cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
ISSN : 28078829     EISSN : 28078659     DOI : https://doi.org/10.51878/educator.v2i1
Core Subject : Education,
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 140 Documents
PEMANFAATAN PEMBELAJARAN OPEN-ENDED BERBANTUAN GAME EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK PADA MATERI BILANGAN CACAH ACHMAD FIRDAUS
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i4.1928

Abstract

Creative thinking is an important component in preparing for the alpha generation. A study shows that in the future creative work will take on multiple roles, because routine work with repetitive patterns will be taken over by machines and other automated processes. Practicing creative thinking skills can use open-ended learning assisted by educational games. This research is a best practice conducted to train students' mathematical creative thinking abilities. The subjects in this study were 30 grade VI students at SD Al Muslim Bekasi. The research instrument used was an educational game "make a number" and worksheets to see some of the possible findings of students' answers. The results of the analysis collected at least 2 variations of the answers to the findings of the students with an average variation of answers for each question. In addition, based on the achievement of the learning outcomes, there is an average class value in this task of 95.93. These results show an extraordinary achievement, where as many as 22 students or about 74% get a perfect score. It can be concluded that open-ended learning assisted by educational games can be used to train students' mathematical creative thinking skills. ABSTRAKBerpikir kreatif adalah salah satu komponen penting dalam menyiapkan generasi alpha. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa di masa mendatang pekerjaan kreatif akan mengambil banyak peran, karena pekerjaan rutin dengan pola mengulang akan diambil alih oleh mesin dan proses otomatisasi lainnya. Melatih kemampuan berpikir kreatif dapat menggunakan pembelajaran open-ended berbantuan game edukasi. Penelitian ini merupakan sebuah best practice yang dilakukan untuk melatih kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 30 siswa kelas VI SD al muslim Bekasi. Instrumen penelitian yang digunakan berupa game edukasi “make a number” dan LKS untuk melihat beberapa kemungkinan temuan jawaban para peserta didik. Hasil analisa terhimpun sedikitnya ada 2 variasi jawaban hasil temuan peserta didik dengan rata-rata variasi jawaban pada setiap soal. Selain itu berdasarkan capaian nilai hasil belajar terdapat nilai rata-rata kelas pada tugas ini sebesar 95,93. Hasil ini menunjukkan prestasi yang luar biasa, dimana sebanyak 22 peserta didik atau sekitar 74% mendapatkan nilai sempurna. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran open-ended berbantuan game edukasi dapat digunakan untuk melatih kemampuan berpikir kreatif matematis siswa.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 8 CIKARANG UTARA KABUPATEN BEKASI PURWANINGSIH PURWANINGSIH
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i4.1929

Abstract

Mathematics is a subject that is tense, boring and difficult to understand is the opinion of most students, including at SMP Negeri 8 Cikarang Utara, Bekasi Regency, which results in low student learning outcomes. This is made possible by the low ability of students to understand the subject matter as a result of the learning process which does not provide challenges and opportunities to develop their potential. One possible learning model to answer these problems is the discovery learning model. To reveal and answer these problems, this study tried to compare the learning outcomes of the experimental group with learning using the discovery method with the control group which was treated with conventional methods. After the two groups were given the same pretest and posttest questions, there was a significant difference in learning outcomes. Learning with the discovery method can increase learning outcomes from an average value of 33.0 to 86.2 or an increase of 53.4. While the increase in results in the control group who received conventional learning was 33.3 to 61.2 or an increase of 27.9 and mastery reached 96%. This shows that learning with the discovery method can improve student learning outcomes. ABSTRAKMatematika merupakan pelajaran yang menegangkan, membosankan dan susah dimengerti merupakan anggapan sebagian besar peserta didik, termasuk di SMP Negeri 8 Cikarang Utara Kabupaten Bekasi yang berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa. Hal ini di mungkinkan oleh kemampuan peserta didik yang rendah dalam memahami materi pelajaran akibat dari proses belajar yang kurang memberi tantangan dan kesempatan untuk mengembangkan potensinya. Salah satu model pembelajaran yang dimungkinkan untuk menjawab permasalahan tersebut adalah model pembelajaran penemuan. Untuk mengungkap dan menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini mencoba membandingkan hasil belajar dari kelompok eksperimen dengan pembelajaran menggunakan metode penemuan dengan kelompok kontrol yang diperlakukan dengan metode konvensional. Setelah kedua kelompok diberi soal pretest dan postest yang sama, ternyata ditemukan perbedaan hasil belajar yang cukup signifikan. Pembelajaran dengan metode penemuan mampu meningkatkan hasil belajar dari rerata nilai 33,0 menjadi 86,2 atau meningkat sebesar 53,4. Sedangkan peningkatan hasil pada kelompok kontrol yang mendapat pembelajaran konvensional adalah 33,3 menjadi 61,2 atau meningkat 27,9 dan ketuntasan mencapai 96%. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan metode penemuan mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik.
PENANAMAN NILAI – NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DI SD NEGERI 2 KECAPI BAMBANG SUDARMAJI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i4.1930

Abstract

Pendidikan karakter adalah suatu proses penerapan nilai-nlai moral dan agama pada peserta didik melalui ilmu-ilmu pengetahuan, penerapan nilai-nilai tersebut baik terhadap diri sendiri, keluarga, sesama teman, terhadap pendidik dan lingkungan sekitar maupun terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Perkembangan sosial anak usia sekolah dasar sudah bertambah, dari yang awalnya hanya bersosial dengan keluaga di rumah, kemudian berangsur-angsur mengenal  orang-orang disekitarnya. Anak pada usia ini juga telah mengenal gaya hidup digital, baik itu dari rumah, teman-teman, sekolah dan lingkungan sekitar. Era digital tidak hanya punya dampak positif, tapi juga berdampak negatif, disinilah peran kita sebagai orang tua, pendidik dan masyarakat dewasa membimbing dan mengawasi anak untuk menjalaninya dengan baik, tepat, dan bermanfaat positif bagi anak itu sendiri.
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI KELAS 2 SD NEGERI PUJOKUSUMAN 1 YOGYAKARTA SULFIATI SULFIATI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i4.1931

Abstract

This study aims to describe the disciplinary character education at SD Negeri Pujokusuman 1 Yogyakarta. Character education in modern times is an important thing that must be done and cannot be separated from everyday life. Disciplined character education is carried out in applying learning, namely: applying character education steps to students, the process of forming disciplinary character, building disciplinary character in students , the application of disciplinary character education to students in thematic learning. This research is a descriptive research with a qualitative approach. The research subjects were the 2nd grade students of SD Negeri Pujokusuman 1 Yogyakarta. Researchers limit the number of students who are used as research subjects. From this study, 28 of 112 parallel class students were taken from class 2B, namely class 2 A, B, C, and D. Data collection techniques used included interviews, observation, documentation. Based on the results of disciplinary character education research in grade 2 SD Negeri Pujokusuman 1 Yogyakarta. Disciplined character education in the thematic learning process and integrated into lesson plans that are carried out in learning activities every day at school. The role of the teacher in the formation of the disciplinary character of students at SD Negeri Pujokusuman 1 Yogyakarta is as a teacher, mentor, trainer and evaluator. The process of integrating character education is sought by the teacher through models and material that can be understood by students and applied in everyday life so that the process of forming disciplinary character can be achieved so that the teacher understands the character of each student in the learning process. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan karakter disiplin di Sekolah Dasar Negeri Pujokusuman 1 Yogyakarta. Pendidikan karakter di zaman modern merupakan hal penting yang harus dilakukan dan tidak terlepas dalam kehidupan sehari–hari, Pendidikan karakter disiplin dilakukan dalam menerapkan pembelajaran yakni: menerapkan langkah-langka pendidikan karakter kepada peserta didik, proses pembentukan karakter disiplin, membangun karakter disiplin pada perserta didik, penerapan pendidikan karakter disiplin pada peserta didik dalam pembelajaran tematik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas 2 SD Negeri Pujokusuman 1 Yogyakarta. Peneliti membatasi jumlah peserta didik yang dijadikan subjek penelitian. Dari penelitian ini diambil sampel kelas 2B sebanyak 28 dari 112 peserta didik kelas paralel yaitu kelas 2 A,B,C, dan D Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian pendidikan karakter disiplin di kelas 2 SD Negeri Pujokusuman 1 Yogyakarta. Pendidikan karakter disiplin dalam proses pembelajaran tematik dan diintegrasikan ke dalam RPP yang dilaksanakan pada kegiatan pembelajaran setiap hari di sekolah. Peranan guru dalam pembentukan karakter disiplin peserta didik di SD Negeri Pujokusuman 1 Yogyakarta adalah sebagai pengajar, pembimbing, pelatih, dan evaluator. Proses integrasi pendidikan karakter diupayakan oleh guru melalui model dan materi yang disampaikan dapat dipahami oleh peserta didik dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar proses pembentukan karekter disiplin dapat tercapai sehingga guru memahami karakter setiap peserta didik dalam proses pembelajaran.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KONSEP MOL DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING SITI AMANAH
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i4.1932

Abstract

This study aims to improve students' chemistry learning outcomes in the mole concept material by applying the problem solving learning model. The research method used is Classroom Action Research (CAR), which generally consists of 2 (two) cycles. Each cycle has 4 (four) stages namely planning, action, observation, and reflection. This research was conducted in class X IPA1 with a total of 25 students. This study focused on the concept of moles which includes the conversion of the number of moles into the number of particles, the number of masses, the number of volumes, Avogadro's hypothesis, empirical formulas, molecular formulas, levels of substances, and limiting reagents. Data collection techniques used were tests, observation sheets, and student questionnaires. From the results of research in cycle II there was an increase in activity and student learning outcomes from cycle I namely. In cycle II, the average post-test score of students was 77.87 and the percentage of completeness of student learning outcomes reached 88% of students achieving grades ?65. And from the results of student questionnaires and the results of observations on learning using the problem solving model, there were good responses from students. This proves that learning using the problem solving model has a positive impact on students in the teaching and learning process. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa pada materi konsep mol dengan penerapan model pembelajaran problem solving. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang secara umum terdiri dari 2 (dua) siklus. Masing-masing siklus terdapat 4 (empat) tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X IPA1 yang berjumlah 25 siswa. Penelitian ini difokuskan pada materi konsep mol yang mencakup konversi jumlah mol ke dalam jumlah partikel, jumlah massa, jumlah volume, hipotesis Avogadro, rumus empiris , rumus molekul, kadar zat, dan pereaksi pembatas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, lembar observasi, dan angket siswa. Dari hasil penelitian pada siklus II terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dari siklus I yaitu. Pada siklus II, diperoleh rata-rata nilai post test siswa 77,87 dan persentase ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 88% siswa mencapai nilai ?65. Dan dari hasil angket siswa serta hasil observasi terhadap pembelajaran dengan menggunakan model problem solving terdapat tanggapan yang baik dari siswa. Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model problem solving memberikan dampak yang positif bagi siswa dalam proses belajar mengajar.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PESERTA DIDIK DALAM MEMAHAMI MATERI CAHAYA MELALUI PENERAPAN METODE EKSPERIMEN BERBANTUAN MEDIA FLASHCARD ENDANG RAHMAWATI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i4.1933

Abstract

This research is motivated by the relatively low understanding of students in science material as evidenced by the relatively low learning outcomes obtained by students. Students are also passive in the learning process. Students are also less able to cooperate in group work. The purpose of this study was to find out how much the experimental method assisted by flashcard media could increase students' understanding of the material light and describe changes in students' learning behavior in class VIIIE SMPN 4 Cepiring Kendal Semester 2 Academic Year 2021/2022. The object of this research was class VIIIE students of SMP Negeri 4 Cepiring, which consisted of 20 students. The techniques used to collect data were written test techniques and observation questionnaires filled in by observers, and written interview questionnaires filled in by students. The data analysis technique uses critical analysis techniques, namely revealing the results obtained by students and teachers from the learning process by applying the experimental method assisted by flashcard media based on normative criteria derived from theoretical studies. The results showed that the experimental method assisted by flashcard media could increase students' understanding of the material in class VIIIE SMPN 4 Cepiring Kendal Semester 2 Academic Year 2021/2022 from 10% to 35% in cycle 1 and 55% in cycle 2, and the method experiments with the help of flashcard media on light material in class VIIIE SMPN 4 Cepiring Kendal Semester 2 for the 2021/2022 Academic Year can also increase student behavior changes in a more positive direction. Students become more active in learning. ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi oleh adanya pemahaman peserta didik pada materi IPA relatif rendah yang dibuktikan dengan hasil belajar yang diperoleh peserta didik relatif rendah. Peserta didik juga pasif dalam proses pembelajaran. Peserta didik juga kurang dapat bekerjasama dalam kerja kelompok. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar metode eksperimen berbantuan media flashcard dapat meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi cahaya dan memaparkan perubahan perilaku belajar peserta didik di kelas VIIIE SMPN 4 Cepiring Kendal Semester 2 Tahun Ajaran 2021/2022. Obyek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIIIE SMP Negeri 4 Cepiring yang berjumlah 20 peserta didik. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik tes tertulis dan angket pengamatan (observasi) yang diisi oleh pengamat, dan angket wawancara tertulis yang diisi oleh peserta didik. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kritis yaitu mengungkapkan hasil yang diperoleh peserta didik dan guru dari proses pembelajaran dengan menerapkan metode eksperimen berbantuan media flashcard berdasarkan kriteria normatif yang diturunkan dari kajian teoritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode eksperimen berbantuan media flashcard dapat meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi cahaya di kelas VIIIE SMPN 4 Cepiring Kendal Semester 2 Tahun Ajaran 2021/2022 dari 10% menjadi sebesar 35 % pada siklus 1 dan 55% pada siklus 2, dan metode eksperimen berbantuan media flashcard pada materi cahaya di kelas VIIIE SMPN 4 Cepiring Kendal Semester 2 Tahun Ajaran 2021/2022 juga dapat meningkatkan perubahan perilaku peserta didik ke arah yang lebih positif. Peserta didik menjadi lebih aktif dalam pembelajaran.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SDL (SELF DIRECTED LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA NUR KHOTIMAH
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i4.1934

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of learning activities, increase in learning outcomes after implementing SDL (Self Directed Learning) learning in class VII C students of SMP Negeri 1 Babat in the odd semester of the 2022/2023 school year. The type of research conducted was classroom action research ) From the results of student learning, namely in the final test results of cycle II there was an increase from cycle I, namely as many as 26 students had completed learning so that mastery increased by 3%. Based on observations of researchers in cycle II, (1) students had started to be active in group activities but not optimal, (2) students have started to give a positive response to learning by working on worksheets but not optimal in using visual aids.Based on the observations of researchers in cycle III, there was an increase from cycle II, namely as many as 30 students had completed learning so that completeness increased by 13% (1) students have started to be active in k group activities and have dared to present in front of the class, (2) students have given positive and independent responses in working on worksheets and using teaching aids (3) students are motivated and interested in taking lessons. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh aktivitas belajar, peningkatan hasil belajar setelah diterapkanya pembelajaran SDL (Self Directed Learning pada siswa kelas VII C SMP Negeri 1 Babat pada semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Dari hasil belajar siswa yaitu pada hasil tes akhir siklus II terdapat peningkatan dari siklus I yaitu sebanyak 26 siswa telah tuntas belajar sehingga ketuntasan meningkat sebesar 3 %. Berdasarkan pengamatan peneliti pada siklus II, (1) siswa sudah mulai aktif dalam kegiatan kelompok tapi belum maksimal , (2) siswa sudah mulai memberikan respon positif terhadap pembelajaran dengan mengerjakan LKS tapi belum maksimal dalam menggunakan alat peraga. Berdasarkan pengamatan peneliti pada siklus III, terdapat peningkatan dari siklus II yaitu sebanyak 30 siswa telah tuntas belajar sehingga ketuntasan meningkat sebesar 13 %. (1) siswa sudah mulai aktif dalam kegiatan kelompok dan sudah berani presentasi ke depan kelas , (2) siswa sudah memberikan respon positif dan mandiri dalam mengerjakan LKS dan menggunakan alat peraga (3) Siswa sudah termotivasi dan berminat mengikuti pelajaran.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH NAING NAING
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i4.1935

Abstract

This research aims to examine the increase in mathematics learning outcomes by using a problem-based learning model (problem based learning) for class XII MiPA 1 students of SMA Negeri 8 Gowa. This type of research is classroom action research which consists of two cycles and each cycle consists of two meetings. The focus of this research is to improve mathematics learning outcomes using a problem-based learning model. The research subjects were 34 students of class XII MIPA 1. The data in this study is data on mathematics learning outcomes. Data collection techniques through tests. The results showed that there was an increase in the learning outcomes of students in class XII MIPA 1 SMA Negeri 8 Gowa by using a problem-based learning model. In cycle I, the learning outcomes obtained by students on average were 66 in the sufficient category. Cycle II students averaged 78 in the good category. ABSTRAKPenelititan ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan hasil belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah ( problem Besed Learning) siswa kelas XII MiPA 1 SMA negeri 8 Gowa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua siklus dan tiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Fokus penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar matematika menggunakan model pembelajaran berbasis masalah( problem Based Learning). Subyek penelitian adalah siswa kelas XII MIPA 1 sebanyak 34 orang. Data dalam penelitian ini adalah data hasil belajar matematika. Teknik pengumpulan data melalui tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 8 Gowa dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah ( problem Based Learning). Pada siklus I hasil belajar yang diperoleh siswa rata-rata 66 berkategori cukup. Siklus II siswa rata-ratanya 78 berkategori baik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KETERAMPILAN KELAS X IPA 2 MAN 1 KULON PROGO SIHONO SETYO BUDI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i4.1936

Abstract

This research is aimed to find out if Inquiry Learning Model can improve the motivation and learning achievement at class X IPA2 in MAN 1 Kulon Progo. The subject of this reasearch is the students of MAN 1 Kulon Progo at class XI IPA2 for 24 students. The datum are obtained by using observation sheet and quantitative and qualitative data analysis. It is shown that there are significant improvements on cycle I, cycle II , and cycle III. The average scores of learning active are 69,27 on cycle I, 73,23 on cycle II and 77,92 on cycle III. The learning achievements also show significant improvement between cycle I, cycle II and cycle III. The average scores of learning achievement are 72,38 on cycle I, 76,75 on cycle II and 79,25 on cycle III. ABSTRAKPenelitian ini betujuan untuk mengetahui apakah Model Inquiry Learning dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar di kelas X IPA2 MAN I Kulon progo. Subyek penelitian ini adalah siswa MAN Wates I Kulon Progo kelas X IPA2 sebanyak 24 siswa. Data diperoleh dengan menggunakan lembar obsevasi, analisa data menggunakan kuantitatif dan kualitatif. Dari analisa ditemukan bahwa Model Inquiry Learning dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar. Terlihat terdapat peningkatan yang signifikan antara siklus I, siklus II dan siklus III. Jumlah skor rata-rata motivasi belajar pada siklus I sebesar 69,27 dan pada siklus II sebesar 73,23 dan siklus III sebesar 77,92. Prestasi belajar juga mengalami peningkatan yang signifikan antara siklus I, siklus II dan siklus III. Jumlah skor rata-rata prestasi belajar pada siklus I sebesar 72,38 pada siklus II sebesar 76,75 dan siklus III sebesar 79,25.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PRODUKTIF PEMASARAN KELAS XI PEMASARAN 2 SMK NEGERI 1 KARANGANYAR DEWI MARIASTUTI KHASANAH
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i1.2183

Abstract

This study aims to find out about the application of the Teams Games Tournament (TGT) cooperative learning model in improving students' critical thinking skills in Productive Marketing subject class XI Marketing 2 SMK Negeri 1 Karanganyar. This type of research is classroom action research (PTK). The research was conducted in two cycles. Each cycle is carried out in one meeting. The research subjects were students of class XI Marketing 2 at SMK Negeri 1 Karanganyar consisting of 35 students. Sources of data come from teachers and students. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. Data analysis used is descriptive comparative analysis and critical analysis. The results of the study show that through the application of the TGT type cooperative learning model it can improve students' critical thinking skills. This is evident in pre-cycle activities that have an average critical thinking ability in terms of each aspect reaching 9.1%, cycle I reaching 78.8% and 77.1% in cycle II. The critical thinking skills individually were 0% during the pre-cycle, 79.5% in cycle I, and 77.1% in cycle II. The conclusion of this study is that the application of the TGT type cooperative learning model can improve students' critical thinking skills in Marketing Productive learning class XI Marketing 2 SMK Negeri 1 Karanganyar. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam  meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Produktif Pemasaran kelas XI Pemasaran 2 SMK Negeri 1 Karanganyar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap satu siklus dilaksanakan dalam satu pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI Pemasaran 2 SMK Negeri 1 Karanganyar yang terdiri dari 35 siswa. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif dan analisis kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini terbukti pada kegiatan pra siklus memiliki rata-rata kemampuan berpikir kritis ditinjau dari tiap aspek mencapai 9,1%, siklus I mencapai 78,8% dan 77,1% pada siklus II. Adapun kemampuan berpikir kritis secara individu sebesar 0% saat pra siklus, 79,5% pada siklus I, dan 77,1% pada siklus II. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Produktif Pemasaran kelas XI Pemasaran 2 SMK Negeri 1 Karanganyar.

Page 8 of 14 | Total Record : 140