cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru
ISSN : 28078837     EISSN : 28078667     DOI : https://doi.org/10.51878/teacher.v2i1
Core Subject : Education,
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seorang pendidik dan lain lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 164 Documents
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN BUDAYA NUSANTARA MELALUI GALERI VIRTUAL ARTSTEPS: STUDI IMPLEMENTASI DI SEKOLAH DASAR Ayumawarsih, Rika; Purnamasari, Evi; Hastuti, Yani Dwi
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i1.8956

Abstract

This study aims to describe the transformation of Indonesian cultural learning through the use of the Artsteps virtual gallery in elementary schools. The research background stems from low student engagement and the lack of contextual learning experiences in cultural learning, necessitating the need for immersive media capable of providing exploratory experiences. Using a qualitative approach with a case study design, this study involved teachers and fourth-grade students through observation, interviews, and documentation during the pre-implementation, implementation, and post-implementation processes. The results showed a significant increase in student learning engagement, marked by increased exploration, discussion, and question-asking activities during visits to the Artsteps virtual space. Students' understanding of cultural diversity also improved, as evidenced by their ability to identify, describe, and compare cultural elements across regions in greater depth. Furthermore, the teacher's role shifted from information provider to facilitator, enabling more collaborative and student-centered learning. However, this study also identified several challenges, such as network limitations, diverse digital literacies, and device constraints, all of which were overcome through adaptive instructional strategies. Overall, this study confirms that the Artsteps virtual gallery is effective in enriching cultural learning experiences and has the potential to be a pedagogical innovation that can be widely implemented in elementary schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan transformasi pembelajaran budaya Nusantara melalui pemanfaatan galeri virtual Artsteps di sekolah dasar. Latar belakang penelitian berangkat dari rendahnya keterlibatan siswa dan minimnya pengalaman belajar kontekstual dalam pembelajaran budaya, sehingga diperlukan media imersif yang mampu menghadirkan pengalaman eksploratif. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini melibatkan guru dan siswa kelas IV melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama proses pra-implementasi, implementasi, dan pasca-implementasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterlibatan belajar siswa, ditandai dengan meningkatnya aktivitas eksplorasi, diskusi, dan pengajuan pertanyaan selama mengunjungi ruang virtual Artsteps. Pemahaman siswa terhadap keberagaman budaya juga meningkat, terlihat dari kemampuan mereka mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan membandingkan unsur budaya antar daerah secara lebih mendalam. Selain itu, peran guru mengalami pergeseran dari pemberi informasi menuju fasilitator, yang memungkinkan terjadinya pembelajaran yang lebih kolaboratif dan student-centered. Kendati demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan seperti keterbatasan jaringan, literasi digital yang beragam, dan kendala perangkat, namun semua dapat diatasi melalui strategi instruksional adaptif. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa galeri virtual Artsteps efektif dalam memperkaya pengalaman belajar budaya dan berpotensi menjadi inovasi pedagogis yang dapat diimplementasikan luas di sekolah dasar.  
KONSTRUKSI TEORETIS INSTRUMEN PENILAIAN MENULIS TEKS DESKRIPSI KELAS VII BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) Mashudi, Mashudi; Kuntoro, Kuntoro
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i1.8998

Abstract

ABSTRACT Descriptive text writing skills are an important competence in the Merdeka Curriculum Phase D, requiring students’ observational abilities and imaginative expression. However, assessment practices in schools still tend to focus on Lower Order Thinking Skills (LOTS) and have not fully accommodated the demands of Higher Order Thinking Skills (HOTS). This study aims to formulate a comprehensive HOTS-based assessment instrument model for descriptive text writing. The research employs a qualitative approach using a library research method through the analysis of scholarly literature, language learning evaluation theories, and educational policy documents. Data were collected through documentation and analyzed using content analysis techniques, including data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity strengthened through source triangulation. The findings indicate that HOTS-based writing assessment requires the development of cognitive indicators at the C4 level (analyzing the interrelationships among object details), C5 (evaluating the effectiveness of figurative language use), and C6 (creating original descriptive texts from a unique perspective). The formulated assessment instrument takes the form of an essay test based on visual stimuli, emphasizing authentic assessment and the use of at least three senses. The assessment rubric is analytical–holistic, with the highest weighting placed on diction and figurative language (40%) and text structure (30%). The conclusion of this study confirms that a HOTS-based descriptive text writing assessment instrument is capable of fostering students’ critical and creative thinking skills more optimally. Theoretically, this study enriches the conceptual framework of language learning evaluation, and practically, it serves as a reference for teachers in designing meaningful and challenging writing assessments. ABSTRAK Keterampilan menulis teks deskripsi merupakan kompetensi penting dalam Kurikulum Merdeka Fase D yang menuntut kemampuan observasi dan ekspresi imajinatif siswa. Namun, praktik penilaian di sekolah masih cenderung berfokus pada Lower Order Thinking Skills (LOTS) dan belum sepenuhnya mengakomodasi tuntutan Higher Order Thinking Skills (HOTS). Penelitian ini bertujuan merumuskan model instrumen penilaian menulis teks deskripsi berbasis HOTS secara komprehensif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis literatur, teori evaluasi pembelajaran bahasa, serta dokumen kebijakan pendidikan. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, dengan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian menulis berbasis HOTS menuntut pengembangan indikator kognitif pada level C4 (menganalisis keterkaitan detail objek), C5 (mengevaluasi efektivitas penggunaan majas), dan C6 (menciptakan teks deskripsi orisinal dengan sudut pandang unik). Instrumen penilaian yang dirumuskan berbentuk tes uraian berbasis stimulus visual yang menekankan penilaian autentik dan penggunaan minimal tiga pancaindra. Rubrik penilaian bersifat analitik-holistik dengan pembobotan utama pada aspek pilihan kata dan majas sebesar 40% serta struktur teks sebesar 30%. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa instrumen penilaian menulis teks deskripsi berbasis HOTS mampu mendorong kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa secara lebih optimal. Secara teoretis, kajian ini memperkaya konsep evaluasi pembelajaran bahasa, dan secara praktis dapat dijadikan acuan bagi guru dalam menyusun asesmen menulis yang bermakna dan menantang.
ASESMEN AUTENTIK BERBASIS TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Prasanty, Arum Berliana; Kuntoro, Kuntoro
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i1.8999

Abstract

ABSTRACT Learning evaluation in the Merdeka Curriculum positions authentic assessment as an essential component for assessing students’ competency achievement in a holistic and contextual manner. Along with the development of digital technology, the integration of technology into authentic assessment presents a strategic opportunity to enhance the quality of Indonesian language learning evaluation. This study aims to examine and analyze the concepts, benefits, and challenges of implementing technology-based authentic assessment in Indonesian language learning through a literature review. The research employed a qualitative descriptive method with a library research approach. Data were obtained through a systematic review of books, scientific journal articles, and relevant digital sources and were analyzed inductively to identify patterns and major themes. The results indicate that technology-based authentic assessment supports the authentic assessment of language competence through various digital literacy products, such as digital portfolios, multimedia projects, and online discussions. The integration of technology also accelerates feedback provision, enhances students’ learning motivation, and enables continuous, learner-centered evaluation. However, its implementation still faces challenges, including limited teacher competencies, infrastructure readiness, and variations in students’ digital literacy. This study concludes that technology-based authentic assessment has significant potential to improve the quality of Indonesian language learning evaluation in the Merdeka Curriculum, provided it is supported by strengthening teachers’ competencies and adequate technological infrastructure. ABSTRAK Evaluasi pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka menempatkan asesmen autentik sebagai komponen esensial untuk menilai ketercapaian kompetensi peserta didik secara holistik dan kontekstual. Seiring perkembangan teknologi digital, integrasi teknologi dalam asesmen autentik menjadi peluang strategis untuk meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis konsep, manfaat, serta tantangan implementasi asesmen autentik berbasis teknologi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berdasarkan kajian literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelaahan sistematis terhadap buku, artikel jurnal ilmiah, dan sumber digital yang relevan, kemudian dianalisis secara induktif untuk menemukan pola dan tema utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen autentik berbasis teknologi mampu mendukung penilaian kompetensi berbahasa secara nyata melalui berbagai produk literasi digital, seperti portofolio digital, proyek multimedia, dan diskusi daring. Integrasi teknologi juga mempercepat pemberian umpan balik, meningkatkan motivasi belajar, serta memungkinkan evaluasi yang berkelanjutan dan berpusat pada peserta didik. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi guru, kesiapan infrastruktur, dan variasi literasi digital peserta didik. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa asesmen autentik berbasis teknologi berpotensi besar meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum Merdeka, asalkan didukung oleh penguatan kompetensi guru dan penyediaan infrastruktur teknologi yang memadai.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS CANVA: TRANSFORMASI TEKS PROSEDUR MENJADI INFOGRAFIK PADA SISWA KELAS IX SMP Mayasuci, Tuti; Suroso, Eko
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i1.9024

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe the implementation of Canva-based Indonesian language learning in transforming procedural texts into infographics for ninth-grade students at SMP Negeri 2 Karangpucung, to identify the challenges faced by teachers and students, and to analyze students’ responses to the learning process. Procedural text learning, which has traditionally focused on linguistic structure, is often considered less engaging; therefore, learning innovation that integrates digital technology and 21st-century skills is required. This study employed a descriptive qualitative method with ninth-grade students as the research subjects. The research stages included lesson planning using Canva, implementation of learning activities involving the transformation of procedural texts into infographic formats, and evaluation through reflection and analysis of students’ responses. Data were collected through classroom observations, interviews with teachers and students, and questionnaires to assess students’ perceptions. The results indicate that the use of Canva increased student engagement, creativity, and the ability to present information visually. The challenges encountered included limited access to digital devices and varying levels of students’ digital literacy. Overall, students showed positive responses, perceiving the learning activities as interesting, easy to understand, and helpful in improving their comprehension of procedural texts. In conclusion, Canva-based learning is an effective and innovative alternative for teaching procedural texts in Indonesian language classes. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis Canva dalam mentransformasikan teks prosedur menjadi infografik pada siswa kelas IX SMP Negeri 2 Karangpucung, mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru dan siswa, serta menganalisis respons siswa terhadap pembelajaran tersebut. Pembelajaran teks prosedur yang selama ini cenderung berorientasi pada struktur kebahasaan dinilai kurang menarik, sehingga diperlukan inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi digital dan penguatan keterampilan abad ke-21. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas IX. Tahapan penelitian meliputi perencanaan pembelajaran berbasis Canva, pelaksanaan pembelajaran transformasi teks prosedur ke bentuk infografik, serta evaluasi melalui refleksi dan pengumpulan respons siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas pembelajaran, wawancara dengan guru dan siswa, serta penyebaran angket untuk mengetahui respons siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Canva mampu meningkatkan keterlibatan siswa, kreativitas, serta kemampuan menyajikan informasi secara visual. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan akses perangkat dan variasi kemampuan literasi digital siswa. Secara umum, siswa memberikan respons positif terhadap pembelajaran ini karena dianggap menarik, mudah dipahami, dan membantu pemahaman materi. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis Canva efektif sebagai alternatif inovatif dalam pembelajaran teks prosedur.
SIKAP MURID KELAS VIII SMP TERHADAP KARAKTER IBU DALAM CERITA RAKYAT TIMUN MAS: SEBUAH KAJIAN KUALITATIF Yuwono, Singgih Wiku; Suroso, Eko
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i1.9025

Abstract

ABSTRACT The folk tale Timun Mas is one of the popular traditional stories rich in moral values and is often used as teaching material in junior high school literature classes. However, interpretations of characters in folk tales are not always singular and can be critically analyzed by students. This study aims to describe the attitudes of eighth-grade students toward the mother’s character in the Timun Mas folk tale, particularly regarding the mother’s act of breaking her promise to the giant. The study employed a qualitative approach with a descriptive method. The research subjects were 34 students of class VIII-A at SMP Negeri 2 Karangpucung. Data were collected through open-ended questionnaires, in-depth interviews, and focused group discussions, and then analyzed thematically. The results indicate a variation in students’ attitudes toward the mother’s character. Most students viewed Timun Mas’s mother as intelligent, loving, and willing to sacrifice for her child’s safety. However, some students considered the act of breaking a promise as less commendable and contrary to the value of honesty. This study shows that eighth-grade students are capable of evaluating folk tale characters critically, not only based on explicit moral messages but also by considering context, conflicts, and the characters’ moral dilemmas. Therefore, the study recommends implementing literature learning based on critical analysis so that students can develop reflective thinking skills and not accept moral values uncritically. ABSTRAK Cerita rakyat Timun Mas merupakan salah satu cerita tradisional yang populer dan sarat nilai moral sehingga sering digunakan sebagai bahan ajar sastra di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun, pemaknaan terhadap tokoh dalam cerita rakyat tidak selalu bersifat tunggal dan dapat ditafsirkan secara kritis oleh peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap murid kelas VIII SMP terhadap karakter ibu dalam cerita rakyat Timun Mas, khususnya terkait tindakan ibu Timun Mas yang mengingkari janji kepada raksasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah 34 murid kelas VIII-A SMP Negeri 2 Karangpucung. Data dikumpulkan melalui angket terbuka, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terfokus, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi sikap murid dalam menilai karakter ibu Timun Mas. Sebagian besar murid memandang ibu Timun Mas sebagai sosok yang cerdas, penuh kasih sayang, dan rela berkorban demi keselamatan anaknya. Namun, sebagian murid lainnya menilai tindakan mengingkari janji sebagai perilaku yang kurang terpuji dan bertentangan dengan nilai kejujuran. Penelitian ini menunjukkan bahwa murid kelas VIII SMP mampu menilai tokoh cerita rakyat secara kritis, tidak hanya berdasarkan pesan moral eksplisit, tetapi juga dengan mempertimbangkan konteks, konflik, dan dilema moral tokoh. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penerapan pembelajaran sastra berbasis analisis kritis agar murid dapat mengembangkan kemampuan berpikir reflektif dan tidak menerima nilai moral secara tunggal.
SOFT SKILLS PENDIDIKAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM Hasibuan, Sulham Efendi; Nurjulianti, Nurjulianti; Angraini, Fifi; Romadhona, Riska
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i1.9035

Abstract

Islamic education holds a crucial role in shaping well-rounded individuals, not only intellectually but also emotionally and socially. This paper explores the urgency of soft skills development within the framework of Islamic education, particularly in the context of Islamic Religious Education (IRE). Employing a descriptive qualitative method through literature review, the author examines recent scholarly sources that discuss the integration of Islamic values with the enhancement of interpersonal abilities such as communication, collaboration, and leadership. The findings reveal that Islamic education has significant potential to cultivate soft skills by internalizing moral values, ethical conduct, and the practical application of Islamic teachings in daily life. The study suggests that when Islamic education broadens its focus beyond cognitive and doctrinal content to include interpersonal skill development, it can produce resilient Muslim individuals with strong character who are capable of facing global challenges. The conclusion highlights that fostering soft skills is an essential component of holistic Islamic education and aligns with the demands of contemporary society. ABSTRAK Pendidikan Islam berperan penting dalam membentuk individu yang seimbang, tidak hanya dari sisi intelektual, tetapi juga dalam aspek emosional dan sosial. Tulisan ini membahas urgensi pengembangan soft skills dalam pendidikan Islam, khususnya dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan, penulis mengulas literatur-literatur mutakhir yang membahas keterpaduan nilai-nilai Islam dengan penguatan keterampilan interpersonal seperti komunikasi, kerja sama, dan kepemimpinan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan Islam sangat potensial dalam menanamkan soft skills melalui pembiasaan nilai-nilai moral, etika, dan implementasi ajaran Islam dalam aktivitas sehari-hari. Temuan ini mengungkapkan bahwa apabila pendidikan Islam tidak hanya menitikberatkan pada aspek intelektual dan keagamaan, tetapi juga memberi perhatian pada pengembangan keterampilan sosial, maka akan terbentuk generasi Muslim yang tangguh, memiliki karakter unggul, dan siap bersaing di era global. Kesimpulan dari artikel ini menegaskan bahwa pembinaan soft skills adalah bagian yang tak terpisahkan dari konsep pendidikan Islam yang menyeluruh dan sesuai dengan tantangan zaman kini.
PENERAPAN SHALAT DHUHA DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN SISWI KELAS VII DI SMP ISLAM SAHABAT ILMU KARAWANG Nursalamah, Siti; Marlin, Diana
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10267

Abstract

ABSTRACT The development of disciplined character is a key priority in education; however, its implementation in schools still faces challenges, particularly in fostering consistent student behavior. Although numerous studies have examined the role of religious activities in character building, research that explores the contextual implementation process within school settings remains limited. This study aims to analyze the implementation of dhuha prayer in shaping the disciplined character of seventh-grade female students at SMP Islam Sahabat Ilmu Karawang. The study employed a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed using an interactive model with triangulation to ensure data validity. The findings indicate that the routine implementation of dhuha prayer before classroom instruction contributes to the development of disciplined behavior, particularly in terms of punctuality, adherence to rules, and responsibility, with participation rates reaching 90–95%. However, several challenges were identified, including limited facilities and varying levels of student readiness. This study confirms that the habituation of dhuha prayer is an effective mechanism for fostering discipline through the integration of consistently practiced religious activities. The findings suggest that character formation is influenced not only by formal regulations but also by sustained habituation processes within the school environment. ABSTRAK Pembentukan karakter disiplin menjadi salah satu prioritas dalam pendidikan, namun praktik di sekolah masih menghadapi kendala, terutama dalam membangun konsistensi perilaku peserta didik. Meskipun berbagai studi telah mengkaji peran kegiatan keagamaan dalam penguatan karakter, penelitian yang menelaah proses implementasinya secara kontekstual di lingkungan sekolah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan shalat dhuha dalam membentuk karakter disiplin siswi kelas VII di SMP Islam Sahabat Ilmu Karawang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif dengan memastikan keabsahan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan shalat dhuha secara rutin sebelum pembelajaran berkontribusi terhadap pembentukan perilaku disiplin, terutama dalam aspek ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, dan tanggung jawab, dengan tingkat partisipasi mencapai 90–95%. Meskipun demikian, masih ditemukan kendala seperti keterbatasan fasilitas dan kesiapan sebagian siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa pembiasaan shalat dhuha efektif sebagai mekanisme pembentukan disiplin melalui integrasi praktik religius yang dilakukan secara konsisten. Temuan ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter tidak hanya dipengaruhi oleh aturan formal, tetapi juga oleh proses pembiasaan yang berkelanjutan dalam lingkungan sekolah.
PENERAPAN METODE TASMI’ DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HAFALAN AL-QUR’AN DI MA’HAD AN-NI’MAH MEDAN Sukmantara, Rano; Arniza, Fitri
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10317

Abstract

ABSTRACT The quality of Qur’anic memorization is not solely measured by the number of verses mastered, but is also determined by the accuracy of pronunciation, fluency in recitation, and the ability to retain memorization consistently over time. In the practice of tahfidz learning, the tasmi’ method has been widely applied; however, studies that comprehensively examine its role as an evaluative mechanism in improving memorization quality remain limited. This study aims to examine the implementation of the tasmi’ method, identify the factors influencing its application, and formulate optimization strategies to enhance students’ memorization quality at Ma’had An-Ni’mah Medan. This research employs a qualitative approach with a descriptive design, involving tahfidz teachers and students as the main participants. Data were collected through field observations, in-depth interviews, and document analysis, and subsequently analyzed through data reduction, data display, and continuous interpretation. The findings reveal that tasmi’ is implemented through a structured memorization submission pattern accompanied by systematic repetition under direct supervision, contributing to improved pronunciation accuracy, recitation fluency, and memorization stability. The effectiveness of this method is influenced by students’ discipline, the intensity of teacher guidance, and a supportive learning environment, while the main challenges include time constraints, individual differences in ability, and psychological readiness. This study affirms that tasmi’ functions not merely as a memorization submission technique, but as an integrated and continuous evaluation system within tahfidz learning, making it effective in fostering adaptive, systematic, and contextually grounded memorization quality. ABSTRAK Kualitas hafalan Al-Qur’an tidak semata diukur dari jumlah ayat yang dikuasai, melainkan juga ditentukan oleh ketepatan pelafalan, kelancaran bacaan, serta kemampuan mempertahankan hafalan secara konsisten dalam jangka waktu tertentu. Dalam praktik pembelajaran tahfidz, metode tasmi’ telah banyak digunakan, namun kajian yang mengkaji perannya secara komprehensif sebagai mekanisme evaluasi dalam peningkatan kualitas hafalan masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan metode tasmi’, mengidentifikasi faktor yang memengaruhi penerapannya, serta merumuskan upaya optimalisasi dalam meningkatkan kualitas hafalan santri di Ma’had An-Ni’mah Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, melibatkan guru tahfidz dan santri sebagai partisipan utama. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, yang selanjutnya dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan makna secara berkesinambungan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tasmi’ dilaksanakan melalui pola setoran hafalan yang disertai pengulangan terstruktur dengan bimbingan langsung, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan akurasi pelafalan, kelancaran membaca, serta kestabilan hafalan. Keberhasilan penerapan metode ini dipengaruhi oleh kedisiplinan santri, intensitas pendampingan guru, dan dukungan lingkungan belajar, sedangkan hambatan yang muncul berkaitan dengan keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan individu, serta kesiapan psikologis. Penelitian ini menegaskan bahwa tasmi’ tidak hanya berfungsi sebagai teknik penyetoran hafalan, tetapi dapat diposisikan sebagai sistem evaluasi berkelanjutan yang terintegrasi dalam pembelajaran tahfidz, sehingga efektif dalam membangun kualitas hafalan yang lebih adaptif, sistematis, dan kontekstual.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN APRESIASI CERPEN “SAY NO TO CORRUPTION” PADA SISWA KELAS VIII SMP PGRI OTAM Pobela, Astriya; Ratu, Donal M.; Meruntu , Oldie Stevie
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10322

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Discovery Learning model and students’ ability to appreciate the short story “The Courage of a Young Man: Say No to Corruption” by Rica Elisa among Grade VIII students of SMP PGRI Otam, Bolaang Mongondow Regency. The study used a descriptive-analytic method with data collection techniques in the form of observation and tests.The implementation of the Discovery Learning model was carried out through several stages, namely lesson planning by preparing teaching materials and the short story text, preliminary activities including opening the lesson, conveying objectives, and explaining the learning model, as well as core activities involving the distribution of worksheets. At this stage, students appreciated the short story by observing characters and characterization, identifying the plot, collecting data related to conflicts, drawing conclusions about the content of the story, and presenting the results of discussions.The results of the study show that students’ ability to appreciate short stories is categorized as capable. Three students were in the “very capable” category with a score range of 90–100, ten students were in the “capable” category with a score range of 80–90, two students were in the “fairly capable” category with a score range of 70–79, and one student was in the “not capable” category with a score range of 0–69. The average score achieved by students reached 80%. Therefore, the implementation of the Discovery Learning model is effective in improving students’ ability to appreciate short stories. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model Discovery Learning serta kemampuan siswa dalam mengparesiasi cerpen “Keberanian Seorang Pemuda Say No To Corruption” Karya Rica Elisa pada siswa kelas VIII SMP PGRI Otam Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analtik dengan Teknik pengumpulan data berupa observasi dan tes. Penerapan model Discovery Learning dilakukan  melalui beberapa tahapan, yaitu perencanaan pembelajaran dengan menyiapkan modul ajar dan teks cerpen, kegiatan pendahuluan berupa pembukaan, penyampaian tujuan, dan penjelasan model pembelajaran, serta kegiatan inti dengan pemberian lembar kerja. Pada tahap ini, siswa mengapresiasi cerpen dengan mengamati tokoh dan penokohan, mengidentifikasi  alur, mengumpulkan data terkait konflik, menarik Kesimpulan isi cerpen, serta mempresentasikan hasil diskusi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan siswa dalam mengapresiasi cerpen tergolong mampu, tiga siswa berada pada kategori sangat mampu dengan rentang nilai 90-100, sepuluh siswa pada kategori mampu dengan rentang nilai 80-90, dua siswa pada kategori mampu dengan rentang nilai 70-79, dan satu siswa pada kategori tidak mampu dengan rentang nilai 0-69. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa menncapai 80%. Dengan demikian, penerapan model Discovery Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam mengapresiasi cerpen.
HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN PRESTASI AKADEMIK SISWA Apriani, Baiq Nana; Nuraini, Nuraini; Anam, M Chairul
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v5i4.10330

Abstract

ABSTRACT Family economic status reflects a household’s ability to meet basic needs, including education, income, and available facilities. This condition is assumed to be associated with students’ academic achievement at school. This study aims to examine the relationship between family economic status and students’ learning outcomes at SMP Negeri 1 Praya Barat Daya in the 2020/2021 academic year. The study employed a quantitative approach with a correlational method involving 37 students as respondents, using questionnaires and documentation as data collection techniques. Data were analyzed using the Product Moment correlation test. The results indicate a significant relationship between the two variables, as shown by the correlation coefficient (r) of 0.719, which is higher than the r-table value (0.325) at a 5% significance level, indicating a strong correlation. These findings suggest that better economic conditions tend to be associated with higher academic achievement. Therefore, it can be concluded that family economic status is significantly related to students’ learning outcomes. The implication of this study highlights the importance of inclusive educational policies to accommodate differences in students’ economic backgrounds in order to improve learning quality. ABSTRAK Tingkat ekonomi keluarga merupakan kondisi sosial ekonomi yang mencerminkan kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup, yang meliputi pendidikan, pendapatan, dan fasilitas yang dimiliki. Kondisi ini diduga berkaitan dengan capaian akademik siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara tingkat ekonomi keluarga dengan hasil belajar siswa di SMP Negeri 1 Praya Barat Daya Tahun Pelajaran 2020/2021. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional pada 37 siswa sebagai responden, dengan teknik pengumpulan data berupa angket dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kedua variabel, ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,719 lebih besar dari r tabel (0,325) pada taraf signifikansi 5%, yang mengindikasikan hubungan kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi yang lebih baik cenderung diikuti oleh capaian belajar yang lebih optimal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tingkat ekonomi keluarga memiliki keterkaitan yang signifikan dengan hasil belajar siswa. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan kebijakan pendidikan yang lebih inklusif untuk mengakomodasi perbedaan latar belakang ekonomi siswa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.