cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : 28072308     EISSN : 28071816     DOI : https://doi.org/10.51878/edukids.v2i1
Core Subject : Education,
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Early Childhood Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025)" : 8 Documents clear
PERBEDAAN MOTORIK HALUS ANAK PRA SEKOLAH USIA 48-60 BULAN SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PERMAINAN PLAYDOUGH Fatikasari, Firda Fitria Ayuni; Hardjito, Koekoeh; Indriani, Ririn
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i1.4811

Abstract

Fine motor skills involve activities that encompass precision, dexterity, visual-motor integration, and upper limb coordination. Delays in fine motor skills can impact children by making them less active, leading to emotional disturbances, difficulties in adapting to their surroundings, potentially affecting their psychosocial development, and influencing their performance both in school and outside of school. Efforts needed to help improve fine motor development in children include educational and safe play therapy, such as playdough. This study uses a Pre-Experimental Design with the model of the one-group pretest-posttest design. The population in this study consists of preschool children aged 48-60 months, totaling 41 children, with a sample of 38 respondents selected through simple random sampling. Data were collected using a Pretest-Posttest with a Fine Motor Development Assessment Instrument, and analyzed to determine the difference in values. Before being given playdough activities, the majority of respondents (65.8%) were at the beginning development level. After the playdough activities, a portion of the respondents (50%) reached the very good development category, with a significance value of P (0.000) < ? (0.05). There is a difference in fine motor development in preschool children aged 48-60 months before and after engaging in playdough activities. ABSTRAKMotorik halus merupakan kegiatan yang mencakup ketepatan, ketangkasan, integrasi visual-motorik dan koordinasi lengan atas. Keterlambatan motorik halus memberikan dampak pada anak, anak menjadi kurang aktif, gangguan emosional, sulit beradaptasi dengan lingkungan disekitarnya, dapat mempengaruhi psikososial anak, dan berpengaruh pada prestasi anak di sekolah ataupun diluar sekolah. Upaya yang perlu dilakukan untuk membantu meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak adalah dengan terapi bermain yang edukatif dan aman yaitu playdough. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pre Eksperimental Design dengan model desain the one group pretest postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah anak pra sekolah usia 48-60 bulan sejumlah 41 anak, sampel yang digunakan adalah 38 responden yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan dengan Pretest-Posttest menggunakan Instrumen Penilaian Perkembangan Motorik Halus kemudian diolah untuk mengetahui nilai perbedaannya. sebelum diberikan permainan playdough sebagian besar responden (65,8%) pada tingkat mulai berkembang dan setelah diberikan permainan playdough sebagian responden (50%) pada tingkat kategori berkembang sangat baik dan didapatkan nilai signifikansi P value (0,000) < ? (0,05). Terdapat perbedaan perkembangan motorik halus anak pra sekolah usia 48-60 bulan sebelum dan sesudah diberikan permainan playdough.
INTERNALISASI NILAI-NILAI HAK ASASI MANUSIA DALAM PENDIDIKAN DINI: STRATEGI PEMBENTUKAN HAM PADA GENERASI MUDA Khoiroh, Munadiyatul; Romadhona, Tria Novita
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i1.5421

Abstract

ABSTRACT Early childhood education plays a crucial role in shaping the character of the younger generation who uphold humanitarian values. In the context of a multicultural Indonesian society, internalizing Human Rights (HAM) values ??from an early age is an important strategy to build tolerant, just, and democratic citizens. This study uses a literature study method (library research) with an exploratory qualitative approach, which aims to explore and analyze various scientific sources related to the strategy of internalizing human rights in early childhood education. The results of the study show that human rights values ??such as justice, tolerance, equality, and respect for differences can be instilled through a thematic and integrative learning approach, teacher role models, and a democratic and inclusive school culture. The role of the family and community is also a major supporting factor in strengthening human rights-based character education. In conclusion, internalizing human rights is not only important as a subject matter, but must be the main foundation in implementing holistic early childhood education. This strategy is believed to be able to create a generation that is not only academically intelligent, but also has social sensitivity and commitment to human values. ABSTRAK Pendidikan anak usia dini memiliki peran krusial dalam membentuk karakter generasi muda yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang multikultural, internalisasi nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) sejak usia dini menjadi strategi penting guna membangun warga negara yang toleran, adil, dan demokratis. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (library research) dengan pendekatan kualitatif eksploratif, yang bertujuan menggali dan menganalisis berbagai sumber ilmiah terkait strategi internalisasi HAM dalam pendidikan anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai HAM seperti keadilan, toleransi, kesetaraan, dan penghargaan terhadap perbedaan dapat ditanamkan melalui pendekatan pembelajaran tematik dan integratif, keteladanan guru, serta budaya sekolah yang demokratis dan inklusif. Peran keluarga dan masyarakat juga menjadi faktor pendukung utama dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis HAM. Kesimpulannya, internalisasi HAM tidak hanya penting sebagai materi pelajaran, melainkan harus menjadi landasan utama dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini secara holistik. Strategi ini diyakini mampu menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
PERAN MODAL SOSIAL KELUARGA DALAM PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA DINI DI LINGKUNGAN PERKOTAAN Sadriani, Andi
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i1.5422

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the phenomenon of declining quality of social interaction of early childhood in urban environments, which is thought to be related to the declining role of social capital in families due to increasingly individualistic urban lifestyles. The focus of this study is to analyze the forms of family social capital, the role of this social capital in supporting the social development of early childhood, as well as supporting and inhibiting factors in optimizing family social capital in Makassar City. This study uses a qualitative approach with data collection techniques in the form of in-depth interviews with ten parents who have early childhood. Data were analyzed using thematic analysis techniques to identify important patterns from respondents' narratives. The results of the study indicate that family social capital in the urban environment of Makassar City is present in the form of trust, shared values ??and norms, and social networks, although the level of intensity varies between families. Social capital plays an important role in shaping children's social skills such as empathy, cooperation, and communication skills. Supporting factors include parental awareness, good communication, and environmental support, while inhibiting factors are economic pressure, parents' busy work, and the negative influence of digital media. This study confirms that family social capital is an important foundation in the social development of early childhood, and needs to be strengthened through parenting strategies that are adaptive to the challenges of urban life. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena menurunnya kualitas interaksi sosial anak usia dini di lingkungan perkotaan, yang diduga berkaitan dengan berkurangnya peran modal sosial dalam keluarga akibat gaya hidup urban yang semakin individualistis. Fokus penelitian ini adalah menganalisis bagaimana bentuk-bentuk modal sosial keluarga, peran modal sosial tersebut dalam mendukung perkembangan sosial anak usia dini, serta faktor pendukung dan penghambat optimalisasi modal sosial keluarga di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap sepuluh orang tua yang memiliki anak usia dini. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola penting dari narasi responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial keluarga di lingkungan perkotaan Makassar hadir dalam bentuk kepercayaan, nilai dan norma bersama, serta jaringan sosial, meskipun tingkat intensitasnya bervariasi antar keluarga. Modal sosial berperan penting dalam membentuk keterampilan sosial anak seperti empati, kerja sama, dan kemampuan komunikasi. Adapun faktor pendukungnya meliputi kesadaran orang tua, komunikasi yang baik, dan dukungan lingkungan, sementara faktor penghambatnya adalah tekanan ekonomi, kesibukan kerja orang tua, dan pengaruh negatif media digital. Penelitian ini menegaskan bahwa modal sosial keluarga merupakan fondasi penting dalam perkembangan sosial anak usia dini, dan perlu diperkuat melalui strategi pengasuhan yang adaptif terhadap tantangan kehidupan perkotaan.
PENTINGNYA ASUPAN MAKANAN BERGIZI TERHADAP KUALITAS KESEHATAN IBU HAMIL DAN ANAK USIA DINI Sukmayani, Ayu; Adam, Muh. Wahyudin S.; Tialo, Olivia; Harun, Olivia; Azis, Nur Bayyiti; Kono, At Nur Anisa
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i1.5983

Abstract

Nutrition is a food substance that, when consumed, can bring about health. Therefore, health and nutrition are closely related. Preparing nutritional intake for young children is crucial and should be a priority for parents. This research aims to analyze the relationship between balanced nutritional intake and children's physical condition, and to analyze the nutritional food intake of pregnant women in relation to their health quality and the physical condition of their children. This research uses a quantitative approach with a descriptive and analytical design. The content relates to the use of a systematic literature review research method. In sociological research, this involves searching and collecting several journals, drawing conclusions, and then thoroughly examining them in detail to achieve good and expected results. The goal is to analyze the relationship between nutritious food intake and the health quality of pregnant women and young children. In Indonesia, the prevalence of malnutrition in toddlers based on RISKESDAS 2013 was 19.6%, comprising severe malnutrition (5.7%) and undernutrition (13.9%). This figure indicates that the MDGs 2015 target of 15.5% has not been achieved. Therefore, based on these facts, we can understand the need for a balanced nutritious diet in the growth and development of pregnant women and young children for their overall health and development. ABSTRAK Gizi merupakan zat makanan yang apabila dikonsumsi seseorang maka bisa mendatangkan kesehatan. Jadi kesehatan dan gizi sangat berhubungan dalam menyiapkan asupan gizi untuk anak usia dini yang merupakan hal yang penting untuk diperhatikan oleh orang tua. Dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan keseimbangan asupan gizi dengan kondisi fisik anak, dan menganalisis asupan makanan bergizi  bagi ibu hamil dalam kualitas kesehatan dengan kondisi fisik anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan analitis. Isu terkait dengan penggunaan metode penelitian systematic literature review dalam penggunaan penelitian di ilmu sosiologi mencari dan mengumpulkan beberapa jurnal-jurnal serta diambil beberapa kesimpulan lalu ditelaah secara mendalam melalui cara yang rinci agar terdapat suatu hasil akhir yang baik Dan sesuai dengan apa yang diharapkan  untuk menganalisis hubungan antara asupan makanan bergizi dengan kualitas kesehatan ibu hamil dan anak usia dini. Di Indonesia prevalensi status gizi balita berdasarkan riskesdas 2013 sebesar 19,6% kasus malnutrisi, yaitu gizi buruk 5,7% dan gizi kurang 13,9%.angka ini menunjukkan sasaran MDGS 2015 sebesar 15,5% belum tercapai. Dengan demikian melihat dari beberapa fakta di atas kita dapat memahami kebutuhan makanan bergizi yang seimbang  dalam  pertumbuhan dan Perkembangan ibu hamil dan anak di usia dini bagi proses kesehatan tumbuh kembang mereka dalam kualitas kesehatan bersama.
KEPEMIMPINAN EMPATIK DALAM MENUMBUHKAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI YANG AMAN DAN MENYENANGKAN: TINJAUAN LITERATUR Rizqiana, Aisya; Suriansyah, Ahmad
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i1.6240

Abstract

This study aims to examine in depth the role of empathetic leadership in creating a safe and enjoyable Early Childhood Education (PAUD) environment through a literature review approach. Empathetic leadership is a leadership style that emphasizes understanding, care, and emotional support for all elements within the educational setting, especially teachers and young learners. This review compiles and analyzes various national and international scholarly works from the past five years discussing the implications of empathy in educational leadership, educator well-being, and the psychosocial safety of young children. The findings reveal that PAUD leaders who apply empathetic leadership are able to create a supportive work climate, enhance teacher satisfaction and performance, and foster a positive, safe, and meaningful learning atmosphere for children. An empathetically managed PAUD environment is characterized by warm interpersonal relationships, open communication, appreciation of diversity, and the reinforcement of moral and social values in daily activities. Empathetic leadership also encourages the involvement of parents and the community in supporting the holistic development of children. Thus, empathetic leadership plays a strategic role in the management of PAUD institutions, not only in improving the quality of educational services but also in ensuring the emotional well-being of children as a foundation for long-term learning success. This study recommends the importance of empathy-based leadership training for PAUD heads to create a more inclusive, responsive, and child-centered learning environment. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran kepemimpinan empatik dalam menciptakan lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang aman dan menyenangkan melalui pendekatan studi literatur. Kepemimpinan empatik merupakan gaya kepemimpinan yang menekankan pada pemahaman, perhatian, dan dukungan emosional terhadap seluruh elemen dalam satuan pendidikan, khususnya guru dan peserta didik. Kajian ini mengumpulkan dan mereview berbagai literatur ilmiah nasional dan internasional dalam lima tahun terakhir yang membahas tentang implikasi empati dalam kepemimpinan pendidikan, kesejahteraan tenaga pendidik, dan keamanan psikososial anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepala PAUD yang menerapkan kepemimpinan empatik mampu menciptakan iklim kerja yang suportif, meningkatkan kepuasan dan kinerja guru, serta membangun suasana pembelajaran yang positif, aman, dan bermakna bagi anak-anak. Lingkungan PAUD yang dikelola dengan empati tercermin dari hubungan interpersonal yang hangat, komunikasi terbuka, penghargaan terhadap perbedaan, serta penguatan nilai-nilai moral dan sosial dalam kegiatan harian. Kepemimpinan empatik juga mendorong keterlibatan orang tua dan komunitas dalam mendukung tumbuh kembang anak secara holistik. Dengan demikian, kepemimpinan empatik memiliki peran strategis dalam manajemen lembaga PAUD, tidak hanya untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, tetapi juga dalam menjamin kesejahteraan emosional anak sebagai dasar keberhasilan belajar jangka panjang. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pelatihan kepemimpinan berbasis empati bagi kepala satuan PAUD guna menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan anak
KEPEMIMPINAN ADAPTIF DALAM PAUD: MENJAWAB DINAMIKA SOSIAL DAN TEKNOLOGI Mariam, Siti; Suriansyah, Ahmad
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i1.6265

Abstract

Rapid social changes and the development of digital technology have brought new challenges and opportunities in the management of early childhood education (PAUD). This research aims to examine the concepts, strategies, challenges, and implications of adaptive leadership in the context of early childhood education in response to evolving social and technological dynamics. The method used is a literature study with a descriptive qualitative approach, based on analysis of reputable scientific journals, academic books, and relevant policy documents. The results of the study show that adaptive leadership in early childhood education is characterized by flexibility, collaboration, innovation, and the ability to respond quickly to change. Effective implementation strategies include technology-based teacher training, partnerships with parents and communities, and participatory governance. However, its implementation still faces obstacles such as limited digital infrastructure and low technological literacy. Theoretically, this study enriches the discourse of educational leadership by integrating the concepts of distribution leadership and adaptive governance. In practical terms, this study recommends the development of contextual, sustainable, and inclusive training policies and programs. These findings contribute to PAUD heads, policymakers, and researchers in creating a resilient and responsive leadership system in the digital age. ABSTRAK Perubahan sosial yang cepat dan perkembangan teknologi digital telah membawa tantangan dan peluang baru dalam pengelolaan pendidikan anak usia dini (PAUD). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, strategi, tantangan, serta implikasi kepemimpinan adaptif dalam konteks PAUD sebagai respons terhadap dinamika sosial dan teknologi yang terus berkembang. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, berdasarkan analisis terhadap jurnal ilmiah bereputasi, buku akademik, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil studi menunjukkan bahwa kepemimpinan adaptif dalam PAUD ditandai oleh fleksibilitas, kolaborasi, inovasi, serta kemampuan merespons perubahan dengan cepat. Strategi implementasi yang efektif meliputi pelatihan guru berbasis teknologi, kemitraan dengan orang tua dan masyarakat, serta tata kelola partisipatif. Namun, penerapannya masih menghadapi hambatan seperti keterbatasan infrastruktur digital dan rendahnya literasi teknologi. Secara teoretis, kajian ini memperkaya diskursus kepemimpinan pendidikan dengan mengintegrasikan konsep kepemimpinan distribusi dan tata kelola adaptif. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan pengembangan kebijakan dan program pelatihan yang kontekstual, berkelanjutan, dan inklusif. Temuan ini memberikan kontribusi bagi kepala PAUD, pembuat kebijakan, dan peneliti dalam menciptakan sistem kepemimpinan yang tangguh dan responsif di era digital.
EXPLORING CULTURALLY-BASED EDUCATIONAL GAMES TO HOLISTICALLY DEVELOP EARLY CHILDHOOD MOTOR AND LANGUAGE SKILLS Abrar, Muhammad; Maulana, Maulana
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i1.6357

Abstract

Early Childhood Education (ECE) is a critical stage in laying the foundation for a child’s holistic development, encompassing motor, language, social, and cognitive aspects. Play serves as an effective approach to ECE because it is enjoyable and naturally stimulates various domains of development. This study aims to explore the forms and contributions of educational games based on local culture in developing motor and language skills in early childhood. Using a qualitative approach with an exploratory-descriptive study design, the research was conducted in ECE institutions located in communities where local cultural heritage is still well-preserved. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using thematic analysis. The results show that traditional games such as engklek, congklak, jump rope, and role-playing based on folklore possess characteristics appropriate to children’s developmental stages namely active, collaborative, and easy to understand. These games effectively stimulate both gross and fine motor skills through varied physical activities, and enhance children's language abilities through dialogue, imitation of expressions, and social interaction during play. The findings highlight the importance of integrating culturally-based educational games into ECE as a pedagogical strategy that not only preserves cultural values but also supports holistic child development. ABSTRAK Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah tahap penting dalam membentuk dasar perkembangan anak secara menyeluruh. Permainan menjadi pendekatan efektif karena bersifat menyenangkan dan mampu menstimulasi aspek motorik, bahasa, sosial, dan kognitif secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk dan kontribusi permainan edukatif berbasis budaya lokal dalam mengembangkan kemampuan motorik dan bahasa anak usia dini secara holistik. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi eksploratif deskriptif, penelitian ini dilakukan pada lembaga PAUD yang berada di lingkungan dengan kekayaan budaya lokal yang masih terpelihara. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional seperti engklek, congklak, lompat tali, dan permainan peran dari cerita rakyat memiliki karakteristik yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, yaitu aktif, kolaboratif, serta mudah dipahami. Permainan ini terbukti mampu menstimulasi keterampilan motorik kasar dan halus melalui aktivitas fisik yang bervariasi, serta meningkatkan kemampuan bahasa anak melalui percakapan, peniruan ungkapan, dan interaksi sosial selama bermain. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi permainan berbasis budaya lokal dalam pembelajaran PAUD sebagai strategi pedagogis yang tidak hanya melestarikan nilai budaya, tetapi juga mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN RENANG BERBASIS PERMAINAN AIR DALAM MENINGKATKAN KOORDINASI MOTORIK ANAK USIA DINI Dewi, Komang Ayu Krisna; Indrawan, I Ketut Addy Putra; Juliartha, I Made Semarawima
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i1.6043

Abstract

The coordinative abilities of swimming extracurricular participants at SDN 1 Batuagung remain low, as indicated by uncoordinated movements, lack of enthusiasm, and the dominance of instructional methods that are not aligned with the characteristics of early childhood learners. This study aims to examine the effectiveness of a swimming learning approach based on water games in improving motor coordination in early childhood. A quantitative approach with a quasi-experimental one-group pretest-posttest design was used. The sample consisted of 15 children aged 6–8 years, selected purposively. The intervention was conducted over 4 weeks through 8 sessions of water games, such as swimming while catching balls, color obstacles, and relay swimming with movement variations. Data were collected using a standardized observation sheet with a 1–5 scale, validated by experts. The paired sample t-test results showed a significant improvement in all aspects of motor coordination, with an average score increase of +1.4 points (p < 0.05). In this study, we found that a swimming learning approach based on water games significantly improves motor coordination in early childhood in an enjoyable, adaptive, and developmentally appropriate manner. These findings offer an innovative contribution to the development of physical education learning models in primary schools. ABSTRAK Kemampuan koordinatif peserta ekstrakurikuler renang di SDN 1 Batuagung masih tergolong rendah, ditandai oleh gerakan yang tidak terkoordinasi, kurangnya antusiasme, serta dominasi metode instruksional yang kurang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pendekatan pembelajaran renang berbasis permainan air dalam meningkatkan koordinasi motorik anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu tipe one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 15 peserta ekstrakurikuler renang usia 6–8 tahun yang dipilih secara purposif. Intervensi dilakukan selama 4 minggu melalui 8 sesi permainan air seperti renang sambil menangkap bola, rintangan warna, dan relay variasi gerak. Instrumen pengukuran menggunakan lembar observasi terstandar berskala 1–5 yang telah divalidasi ahli. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan peningkatan signifikan pada semua aspek koordinasi motorik dengan rata-rata selisih skor +1,4 poin (p < 0,05). Dalam penelitian ini kami menemukan bahwa pendekatan pembelajaran renang berbasis permainan air secara signifikan meningkatkan koordinasi motorik anak usia dini secara menyenangkan, adaptif, dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Temuan ini menjadi kontribusi inovatif bagi pengembangan model pembelajaran PJOK di sekolah dasar.

Page 1 of 1 | Total Record : 8