cover
Contact Name
Findy Hindratni
Contact Email
ebima@pkr.ac.id
Phone
+6281365652891
Journal Mail Official
findy@pkr.ac.id
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Riau jl. Melur 103 Pekanbaru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Ebima : Edukasi Bidan di Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27753611     DOI : https://doi.org/10.36929/ebima.v2i2
Core Subject : Health,
Ebima : Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat or Journal of community dedication in Midwivery is a double-blind peer-reviewed international journal published on February and November. It is dedicated to promoting scholarly exchange among teachers, practitioners and researchers in the field of midwife. The scope of Ebima in the following fields: The subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of midwife.
Articles 64 Documents
PEMBINAAN PERAN SERTA KELUARGA DALAM MENDUKUNG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Laila, Ani; Fathunikmah, Fathunikmah; Yanti, Ida
EBIMA : Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): Ebima: Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka pemberian ASI ekslusif di Indonesia masih tergolong rendah. Menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan 2017, pemberian ASI ekslusif di Indonesia hanya 35%. Angka tersebut masih jauh di bawah rekomendasi WHO sebesar 50%. Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru tahun 2021 cakupan pemberian ASI Eksklusif sebesar 56,2 %. Berdasarkan data Puskesmas Melur kelurahan Harjosari pada tahun 2018 bahwa capaian ASI Ekslusif hanya sebesar 43,8%, merupakan capaian di bawah cakupan Nasional. Kelurahan Harjosari merupakan kelurahan di bawah wilayah kerja Puskesmas Melur dengan jumlah 1150 jiwa kepala keluarga. Kelurahan Harjosari memiliki 6 RW. RW 2 bagian dari kelurahan Harjosari pada tahun 2023 telah dilakukan pembentukan kelompok pendukung ASI (KP ASI). Keberlanjutan kegiatan KP ASI di RW 2 ini perlu dilakukan pembinaan terutama dalam meningkatkan peran serta keluarga dalam mendukung pemberian ASI eksklusif. Sehingga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap wilayah kelurahan Harjosari Hasil kegiatan pengabdian masyarakat terdapat penigkatan pengetahuan ibu ibu peserta perwakilan anggota keluarga tentang pemberian ASI, masalah dalam pemberian ASI, cara mengatasi permasalahannya dan peran serta anggota keluarga dalam pemberian ASI yaitu dari nilai rata-rata pengetahuan responden dari 79,9 menjadi 85,7.
PENYULUHAN MAKANAN NON MONOSODIUM GLUTAMAT PADA WANITA USIA SUBUR UNTUK MENCEGAH KERUSAKAN HATI Dwi Pratiwi Kasmara; Fransiska Riati Nova Simbolon
EBIMA : Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat Vol 7 No 1 (2026): Ebima: Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan hati non-alkoholik (NAFLD/MASLD) merupakan masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat, diperkirakan mencapai 25–32% pada populasi dewasa (Younossi et al., 2023). Salah satu faktor risiko yang dikaji adalah pola konsumsi makanan ultra-proses dan penggunaan penyedap seperti monosodium glutamat (MSG). Meskipun MSG diakui aman dalam batas wajar oleh WHO dan BPOM, konsumsi berlebihan diduga berkontribusi terhadap stres oksidatif dan disfungsi hepatik (Muntaza & Adi, 2020; Dwi Pratiwi Kasmara et al., 2025). Edukasi gizi mengenai makanan non-MSG berpotensi meningkatkan pengetahuan dan pencegahan dini kerusakan hati, terutama pada wanita usia subur yang memiliki peran sentral dalam pola konsumsi keluarga. Tujuan dari kegiatan ini adalah Menilai efektivitas penyuluhan makanan non-MSG terhadap peningkatan pengetahuan wanita usia subur di RW 7 Pasir Putih, Padang, tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain pre–post test tanpa kontrol dengan jumlah responden 41 orang (total populasi). Instrumen berupa kuesioner pengetahuan 20 butir yang telah divalidasi. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired t-test atau Wilcoxon dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 51% (pretest) menjadi 89% (posttest), dengan peningkatan absolut sebesar 38 poin persentase (kenaikan relatif 74,5%). Intervensi edukatif berbasis komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta tentang MSG, sumber tersembunyi, dampak kesehatan, dan alternatif bahan alami. Penyuluhan makanan non-MSG efektif meningkatkan pengetahuan gizi wanita usia subur, yang berpotensi mendukung pencegahan dini kerusakan hati melalui perbaikan pola konsumsi. Diperlukan penelitian lanjutan dengan desain kontrol dan pengukuran jangka panjang (biokimia hati) untuk menilai dampak perilaku dan klinis yang berkelanjutan. Kepustakaan : 21 (2011–2025)
MENJAGA KESEHATAN LANSIA SECARA HOLISTIK: INTERVENSI PROMOTIF DAN PREVENTIF BERBASIS KOMUNITAS Nurrahmaton Nurrahmaton; Novy Ramini Harahap; Mila Syari
EBIMA : Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat Vol 7 No 1 (2026): Ebima: Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai permasalahan kesehatan akibat penurunan fungsi fisik, psikologis, dan sosial yang terjadi secara alami seiring bertambahnya usia. Kondisi tersebut menuntut adanya upaya promotif dan preventif guna meningkatkan kualitas hidup serta kemandirian lansia dalam menjaga kesehatannya. Salah satu permasalahan yang sering dijumpai adalah kurangnya pengetahuan lansia mengenai pola hidup sehat dan pentingnya deteksi dini penyakit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui penerapan gaya hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah, edukasi, dan tanya jawab yang melibatkan 20 orang lansia sebagai peserta. Materi yang diberikan meliputi pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi lansia, istirahat yang cukup, kebersihan diri dan lingkungan, kesehatan mental, serta pentingnya deteksi dini penyakit melalui pemeriksaan kesehatan rutin. Selain itu, kegiatan ini menekankan pentingnya dukungan keluarga, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan lansia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta mengenai perilaku hidup sehat serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai upaya pencegahan penyakit. Diharapkan kegiatan ini dapat mendorong perubahan perilaku kesehatan yang berkelanjutan sehingga lansia dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat, mandiri, dan produktif. Kata Kunci : Lansia, Preventif, Promotif Kepustakaan : 14 (2023-2025)
PENGUATAN PELAYANAN KESEHATAN IBU HAMIL MELALUI PEMERIKSAAN KEHAMILAN TERPADU DAN EDUKASI KESEHATAN BERKELANJUTAN Septi Indah Permata Sari; Yanti Yanti; Elly Susilawati; Dewi Septiana
EBIMA : Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat Vol 7 No 1 (2026): Ebima: Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan merupakan periode penting yang memerlukan pemantauan kesehatan secara berkesinambungan untuk memastikan kesejahteraan ibu dan janin. Kurangnya pemanfaatan pelayanan antenatal, rendahnya aktivitas fisik selama kehamilan, serta keterbatasan pengetahuan ibu hamil mengenai perubahan fisiologis, tanda bahaya kehamilan, dan persiapan persalinan dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kehamilan dan persalinan. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu hamil melalui pemeriksaan kehamilan terpadu, pelaksanaan senam hamil, dan edukasi kesehatan berkelanjutan. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Umbansari kota Pekanbaru. Metode pelaksanaan meliputi pemeriksaan kesehatan ibu hamil yang mencakup pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi fundus uteri, deteksi dini faktor risiko kehamilan, serta pemeriksaan penunjang sederhana. Selain itu, dilakukan senam hamil untuk meningkatkan kebugaran fisik dan kesiapan menghadapi persalinan, serta penyuluhan kesehatan mengenai gizi selama kehamilan, tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, dan perawatan masa nifas. Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan pada 12 ibu hamil, dengan hasil rata-rata pengetahuan ibu hamil meingkat dari yang awalnya rata-rata 60 menjadi 82,5 dengan nilai post test terandah 70 dan tertinggi 100, artinya ada peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai kesehatan kehamilan, meningkatnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, serta meningkatnya partisipasi ibu hamil dalam aktivitas fisik yang aman melalui senam hamil. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dan aktif berdiskusi terkait permasalahan yang dihadapi selama kehamilan.Kegiatan ini dapat menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan maternal melalui pendekatan promotif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan guna mendukung terwujudnya kehamilan yang sehat, persalinan yang aman, serta peningkatan derajat kesehatan ibu dan bayi. Kata Kunci : ibu hamil, pemeriksaan kehamilan terpadu, edukasi kesehatan, pelayanan kesehatan maternal. Kepustakaan : 16 (2012-2019)