cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
ISSN : 28078829     EISSN : 28078659     DOI : https://doi.org/10.51878/educator.v2i1
Core Subject : Education,
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 140 Documents
INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR SAUDA BUKOTING
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i2.2389

Abstract

Education is citizenship, one of the themes that is the leading sector in developing student character. Character education is also an important aspect of student development in elementary schools. One of the subjects that has great potential to integrate character education is civics education. This approach combines an understanding of rights and obligations as citizens with positive and ethical character building. This study aims to integrate character education to develop attitudes and character in elementary school students using a qualitative approach. Then the method used is the literature study method. Where the author collects data from reference articles and journals available on trusted websites. In fact, citizenship education lessons have not been successful enough to carry out this role properly because the processes that occur in educational learning are only activated in achievement, affective or attitude management is ignored. To overcome this, it is necessary to examine modifications in educational learning, one of which is by integrating the concept of character into its development so that it is better able to develop and shape the character of elementary school students. ABSTRAKPendidikan adalah kewarganegaraan, salah satu tema yang menjadi sektor unggulan dalam pengembangan karakter siswa. Pendidikan karakter juga merupakan aspek penting dalam pengembangan siswa di sekolah dasar. Salah satu mata pelajaran yang memiliki potensi besar untuk mengintegrasikan pendidikan karakter adalah pendidikan kewarganegaraan. Pendekatan ini menggabungkan pemahaman tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara dengan pembentukan karakter yang positif dan beretika. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan pendidikan karakter untuk mengembangkan sikap dan karakter pada siswa sekolah dasar dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Kemudian untuk metode yang dilakukan yaitu dengan metode studi literatur. Dimana penulis mengumpulkan data dari rujukan artikel dan jurnal yang tersedia di website terpercaya. Pada kenyataannya, pelajaran pendidikan kewarganegaraan belum cukup berhasil untuk menjalankan peran ini dengan baik karena proses yang terjadi dalam pembelajaran pendidikan hanya diaktifkan dalam prestasi, manajemen afektif atau sikap diabaikan. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu mengkaji modifikasi dalam pembelajaran pendidikan pendidikan, salah satunya dengan mengintegrasikan konsep karakter ke dalam pengembangannya agar lebih mampu mengembangkan dan membentuk karakter siswa sekolah dasar.
IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN SIKAP TANGGUNG JAWAB DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MATERI PENGUKURAN KELAS 1 SD MUHAMMADIYAH PAKEL PRITA MEGA SARI; NANI APRILIA; RUDI HARTONO
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i2.2390

Abstract

Observations in the form of obstacles experienced when learning mathematics takes place, namely not used to solving problems, lack of interest of students, learning models that are less interesting to students who do not understand the concept of material. Learning outcomes there are 48% of students who have not met the minimum completeness standard of 75. The classroom action research will be conducted at SD Muhammadiyah Pakel in April-May 2023. The study was conducted through two cycles, namely cycle I and cycle II. Pre-cycle implementation on April 12, 2023. Then the implementation of cycle I on May 11, 2023 and cycle II on May 16, 2023. The subjects of the study were grade 1 of SD Muhammadiyah Pakel for the 2022/2023 school year, totaling 29 students. The object of research is the implementation of the Problem Based Learning model to improve the attitude of responsibility and learning outcomes of students. Data analysis techniques use quantitative descriptive data analysis. The research procedure uses classroom action research. Based on the comparison of research data, it can be concluded that the Problem Based Learning method can improve the attitude of responsibility and learning outcomes of grade I students of SD Muhammadiyah Pakel for the 2022/2023 school year. The results of the responsibility attitude research showed an increase with the pre-cycle obtained percentage of 55%, cycle I by 69%, and cycle II by 77%. Learning outcomes also experienced progress in the completeness of at least 48% pre-cycle learning outcomes, 76% first cycle, and 86% second cycle. ABSTRAKPengamatan berupa kendala yang dialami saat pembelajaran matematika berlangsung yaitu belum terbiasa memecahkan masalah, kurangnya minat peserta didik, model pembelajaran yang kurang menarik hingga peserta didik yang tidak memahami konsep materi. Hasil belajar terdapat 48% peserta didik yang belum memenuhi standar ketuntasan minimal yaitu 75. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan di SD Muhammadiyah Pakel pada bulan April-Mei 2023. Penelitian dilakukan melalui dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Pelaksanan pra siklus pada 12 April 2023. Kemudian pelaksanaan siklus I pada 11 Mei 2023 dan siklus II pada 16 Mei 2023. Subjek penelitian yaitu kelas 1 SD Muhammadiyah Pakel tahun ajaran 2022/2023 berjumlah 29 peserta didik. Objek penelitian berupa implementasi model Problem Based Learning untuk meningkatkan sikap tanggung jawab dan hasil belajar peserta didik. Teknik pengumpulan data penelitian yaitu observasi dan tes. Instrumen pengumpulan data adalah lembar observasi dan soal tes. Teknik analisis data menggunakan analisis data deskriptif kuantitatif. Prosedur penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas. Berdasarkan perbandingan data hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode Problem Based Learning dapat meningkatkan sikap tanggung jawab dan hasil belajar peserta didik kelas I SD Muhammadiyah Pakel tahun ajaran 2022/2023. Hasil penelitian sikap tanggung jawab menunjukkan peningkatan dengan pra siklus diperoleh persentase sebesar 55%, siklus I sebesar 69%, dan siklus II sebesar 77%. hasil belajar juga mengalami kemajuan ketuntasan minimal hasil belajar pra siklus 48%, siklus I 76%, dan siklus II 86%.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI KOLABORASI METODE PRAKTIKUM DAN NHT (NUMBERED HEADS TOGETHER) PADA PEMBELAJARAN PENGELOLAAN KUALITAS AIR UNTUK BUDIDAYA IKAN DI SMK NEGERI 5 BUNGO MASDINAR DALIMUNTHE
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i2.2391

Abstract

This research was conducted on students of class X Freshwáter Fisheries Agribusiness (APAT), which aims to determine the effect of learning by collaborating practicum methods and NHT (Numbered Heads Together). Building students' potential so that positive changes occur in terms of abilities, attitudes or behavior that are relatively permanent as a result of learning experiences is our dream. Effective, active and funlearning can improve understanding of concepts especially when accompanied by a series of games that students can do to answer natural phenomena. In this study the authors try to describe creative and innovative learning strategies. In cooperative learning and collaborating practicum methods with NHT (Numbered Heads Together) can improve student learning out comes. In this learning process students feel valued, given freedom and have fun learning. In this learning the role of the teacher is reduced, on the contrary the role of students becomes bigger. By learning groups show increased social skills, cooperation, mutual respect and responsibility. Students can interact with each other maximally. Discussion of subject matter takes place optimally, because students work together, share and find concepts or solve problems together. This research was conducted in three cycles where each cycle consisted of planning, action and reflection. In each cycle analyzed and used as material for the research cycle showed an increase from cycle I tocycle III. cycle I (66.67%), cycle II (80%), cycle III (93.33%) these are student learning out comes, which are shown from the evaluation results at the end of each cycle. This research can have a positive effect on the learning motivation of fishery students at SMK Negeri 5 Bungo, and this learning model can be used as an alternative to learning fish farming. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan pada siswa kelas X Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT), yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran dengan mengkolaborasikan metode praktikum dan NHT (Numbered Heads Together). Membangun potensi siswa sehingga terjadi perubahan positif dalam hal kemampuan, sikap atau prilaku yang relatif permanen sebagai akibat dari pengalaman pembelajaran merupakan dambaan kita semua. Pembelajaran yang efektif, aktif dan menyenangkan dapat meningkatkan pemahaman konsep apalagi jika diiringi dengan serangkaian permainan yang dapat dilakukan siswa untuk menjawab fenomena-fenomena alam. Dalam penelitian ini penulis mencoba memaparkan strategi pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Dalam pembelajaran cooperative dan dengan mengkolaborasikan metode praktikum dengan NHT (Numbered Heads Together) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam proses pembelajaran ini siswa merasa dihargai, diberi kebebasan dan belajar menyenangkan. Dalam pembelajaran ini peran guru menjadi berkurang, sebaliknya peran siswa menjadi lebih besar. Dengan belajar kelompok menunjukkan peningkatan kemampuan sosial, kerja sama, saling menghargai dan tanggungjawab. Siswa dapat berinteraksi sesamanya secara maksimal. Pembahasan materi pelajaran berlangsung secara optimal, karena siswa saling bekerja sama, berbagi dan menemukan konsep atau memecahkan masalah secara bersama-sama. Penelitian ini dilakukan dengan tiga siklus dimana setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan dan refleksi. Pada setiap siklus dianalisis dan dijadikan bahan untuk siklus penelitian menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I sampai siklus III. siklus I (66,67%), siklus II (80%), siklus III (93,33%), ini hasil belajar siswa, yang ditunjukkan dari hasil evaluasi setiap akhir siklus. Penelitian ini dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa perikanan SMK Negeri 5 Bungo, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran Budidaya Ikan.
PENGGUNAAN MEDIA KARTU GAMBAR DALAM MENINGKATKAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS SISWA KELAS VII SMPN 3 INAMOSOL MUTIARA TOISUTA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i2.2393

Abstract

The mastery of English vocabulary in class VII at SMPN 3 Inamosol is still low. This study aims to describe the use of picture card media to improve the mastery of English vocabulary in grade VII students of SMPN 3 Inamosol. This research is a kind of classroom action research with 20 students as the research subjects. The study design was carried out in two cycles. Each cycle of action consists of planning, treatment, observation and reflection. Data collection instruments using observation sheets, questions, and field notes sheets. Data analysis uses quantitative and qualitative descriptive analysis. The results showed that (1) the use of picture card media can improve the mastery of English vocabulary on aspects of reading vocabulary and pronouncing vocabulary. Besides helping students to read vocabulary individually in groups well. (2) The use of picture card media can improve the mastery of English vocabulary. This is indicated from the test results increasing by 25% in the first cycle, and the completeness of the students' test results in the second cycle increased by 75%. ABSTRAKPenguasaan kosakata bahasa Inggris di kelas VII di SMPN 3 Inamosol masih rendah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan media kartu gambar untuk meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris pada siswa kelas VII SMPN 3 Inamosol. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas dengan subyek penelitian berjumlah 20 siswa. Desain penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus tindakan terdiri dari perencanaan, perlakuan tindakan, pengamatan dan refleksi. Instrumen pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi, soal, dan lembar catatan lapangan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penggunaan media kartu gambar dapat meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris pada aspek membaca kosakata dan melafalkan kosakata. Selain itu membantu siswa untuk membaca kosakata secara individu dalam kelompok dengan baik. (2) Penggunaan media kartu gambar dapat meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris. Hal ini ditunjukkan dari hasil tes meningkat sebesar 25% pada siklus I, serta ketuntasan siswa hasil tes pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 75%.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI BILANGAN BERPANGKAT DAN BENTUK AKAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STAD PADA PESERTA DIDIK KELAS IX.1 MTS NEGERI 1 MALUKU TENGAH ERNI ERNI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i3.2514

Abstract

This research aims to get an empirical picture of the learning process through the STAD learning model to improve the learning outcomes of class IX.1 students at MTs.Negeri I Central Maluku regarding the material with powers and root forms. The STAD learning model applied in this research uses the following steps. 1) Convey goals and motivate students. 2) Presenting information. 3) Organizing students into groups. 4) Guiding group work and study. 5) Evaluation. 6) Give awards. The basic competency that will be achieved in this learning is that students can explain and carry out operations on whole numbers and root forms and their properties. The approach used in this research is a qualitative approach with the type of classroom action research. The subjects of this research were students in class IX.1 MTs Negeri I Central Maluku Odd Semester 2019/2020 Academic Year, totaling 34 students. The data collected to measure student learning outcomes are observation sheets for affective aspects, psychomotor aspects, and test results at the end of each cycle. Based on the research results, it can be concluded that by implementing the STAD learning model, students' learning outcomes can be improved in the material of numbers with powers and root forms. These results can be seen from the test results in cycle 1, achieving classical learning completeness was 79.3%, while in cycle 2 classical learning completeness was 88.2%. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara emperis mengenai proses belajar pembelajaran melalaui model pembelajaran STAD untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IX.1 MTs.Negeri I Maluku Tengah terhadap materi bilangan berpangkat dan bentuk akar. Adapun model pembelajaran STAD yang diterapkan dalam penelitian ini menggunakan langkah-langkah berikut. 1) Menyampaikan tujuan dan memotovasi peserta didik. 2) Menyajikan informasi. 3) Mengorganisasikan peserta didik ke dalam kelompok. 4) Membimbing kelompok bekerja dan belajar. 5) Evaluasi. 6) Memberikan penghargaan. Adapun kompetensi dasar yang yang akan dicapai dalam pembelajaran ini adalah peserta didik dapat menjelaskan dan melakukan operasi bilangan berpangkat bulat dan bentuk akar serta sifat-sifatnya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IX.1 MTs Negeri I Maluku Tengah Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 34 peserta didik. Pengumpulan data yang diambil untuk mengukur hasil belajar peserta didik yaitu lembar observasi aspek afektif, aspek psikomotor, dan hasil tes setiap akhir siklus. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran STAD, dapat meningkatan hasil belajar peserta didik pada materi bilangan berpangkat dan bentuk akar. Hasil tersebut dilihat dari hasil tes pada siklus 1 mencapai ketuntasan belajar secara klasikal adalah 79,3 % sedangkan pada siklus 2 ketuntasan belajar secara klasikal adalah 88,2%.
MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON EXAMPLE PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI ORGAN GERAK HEWAN DI KELAS V MI CAHAYA KOTA CIMAHI ERNI KUSMIAT; WINI GANTINI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i3.2515

Abstract

This study aims to find out: First, students' interest in learning before using the Examples Non Examples learning model in Natural Sciences subject of Animal Motion Materials in class 5 MI Cahaya. Second, the learning process by using the Examples Non Examples learning model in Natural Sciences subject of Animal Motion Organs in class 5 MI Cahaya. Third, students' interest in learning after using the Examples Non Examples learning model in Natural Sciences subject of Animal Motion Organs in class 5 MI Cahaya. This research uses descriptive method of Classroom Action Research model. Data collection techniques using interviews, observation, tests, questionnaires and documentation. The conclusion of this study is first, the interest in learning in class V Al-Kahfi is moderate, it is in accordance with the results of the pre-cycle data that is the student learning interest questionnaire obtained ie the average student answers the most frequently namely 44%, sometimes sometimes 47% and never 9%. This is consistent with the results of the interview that students' interest in learning before using the Example Non Example model that is being the same as the results of the most average questionnaire at sometimes that is 47%. Second, the learning process is carried out in two cycles, each cycle consisting of four stages namely planning, action, observation and reflection. Third, after the research process was implemented there was an increase starting from the average written test results of the first cycle to the second cycle of 4.6%, for an increase in the average performance of the first cycle to the second cycle 12.1%. For the results of observations of student activities in the first cycle that is 82.1% and in the second cycle to 88.9% and the results of observations of the activities of teachers in the first cycle 94.8% in the second cycle to 100%. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Pertama, minat belajar siswa sebelum menggunakan model pembelajaran Examples Non Examples pada mata pelajaran IPA Materi Organ Gerak Hewan dikelas 5 MI Cahaya. Kedua, proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Examples Non Examples pada mata pelajaran IPA Materi Organ Gerak Hewan dikelas 5 MI Cahaya. Ketiga, minat belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran Examples Non Examples pada mata pelajaran IPA Materi Organ Gerak Hewan dikelas 5 MI Cahaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif model Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, tes, angket dan dokumentasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pertama, Minat belajar pada siswa kelas V Al-Kahfi itu sedang, hal tersebut sesuai dengan hasil dari data pra siklus yaitu angket minat belajar siswa yang diperoleh yaitu rata-rata siswa paling banyak menjawab sering yaitu 44 %, kadang-kadang 47 % dan tidak pernah 9 %. Hal tersebut sesuai dengan hasil wawancara bahwa minat belajar siswa sebelum menggunakan model Example Non Example yaitu sedang sama seperti hasil angket rata-rata terbanyak pada kadang-kadang yaitu 47 %. Kedua, proses pembelajaran dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Ketiga, setelah dilaksanakan proses penelitian tersebut adanya peningkatan dimulai dari rata-rata hasil tes tertulis siklus I ke siklus II 4.6%, untuk peningkatan rata-rata hasil unjuk kerja kelompok siklus I ke siklus II 12.1%. Untuk hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I yaitu 82.1% dan pada siklus II menjadi 88.9% dan hasil observasi aktivitas guru pada siklus I 94.8% pada siklus II menjadi 100%.
ANALISIS KEBUTUHAN VIDEO DALAM PEMBELAJARAN ERHADAP PEMAHAMAN PESERTA DIDIK DI MIN 1 BARITO SELATAN ARDIANSYAH ARDIANSYAH
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i3.2516

Abstract

This research is quantitative research. This research focuses on analyzing students' needs for learning videos in Mathematics subjects at MIN 1 South Barito. The aim of this research is to determine students' needs for the use of learning videos at MIN 1 South Barito. The samples used in this research were 10 students in class III (three), 10 (ten) class V (five) students and 10 students in class IV (six). The techniques for collecting information used were observation, interviews and questionnaires. The instrument used in this research was a questionnaire. The research results show that around 96.67% of students have cellphones as a means of support (29 people) and on average use cellphones for more than 10 hours per day. Regarding internet network availability, Wifi is available at school with a percentage of student answers of 100%. Around 90% of teachers use videos for learning at MIN 1 South Barito and according to students, using videos in learning is very enjoyable with a percentage of 93.34%. The use of videos in learning can help students understand 90%. The learning videos used by teachers are downloaded from the internet with 93.33% student answers. According to students, it is easier for them to understand if the learning video is made by the teacher concerned, with an answer percentage of 96.67% and 90% of students stating that the learning video is very helpful in completing homework. It can be concluded that students respond positively to the use of video as a medium in learning, so it will be more effective if subject teachers have learning media in the form of videos that they make themselves to better suit the students' needs. ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini berfokus pada analisis kebutuhan peserta didik terhadap video pembelajaran pada mata pelajaran Matematika di MIN 1 Barito Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan peserta didik terhadap pemanfaatan video pembelajaran di MIN 1 Barito Selatan. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah peserta didik kelas III (tiga) berjumlah 10 orang, kelas V (lima) berjumlah 10 (sepuluh) orang dan kelas IV (enam) berjumlah 10 orang. Teknik dalam mengumpulkan informasi yang digunakan  adalah observasi, wawancara, dan kuesioner. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang mempunyai HP sebagai sarana pendukung sekitar 96,67% (29 orang) dan rata-rata penggunaan HP lebih dari 10 jam per hari. Untuk ketersediaan jaringan internet, di sekolah sudah tersedia Wifi dengan persentase jawaban peserta didik sebesar 100%. Guru yang memanfaatkan video untuk pembelajaran di MIN 1 Barito Selatan sekitar 90% dan menurut peserta didik, penggunaan video dalam pembelajaran sangat menyenangkan dengan persentase 93,34%. Penggunaan video dalam pembelajaran dapat membantu pemahaman peserta didik 90%. Video pembelajaran yang digunakan oleh guru merupakan hasil download dari internet dengan jawaban peserta didik 93,33%. Menurut peserta didik, mereka lebih mudah memahami apabila video pembelajaran tersebut dibuat oleh guru yang bersangkutan, dengan persentase jawaban 96,67% dan 90% peserta didik menyatakan bahwa video pembelajaran sangat membantu dalam menyelesaikan pekerjaan rumah. Dapat disimpulkan bahwa peserta didik merespon positif penggunakan video sebagai media dalam pembelajaran, sehingga akan lebih efektif apabila guru mata pelajaran mempunyai media pembelajaran berupa video yang dibuat sendiri agar lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
KETRAMPILAN MENULIS TEKS CERAMAH DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BERBASIS VIDEO PADA SISWA KELAS XI MIPA 1 MAN 1 KOTA CILEGON HAWARIYAH HAWARIYAH
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i3.2517

Abstract

Learning Indonesian requires the right media/methods so that you achieve maximum results and have writing skills. Writing is a means of conveying ideas, opinions, thoughts or suggestions in the form of a series of words and sentences. Writing is a production process to produce a work that originates from the mind. The purpose of this classroom action research (PTK) is to determine students' writing abilities in Indonesian language lessons using video media. This action research was carried out in 2 cycles. From the results of the actions taken, it is proven that it can improve students' writing skills by reaching ideal standards. From 75% in Cycle 1, it can increase in cycle 2 to 100% after achieving completion. The results of this action research show that using video-based media can improve the writing skills of Class ABSTRAKBelajar Bahasa Indonesia memerlukan media/metode yang tepat supaya hasil yang dicapai maksimal dan mempunyai keterampilan dalam menulis. Menulis adalah salah satu sarana dalam menyampaikan ide, pendapat, gagasan atau saran dalam bentuk rangkaian kata dan kalimat. Menulis adalah proses produksi untuk menghasilkan sebuah karya yang bersumber dari pikiran. Tujuan diadakan penelitian tindakan kelas (PTK) ini adalah untuk mengetahui kemampuan menulis siswa pada pelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan media video. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam 2 siklus. Dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa dengan mencapai standar ideal. Dari 75% pada Siklus l, dapat meningkat pada siklus 2 menjadi 100% telah mencapai ketuntasan. Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa menggunakan media berbasis video dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa Kelas XI MIPA 1 dengan ketuntasan mencapai 100%, dengan demikian penerapan media berbasis video lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di MAN 1 Kota Cilegon .
PENGARUH PENDEKATAN QUANTUM LEARNING DAN EKSPOSITORI TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR PADA SISWA KELAS VI SDN BOTOK SUDARSI SUDARSI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i3.2518

Abstract

The aim of this research is to determine the effect of quantum learning and expository approaches on Indonesian language learning outcomes in terms of learning styles in class VI students at SDN Botok. The type of research used is Quasi Experimental research which consists of a control group and an experimental group that was not chosen randomly. The population in the study were class VI students at SDN 01 Botok and SDN 02 Botok. The data collection technique is in the form of test results carried out in the control class and experimental class. The data analysis technique uses t-test statistics. Based on the results of the research and discussion, the following conclusions can be drawn: Firstly, there is a significant influence of the quantum learning and expository approaches on Indonesian language learning outcomes. The quantum learning approach has a better effect than the expository approach. The average student learning outcomes in the learning group with the quantum learning approach reached 76.91 while for the expository approach it was 70.33. The results of variance analysis obtained a significance value of 0.011 <0.05. Second, there is a significant influence of student learning styles on Indonesian language learning outcomes. Visual and auditory learning styles have a significantly better influence on learning outcomes than kinesthetic learning styles. The average learning outcome for students with a visual learning style reached 77.14 and an audiotorial learning style of 75.86, which was different from the kinesthetic learning style group of 67.86. The results of the variance analysis for the learning style factor obtained a significance value of 0.008 <0.05. ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendekatan quantum learning dan ekspositori terhadap hasil belajar bahasa indonesia ditinjau dari gaya belajar pada siswa kelas VI SDN Botok. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian Quasi Eksperimental yang terdiri dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang tidak dipilih secara Random. Populasi dalam penelitian yaitu siswa kelas VI SDN 01 Botok dan SDN 02 Botok. Teknik pengumpulan data berupa hasil tes yang dilakukan pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Teknik analisis data menggunakan statistik uji-t. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil simpulan sebagai berikut pertama, terdapat pengaruh yang signifikan pendekatan quantum learning dan ekspositori terhadap hasil belajar bahasa Indonesia. Pendekatan quantum learning memberikan pengaruh yang lebih baik daripada pendekatan ekspositori.Rata-rata hasil belajar siswa pada kelompok pembelajaran dengan pendekatan quantum learning mencapai 76,91 sedangkan pada pendekatan ekspositori sebesar 70,33. Hasil analisis varians diperoleh nilai signifikansi 0,011 < 0,05. Kedua, terdapat pengaruh yang signifikan gaya belajar siswa terhadap hasil belajar bahasa Indonesia. Gaya belajar visual dan audiotori secara signifikan memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap hasil belajar daripada gaya belajar kinestetik. Rata-rata hasil belajar pada siswa dengan gaya belajar visual mencapai 77,14 dan gaya belajar audiotorial sebesar 75,86, yang berbeda dengan kelompok gaya belajar kinestetik sebesar 67,86. Hasil analisis varians untuk faktor gaya belajar diperoleh nilai signifikansi 0,008 < 0,05.
PENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA ARAB KELAS IX E MTsN GRESIK DENGAN METODE BERMAIN PERAN ZAINURI, MOHAMMAD
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i3.2519

Abstract

This research aims to improve the Arabic speaking skills of class IX E MTsN Gresik by applying the role-playing method. This research is classroom action research using the role playing method. This research was carried out at MTS Negeri Gresik for the 2022/2023 academic year with research subjects 32 students in class IX-E MTS Negeri Gresik. Data collection techniques use observation, test results, and documentation. Data analysis techniques use data reduction, data delivery, and drawing conclusions. From the data presented by the researcher and after analysis, the researcher can conclude that the role-playing strategy can actually improve students' mental abilities by seeing indications that students are truly learning with pleasure and high motivation. Students really improve their speaking skills by using role playing and body movements. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa arab kelas IX E MTsN Gresik dengan penerapan metode bermain peran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan penerapan metode bermain peran. Penelitian ini di laksanakan di MTS Negeri Gresik tahun pelajaran 2022/2023 dengan subjek penelitian 32 siswa kelas IX-E MTS Negeri Gresik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, hasil tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyampaian data, dan penarikan kesimpulan. Dari data yang telah dipaparkan oleh peneliti dan setelah di analisa, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa sesungguhnya strategi bermain peran dapat meningkatkan kemampuan kalam peserta didik dengan melihat indikasi peserta didik betul-betul belajar dengan senang dan motivasi tinggi. Peserta didik benar-benar meningkat kemampuan berbicara dengan menggunakan bermain peran dan gerak badan.

Page 10 of 14 | Total Record : 140