cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
ISSN : 28094042     EISSN : 28094034     DOI : https://doi.org/10.51878/knowledge.v2i2
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh para guru, dosen, pakar, ilmuan praktisi dan umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 48 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 48 Documents clear
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA TINTA GURITA (Octopoda sp) DI KABUPATEN FLORES TIMUR Prada, Maria Noralista; Tukan, Maria Magdalena Nona Motu; Peni, Donata
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.7010

Abstract

Octopuses are mollusks that live on coral reefs. Octopuses (Octopoda sp.) have a unique characteristic: an ink sac that produces a thick, black liquid that serves as a defense and resistance against enemy attack. This study aims to determine the antioxidant activity of octopus ink in East Flores Regency. The implementation of this research began with taking octopus ink samples at PT. Biru Muda Perkasa then prepared in the Fisheries Product Technology processing room of the Larantuka Teacher Training and Technology Institute and extracted using 70% Ethanol solvent. The extraction results were then tested for antioxidant activity using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method which was expressed as an IC50 value (the concentration at which the sample can inhibit DPPH by 50%). The results showed that the antioxidant activity obtained in the 70% ethanol extract sample was 435.8 ppm, this result was obtained through calculations using a linear regression equation, namely y = 0.1031x + 5.0682. The results above indicate that the activity of the octopus ink ethanol extract is classified as weak activity. ABSTRAKGurita merupakan hewan mollusca yang habitatnya pada terumbu karang. Gurita (Octopoda sp) memiliki karakteristik yang unik yaitu adanya kantung tinta yang menghasilkan tinta pekat berupa cairan berwana hitam  yang berfungsi sebagai benteng pertahanan dan perlawanan ketika diserang musuh. Penelitian ini bertujuan untuk  untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada tinta gurita di Kabupaten Flores Timur. Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pengambilan sampel tinta gurita di PT. Biru Muda Perkasa kemudian di preparasi diruang pengolahan Teknologi Hasi Perikanan Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka dan diekstraksi menggunakan pelarut Etanol 70%. Hasil ekstrasi selanjurnya diuji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) yang dinyatakan dengan nilai IC50 (konsentrasi dimana sampel dapat menghambat DPPH sebanyak 50%). Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas antioksidan yang diperoleh pada sampel ekstrak etanol 70% adalah 435,8 ppm, hasil ini di peroleh melalui perhitungan yang menggunakan persamaan regresi linear yaitu y = 0,1031x + 5,0682. Hasil diatas menunjukan aktivitas ektrak etanol tinta gurita tergolong dalam aktivitas lemah.
SITOKSISITAS DAN IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIF PADA IKAN BUNTAL (Tetraodon lunaris) DI PERAIRAN TIWATOBI Derosari, Bernadete Dian; Tukan, Maria Magdalena N. M.; Batafor, Yosephina M.J.
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.7019

Abstract

Pufferfish are a species known for their toxic content, tetraodotoxin (TTX). Tetrodotoxin levels in pufferfish are influenced by their habitat and diet. This study aimed to analyze the cytotoxicity and identify active compounds in pufferfish in the waters of Tiwatobi Village. This research began with sampling in the waters of Tiwatobi Village, then the samples were prepared in the Fisheries Product Technology processing room, Larantuka Teacher Training and Technology Institute. The samples were extracted with 75% ethanol using the maceration method. The extracted samples were analyzed for cytotoxicity using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. Furthermore, the active compounds in the pufferfish ethanol extract were identified using GC-MS. The results of the study showed the cytotoxicity of pufferfish extract, expressed as an LC50 value of 49.479 ppm, which is categorized as moderately toxic. Compound analysis using GC-MS revealed 10 active compounds, consisting of: Ethyl Acetate, Di-n-propyl ether, Propane, 1-ethoxy-2-methyl, Propanoic acid- ethyl ester, Disulfide- dimethyl, Dimethyl Sulfoxide, S-Methyl methanethiosulfinate, Cyclotetrasiloxane- octamethyl, S-Methyl methanethiosulphonate dan Cyclopentasiloxane, decamethyl-. ABSTRAKIkan buntal merupakan spesies ikan yang terkenal dengan kandungan racunnya yaitu tetraodotoksin (TTX). kandungan tetrodotoksin yang terdapat pada ikan buntal dipengaruhi oleh hábitat dan makanannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sitotoksisitas dan itentifikasi senyawa aktif pada ikan buntal di perairan Desa Tiwatobi. Penelitian ini diawali dengan pengambilan sampel diperairan Desa Tiwatobi, selanjutnya sampel di preparasi di ruang pengolahan Teknologi Hasil Perikanan, Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka. Sampel di ekstraksi dengan etanol 75% menggunakan métode maserasi. Sampel hasil ekstraksi di análisis sitotoksisitasnya dengan métode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Selanjutnya identifikasi senyawa aktif pada ekstrak etanol ikan buntal menggunakan GC-MS. Hasil penelitian menunjukan sitotoksisisitas ekstrak ikan buntal yang dinyatakan dengan nilai LC50 yaitu sebesar 49,479 ppm, yang masuk dalam kategori cukup toksik. Data hasil analisi senyaw menggunakan GC-MS ditemukan 10 senyawa aktif yang terdiri dari: Ethyl Acetate, Di-n-propyl ether, Propane, 1-ethoxy-2-methyl, Propanoic acid- ethyl ester, Disulfide- dimethyl, Dimethyl Sulfoxide, S-Methyl methanethiosulfinate, Cyclotetrasiloxane- octamethyl, S-Methyl methanethiosulphonate dan  Cyclopentasiloxane, decamethyl-.
PENERAPAN LEAN HOSPITAL MANAGEMENT UNTUK OPTIMALISASI WAKTU TUNGGU OBAT DI APOTEK RSUD MAS AMSYAR KASONGAN Paulina, Agnes Nissa; Nina, Nina
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.7026

Abstract

Long waiting times for medicines in hospital pharmacies remain a major challenge in Indonesia. At Mas Amsyar Kasongan General Hospital, the average waiting time was 38 minutes for ready-to-dispense medicines and 73 minutes for compounded medicines, exceeding the National Quality Indicator standard (?30 minutes for non-compounded and ?60 minutes for compounded). This issue lowered outpatient satisfaction to 65% (target: 80%) and generated around 25 monthly complaints. This study aimed to evaluate the effectiveness of Lean Hospital Management in reducing dispensing time at the hospital pharmacy. The research applied an action research design with a mixed-methods approach over 3–4 months, involving 14 pharmacy staff and 30 patients. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics and comparative tests, while qualitative data were examined through thematic analysis. The intervention produced significant improvements: average waiting time decreased from 15–20 minutes to 3–5 minutes, compliance with national standards increased from 60% to 96%, and patient satisfaction rose, with 56.7% reporting satisfaction and 26.7% moderate satisfaction. Waste identification revealed five major categories—overproduction, waiting, overprocessing, defects, and transportation—with dominant causes including limited human resources, slow computer systems, and excessive patient volume. In conclusion, Lean Hospital Management proved effective in optimizing medicine waiting times, with success strongly supported by managerial commitment, staff engagement, and improved technological infrastructure. ABSTRAKWaktu tunggu obat di instalasi farmasi masih menjadi persoalan utama di banyak rumah sakit di Indonesia. Di RSUD Mas Amsyar Kasongan, rata-rata waktu tunggu obat jadi 38 menit dan racikan 73 menit, melampaui standar Indikator Mutu Nasional (?30 menit untuk non-racikan dan ?60 menit untuk racikan). Kondisi ini berdampak pada rendahnya kepuasan pasien rawat jalan (65% dari target 80%) serta munculnya 25 komplain per bulan. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas penerapan Lean Hospital Management dalam mempercepat pelayanan obat di apotek rumah sakit. Desain penelitian menggunakan action research dengan pendekatan campuran (kuantitatif dan kualitatif) selama 3–4 bulan, melibatkan 14 staf apotek dan 30 pasien. Data kuantitatif dianalisis dengan statistik deskriptif dan uji komparatif, sedangkan data kualitatif menggunakan analisis tematik. Hasil intervensi menunjukkan perbaikan signifikan: rata-rata waktu tunggu menurun dari 15–20 menit menjadi 3–5 menit, kepatuhan terhadap standar mutu meningkat dari 60% menjadi 96%, serta tingkat kepuasan pasien naik dengan 56,7% menyatakan puas dan 26,7% cukup puas. Identifikasi pemborosan mencakup lima kategori utama, yaitu overproduction, waiting, overprocessing, defects, dan transportation, dengan faktor dominan berupa keterbatasan SDM, lambatnya sistem komputer, dan tingginya beban pasien. Kesimpulannya, Lean Hospital Management efektif menekan waktu tunggu obat dan keberhasilannya sangat bergantung pada dukungan manajerial, keterlibatan tenaga farmasi, serta perbaikan infrastruktur teknologi.
IDENTIFIKASI BAKTERI Staphylococus Pettenconferi PADA IKAN TUNA (Thunus sp) ASAP DI LARANTUKA KABUPATEN FLORES TIMUR Ernawati, Maria; Tukan, Maria Magdalena N. M.; Larantukan, Karolus Banda
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.7029

Abstract

Tuna is one of the abundant fishery resources in East Flores Regency. Tuna is a food ingredient that is easily damaged, this is due to the high water content in fish. To prevent spoilage, fish will be processed into products. One processing technique is smoking. The smoking process is a physical preservation process that is well known in the people of East Flores. Tuna was chosen in the smoking process because this fish has red meat that is rich in nutritional value. The study aimed to identify bacteria in smoked tuna fish which was carried out in September 2024, in the Fishery Product Technology Processing Room and continued with the identification of Staphylococcus pettenconferi bacteria at the NTT Provincial Health Laboratory UPTD. Tuna (Thunnus sp) samples were added with garlic, table salt, and lime. Identification of Staphylococcus sp was tested using the TPC (Total Plate count) method. The identification results showed the presence of Staphylococcus bacteria of the Pettenconferi type in tuna fish samples (Thunnus sp) in Larantuka, East Flores Regency. ABSTRAKIkan tuna merupakan salah satu jenis sumber daya perikanan yang melimpah di kabupaten flores timur. Ikan tuna merupakan bahan pangan yang mudah mengalami kerusakan, hal ini dikarenakan kadar air yang tinggi pada ikan. Untuk mencegah pembusukan, ikan akan diolah menjadi produk. Salah satu teknik pengolahan yaitu pengasapan. Proeses pengasapan merupakan satu proses pengawetan secara fisika yang sudah dikenal di masyarakat Flores Timur. Pemilihan ikan tuna dalam pembutan proses pengasapan di karenakan ikan ini memiliki daging merah yang kaya akan nilai gizinya. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri ikan tuna asap yang dilaksanakan pada bulan september 2024, diruang Pengolahan Teknologi Hasil Perikanan dan dilanjudkan identifikasi bakteri Staphylococcus pettenconferi di UPTD Laboraturium Kesehatan Provinsi NTT. Sampel ikan tuna (Thunnus sp) yaitu penambahan bawang putih, garam dapur, dan jeruk nipis. identifikasi Staphylococcus sp diuji dengan menggunakan metode TPC (Total Plate count). Hasil identifikasi menunjukan adanya cemaran bakteri Staphylococcus jenis Pettenconferi pada sampel ikan tuna (Thunnus sp) dilarantuka kabupaten flores timur.
IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIF LAMUN Enhalus acoroides DI PERAIRAN PASIR PUTIH PANTAI BESAR KABUPATEN FLORES TIMUR Betan, Alfons Aldison Erick; Tukan, Maria Magdalena N. M.; Peni , Donata
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.7030

Abstract

One of the water areas that has extensive seagrass beds is the white sand beach "Pantai Besar" which is located in Pantai Besar Village, East Flores Regency. The benefits of Sea Seagrass are very broad, including, among other things, fish egg spawning places, as a bioinductor for water quality, as well as utilization. bioactive compounds as medicines. Sea grass Enhalus acoroides also contains alkaloids, flavonoids, saponins and steroids. Therefore, there is a need for research related to the identification of active compounds found in seagrass in the waters of Pantai Besar, Pantai Besar Subdistrict, East Flores Regency. The aim of this research is to determine the active compounds found in Enhalus acorodes seagrass in the Pasir Putih waters of Pantai Besar, East Flores Regency, NTT. This type of research includes experiments supported by literature. The seagrass Enhalus acoroides used in this research was dried by airing it indoors without being exposed to direct sunlight. The results of drying the sea seagrass Enhalus acoroides were macerated using ethanol solvent then calculated with the yield value, then the sea seagrass ethanol extract sample was analyzed using GC-MS with type Qmicro QAA 842. The results showed that the identification of the active compound Enhalus acorpides using the GC-MS instrument produced 17 compounds. Active in the seagrass Enhalus acoroides, namely: Dimethyl Sufoxide, Carbonic acid butyl pentadecyl ester, Neophytadiene, Hexadecanoic acid, methy ester,Benzenepropanoic acid, 3,5-bis (1,1-dimethylethyl)  -4-hydroxy-, methyl ester, n-Hexadecanoic acid, Carbonic acid, heptadecyl propyl ester, Oleic Acid, Phytol, Cyclohhexane, 1-(1,5-dimethylhexyl) -4-(4- methylpentyl)-, 2-piperidinone, N-[4-bromo-n-butyl]-, 1-Octadecene, Cis-1-Chloro-9-octadecene, Hexadecanoic acid, bis (2-ethylhexyl) ester, 1H-Indole,1-methyl-2-phenyl-, Bis (2-ethylhexyl) phthalate, 2- (4-Methox-phenyl) -2-methyl-propionic acid methyl ester. ABSTRAKLamun laut memiliki kontribusi secara ekologi dalam meningkatkan kekayaan dan kelimpahan jenis organisme lain seperti ikan, invertebrata dan tumbuhan efifit. Salah satu daerah perairan yang memiliki padang lamun yang luas yaitu pantai pasir putih “Pantai Besar” yang terletak di Kelurahan Pantai Besar, Kabupaten Flores Timur. Manfaat lamun laut sangat luas, antara lain meliputi tempat pemijahan telur ikan, sebagai bioinduktor kualitas perairan, serta pemanfaatan senyawa bioaktif sebagai obat-obatan. Lamun laut Enhalus acoroides juga mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan steroid. Oleh karena itu perlu adanya penelitian terkait identifikasi senyawa aktif yang terdapat pada lamun laut di Perairan Pantai Besar, Kelurahan Pantai Besar, Kabupaten Flores Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa aktif yang terdapat pada Lamun Enhalus acorodes di Perairan Pasir Putih Pantai Besar, Kabupaten Flores Timur NTT. Jenis penelitian ini termasuk eksperimen yang didukung oleh literatur. Lamun laut Enhalus acoroides yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dikeringkan dengan cara dianginkan dalam ruangan tanpa terkena sinar matahari langsung. Hasil pengeringan lamun laut Eenhalus acoroides di maserasi menggunakan pelarut etanol kemudian dihitung dengan nilai rendemen, selanjutnya sampel ekstrak etanol lamun laut dianalisis menggunakan GC-MS dengan tipe Qmicro QAA 842. Hasil penelitian menunjukan identifikasi senyawa aktif Enhalus acorpides menggunakan instrumen GC-MS menghasilkan 17 senyawa aktif pada lamun enhalus acoroides yaitu : Dimethyl Sufoxide, Carbonic acid butyl pentadecyl ester, Neophytadiene, Hexadecanoic acid, methy ester, Benzenepropanoic acid, 3,5-bis (1,1-dimethylethyl)  -4-hydroxy-, methyl ester, n-Hexadecanoic acid, Carbonic acid, heptadecyl propyl ester, Oleic Acid, Phytol, Cyclohhexane, 1-(1,5-dimethylhexyl) -4-(4- methylpentyl)-, 2-piperidinone, N-[4-bromo-n-butyl]-, 1-Octadecene, Cis-1-Chloro-9-octadecene, Hexadecanoic acid, bis (2-ethylhexyl) ester, 1H-Indole,1-methyl-2-phenyl-, Bis (2-ethylhexyl) phthalate, 2- (4-Methox-phenyl) -2-methyl-propionic acid methyl ester.
ANALISIS DIGITALISASI HASIL RADIOGRAF BERUPA QR CODE DI INSTALASI RADIOLOGI RSI SITI AISYAH MADIUN Anis, Aufa Fathi; Mahanani, Ayu; Liscyaningsih, Ike Ade Nur
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.7067

Abstract

This research is motivated by the demands of digital transformation in radiology services, which encourages the use of new technologies for efficient distribution of examination results, one of which is through the Quick Response (QR) Code system. The potential advantages and disadvantages in implementing this technology encourage the need for field evaluation. Therefore, this study focuses on analyzing the implementation of the QR Code system in delivering digital radiograph results at RSI Siti Aisyah Madiun, and evaluating its advantages and disadvantages from the perspective of radiographers and patients. This study used a descriptive qualitative method, with data collection through observation, documentation, and semi-structured interviews with three radiographers and nine patients of various age groups. The main findings indicate that the implementation of the QR Code system successfully improved workflow efficiency, accelerated distribution of results without relying on printed films, and facilitated patient access. However, this system has disadvantages, namely the image quality in PDF format is not as optimal as DICOM for diagnostic purposes, difficulty in accessing it for elderly patients, and the potential for medical data security risks. It was concluded that the QR Code system proved practical and efficient, but requires improvements in terms of image quality, patient education, and strengthening data security aspects. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan transformasi digital dalam layanan radiologi yang mendorong pemanfaatan teknologi baru untuk efisiensi distribusi hasil pemeriksaan, salah satunya melalui sistem Quick Response (QR) Code. Adanya potensi kelebihan dan kekurangan dalam implementasi teknologi ini mendorong perlunya evaluasi di lapangan. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis implementasi sistem QR Code dalam penyampaian hasil radiograf digital di RSI Siti Aisyah Madiun, serta mengevaluasi kelebihan dan kekurangannya dari perspektif radiografer dan pasien. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara semi-terstruktur terhadap tiga radiografer dan sembilan pasien dari berbagai kelompok usia. Temuan utama menunjukkan bahwa implementasi sistem QR Code berhasil meningkatkan efisiensi alur kerja, mempercepat distribusi hasil tanpa ketergantungan film cetak, dan memudahkan akses bagi pasien. Namun, sistem ini memiliki kekurangan, yaitu kualitas citra dalam format PDF yang tidak seoptimal DICOM untuk keperluan diagnostik, kesulitan akses yang dialami pasien lanjut usia, serta adanya potensi risiko keamanan data medis. Disimpulkan bahwa sistem QR Code terbukti praktis dan efisien, namun memerlukan penyempurnaan dalam hal kualitas citra, edukasi pasien, dan penguatan aspek keamanan data.
ANALISIS PRODUKSI KAKAO DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA : TREN HISTORIS DAN PERAMALAN DERET WAKTU Alfiyan, Arif Nur; Rahman, Gusti Arvyana
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.7071

Abstract

Cocoa is one of Indonesia’s leading plantation commodities, playing a vital role in the economy and in supporting smallholder farmers’ livelihoods. Southeast Sulawesi Province is among the country’s main cocoa-producing regions, contributing substantially to the national output. However, statistical data indicate a declining production trend in recent years, which may threaten the sustainability of the regional cocoa industry. This study aims to analyze the production patterns of cocoa in Southeast Sulawesi Province, identify their direction of change, and forecast future production using time series approaches. Data were obtained from the Indonesian Central Bureau of Statistics (BPS) and include production (tons), harvested area (ha), and productivity (kg/ha). Descriptive analysis was first performed to observe patterns and tendencies, followed by time-series modeling using ARIMA and Holt-Winters exponential smoothing. Model performance was evaluated using accuracy metrics such as Mean Absolute Percentage Error (MAPE) and Root Mean Square Error (RMSE). Results indicate a statistically significant declining trend in cocoa production, in line with shrinking harvested area, while productivity shows slight recent improvement. The additive Holt-Winters model achieved the best forecasting accuracy (MAPE 2.2%), projecting a continued production decline over the next three years. These findings emphasize the need for productivity improvement and farm rehabilitation efforts to maintain cocoa supply stability in Southeast Sulawesi Province. ABSTRAKKakao merupakan salah satu komoditas unggulan subsektor perkebunan di Indonesia yang berperan penting dalam perekonomian dan kesejahteraan petani. Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan salah satu sentra utama penghasil kakao nasional dengan kontribusi signifikan terhadap total produksi Indonesia. Namun, data statistik menunjukkan tren penurunan produksi dalam beberapa tahun terakhir, yang dapat berdampak terhadap keberlanjutan industri kakao daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola produksi kakao Provinsi Sulawesi Tenggara, mengidentifikasi arah perubahannya, dan meramalkan produksi untuk beberapa tahun mendatang menggunakan pendekatan deret waktu. Data yang digunakan berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan mencakup variabel produksi (ton), luas panen (ha), dan produktivitas (kg/ha). Analisis dilakukan secara deskriptif untuk melihat pola dan kecenderungan, dilanjutkan dengan pemodelan deret waktu menggunakan metode ARIMA dan Holt-Winters. Model dibandingkan berdasarkan kriteria akurasi seperti Mean Absolute Percentage Error (MAPE) dan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil analisis menunjukkan bahwa produksi kakao mengalami tren menurun yang signifikan sejalan dengan penyusutan luas panen, sementara produktivitas menunjukkan sedikit perbaikan pada tahun-tahun terakhir. Model Holt-Winters aditif memberikan hasil peramalan paling akurat (MAPE 2,2%), dengan proyeksi penurunan produksi berlanjut hingga tiga tahun ke depan. Temuan ini menegaskan pentingnya upaya peningkatan produktivitas dan rehabilitasi kebun untuk menjaga stabilitas pasokan kakao di Provinsi Sulawesi Tenggara.
PRESERVATION AND DEVELOPMENT OF THE ZAHIR MOSQUE AS A TOURISM HERITAGE SITE Riski Sucahyo, Iqbal; Ismandi Bin Wasli, Mohamad; Mufidah Binti Mohd Noor Azam, Aini; Yasmin Binti Nor Madzalan, Norsyamimi; Binti Hassan, Nur’Ain; Puteri Dania Binti Nik Mat @ Nik Mohd Nazri, Nik; Haikal Bin Shahrul, Shahidin
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6723

Abstract

This study examines the preservation and development of the Zahir Mosque in Alor Setar, Kedah, as a cultural and religious heritage tourism destination. The novelty of this study lies in the integration of a holistic and participatory approach to understanding the mosque as a spiritual, educational, social, and tourism entity that are interconnected. A qualitative method was employed through field studies, semi-structured interviews, observations, and documentation. Data were analyzed using a six-phase thematic approach, supported by NVivo software. The findings show that the Zahir Mosque receives more than 50,000 visitors annually and contributes to a 20% growth in the local economy over the past five years. However, the high influx of tourists creates challenges such as disruptions to the solemnity of worship and the potential degradation of heritage values. This study recommends culturally based marketing strategies and sustainable preservation management involving local community participation. This research contributes to the cultural heritage literature by emphasizing the importance of mosque governance that balances religious, cultural, and economic values ABSTRAK Penelitian ini mengkaji pelestarian dan pengembangan Masjid Zahir di Alor Setar, Kedah, sebagai destinasi wisata warisan budaya dan religi. Kebaruan studi ini terletak pada integrasi pendekatan holistik dan partisipatif dalam memahami masjid sebagai entitas spiritual, edukatif, sosial, dan pariwisata yang saling terhubung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi lapangan, wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan pendekatan tematik berbasis enam tahap, dengan bantuan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Zahir menerima lebih dari 50.000 pengunjung per tahun dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sebesar 20% dalam lima tahun terakhir. Namun, tingginya arus wisata menimbulkan tantangan seperti gangguan kekhusyukan ibadah dan potensi degradasi nilai warisan. Studi ini merekomendasikan strategi pemasaran berbasis budaya dan manajemen pelestarian berkelanjutan yang melibatkan komunitas lokal. Penelitian ini berkontribusi pada literatur warisan budaya dengan menekankan pentingnya tata kelola masjid berbasis keseimbangan nilai religius, budaya, dan ekonomi.