun belimbing wuluh ( Averrhoa bilimbi L.) bertujuan untuk melihat pengaruh memberi terhadap kadar trigliserida pada tikus putih betina ( Rattus norvegicus) . Tiap-tiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus. Kelompok I (kontrol positif) diberi perlakuan berupa obat Gemfibrozil, CMC-Na 0,5% dan propiltiourasil 0,1%. Kelompok II (kontrol negatif) diberikan penambahan CMC-Na 0,5% dan propiltiourasil 0,1%, Kelompok III, IV dan V diberikan ekstrak daun belimbing wuluh ( Averrhoa bilimbi L. ) dengan 3 dosis berturut-turut yaitu: 3,3 mg / 200 g bb; 6,6 mg / 200 g bb; dan 13,2 mg / 200 g bb, CMC-Na 0,5% dan propiltiourasil 0,1%. Untuk Kelompok VI (Tanpa perlakuan) * * Semua tikus diperiksa kadar trigliserida darahnya SEBELUM Dan Penghasilan kena Pajak masa perlakuan selama 21 hari kemudian hasil temuan Temuan Selisih kadar trigliserida pret t est Dan post test dianalisis dengan menggunakan uji Anova Dan uji post hoc . Hasil analisis menunjukan perbedaan signifikan (p <0,05) antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok kontrol positif namun tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik untuk kelompok dosis I, II, III dan VI sehingga Ekstrak daun belimbing wuluh tidak dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap Penurunan kadar trigliserida darah pada tikus putih betina ( Rattus norvegicus ).Kata kunci: ekstrak daun belimbing wuluh, trigliserida, tikus putih
Gambaran Bakteri Pada Ikan Haruan (Channa striata) Yang Dijual Di Pasar Kota Pangkalan Bun Iqlila Romaidha
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.322 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v3i2.191

Abstract

Ikan gabus/ ikan haruan (Channa striata) merupakan jenis ikan yang bernilai ekonomis. Di Indonesia penyebarannya antara lain di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Spesies ini memiliki rasa yang khas, tekstur daging tebal dan putih sehingga harganya pun cukup mahal baik dalam bentuk segar maupun kering (ikan asin). Selain itu, memiliki kandungan albumin yang diperlukan tubuh manusia dalam mengatasi berbagai penyakit terutama yang disebabkan berkurangnya jumlah protein darah (Andriyanto, 2009). C. striata banyak dijual di pasar Pangkalan Bun, masyarakat biasanya mengolah C. striata Sebagai lauk yang dimasak merah dipadukan dengan nasi kuning atau dijadikan krupuk. C.  striata dapat mengalami penyakit yang secara dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu penyakit infeksius dan non-infeksius. Pertama, penyakit non-infeksius biasanya disebabkan, defisiensi nutrisi, atau abnormalitas genetis. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui gambaran bakteri pada C. striata yang dijual di pasar Pangkalan Bun. Parameter Pengamatan dan Analisa Data Parameter yang diamati yaitu gejala klinis eksternal dan internal pada ikan. Hasil penelitian menunjukkan bakteri yang teridentifikasi pada sampel komoditas ikan air tawar di dominasi oleh bakteri Aeromonas hydrophila, Pseudomonas sp. dan Streptococcus sp..Kata Kunci : Channa striata, albumin, Aeromonas hydrophila, Pseudomonas sp., Streptococcus sp
PENGARUH FRAKSI SEMIPOLAR DAUN KARAMUNTING (Rhodomyrtus Tomentosa (Ait.) Hassk.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA MENCIT PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI ALOKSAN Dwi Lestari; Fakhruddin Fakhruddin; Poppy Dwi Citra Jaluri
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.258 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v4i2.235

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan suatu kondisi gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksi semi polar daun karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Ait.) Hassk.) terhadap penurunan kadar glukosa mencit putih jantan yang diinduksi aloksan.Metode: Pengujian ini menggunakan hewan uji sebanyak 18 ekor mencit yang terdiri atas 6 kelompok yaitu kontrol negatif (NaCMC 0,5%), kontrol positif (glibenklamide 0,65 mg/kgBB), kelompok III dan IV diberikan ekstrak daun karamunting dengan dosis 1 gr/kgBB dan 2 gr/kgBB, kelompok V dan VI diberikan fraksi semi polar daun karamunting dengan dosis 0,4 gr/KgBB dan 0,8 gr/KgBBHasil : Analisa data menggunakan uji ANOVA menyatakan signifikasi p<0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi semipolar daun karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Ait.) Hassk.) dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan nilai penurunan persentase kadar gula darah mendekati kontrol positif yaitu 50,35%. Kemudian uji LSD menyatakan kelompok perlakuan VI dengan nilai sig 0,809 memiliki kempuan paling baik dalam menurunkan kadar glukosa darah diantara kelompok perlakuan lain.Kesimpulan : Fraksi semi polar daun karamunting (Rhodomyrtus Tomentosa (Ait.) Hassk) 0,4 gr/kgBB dan 0,8gr/kgBB dapat memberikan berpengaruh dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit putih jantan yang diinduksi aloksan. Kata Kunci : Diabetes, Daun Karamunting, Aloksan, Rhodomyrtus tomentosa                       (Ait.) Hassk.)Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan suatu kondisi gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksi semi polar daun karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Ait.) Hassk.) terhadap penurunan kadar glukosa mencit putih jantan yang diinduksi aloksan.Metode: Pengujian ini menggunakan hewan uji sebanyak 18 ekor mencit yang terdiri atas 6 kelompok yaitu kontrol negatif (NaCMC 0,5%), kontrol positif (glibenklamide 0,65 mg/kgBB), kelompok III dan IV diberikan ekstrak daun karamunting dengan dosis 1 gr/kgBB dan 2 gr/kgBB, kelompok V dan VI diberikan fraksi semi polar daun karamunting dengan dosis 0,4 gr/KgBB dan 0,8 gr/KgBBHasil : Analisa data menggunakan uji ANOVA menyatakan signifikasi p<0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi semipolar daun karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Ait.) Hassk.) dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan nilai penurunan persentase kadar gula darah mendekati kontrol positif yaitu 50,35%. Kemudian uji LSD menyatakan kelompok perlakuan VI dengan nilai sig 0,809 memiliki kempuan paling baik dalam menurunkan kadar glukosa darah diantara kelompok perlakuan lain.Kesimpulan : Fraksi semi polar daun karamunting (Rhodomyrtus Tomentosa (Ait.) Hassk) 0,4 gr/kgBB dan 0,8gr/kgBB dapat memberikan berpengaruh dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit putih jantan yang diinduksi aloksan. Kata Kunci : Diabetes, Daun Karamunting, Aloksan, Rhodomyrtus tomentosa                       (Ait.) Hassk.)
IDENTIFIKASI ADANYA BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA MINUMAN ES TEH YANG DIJUAL DISEKITAR STIKES BCM PANGKALAN BUN WILAYAH KOTAWARINGIN BARAT Risa Wahyuningsih
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.314 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v3i1.183

Abstract

Teh merupakan salah satu minuman yang sangat digemari di Indonesia, disamping harganya yang murah teh merupakan minuman dengan rasa yang cukup enak. Salah satu olahan minuman yang terbuat dari teh yang sangat digemari adalah dalam bentuk dingin. Es teh dibuat dengan cara menyeduh tanaman teh yang sudah di olah dan dikeringkan. Tanaman Teh mempunyai nama latin Camelia Sinensis yang diambil pada bagian tunas daun atau pucuk kemudian diolah dan dikeringkan sebagai produk pembuatan minuman es teh dengan harga yang cukup terjangkau membuat minuman es teh diolah oleh produsen dengan cara yang kurang baik (higienis) ada beberapa kasus terjadinya diare setelah mengkonsumsi es teh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya bakteri Escherichia coli pada  minuman es teh yang dijual di sekitar Stikes Borneo Cendekia Medika dan mengetahui jumlah Escherichia coli dengan metode MPN. Hasil identifikasi jumlah bakteri Escherichia coli pada minuman es teh yang dijual di STIKES Borneo Cendekia Medika Pangkalan Bun didapatkan hasil semua minuman tidak layak konsumsi dengan persentase 100%. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa minuman es teh yang dijual di sekitar kampus STIKES Borneo Cendekia Medika Pangkalan Bun didapatkan hasil 10 sampel positif terkontaminasi bakteri  Escherichia coli dengan indeks MPN 25-1800 sel/100ml.
MASALAH PENGGUNAAN BENTUK “ING” SEBAGAI KATA KERJA DAN SEBAGAI ADJEKTIVA Bambang Sucipto Bambang Sucipto
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.046 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v5i1.268

Abstract

Bentuk 'ing' adalah salah satu topik yang paling rumit ketika belajar bahasa Inggris. Bukan hanya siswa yang kesulitan memahami penjelasan guru tentang hal tersebut, namun guru sendiri pun terkadang bingung bagaimana cara menyampaikan ide-idenya mengenai bentuk 'ing' dengan mudah kepada siswanya. Hal ini karena ‘ing’ memiliki fungsi dan kedudukan tersendiri dalam kalimat, baik sebagai kata kerja, kata benda, atau bahkan kata sifat. Oleh karena itu, ketika mempelajari kompetensi gramatikal yang mengacu pada bentuk ‘ing’, penguasaan fungsi dan posisi tersebut sangatlah penting. Bentuk 'ing' sebagai kata sifat itu sendiri adalah cara yang rumit untuk dipelajari. Ada beberapa kesulitan untuk membedakan posisinya, baik sebagai pre modifier maupun post modifier. Terlepas dari pemahaman kata sifat sebagai premodifier yang diperoleh siswa, mereka kemudian menghadapi masalah yang lebih bermasalah mengenai kata sifat sebagai post modifier. Post modifier pada pembahasan selanjutnya akan erat kaitannya dengan klausa tereduksi atau yang oleh beberapa ahli bahasa disebut sebagai klausa kata sifat yang sangat sulit dipelajari siswa. Kata Kunci: adjektiva, nomina, verba, morfem, pre dan post modifierAlwi, Hasan. dkk. 1993. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI.Anwar,                         Rosihan.               1979.             Bahasa        Jurnalistik  Indonesia          dan       Komposisi.Jakarta. Departemen Pembinaan dan Pengembangan Pers: Departemen PeneranganRI.Boey, Lim Kiat. 1975. Introduction to Linguistic for the Language Teacher.Singapor: Time Printers sdn.Bhd.Brinton, Laurel J. 2000. The Structure of Modern English: A LinguisticIntroduction.Amsterdam: John Benjamins.          .2010. Concise Oxford Dictionary-Tenth Edition. London: Oxford University Press.Echols, John M. dan Hassan Shadily. 1975. Kamus Inggris-Indonesia. Jakarta: Penerbit PT. Gramedia.Keraf, Gorys. 1993. Komposisi. Flores: Nusa IndahKridalaksana, harimurti. 1996. Pembentukan Kata Dalam Bahasa Indonesia . Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.Ramlan, M. 1985.Morfologi: Suatu TinjauanDeskriptif. Yogyakarta: CV Karyono

Page 9 of 25 | Total Record : 245