Articles
61 Documents
EDUKASI PENILAIAN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI MELALUI PENGGUNAAN KKA DI DESA PANCURAN GADING KABUPATEN KAMPAR
Susilawati, Elly;
Yanti, Yanti
EBIMA : Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Ebima: Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Tumbuh kembang anak di Indonesia masih perlu mendapatkan perhatian serius, Angka keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan masih tinggi yaitu sekitar 5-10% mengalami keterlambatan perkembangan umum. Dua dari 1.000 bayi mengalami gangguan perkembangan motorik dan 3 sampai 6 dari 1.000 bayi juga mengalami gangguan pendengaran serta satu dari 100 anak mempunyai kecerdasan kurang dan keterlambatan bicara Populasi anak di Indonesia menunjukkan sekitar 33% dari total populasi yaitu sekitar 83 juta dan setiap tahunnya jumlah populasi anak akan meningkat (Prastiwi 2019). Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan Tri Dharma perguruan tinggi. yang berlokasi di TK Makarti Desa Pancuran Gading Kabupaten Kampar. Sasaran pengabmas adalah Murid TK Makarti yang berjumlah 40 orang dan guru TK yang berjumlah 4 orang. Bentuk pengabmas berupa pemberian edukasi dan penyuluhan, serta intervensi penilaian perkembangan balita menggunakan KKA sebagai pencegahan kejadian stunting. Kata Kunci : Penilaian, Perkembangan, Anak Usia Dini, KKA Kepustakaan : 10 (2018-2023)
GERAKAN BINA BALITA “SEHAT” DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI DESA TELUK KENIDAI KABUPATEN KAMPAR
Alyensi, Fatiyani;
Laila, Ani;
Susanti, Ari
EBIMA : Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Ebima: Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstract The National Population and Family Planning Agency (BKKBN) of Riau Province continues to optimize the Toddler Family Development (BKB) program to avoid an increase in stunting or failure to thrive in children under five in Riau Province. Based on a preliminary study by conducting interviews with the responsible midwife in Teluk Kenidai village, it was stated that a Bina Toddler (BKB) has been formed called the "Healthy" BKB with age groups 0-1 years, 1-2 years, 2-3 years and 4-5 years. year. However, the implementation has not run optimally with the Covid 19 Pandemic which has been going on for two years, making activities not run optimally. Based on data from the recording of "Healthy" BKB cadres in March 2022, there were 16 toddlers who visited the Posyandu in the 0-1 year age group, 22 people aged 1-2 years old, 20 people aged 2-3 years old and 4 years old. -5 years totaling 3 people. The implementation time is February to August 2022 with the participants of the activity are "Healthy" BKB Cadres in Teluk Kenidai Village, totaling 30 people. Methods with lectures and questions and answers as well as demonstrations in the practice of breastfeeding and making MP ASI as well as monitoring and evaluation. The results of the activity are an increase in the knowledge and skills of Healthy BKB Cadres and the development of families of Toddlers in Teluk Kenidai Village, the Working Area of the Mining Health Center, Tambang District, Kampar Regency as an effort to prevent stunting Keywords: Toddler Development, stunting prevention
EDUKASI DAMPAK ANEMIA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PUTRI DI SMAN 2 PEKANBARU
Lailiyana, Lailiyana;
Hindratni, Findy
EBIMA : Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Ebima: Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstract Adolescent girls are prospective mothers who will give birth to the next generation. One of the health problems of adolescent girls is iron deficiency anemia. As many as 19.4% of teenagers aged 15-24 years in Riau Province experience anemia (Norlita et al, 2023). Anemia in adolescent girls can have a negative impact on the growth and development of adolescents, including the reproductive organs. Anemia in adolescence can continue into adulthood when women become pregnant and give birth. The impact of anemia during pregnancy includes the risk of having an abortion, premature birth, the risk of giving birth to a baby with a low birth weight (BBLR) and stunting. Imbalanced nutritional intake is the main cause of various health problems such as anemia, especially in adolescent girls. Apart from that, a lack of knowledge about foods that contain iron also influences the occurrence of anemia. The aim of this community service activity is to increase the knowledge of adolescent girls about the impact of anemia on reproductive health. The activity was carried out at SMAN 2 Pekanbaru which was attended by 37 grade 11 female students. The method of activity carried out is by providing health education in one meeting for approximately 3 hours including brain storming, games and questions and answers. The material presented is about; anemia, reproductive health, and the impact of anemia on reproductive health. Evaluation of activities is carried out by administering pretest and posttest questionnaires. The results of the activity showed that there was an increase in teenagers' knowledge between before and after being given education, namely from an average score of 8.43 at the pretest to an average score of 9.65 at the posttest. Adolescent girls need to be given regular education about anemia as an effort to prevent anemia in adolescent girls and its impact on reproductive health. Key words: Education, Anemia, Adolescent girls, reproductive health.
PENINGKATAN KEMAPUAN KADER KESEHATAN DALAM UPAYA PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN IBU HAMIL MELALUI PENDAMPINGAN IBU HAMIL DENGAN MUAL MUNTAH
Sari, Septi Indah Permata;
Erowati, Dewi
EBIMA : Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Ebima: Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Mual dan muntah adalah masalah umum pada awal kehamilan. Masalah ini dimulai sekitar minggu ke-4 kehamilan, dan biasanya berlanjut sampai minggu ke-16. Penyebab mual dan muntah pada kehamilan tidak diketahui secara pasti. Satu teori, menyebutkan tingginya kadar hormon hCG pada kehamilan diduga menjadi penyebab mual dan muntah yang bekerja pada chemoreseptor trigger zone di pusat muntah yaitu medulla. Pengobatan untuk mengatasi mual muntah pada ibu hamil sudah dilakukan dengan berbagai cara dapat dilakukan dengan terapi secara farmakologi dan non farmakologi. Pengobatan mual-muntah yang kurang tepat menyebabkan komplikasi ibu dan janin menjadi parah, seperti berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, dan mengurangi kualitas hidup pada wanita. Adaptasi yang lebih buruk terhadap kehamilan dikaitkan dengan stres prenatal, depresi, dan kecemasan. Di sisi lain, penyesuaian psikologis yang buruk berhubungan langsung dengan keparahan mual dan muntah selama kehamilan dan tingkat stres yang dirasakan berbanding terbalik dengan dukungan sosial yang dirasakan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan Tri Dharma perguruan tinggi. yang berlokasi di Desa Ranah Singkuang Kabupaten Kampar. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam upaya peningkatan derajat kesehatan ibu hamil melalui pendampingan ibu hamil dengan mual muntah. Kegiatan dilaksanakan 4 kali pertemuanp pada 15 orang kader kesehatan, dengan hasil rata-rata pengetahuan kader tentang mual-muntah meingkat dari yang awalnya 56 menjadi 78 dengan nilai post test terandah 50 dan tertinggi 90, artinya ada peningkatan pengetahuan kader setelah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil analisis dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan adanya perbedaan antara pengetahuan sebelum dilaksanakan pelatihan dan sesudah dilaksanakan pelatihan. Kata Kunci : Pendampingan, Kader, mual muntah, ibu hamil Kepustakaan : 16 (2012-2019)
PENINGKATAN KUALITAS IBU HAMIL MELALUI SENAM HAMIL DI DESA RANAH SINGKUANG KABUPATEN KAMPAR
Sartika, Yan;
Hevrialni, Rully
EBIMA : Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Ebima: Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Gangguan ketidaknyamanan selama kehamilan dapat dipengaruhi oleh faktor fisik terkait dengan perubahan anatomi dan faktor psikologi. Pada umumnya gangguan ketidaknyamanan bersifat fisiologi salah satunya Kram kaki pada ibu hamil TM III. Kram saat hamil hampir pasti dialami oleh semua perempuan hamil. Kram biasanya dialami saat ibu hamil sedang istirahat pada malam hari. Kram kaki apabila tidak segera diatasi dapat berdampak pada terganggunya aktifitas ibu hamil. Apabila kram kaki terjadi pada malam hari maka akan mengganggu istirahat ibu hamil sehingga ibu hamil kurang tidur. Secara luas dampak kram kaki apabila tidak segera diatasi dapat membahayakan ibu hamil karena mengganggu aktifitas dan istirahat. Senam hamil adalah latihan fisik berupa beberapa gerakan tertentu yang dilakukan khusus untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil. Senam hamil sangat bermanfaat untuk dilakukan selama kehamilan. Berlatih senam hamil pada masa kehamilan dapat membantu melatih pernafasan dan membuat ibu hamil merasa relaks sehingga memudahkan adaptasi ibu terhadap perubahan tubuh selama kehamilan. Sikap tubuh yang baik sangat diperlukan bagi ibu hamil, saat kehamilan 4 – 6 bulan tubuh janin belum begitu besar, namun sendi – sendi sudah mengendur dan ligament sudah melunak karena adanya hormon kehamilan. Aktivitas hormonal yang berubah selama hamil merupakan alasan utama seringnya terjadi kram pada ibu hamil. Karena pengaruh hormon, reflek dari otot melambat sehingga terjadi kram pada ibu hamil. Karena pengaruh hormon, reflek dari otot melambat sehingga berdampak pada proses kontraksi dan relaksasi yang menjadi tidak baik. Pelaksanaan kegiatan pada bulan Januari tahun 2024, yang berlokasi di Desa Ranah Singkuang Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar. Sasaran pengabmas adalah Ibu Hamil di Desa Ranah Singkuang Kecamatan Kampar yang berjumlah 13 orang ibu Hamil 3. Bentuk pengabmas yang ditawarkan berupa edukasi bagi ibu hamil tentang senam hamil, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan ibu hamil dalam melakukan senam hamil. Kata Kunci : Senam hamil, Kualitas Ibu hamil Kepustakaan : 19
PEMBERDAYAAN IBU HAMIL MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENTINGNYA GIZI SELAMA MASA KEHAMILAN UNTUK MENCEGAH TERJADINYA ANEMIA
Sari, Septi Indah Permata;
Susilawati, Elly
EBIMA : Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat Vol 5 No 2 (2024): Ebima: Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Gizi seimbang ibu hamil adalah keadaan keseimbangan antara gizi yang diperlukan oleh ibu hami l untuk kesehatan ibu dan pertumbuhan dan perkembangan janinnya yang dapat dipenuhi oleh asupan gizi dari aneka ragam makanan. Selama hamil, calon ibu memerlukan lebih banyak zat–zat gizi daripada wanita yang tidak hamil karena makanan ibu hamil dibutuhkan untuk dirinya dan janin yang dikandungnya. Demikian pula, bila makanan ibu kurang tumbuh kembang janin akan terganggu, terlebih bila keadaan ibu pada masa sebelum hamil telah buruk pula. Status gizi ibu hamil sangat mempengaruhi kejadian anemia dalam kehamilan. Beberapa zat gizi bereran penting sebagai zat utama penyusun hemoglobin dalam darah yaitu zat besi dan protein, sebgaian yang lain mempengaruhi dalam absorbsi zat gizi lainnya seperti vitamin C. vitamin A dan Asam Folat juga menjadi zat gizi penting dalam hal mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan Tri Dharma perguruan tinggi. yang berlokasi di Desa Umban Sari. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil melalui pendidikan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada 10 orang ibu hamil, dengan hasil rata-rata pengetahuan ibu hamil mengenai nutrisi meingkat dari yang awalnya 50 menjadi 90 dengan nilai post test terandah 60 dan tertinggi 100, artinya ada peningkatan pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil analisis dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan adanya perbedaan antara pengetahuan sebelum dilaksanakan pendidikan kesehatan dan sesudah diberikan.
PEMBERDAYAAN KADER MELALUI PELATIHAN KELOMPOK PENDUKUNG ASI ARSYI
Aryani, Yeni;
Humaroh, Yola;
Alyensi, Fatiyani
EBIMA : Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat Vol 5 No 2 (2024): Ebima: Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kelompok pendukung ASI (KP ASI) merupakan salah satu intervensi yang efektif untuk meningkatkan praktik pemberian ASI eksklusif. Kader KP ASI memiliki peran penting dalam menyampaikan layanan kesehatan dasar kepada ibu hamil, ibu menyusui dan keluarga yang merupakan bagian integral dalam penyelenggaraan kesehatan di masyarakat. Pengetahuan dan ketrampilan yang baik diperlukan dalam mendukung tugas kader KP ASI. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader KP ASI di Desa Ranah Sengkuang yang berjumlah 25 orang. Pelaksanaan kegiatan pelatihan Kader KP ASI bertempat di Ruang Posyandu Kasih Bunda Desa Ranah Singkuang pada bulan Februari sampai dengan September 2024. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dilakukan melalui pelatihan dengan meteode ceramah, demonstrasi, role play dan simulasi. Berdasarkan hasil evaluasi tingkat pengetahuan pengetahuan ibu kader KP ASI tentang kelancaran ASI, masalah dalam menyusui dan pijat oksitosin mengalami peningkatan sebesar 5,7 poin, keterampilan kader KP ASI mengalami peningkatan yang signifikan sudah dapat melakukan teknik pemijatan 100%. pada observai I rata- rata 69,74 dan observasi kedua 100% sudah mampu melakukannya. Disarankan perlu melakukan kerjasama dengan Bidan Penanggung jawab wilayah kerja Puskesmas Puskesmas Air Tiris untuk mengingatkan kembali ibu kader untuk selalu memberikan edukasi kepada ibu menyusui tentang pentingnya pemberian ASI dan upaya memperbanyak ASI.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU BALITA TENTANG TANAMAN OBAT KELUARGA SEBAGAI UPAYA MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL
Kasmara, Dwi Pratiwi;
Yusman, Reni;
Khairunnisa, Siti;
Khairani, Khairani;
Hasibuan, Idayani;
Pariyanti, Sri;
Kasih, Lisna
EBIMA : Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat Vol 5 No 2 (2024): Ebima: Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Family medicinal plants have long been an integral part of traditional healthcare practices across various cultures worldwide. Communities have relied on these plants as a source of remedies for mild health issues and as environmentally-friendly alternatives to healthcare. The use of family medicinal plants is often rooted in generational knowledge that has proven effective in alleviating symptoms of illnesses. This research aims to improve the knowledge of mothers with toddlers regarding family medicinal plants as an effort to preserve local culture in Basilam Bukit Lambasa. Through education and training methods, it is hoped that the local community can utilize family medicinal plants as an alternative form of treatment while preserving their cultural heritage. Pre-Education Results: It was found that 68% of mothers with toddlers had basic knowledge about family medicinal plants, but only 20% of them incorporated this knowledge into their daily lives. Post-Education Results: After participating in the training program, 85% of mothers with toddlers demonstrated an increased understanding of family medicinal plants, and 50% of them began to utilize these plants in their daily lives.
PEMBINAAN KELOMPOK PENDUKUNG (KP) ASI UNTUK PENINGKATAN PERAN SERTA KELUARGA DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF
Laila, Ani;
Fathunikmah, Fathunikmah;
Alza, Yessi
EBIMA : Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat Vol 5 No 2 (2024): Ebima: Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Angka pemberian ASI ekslusif di Indonesia masih tergolong rendah. Menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan 2017, pemberian ASI ekslusif di Indonesia hanya 35%. Angka tersebut masih jauh di bawah rekomendasi WHO (Badan Kesehatan Dunia) sebesar 50%. Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru tahun 2018 cakupan pemberian ASI Eksklusif sebesar 50,70 %. Berdasarkan data Puskesmas Melur kelurahan Harjosari pada tahun 2018 bahwa capaian ASI Ekslusif hanya sebesar 43,8%, merupakan capaian di bawah cakupan Nasional. Data Dinas Kesehatan Provinsi Riau tahun 2015 menyebutkan cakupan ASI eksklusif Provinsi Riau sebesar 68,8 % dan data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru tahun 2015 sebesar 71,3%. Berdasarkan data di Puskesmas Melur kelurahan Harjosari tahun 2018 bahwa capaian ASI Ekslusif hanya sebesar 50,70%, merupakan capaian yang paling rendah diwilayah kota Pekanbaru. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat terdapat penigkatan pengetahuan kader kelompok pendukung ASI tentang pemberian ASI, masalah dalam pemberian ASI dan cara mengatasi permasalahannya yaitu dari nilai rata-rata pengetahuan responden dari 86,7 menjadi 94,2 .Keterampilan kelompok pendukung (KP) ASI dalam melakukan pemberian edukasi/konseling tentang pemberian ASI kepada ibu menyusui mencapai nilai rata rata 85,4.
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI BAGI REMAJA PUTRI
Hindratni, Findy;
Susanti, Ari;
Vitaloka, Sannyta Dwi;
Safira, Delfia;
Qoriaini, Risqia Zalza;
Lestari, Diani;
Cari, Layas
EBIMA : Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat Vol 5 No 2 (2024): Ebima: Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
World Health Organization (WHO) mendefinisikan bahwa kesehatan reproduksi merupakan suatu keadaan fisik, mental, serta sosial yang utuh, bebas dari penyakit dan kecacatan sistem reproduksi. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian Masyarakat ini adalah Melalui penyuluhan dan permainan akur diharapkan remaja memiliki pemahaman dalam menyikapi hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi baik secara fisik, mental, maupun sosial yang dapat ditinjau kembali melalui modul akur dan melakukan evaluasi materi melalui postest yang diberikan. Metode pelaksanaan yang akan digunakan merupakan sebuah rangkaian tahapan yang disusun secara sistematis yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Di Panti Asuhan ini terdapat peserta didik mulai dari anak-anak hingga remaja yang memiliki kisaran usia 14-19 tahun. Dalam hal ini, tim berhasil membentuk program yang mampu menjaga dan meningkatkan kesehatan reproduksi bagi remaja melalui sosialisasi dengan metode permainan Akur (Angkat Kualitas Diri). Berdasarkan hasil evaluasi, didapatkan rata-rata hasil pretest terjawab kurang dari 10 soal dari jumlah soal sebanyak 20 soal mengenai pemahaman remaja terhadap kekerasan reproduksi, yang dilanjutkan dengan pemberian materi, diskusi, dan menjalankan serta memandu permainan. Sedangkan untuk hasil post-test mengalami peningkatan dengan rata-rata soal terjawab sebesar 15-20 soal. Setelah dilakukan evaluasi, tim berhasil mencapai peningkatan pengetahuan remaja putri sesuai dengan tujuan yang diharapkan dalam program ini.