cover
Contact Name
Dwi Nuriana
Contact Email
dwinuriana99@gmail.com
Phone
+6285736913999
Journal Mail Official
dwinuriana99@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Syahrir No.11, Madurejo, Kec. Arut Sel., Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah 74112
Location
Kab. kotawaringin barat,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Borneo Cendekia
ISSN : -     EISSN : 25491822     DOI : https://doi.org/10.54411
Core Subject : Health,
Jurnal Borneo Cendekia adalah jurnal yang menerbitkan artikel dalam bidang kesehatan yaitu keperawatan, kebidanan, analis kesehatan dan farmasi
Articles 245 Documents
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN GASTRITIS TERHADAP SWAMEDIKASI DAN RASIONALITAS OBAT DI APOTEK KELURAHAN MENDAWAI KOTA PANGKALAN BUN Mustika Antik Wibawa; Poppy Dwi Citra Jaluri; Fakhruddin Fakhruddin
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.392 KB)

Abstract

Swamedikasi adalah upaya seseorang untuk mengobati penyakit atau gejala ringan tanpa resep dokter.Keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang obat, penggunaan obat, serta penyimpanan obat merupakan penyebab terjadinya kesalahan dalam swamedikasi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi dalam penggunaan obat yang rasional pada penyakit gastritis.Penelitian ini menggunakan metode observasional analitikdengan sampel penelitian pada pasien gastritis yang akan melakukan swamedikasi sebanyak 207 responden berusia 18-49 tahun yang dipilih dengan metode consecuative sampling dari 3 apotek di kelurahan mendawai. Pengambilan data dilakukan melalui pengisian kuesioner yang telah di uji validitas. Data dianalisis dengan uji Chis-quare menggunakan Statistical Product And Servicer Solution (SPSS).Hasil penelitian menunjukanbahwa tingkat pengetahuan responden tentang swamedikasi gastritis di tiga apotek (87,0%) tergolong baik, (10,1%) tergolong cukup dan (2,9%) tergolong kurang. Untuk penggunaan obat swamedikasi gastritis (94,2%)responden menggunakan obat secara rasional dan (2,4%) tidak rasional. Berdasarkan hasil uji Chis-quaretingkat pengetahuan swamedikasi gastritis terhadap rasionalitas didapatkan nilai p value (0,057) > alpha (0,05).Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan responden tidak berpengaruh terhadap rasionalitas penggunaan obat. Kata Kunci :Swamedikasi, Apotek, Pengetahuan, Rasionalitas penggunaan obat, Pangkalan Bun.
HUBUNGAN FREKUENSI BABY SPA DENGAN PERKEMBANGAN PADA BAYI USIA 4-6 BULAN DI KLINIK BABY SPA AULIA Dwi Suprapti
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.352 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v1i2.159

Abstract

Masa bayi adalah masa keemasan sekaligus masa krisis perkembangan. Prevalensi gangguan tumbuh kembang di Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kesehatan Bayi di Kalimantan Tengah pada tahun 2007, didapatkan bahwa gangguan perkembangan menempati prevalensi tertinggi setelah masalah gizi. Salah satu alternatif dalam memberikan rangsangan pada bayi untuk perkembangan adalah Baby spa yang  dilakukan dengan dua cara, yaitu mandi berendam atau berenang dan pijat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi baby spa dengan perkembangan pada bayi usia 4-6 bulan di Klinik Baby Spa Aulia. Desain penelitian menggunakan penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan berjumlah 34 bayi usia 4-6 bulan di Klinik Baby Spa Aulia. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Responden yang termasuk pada bayi usia 4-6 bulan yang melakukan baby spa pada kategori tidak rutin sebanyak 19 (55,9%), kategori rutin sebanyak 15 (44,1%) dan perkembangan bayi suspect sebanyak 12 (35,3%), perkembangan normal sebanyak 22 (64,7%). Hasilnya p- value= 0,043 < α (0,05). Ada hubungan yang signifikan antara frekuensi baby spa dengan perkembangan bayi usia 4-6 bulan di Klinik Baby Spa Aulia. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi salah satu alternatif dalam memberikan rangsangan perkembangan bayi.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI RUANG RAWAT INAP RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN Kristiana Pudji Hastutik; Rastia Ningsih; Rukmini Syahleman
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.426 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v6i1.277

Abstract

Latar belakang dan tujuan penelitian hipertensi disebut the silent killer disease karena terjadinya sering tanpa keluhan karena tidak menunjukkan gejala, sehingga penderita hipertensi tidak menyadari bahwa mereka mengalami hipertensi. Hipertensi disebut juga tekanan darah tinggi dimana terjadi peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Penyakit ini apabila tidak ditangani segera dapat menimbulkan komplikasi dan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tekanan darah pada penderita Hipertensi di Ruang Rawat Inap RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kolerasi dengan desain cross sectional dengan teknik non probability sampling yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 31 sampel.Hasil penelitian ini adalah tingkat pengetahuan responden hampir setengahnya baik sebanyak 11 responden (35,5%), tekanan darah responden sebagian besar hipertensi sebanyak 22 responden (71%) dan hasil dari uji kolerasi rank spearman didapatkan hasil p=0,000 (p< 0,05) yang artinya ada Hubungan tingkat pengetahuan dengan tekanan darah pada penderita Hipertensi.Kesimpulan semakin baik tingkat pengetahuan maka tekanan darah tidak tinggi atau mendekati normal sebaliknya semakin rendah tingkat pengetahuan maka tekanan darah semakin tinggi.Kata kunci : Tingkat Pengetahuan, Tekanan Darah, Hipertensi, Rawat Inap
PENGARUH PEMBERIAAN SEDIAAN EMULGEL CHITOSAN-EKSTRAK BIJI PINANG (ARECA CATECHU .L) DAN EMULGEL CHITOSAN–EKSTRAK DAUN KEDONDONG (SPONDIAS DULCIS FROST) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA TIKUS Poppy Dwi Citra Jaluri; Merry Hardiani; Nur Anidah
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.32 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v3i1.132

Abstract

Pendahuluan: Luka bakar adalah suatu bentuk kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas, bahan kimia, listrik dan radiasi. Biji pinang (Areca catechu .L) dan daun kedondong (Spondias dulcis Frost) memiliki khasiat sebagai obat tradisional yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi sediaan emulgel chitosan-ekstrak biji pinang (Areca catechu .L) dan formulasi sediaan emulgel chitosan-ekstrak daun kedondong (Spondias dulcis Frost) terhadap penyembuhan luka bakar pada tikus.Metode Penelitian: Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian true experimental laboratories dengan rancangan penelitian pre-post test only control group. Menggunakan hewan uji tikus putih sebanyak 24 ekor. Setiap group terdiri dari 4 kelompok perlakuan yaitu kontrol positif, kontrol negatif, emulgel konsentrasi 10% dan 20%. Luka bakar dibuat menggunakan besi panas. Selama ±10 detik pada bagian punggung tikus. Data yang diperoleh dianalisi menggunakan uji one-way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95% untuk mengetahui adanya perbedaan yang sifnifikan antar kelompok perlakuan.Hasil dan Pembahasan: Hasil uji post hoc emulgel-kitosan biji pinang diperoleh konsentrasi efektif dengan nilai signifikn 0,000 dibandingkan dengan kontrol negatif serta diperoleh konsentrasi paling efektif yaitu emulgel 20%. Hal ini terbukti berpengaruh efektif terhadap penurunan luka bakar. Konsentrasi yang paling efektif adalah emulgel dengan konsentrasi 20%. Hasil analisis pada hari ke-21 menunjukkan emulgel ekstrak daun kedondong konsentrasi 20% memiliki efektivitas penyembuhan luka yang tidak berbeda signifikan dengan konsentrasi 10%. Emulgel ekstrak daun kedondong konsentrasi 20% memiliki potensi penyembuhan luka bakar yang lebih baik. Kata kunci:  Emulgel, Biji pinang (Areca catechu .L), Daun Kedondong (Spondias dulcis Frost), Kitosan, Luka bakar, Penyembuhan luka.
PELATIHAN KADER POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUMPAI BATU ATAS Febri Nur Ngazizah; Rukmini Syahleman; Poppy Dwi Citra Jaluri; Jenny Oktarina
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.575 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v2i1.113

Abstract

Kader kesehatan adalah tenaga yang berasal dari masyarakat yang dipilih oleh masyarakat dan bekerja bersama untuk masyarakat secara sukarela (Mantra, 1983). Lanjut Usia (Lansia) merupakan seseorang yang mencapai usia 60 tahun keatas sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. Dari kegiatan penyuluhan ini dapat dilihat bahwa para kader dan masyarakat banyak yang belum memahami tentang pelayanan terhadap lansia. Diharapkan kader dan para lansia dapat memahami pola hidup sehat. Kata kunci : Lansia 
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN MELALUI PENYULUHAN DAN PELATIHAN “GOLDEN AGE PERIOD FOR GOLDEN GENERATION SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS BANGSA” PADA KADER KESEHATAN DI WILAYAH PUSKESMAS PANGKALAN LADA PANGKALAN BUN Angela Ditauli Lubis
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.71 KB)

Abstract

Kemajuan  sebuah  bangsa  sangat  ditentukan  oleh  individu-individu  yang berada di dalamnya. Indonesia merupakan negara berkembang yang masih sangat  memerlukan  tunas-tunas  bangsa  yang  dapat  membawa  kemajuan untuk negara Indonesia ini. Tunas-tunas bangsa yang cerdas berwawasan luas  serta  mempunyai  moral  yang  baik  menjadi  harapan  bangsa.  Hal  ini sejalan juga dengan program pemerintah dalam peningkatan kualitas SDM. Untuk  mencapai tujuan program  ini perlu diupayakan  agar  segenap anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal baik fisik maupun psikis. Namun, semakin berkembangnya waktu harapan belum sesuai dengan kenyataan. Golden age period adalah  masa-masa dimana otak anak berkembang sangat pesat dan paling cepat dalam menyerap informasi. Periode emas merupakan suatu periode yang sangat vital atau sesuatu yang  sangat penting dalam suatu siklus. Periode emas pada anak yaitu masa-masa penting dimana otak atau kecerdasan anak sangat berkembang pesat. Periode emas berada pada batas umur anak 0-3 tahun.  Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada hari Kamis, 8 Februari 2018 di wilayah Puskesmas Pangkalan Lada. Metode dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah dalam penyampaian materi kepada peserta dan diskusi. Perlu diadakannya penyuluhan kesehatan dengan topik yang berbeda untuk meningkatkan pengetahuan  kader, ibu bayi/balita dan keluarga Kata kunci       : Kader, Periode Emas, Orang Tua
PEMERIKSAAN IVA TEST PADA WANITA USIA SUBUR DI DESA PANGKALAN LADA Angela Ditauli Lubis
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.535 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v4i2.239

Abstract

Jumlah penderita kanker serviks di Indonesia semakin tinggi. Promosi kesehatan dan deteksi dini menjadi prioritas untuk mencegah dan menangani penyakit. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, tiap tahun sekitar 15.000 kasus kanker serviks (leher rahim) ditemukan di Indonesia. Indonesia menjadi negara dengan jumlah kasus kanker serviks tertinggi di dunia. Kanker serviks ditandai dengan tumbuhnya sel-sel tidak normal pada leher rahim. Diperkirakan 90 persen kanker leher rahim disebabkan human papillomavirus (HPV). Insiden kanker serviks sebenarnya dapat ditekan dengan melakukan upaya pencegahan primer seperti meningkatkan atau intensifikasi kegiatan penyuluhan kepada masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat, menghindari faktor risiko terkena kanker, melakukan immunisasi dengan vaksin HPV dan diikuti dengan deteksi dini kanker serviks tersebut melalui pemeriksaan pap smear atau IVA (inspeksi visual dengan menggunakan asam acetat).  Saat ini cakupan “screening” deteksi dini kanker serviks di Indonesia melalui pap smear dan IVA masih sangat rendah (sekitar 5%), padahal cakupan “screening” yang efektif dalam menurunkan angka kesakitan dan angka kematian karena kanker serviks adalah 85 %. Sasaran dalam kegiatan penyuluhan ini adalah seluruh perempuan yang telah menikah di Desa Pangkalan Lada. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan pemeriksaan IVA gratis. Kegiatan pemeriksaan IVA Test pada wanita usia subur di desa Pangkalan Lada berjalan dengan baik. Antusias dari para peserta cukup baik. Jumlah peserta yang mengikuti pemeriksaan IVA sebanyak 45 orang. Berdasarkan hasil pemeriksaan IVA yang dilakukan pada wanita usia subur di desa Pangkalan Lada, dari 40 peserta yang dilakukan pemeriksaan 10 diantaranya mengalami erosi dan 5 orang diberikan tutul albothyl dan selanjutnya disarankan untuk melakukan pap smear. Pemeriksaan IVA Test tujuan kegiatan ini adalah untuk mendeteksi dini kanker leher rahim pada wanita usia subur. Agar kegiatan pemeriksaan seperti ini dapat dilakukan secara rutin sehingga derajat kesehatan warga khususnya pada wanita-wanita di desa ini dapat meningkat dan terpantau. Kata kunci      : IVA Test, Wanita Usia Subur
PENGARUH TERAPI RELAKSASI PERNAFASAN DALAM TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN ANAK SD KELAS 6 DALAM MENUNGGU HASIL UJIAN NASIONAL (UAN) DI SDN-4 KUMPAI BATU BAWAH Jelly Renaldy; M. Zainul Arifin; Christina Trisnawati Setiawan
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.132 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v3i2.142

Abstract

Pendahuluan: Siswa merupakan pelajar yang duduk dimeja belajar yang menuntut ilmu dalam pendidikan. Dalam istilah siswa merupakan peserta didik dan jenjang pendidikan menengah pertama dan menengah keatas. Siswa dapat ditinjau dari berbagai pendekatan misalnya, pendekatan psikologis, pendekatan sosial, dan pendekatan edukatif. Ketenangan dalam menunggu hasil ujian nasional mutlak diperlukan bagi peserta siswa. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan yang berlebihan dengan terapi music, dengan liburan ketempat yang menarik, salah satunya dengan cara melakukan terapi relaksasi nafas dalam. Relaksasi nafas dalam adalah bagaimana menghembuskan nafas secara perlahan, selain bisa mengurangi kecemasan, bisa juga menurukan intensitas nyeri. Teknik relaksasi nafas dalam dapat juga meningkatkan ventilasi paru dan meningkatkan oksigenasi darah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh terhadap kecemasan sebelum dan sesudah diberikan  terapi relaksasi pada anak SD. Bahan dan metode penelitian: Desain penelitian yang digunakan adalah pra eksperimen dengan pendekatan one group pre test post tets, variabel independende terapi relaksasi pernapasan dalam dan variable dependen Penurunan kecemasan. Populasi Semua anak SD kelas 6 yang sedang menunggu hasil ujian di SDN-4 kumpai batu bawah yang berjumlah 20 orang dan besar sample seluruh anak SD kelas 6 yang sedang menunggu hasil ujian di SDN-4 kumpai batu bawah yang berjumlah 20 orang.Teknik sample Total sampling. Pengumpulan data dengan lembar observasi. Pengolahan data editing, coding, tabulating, scoring dengan Uji Wilcoxon. Hasil penenelilitan:  Hasil penelitian Terapi relaksasi pernapasan dalam sebelum diberikan terapi semua cemas sebanyak 20 responden (100%) dan sesudah setelah diberikan terapi relaksasi  pernafasan dalam tidak cemas sebanyak 17 responden (85%) dengan nilai p-value 0,000<0,05 yang artinya H1 di terima. Kesimpulan: Dalam  penelitian ini peneliti dapat menyimpulkan ada pengaruh terapi relaksasi  pernafasan dalam terhadap penurunan kecemasan anak sd kelas 6 dalam menunggu hasil ujian nasional (uan) di sdn-4 kumpai batu bawah. Kata kunci: Anak SD, kecemasan, Terapi relaksasi pernafasan dalam 
KEEFEKTIFAN EKSTRAK N-HEKSAN AKAR KAIK-KAIK (Uncaira cordata (Lour). Merr TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus Anisa Tri Wulandari; Febri Nur Ngazizah; Riky S.Si., M.Si
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.076 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v6i1.272

Abstract

Tumbuhan memiliki banyak manfaat dan komponen kimia yang terkandung di dalamnya. Salah satu tumbuhan yang dimanfaatkan masyarakat Kalimantan sebagai obat tradisional adalah akar kaik-kaik atau dengan nama ilmiahnya Uncaira cordata (Lour). Merr. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya keefektifan ekstrak n-heksana U. cordata terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus dan mengetahui perbedaan aktivitas antibakteri pada berbagai konsentrasi. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar. Aktivitas antibakteri ditandai dengan terbentuknya zona bening disekitar kertas cakram yang disebut dengan zona hambat. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan konsentrasi yaitu 800 ppm, 700 ppm,600 ppm,300 ppm,dan 200 ppm. Berdasarkan hasil uji One Way ANOVA, menunnjukan adanya pengaruh aktivitas antibakteri pada S. aureus dengan nilai signifikansi (???? < 0.05). Hal ini menunnjukan bahwa adanya perbedaan secara signifikan pada penggunaan berbagai konsentrasi ekstrak n-heksana U. cordata dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus. Konsentrasi ekstrak 800 ppm merupakan konsentrasi paling baik dalam membentuk zona hambat yaitu dengan diameter 17,4 mm.
Pengaruh Pemberian Sediaan Emulgel Ekstrak Daun Kersen (Muntingia Calabura L.) Dan Emulgel Ekstrak Umbi Kentang (Solanum Tuberosum L.) Dengan Kitosan Sebagai Gelling Agent Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Kelinci Brillyanti Monica; Dita Anggraini; Herliyani Herliyani
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.67 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v2i2.124

Abstract

Tanaman kersen (Muntingia calabura L.) banyak tumbuh secara liar diantara semak-semak belukar. Daun kersen mengandung flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai pengobatan luka bakar. Bahan alam yang dapat digunakan salah satunya adalah kentang untuk kasus luka bakar. Kentang mengandung senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan yaitu vitamin C dan flavonoid sebagai antibakteri. Adakah terdapat pengaruh pemberian sediaan emulgel ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L.) dan sediaan emulgel ekstrak umbi kentang (solanum tuberosum l.) dengan kitosan sebagai gelling agent terhadap penyembuhan luka bakar pada kelinci. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah experimental murni dengan rancangan pre-posttest control group design. Hasil analisis data didapat dengan mengamati pengecilan diameter luka bakar menggunakan uji ANOVA. Sediaan emulgel-kitosan ekstrak kentang dan Sediaan emulgel ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L.) dengan kitosan sebagai gelling agent efektif dalam proses penyembuhan luka bakar.Kata Kunci : tanaman kersen, penyembuhan luka bakar  

Page 7 of 25 | Total Record : 245