cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
ISSN : 28078829     EISSN : 28078659     DOI : https://doi.org/10.51878/educator.v2i1
Core Subject : Education,
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2024)" : 5 Documents clear
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN TAJWID AL QUR’AN KELAS IX MTS LUKMANUL HAKIM SAMARINDA UMAR, HUZAIFAH; RUSTANDI, ANDI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v4i2.3666

Abstract

This research aims to develop and determine the feasibility of Al Qur'an recitation learning media in class IX of Madrasah Tsanawiyah (MTs) Lukmanul Hakim Samarinda. The research method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). At the analysis stage, literature studies and field studies were carried out, then at the design stage, namely making flowcharts and storyboards. Next, make the media according to the design that has been created and then validate it by media experts and material experts. Next, implementation is activities using learning media. The final stage is evaluation by looking at the suitability of the media and making a report. The research results obtained show that the learning media developed is suitable for use as learning media for Al-Qur'an teaching and learning materials, with a material expert validation percentage of 100% and media expert validation of 81.4%. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan media pembelajaran tajwid Al Qur’an di kelas IX Madrasah Tsanawiyah (MTs) Lukmanul Hakim Samarinda. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). Pada tahap analisis dilakukan studi literatur dan studi lapangan, kemudian tahap desain yaitu membuat flowchart dan storyboard. Selanjutnya membuat media tersebut sesuai dengan desain yang telah dibuat lalu divalidasi oleh ahli media dan ahli materi. Selanjutnya implementasi yaitu kegiatan menggunakan media pembelajaran. Tahap akhir ialah evaluasi dengan melihat kelayakan media serta membuat laporan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran pada materi mengajar belajar Al-Qur’an, dengan perolehan presentase validasi ahli materi sebesar 100% dan validasi ahli media sebesar 81,4%.
HARMONY IN THE DIVERSITY OF SOLO BATIK MOTIFS AND MATHEMATICHAL CONCEPTS SEPTI, ALEZA DWI; TOHA, ANDI MUHAMMAD; ASTUTI, WIWIN; BISRI, MOH.
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v4i2.3667

Abstract

This study explores the integration of ethnomathematics in mathematics learning by utilizing the Batik Sidomukti motif from Solo as a learning medium. The background of this study is based on the need to link mathematics with local culture in order to improve students' understanding and interest in learning mathematics. The purpose of this study is to identify the mathematical elements contained in the Batik Sidomukti motif and how the motif can be used as a realistic mathematics learning medium. The research method used is library research by analyzing primary and secondary data related to the Batik Sidomukti motif and relevant mathematical concepts. The results of the study show that Batik Sidomukti contains various geometric concepts such as circles, triangles, rhombuses, and parallelograms, and applies algebraic and statistical concepts in its design. In addition, symmetry analysis reveals that the Batik Sidomukti motif uses a translation pattern without reflection, shear, or rotational symmetry patterns. The conclusion of this study is that Batik Sidomukti not only has high aesthetic and cultural value, but can also be used effectively as a mathematics learning medium that connects students with their cultural context and improves mathematical understanding through real applications. ABSTRAKPenelitian ini mengeksplorasi integrasi etnomatematika dalam pembelajaran matematika dengan memanfaatkan motif Batik Sidomukti asal Solo sebagai media pembelajaran. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya mengaitkan matematika dengan budaya lokal guna meningkatkan pemahaman dan minat siswa dalam belajar matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi unsur matematika yang terkandung dalam motif Batik Sidomukti dan bagaimana motif tersebut dapat digunakan sebagai media pembelajaran matematika realistik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan menganalisis data primer dan sekunder yang berkaitan dengan motif Batik Sidomukti dan konsep matematika yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Batik Sidomukti memuat berbagai konsep geometri seperti lingkaran, segitiga, belah ketupat, dan jajar genjang, serta menerapkan konsep aljabar dan statistika dalam perancangannya. Selain itu, analisis simetri menunjukkan bahwa motif Batik Sidomukti menggunakan pola translasi tanpa pola simetri pantulan, geser, atau putar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Batik Sidomukti tidak hanya mempunyai nilai estetika dan budaya yang tinggi, tetapi juga dapat digunakan secara efektif sebagai media pembelajaran matematika yang menghubungkan siswa dengan konteks budayanya dan meningkatkan pemahaman matematika melalui aplikasi nyata.
ETHNOMATHEMATICS OF KAWUNG SOLO BATIK AS A LEARNING MEDIA FOR STREAM-BASED GEOMETRY TRANSFORMATION TOHA, ANDI MUHAMMAD; SEPTI, ALEZA DWI; ASTUTI, WIWIN; BISRI, MOH.
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v4i2.3668

Abstract

This research is a literature study assessment that uses exploratory techniques with an ethnographic approach. The aim of this research is to explore Solo kawung batik as a learning medium for geometric transformations. The form of batik called "kawung batik" is in the form of geometric circles that resemble kawung fruit, which is also known as kolang-kaling or sugar palm. The message contained in the kawung motif is that a person must be an individual who is superior, good, and helps others. The results of this research show that 1) Kawung motifs have periodic repeating patterns at certain intervals, 2) Kawung batik contains symmetrical patterns, concepts of congruence and congruence, 3) In Kawung batik motifs there are elements of geometric transformation such as mirroring, rotation and shifting. which can later be used as a mathematics learning medium as is the aim of this research. This learning media is designed to integrate elements of Science, Technology, Reading, Engineering, Arts, and Mathematics (STREAM), so that it can combine literacy skills, art aesthetics, and mathematics in more comprehensive learning. ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian studi kepustakaan yang menggunakan teknik eksploratif dengan pendekatan etnografi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi batik kawung Solo sebagai media pembelajaran transformasi geometri. Bentuk batik yang disebut dengan “batik kawung” adalah berbentuk lingkaran-lingkaran geometris yang menyerupai buah kawung, disebut juga kolang-kaling atau enau. Pesan yang terkandung dalam motif kawung adalah seseorang harus menjadi individu yang unggul, baik, dan suka membantu orang lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Motif Kawung mempunyai pola berulang secara periodik dalam interval tertentu, 2) Batik Kawung mengandung pola simetris, konsep kongruensi dan kongruensi, 3) Pada motif batik Kawung terdapat unsur transformasi geometri seperti pencerminan, perputaran. dan bergeser. yang nantinya dapat digunakan sebagai media pembelajaran matematika sebagaimana tujuan penelitian ini. Media pembelajaran ini dirancang untuk mengintegrasikan unsur Science, Technology, Reading, Engineering, Arts, and Mathematics (STREAM), sehingga dapat memadukan keterampilan literasi, estetika seni, dan matematika dalam pembelajaran yang lebih komprehensif.
MENGGALI KEINDAHAN KEBERAGAMAN: NILAI-NILAI MULTIKULTURAL PPTQ BAITUL ABIDIN DARUSSALAM KALIBEBER WONOSOBO AMAL, IHSANUL; MA’RIFAH, ROUDHOTUL; MUBIN, NURUL; SUHARDI, MUHAMAD
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v4i2.3692

Abstract

This article examines the implementation of multicultural values at PPTQ (Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an) Baitul Abidin Darussalam, Kalibeber, Wonosobo. Using a qualitative approach, this study aims to explore how the pesantren integrates cultural, religious, and ethnic diversity into the education of its students. The findings indicate that the multicultural values at this PPTQ have successfully created an inclusive and harmonious environment. The students are taught to respect differences and build tolerance, which allows them to live harmoniously in the midst of diversity. The article concludes that the application of multicultural values in pesantren can serve as an effective educational model in shaping tolerant and broad-minded students. It provides recommendations for pesantren managers and educators to continue strengthening multicultural values in the daily activities of students. This reinforcement is crucial for preparing students to face rapid social changes. Therefore, the multicultural values applied at PPTQ Baitul Abidin Darussalam can serve as an example for other educational institutions in building a harmonious and inclusive society. ABSTRAKArtikel ini mengkaji penerapan nilai-nilai multikultural di PPTQ (Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an) Baitul Abidin Darussalam, Kalibeber, Wonosobo. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana pesantren ini mengintegrasikan keberagaman budaya, agama, dan etnis dalam pendidikan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai multikultural di PPTQ ini berhasil menciptakan lingkungan yang inklusif dan harmonis. Para santri diajarkan untuk menghargai perbedaan dan membangun toleransi, yang memungkinkan mereka untuk hidup berdampingan secara harmonis di tengah keberagaman. Artikel ini menyimpulkan bahwa penerapan nilai-nilai multikultural di lingkungan pesantren dapat menjadi model pendidikan yang efektif dalam membentuk karakter santri yang toleran dan berwawasan luas. Artikel ini memberikan rekomendasi bagi pengelola pesantren dan pendidik untuk terus memperkuat nilai-nilai multikultural dalam kegiatan harian santri. Penguatan ini penting untuk mempersiapkan santri menghadapi perubahan sosial yang cepat. Dengan demikian, nilai-nilai multikultural yang diterapkan di PPTQ Baitul Abidin Darussalam dapat berfungsi sebagai contoh bagi lembaga pendidikan lainnya dalam membangun masyarakat yang harmonis dan inklusif.
NILAI TINDIH SUKU SASAK SEBAGAI PEDOMAN HIDUP UNTUK MENINGKATKAN EMPATI DAN SIKAP HORMAT SISWA NURAENI, NURAENI; SUHARDI, MUHAMAD
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v4i2.3837

Abstract

Moral values, particularly respect, are fundamental principles that grow and develop from the value of empathy. Empathy, in this context, is a moral value that can positively contribute to an individual's moral development. Empathy and respect are among the foundational moral values that influence other virtues such as responsibility, friendship, peacefulness, honesty, and tolerance, which are integral to humanitarian values. One of the local wisdom values believed to enhance individual understanding and actions is the tindih value of the Sasak tribe. The tindih value refers to a core principle emphasizing commitment and consistency to truth and nobility, which is rooted in faith. The fundamental tindih value is supported by a protective value system that safeguards individuals and society from humanitarian degradation, namely maliq and merang. Maliq signifies the prohibition of engaging in inappropriate and unbeneficial actions. Meanwhile, merang embodies social solidarity, characterized by empathy and concern for others. ABSTRAKNilai moral berupa sikap hormat atau respect merupakan nilai dasar yang tumbuh dan berkembang dari nilai empati. Nilai empati dalam hal ini merupakan nilai moralitas yang dapat berkontribusi positif terhadap perkembangan moral individu. Empati dan sikap hormat merupakan salah satu nilai (kualitas dari perbuatan) yang merupakan nilai moral paling dasar bagi nilai-nilai lainnya yang juga dapat berpengaruh terhadap nilai tanggung jawab, persahabatan, cinta damai, rasa hormat, kejujuran dan toleransi nilai-nilai kemanusiaan. Adapun salah satu nilai kearifan lokal yang dianggap dapat meningkatkan pemahaman dan perbuatan individu adalah nilai tindih suku Sasak. Adapun yang dimaksud nilai tindih adalah nilai dasar yang menekankan pada komitmen dan konsistensi pada kebenaran dan keluhuran yang bersumber dari keimanan. Adapun nilai dasar tindih didindingi oleh sistem nilai penyangga untuk membentengi diri dan masyarakat dari degradasi kemanusiaan yaitu maliq dan merang. Lebih lanjut maliq berarti pantangan melakukan hal yang tidak pantas dan tidak bermanfaat. Sedangkan merang mengandung nilai solidaritas sosial yaitu sikap tenggang rasa, dan perduli terhadap sesama atau mampu berempati.

Page 1 of 1 | Total Record : 5