cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnalrelasi@gmail.com
Phone
+6281359384011
Journal Mail Official
jurnalrelasi@gmail.com
Editorial Address
Nginden Intan Timur XV No. 11 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi
ISSN : -     EISSN : 28076818     DOI : -
Core Subject : Education,
RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi (e-ISSN: 2807-6818) diterbitkan oleh Aksiologi Surabaya, sebagai media komunikasi dan diseminasi hasil penelitian dan karya ilmiah di bidang Komunikasi. Menitikberatkan pada tulisan-tulisan yang memuat penelitian dan pemikiran kontemporer di bidang ilmu komunikasi dalam berbagai sudut pandang / perspektif. Termasuk (Scope) dari RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi adalah: Jurnalisme: membahas komunikasi di media dan jurnalisme Penyiaran: membahas tentang komunikasi di televisi dan radio Media Baru: membahas tentang komunikasi di media baru Komunikasi Politik: Komunikasi yang menggunakan pesan dan aktor politik atau terkait dengan kekuasaan, pemerintahan, dan kebijakan Public Relations: membahas tentang public relation Komunikasi Pemasaran: membahas tentang pemasaran dalam komunikasi
Articles 104 Documents
PERAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM DIPLOMASI PUBLIK: STUDI KASUS HUBUNGAN INDONESIA–JEPANG Apriliani, Arista Wulan
RELASI Vol 6 No 01 (2026): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/relasi.v6i01.2678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi antarbudaya dalam memperkuat diplomasi publik antara Indonesia dan Jepang, dengan fokus pada berbagai inisiatif seperti festival budaya, pertukaran pendidikan, dan promosi budaya populer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen resmi serta literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antarbudaya memainkan peran penting dalam membangun pemahaman bersama, mengurangi stereotip, dan memperkuat hubungan bilateral melalui kegiatan seperti Jakarta-Japan Matsuri, strategi Cool Japan, dan kerjasama melalui JKT48. Selain itu, komunikasi antarbudaya memfasilitasi dialog lintas budaya yang mendukung pencapaian kepentingan nasional kedua negara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas diplomasi publik bergantung pada kemampuan untuk mengelola perbedaan budaya secara sensitif dan strategis. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah mengeksplorasi dampak komunikasi antarbudaya dalam konteks digital yang semakin berkembang.
HOAKS BERBASIS KECERDASAN BUATAN AI SEBAGAI TANTANGAN LITERASI MEDIA SOSIAL Sabela, Intan Novita Dwi; Saputra, Aldi; Kuncoro, Wahyu
RELASI Vol 6 No 01 (2026): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/relasi.v6i01.2679

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan AI telah memberikan dampak signifikan pada lanskap media sosial, termasuk produksi dan distribusi informasi palsu. Teknologi AI memfasilitasi pembuatan konten yang tidak otentik namun tampak nyata, menjangkau khalayak luas dengan cepat, sehingga sulit dibedakan dari informasi yang asli. Situasi ini diperparah oleh algoritma media sosial yang menekankan interaksi pengguna, sehingga hoaks yang dihasilkan AI lebih mudah menyebar dan dipercaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hoaks berbasis AI sebagai tantangan terhadap literasi media sosial di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif berdasarkan tinjauan pustaka, dengan sumber data yang diambil dari artikel jurnal ilmiah, buku akademik, dan publikasi ilmiah daring yang relevan. Proses analisis data dilakukan melalui analisis konten kualitatif untuk menentukan karakteristik hoaks berbasis AI, bagaimana penyebarannya di media sosial, dan pentingnya literasi media sosial dalam mengatasinya. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa hoaks berbasis AI memiliki tingkat kemiripan yang tinggi dan penyebaran yang luas, didukung oleh algoritma media sosial yang memperdalam gelembung filter dan ruang gema. Rendahnya tingkat literasi media sosial membuat pengguna lebih rentan terhadap disinformasi dan menempatkan mereka pada risiko menyebarkan hoaks. Oleh karena itu, meningkatkan literasi media sosial merupakan langkah penting dalam meningkatkan ketahanan publik terhadap hoaks berbasis AI, melalui peningkatan k eterampilan berpikir kritis, pemahaman algoritma, dan tanggung jawab etis saat menggunakan media sosial.
PROPAGANDA DAN DISINFORMASI DIGITAL DALAM KONFLIK IRAN–ISRAEL: ANALISIS FRAMING KONTEN TIKTOK Cantika, Anak Agung Ayu Zahra Laylia; Widhiandono, Doan
RELASI Vol 6 No 02 (2026): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/relasi.v6i02.2737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis propaganda dan disinformasi digital dalam konflik Iran–Israel melalui konten yang beredar di TikTok. Konflik Iran–Israel tidak lagi terbatas pada ranah militer, melainkan berkembang menjadi perang narasi global yang melibatkan berbagai aktor dalam memperebutkan opini publik. Dalam konteks ini, media sosial, khususnya TikTok, berperan sebagai kanal utama penyebaran informasi tanpa adanya gatekeeper yang ketat. Karakteristik TikTok yang berbasis algoritma, video pendek, dan tingkat viralitas yang tinggi menjadikannya medium strategis dalam menyebarkan propaganda dan disinformasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing untuk mengidentifikasi bagaimana konten TikTok membingkai konflik Iran–Israel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten yang beredar tidak bersifat netral, melainkan dikonstruksi melalui berbagai sudut pandang tertentu yang berpotensi memengaruhi persepsi audiens. Selain itu, ditemukan berbagai bentuk disinformasi, seperti manipulasi konteks, penyederhanaan informasi, dan penggunaan narasi emosional. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian komunikasi internasional dan media digital, khususnya terkait peran TikTok dalam konflik global yang masih relatif terbatas. Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi digital dalam menyikapi informasi di media sosial.
MANAJEMEN KOMUNIKASI DAN ADVOKASI KEBIJAKAN DALAM MENGUATKAN IDENTITAS DESA BEJIJONG SEBAGAI DESA WISATA BUDAYA Rizqi, Muchamad; Sukristyanto, Agus; Dania, Alda Nur Aufa
RELASI Vol 6 No 02 (2026): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/relasi.v6i02.2748

Abstract

Industri pariwisata merupakan salah satu sektor yang mendapatkan perhatian khusus pemerintah untuk menjadi motor penggerak perekonomian daerahnya. Selain sebagai salah satu penyumbang devisa terbesar kepada negara, industri pariwisata dinilai memiliki andil penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, penyerap tenaga kerja, serta pemicu investasi sehingga pengembangan desa wisata sangat diperlukan sebagai sebuah model dalam usaha untuk mengoptimalkan pembangunan desa menjadi desa mandiri. Berdasarkan pada hal tersebut, maka diperlukan sebuah perencanaan strategi komunikasi yang matang oleh Pemerintah Desa Bejijong dalam menguatkan identitas Desa Bejijong sebagai desa wisata berbasis budaya. Penelitian ini berusaha melihat permasalahan melalui manajemen komunikasi dan advokasi terhadap kebijakan Pemerintah Desa Bejijong, Kabupaten Mojokerto. Advokasi kebijakan sebagai upaya penguatan identitas Desa Bejijong sebagai desa budaya bersifat multisektor, oleh karena itu melibatkan banyak pihak dan kerjasama dari berbagai sektor, tingkat pemerintahan di berbagai lokasi geografis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang komprehensif untuk mengembangkan manajemen komunikasi dan advokasi sebagai upaya membangun identitas desa wisata di Desa Bejijong. Dalam mengelola pariwisatanya, Pemerintah Desa Bejijong telah mengimplementasikan manajemen komunikasi, serta bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan sebagai salah satu bentuk advokasi agar penanganan dapat dilakukan dengan maksimal. Manajemen komunikasi dan advokasi yang dilakukan memungkinkan penggabungan berbagai perspektif dan sumber daya atau aktor yang terlibat untuk menciptakan solusi yang lebih menyeluruh dan lebih maksimal. Dengan menerapkan proses manajemen komunikasi dan advokasi memastikan bahwa kebijakan dan program yang diterapkan lebih inklusif dan partisipatif, sehingga penanganan dengan proses ini dapat membantu dalam memastikan bahwa informasi terkait kebijakan pariwisata yang ada yang didistribusikan sesuai dengan kebutuhan dan konteks lokal, sehingga lebih diterima dan efektif.

Page 11 of 11 | Total Record : 104