cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
ISSN : 28078829     EISSN : 28078659     DOI : https://doi.org/10.51878/educator.v2i1
Core Subject : Education,
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 140 Documents
HARMONY IN THE DIVERSITY OF SOLO BATIK MOTIFS AND MATHEMATICHAL CONCEPTS SEPTI, ALEZA DWI; TOHA, ANDI MUHAMMAD; ASTUTI, WIWIN; BISRI, MOH.
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v4i2.3667

Abstract

This study explores the integration of ethnomathematics in mathematics learning by utilizing the Batik Sidomukti motif from Solo as a learning medium. The background of this study is based on the need to link mathematics with local culture in order to improve students' understanding and interest in learning mathematics. The purpose of this study is to identify the mathematical elements contained in the Batik Sidomukti motif and how the motif can be used as a realistic mathematics learning medium. The research method used is library research by analyzing primary and secondary data related to the Batik Sidomukti motif and relevant mathematical concepts. The results of the study show that Batik Sidomukti contains various geometric concepts such as circles, triangles, rhombuses, and parallelograms, and applies algebraic and statistical concepts in its design. In addition, symmetry analysis reveals that the Batik Sidomukti motif uses a translation pattern without reflection, shear, or rotational symmetry patterns. The conclusion of this study is that Batik Sidomukti not only has high aesthetic and cultural value, but can also be used effectively as a mathematics learning medium that connects students with their cultural context and improves mathematical understanding through real applications. ABSTRAKPenelitian ini mengeksplorasi integrasi etnomatematika dalam pembelajaran matematika dengan memanfaatkan motif Batik Sidomukti asal Solo sebagai media pembelajaran. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya mengaitkan matematika dengan budaya lokal guna meningkatkan pemahaman dan minat siswa dalam belajar matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi unsur matematika yang terkandung dalam motif Batik Sidomukti dan bagaimana motif tersebut dapat digunakan sebagai media pembelajaran matematika realistik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan menganalisis data primer dan sekunder yang berkaitan dengan motif Batik Sidomukti dan konsep matematika yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Batik Sidomukti memuat berbagai konsep geometri seperti lingkaran, segitiga, belah ketupat, dan jajar genjang, serta menerapkan konsep aljabar dan statistika dalam perancangannya. Selain itu, analisis simetri menunjukkan bahwa motif Batik Sidomukti menggunakan pola translasi tanpa pola simetri pantulan, geser, atau putar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Batik Sidomukti tidak hanya mempunyai nilai estetika dan budaya yang tinggi, tetapi juga dapat digunakan secara efektif sebagai media pembelajaran matematika yang menghubungkan siswa dengan konteks budayanya dan meningkatkan pemahaman matematika melalui aplikasi nyata.
ETHNOMATHEMATICS OF KAWUNG SOLO BATIK AS A LEARNING MEDIA FOR STREAM-BASED GEOMETRY TRANSFORMATION TOHA, ANDI MUHAMMAD; SEPTI, ALEZA DWI; ASTUTI, WIWIN; BISRI, MOH.
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v4i2.3668

Abstract

This research is a literature study assessment that uses exploratory techniques with an ethnographic approach. The aim of this research is to explore Solo kawung batik as a learning medium for geometric transformations. The form of batik called "kawung batik" is in the form of geometric circles that resemble kawung fruit, which is also known as kolang-kaling or sugar palm. The message contained in the kawung motif is that a person must be an individual who is superior, good, and helps others. The results of this research show that 1) Kawung motifs have periodic repeating patterns at certain intervals, 2) Kawung batik contains symmetrical patterns, concepts of congruence and congruence, 3) In Kawung batik motifs there are elements of geometric transformation such as mirroring, rotation and shifting. which can later be used as a mathematics learning medium as is the aim of this research. This learning media is designed to integrate elements of Science, Technology, Reading, Engineering, Arts, and Mathematics (STREAM), so that it can combine literacy skills, art aesthetics, and mathematics in more comprehensive learning. ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian studi kepustakaan yang menggunakan teknik eksploratif dengan pendekatan etnografi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi batik kawung Solo sebagai media pembelajaran transformasi geometri. Bentuk batik yang disebut dengan “batik kawung” adalah berbentuk lingkaran-lingkaran geometris yang menyerupai buah kawung, disebut juga kolang-kaling atau enau. Pesan yang terkandung dalam motif kawung adalah seseorang harus menjadi individu yang unggul, baik, dan suka membantu orang lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Motif Kawung mempunyai pola berulang secara periodik dalam interval tertentu, 2) Batik Kawung mengandung pola simetris, konsep kongruensi dan kongruensi, 3) Pada motif batik Kawung terdapat unsur transformasi geometri seperti pencerminan, perputaran. dan bergeser. yang nantinya dapat digunakan sebagai media pembelajaran matematika sebagaimana tujuan penelitian ini. Media pembelajaran ini dirancang untuk mengintegrasikan unsur Science, Technology, Reading, Engineering, Arts, and Mathematics (STREAM), sehingga dapat memadukan keterampilan literasi, estetika seni, dan matematika dalam pembelajaran yang lebih komprehensif.
MENGGALI KEINDAHAN KEBERAGAMAN: NILAI-NILAI MULTIKULTURAL PPTQ BAITUL ABIDIN DARUSSALAM KALIBEBER WONOSOBO AMAL, IHSANUL; MA’RIFAH, ROUDHOTUL; MUBIN, NURUL; SUHARDI, MUHAMAD
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v4i2.3692

Abstract

This article examines the implementation of multicultural values at PPTQ (Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an) Baitul Abidin Darussalam, Kalibeber, Wonosobo. Using a qualitative approach, this study aims to explore how the pesantren integrates cultural, religious, and ethnic diversity into the education of its students. The findings indicate that the multicultural values at this PPTQ have successfully created an inclusive and harmonious environment. The students are taught to respect differences and build tolerance, which allows them to live harmoniously in the midst of diversity. The article concludes that the application of multicultural values in pesantren can serve as an effective educational model in shaping tolerant and broad-minded students. It provides recommendations for pesantren managers and educators to continue strengthening multicultural values in the daily activities of students. This reinforcement is crucial for preparing students to face rapid social changes. Therefore, the multicultural values applied at PPTQ Baitul Abidin Darussalam can serve as an example for other educational institutions in building a harmonious and inclusive society. ABSTRAKArtikel ini mengkaji penerapan nilai-nilai multikultural di PPTQ (Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an) Baitul Abidin Darussalam, Kalibeber, Wonosobo. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana pesantren ini mengintegrasikan keberagaman budaya, agama, dan etnis dalam pendidikan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai multikultural di PPTQ ini berhasil menciptakan lingkungan yang inklusif dan harmonis. Para santri diajarkan untuk menghargai perbedaan dan membangun toleransi, yang memungkinkan mereka untuk hidup berdampingan secara harmonis di tengah keberagaman. Artikel ini menyimpulkan bahwa penerapan nilai-nilai multikultural di lingkungan pesantren dapat menjadi model pendidikan yang efektif dalam membentuk karakter santri yang toleran dan berwawasan luas. Artikel ini memberikan rekomendasi bagi pengelola pesantren dan pendidik untuk terus memperkuat nilai-nilai multikultural dalam kegiatan harian santri. Penguatan ini penting untuk mempersiapkan santri menghadapi perubahan sosial yang cepat. Dengan demikian, nilai-nilai multikultural yang diterapkan di PPTQ Baitul Abidin Darussalam dapat berfungsi sebagai contoh bagi lembaga pendidikan lainnya dalam membangun masyarakat yang harmonis dan inklusif.
NILAI TINDIH SUKU SASAK SEBAGAI PEDOMAN HIDUP UNTUK MENINGKATKAN EMPATI DAN SIKAP HORMAT SISWA NURAENI, NURAENI; SUHARDI, MUHAMAD
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v4i2.3837

Abstract

Moral values, particularly respect, are fundamental principles that grow and develop from the value of empathy. Empathy, in this context, is a moral value that can positively contribute to an individual's moral development. Empathy and respect are among the foundational moral values that influence other virtues such as responsibility, friendship, peacefulness, honesty, and tolerance, which are integral to humanitarian values. One of the local wisdom values believed to enhance individual understanding and actions is the tindih value of the Sasak tribe. The tindih value refers to a core principle emphasizing commitment and consistency to truth and nobility, which is rooted in faith. The fundamental tindih value is supported by a protective value system that safeguards individuals and society from humanitarian degradation, namely maliq and merang. Maliq signifies the prohibition of engaging in inappropriate and unbeneficial actions. Meanwhile, merang embodies social solidarity, characterized by empathy and concern for others. ABSTRAKNilai moral berupa sikap hormat atau respect merupakan nilai dasar yang tumbuh dan berkembang dari nilai empati. Nilai empati dalam hal ini merupakan nilai moralitas yang dapat berkontribusi positif terhadap perkembangan moral individu. Empati dan sikap hormat merupakan salah satu nilai (kualitas dari perbuatan) yang merupakan nilai moral paling dasar bagi nilai-nilai lainnya yang juga dapat berpengaruh terhadap nilai tanggung jawab, persahabatan, cinta damai, rasa hormat, kejujuran dan toleransi nilai-nilai kemanusiaan. Adapun salah satu nilai kearifan lokal yang dianggap dapat meningkatkan pemahaman dan perbuatan individu adalah nilai tindih suku Sasak. Adapun yang dimaksud nilai tindih adalah nilai dasar yang menekankan pada komitmen dan konsistensi pada kebenaran dan keluhuran yang bersumber dari keimanan. Adapun nilai dasar tindih didindingi oleh sistem nilai penyangga untuk membentengi diri dan masyarakat dari degradasi kemanusiaan yaitu maliq dan merang. Lebih lanjut maliq berarti pantangan melakukan hal yang tidak pantas dan tidak bermanfaat. Sedangkan merang mengandung nilai solidaritas sosial yaitu sikap tenggang rasa, dan perduli terhadap sesama atau mampu berempati.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI MAWADDAH, ROCHMIYATUL; PUTRA , HELDY RAMADHAN; SUHARDI, MUHAMAD
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v4i3.3838

Abstract

The purpose of this study is to examine the role of school principals in improving technology-based learning. The research method uses qualitative descriptive, with the subject of the principal, data collection is carried out by observation and interviews and documentation. Data analysis using an interactive model from Milles and Hubbermant. The results of the study show that: (1) The leadership of the principal has a very significant influence on the performance of teachers and students, especially in the context of the application of technology in schools. (2) The challenge faced is that the provision of infrastructure and resources is still a major obstacle in the implementation of technology (3) Therefore, although the leadership of school principals is crucial, support from the government and the private sector in the provision of adequate infrastructure is urgently needed. In conclusion, principals must continue to strengthen their role as agents of change by encouraging innovation and technology development in schools, while collaborating with others to overcome existing barriers. ABSTRAKTujuan penelitian ini mengkaji peran kepala sekolah dalam meningkatkan pembelajaran berbasis teknologi. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif, dengan subyek kepala sekolah, pengumpulan data dilakukan dengan obervasi dan wawancara serta dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan model interaktif dari Milles and Hubbermant. Hasil penelitian menunjuuukan bahwa : (1) Kepemimpinan kepala sekolah memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap kinerja guru dan siswa, terutama dalam konteks penerapan teknologi di sekolah. (2) Tantangan yang dihadapi adalah menyediaan infrastruktur dan sumber daya masih menjadi hambatan besar dalam implementasi teknologi (3) Oleh karena itu, meskipun kepemimpinan kepala sekolah sangat krusial, dukungan dari pemerintah dan sektor swasta dalam penyediaan infrastruktur yang memadai sangat dibutuhkan. Kesimpulannya, kepala sekolah harus terus memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan dengan mendorong inovasi dan pengembangan teknologi di sekolah, sambil berkolaborasi dengan pihak lain untuk mengatasi hambatan yang ada.
PENINGKATAN KETERLIBATAN SISWA DALAM DIGITALISASI PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 1 WERA RISWAN, DEDY; ROHMADI, SAMSUL HUDA; SUHARDI, MUHAMAD
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v4i3.3840

Abstract

This study aims to explore the improvement of student engagement in digitalization of learning at SMA Negeri 1 Wera. In the digital era, the application of information and communication technology is very important to improve student access, interaction, and motivation in the learning process. The method used is qualitative with a case study design, involving 30 students, 5 teachers, and 1 principal. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The results of the study indicate that digitalization expands access to learning materials and improves interaction between students and teachers, although challenges such as gaps in access to technology still exist. Parental and community support also greatly influences the success of digitalization. This study recommends a comprehensive strategy to improve student engagement in the digital era. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peningkatan keterlibatan siswa dalam digitalisasi pembelajaran di SMA Negeri 1 Wera. Dalam era digital, penerapan teknologi informasi dan komunikasi sangat penting untuk meningkatkan akses, interaksi, dan motivasi siswa dalam proses belajar. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan 30 siswa, 5 guru, dan 1 kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi memperluas akses materi pembelajaran dan meningkatkan interaksi antara siswa dan guru, meskipun tantangan seperti kesenjangan akses teknologi masih ada. Dukungan orang tua dan komunitas juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan digitalisasi. Penelitian ini merekomendasikan strategi yang komprehensif untuk meningkatkan keterlibatan siswa di era digital.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY INQUIRY TERHADAP HASIL BELAJAR IPA LESMANA, NEDI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v4i3.3922

Abstract

This experiment was conducted to determine the effect of discovery inquiry learning model on students' science learning outcomes. The research method used is an experimental method using static group comparation, namely by comparing students who are given treatment with students who are taught conventionally. From the data that has been collected, the following results are obtained. The learning outcomes of students taught using conventional methods, the average value is 67.88. Based on the results of the t-test calculation, for ? = 0.05 and dk = 78, the ttable price = 1.994 while the tcount price = 4.189. So, tcount > ttable which indicates that there is a positive effect of the discovery inquiry learning model on science learning outcomes. So it can be concluded that students' science learning outcomes with the discovery inquiry learning model get better results in SMP Negeri 1 Cariu students. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery inquiry terhadap hasil belajar IPA siswa. Metode penelitian yang digunakan berupa metode eksperimen dengan menggunakan static group comparation, yaitu dengan membandingkan antara siswa yang diberi treatment dengan siswa yang diajar secara konvensional. Dari data yang telah dikumpulkan diperoleh hasil sebagai berikut. Hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan metode konvensional, nilai rata-ratanya sebesar 67,88. Hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran discovery inquiry didapatkan nilai rata-ratanya 75,63. berdasarkan hasil perhitungan uji-t, untuk ? = 0,05 dan dk = 78 didapat harga ttabel = 1,994 sedangkan harga thitung = 4,189. Jadi, thitung > ttabel yang mengindikasikan terdapat pengaruh positif model pembelajaran discovery inquiry terhadap hasil belajar IPA. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPA siswa dengan model pembelajaran discovery inquiry mendapatkan hasil yang lebih baik pada siswa SMP Negeri 1 Cariu.
PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DI SMK BHAKTI INSANI RAMADHANI , ANNISA PUTRI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v4i3.4039

Abstract

This study aims to determine the effect of students' learning independence on understanding mathematical concepts at SMK Bhakti Insani Bogor. The method used in this study is the survey method. The sampling technique uses the Simple Random Sampling Technique. The instruments for data collection in this study were a questionnaire on students' learning independence consisting of 21 statements and essay questions on understanding mathematical concepts on the Three Variable Linear Equation System (SPLTV) material consisting of 5 questions. The sample was 70 students of SMK Bhakti Insani Bogor class X who were selected randomly. The regression equation obtained was ???? = (?93.15) + 2.25 ????. From the results of hypothesis testing, it was obtained that tcount> ttable or 32.66> 2.009, so H0 was rejected and H1 was accepted. It can be concluded that there is a significant effect of learning independence on understanding mathematical concepts. And the correlation coefficient between learning independence (X) and understanding mathematical concepts (Y) is 0.97. Based on the calculation results, the determination coefficient value is 94%, this means that the contribution of learning independence to the understanding of mathematical concepts is 94%, while 6% of the high understanding of mathematical concepts is influenced by other factors. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemandirian belajar peserta didik terhadap pemahaman konsep matematika di SMK Bhakti Insani Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik Simple Random Sampling. Instrumen untuk pengumpulan data pada penelitian ini berupa angket kemandirian belajar siswa sebanyak 21 butir pernyataan dan tes soal essay pemahaman konsep matematika materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) sebanyak 5 soal. Sampelnya adalah peserta didik SMK Bhakti Insani Bogor kelas X sebanyak 70 siswa yang dopilih secara acak. Persamaan regresi yang didapat sebesar ???? = (?93,15) + 2,25 ????. Dari hasil pengujian hipotesis diperoleh diperoleh thitung > ttabel atau 32,66 > 2,009 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan kemandirian belajar terhadap pemahaman konsep matematika. Dan koefisien korelasi antara kemandirian belajar (X) terhadap pemahaman konsep matematika (Y) sebesar 0,97. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 94%, hal ini berarti bahwa kontribusi kemandirian belajar terhadap pemahaman konsep matematika sebesar 94%, sedangkan 6% tingginya pemahaman konsep matematika dipengaruhi oleh faktor lain.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW SISWA KELAS X DKV 1 DI SMK NEGERI PUSPITASARI, MARIA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v4i3.4040

Abstract

This research is a Classroom Action Research (CAR) which aims to improve the learning outcomes and mathematics learning activities of class X DKV 1 students at SMK Negeri 1 Gegerbitung in the 2024/2025 academic year through Jigsaw cooperative learning. This research was conducted collaboratively and participatively which was implemented in two cycles. Data collection in this study was carried out using participant observation and written tests. Based on the results of the study, it was concluded that through jigsaw cooperative learning, it can improve the learning outcomes of class X DKV 1 students and the learning activities of class X DKV 1 students in mathematics. This is supported by research data which shows an increase in the percentage of completion of the Mathematics learning outcome test. At the time of pre-research, the students' completeness was only 39%, after implementing cycle I with the Jigsaw cooperative learning model, the percentage of completeness of learning achievement of class X DKV 1 students was 67% with an average completeness reaching 73.75, then in cycle II, the completeness of learning outcomes reached 89% with an average of 81.11. Through Jigsaw type cooperative learning, it can also improve the learning activities of class X DKV 1 students at SMK Negeri 1 Gegerbitung in the 2024/2025 Academic Year. In cycle I, the learning activities of class X DKV 1 students obtained a final score of 65%, meaning that the learning activities of class X DKV 1 students were in the good criteria. In cycle II, the final score of the learning activities of class X DKV 1 students reached 88% so that it was in the very good criteria. ABSTRAKPenelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar matematika siswa kelas X DKV 1 di SMK Negeri 1 Gegerbitung tahun pelajaran 2024/2025 melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Penelitian ini dilakukan secara kolaboratif dan partisipasif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan observasi partisipan dan tes tertulis. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa melalui pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X DKV 1 serta aktivitas belajar siswa kelas X DKV 1 pada mata pelajaran matematika. Hal ini didukung dengan data penelitian yang menunjukkan menunjukkan adanya peningkatan persentase ketuntasan tes hasil belajar Matematika. Pada saat pra penelitian, ketuntasan peserta didik hanya 39%, setelah dilaksanakan siklus I dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw persentase ketuntasan prestasi belajar siswa kelas X DKV 1 sebesar 67% dengan rata-rata ketuntasan mencapai 73,75, kemudian pada tindakan siklus II, ketuntasan hasil belajar mencapai 89% dengan rata-rata 81,11. Melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw juga dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas X DKV 1 di SMK Negeri 1 Gegerbitung Tahun Pelajaran 2024/2025. Pada siklus I aktivitas belajar siswa kelas X DKV 1 memperoleh skor akhir 65%, artinya aktivitas belajar siswa kelas X DKV 1 berada pada kriteria baik. Pada siklus II skor akhir aktivitas belajar siswa kelas X DKV 1 mencapai 88% sehingga berada pada kriteria sangat baik.
PENGARUH PRESTASI PENDIDIKAN KETERAMPILAN DAN TINGKAT PENDAPATAN KELUARGA TERHADAP MOTIVASI BERWIRAUSAHA SISWA BALAI LATIHAN KERJA ZANNAH, SITI NUR
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v4i4.4041

Abstract

This study aims to analyze the influence of vocational education achievement and family income levels on students' entrepreneurial motivation. The method employed involves data collection through questionnaires administered to 63 students from a Vocational Training Center. Data analysis was conducted using multiple linear regression tests, along with normality, homogeneity, and variable independence tests. The results indicate that vocational education has a significant positive effect on entrepreneurial motivation, while family income levels have a negative impact. These findings highlight the importance of vocational education in enhancing students' interest and capability in entrepreneurship. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh prestasi pendidikan keterampilan dan tingkat pendapatan keluarga terhadap motivasi berwirausaha siswa. Metode yang digunakan melibatkan pengumpulan data melalui angket/kuesioner dengan responden sebanyak 63 siswa dari Balai Latihan Kerja. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linear ganda, uji normalitas, homogenitas, serta uji independensi variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan keterampilan memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap motivasi berwirausaha, sementara tingkat pendapatan keluarga memiliki pengaruh negatif. Temuan ini mengindikasikan pentingnya pendidikan keterampilan dalam meningkatkan minat dan kemampuan berwirausaha pada siswa.