cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
ISSN : 28078829     EISSN : 28078659     DOI : https://doi.org/10.51878/educator.v2i1
Core Subject : Education,
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 140 Documents
ANALISIS PEMECAHAN MASALAH SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL SHARING TASK DAN JUMPING TASK BERDASARKAN GAYA KOGNITIF NIKEN TANTINIRA; DIDIK SUGENG PAMBUDI; HOBRI HOBRI; INGE WILIANDANI SETYA PUTRI; DINAWATI TRAPSILASIWI; DHANAR DWI HARY JATMIKO
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i1.2184

Abstract

Low problem-solving ability is a serious problem in education. One of the efforts to improve problem solving skills is by applying the Polya model problem solving. Solving the problem of the Polya model can be used to solve mathematical problems in the form of sharing tasks (ST) and jumping tasks (JT). Students' problem-solving abilities in solving ST and JT questions can be influenced by cognitive style. This study aims to analyze students' problem solving in solving ST and JT questions based on field independent (FI) and field dependent (FD) cognitive styles. This research method is descriptive qualitative. The research was conducted on 4 students of SMP Negeri 1 Jember based on purposive sampling technique. The results of the data analysis showed that FI students had very good problem solving abilities and were good at working on ST questions. If FI students work on JT questions, FI students have good problem-solving abilities and are quite good. Meanwhile, FD students had poor problem solving abilities and were good at solving ST and JT questions. ABSTRAKRendahnya kemampuan pemecahan masalah merupakan masalah serius dalam pendididikan. Salah satu upaya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dengan menerapkan pemecahan masalah model Polya. Pemecahan masalah model Polya dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah matematis berupa sharing task (ST) dan jumping task (JT). Kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal ST dan JT dapat dipengaruhi oleh gaya kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal ST dan JT berdasarkan gaya kognitif field independent (FI) dan field dependent (FD). Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan terhadap 4 orang siswa SMP Negeri 1 Jember berdasarkan teknik purpose sampling. Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa FI memiliki kemampuan pemecahan masalah sangat baik dan baik dalam mengerjakan soal ST. Apabila siswa FI mengerjakan soal JT, siswa FI memiliki kemampuan pemecahan masalah baik dan cukup baik. Sedangkan siswa FD memiliki kemampuan pemecahan masalah kurang baik dan baik dalam menyelesaikan soal ST maupun JT.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FISIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING DI SMA NEGERI 10 BOGOR SUMARTI SUMARTI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i1.2185

Abstract

This study aims to improve student learning outcomes in physics subject using the snowball throwing learning model at SMA Negeri 10 Bogor. The method used in this study is the Snowball throwing learning model through Classroom Action Research. This research was conducted at SMA Negeri 10 Bogor class XI IPA 2 even semester. Data collection techniques using observation sheets, written tests, and interviews. Based on the results of research that has been done on Integral material, it can be seen that student learning outcomes after using the Snowball throwing learning model show satisfactory results. The results of learning mathematics, especially Rotational Dynamics material in class XI IPA 2 SMA Negeri 10 Bogor before using the Snowball throwing learning model, had an average value of 65.13. When learning was changed using the Snowball throwing learning model, the average student learning outcomes increased to 80.03 in cycle I and 83.95 in cycle II. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fisika menggunakan model pembelajaran snowball throwing di SMA Negeri 10 Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Snowball throwing melalui Penelitian Tindakan Kelas. Penelitan ini dilaksanakan di SMA Negeri 10 Bogor kelas XI IPA 2 semester genap. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, tes tertulis, dan wawancara. Bedasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan tentang materi Integral terlihat bahwa hasil belajar siswa sesudah menggunakan model pembelajaran Snowball throwing menunjukkan hasil yang memuaskan. Hasil belajar mata pelajaran matematika khususnya materi Dinamika Rotasi  dikelas XI IPA 2 SMA Negeri 10 Bogor sebelum menggunakan model pembelajaran Snowball throwing  mempunyai nilai rata-rata 65,13. Pada saat pembelajaran diubah menggunakan model pembelajaran Snowball throwing , rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 80,03 pada siklus I dan 83,95  pada siklus II.
POLA PENDIDIKAN PESANTREN MUHAMMADIYAH : STUDI KURIKULUM PONDOK PESANTREN MODERN DARUL ARQOM PATEAN KENDAL KIRNO KIRNO
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i1.2186

Abstract

This research is a field research using descriptive method and qualitative approach. The curriculum pattern at the Darul Arqom Patean Kendal Modern Islamic Boarding School integrates the curriculum of the Ministry of Religion and the Ministry of National Education where the subjects are a combination of the Ministry of Religion and the Ministry of National Education, LP2M and boarding schools with an emphasis on group integration ad-Dirasah al-Islamiyah, ad-Dirasah al-Lughowiyah, ad- Dirasah al-'Ammah. The curriculum is known as Kulliyatul Mu'allimin Al-Islamiyah (KMI) which has the goal of producing teachers/ustadz who are able to practice what they have learned in Islamic boarding schools. The distinctive feature of the curriculum developed in the KMI program is the existence of a compulsory service program. Santri live in disciplined huts for 24 hours straight, with the guidance of teachers and Kyai which is carried out through Intra-curricular, Co-Curricular and Extra-Curricular programs. The implementation of the curriculum at the Modern Darul Arqom Patean Kendal Islamic Boarding School is carried out first by planning by organizing an educational program using a package system, where all learning programs and learning loads have been determined for each class in accordance with the curriculum structure that applies to each education unit with various student activities starting from morning to night, this planning is carried out by the stake holders of the pesantren every new school year and the results of the planning are documented in the KMI document, second, the process of implementing the students adjusts the teaching and learning hours, after the KBM hours are finished the pesantren activities run as they should lead to the KMI curriculum philosophy which emphasizes on the importance of varied methods, professional and role model teachers, and lessons at KMI are 100% religion and 100% general. making the educational process will be focused on the expected goals, the three evaluations are carried out before the end of the school year with an evaluation component, namely evaluation of the teacher or asatid and assessment of student learning outcomes, the form of assessment is carried out through test and non-test assessments. ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Pola kurikulum di Pondok Pesantren Modern Darul Arqom Patean Kendal mengintegrasikan mengintegrasikan kurikulum pondok Kemenag dan Kemendiknas dimana mata pelajaran merupakan gabungan Kemenag dan Kemendiknas, LP2M dan kepondokan dengan menekankan pada keterpaduan kelompok ad-Dirasah al-Islamiyah, ad-Dirasah al-Lughowiyah, ad-Dirasah al-‘Ammah. Kurikulum dikenal dengan Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) yagn mempunyai tujuan yaitu mencetak guru/ustadz yang mampu mengamalkan apa yang telah mereka dapat di pesantren. Ciri khas kurikum yang dikembangkan dalam program KMI adalah adanya program wajib pengabdian. Santri hidup di dalam pondok yang berdisiplin selama 24 jam penuh, dengan bimbingan para guru dan Kyai yagn dilakukan melalui program Intra-kurikuler, Ko-Kurikuler dam Ekstra Kurikuler. Pelaksanaan kurikulum di Pondok Pesantren Modern Darul Arqom Patean Kendal dilakukan pertama perencanaan dengan menyelenggarakan program pendidikan dengan menggunakan sistem paket, dimana seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang telah ditentukan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku pada tiap satuan pendidikan degam berbagai kegiatan santri mulai pagi sampai malam, perencanaan ini dilakukan oleh stake holder pondok setiap tahun ajaran baru dan hasil perencanaan tersebut didokumentasikan aturannya dalam dokumen KMI, kedua, proses pelaksanaan santri menyesuaikan jam KBM, setelah jam KBM selesai kegiatan pesantren berjalan sebagaimana mestinya mengarah pada falsafah kurikum KMI yang menekankan pada pentingnya metode yagn variatif, guru profesional dan jadi teladan, dan pelajaran di KMI aalah agama 100% dan umum 100%. menjadikan proses pendidikan akan tertuju pada tujuan yang diharapkan, ketiga evaluasi dilakukan sebelum akhir tahun pelajaran dengan komponen evaluasi yaitu evaluasi terhadap guru atau asatid dan penilaian hasil belajar santri, bentuk penailaian dilakukan melalui penilaian tes dan non tes.
MELALUI MODEL COOPERATIVE TIPE JIGSAW DAPAT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA KELAS XI IPA 7 SMA NEGERI 1 BATAM MERIATI PURBA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i1.2187

Abstract

Learning activity can be increased thorough the jigsaw model learning research kualitative study class action research as a reseaarch study XI IPA 7 high school class of 2021/2022 there are 44 people.The research method with collections of data and uses a written test as sheet of observations. The step of its implementation consist of three times a meeting. From every from every research cycle provided data from the test after the prosess post test , the angket filled student and student’s observation. Data aquired analyzed and acquired as material for planning and implementasion of the next cycle. Writer’s study of class actions results caused adan to increase the average class of learning students, from cycle I, 74,4 cycle II 80,3 and cycle III 85,0 . Student activity during the division process also showed an increase in the results of learning class Cycle I, 60 %, Cycle II, 75 % and cycle III, 92 %. In addition also motivational looks those of students to learn. Observation author at class during research in showing attitude changes.And behavior student activity who was at first pasif and less creative in learning became more active and creative. With the use of jigsaw learning models in chemical learning, both motivators and faciltator were able to create active learning and inovatif conditions. ABSTRAKAktivitas belajar dapat ditingkatkan melalui model jigsaw learning Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas ( class action research) sebagai subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 7 SMA Negeri 1 Batam Tahun Ajaran 2021/2022 yang berjumlah 44 orang. Metode penelitian dengan pengumpulan data dan menggunakan tes tertulis, serta lembar observasi. Langkah lankah pelaksanaannya terdiri dari tiga siklus dan setiap siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Dari setiap siklus peneltian diperoleh data dari tes setelah proses (post tes), angket yang diisi siswa dan lembaran observasi siswa. Data yang diperoleh dianalisis dan dijadikan sebagai bahan acuan untuk perencanaan dan pelaksanaan siklus berikutnya.Hasil Penelitian Tindakan Kelas yang penulis lakukan manunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata kelas hasil belajar siswa, yaitu dari siklus I, 74,4, siklus II, 80,3, dan siklus III, 85,0. Aktivitas siswa selama proses pembelajaran juga menunjukkan peningkatan ketuntasan hasil belajar perkelas yaitu siklus I 60 %, siklus II 75%, dan siklus III 92 %. Selain itu juga terlihat motivasi yang tinggi dari siswa untuk belajar. Pengamatan penulis di kelas selama penelitian ini menunjukkan perubahan sikap, dan tingkah laku siswa, yang pada awalnya pasif dan kurang kreatif dalam pembelajaran berubah menjadi lebih aktif dan kreatif. Perubahan ini karena siswa langsung dilibatkan dalam proses pembelajaran. Dengan menggunakan model Jigsaw learning dalam pembelajaran kimia, guru sebagai motivator dan fasilitator mampu menciptakan kondisi pembelajaran yang aktif dan inovatif..
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERMAIN DAN MUSIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PAI PESERTA DIDIK SMP BP AL MUNAWWAROH MERAUKE SRI WAHYUNINGSIH
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i1.2188

Abstract

This study aims to improve the learning outcomes of the PAI Budi Pekerti subject on commendable morals for class IIA SMP Al Munawwaroh Merauke Islamic Boarding School in the 2022/2023 academic year, by applying the learning model "Model of Playing and Music." The type of research used was Classroom Action Research (CAR) which was carried out in two cycles to see the learning process and the improvement of student learning outcomes in participating in learning commendable morals material through the learning model approach "Model of Play and Music." The subjects of this study were students of class IIA SMP Al Munawwaroh Merauke Islamic Boarding School, totaling 19 children. Data collection techniques in PTK consist of tests and observations. The data collected in each test activity and observation from the implementation of each PTK cycle were analyzed descriptively using the percentage technique to see the learning process and the improvement of learning outcomes. The results of the study can be concluded with the learning model "Model of Play and Music" the learning process becomes more optimal and learning outcomes increase. From the initial conditions, the acquisition of the PAI Budi Pekerti subject matter on commendable morals was 26.315%, at the end of cycle 1 it increased to 68.421%, and at the end of cycle 2 the learning outcomes increased to 89.473%. Based on the results of the study, it was concluded that the application of the learning model "Play and Music," can improve learning outcomes in the Islamic Religious Education (PAI) Subject of Good Morals in class VIIIA SMP Based Al Munawwaroh Merauke Islamic Boarding School for the 2022/2023 academic year. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk peningkatan hasil belajar mapel PAI Budi Pekerti materi akhlaq terpuji kelas VIIIA SMP Berbasis Pesantren Al Munawwaroh Merauke pada tahun pelajaran 2022/2023, dengan penerapan model pembelajaran “Model Bermain dan Musik.” Jenis penelitian yang dipakai adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada dua siklus untuk melihat proses belajar dan peningkatan hasil belajar peserta didik dalam mengikuti pembelajaran materi akhlaq terpuji melalui pendekatan model pembelajaran “Model Bermain dan Musik.” Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIIIA SMP Berbasis Pesantren Al Munawwaroh Merauke, berjumlah 19 anak. Tehnik pengumpulan data dalam PTK ini terdiri dari tes dan observasi. Data yang dikumpulkan pada setiap kegiatan tes dan observasi dari pelaksanaan setiap siklus PTK dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan tehnik presentase untuk melihat proses belajar dan peningkatan hasil belajar. Hasil penelitian dapat disimpulkan dengan model pembelajaran “Model Bermain dan Musik” proses pembelajaran menjadi lebih optimal dan hasil belajar meningkat. Dari kondisi awal perolehan nilai mapel PAI Budi Pekerti pada materi akhlaq terpuji 26, 315%, pada pada akhir siklus 1 meningkat menjadi 68,421%, dan pada akhir siklus 2 hasil belajar meningkat menjadi 89, 473%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran model “Bermain dan Musik,” dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Budi Pekerti materi akhlaq terpuji kelas VIIIA SMP Berbasis Pesantren Al Munawwaroh Merauke tahun pelajaran 2022/2023.
PENERAPAN RME UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS VI MIN 11 TABALONG MASHURI MASHURI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i1.2189

Abstract

Realistic Mathematics Education (RME) is a learning model by connecting to something real in everyday life. This study aims to increase student activity and learning outcomes, as well as teacher learning process activities in class VI MI Negeri 11 Tabalong in learning mathematics on Building Space material through the RME approach. This research is a classroom action research conducted in two cycles. Each cycle consists of two meetings which go through four stages of implementation, namely planning, implementing action, observing, and reflecting. The type of data used is in the form of quantitative and qualitative data. Data collection techniques using tests and non-tests. The results showed that in the first cycle the average value of student learning outcomes was 68.31 with classical learning mastery of 53.33%, students' activeness in the learning process was 71.98% with high criteria, and the value of teacher learning process activities was 80.64 (B+ ). In cycle II, the average value of student learning outcomes was 84.33 with 100% classical learning completeness, student activity in the learning process was 79.20% with very high criteria, and the value of teacher learning process activities was 89.14 (A+). These results show an increase from cycle I to cycle II. Based on the results obtained, it can be concluded that the RME approach is proven to be able to increase student learning activities and outcomes, as well as teacher activities in the learning process. ABSTRAKRealistic Mathematics Education (RME) merupakan suatu model pembelajaran dengan menghubungkan pada sesuatu yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa, serta kegiatan proses pembelajaran guru di kelas VI MI Negeri 11 Tabalong pada pembelajaran matematika materi Bangun Ruang melalui pendekatan RME. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan yang melalui empat tahap pelaksanaan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Jenis data yang digunakan berupa data kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan non tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I rata-rata nilai hasil belajar siswa 68,31 dengan ketuntasan belajar klasikal 53,33%, keaktifan siswa dalam proses pembelajaran 71,98% dengan kriteria tinggi, dan nilai kegiatan proses pembelajaran guru 80,64 (B+). Pada siklus II, rata-rata nilai hasil belajar siswa 84,33 dengan ketuntasan belajar klasikal 100%, keaktifan siswa dalam proses pembelajaran 79,20% dengan kriteria sangat tinggi, dan nilai kegiatan proses pembelajaran guru 89,14 (A+). Hasil tersebut menunjukkan peningkatan dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa pendekatan RME terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa, serta kegiatan guru dalam proses pembelajaran .
PENGARUH METODE OUTDOOR LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI KELAS IV SD INPRES SUGITANGA YUDDIN PASIRI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i1.2190

Abstract

The Influence of Outdoor Learning Learning Methods on the Ability to Write Essay Descriptions of Grade IV Students at SDI Sugitanga. This study aims to determine the effect of the outdoor learning method on the skills of writing descriptive essays for class IV students at SDI Sugitanga. This research is an experimental research in the form of an experimental design using one group pretest posttest which only has one group of subjects which is carried out without a comparison group and is given treatment using the outdoor learning method. The variables in this study consisted of independent variables, namely the outdor learning method and the dependent variable, namely the ability to write descriptive essays for class IV students at SDI Sugitanga, totaling 13 students. The data analysis technique uses the t-test to test whether there is an effect of the use of outdoor learning methods on students' ability to write descriptive essays. The results of the research using inferential static analysis using the t-test found that the ability to write descriptive essays of students increased, this was involved where t count was greater than t table, so it could be concluded that the use of outdoor learning methods had an effect on the ability to write descriptive essays on grade IV SDI students.Sugitanga. ABSTRAKPengaruh Metode Belajar Outdoor Learning Terhadap Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Siswa Kelas IV SDI Sugitanga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran Outdoor Learning terhadap keterampilan menulis karangan deskripsi siswa kelas IV SDI Sugitanga. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen berbentuk eksperimental design menggunakan one group pretest posttest yang hanya memiliki satu kelompok subjek yang dilaksanakan tanpa adanya kelompok pembanding dan diberikan perlakuan menggunakan metode pembelajaran outdoor learning. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu metode pembelajaran outdor learning dan variabel terikat yaitu kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas IV SDI Sugitanga berjumlah 13 siswa. Teknik analisis data menggunaka uji-t untuk menguji adanya pengaruh penggunaan metode pembelajaran Outdoor learning terhadap kemampuan menulis karangan deskripsi siswa. Hasil penelitian dengan analisis statistik inferensial dengan menggunakan uji-t diketahui bahwa kemampuan menulis karangan deskripsi siswa meningkat, hal ini terlibat dimana t hitung lebih besar dari t tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode outdoor learning berpengaruh terhadap kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas IV SDI Sugitanga.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V DI MIS DDI KALUKUANG SYAHRUNI KARIM; NASRIANTY NASRIANTY
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i2.2386

Abstract

This study aims to determine the effect of school environment-based learning on the learning outcomes of fifth grade students at MIS DDI Kalukuang. This type of research is field research or field research through a quantitative approach. Collection techniques through initial observation, giving tests, and documentation. Data analysis techniques were collected using the t test. Based on the results of the research assessment that the results of student learning scores found in the experimental class in the post test obtained an average value of 76.2 while for the control class it was 78.0. Meanwhile, from the results of the analysis, it was obtained that the t value was -0.876 with a significance of 0.05. From these results it can be concluded that there is an influence on the school environment-based learning model on the science learning outcomes of fifth grade students at MIS DDI Kalukuang. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pembelajaran berbasis lingkungan sekolah terhadap hasil belajar siswa kelas V di MIS DDI Kalukuang. Jenis penelitian ini adalah field research atau penelitian lapangan melalui pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan melalui observasi awal, pemberian tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data dikumpulkan dengan menggunakan uji t tes. Berdasarkan hasil penilaian penelitian bahwa hasil nilai belajar siswa yang terdapat pada kelas ekperimen pada post test diperoleh nilai dengan rata-rata 76,2 sedangkan untuk kelas kontrol sebanyak 78,0. Sementara dari hasil analisis diperoleh nilai t hitung sebesar -0,876 dengan sinifikansi 0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pada model pembelajaran berbasis lingkungan sekolah terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V di MIS DDI Kalukuang.
UPAYA MENINGKATKAN PERCAYA DIRI SISWA MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK SOSIODRAMA KELAS XI IPS 3 SMA NEGERI 7 DEPOK RUMINTANG MARBUN
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i2.2387

Abstract

This study aims to increase the self-confidence of class XI IPS 3 SMA Negeri 7 Depok with group guidance services using the sociodrama technique. Confidence is an individual's positive attitude that enables him to develop a positive assessment both of himself and of the environment or situation he faces (Rini, 2010). This research is a class action research (CAR). The action taken in this study was the provision of group guidance services using the sociodrama technique, namely the provision of guidance services to a group of individuals by playing a role in order to solve the problems they experienced, namely lack of self-confidence. The results showed that student self-confidence in cycle 1 experienced a significant increase, namely in the aspects of confidence and ability in cycle 1 30% and in cycle 2 it became 76%, in the objective and optimistic aspects of cycle 1 by 29% in cycle 2 it rose to 83%, in the aspect of not easily giving up in cycle 1 by 62% in cycle 2 it rose to 86%, in the aspect of daring to appear in public in cycle 1 by 55% in cycle 2 it rose to 88%, in the aspect of being responsible cycle 1 48% in cycle 2 rose to 95%. From the results of this study it can be seen that each aspect of the self-confidence indicator has increased significantly from cycle 1 to cycle 2. The success of the sociodrama technique group guidance service shows that sociodrama can be used to increase student self-confidence. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 7 Depok dengan layanan bimbingan kelompok dengan tehnik sosiodrama. Percaya diri adalah sikap positif individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan atau situasi yang dihadapinya ( Rini, 2010). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Tindakan yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah pemberian layanan bimbingan kelompok dengan tehnik sosiodrama, yaitu pemberian layanan bimbingan kepada sekelompok individu dengan cara bermain peran guna memecahkan masalah yang dialaminya yaitu kurangnya percaya diri. Hasil penelitian menunjukkan kepercayaan diri siswa pada siklus 1 mengalami peningkatan yang signifikan yaitu pada aspek keyakinan dan kemampuan pada siklus 1 30% dan pada siklus 2 menjadi 76%, Pada aspek objektif dan optimis pada siklus 1 sebesar 29% pada siklus 2 naik menjadi 83%, Pada aspek tidak mudah putus asa pada siklus 1 sebesar 62% pada siklus 2 naik menjadi 86%, Pada aspek berani tampil didepan umum pada siklus 1 sebesar 55% pada siklus 2 naik menjadi 88%, Pada aspek Bertanggungjawab pada siklus 1 48% pada siklus 2 naik menjadi 95%. Dari hasil penelitian ini dapat dilihat setiap aspek indikator percaya diri mengalami peningkatan secara signifikan dari siklus 1 ke siklus 2. Keberhasilan layanan bimbingan kelompok tehnik sosiodrama menunjukkan bahwa sosiodrama dapat digunakan untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa.
PENGARUH BEASISWA 100% TERHADAP MINAT BELAJAR MAHASISWA PROGRAM SPARK DI UNIVERSITAS KRISTEN TEKNOLOGI SOLO KRISTIYANA SETYA ASIH; JUSTIN NIAGA SIMAN JUNTAK
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v3i2.2388

Abstract

Even though students receive a 100% scholarship, it turns out that there are still students who are unable to complete their studies at UKTS (Christian University of Technology Solo). From the information obtained by the author, there are issues within the students themselves regarding the implementation of this principle at UKTS through the 100% scholarship scheme provided. As a result, it is found that the scholarship should successfully motivate the students who have received this assistance, but the reality is different at UKTS. The 100% scholarship has a positive and significant influence on the Learning Interest of the SPARK program students at UKTS. However, there are other factors that also contribute to the Learning Interest and need to be considered in further research. This study also contributes to expanding the understanding of the influence of scholarships on learning interest by involving SPARK program students at the Christian University of Technology Solo. ABSTRAKMeskipun mahasiswa mendapatkan beasiswa 100%, ternyata masih ada mahasiswa yang tidak mampu menyelesaikan studi mereka di UKTS. Dari informasi yang didapatkan oleh penulis, maka terdapat persoalan-persoalan dari diri mahasiswa dalam penerapan prinsip ini di UKTS melalui skema beasiswa 100% yang diberikan. Sehingga ditemukan bahwa pemberian beasiswa seharusnya berhasil memotivasi mahasiswa yang telah menerima bantuan tersebut tetapi tidak sama faktanya yang terjadi di UKTS. Beasiswa 100% memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Minat Belajar mahasiswa program SPARK di Universitas Kristen Teknologi Solo. terdapat faktor-faktor lain yang juga berkontribusi terhadap Minat Belajar yang perlu dipertimbangkan dalam penelitian selanjutnya. Penelitian ini juga memberikan kontribusi dalam memperluas pemahaman tentang pengaruh beasiswa terhadap minat belajar dengan melibatkan mahasiswa program SPARK di Universitas Kristen Teknologi Solo

Page 9 of 14 | Total Record : 140