cover
Contact Name
Dwi Nuriana
Contact Email
dwinuriana99@gmail.com
Phone
+6285736913999
Journal Mail Official
dwinuriana99@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Syahrir No.11, Madurejo, Kec. Arut Sel., Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah 74112
Location
Kab. kotawaringin barat,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Borneo Cendekia
ISSN : -     EISSN : 25491822     DOI : https://doi.org/10.54411
Core Subject : Health,
Jurnal Borneo Cendekia adalah jurnal yang menerbitkan artikel dalam bidang kesehatan yaitu keperawatan, kebidanan, analis kesehatan dan farmasi
Articles 245 Documents
PEMANFAATAN OBAT TRADISIONAL DENGAN PERTIMBANGAN MANFAAT DAN PENGENALAN PROFESI APOTEKER KEPADA SISWA SMAN 1 PANGKALANBUN KOTAWARINGIN BARAT Brilliyanti Monica; M. Arsyad Rahimamullah
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.366 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v1i2.168

Abstract

Obat tradisional merupakan warisan budaya bangsa yang perlu terus dilestarikan dan dikembangkan untuk menunjang pembangunan kesehatan sekaligus untuk meningkatkan perekonomian rakyat. Obat tradisional ini tentunya sudah diuji bertahun-tahun bahkan berabad-abad sesuai dengan perkembangan kebudayaan bangsa Indonesia, (Notoatmodjo, 2007).Pengobatan stroke dengan menggunakan tanaman obat memiliki beberapa fungsi diantaranya mencegah serangan stroke, memperbaiki (memperkuat) jaringan sel dan pembuluh darah di otak agar tidak pecah, memperbaiki kerusakan jaringan sel otak dan sel-sel saraf paska serangan stroke serta memperbaiki dan menormalkan kembali sistem jaringan tubuh yang tidak berfungsi akibat stroke (Nabyl, 2012).Metode yang digunakan selama kegiatan yaitu penyuluhan. Setelah kegiatan program pengabdian kepada masyarakat pada siswa SMAN 1 PangkalanBun ini terlaksana, siswa menjadi mengerti dan faham tentang profesi apoteker serta perananya dalam bidang kesehatan dan dan mengerti cara memanfaatkan obat tradisional dengan baik dan benar.
EVALUASI KERASIONALAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN 2018 Mila Mila; Yogie Irawan; Fakhruddin Fakhruddin
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.23 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v5i1.230

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi secara umum dikenal sebagai penyakit kardiovaskuler yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah melebihi batas normal yaitu 120/80mmHg. Penggunaan obat rasional merupakan penggunaan obat yang disesuaikan dengan kebutuhan klinis pasien serta dengan biaya yang paling rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi karateristik pasien hipertensi dan kerasionalan penggunaan obat antihipertensi ditinjau dari apsek tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat dan tepat dosis pada pasien hipertensi di instalasi rawat inap RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun periode Januari sampai Desember 2018.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif yang didasarkan pada 85 rekam medik pasien hipertensi. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu Purposive Sampling. Data-data yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan menggunakan Guideline Joint National Committee (JNC) VII dan JNC VIII serta Guideline European Society Of Cardiology (ESC)/European Society Of Hypertension (ESH).Hasil: Penelitian ini menunjukkan pasien hipertensi di Instalasi Rawat Inap RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun sebagian besar adalah perempuan (76,5%), Usia 46-55 tahun (41,2%), Penyakit dengan komplikasi Diabetes mellitus sebanyak 29 pasien (22,3%), jenis hipertensi primer sebanyak 85 pasien (100%) serta Golongan obat yang paling banyak digunakan untuk pasien hipertensi adalah Golongan ARB yaitu candesartan (49%). Untuk evaluasi kerasionalan pengguaan obat antihipertensi dilihat berdasarkan kriteria tepat pasien sebanyak 80 pasien (94,1%), tepat indikasi sebanyak 85 pasien (100%), tepat obat sebanyak 83 pasien (98%) dan tepat dosis sebanyak 85 pasien (100%).Kesimpulan: Penggunaan obat antihipertensi di Instalasi Rawat Inap RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun sesuai berdasarkan pedoman JNC VIII dan ESC/ESH.Kata kunci: Hipertensi, Antihipertensi, Evaluasi kerasionalan
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN STATUS PERSONAL HYGIENE PADA ANAK RETARDASI MENTAL (Studi di SDLB Pangkalan Bun) Dita Melisa; Rahaju Ningtyas; Eny Lestari
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.716 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v3i1.46

Abstract

Pendahuluan: Retardasi mental menjadi suatu masalah karena suatu keadaan individu dengan intelegensia yang mengalami kekurangan sejak masa perkembangan (sejak lahir atau sejak masa anak-anak). Pada anak yang mengalami retardasi mental terdapat beberapa kelemahan dalam kehidupan sehari-hari seperti personal hygiene. Pola asuh orang tua memiliki peranan penting dalam pembentukan kemandirian pada anak dengan keadaan retardasi mental.Pengambilan tujuan dar penelitian ini adalah untuk  menganalisis hubungan pola asuh orang tua dengan status personal hygiene pada anak retardasi mental di SDLB Pangkalan Bun. Metode: Penelitian ini menggunakan description cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua murid di SDLB Pangkalan Bun yang berjumlah 43 orang. Tekhnik sampling yang digunakan adalah Total sampling, sedangkan tekhnik analisis data menggunakan analisis chi square. Instrumen penelitian menggunakankuesioner. Kuesionerdigunakan untuk variabel pola asuh orang tua dan personal hygiene anak retardasi mental. Hasil: data yang telah dilakukan dengan menggunakan uji Chi Square didapatkan hasil Sebagian besar personal hygiene anak retardasi mental baik yang menggunakan pola asuh demokratis sebanyak 23 orang (53,3%). Selain itu didapatkan hasil uji chi square 0,000 menunjukannilai sig p≤ α (0,05) dengan bantuan aplikasi SPSS 16 sehingga Ho ditolak dan HI diterima. Kesimpulan: dari penelitian yang telah dilaksanakan berupa ada hubungan signifikan antara pola asuh orang tua dengan personal hygiene anak retardasi mental di SDLB Pangkalan Bun. Kata kunci : Personal hygiene, Retardasi Mental
GAMBARAN KADAR TRIGLISERIDA PADA KONSUMEN KOPI TUBRUK BERDASARKAN FREKUENSI DAN LAMA KONSUMSI Triana Agatis; Nur Aini H. Khasanah; Iqlila Romaidha
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.942 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v6i1.275

Abstract

Kopi adalah salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Konsumsi kopi dikaitkan dengan resiko peningkatan kadar lipid serum. Senyawa aktif utama dalam kopi adalah kafein, asam klorogenat, kafestol dan kahweol. Efek konsumsi kopi terhadap kadar lipid serum bervariasi tergantung pada metode persiapan dan jenis kopi. Jenis kopi yang banyak dikonsumsi masyarakat adalah kopi tubruk. Konsumsi jangka panjang dari kopi tanpa filter (kopi tubruk) akan secara efektif menyebabkan peningkatan trigliserida dan Low Density Lipoprotein (LDL) pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar trigliserida pada konsumen kopi tubruk berdasarkan frekuensi dan lama mengkonsumsi di RT 01 dan 02 Desa Kumpai Batu Bawah Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling yang berjumlah 30 orang. Metode yang digunakan dalam pemeriksaan kadar trigliserida menggunakan metode (GPO-PAP) dengan alat fotometer. Pengolahan data dilakukan dengan editing, coding, tabulating serta analisa data dengan software SPSS versi 20. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang mengkonsumsi kopi ≥ 3 gelas dalam sehari memiliki kadar trigliserida di atas normal sebanyak sebanyak 21 responden (70%) dan sebagian besar responden yang mengkonsumsi kopi ≥ 10 tahun memiliki kadar trigliserida di atas normal sebanyak 19 responden (63%). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa sebagian besar konsumen kopi tubruk yang mengkonsumsi kopi ≥ 3 gelas dalam sehari dengan lama mengkonsumsi ≥ 10 tahun di RT 01 dan 02 Desa Kumpai Batu Bawah Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki kadar trigliserida di atas normal.Kata kunci : Konsumen Kopi, Kopi Tubruk, Kadar Trigliserida.
PENGARUH PEMBERIAN SEDIAAN EMULGEL KITOSAN - EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (PIPER CROCATUM RUIZ & PAV) DAN EMULGEL KITOSAN-EKSTRAK DAUN BINAHONG (ANREDERA CORDIFOLIA (TEN.) STEENIS) UNTUK PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA KELINCI Fakhruddin Fakhruddin; Yantri Retno Pertiwi; Rani Purniawati
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.48 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v3i2.148

Abstract

Kulit merupakan bagian terluar tubuh yang digunakan sebagai indikator kesehatan. Luka bakar adalah kerusakan atau kehilangan jaringan tubuh yang disebabkan oleh kontak langsung dengan suhu tinggi seperti api, air panas, listrik, bahan kimia. Luka bakar dapat menyebabkan infeksi. Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) dan Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) merupakan tanaman yang berkhasiat sebagai antiseptik yang digunakan untuk penyembuhan luka bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi sediaan emulgel-kitosan ekstrak daun sirih merah dan emulgel-kitosan ekstrak daun binahong yang efektif terhadap penyembuhan luka bakar. Penelitian ini menggunakan rancangan true eksperimental dengan desain pre-post test control grup. Hewan uji yang digunakan kelinci yang berusia ± 6 bulan. Setiap kelinci mendapatkan 4 perlakuan yaitu kontrol (+), kontrol (-), formulasi I ekstrak daun sirih merah (3%), formulasi II ekstrak daun sirih merah (6%), formulasi I ekstrak daun binahong (10%) dan formulasi II ekstrak daun binahong (20%). Perlakuan terhadap hewan uji selama 21 hari. Hasil persentase penyembuhan luka bakar diuji dengan uji statistik. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa emulgel kitosan-ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) dan emulgel-kitosan ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) terbukti efektif terhadap penyembuhan luka bakar dengan konsentrasi 6% dan 20%.Kata kunci: Daun Sirih Merah (Piper Crocatum Ruiz & Pav), Daun Binahong (Anredera Cordifolia (Ten.) Steenis), Emulgel, Luka Bakar, Kitosan
STUDI KOMPARATIF KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN UMUM DAN PERUSAHAAN DI POLIKLINIK MCU RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN Nerlisa Nerlisa; Rahaju Ningtyas; Rahaju Wiludjeng
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.936 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v5i1.220

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan tergambar pada tingkat kepuasan pasien. Taraf hidup masyarakat mempengaruhi tuntutan masyarakat terhadap kualitas kesehatan. Pelayanan rawat jalan di RSUD Sultan Imannudin dibagi menjadi dua sesuai dengan cara pembayarannya yaitu pasien asuransi dan umum. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui komparatif  kepuasan pasien rawat jalan umum dan perusahaan  di Poliklinik MCU RSUD Sultan Imanuddin.Penelitian ini menggunakan metode non eksperiment : komparatif. yaitu untuk mengetahui perbedaan kepuasan pasien rawat jalan dengan jaminan perusahaan dan umum.Hasil penelitian berdasar Wilcoxon sigred rank test dengan nilai p=0.000 < 0,05   yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kepuasan pasien rawat jalan umum dan kepuasan pasien rawat jalan perusahaan. Tingkat kepuasan pasien umum adalah puas, sementara tingkat kepuasan pasien perusahaan sangat puas. Hal ini dikarenakan dari faktor pembiayaan. Tingkat kepuasan pasien rawat jalan perusahaan sangat puas dikarenakan dari segi finansial mereka tidak perlu memikirkannya lagi. Pasien tertanggung (pasien perusahaan) hanya menerima pelayanan yang diberikan kepada mereka. Sementara pasien umum merasa puas karena mereka harus membayar biaya pegobatan, sehingga tuntutan terhadap mutu pelayanan juga tinggi.Disarankan bahwa penilaian tingkat kepuasan pasien dilakukan rutin dan berkala sebagai bahan masukan untuk mengambil kebijakan dalam peningkatan kualitas pelayanan terutama lebih difokuskan untuk dimensi reability (kehandalan). Kata kunci: Studi komparasi, Kepuasan ,Pasien  rawat jalan umum dan perusahaan
HUBUNGAN POLA MAKAN, KONDISI PSIKOLOGIS, DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN DIABETES MELLITUS PADA LANSIA DI PUSKESMAS KUMAI Dwi Suprapti
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.327 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v2i1.85

Abstract

Lanjut usia dapat dikatakan sebagai tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan seorang manusia. Diabetes mellitus (DM) adalah salah satu jenis penyakit degeneratif yang mengalami peningkatan setiap tahun di seluruh dunia. Kejadian DM di Indonesia mengalami peningkatan, pada tahun 2007 sebesar (5,7%) menjadi (6,9%) pada tahun 2013. DM pada lansia di Indonesia merupakan masalah yang penting untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian DM. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor hubungan pola makan, kondisi psikologis, dan aktivitas fisik dengan DM pada lansia terhadap risiko kejadian DM lansia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih secara purpossive berdasarkan kriteria usia 60-90 tahun, tidak memiliki komplikasi penyakit lain, masih mampu berkomunikasi dengan baik, bersedia menjadi responden, yakni sejumlah 165 subjek. Teknik pengumpulan data menggunakan angket atau wawancara. Analisis menggunakan univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square dan multivariat menggunakan Regresi logistic sederhana dengan menggunakan program komputer. Distribusi frekuensi berdasarkan kejadian DM sebesar (53,3%), pola makan sering >3x/hari (54%), stress (54,5%), aktivitas fisik ringan (61,2%), umur lanjur (52,1%), jenis kelamin perempuan (67,3%), suku Jawa (71,5%) dan pendidikan rendah (73%). Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara kondisi psikologis, jenis kelamin, suku dan pendidikan dengan status DM. Pola makan menjadi variabel yang dominan dengan kejadian DM pada lansia (p-value 0.006, OR 2.950). Artinya lansia yang memiliki pola makan sering >3x/hari memiliki peluang sebanyak 3 kali lebih tinggi untuk terkena DM dibandingkan yang memiliki pola makan jarang <3x/hari. Sehingga lansia diharapkan melakukan olahraga ringan, mengikuti promosi kesehatan mengenai DM yang diberikan oleh tenaga kesehatan, serta berobat rutin bagi lansia yang sudah terdiagnosa DM guna mengurangi risiko terkena DM. Kata Kunci: Pola makan, aktivitas fisik, stress, lansia.
HUBUNGAN LAMA KERJA >3 TAHUN TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN (HB) PADA PETUGAS SPBU( STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM ) PANGKALAN BUN (Studi Pada Petugas SPBU di Pangkalan Bun) Siska Indah Sari; Nur Aini Hidayah; Riky Riky
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.809 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v5i2.254

Abstract

Petugas SPBU memiliki risiko terpapar dengan bahan kimia yang berbahaya, khususnya timbal dari bensin dan emisi gas kendaraan bermotor yang sedang menunggu antrian pengisian bahan bakar ataupun kendaraan yang akan berangkat setelah selesai mengisi bahan bakar, Lama kerja petugas SPBU mencerminkan waktu kontak atau paparan antara petugas operator SPBU dengan sumber polutan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara lama kerja petugas SPBU yang bekerja >3 tahun dengan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah petugas SPBU di Pangkalan Bun. Desain penelitian yang dilakukan adalah survei cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas operator dari 3 SPBU di Pangkalan Bun berjumlah 40 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Data yang diperoleh diolah menngunakan editing,coding,tabulating dengan uji statistika Chi Square pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian pada petugas SPBU yang bekerja 3-10 tahun berjumlah 12 responden dan lama bekerja >10 berjumlah 24 responden. Dari 36 responden yang lama bekerja 3-10 tahun memiliki kadar hemoglobin tidak normal berjumlah 4 responden, sedangkan yang lama bekerja >10 tahun memiliki kadar hemoglobin tidak normal berjumlah 17 responden. Dari Analisis data uji statistik chi square menunjukan p=0,037(p<0,05) yang berarti H1 diterima dan H0 ditolak. Kesimpulan dari penelitian ada hubungan antara lama kerja >3 tahun terhadap kadar hemoglobin pada petugas SPBU di Pangkalan Bun.
ANALISIS PEMANTAPAN MUTU INTERNAL PEMERIKSAAN TROMBOSIT DI INSTALASI LABORATORIUM RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN Risa Wahyuningsih
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.982 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v1i1.188

Abstract

Hasil pemeriksaan laboratorium harus terjamin mutunya. Pemantapan mutu internal trombosit dilakukan secara mandiri oleh laboratorium klinik dengan memonitor prosedur pemeriksaan yang merupakan indikator kinerja laboratorium sehingga mutu akurasi (ketepatan) dan presisi (ketelitian) hasil laboratorium dapat terus ditingkatkan. Tujuan pemantapan mutu internal adalah mengendalikan hasil pemeriksaan laboratorium setiap hari dan untuk mengetahui penyimpangan hasil laboratorium untuk segera diperbaiki. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, untuk mengetahui dan menganalisis pemantapan mutu internal pemeriksaan trombosit di Instalasi Patologi klinik RSUD Sultan Imanuddin, yang meliputi tahap pra analitik, analitik, dan pasca analitik. Subyek penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh petugas labotarorium yang terlibat langsung pada proses pemeriksaan trombosit. Responden ditetapkan secara purposive karena mempertimbangkan kekayaan informasi, kemampuan serta kewenangan subyek penelitian. Sehingga diharapkan peneliti akan mendapatkan informasi yang sebanyak – banyaknya tentang pelaksanaan pemantapan mutu pemeriksaan trombosit. Peneliti sebagai  instrumen penelitian dalam hal ini melakukan observasi terhadap pelaksanaan pemantapan mutu internal mulai tahap pra analitik, analitik dan paska analitik. Peneliti melakukan wawancara terhadap petugas dan penanggung jawab laboratorium klinik RSUD Sultan Imanuddin. Sebagai alat bantu, peneliti menggunakan tape rekorder untuk merekam wawancara, kamera untuk mengabadikan kegiatan , alat tulis, pedoman wawancara dan check list sebagai panduan observasi. Hasil pelaksanaan pemantapan mutu internal untuk pemeriksaan darah lengkap otomatis di Instalasi Patologi Klinik RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun yaitu : Tahap pra analitik mencapai 75,8% masuk dalam kriteria baik ; Tahap analitik mencapai  76,4% masuk dalam kriteria kurang baik; Tahap pasca analitik  mencapai 69,2% masuk dalam kriteria kurang baik.  Hasil uji ketepatan, ketelitian, dan sigma metri untuk pemeriksaan trombosit yaitu : ketepatan pemeriksaan trombosit di Instalasi Laboratorium RSUD Sultan Imanuddin  kurang baik menurut  acuan Ricos Database ; ketelitian pemeriksaan trombosit di Instalasi Laboratorium RSUD Sultan Imanuddin  kurang baik menurut acuan Ricos Database.  Kata Kunci : Analisis, Pemantapan Mutu Internal, Trombosit, Laboratorim
PELATIHAN KADER POSYANDU BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI RANGIT Rahaju Ningtyas; Isnina Isnina; Yogie Irawan
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.391 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v2i2.128

Abstract

Kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu aspek yang prioritas untuk diperhatikan. Masa depan anak sangat ditentukan oleh kesehatan sejak dalam kandungan dan pada masa balitanya. Kesehatan ibu hamil perlu diperhatikan mengingat masih banyaknya kejadian komplikasi pada kehamilan dan persalinan yang akan berdampak pada kesehatan bayi yang dilahirkannya. Begitu pula kemampuan perawatan bayi baru lahir. Metode pendekatan yang akan dipakai untuk menyelesaikan persoalan mitra yaitu dengan memberikan rangkaian kegiatan pelatihan untuk pengelolaan posyandu dan pelatihan memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. Praktek kemampuan penyuluhan kader ini juga akan dilombakan untuk mengetahui kemampuan kader dari hasil pelatihan. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu dengan pemberian kegiatan pelatihan-pelatihan untuk peningkatan skill kader posyandu disertai dengan mengadakan lomba penyuluhan efektif kepada masyarakat. Pemenang kegiatan lomba posyandu ini diberikan hadiah berupa uang pembinaan untuk melengkapi sarana pra sarana yang menunjang kegiatan posyandu masing masing. Melalui kegiatan ini diharapkan peran posyandu sebagai ujung tombak pemantauan kesehatan di masyarakat dapat lebih optimal. Kata kunci : Lansia 

Page 8 of 25 | Total Record : 245