cover
Contact Name
Dwi Nuriana
Contact Email
dwinuriana99@gmail.com
Phone
+6285736913999
Journal Mail Official
dwinuriana99@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Syahrir No.11, Madurejo, Kec. Arut Sel., Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah 74112
Location
Kab. kotawaringin barat,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Borneo Cendekia
ISSN : -     EISSN : 25491822     DOI : https://doi.org/10.54411
Core Subject : Health,
Jurnal Borneo Cendekia adalah jurnal yang menerbitkan artikel dalam bidang kesehatan yaitu keperawatan, kebidanan, analis kesehatan dan farmasi
Articles 253 Documents
Uji Efektivitas Antibakteri Fraksi-Fraksi Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) Dan Bioutografi Terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa Dwiannur, Febriandi Ramadhan; Jaluri, Poppy Dwi Citra; Effendi, Harun; Trifah, Rahmadha; Putri, Sukma Oktafiani; Sanggel, Mario
Jurnal Borneo Cendekia Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v9i1.630

Abstract

Penyakit infeksi merupakan penyakit yang dapat disebabkan oleh berbagai mikrooganisme seperti bakteri. Antibiotik biasanya digunakan untuk mengobati infeksi karena bakteri, tetapi penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan efek samping. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional adalah umbi bawang Dayak (Eleutherine palmifolia) (L) Merr. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri fraksi-fraksi bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) serta bioautografi kontak terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa. Metode ekstraksi dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan selanjutnya dilakukan fraksi cair-cair. Dalam fraksi n-heksan terdapat senyawa termasuk flavonoid, alkaloid, dan triterpenoid. Skrining fitokimia menggunakan KLT, dalam fraksi etil asetat memiliki senyawa flavonoid dan triterpenoid dan dalam fraksi air terdapat senyawa flavonoid, saponin, dan tanin. Hasil penelitian didapatkan fraksi n-heksan , fraksi etil asetat, dan air efektif terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa ditandai dengan adanya zona bening.
Aktivitas Antihiperglikemik, Penghambatan Stres Oksidatif, dan Regenerasi Sel ? Pankreas dari Ekstrak Etanol Fraksi-Fraksi Daun Kelakai (Stenochlaena palutris) pada Tikus yang Diinduksi STZ-NA Efendi, Harun; Billi, Joseph; Citra Jaluri, Poppy Dwi; Sobirin, Miftachul; Muzaroh, Silvia Lutvia; Debora, Shandy
Jurnal Borneo Cendekia Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v9i1.634

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by chronic hyperglycemia and oxidative stress, leading to pancreatic ?-cell damage. Kelakai leaves (Stenochlaena palutris) contain bioactive compounds with potential antidiabetic effects. This study aimed to evaluate the antihyperglycemic activity, antioxidant effects, and ?-cell regeneration of ethanol extract and fractions of kelakai leaves in STZ-NA-induced rats. Methods: Ethanol extract of kelakai leaves was fractionated into n-hexane, ethyl acetate, and water fractions. Male Wistar rats were divided into 7 groups (n=6): healthy control, negative control (STZ-NA), positive control (glibenclamide), and treatment groups with extract or fractions. Blood glucose levels were measured on days 0, 7, and 14. Antioxidant parameters (MDA and SOD) were analyzed using commercial kits. ?-cell regeneration was assessed via pancreatic histopathology.Results: Administration of ethanol extract and fractions significantly reduced blood glucose (p<0.05), enhanced antioxidant activity (decreased MDA, increased SOD, CAT, GSH), and improved pancreatic ?-cell histology. The ethyl acetate fraction exhibited the best effects across all parameters. Conclusion: Ethanol extract and fractions of kelakai leaves possess antihyperglycemic and antioxidant properties and support pancreatic ?-cell regeneration in type 2 diabetic rats.
Tingkat Pengetahuan Dan Rasionalitas Pasien Tentang Swamedikasi Di Apotek Kecamatan Arut Selatan Jaluri, Poppy Dwi Citra; Efendi, Harun; Dwiannur, Febriandi Ramadhan; Irawan, Yogie; Sulistiyono, Luluk
Jurnal Borneo Cendekia Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v9i1.632

Abstract

Swamedikasi merupakan salah satu upaya yang sering dilakukan masyarakat untuk menangani keluhan kesehatan ringan tanpa konsultasi tenaga medis. Praktik ini dapat bermanfaat dari sisi efisiensi biaya dan waktu, tetapi berisiko menimbulkan masalah apabila dilakukan secara tidak rasional, seperti kesalahan pemilihan obat, dosis yang tidak tepat, serta timbulnya efek samping maupun interaksi obat. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan masyarakat mengenai swamedikasi serta menilai rasionalitas penggunaan obat pada pasien yang melakukan swamedikasi di tiga apotek Kecamatan Arut Selatan. Hasil sebanyak 300 responden berpartisipasi, dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan (64%) dan usia terbanyak pada kelompok 29–39 tahun (31,4%). Tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada pada kategori sedang (48%). Meskipun sebagian besar responden mampu membedakan jenis obat batuk (86,7%), pemahaman mengenai interaksi obat masih rendah (36,3%). Dari segi rasionalitas, 73,7% responden menggunakan obat secara rasional. Ketepatan pemilihan obat tercatat sebesar 98,6%, ketepatan dosis 94,3%, kontraindikasi 98,3%, tidak ditemukan interaksi obat (100%), serta polifarmasi rendah (1,7%). Faktor utama ketidakrasionalan disebabkan oleh adanya efek samping obat (18,9%). Kesimpulan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan pada kategori sedang dan penggunaan obat yang tergolong rasional. Namun, rendahnya pemahaman terkait interaksi obat serta munculnya efek samping menunjukkan perlunya peningkatan edukasi dari tenaga kefarmasian untuk mendukung praktik swamedikasi yang lebih aman dan rasional.
Efektifitas Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada Calon Pengantin Putri terhadap Pengetahuan Persiapan Kehamilan Sehat Dewi, Ayu Rosita; Widyanto Putri, Herdian Fitria
Jurnal Borneo Cendekia Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v9i1.615

Abstract

Menjelang pernikahan, masih banyak calon pengantin, khususnya perempuan, yang belum memiliki pengetahuan dan informasi yang memadai mengenai kesehatan reproduksi. Hal ini menyebabkan kehamilan setelah pernikahan sering kali tidak direncanakan dengan baik dan tidak ditunjang oleh kondisi kesehatan yang ideal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh KIE terhadap pengetahuan calon pengantin wanita tentang persiapan kehamilan sehat. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan rancangan one group pretest posttest yang dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Kauman, Tulungagung pada bulan April – Mei 2025, dengan jumlah sampel 38 calon pengantin wanita. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan KIE Sebagian besar pengetahuan calon pengantin wanita yaitu cukup (52,6%) dan setelah diberikan KIE Sebagian besar pengetahuan calon pengantin wanita menjadi baik (71,1%) sehingga pengetahuan calon pengantin wanita mengalami peningkatan. Hasil uji statistik Paired sample Test didapatkan nilai p-value < 0,001. Kesimpulan dan saran : KIE efektif dalam meningkatkan pengetahuan calon pengantin wanita tentang persiapan kehamilan sehat. Sebaiknya calon pengantin mendapatkan dan mengikuti kegiatan KIE secara aktif dan mencari informasi terkait persiapan kehamilan sehat, termasuk pentingnya status gizi, pemeriksaan kesehatan prakonsepsi, dan imunisasi
Manajemen Asuhan Kebidanan Holistik : Studi Kasus Pada Wanita Perimenopause Usia 51 Tahun Dengan Hot Flashes Permatasari, Ineke Ineke; Wardani, Suci Fitriana Pramudya; Fristiyanti, Regina Ayu
Jurnal Borneo Cendekia Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v9i1.623

Abstract

Perimenopause merupakan fase transisi sebelum menopause yang ditandai dengan berbagai gejala, termasuk hot flashes, yang dapat mengganggu kualitas hidup wanita. Pendekatan asuhan kebidanan holistik diperlukan untuk mengelola gejala ini secara komprehensif, meliputi aspek fisik, psikologis, sosial, dan gaya hidup. Tujuan studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan manajemen asuhan kebidanan holistik pada wanita perimenopause usia 51 tahun dengan keluhan hot flashes dominan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode asesmen holistik, termasuk anamnesis, pemeriksaan fisik, dan evaluasi psikososial. Intervensi diberikan berbasis bukti, meliputi terapi non-farmakologis (modifikasi gaya hidup, relaksasi, akupresur), edukasi kesehatan, dan dukungan psikososial. Hasil penelitian menunjukkan perbaikan signifikan dalam frekuensi dan intensitas hot flashes setelah modifikasi gaya hidup (diet tinggi fitoestrogen, aktivitas fisik, dan teknik relaksasi), penggunaan terapi komplementer (black cohosh), serta dukungan psikologis. Pemantauan selama 3 bulan menunjukkan penurunan hot flashes dari 5–7 kali/hari menjadi 1–2 kali/hari, serta peningkatan kualitas tidur dan kesejahteraan emosional. Kesimpulan pada studi ini, manajemen holistik yang menggabungkan pendekatan non-medikamentosa dan dukungan psikososial efektif dalam mengurangi gejala perimenopause, khususnya hot flashes, tanpa intervensi farmakologis invasif. Asuhan kebidanan berbasis holistik direkomendasikan sebagai pendekatan pertama pada wanita perimenopause.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Berpacaran Remaja Wardani, Suci Fitriana Pramudya; Atika, Lili Retno
Jurnal Borneo Cendekia Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v9i2.618

Abstract

The 2021 Adolescent Reproductive Health Survey shows that the group of adolescents aged 15-17 years have dated, where the percentage is 45.3% of male adolescents and 47.0% of female adolescents. Bad dating behavior in this case leading to premarital sex in adolescents is no longer a complex problem but has become a habit or tradition that can result in unwanted pregnancies and sexually transmitted diseases. This study aims to identify the factors influencing dating behavior among adolescents. Conducted as a cross-sectional study, the population included 340 students from SMKN 02 Songgom in 2023, with a sample of 184 respondents. Data analysis was performed using the chi-square test. The results indicated no significant relationship between age, place of residence, and dating behavior. However, a significant relationship was found between gender and dating behavior among adolescents. The role of parents or family is needed in providing information regarding good dating behavior, in order to avoid dating behavior that leads to premarital sex.
Rutinitas Kunjungan Posyandu Dengan Berat Badan Balita Di Dusun Krapak, Kecamatan Mojokrapak, Kabupaten Jombang Rohmah, Agustina Maunatur; Prasetyaningati, Dwi
Jurnal Borneo Cendekia Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v9i2.588

Abstract

Balita merupakan kelompok yang rawan gizi serta mudah menderita kelainan gizi karena kekurangan makanan yang dibutuhkan. Pemantuan tumbuh kembang balita dilakukan secara berkala untuk mendeteksi satatus nutrisi. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan dengan pengukuran berat badan. Jika berat badan tidak sesuai dengan umur maka akan muncul beberapa masalah pada status nutrisi dan berakibat pada tumbuh kembang balita. Tujunan penelitian adalah menganalisis hubungan rutinitas kunjungan posyandu dengan berat badan balita di dusun Krapak, Kecamatan Mojokrapak, Kabupaten Jombang. Jenis penelitian ini adalah kualitattif dengan menggunakan pendekatan cross sectional dan teknik pengambilan sampling dengan purposive sampling sejumlah 44 responden. Uji statistic yang digunakan adalah uji spearman’s rho p<0.05. Hasil penelitian sebagian besar kunjungan posyandu rutin yaitu 41 responde (93,2%), sebagian besar berat badan balita normal yaitu 31 responden (70,5%), ada hubungan rutinitas kunjungan dengan berat badan balita di Dusun Krapak, Kecamatan Mojokrapak, Kabupaten Jombang dengan nilai p = 0,003
Kontradiksi Pengobatan Tradisional Dan Medis: Studi Kualitatif Penggunaan Jagung (Zea Mays) Topikal Dalam Penanganan Cacar Air Kalsum, Santika Umi; Wijaya, Nadina; Septiansya, Elgia Ardia; Sucipto, Ade; Laksono, Eko Budi; Rahayu, Sri; Supriyatna, Yayat
Jurnal Borneo Cendekia Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v9i2.686

Abstract

The use of natural ingredients in traditional medicine practices is still commonly found in various regions of Indonesia. One such practice is the topical application of corn (Zea mays) to treat chickenpox. This study aimed to explore the practice and public as well as health professionals’ perceptions toward this treatment. The research was conducted in Arut Selatan District, Kotawaringin Barat Regency, Central Kalimantan, using a qualitative descriptive case study approach. A total of 48 respondents participated in this study, consisting of 43 community members (users and family) and 5 health workers. Data were collected through face-to-face and online interviews and analyzed thematically. The findings indicate that the practice continues due to beliefs in its ability to accelerate healing, reduce itching and heat, and is rooted in generational experience. Symbolic beliefs, such as the notion that corn must be “stolen” to be effective, were also reported. Meanwhile, health workers expressed varying perspectives—from being unaware of the practice to expressing concern about infection risks if applied without medical supervision. This study highlights the need for culturally sensitive educational approaches that integrate local traditional values with modern medical safety principles, promoting holistic and contextual healthcare practices.
Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Perempuan Usia Subur Dalam Deteksi Dini Ca Serviks Lubis, Angela Ditauli; Pamilih, Ayu Trisni
Jurnal Borneo Cendekia Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v9i2.682

Abstract

Cervical cancer is the fourth most common cancer in women globally, with 64,000 new cases in 2020. In Indonesia, cervical cancer ranks second after breast cancer, with 36,633 cases accounting for 17.2% of all cancers in women. This case has a high mortality rate of 21,003 deaths accounting for 19.1% of all cancer deaths. The purpose of this study was to determine the factors that influence women's compliance with early detection of cervical cancer, including individual, social, and health service factors. This research is a quantitative research with analytical survey with cross sectional approach. Sampling using simple random sampling technique with a sample size of 112 respondents with inclusion criteria of women aged 25-50 years who have been married, willing to be respondents and can read and write well. Data analysis using descriptive frequency test, chi square test, and multiple logistic regression test. The results of this study obtained a relationship between age p value (0.000), education p value (0.104), occupation p value (0.002), parity p value (0.000), general health condition p value (0.018), distance to health facilities p value (0.006), knowledge p value (0.021), family support p value (0.011), and the role of health workers p value (0.000) with women's compliance with early detection of cervical cancer. The results of multiple logistic regression test obtained the most influential variable, namely age p value (0.045) with women's compliance with early detection of cervical cancer Based on statistical tests obtained the results of the most influential factor, namely age factor. The conclusion of this study is that it is hoped that this study can increase women's knowledge regarding cervical cancer screening.
Asuhan Kebidanan Pada Ny. D Dengan Persalinan Fisiologis Di Klinik Pratama Harapan Bunda Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah Setiani, Puput; Oktadiarini, Dwi; ., Isnina
Jurnal Borneo Cendekia Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v9i2.671

Abstract

Persalinan merupakan proses fisiologis yang ditandai dengan pengeluaran janin, plasenta, dan selaput ketuban melalui jalan lahir. Meskipun sebagian besar persalinan berlangsung normal, proses ini tetap berpotensi menimbulkan komplikasi yang dapat meningkatkan Angka Kematian Ibu (AKI). Secara global, kematian ibu masih mencapai sekitar 287.000 kasus per tahun. Di Indonesia tercatat 4.482 kasus kematian ibu, dengan penyebab utama hipertensi pada kehamilan dan perdarahan obstetrik. Di Provinsi Kalimantan Tengah dilaporkan 96 kasus kematian ibu, sedangkan di Kabupaten Kotawaringin Barat tercatat 7 kasus, dengan penyebab terbanyak hipertensi. Tingginya AKI menunjukkan pentingnya pemberian asuhan kebidanan persalinan yang komprehensif dan sesuai standar guna mencegah komplikasi serta mendukung persalinan fisiologis. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan asuhan kebidanan persalinan fisiologis pada Ny. D usia 31 tahun di Klinik Pratama Harapan Bunda Pangkalan Bun.Metode yang digunakan ialah studi kasus pada ibu hamil trimester III dengan usia kehamilan 37 minggu 6 hari dan skor Poedji Rochjati <10. Data dikumpulkan melalui pendekatan manajemen kebidanan tujuh langkah Varney serta pendokumentasian SOAP. Hasil menunjukkan persalinan berlangsung fisiologis dengan kala I ±13 jam 30 menit, kala II ±30 menit, kala III ±10 menit, dan kala IV 2 jam. Bayi lahir spontan dengan berat badan 1.800 gram. Tidak ditemukan komplikasi pada ibu maupun bayi. Asuhan dilakukan sesuai standar Asuhan Persalinan Normal (APN) serta penerapan akupresur untuk mengurangi nyeri persalinan. Kesimpulannya, asuhan kebidanan sesuai standar mendukung persalinan fisiologis dan menjaga kondisi ibu serta bayi tetap baik.