cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
ISSN : 28078829     EISSN : 28078659     DOI : https://doi.org/10.51878/educator.v2i1
Core Subject : Education,
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 191 Documents
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA BERBASIS KOMPETENSI DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN: STUDI KASUS DI SDIT AL-AMANAH BANDUNG apri parantono; Tri Puspandari; Bambang Aviantono
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i2.11446

Abstract

ABSTRACT The quality of primary education is influenced by the effectiveness of human resource management; however, empirical evidence regarding the contribution of competency-based Human Resource Management (HRM) to educational quality improvement in private schools remains limited. This study aims to analyze the implementation of competency-based HRM and its impact on educational quality at SDIT Al-Amanah Bandung. The research employed a mixed-methods approach using a sequential explanatory design. Quantitative data were collected through a survey involving 45 educators and an analysis of school quality documents, while qualitative data were obtained through interviews and observations. Data were analyzed using descriptive statistics and thematic analysis. The findings indicate that the implementation of competency-based HRM contributed to improvements in educational quality, as reflected in enhanced school accreditation, student academic achievement, and the satisfaction levels of teachers and parents. Qualitative findings reveal that human resource planning, competency development programs, and performance-based reward systems fostered a professional work culture and strengthened organizational effectiveness. This study confirms that competency-based HRM is a strategic approach to improving educational quality through strengthening teacher competencies and sustaining institutional performance. The findings also offer a quality-oriented HRM model that may serve as a reference for private schools with similar characteristics. ABSTRAK Mutu pendidikan dasar dipengaruhi oleh efektivitas pengelolaan sumber daya manusia, namun bukti empiris mengenai kontribusi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) berbasis kompetensi terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah swasta masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi MSDM berbasis kompetensi dan pengaruhnya terhadap mutu pendidikan di SDIT Al-Amanah Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh melalui survei terhadap 45 tenaga pendidik dan analisis dokumen mutu sekolah, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MSDM berbasis kompetensi berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan yang tercermin pada peningkatan akreditasi sekolah, capaian akademik siswa, serta kepuasan guru dan orang tua. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa perencanaan SDM, pengembangan kompetensi, dan sistem penghargaan berbasis kinerja mendorong budaya kerja profesional dan efektivitas organisasi sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa MSDM berbasis kompetensi merupakan strategi penting dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kompetensi guru dan keberlanjutan kinerja institusi, serta dapat menjadi rujukan bagi sekolah swasta dengan karakteristik serupa.
ANALISIS KETERAMPILAN BERBICARA MAHASISWA MELALUI METODE PRESENTASI DALAM BAHASA INDONESIA: STUDI KASUS PERGURUAN TINGGI Difa fahera; Siti Enik Mukhayaroh Bambang
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i2.11501

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the low level of students’ speaking skills in using Indonesian during academic presentations, as reflected in their lack of confidence, unsystematic delivery of ideas, and dependence on presentation texts. The study aimed to analyze students’ speaking skills through the presentation method in Indonesian language learning at the university level. A qualitative approach with a case study design was employed involving 25 third-semester students of the Education Study Program enrolled in an Indonesian language course. Data were collected through observation and documentation of students’ presentation activities. The findings revealed that the presentation method improved students’ self-confidence, speaking fluency, language accuracy, and ability to interact with the audience. Students also demonstrated progress in organizing ideas coherently, reducing reliance on written texts, and providing stronger arguments during discussions. These findings indicate that the presentation method is effective in developing students’ speaking skills and academic communication competence. This study contributes to strengthening Indonesian language instruction through communication-based learning practices in higher education. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berbicara mahasiswa dalam penggunaan Bahasa Indonesia pada kegiatan presentasi akademik, yang ditunjukkan oleh kurangnya kepercayaan diri, penyampaian materi yang belum sistematis, serta ketergantungan pada teks. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterampilan berbicara mahasiswa melalui metode presentasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus terhadap 25 mahasiswa semester III Program Studi Pendidikan yang mengikuti mata kuliah Bahasa Indonesia. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi aktivitas presentasi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode presentasi mampu meningkatkan kepercayaan diri, kelancaran berbicara, ketepatan penggunaan bahasa, serta kemampuan berinteraksi dengan audiens. Mahasiswa juga menunjukkan peningkatan dalam menyampaikan gagasan secara runtut, mengurangi ketergantungan pada teks, dan memberikan argumentasi yang lebih baik saat diskusi. Temuan ini menegaskan bahwa metode presentasi efektif sebagai sarana pengembangan keterampilan berbicara dan komunikasi akademik mahasiswa. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis praktik komunikasi di perguruan tinggi.
PEMAHAMAN MATERI AKHLAK PERILAKU ANTI-BULLYING SISWA DI LINGKUNGAN SEKOLAH DASAR rani susilawati; Dessy Kurnia Mulya; Sagita Arnanda; Arif Solihin
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i2.11502

Abstract

ABSTRACT Bullying remains a frequent problem in elementary school environments and has negative impacts on students’ psychological, emotional, and social development. This study aims to analyze students’ understanding of akhlak (moral character) material and its relationship with the formation of anti-bullying behavior in elementary school students as interconnected variables. The research employed a descriptive quantitative approach involving 19 students selected through saturated sampling. The research instrument was a four-point Likert scale questionnaire that had been tested for content validity through expert judgment and for reliability to ensure data consistency, while the data were analyzed using percentage techniques. The results show that students’ understanding of akhlak is in the good category, with rejection of bullying reaching 94%. These findings indicate a positive relationship tendency, meaning that the better the students’ understanding of akhlak, the stronger their moral and social rejection of bullying behavior. Akhlak understanding is not only cognitive in nature but also serves as an internalized foundation for anti-bullying behavior among students. Therefore, strengthening akhlak education serves as a preventive strategy in creating a safe, inclusive, and bullying-free school culture. ABSTRAK Bullying masih menjadi permasalahan yang sering terjadi di lingkungan sekolah dasar dan berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, emosional, serta interaksi sosial siswa, sehingga diperlukan upaya preventif berbasis penguatan nilai moral sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman materi akhlak dan hubungannya dengan perilaku anti-bullying siswa sekolah dasar sebagai keterkaitan variabel kognitif dan perilaku sosial. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan 19 siswa sebagai subjek melalui teknik sampling jenuh, menggunakan angket skala Likert empat pilihan yang telah diuji validitas isi melalui expert judgment dan reliabilitasnya, serta dianalisis menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman akhlak siswa tergolong baik, dengan tingkat penolakan terhadap bullying mencapai 94%, yang mengindikasikan adanya kecenderungan hubungan positif antara pemahaman akhlak dan perilaku anti-bullying. Semakin baik pemahaman siswa terhadap nilai-nilai akhlak, semakin kuat pula sikap penolakan mereka terhadap bullying secara moral dan sosial. Dengan demikian, pemahaman akhlak tidak hanya bersifat kognitif, tetapi telah terinternalisasi dalam perilaku siswa, sehingga penguatan pembelajaran akhlak berperan penting sebagai strategi preventif dalam menciptakan budaya sekolah yang aman, inklusif, dan bebas bullying.
SOSIOLOGI LEMBAGA PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN DI FATHUL MUBAROK : STUDI TENTANG PENDIDIKAN KARAKTER SANTRI ANTARA MEMPERTAHANKAN TRADISI DAN MENGADOPSI NILAI-NILAI MODERNITAS Syifa Ulfiyana Ramadhanti; Muh Hanif
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i2.11726

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the role of Fathul Mubarok Islamic Boarding School in shaping students’ character through the integration of pesantren traditions and modernity. The research employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed descriptively through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that character development is fostered through religious habituation, discipline, the exemplary conduct of religious leaders (kiai), and the collective culture of the pesantren. In addition to preserving Islamic traditions such as classical Islamic text studies and moral development, the pesantren also accommodates modernity through formal education, the use of technology, and the development of skills relevant to contemporary societal needs. The study reveals that the integration of tradition and modernity strengthens the institution’s identity while producing students who are religious, disciplined, responsible, and adaptable to social change. Therefore, Fathul Mubarok Islamic Boarding School serves as an Islamic educational institution capable of maintaining traditional values while responding to contemporary challenges in the process of character formation. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pondok Pesantren Fathul Mubarok dalam membentuk karakter santri melalui integrasi tradisi pesantren dan modernitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter santri dilakukan melalui pembiasaan ibadah, penerapan disiplin, keteladanan kiai, dan budaya kolektif pesantren. Selain mempertahankan tradisi keislaman seperti kajian kitab klasik dan pembinaan moral religius, pesantren juga mengakomodasi modernitas melalui pendidikan formal, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi tradisi dan modernitas mampu memperkuat identitas pesantren sekaligus membentuk santri yang religius, disiplin, bertanggung jawab, dan adaptif terhadap perubahan sosial. Dengan demikian, Pondok Pesantren Fathul Mubarok berperan sebagai lembaga pendidikan Islam yang mampu menjaga nilai-nilai tradisional sekaligus merespons tuntutan zaman dalam proses pembentukan karakter santri.
MODEL DISCOVERY LEARNING: EFEKTIVITAS TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA Nurul nur hidayah
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i2.11550

Abstract

ABSTRACT Mathematics learning at the junior high school level continues to face challenges in improving students' conceptual understanding and learning independence, as reflected in their limited engagement in the learning process and tendency to receive information passively. This study aimed to describe the implementation of the discovery learning model and identify indications of its success in supporting students' mathematical conceptual understanding and learning independence at SMP Negeri 8 Pontianak. The research employed a quantitative approach using a pre-experimental one-shot case study design involving 32 seventh-grade students selected through simple random sampling. The research instruments included a conceptual understanding test, observation sheets for student activities and lesson implementation, student response questionnaires, and learning independence questionnaires. Data were analyzed descriptively using SPSS version 27. The findings revealed that students' conceptual understanding improved across successive measurements and reached good to very good categories. In addition, student activities, lesson implementation, student responses, and learning independence also demonstrated positive outcomes based on the predetermined criteria. These findings indicate that the implementation of the discovery learning model can foster a more active learning environment and support the enhancement of students' mathematical conceptual understanding and learning independence. Therefore, the discovery learning model has the potential to serve as an alternative instructional approach for improving the quality of mathematics learning at the junior high school level. ABSTRAK Pembelajaran matematika di tingkat SMP masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan pemahaman konsep dan kemandirian belajar siswa, yang ditunjukkan oleh rendahnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan kecenderungan menerima informasi secara pasif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi model discovery learning serta mengidentifikasi indikasi keberhasilannya dalam mendukung pemahaman konsep dan kemandirian belajar matematika siswa di SMP Negeri 8 Pontianak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen one-shot case study yang melibatkan 32 siswa kelas VII yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian terdiri atas tes pemahaman konsep, lembar observasi aktivitas siswa dan keterlaksanaan pembelajaran, angket respons siswa, serta angket kemandirian belajar. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa mengalami peningkatan pada setiap pengukuran dan berada pada kategori baik hingga sangat baik. Selain itu, aktivitas siswa, keterlaksanaan pembelajaran, respons siswa, dan kemandirian belajar juga menunjukkan capaian positif sesuai kriteria yang ditetapkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan model discovery learning mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif serta mendukung penguatan pemahaman konsep dan kemandirian belajar matematika siswa. Dengan demikian, model discovery learning berpotensi menjadi alternatif pembelajaran yang relevan untuk meningkatkan kualitas proses belajar matematika di tingkat SMP.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN MEDIA BAAMBOOZLE TERHADAP PEROLEHAN BELAJAR PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 8 PONTIANAK Novia rindiyani; Yulis Jamiah; Edy Yusmin
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i2.11586

Abstract

ABSTRACT The low achievement of students in learning lines and angles indicates the need for innovative instructional strategies that can enhance student engagement in the learning process. This study aimed to analyze the implementation of the Teams Games Tournament (TGT) cooperative learning model assisted by Baamboozle media and to describe students’ learning outcomes on the topic of lines and angles. The research employed a quantitative pre-experimental approach using a One-Shot Case Study design involving 32 seventh-grade students of class VIIE at SMP Negeri 8 Pontianak, selected through cluster random sampling. Data were collected through classroom observations, learning outcome tests, and student response questionnaires, and were analyzed descriptively. The results showed that the implementation of the learning process was categorized as very good, with an average score of 3.95. Students’ average learning outcome score reached 82.03, with a classical mastery level of 87%. Student activity during the learning process was classified as active, with a percentage of 83.40%, while student responses toward the learning activities reached 80.73% and were categorized as positive. These findings indicate that the implementation of the TGT model assisted by Baamboozle media was able to create an active learning environment, generate positive student responses, and contribute to high mathematics learning outcomes on the topic of lines and angles. Therefore, this learning model has the potential to serve as an alternative instructional strategy that supports mathematics learning at the junior secondary school level. Rendahnya prestasi siswa pada materi garis dan sudut menunjukkan perlunya strategi pembelajaran inovatif yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media Baamboozle serta mendeskripsikan hasil belajar siswa pada materi garis dan sudut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif pra-eksperimen dengan desain One-Shot Case Study pada 32 siswa kelas VIIE SMP Negeri 8 Pontianak yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, tes hasil belajar, dan angket respons siswa, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran berada pada kategori sangat baik dengan rata-rata skor 3,95. Nilai rata-rata hasil belajar siswa mencapai 82,03 dengan ketuntasan klasikal sebesar 87%. Aktivitas siswa selama pembelajaran tergolong aktif dengan persentase 83,40%, sedangkan respons siswa terhadap pembelajaran mencapai 80,73% dan berada pada kategori positif. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model TGT berbantuan media Baamboozle mampu menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, memperoleh respons positif dari siswa, serta berkontribusi terhadap tingginya capaian hasil belajar matematika pada materi garis dan sudut. Oleh karena itu, model pembelajaran ini memiliki potensi untuk digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang mendukung proses belajar matematika di tingkat SMP.
PERAN HUMAS DALAM PEMASARAN PENDIDIKAN DI SD NEGERI 160 PALEMBANG Yumi Permata Sari; Ade Akhmad Saputra
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i2.11779

Abstract

ABSTRACT Competition among educational institutions in the digital era requires elementary schools to optimize the role of public relations (PR) as an effective educational marketing strategy. However, many schools have not utilized digital media optimally, resulting in school image, reputation, and attractiveness that are not fully developed in the public eye. This condition indicates a gap between technological demands and the implementation of public relations functions within schools. This study aims to analyze the role of public relations in educational marketing at SD Negeri 160 Palembang. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through interviews, observations, and documentation involving the principal and the vice principal for public relations as key informants. The findings reveal that public relations serves as an institutional communicator, a builder of a positive school image, a liaison between the school and the community, and a manager of publication media. In carrying out these roles, public relations utilizes social media, the school website, banners, and direct communication to disseminate information and strengthen public trust. In conclusion, public relations significantly contributes to enhancing the school’s image and public confidence through effective communication and the use of digital media. These findings highlight that optimizing digital-based public relations is a crucial strategy for improving competitiveness and sustaining educational marketing in elementary schools. ABSTRAK Persaingan antar lembaga pendidikan di era digital menuntut sekolah dasar mengoptimalkan peran hubungan masyarakat (humas) sebagai strategi pemasaran pendidikan yang efektif. Namun, masih banyak sekolah yang belum memanfaatkan media digital secara optimal sehingga citra, reputasi, dan daya tarik sekolah belum terbentuk secara maksimal di mata masyarakat. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tuntutan perkembangan teknologi dan implementasi fungsi humas di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran humas dalam pemasaran pendidikan di SD Negeri 160 Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang humas sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humas berperan sebagai komunikator lembaga, pembangun citra positif sekolah, penghubung antara sekolah dan masyarakat, serta pengelola media publikasi. Dalam menjalankan perannya, humas memanfaatkan media sosial, website sekolah, banner, dan komunikasi langsung untuk menyebarluaskan informasi serta meningkatkan kepercayaan publik. Kesimpulannya, humas berkontribusi signifikan dalam memperkuat citra sekolah dan membangun kepercayaan masyarakat melalui komunikasi yang efektif dan pemanfaatan media digital. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi humas berbasis digital merupakan strategi penting untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan pemasaran pendidikan di sekolah dasar.
REKONSTRUKSI LIMA PILAR TATA KELOLA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DISRUPSI: ANALISIS KOMPARATIF LITERATUR MANAJEMEN TEORETIS DAN PRAKTIS Aditia Armadan; Khoirul Anwar; Idham Juanda; Ilyas Rozak Hanafi; Muhamad Qomarudinul Huda
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i2.11783

Abstract

ABSTRACT There is a gap between the ideal concept of governance in Islamic Educational Institutions (IEIs) based on modern management theory and its practical implementation, which is still dominated by bureaucratic, centralized, and less adaptive patterns in the era of disruption. This gap is important to examine because it negatively affects the flexibility, innovation, and competitiveness of IEIs in responding to technological and social changes. This study aims to reconstruct the five pillars of IEI governance through a comparative analysis between theoretical literature and empirical practices within the context of the disruption era. This research employs a qualitative approach using a Systematic Literature Review (SLR) method based on PRISMA guidelines, covering literature published from 2016 to 2026. Data analysis was conducted using content analysis and comparative techniques to identify the gap between theory and practice. The findings reveal a significant discrepancy between the ideal standards of modern management theory and the actual implementation in IEIs. The reconstructed governance model is formulated into five main pillars: collective-agile leadership, integrative hybrid curriculum, sustainable reskilling-based human resource development, financial independence through productive waqf and digital governance, and pentahelix partnerships based on global networks and big data. In conclusion, the transformation of IEI governance requires the integration of modern management theory and Islamic values to enhance resilience, accountability, and global competitiveness in a sustainable manner. ABSTRAK Terdapat kesenjangan antara konsep ideal tata kelola Lembaga Pendidikan Islam (LPI) berbasis teori manajemen modern dengan praktik implementasinya yang masih didominasi pola birokratis, sentralistik, dan kurang adaptif terhadap era disrupsi. Kesenjangan ini penting dikaji karena berdampak pada rendahnya fleksibilitas, inovasi, dan daya saing LPI dalam menghadapi perubahan teknologi dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi lima pilar tata kelola LPI melalui analisis komparatif antara literatur teoretis dan praktik empiris dalam konteks era disrupsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA terhadap literatur tahun 2016-2026. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi dan komparatif untuk mengidentifikasi kesenjangan antara teori dan praktik. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara idealitas teori manajemen modern dan realitas implementasi di LPI. Rekonstruksi tata kelola dirumuskan dalam lima pilar, yaitu kepemimpinan kolektif-agil, kurikulum hibrida integratif, pengembangan SDM berbasis reskilling berkelanjutan, kemandirian finansial melalui wakaf produktif dan digital governance, serta kemitraan pentahelix berbasis jaringan global dan big data. Kesimpulannya, transformasi tata kelola LPI menuntut integrasi teori modern dan nilai-nilai Islam untuk meningkatkan resiliensi, akuntabilitas, dan daya saing global secara berkelanjutan.
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PAI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN AKTIF DAN PENDEKATAN INTENSIF PADA SISWA KELAS IV SDN SUKAHARJA 03 KARAWANG Larasati nur firzanah; Ilham Mukhtar Sya’bani; Muhajir A.M Al-Raji; M. Makbul
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i2.11824

Abstract

ABSTRACT This study aimed to improve students’ participation and learning outcomes in Islamic Religious Education through the implementation of an interactive learning method in Grade IV of SDN Sukaharja 03 Karawang. The study was motivated by the low level of student engagement during the learning process, which contributed to unsatisfactory learning outcomes. The novelty of this study lies in the application of an interactive learning method that integrates discussion, group work, demonstrations, and learning quizzes to enhance both student participation and learning achievement in Islamic Religious Education at the elementary school level. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The participants were Grade IV students of SDN Sukaharja 03 Karawang. Data were collected through observation, learning achievement tests, and documentation and were analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques. The findings revealed that the interactive learning method successfully increased students’ participation in asking and answering questions, engaging in discussions, and collaborating with peers during the learning process. Learning outcomes also improved, as indicated by the increase in the class average score from 70 in Cycle I to 81 in Cycle II, while the learning mastery rate increased from 44% to 97%. These findings indicate that the interactive learning method is effective in enhancing student participation and learning outcomes in Islamic Religious Education and can serve as an alternative instructional strategy to promote more active, participatory, and student-centered learning in elementary schools ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam melalui penerapan metode pembelajaran interaktif di kelas IV SDN Sukaharja 03 Karawang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran yang berdampak pada rendahnya hasil belajar. Kebaruan penelitian terletak pada penerapan metode pembelajaran interaktif yang mengintegrasikan diskusi, kerja kelompok, demonstrasi, dan kuis pembelajaran untuk meningkatkan partisipasi serta hasil belajar siswa pada pembelajaran PAI di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Sukaharja 03 Karawang, dengan data dikumpulkan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran interaktif mampu meningkatkan partisipasi siswa dalam bertanya, menjawab pertanyaan, berdiskusi, dan bekerja sama selama pembelajaran. Peningkatan hasil belajar ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata kelas dari 70 pada Siklus I menjadi 81 pada Siklus II, sedangkan persentase ketuntasan belajar meningkat dari 44% menjadi 97%. Temuan ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran interaktif efektif dalam meningkatkan partisipasi dan hasil belajar Pendidikan Agama Islam serta dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang lebih aktif, partisipatif, dan berpusat pada siswa di sekolah dasar.
PEMANFAATAN MINIATUR KA'BAH DAN MANEKIN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN FIQIH DI MTS Alam Deni Kusuma; Mazroatus Sa’adah; Sania Putri Setiya; Birini Sofiana
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i2.11929

Abstract

ABSTRACT Fiqh learning in Islamic Junior High Schools (Madrasah Tsanawiyah/MTs) still faces challenges in delivering practice-based materials, particularly on Hajj rituals and funeral management. The dominance of lecture-based teaching methods often makes it difficult for students to understand concepts concretely. Although previous studies have discussed the use of visual media in Fiqh learning, research specifically examining the use of Ka’bah miniatures and mannequins as practical learning media remains limited. Therefore, this study is important to investigate the relevance and effectiveness of these media in supporting Fiqh learning at MTs. This study aims to describe the utilization of Ka’bah miniatures and mannequins, identify their advantages and challenges, and examine their relevance based on educational theories and previous research findings. The study employed a qualitative approach using a literature review method. Data were collected from books, academic journals, scientific articles, and relevant previous studies and were analyzed using descriptive qualitative techniques. The findings indicate that Ka’bah miniatures and mannequins can enhance students’ motivation, learning interest, and understanding of practice-oriented Fiqh materials. These media also promote more active, interactive, and contextual learning experiences. Therefore, Ka’bah miniatures and mannequins are relevant learning media for improving the quality of both the learning process and learning outcomes in Fiqh education at MTs. ABSTRAK Pembelajaran Fiqih di Madrasah Tsanawiyah (MTs) masih menghadapi kendala dalam penyampaian materi yang bersifat praktik, khususnya pada materi haji dan pengurusan jenazah. Pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah menyebabkan peserta didik kesulitan memahami konsep secara konkret. Berbagai penelitian telah membahas penggunaan media visual dalam pembelajaran Fiqih, namun kajian yang secara khusus mengulas pemanfaatan miniatur Ka'bah dan manekin sebagai media pembelajaran praktik masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengkaji relevansi dan efektivitas kedua media tersebut dalam mendukung pembelajaran Fiqih di MTs. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan miniatur Ka'bah dan manekin, mengidentifikasi kelebihan dan kendala penggunaannya, serta mengkaji relevansinya berdasarkan teori dan penelitian terdahulu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari buku, jurnal, artikel ilmiah, dan hasil penelitian yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa miniatur Ka'bah dan manekin mampu meningkatkan motivasi, minat belajar, serta pemahaman peserta didik terhadap materi Fiqih yang bersifat praktik. Kedua media tersebut juga mendorong pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan kontekstual. Dengan demikian, miniatur Ka'bah dan manekin relevan digunakan sebagai media pembelajaran Fiqih untuk mendukung peningkatan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik di MTs.