cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru
ISSN : 28078837     EISSN : 28078667     DOI : https://doi.org/10.51878/teacher.v2i1
Core Subject : Education,
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seorang pendidik dan lain lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 185 Documents
HUBUNGAN PERILAKU PHUBBING DENGAN KUALITAS INTERAKSI SOSIAL SISWA SEKOLAH MENENGAH Jalil, Muhammad; Ahmad, Hariadi; Mustamiin, Muhammad Zainal
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v5i4.10333

Abstract

ABSTRACT Social behavior in school settings is an important indicator in shaping healthy interactions and students’ social adjustment. One emerging phenomenon is phubbing behavior, defined as the tendency to ignore direct social interactions due to excessive smartphone use. This phenomenon is important to examine in the student context because it has the potential to reduce the quality of social interaction amid the increasing use of digital technology in daily life. This study aims to determine the relationship between phubbing behavior and social relationships among eleventh-grade students at MA NW Penendem in the 2025/2026 academic year. The study employed a quantitative approach with a correlational design, using questionnaires to measure phubbing behavior and students’ social relationships. Data were analyzed using the Pearson Product Moment correlation test to determine the strength of the relationship between variables. The results showed a significant relationship between phubbing behavior and students’ social relationships, with a correlation coefficient (r) of 0.633, which is higher than the r-table value of 0.2609, and a significance value of 0.000 < 0.05. The relationship is negative, indicating that higher levels of phubbing behavior are associated with lower quality of students’ social relationships. These findings suggest that managing smartphone use is an important factor in maintaining the quality of students’ social interactions in school environments. ABSTRAK Perilaku sosial siswa di lingkungan sekolah menjadi indikator penting dalam membangun interaksi yang sehat dan penyesuaian diri. Salah satu fenomena yang semakin berkembang adalah perilaku phubbing, yaitu kecenderungan mengabaikan interaksi langsung karena penggunaan gawai secara berlebihan. Fenomena ini menjadi penting diteliti pada konteks siswa karena berpotensi menurunkan kualitas interaksi sosial di tengah meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku phubbing dengan hubungan sosial pada siswa kelas XI di MA NW Penendem Tahun Pelajaran 2025/2026. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, dengan pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner yang mengukur perilaku phubbing dan hubungan sosial siswa. Analisis data dilakukan menggunakan uji Pearson Product Moment untuk mengetahui keeratan hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku phubbing dengan hubungan sosial siswa dengan nilai korelasi r hitung sebesar 0,633 lebih besar dibandingkan r-tabel 0,2609, serta nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Hubungan yang terjadi bersifat signifikan dengan arah negatif, yang berarti semakin tinggi perilaku phubbing, maka semakin rendah kualitas hubungan sosial siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan penggunaan gawai menjadi aspek penting dalam menjaga kualitas interaksi sosial siswa di lingkungan sekolah.
POLA PELAPORAN HASIL SIKLUS DALAM PENELITIAN TINDAKAN TINDAKAN KELAS BAB IV: TINJAUAN PUSTAKA SISTEMATIS Yori Resvania; Anggita Dwi Valentina; Hadiyatus So’Ima; Sinta Nur Salsa Billa; Imron Fauzi
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10032

Abstract

ABSTRACT Classroom action research is a reflective approach used to improve the quality of learning through continuous stages of planning, action implementation, observation, and reflection. Although the reporting structure has become more systematic, the quality of research result presentation still varies, particularly in terms of data analysis and critical reflection. This study aimed to identify reporting patterns in Chapter IV of classroom action research through a systematic literature review approach. The research data were obtained from articles indexed in Google Scholar, Garuda, and SINTA databases using predetermined inclusion criteria. The literature selection process followed the PRISMA stages, including identification, screening, duplicate removal, and eligibility assessment, resulting in 26 relevant articles for analysis. Data analysis was conducted qualitatively using the content analysis technique to examine the structure of result reporting in each research cycle. The findings revealed that the reporting pattern generally consisted of initial conditions, Cycle I results, Cycle II results, discussion, and reflection. However, most reports remained predominantly descriptive and had not fully integrated data interpretation with in-depth learning reflection. These findings indicate that the quality of research reports is determined not only by the completeness of the structure, but also by the researcher’s ability to develop interconnected analysis, interpretation, and reflection systematically. ABSTRAK Penelitian tindakan kelas merupakan pendekatan reflektif yang digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi secara berkelanjutan. Meskipun struktur pelaporannya telah berkembang secara lebih sistematis, kualitas penyajian hasil penelitian masih menunjukkan variasi, terutama pada aspek analisis data dan refleksi kritis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola pelaporan hasil pada Bab IV penelitian tindakan kelas melalui pendekatan systematic literature review. Data penelitian diperoleh melalui penelusuran artikel pada database Google Scholar, Garuda, dan SINTA dengan menggunakan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Proses seleksi literatur mengikuti tahapan PRISMA yang meliputi identifikasi, penyaringan, penghapusan duplikasi, penilaian kelayakan, hingga diperoleh 26 artikel yang relevan untuk dianalisis. Analisis data dilakukan secara kualitatif menggunakan teknik content analysis untuk menelaah struktur pelaporan hasil pada setiap siklus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pelaporan umumnya terdiri atas kondisi awal, hasil siklus I, hasil siklus II, pembahasan, dan refleksi. Namun, sebagian besar laporan masih dominan bersifat deskriptif dan belum sepenuhnya mengintegrasikan interpretasi data dengan refleksi pembelajaran secara mendalam. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas laporan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan struktur, tetapi juga oleh kemampuan peneliti dalam membangun analisis, interpretasi, dan refleksi yang saling terhubung secara sistematis.
HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN DENGAN KEKUATAN HAFALAN AL-QUR’AN SANTRI DI MA’HAD AN-NI’MAH MEDAN Epy Pujiaty; Ervina Harahap
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10494

Abstract

ABSTRACT The success of memorizing the Qur’an is not solely determined by cognitive ability, but is also influenced by the level of discipline in managing the learning process. In practice, inconsistencies are still found in time management, regularity of murojaah, and study habits, which in turn affect the stability of students’ memorization. This study aims to examine the effect of discipline on the strength of Qur’anic memorization among students at Ma’had An-Ni’mah Medan. The research employed a quantitative approach with a correlational design. The sample consisted of 37 students selected through simple random sampling. Data were collected using a questionnaire to measure the level of discipline and documentation of final tahfiz examination scores as indicators of memorization strength. Data analysis was conducted using simple linear regression to examine the effect between variables. The results indicate that discipline has a positive and significant effect on memorization strength, with a coefficient value of 0.411 and a significance level of 0.011 (<0.05). Discipline contributes 16.9% to the variance in memorization strength, indicating that it is an important but not dominant factor. These findings highlight that discipline, as a multidimensional construct, plays a role in strengthening memorization quality through the development of consistency and structured learning behaviors. Therefore, strengthening discipline in integration with other factors is a relevant strategy for improving students’ success in memorizing the Qur’an. ABSTRAK Keberhasilan menghafal Al-Qur’an tidak semata ditentukan oleh kemampuan kognitif, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas kedisiplinan dalam mengelola proses belajar. Dalam praktiknya, masih ditemukan ketidakteraturan dalam pengelolaan waktu, konsistensi murojaah, dan kebiasaan belajar yang berdampak pada stabilitas hafalan santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kedisiplinan terhadap kekuatan hafalan Al-Qur’an pada santri di Ma’had An-Ni’mah Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 37 santri yang dipilih melalui teknik acak sederhana. Data dikumpulkan menggunakan angket untuk mengukur tingkat kedisiplinan serta dokumentasi nilai ujian tahfiz sebagai indikator kekuatan hafalan. Analisis data dilakukan dengan regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kekuatan hafalan dengan nilai koefisien sebesar 0,411 dan signifikansi 0,011 (<0,05). Kontribusi kedisiplinan terhadap variasi kekuatan hafalan sebesar 16,9%, yang menempatkannya sebagai faktor penting namun tidak dominan. Temuan ini menegaskan bahwa kedisiplinan sebagai konstruk multidimensi berperan dalam memperkuat kualitas hafalan melalui pembentukan konsistensi dan keteraturan belajar. Oleh karena itu, penguatan disiplin yang terintegrasi dengan faktor lain menjadi strategi yang relevan dalam meningkatkan keberhasilan santri dalam menghafal Al-Qur’an.
ROLE MODEL (USWAH HASANAH) GURU DALAM PROSES PENDIDIKAN DI SEKOLAH Septimi Hartati Natalia; Miftahul Jannah; Salami Salami
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10785

Abstract

This study explores the vital role of teachers as primary role models, or uswah hasanah, in the process of internalizing moral values ​​in the school environment. The main focus of the study is directed at the influence of educators' personal integrity on the formation of character identity and the overall psychological development of students amidst the dynamics of the modern education ecosystem. This research uses a qualitative approach with a literature review method covering the publication period from 2020 to 2025. The research findings indicate that teachers function as behavioral reference centers through students' natural imitation mechanisms, with concrete exemplary manifestations that include aspects of religiosity, time discipline, democratic communication, and social concern. The success of this character transformation depends heavily on the consistency of program implementation and the synergy of cooperation between schools and parents. Despite several obstacles such as a lack of creative methods and interference from the external environment, educator integrity remains proven to be a far more effective pedagogical instrument than mere theoretical verbal instruction. The main conclusion emphasizes that optimizing the role of teachers as true role models is a fundamental key in building the ethical foundation of the next generation with noble morals. Educators are not only tasked with transferring knowledge, but also building souls through the power of consistent concrete actions to create a dignified and superior quality of national civilization for the sustainable and holistic advancement of Indonesian society. ABSTRAK Penelitian ini mengeksplorasi peran vital guru sebagai figur teladan utama atau uswah hasanah dalam proses internalisasi nilai moral di lingkungan sekolah. Fokus utama kajian diarahkan pada pengaruh integritas personal pendidik terhadap pembentukan identitas karakter serta perkembangan psikologis siswa secara menyeluruh di tengah dinamika ekosistem pendidikan modern. Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang mencakup periode publikasi dari tahun 2020 hingga 2025. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru berfungsi sebagai pusat referensi perilaku melalui mekanisme imitasi alami siswa, dengan manifestasi keteladanan konkret yang meliputi aspek religiusitas, kedisiplinan waktu, komunikasi demokratis, serta kepedulian sosial. Keberhasilan transformasi karakter ini sangat bergantung pada konsistensi implementasi program serta sinergi kerja sama antara pihak sekolah dengan orang tua. Meskipun terdapat beberapa hambatan seperti kurangnya kreativitas metode dan gangguan dari lingkungan eksternal, integritas pendidik tetap terbukti menjadi instrumen pedagogis yang jauh lebih efektif dibandingkan sekadar instruksi verbal teoritis. Simpulan utama menegaskan bahwa optimalisasi peran guru sebagai role model sejati merupakan kunci fundamental dalam membangun fondasi etika generasi penerus yang berakhlak mulia. Pendidik tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan juga membangun jiwa melalui kekuatan tindakan nyata yang konsisten guna menciptakan kualitas peradaban bangsa yang bermartabat serta unggul bagi kemajuan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan dan holistik.  
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM MEMBENTUK KARAKTER SANTRI DIPONDOK PESANTREN IMAM AL-BUKHARI FIRDAUS Ainul Husna; Mukarom Mukarom
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10786

Abstract

The moral decline of the younger generation is a major challenge for Islamic educational institutions today. This study aims to explain the implementation of moral education at the Imam Al-Bukhari Firdaus Islamic Boarding School in an effort to shape the noble character of its students. Using qualitative methods with a phenomenological approach, this study explores the direct experiences of the subjects through stages of observation, in-depth interviews, and documentation studies. Data analysis was carried out through data reduction, presentation, and drawing conclusions to obtain a holistic understanding. The results show that moral education is implemented as an integrated value system in all daily activities of the students, not just a formal class program. This implementation is carried out through routine habits, continuous supervision, and real examples from teachers who are determining factors for success. The use of the classic book Washoya Al-Aba' Lil Abna' provides concrete guidance in developing adab (good manners) towards Allah, teachers, and fellow human beings. The findings reveal a significant increase in the students' discipline, politeness, and social responsibility through a dynamic process of internalization of values. The main conclusion confirms that the character of students is formed naturally through a religious environment that consistently prioritizes adab (good manners) above knowledge. Moral education at this Islamic boarding school has succeeded in becoming a spiritual foundation that equips students to contribute positively to the lives of the wider community while also becoming a strong moral fortress in facing the increasingly challenging currents of globalization for future generations. ABSTRAK Kemerosotan moral generasi muda menjadi tantangan besar bagi lembaga pendidikan Islam saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi pendidikan akhlak di Pondok Pesantren Imam Al-Bukhari Firdaus dalam upaya membentuk karakter mulia para santri. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman langsung para subjek melalui tahapan observasi, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan guna memperoleh pemahaman holistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan akhlak dilaksanakan sebagai sistem nilai terintegrasi dalam seluruh aktivitas keseharian santri, bukan sekadar program formal kelas. Implementasi tersebut dilakukan melalui pembiasaan rutin, pengawasan berkelanjutan, serta keteladanan nyata dari para pengajar yang menjadi faktor penentu keberhasilan. Penggunaan kitab klasik Washoya Al-Aba’ Lil Abna’ memberikan panduan konkret dalam membangun adab terhadap Allah, guru, dan sesama manusia. Temuan mengungkapkan adanya peningkatan signifikan pada kedisiplinan, kesopanan, dan tanggung jawab sosial santri melalui proses internalisasi nilai yang dinamis. Simpulan utama menegaskan bahwa karakter santri terbentuk secara alami melalui lingkungan religius yang konsisten mengedepankan adab di atas ilmu. Pendidikan akhlak di pesantren ini berhasil menjadi fondasi spiritual yang membekali santri untuk berkontribusi positif dalam kehidupan masyarakat luas sekaligus menjadi benteng moral yang kuat menghadapi arus globalisasi yang kian menantang bagi generasi masa depan.    
REKONSTRUKSI EPISTEMOLOGIS NILAI TABAYYUN DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK LITERASI DIGITAL KRITIS PELAJAR SMP Raiham Noor Azura
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10787

Abstract

The development of digital technology requires students to possess critical digital literacy skills to navigate the massive and often unverified flow of information. However, efforts to strengthen digital literacy in education still tend to emphasize technical aspects and have not fully integrated Islamic values from an epistemological perspective. This study aims to reconstruct the value of tabayyun in Islamic Religious Education as an epistemological foundation for developing critical digital literacy among junior high school students. This research employs a qualitative method with a philosophical conceptual approach, grounded in a literature review and primary data from the Qur’an and relevant scientific literature published between 2020 and 2026. The research procedure includes data collection, selection, organization, and analysis using content analysis techniques. The findings indicate that tabayyun functions not only as an ethical value but also as an epistemological mechanism for verifying, analyzing, and evaluating information. This reconstruction demonstrates that tabayyun aligns with the principles of critical digital literacy and can be operationalized as a framework for filtering digital information. Therefore, integrating tabayyun into Islamic Religious Education has the potential to strengthen students’ critical thinking skills in responding to digital information rationally and responsibly. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital menuntut pelajar untuk memiliki keterampilan literasi digital kritis guna menavigasi arus informasi yang masif dan seringkali tidak terverifikasi. Namun, upaya untuk memperkuat literasi digital dalam pendidikan masih cenderung menekankan aspek teknis dan belum sepenuhnya mengintegrasikan nilai-nilai Islam dari perspektif epistemologis. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi nilai tabayyun dalam Pendidikan Agama Islam sebagai landasan epistemologis untuk mengembangkan literasi digital kritis di kalangan pelajar SMP. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan filosofis konseptual, yang didasarkan pada tinjauan pustaka dan data primer dari Al-Qur’an dan literatur ilmiah relevan yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2026. Prosedur penelitian meliputi pengumpulan, seleksi, pengorganisasian, dan analisis data menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tabayyun berfungsi tidak hanya sebagai nilai etika tetapi juga sebagai mekanisme epistemologis untuk memverifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi informasi. Rekonstruksi ini menunjukkan bahwa tabayyun selaras dengan prinsip-prinsip literasi digital kritis dan dapat dioperasionalkan sebagai kerangka kerja untuk menyaring informasi digital. Oleh karena itu, mengintegrasikan tabayyun ke dalam Pendidikan Agama Islam berpotensi memperkuat kemampuan berpikir kritis pelajar dalam menanggapi informasi digital secara rasional dan bertanggung jawab.    
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERILAKU ANAK GENERASI Z DALAM MENGONSUMSI KONTEN TIKTOK: TINJAUAN HUKUM KELUARGA ISLAM Dirgho Rayhan Farazzy; Triadi Wicaksono
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10788

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes to the social interaction patterns of Generation Z children, particularly in the use of social media platforms such as TikTok, making parental parenting styles an essential factor in guiding children's behavior. This study aims to analyze the representation of parental parenting styles in digital spaces, to understand the behavior of Generation Z children in consuming TikTok content, and to examine the influence of parenting styles from the perspective of Islamic Family Law. This research employs a qualitative approach using a netnographic method through observation of content, comments, and hashtags related to parenting styles and children's behavior on TikTok. The data were analyzed using thematic analysis to identify behavioral patterns and representations of parenting practices in digital spaces. The results indicate that various parenting styles are represented in digital discourse, including authoritarian, democratic (authoritative), and permissive styles, while the behavior of Generation Z children in consuming TikTok content demonstrates intensive and interactive consumption patterns influenced by emerging digital trends. From the perspective of Islamic Family Law, parenting styles that involve supervision, guidance, and the inculcation of religious values play an important role in shaping responsible and balanced social media usage among children. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola interaksi sosial anak Generasi Z, khususnya dalam penggunaan media sosial seperti TikTok, sehingga peran pola asuh orang tua menjadi sangat penting dalam mengarahkan perilaku anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi pola asuh orang tua dalam ruang digital, memahami perilaku anak Generasi Z dalam mengonsumsi konten TikTok, serta meninjau pengaruh pola asuh tersebut dalam perspektif Hukum Keluarga Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi melalui observasi terhadap konten, komentar, dan penggunaan hashtag yang berkaitan dengan pola asuh dan perilaku anak pada platform TikTok. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola perilaku serta bentuk representasi pengasuhan dalam ruang digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi pola asuh yang direpresentasikan dalam diskursus digital, yaitu pola asuh otoriter, demokratis, dan permisif, sementara perilaku anak Generasi Z dalam mengonsumsi konten TikTok menunjukkan kecenderungan konsumsi yang intensif dan interaktif serta dipengaruhi oleh tren digital yang berkembang. Dalam perspektif Hukum Keluarga Islam, pola asuh orang tua yang disertai pengawasan, bimbingan, serta penanaman nilai-nilai agama memiliki peran penting dalam membentuk perilaku anak dalam penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.    
ANALISIS PERAN MAJELIS TA’LIM TERHADAP INTEGRASI REMAJA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DI DESA JATI DATAR Irvan Rahmadhani; Hasyim As’ari; Ferdian Utama
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10789

Abstract

This research was conducted due to the crucial role of informal Islamic educational institutions in addressing the challenges of moral degradation among youth in the digital era, particularly in Jati Datar Village. The main focus of this issue is how to maintain youth social integration in line with religious values. The purpose of this research is to highlight the contribution of Majelis Ta'lim (Islamic study groups) in character formation and creating conditions for active youth participation in society. The method used was a descriptive qualitative approach, and data were collected through observation, documentation, and in-depth interviews with administrators, young congregants, and village leaders. The results show that Majelis Ta'lim has adapted well-from an educational location to a center for youth realization, where they become practitioners in all social and religious activities. Regarding improving discipline in congregational worship and politeness, Majelis Ta'lim is an effective instrument for integration through an interactive and adaptive teaching model. Meanwhile, administrators must continue to innovate in their da'wah models to accommodate youth demands. The contribution of this research lies in strengthening the study of the role of non-formal Islamic educational institutions as agents of youth character development in the digital era, particularly in rural contexts. This study also provides an empirical overview of the adaptive strategies employed by Majelis Ta’lim in attracting and sustaining youth participation. The implications of this research indicate that the development of creative, participatory, and technology-relevant da’wah models is essential to enhance youth engagement. Furthermore, it can serve as a reference for Majelis Ta’lim administrators and policymakers in designing sustainable youth development programs. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan karena pentingnya peran lembaga pendidikan Islam informal dalam mengatasi tantangan degradasi moral pemuda di era digital, khususnya di Desa Jati Datar. Fokus utama isu ini adalah bagaimana menjaga integrasi sosial pemuda sejalan dengan nilai-nilai agama. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyoroti kontribusi Majelis Ta’lim dalam pembentukan karakter dan penciptaan kondisi untuk partisipasi aktif pemuda dalam masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dan data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan para pengelola, jemaah muda, serta pimpinan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Ta’lim telah beradaptasi dengan baik – dari lokasi pendidikan menjadi pusat realisasi pemuda, di mana mereka menjadi praktisi dalam semua kegiatan sosial dan keagamaan. Mengenai peningkatan disiplin ibadah berjamaah dan kesopanan majelis Ta’lim merupakan instrumen yang efektif untuk integrasi melalui model pengajaran yang interaktif dan adaptif. Sementara itu, para pengelola harus terus berinovasi dalam model dakwah untuk mengakomodasi tuntutan remaja. kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan kajian tentang peran lembaga pendidikan Islam non-formal sebagai agen pembentukan karakter pemuda di era digital, khususnya dalam konteks pedesaan. Penelitian ini juga memberikan gambaran empiris mengenai strategi adaptif Majelis Ta’lim dalam menarik dan mempertahankan partisipasi pemuda. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan model dakwah yang kreatif, partisipatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi sangat diperlukan untuk meningkatkan keterlibatan pemuda, serta dapat dijadikan acuan bagi pengelola Majelis Ta’lim dan pemangku kebijakan dalam merancang program pembinaan generasi muda yang berkelanjutan.    
PENGARUH METODE DEMONSTRASI PRAKTIK SHOLAT JENAZAH TERHADAP PEMAHAMAN IBADAH SISWA KELAS XII MAN KOTA SURABAYA Moh. Ali Mudzakkir
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10790

Abstract

This research aims to identify the effect of the funeral prayer demonstration method on the religious understanding of grade XII students at MAN Kota Surabaya. This research uses a quantitative approach with a quasi- experimental research type using a pretest- posttest control group design. The research population was all grade XII students, while the research sample consisted of 98 students divided into two groups: an experimental class and a control class of 49 students each. Informasi collection methods were carried out through tests, observations, and documentation. The research instrument was in the form of test questions to measure students religious understanding before and after the treatment. Informasi analysis was carried out through prerequisite tests including normality and homogeneity tests, followed by hypothesis testing using the t- test (independent sample t- test). The results showed a significant difference between the religious understanding of students World Health Organization learned using the demonstration method and those World Health Organization learned using the conventional method. Thus, the funeral prayer demonstration method was proven to have a positive effect on improving students religious understanding. The findings of this research indicate that the use of an instant and participatory educational method can improve students understanding of religious modules more effectively. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh metode demonstrasi doa pemakaman terhadap pemahaman agama siswa kelas XII di MAN Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tipe penelitian kuasi-eksperimental menggunakan desain kelompok kontrol pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII, sedangkan sampel penelitian terdiri dari 98 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok: kelas eksperimen dan kelas kontrol masing-masing 49 siswa. Metode pengumpulan informasi dilakukan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa soal tes untuk mengukur pemahaman agama siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis informasi dilakukan melalui uji prasyarat termasuk uji normalitas dan homogenitas, diikuti dengan pengujian hipotesis menggunakan uji t (uji t sampel independen). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pemahaman agama siswa yang belajar menggunakan metode demonstrasi dan siswa yang belajar menggunakan metode konvensional. Dengan demikian, metode demonstrasi doa pemakaman terbukti memiliki pengaruh positif dalam meningkatkan pemahaman agama siswa. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode pendidikan instan dan partisipatif dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap modul agama secara lebih efektif.    
PENERAPAN PEMBELAJARAN KREATIF DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK DI TPQ SIROTUSSITAT AZ ZAHRA Alihan Satra; M. Rizky Padriansyah; Adisty Zaskia; Adelia Dwi Pareza; M. Dzaki Anoraga
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10791

Abstract

This research is based on the fact that learning at the Al-Qur'an Education Park (TPQ) is dominated by conventional methods and lacks variety, and children's learning interest is low. TPQ Sirotussitat Az Zahra in Tapus Village, Lembak District, Muara Enim Regency, uses a creative learning approach to increase children's interest in learning. In a qualitative descriptive approach, data is collected through observation, interviews, and documentation. Data collection, data reduction, data delivery, and conclusion drawing are all stages of the research. The results show that creative learning through interactive methods such as playing, drawing, and question-and-answer sessions, along with supporting media such as Uno cards, flip bottles, videos, posters, singing techniques, and Educaplay-based educational games, can increase children's interest in learning. This improvement is demonstrated by students who are more engaged, active, involved, and interactive in the learning process. Students understand the material more easily because the learning atmosphere is more enjoyable and less monotonous. Therefore, creative learning has proven effective in increasing students' interest in learning by maximizing their cognitive, affective, and psychomotor involvement. ABSTRAK Penelitian ini didasarkan pada fakta bahwa pembelajaran di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) didominasi oleh metode konvensional dan kurang variatif, dan minat belajar anak rendah. TPQ Sirotussitat Az Zahra di Desa Tapus, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, menggunakan pendekatan pembelajaran kreatif untuk meningkatkan minat anak dalam belajar. Dalam pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengumpulan data, pengurangan data, pengiriman data, dan penarikan kesimpulan adalah semua tahapan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kreatif melalui metode interaktif seperti bermain, menggambar, dan tanya jawab, serta media pendukung seperti kartu Uno, botol flip, video, poster, teknik bernyanyi, dan game edukatif berbasis Educaplay dapat meningkatkan minat anak dalam belajar. Peningkatan ini ditunjukkan oleh siswa yang lebih terlibat, aktif, terlibat, dan berinteraksi dalam proses pembelajaran. Siswa lebih mudah memahami materi karena suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan tidak monoton. Oleh karena itu, pembelajaran kreatif terbukti efektif dalam meningkatkan minat siswa dalam belajar dengan memaksimalkan keterlibatan kognitif, afektif, dan psikomotorik mereka.