Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
Tarbiyah Wa Talim provides scientific article of education that developed in attendance through the article publications, book reviews, original research report, reviews, and scientific commentaries in Islamic education. Tarbiyah wa Talim encompasses research articles, original research report, reviews, and scientific commentaries in education, including Islamic Education, Islamic Education Management, Language Education, Early Childhood Education, Elementary Education, Teacher Education, Mathematic Education, Biology Education and Science Education.
Articles
187 Documents
Strategi Berbasis Motivasi dalam Pengajaran Tahfidzul Quran di SMP IT Imam Syafi'i Samarinda
Alimuddin Camma;
Arnani Arnani;
Ramdana Ramdana;
Suratman Pambudi
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 7 No 1 (2020): TARBIYAH WA TA'LIM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (851.729 KB)
|
DOI: 10.21093/twt.v7i1.2199
Program menghafal al-qur’an SMP IT Imam Syafi’i Samarinda yang sudah empat tahun berjalan membawa semangat tersendiri bagi sekolah dalam upaya mencetak generasi yang qur’ani. Salah satu usaha yang dilakukan oleh yayasan, sekolah dan pembimbing ialah dengan melakukan strategi dalam pengajaran menghafal atau tahfidz qur’an. Memotivasi murid atau calon penghafal dalam upaya untuk menghafal al-qur’an adalah merupakan satu dari banyaknya strategi pembelajaran yang digunakan oleh pembimbing yang melibatkan motivasi dari yayasan, sekolah dan tentunya orang tua peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field work research) yang bertujuan untuk mengetahui strategi berbasis motivasi di SMP IT Imam Syafi’I Samarinda dalam memberikan semangat kepada peserta didik dalam menghafal al-qur’an. Sumber data dalam penelitian ini ialah kepala sekolah, waka kurikulum dan beberapa guru. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan beberapa teknik yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan menggunakan analisis miles dan huberman dengan reduksi data, penyusunan data dan penarikan kesimpulan. Temuan penulis dalam penelitian ini yaitu : Pertama, motivasi yang diberikan kepada peserta didik meliputi motivasi material dan non- material, motivasi material yang diberikan ialah berupa penghargaan dari sekolah berupa beasiswa dan hadiah, adapun motivasi non- material berupa pujian, dorongan semangat dan muhasabah diri pada peserta didik. Kedua, adanya semangat peserta didik dalam menghafal al-qur’an yang didukung oleh yayasan, sekolah, guru serta orang tua menambah motivasi peserta didik dan mereka juga mampu mengikuti kegiatan pembelajaran baik itu formal dan non- formal dengan sangat baik.
Kesenjangan Birokrasi pendidikan Menuai Tanya Di Mata Publik
Dewi Maria;
Silpiya Silpiya;
Muhammad Khairul Rijal
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 5 No 1 (2018): TARBIYAH WA TA'LIM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (447.915 KB)
|
DOI: 10.21093/twt.v5i3.2205
Kebijakan birokrasi merupakan ranah penting yang harus diselaraskan dalam menjalankan roda pendidikan. Hal ini disebabkan, karena faktor tersebut diberikan mandat khusus yang dapat mempengaruhi kualitas serta kuantitas pendidikan yang menjadi salah satu tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Administrasi akan mandul tanpa adanya kebijakan birokrasi yang profesional, ketimpangan inilah yang mengakibatkan kesenjangan birokrasi pendidikan yang selalu menuai tanda tanya dimata publik. Artikel ini merupakan potret dalam mengemukakan beberapa konsep gagasan perihal masalah mengenai praktik kerja sistem administrasi dan kebijakan birokrasi pendidikan. Penulisan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran terhadap rancunya progres dunia pendidikan saat ini, baik dari sistem administrasi yang memiliki kompleksitas yang tinggi maupun perihal seluk beluk kebijakan birokrasi pendidikan di Indonesia. Selain menganalisa kesenjangan birokrasi pendidikan di Indonesia, penulis juga akan menawarkan sumbangsih dalam pengambilan langkah preventif guna mengatasi permasalah terhadap rancunya kebijakan birokrasi di Indonesia. Cara yang beracuan untuk memupuk etos yang lebih baik dalam menggenggam pendidikan melalui struktur administrasi dan birokrasi pendidikan yang sehat serta kondusif. Desain penelitian yang digunakan adalah metode studi pustaka (library research), yaitu penulisan yang mengumpulkan sejumlah referensi yang relevan (penilaian autentik) di dunia pendidikan. Bahan rujukan yang dijadikan acuan adalah buku, tesis, artikel, jurnal dan berbagai bahan lainnya.
Kecemasan Menghadapi Tes Ulangan Tengah Semester terhadap Prestasi Belajar Al-Qur’an Hadits di MTs. Manba’ul Huda Pundenrejo Tayu Pati
Ah. Birrul Walidain
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 7 No 1 (2020): TARBIYAH WA TA'LIM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (494.592 KB)
|
DOI: 10.21093/twt.v7i1.2207
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi tes ulangan tengah semester gasal. Jenis penelitian ini adalah field research dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan datanya dengan menggunakan dokumentasi dan angket. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa MTs. Manba’ul Huda Pundenrejo Tayu Pati, yang berjumlah 74 siswa. Dengan metode penarikan sampel jenuh. Yakni Seluruh siswa MTs. Manba’ul Huda dijadikan sampel karena jumlahnya kurang dari 100 siswa. Pengumpulan data kecemasan dalam menghadapi tes terhadap hasil belajar Al-Qur’an Hadits dilakukan dengan menggunakan metode angket. Sedangkan data hasil belajar Al-Qur’an Hadits diperoleh dari soal tes Al-Qur’an Hadits. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan regresi linear sederhana dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Tingkat kecemasan peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Manba’ul Huda Pundenrejo dalam menghadapi Ulangan Tengah Semester pada mata pelajaran Al Qur’an Hadits semester Genap rata-rata adalah 33. (2) Hasil belajar peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Manba’ul Huda Pundenrejo pada mata pelajaran Al Qur’an Hadits semester Genap tahun pelajaran 2016/2017 rata-rata 79,35. (3) Sedangkan Kriteria Ketuntasan Minimal untuk Mata Pelajaran Al Qur’an Hadits semester genap yaitu 75, oleh karena itu hasil belajar siswa MTs. Manba’ul Huda Pundenrejo dikatakan “Tuntas” karena rata-rata hasil belajarnya di atas KKM. (4) Terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara kecemasan menghadpai tes UTS terhadap hasil belajar Al-Qur’an Hadits di MTs. Manba’ul Huda Pundenrejo Tayu Pati tahun pelajaran 2016/2017. Untuk mendapatkan hasil belajar yang tinggi, siswa harus mempunyai konsep untuk mengendalikan diri agar tidak terlalu cemas atau rendah.
Tindakan Preventif Guru Pendidikan Agama Islam Terhadap Eksistensi Paham Radikal Di Sekolah
Hirdha Nurfarini. Z.R;
Fitriyah Fitriyah;
Mardiana Mardiana;
Muhammad Khairul Rijal
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 5 No 1 (2018): TARBIYAH WA TA'LIM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (523.753 KB)
|
DOI: 10.21093/twt.v5i1.2208
The development of the era goes hand in hand with human thought which is capable of touching various aspects of life, including religion. Many groups of people who are too excessive in studying religion in a way that is not right that ultimately results in the emergence of deviations of thought that deviates from the true nature which later became known as radical. Bearers of this radical understanding are also trying to spread their doctrine to various groups including the dominant schoolchildren who have a high level of curiosity. The purpose of writing this article is to provide education to several parties especially Islamic Religious Education teachers to address the spread of radical understanding in the school environment. The method that author use in this article is library research by gathering various library information. This article describes various efforts to promote radical understanding in spreading its doctrine and preventive actions that can be implemented by Islamic Religious Education teachers in schools.
Learning Poverty, Implikasi Perubahan Kurikulum yang Belum Terselesaikan
Naomi Ainun Hasanah;
Rasmah Rasmah
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 5 No 3 (2018): TARBIYAH WA TA'LIM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (56.391 KB)
|
DOI: 10.21093/twt.v5i3.2209
Kurikulum merupakan salah satu komponen yang memiliki peran strategis dalam sistem pendidikan, Di Indonesia, Kurikulum pendidikan nasional telah mengalami sepuluh kali perubahan, sejak tahun 1947 hingga saat ini. Proses perubahan kurikulum ini terjadi disebabkan oleh banyak hal, beberapa diantaranya terjadi karena adanya perubahan kebijakan, faktor politik, kebutuhan dan faktor lainnya. Tentunya Perubahan kurikulum berdampak baik dan buruk bagi mutu pendidikan, disamping itu pula Terdapat beberapa implikasi dari perubahan kurikulum itu sendiri, salah satu implikasi dari perubahan kurikulum yang hingga saat ini belum dapat terselesaikan dan menjadi bahasan yang menarik bagi penulis ialah mengenai “Learning Poverty”. Berdasarkan hasil Indonesian National Assesment Programme, terungkap hanya 6% siswa di Tanah Air yang memiliki kemampuan membaca yang baik. Oleh karenanya, untuk mengatasi “Learning Poverty”, dibutuhkan kesadaran tidak hanya dari pemerintah dan guru, dalam hal ini siswa serta pemuda hari ini juga berperan besar untuk kemajuan pendidikan di Indonesia, salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah dengan membiasakan diri bagi diri sendiri maupun siswa/I untuk rutin membaca dan berdiskusi.
Problematika dan Solusi Dikotomi Ilmu
Anggun Wira Puspita;
Rina Muda Siraturrahmah;
Muhammad Khairul Rijal
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 5 No 2 (2018): TARBIYAH WA TA'LIM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (520.091 KB)
|
DOI: 10.21093/twt.v5i2.2213
Science is a knowledge of a field which is arranged systematically according to certain methods that can be used to explain certain symptoms in that field. Etymologically, science comes from the Arabic Language from the word ‘ilm’ which means to understand or know. Science is not merely knowledge based on agreed theories and can be systematically tested with a set of methods that are recognized in a particular field of science. In terms of philosopy, science is formed bbecause human tray to think further about the knowledge they have. Religion is a system that regulates the rules of God Almighty and it’s rules of association relate to human association and it’s enviroment. With the relevant knowledge. And the separation of general science and religious science make negative thinking on the side of those who are more inclined in their own religious or general science. The purpose of this paper is to discuss the problems and solutions caused by the dichotomy itself to achieve an education that has a vision and mission without a grouping system accordingto the dicipline science.
Tantangan dan Solusi bagi Madrasah dan Pesantren dalam Menghadapi Era Globalisasi
Ariski Nuril Indah;
Isnaniah Isnaniah;
Muhammad Khairul Rijal
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 5 No 1 (2018): TARBIYAH WA TA'LIM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (532.013 KB)
|
DOI: 10.21093/twt.v5i1.2214
Madrasah dan pesantren adalah lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Peran dari pendidikan Islam khususnya di madrasah dan pesantren di zaman era globalisasi ini adalah harus siap menerima dan menghadapi perkembangan dan kemajuan teknologi yang sebagian besar berasal dari negara-negara asing. Madrasah dan persantren harus melakukan pembaharuan dan perubahan agar menciptakan generasi-generasi yang kuat, generasi yang memiliki pengetahuan yang luas serta mampu mengembangkan pengetahuan yang berasal dari Al-Qur’an dan Hadis. Sehingga mampu menjadikan generasi yang tidak hanya sukses dalam masalah agama saja, akan tetapi mampu menghadapi kemajuan IPTEK di era globalisasi. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk membahas tentang tantangan dan solusi pendidikan agama Islam di madrasah dan pesantren dalam era globalisasi. Hal-hal yang dapat dilaksankan oleh madrasah dan pesantren dalam meningkatkan pendidikan Islam di era globalisasi yaitu mengindetifikasi tantangan yang dihadapi madrasah dan pesantren, serta melihat bagaimana solusi pendidikan Islam yang dapat dilakukan agar bisa mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan.
Problematika Pendekatan Saintifik Pada Pembelajaran PAI
Muhammad Zidane Ansyari;
Urwatul Wusqo Nur Salsabila;
Muhammad Khairul Rijal
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 5 No 3 (2018): TARBIYAH WA TA'LIM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (40.972 KB)
|
DOI: 10.21093/twt.v5i3.2229
Education has become a container of high complexity. Beyond being given a great mandate for man to know and live independently of his life, as well as to benchmark the progress of civilization in the future nation. Knowing the degree of complexity that it bears, therefore, is a necessity for educational participants to innovate in time and again. This is not something that concerns Islamic religious education. Within its delivery there isa realm that is not logistically acceptable, and it can be dictated through a scientific approach by the amtsal method.
Inkuiri dalam Pengajaran dan Pembelajaran Sains
Misbahul Jannah
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran VOL 7, NO 2 (2020): TARBIYAH WA TA'LIM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (143.872 KB)
|
DOI: 10.21093/twt.v7i2.2243
Science education is very importance for developing three elements, namely; science concept knowledge, science process skill and scientific attitude. These elements had been a challenge for the pre-service science teachers to study especially in the Indonesia curriculum context. Thus, Pre-service science teachers require implementing science teaching and learning by using inquiry. Inquiry is one of models of teaching which implemented by hands-on dan minds-on. In order to be able to teach science by using inquiry effectively and meaningfully to pre-service science teachers, the lecturer should possess a strong understanding and must exhibit competence in inquiry to be able to effectively teach in their classroom. By using inquiry leads to the suggestion of the enhancement of pre-service science teachers’ science concept knowledge, science process skill and scientific attitude by using inquiry based learning.
Urgensi Iptek dalam Pengembangan Pendidikan Islam
Afifah Maslaha;
Yeny Juwita Suryani
Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol 5 No 2 (2018): TARBIYAH WA TA'LIM
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (477.102 KB)
|
DOI: 10.21093/twt.v5i2.2254
Sains dan Teknologi atau biasa disebut IPTEK sebagai satu kesatuan yang tidak bisa disepakati. Semua bentuk perubahan yang berlaku saat ini tidak jauh dari sains dan teknologi. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam dekade ini tentu telah memberikan timbal balik kepada pengguna baik individu, komunitas, dan negara. Sedihnya dunia saat ini memiliki banyak hal yang didukung oleh luasnya peradaban barat. Salah satu penyebabnya adalah sains dan teknologi yang telah memberikan kesejahteraan dan kenyamanan masyarakat. Jika dilihat pengaruh sains dan teknologi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sosial. Pengaruh sains dan teknologi itu sendiri tidak selalu mengarah ke arah yang positif, tentu saja dalam penerapannya sains dan teknologi juga bisa mengarah ke arah yang negatif. Terutama di dunia Pendidikan, tentu saja, ambil dari Sains dan Teknologi baik dalam bahan ajar atau metode yang digunakan dalam Namun, tidak sedikit dari mereka yang memiliki perspektif yang sukses pendidikan Islam tidak mampu bersaing dengan kemajuan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi. Pertanyaannya adalah, bagaimana pendidikan Islam berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dalam perkembangannya selalu mencapai tingkat kemajuan? Bisakah pendidikan Islam diorientasikan melalui Sains dan Teknologi? Ini adalah tantangan terbesar di dunia pendidikan Islam saat ini. Karena itu, peran terbesar dalam masalah ini adalah Pendidikan Islam. bagaimana pendidikan Islam dapat berkontribusi pada pengembangan sains dan teknologi yang dalam perkembangannya selalu mencapai tingkat kemajuan? Bisakah pendidikan Islam diorientasikan melalui Sains dan Teknologi? Ini adalah tantangan terbesar di dunia pendidikan Islam saat ini. Karena itu, peran terbesar dalam masalah ini adalah Pendidikan Islam. bagaimana pendidikan Islam dapat berkontribusi pada pengembangan sains dan teknologi yang dalam perkembangannya selalu mencapai tingkat kemajuan? Bisakah pendidikan Islam diorientasikan melalui Sains dan Teknologi? Ini adalah tantangan terbesar di dunia pendidikan Islam saat ini. Karena itu, peran terbesar dalam masalah ini adalah Pendidikan Islam.