cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
ISSN : 28094042     EISSN : 28094034     DOI : https://doi.org/10.51878/knowledge.v2i2
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh para guru, dosen, pakar, ilmuan praktisi dan umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 55 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 55 Documents clear
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS STARTER EM4 DALAM PROSES PEMBUATAN BIOGAS DARI BATANG POHON PISANG DAN KOTORAN HEWAN TERNAK Gunawan, Arik; Abidin, Asroful; Kosjoko, Kosjoko
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5779

Abstract

Indonesia's energy needs continue to increase every year while natural energy products are running low, for example energy products from fossils, such as coal, natural gas and oil. Transportation, business and electricity generation are the sectors that use the most energy so it can cause a scarcity of energy sources, one of which is natural gas which is used as cooking fuel, namely LPG for the community, for this reason a solution is being sought by using renewable energy sources, namely biogas. Biogas is a gas produced by microorganisms that decompose organic matter under rare anaerobic conditions or through the fermentation process of organic waste using a biodigester. In this research, the materials used were banana tree trunks, cow, goat dung and EM4 which were varied by 0%, 10%, 15% and 20% by testing the role of EM4 on biogas production which included pH, gas volume, gas composition and flame quality. The results of this research are that the pH variation of EM4 15% is considered ideal, namely 6.5 – 7.0, for the highest gas volume, namely 6801.60 cm3, has a gas composition of Oxygen (O2) 6.0%, Hydrogen Sulfide (H_2 S) 379 ppm, Carbon Dioxide (CO_2) 1 ppm, Methane (CH_4) 665 ppm and the flame quality is blue. ABSTRAKKebutuhan energi Indonesia terus meningkat setiap tahunnya sementara hasil energi alam semakin menipis, contoh hasil energi dari fosil, seperti batu bara, gas bumi, dan minyak. Transportasi, bisnis, dan pembangkit listrik adalah sektor yang paling banyak menggunakan energi sehingga dapat menyebabkan kelangkaan seumber energi salah satunya gas bumi yang digunakan sebagai bahan bakar memasak yaitu LPG bagi masayarakat, untuk itu dicarikan solusi dengan menggunakan sumber energi yang dapat diperbaruhi yaitu biogas. Biogas adalah gas yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang mengurai bahan organik pada kondisi anaerob yang langka atau melalui proses fermentasi limbah organik menggunakan biodigester. Pada penelitian ini bahan yang digunakan yaitu batang pohon pisang, kotoran sapi, kambing dan EM4 yang divariasikan 0%,10%,15% dan 20% dengan menguji peran EM4 terhadap produksi biogas yang meliputi pH, volume gas, komposisi gas dan kualitas nyala api. Hasil penelitian ini yaitu pada pH variasi EM4 15% tergolong ideal yaitu 6.5 – 7.0, untuk volume gas tertinggi yaitu 6801.60 cm3, memiliki komposisi gas Oksigen ( O2 ) 6,0%, Hydrogen Sulfida ( ) 379 ppm, Karbon Dioksida ( ) 1 ppm, Methana ( ) 665 ppm dan kualitas nyala api bewarna biru.
PERANCANGAN KONSTRUKSI PENAHAN LONGSORAN DENGAN MENGGUNAKAN ALTERNATIF KONSTRUKSI GEOTEXTILE WALL Misnawati, Misnawati; Lianto, Wira
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5780

Abstract

The collapse of the slopes and the widening of river bodies in Tepian street Tabalong district often occurs due to the high rainfall factor causing the water coming from the rain to give pressure and seep into the soil that makes the water cavity bigger, so the coherency between the grains of the soil decreases and causes the capability of the ground against shear is reduced. One of the alternatives to prevent the problem is using the Geotextile Wall design construction that serves to hold the grain of soil and slope collapse. This design requires data of water level and soil mechanics. Water elevation data is used to determine the highest water level, then soil mechanical data will be processed by manual analysis and application aid with Geostudio 2012 and PLAXIS 8.2 to obtain soil stability based on the highest water level in the form of safety factor of 1,5. With two types of heaps, the first type uses a heap of lateritic soil and the second type using a heap of granular soil. Based on the results of calculation analysis used first type model with safety factor 13,892 to overtuning, 3,612 to sliding and 6,62 to the foundation failure for manual analysis. While the safety factor with the help of the application Geostudio 2012 amounted to 2,599 against landslide and with the help of PLAXIS 8.2 application is 1,6991 to against landslide. Total cost required of Rp 4,598,372,000.00. ABSTRAKKeruntuhan lereng dan pelebaran badan sungai di Jalan Tepian Kabupaten Tabalong sering terjadi karena faktor curah hujan yang tinggi mengakibatkan air yang berasal dari hujan memberikan tekanan dan merembes ke dalam tanah yang membuat rongga air semakin besar, sehingga lekatan antar butir tanah berkurang dan menyebabkan kemapuan tanah melawan geser berkurang. Salah satu alternatif untuk mecegah masalah tersebut digunakan perancangan menggunakan konstruksi Geotextile Wall yang berfungsi untuk menahan butiran tanah dan keruntuhan lereng. Perancangan ini memerlukan data elevasi muka air dan mekanika tanah. Data elevasi muka air digunakan untuk mengetahui ketinggian muka air tertinggi, selanjutnya data mekanika tanah akan diolah dengan cara analisis manual dan bantuan aplikasi Geostudio 2012 serta PLAXIS 8.2 untuk memperoleh stabilitas tanah berdasarkan ketinggian muka air tertinggi berupa angka keamanan sebesar 1,5. Dengan dua tipe timbunan, tipe pertama menggunakan timbunan berupa tanah laterit dan tipe kedua menggunakan timbunan berupa tanah granular. Berdasarkan hasil analisis perhitungan digunakan permodelan tipe pertama dengan angka keamanan 13,892 terhadap guling, 3,612 terhadap geser dan 6,62 terhadap daya dukung untuk analisis manual. Sedangkan angka keamanan dengan bantuan aplikasi Geostudio 2012 sebesar 2,599 terhadap kelongsoran dan dengan bantuan aplikasi PLAXIS 8.2 sebesar 1,6991 terhadap kelongsoran. Total biaya yang diperlukan sebesar Rp 4.598.372.000,00.
PENATAAN PULAU KECIL DENGAN KONSEP EKOWISATA DI PULAU PASUMPAHAN Prafitri, Resky; Kesaulya, Hertine Megiestri; Aswad, Wa Ode Sitti Jurianti
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5781

Abstract

Pasumpahan Island in Padang City has great potential as an ecotourism destination, but its unplanned development risks causing environmental degradation and conflicts over space use. Careful planning is needed to align tourism activities with long-term conservation efforts. Therefore, this study aims to analyze the potential and biophysical carrying capacity of the island and formulate a spatial planning concept based on sustainable ecotourism principles. This study uses a descriptive method with a spatial analysis approach. The research stages include site analysis to identify physical characteristics, analysis of regional carrying capacity to determine development capacity limits, and analysis of the application of ecotourism principles in the local context. The results of the study produced a spatial planning concept that divides Pasumpahan Island into three main zones: a conservation zone to protect coastal ecosystems and vegetation; a buffer zone as a center for controlled ecotourism activities such as environmental education; and a service zone concentrated on environmentally friendly accommodation and supporting facilities. This concept is designed based on the pillars of ecotourism, namely conservation, empowerment of the local community economy, and increasing environmental awareness for tourists. It is concluded that the application of this zoning model is a crucial integrative strategy to optimize the tourism potential of Pasumpahan Island in a sustainable manner. ABSTRAKPulau Pasumpahan di Kota Padang memiliki potensi besar sebagai destinasi ekowisata, namun pengembangannya yang belum terencana berisiko menimbulkan degradasi lingkungan dan konflik pemanfaatan ruang. Diperlukan sebuah perencanaan yang matang untuk menyelaraskan aktivitas pariwisata dengan upaya konservasi jangka panjang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan daya dukung biofisik pulau serta merumuskan konsep penataan ruang berbasis prinsip ekowisata berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis spasial. Tahapan penelitian meliputi analisis tapak untuk mengidentifikasi karakteristik fisik, analisis daya dukung kawasan untuk menentukan batas kapasitas pengembangan, serta analisis penerapan prinsip-prinsip ekowisata pada konteks lokal. Hasil penelitian menghasilkan konsep penataan ruang yang membagi Pulau Pasumpahan menjadi tiga zona utama: zona konservasi untuk melindungi ekosistem pesisir dan vegetasi; zona penyangga sebagai pusat kegiatan ekowisata terkendali seperti edukasi lingkungan; serta zona pelayanan yang terkonsentrasi untuk akomodasi dan fasilitas pendukung ramah lingkungan. Konsep ini dirancang berdasarkan pilar ekowisata, yaitu konservasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, serta peningkatan kesadaran lingkungan bagi wisatawan. Disimpulkan bahwa penerapan model zonasi ini merupakan strategi integratif yang krusial untuk mengoptimalkan potensi wisata Pulau Pasumpahan secara berkelanjutan.
ANALISIS PENGUNGKAPAN BIAYA LINGKUNGAN PADA PERUMDAM MUARA TIRTA KOTA GORONTALO Rosmiati, Rosmiati; Mahdalena, Mahdalena; Lukum, Amir
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5833

Abstract

This study aims to analyze the disclosure of environmental costs at PERUMDAM Muara Tirta, Gorontalo City. The background of this research is the low transparency and accountability regarding environmental costs, which have not been disclosed in a structured manner. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results show that PERUMDAM Muara Tirta has not implemented a structured environmental accounting system. Costs related to the environment, such as source water maintenance, waste management, and chemical usage, are still combined within operational expenses without specific classification as environmental costs. Furthermore, the company does not have a dedicated report on waste management and lacks adequate wastewater treatment installation (IPAL). The main obstacles faced are the absence of clear regulations or environmental accounting standards and the limited human resources knowledgeable in environmental accounting. This study recommends the development of an environmental accounting system and the preparation of separate environmental cost reports to improve the company’s transparency and accountability regarding environmental impacts, as well as to provide more accurate information to stakeholders. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengungkapan biaya lingkungan pada PERUMDAM Muara Tirta Kota Gorontalo. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya transparansi dan akuntabilitas terhadap biaya lingkungan yang belum diungkapkan secara terstruktur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PERUMDAM Muara Tirta belum menerapkan sistem akuntansi lingkungan secara terstruktur. Biaya-biaya yang berkaitan dengan lingkungan, seperti pemeliharaan sumber air, pengelolaan limbah, dan penggunaan bahan kimia, masih digabungkan dalam beban operasional tanpa klasifikasi khusus sebagai biaya lingkungan. Selain itu, perusahaan belum memiliki laporan khusus mengenai pengelolaan limbah dan belum dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang memadai. Hambatan utama yang dihadapi adalah belum adanya regulasi atau standar akuntansi lingkungan yang jelas serta keterbatasan sumber daya manusia yang memahami akuntansi lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengembangan sistem akuntansi lingkungan dan penyusunan laporan biaya lingkungan secara terpisah agar transparansi dan akuntabilitas perusahaan terhadap dampak lingkungan dapat ditingkatkan, serta memberikan informasi yang lebih akurat kepada para pemangku kepentingan.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENERTIBAN HEWAN TERNAK DI DESA BILATO KECAMATAN BILATO KABUPATEN GORONTALO Humonggio, Reymansyah; Djaafar, Lucyanee; Hamim, Udin
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5847

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the local government policy of Gorontalo Regency regarding the control of free-roaming livestock in Bilato Village and to identify the factors that hinder its execution. The issue of stray livestock not only disrupts public order but also damages residents’ crops and poses risks to road users. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through field observations, in-depth interviews with government officials and community members, as well as documentation of relevant policies. The findings reveal that although the policy is legally established through Regional Regulation No. 4 of 2014, its implementation remains suboptimal. Several obstacles were identified, including weak legal structures at the village level, the absence of supporting Village Regulations (Perdes), low public legal awareness, limited human and financial resources, and poor coordination among implementing agencies. The study recommends strengthening local regulations, enhancing public legal education, and ensuring adequate resource support to facilitate effective and sustainable livestock control. Furthermore, collaboration between the Civil Service Police Unit (Satpol PP) and village governments needs to be improved to enhance on-site monitoring and enforcement. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo dalam penertiban hewan ternak yang berkeliaran di Desa Bilato serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat pelaksanaannya. Masalah hewan ternak lepas tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga merusak tanaman warga dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan aparat pemerintah dan masyarakat, serta dokumentasi kebijakan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan penertiban telah tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2014, tetapi implementasinya belum maksimal. Hambatan yang dihadapi meliputi lemahnya struktur hukum di tingkat desa, belum tersusunnya Peraturan Desa (Perdes) pendukung, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, terbatasnya sumber daya manusia dan anggaran, serta kurangnya koordinasi antarinstansi pelaksana. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan regulasi lokal, peningkatan sosialisasi hukum secara masif, serta dukungan sumber daya yang memadai agar penertiban hewan ternak dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Kolaborasi antara Satpol PP dan pemerintah desa juga perlu ditingkatkan guna memperkuat pengawasan di lapangan.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KEPALA KELUARGA DALAM PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA MELALUI PROGRAM BUNDA PUSPA Faqihatin, Faqihatin; Faizah, Nur; Ainiyah, Maslakhatul
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5876

Abstract

The government plays a vital role in addressing women's issues, particularly for women heads of households who bear dual responsibilities as both caretakers and breadwinners. One strategic effort is the implementation of the Bunda Puspa Program, which is part of the 2021–2026 development plan of Gresik Regency. This program aims to increase household income, strengthen psychological and social resilience through gender equality and child rights fulfillment, and promote women's economic independence through skills training. This study aims to analyze the empowerment strategies for women in improving family economic conditions through the Bunda Puspa Program in Bungah Village. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observations, interviews, and documentation involving five women heads of households as informants. The study revealed four key findings: (1) active participation of women in the program; (2) the need for continuity in program implementation; (3) the importance of needs-based empowerment and strengthening of social networks; and (4) the uneven dissemination of the program across community levels. In the future, it is hoped that this empowerment strategy will be implemented sustainably, accompanied by intensive mentoring, so that women heads of households can become increasingly empowered and economically self-reliant. ABSTRAK Pemerintah memiliki peran penting dalam mengatasi persoalan perempuan, khususnya perempuan kepala keluarga yang memikul peran ganda sebagai pengelola rumah tangga dan pencari nafkah. Salah satu upaya strategis dilakukan melalui Program Bunda Puspa, bagian dari rencana pembangunan Kabupaten Gresik 2021–2026. Program ini bertujuan meningkatkan pendapatan keluarga, memperkuat ketahanan psikologis dan sosial melalui kesetaraan gender serta pemenuhan hak anak, dan mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui pelatihan keterampilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemberdayaan perempuan dalam peningkatan ekonomi keluarga melalui Program Bunda Puspa di Desa Bungah. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap lima perempuan kepala keluarga sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama: (1) partisipasi aktif perempuan dalam program; (2) perlunya kesinambungan pelaksanaan program; (3) pentingnya pemberdayaan berbasis kebutuhan dan penguatan jejaring sosial; dan (4) belum meratanya sosialisasi program di seluruh lapisan masyarakat. Ke depan, diharapkan strategi pemberdayaan ini dapat dijalankan secara berkelanjutan dengan pembinaan intensif, agar perempuan kepala keluarga semakin berdaya dan mandiri secara ekonomi.
ANALISIS SISTEM BAGI HASIL USAHA BAGAN PERAHU DI DESA KATIALADA KABUPATEN GORONTALO UTARA Yusuf, Yulinda; Panigoro, Citra; Baruadi, Alfi; Habibie, Ainsyah; Djamil, Chaniar
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5946

Abstract

This study aims to analyze the financial aspects and partnership system in the lift net fishing business (bagan perahu) in Katialada Village, North Gorontalo Regency. The main focus of this research includes calculating the average investment cost, business revenue and profit, analyzing the applied profit-sharing system, and evaluating the payback period of the investment. The research was conducted from February to June 2025 using a survey method. Data collection was carried out through structured questionnaires supplemented with direct interviews with fishermen and lift net owners as respondents. The collected data were analyzed using income and profit analysis as well as the payback period calculation method. The results showed that the average investment cost was Rp329,367,391, with an average business revenue of Rp38,956,521.74 per fishing period, and a net profit for the business owner of Rp19,478,260.87. The profit-sharing system implemented in the lift net business in Katialada Village is 50:50 between the capital owner and the fishermen. Based on the calculations, this business falls into the category of medium-term investment return, indicating that investing in lift net fishing is quite feasible for medium-term profitability. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek finansial dan sistem kemitraan dalam usaha perikanan bagan perahu di Desa Katialada, Kabupaten Gorontalo Utara. Fokus utama penelitian meliputi perhitungan nilai rata-rata biaya investasi, penerimaan dan keuntungan usaha, analisis sistem bagi hasil yang diterapkan, serta evaluasi waktu pengembalian modal (payback period). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2025 dengan menggunakan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disusun secara terstruktur dan dilengkapi dengan wawancara langsung kepada nelayan dan pemilik usaha bagan perahu sebagai responden. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan pendekatan analisis pendapatan dan keuntungan usaha serta metode perhitungan payback period. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya investasi sebesar Rp329.367.391, dengan rata-rata penerimaan usaha sebesar Rp38.956.521,74 per periode tangkapan, dan keuntungan bersih yang diperoleh pemilik usaha sebesar Rp19.478.260,87. Sistem bagi hasil yang diterapkan pada usaha bagan perahu di Desa Katialada adalah 50:50 antara pemilik modal dan nelayan. Berdasarkan perhitungan, usaha ini termasuk dalam kategori usaha dengan tingkat pengembalian modal sedang, yang menunjukkan bahwa investasi pada usaha bagan perahu cukup layak dilakukan dalam jangka menengah.
ANALISIS PROBLEMATIKA PROSES PEMBELAJARAN IPA DI SD Anggreni, Yesa; Abdullah, Gamar; Husain, Feby Angriani; Kalui, Sapna Nursakia S.; Khairunnisa, Siti Khumaira; Haleda, Hawadira; Baraka, Faniramadani H.
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.6026

Abstract

This study aims to identify and analyze the problems faced in teaching Natural Sciences (IPA) in elementary schools, particularly in terms of limited infrastructure, the quality of the learning process, and the solutions implemented by teachers. A qualitative research approach was used, employing observation and interviews with several elementary school teachers. The findings reveal that science learning facilities in most elementary schools are still very limited, leading to low student engagement in practical activities and poor understanding of scientific concepts. Teachers attempt to address these limitations by using simple, self-made teaching aids, though such solutions have not proven fully effective. Support from school principals and external assistance programs remains temporary and unsustainable. These findings are supported by constructivist theory and cognitive development theory, both of which emphasize the importance of hands-on experiences in the learning process. The study recommends systematic attention from the government and schools in providing adequate facilities and teacher training to support active and meaningful science education. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis problematika pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah dasar, khususnya dari aspek keterbatasan sarana prasarana, kualitas proses pembelajaran, dan solusi yang diterapkan guru. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara terhadap beberapa guru dan kepala sekolah di SDN No. 64 Kota Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas pembelajaran IPA di sekolah tersebut masih sangat terbatas, yang berdampak pada rendahnya keterlibatan siswa dalam kegiatan praktik dan pemahaman konsep IPA. Guru berupaya mengatasi keterbatasan ini dengan menggunakan media sederhana buatan sendiri, namun solusi tersebut belum sepenuhnya efektif. Dukungan kepala sekolah dan program bantuan dari luar masih bersifat sementara dan belum berkelanjutan. Temuan ini diperkuat oleh teori konstruktivisme dan teori perkembangan kognitif yang menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan adanya perhatian sistematis dari pemerintah dan pihak sekolah dalam penyediaan fasilitas serta pelatihan guru untuk mendukung pembelajaran IPA yang aktif dan bermakna.
ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN IPA SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN DI SD NEGERI Abdullah, Gamar; Karim, Melsi Alinda; Lunggela, Futriwin B.; Hamzah, Desiyanti; Lumentut, Femmy; Durand, Wofik Safitri
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.6027

Abstract

This study focuses on analyzing the utilization of learning media in science subjects, especially for grade V students. This research uses a qualitative approach with descriptive methods with observation techniques and interviews with several teachers and principals at SDN No. 67 Kota Timur. The results showed that the use of learning media can create a pleasant learning experience for students and is oriented towards achieving the learning objectives that have been set. The findings show that the use of science media is generally good and can increase students' interest in learning, especially those who prefer concrete media. However, the study also identified some significant challenges, such as difficulties in understanding the material by some students who are influenced by family factors, the dependence of media implementation on teacher creativity and responsibility, with the dominance of video use and the lack of self-generated media, as well as the less than optimal utilization of media by all teachers and the lack of cooperation between schools in media procurement. Therefore, strategic steps are needed from the school to improve teacher competence in the effective use of media. ABSTRAKStudi ini berfokus pada analisis pemanfaatan media pembelajaran dalam mata pelajaran IPA, khususnya untuk siswa kelas V SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dengan teknik observasi dan wawancara terhadap beberapa guru dan kepala sekolah di SDN No. 67 Kota Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran dapat menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa dan berorientasi pada pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan media IPA umumnya baik dan dapat meningkatkan minat belajar siswa, terutama yang lebih menyukai media konkret. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan signifikan, seperti kesulitan dalam memahami materi oleh sebagian siswa yang dipengaruhi oleh faktor keluarga, ketergantungan implementasi media pada kreativitas dan tanggung jawab guru, dengan dominasi penggunaan video dan minimnya media yang dihasilkan sendiri, serta kurang optimalnya pemanfaatan media oleh semua guru dan kurangnya kerjasama antar sekolah dalam pengadaan media. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis dari pihak sekolah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam penggunaan media secara efektif.
ANALISIS IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN IPA DALAM MERDEKA BELAJAR DI SEKOLAH DASAR Utari, Ni Kadek Sri; Abdullah, Gamar; Lasimpala, Aliya Ningsi; Pade, Amanda Erika; Uloli, Tri Mulyanny; Asmu, Anggie Libya Fatihah; Ayudia, Frizki
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.6028

Abstract

This study examines the implementation of the Natural Sciences (IPA) learning model and the application of the Merdeka Belajar concept in class V of SDN 3 Kabila. The purpose of this study was to analyze the implementation of the IPA learning model, especially Project-Based Learning (PjBL), and its integration with the values ??in the Merdeka Belajar concept in class V students at SDN 3 Kabila. The method used in this study is a qualitative approach with a case study type carried out in class V of SDN 3 Kabila in the 2024/2025 academic year. Data collection in this study was carried out through semi-structured interviews with class V teachers and vice principals to obtain an overview of the implementation of science learning in the school. The results of the study show that the Project-Based Learning model is the main choice in science learning. This model is able to integrate the main values ??in the Pancasila Student Profile, such as critical and creative reasoning skills, independence, mutual cooperation, tolerance, and increased religiosity. The positive impact of the implementation of PjBL can be seen from the enthusiasm and activeness of students in participating in project-based learning. From the results of this study, it can be concluded that the implementation of the PjBL-based science learning model supports the concept of Independent Learning and contributes to improving the quality of science learning at SDN 3 Kabila. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji implementasi model pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) serta penerapan konsep Merdeka Belajar di kelas V SDN 3 Kabila. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan model pembelajaran IPA, khususnya Project-Based Learning (PjBL), serta integrasinya dengan nilai-nilai dalam konsep Merdeka Belajar pada siswa kelas V di SDN 3 Kabila. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan di kelas V SDN 3 Kabila pada tahun ajaran 2024/2025. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan guru kelas V dan wakil kepala sekolah untuk memperoleh gambaran implementasi pembelajaran IPA di sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Project-Based Learning menjadi pilihan utama dalam pembelajaran IPA. Model ini mampu mengintegrasikan nilai-nilai utama dalam Profil Pelajar Pancasila, seperti kemampuan bernalar kritis dan kreatif, kemandirian, gotong royong, sikap toleransi, serta peningkatan religiusitas. Dampak positif dari penerapan PjBL terlihat dari antusiasme dan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran berbasis proyek. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran IPA berbasis PjBL mendukung konsep Merdeka Belajar dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran IPA di SDN 3 Kabila.