cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru
ISSN : 28078837     EISSN : 28078667     DOI : https://doi.org/10.51878/teacher.v2i1
Core Subject : Education,
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seorang pendidik dan lain lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 151 Documents
HUBUNGAN PERILAKU PHUBBING DENGAN KUALITAS INTERAKSI SOSIAL SISWA SEKOLAH MENENGAH Jalil, Muhammad; Ahmad, Hariadi; Mustamiin, Muhammad Zainal
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v5i4.10333

Abstract

ABSTRACT Social behavior in school settings is an important indicator in shaping healthy interactions and students’ social adjustment. One emerging phenomenon is phubbing behavior, defined as the tendency to ignore direct social interactions due to excessive smartphone use. This phenomenon is important to examine in the student context because it has the potential to reduce the quality of social interaction amid the increasing use of digital technology in daily life. This study aims to determine the relationship between phubbing behavior and social relationships among eleventh-grade students at MA NW Penendem in the 2025/2026 academic year. The study employed a quantitative approach with a correlational design, using questionnaires to measure phubbing behavior and students’ social relationships. Data were analyzed using the Pearson Product Moment correlation test to determine the strength of the relationship between variables. The results showed a significant relationship between phubbing behavior and students’ social relationships, with a correlation coefficient (r) of 0.633, which is higher than the r-table value of 0.2609, and a significance value of 0.000 < 0.05. The relationship is negative, indicating that higher levels of phubbing behavior are associated with lower quality of students’ social relationships. These findings suggest that managing smartphone use is an important factor in maintaining the quality of students’ social interactions in school environments. ABSTRAK Perilaku sosial siswa di lingkungan sekolah menjadi indikator penting dalam membangun interaksi yang sehat dan penyesuaian diri. Salah satu fenomena yang semakin berkembang adalah perilaku phubbing, yaitu kecenderungan mengabaikan interaksi langsung karena penggunaan gawai secara berlebihan. Fenomena ini menjadi penting diteliti pada konteks siswa karena berpotensi menurunkan kualitas interaksi sosial di tengah meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku phubbing dengan hubungan sosial pada siswa kelas XI di MA NW Penendem Tahun Pelajaran 2025/2026. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, dengan pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner yang mengukur perilaku phubbing dan hubungan sosial siswa. Analisis data dilakukan menggunakan uji Pearson Product Moment untuk mengetahui keeratan hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku phubbing dengan hubungan sosial siswa dengan nilai korelasi r hitung sebesar 0,633 lebih besar dibandingkan r-tabel 0,2609, serta nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hubungan yang terjadi bersifat signifikan dengan arah negatif, yang berarti semakin tinggi perilaku phubbing, maka semakin rendah kualitas hubungan sosial siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan penggunaan gawai menjadi aspek penting dalam menjaga kualitas interaksi sosial siswa di lingkungan sekolah.