cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
ISSN : 28278240     EISSN : 28278070     DOI : https://doi.org/10.51878/healthy.v1i2
Core Subject :
HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan Ilmu Kesehatan
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2024)" : 5 Documents clear
PSIKOTERAPI HIPNOTERAPI PADA PASIEN DENGAN AMNESIA DISOSIATIF: SEBUAH LAPORAN KASUS WIRADANA, I WAYAN; KENWA, KOMANG WISWA MITRA; PARINUSSA, ALLYSA DESITA MAGHDALENA; BUTAR, RUTH NATALIA BUTAR
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v3i2.3434

Abstract

Hypnotherapy is an effective modality of psychotherapy to address various psychological and emotional issues, including dissociative amnesia. This case report presents a 25-year-old patient with dissociative amnesia, which caused memory loss of his life from high school to his career as a soldier. The patient underwent several hypnotherapy sessions, including age regression, informed child therapy, and techniques such as desensitization and forgiveness to help address past traumas. Hypnotherapy effectively restored the patient’s memory gradually, supported by a work reassignment that offered increased comfort. This result highlights the significant role of hypnotherapy in treating dissociative amnesia and the influence of environmental support in the recovery process. ABSTRAKHipnoterapi adalah salah satu modalitas psikoterapi yang efektif dalam mengatasi berbagai gangguan psikologis dan emosional, termasuk amnesia disosiatif. Laporan kasus ini menggambarkan seorang pasien berusia 25 tahun dengan amnesia disosiatif yang menyebabkan hilangnya ingatan mengenai kehidupannya dari masa SMA hingga profesinya sebagai tentara. Pasien menjalani beberapa sesi hipnoterapi, mulai dari age regression, informed child therapy, hingga teknik desensitization dan forgiveness untuk membantu mengatasi trauma masa lalu. Hipnoterapi terbukti berhasil memulihkan ingatan pasien secara bertahap, didukung oleh keputusan mutasi yang memberikan kenyamanan lebih bagi pasien. Hasil ini menekankan peran penting hipnoterapi dalam terapi amnesia disosiatif dan pengaruh dukungan lingkungan dalam proses pemulihan.
PENDEKATAN TERINTEGRASI HIPNOTERAPI DAN COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY DALAM PENANGANAN PASIEN JIWA WIGUNA, I GUSTI RAI PUTRA; WATI, WATI; MARIANTO, MARIANTO
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v3i2.3435

Abstract

Hypnotherapy and Cognitive Behavioral Therapy (CBT) are two psychotherapy approaches that have proven effective in treating various psychological disorders, such as anxiety, depression and trauma. Despite having different mechanisms, the combination of these two therapies offers better results compared to using each separately. Hypnotherapy works by accessing the subconscious mind to address hidden emotional problems, while CBT focuses on changing negative thought patterns. Integration of the two can speed up the healing process by reducing emotional resistance and modifying basic beliefs that inhibit change. Research shows that this combination is effective for a variety of disorders, including anxiety, depression, PTSD, and addiction. This literature aims to explain the basic concepts of hypnotherapy and CBT, the effectiveness of each in treating psychological disorders, as well as the clinical application of the integration of the two methods. It is hoped that these findings will provide a deeper understanding for psychotherapy practitioners and mental health professionals in applying this combined therapy. ABSTRAKHipnoterapi dan Terapi Kognitif Perilaku (CBT) adalah dua pendekatan psikoterapi yang terbukti efektif dalam menangani berbagai gangguan psikologis, seperti kecemasan, depresi, dan trauma. Meskipun memiliki mekanisme yang berbeda, kombinasi kedua terapi ini menawarkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan masing-masing secara terpisah. Hipnoterapi bekerja dengan mengakses pikiran bawah sadar untuk mengatasi masalah emosional yang tersembunyi, sementara CBT fokus pada perubahan pola pikir negatif. Integrasi keduanya dapat mempercepat proses penyembuhan dengan mengurangi resistensi emosional dan memodifikasi keyakinan dasar yang menghambat perubahan. Penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ini efektif untuk berbagai gangguan, termasuk kecemasan, depresi, PTSD, dan kecanduan. Literatur ini bertujuan untuk menjelaskan konsep dasar hipnoterapi dan CBT, efektivitas masing-masing dalam mengatasi gangguan psikologis, serta aplikasi klinis integrasi kedua metode tersebut. Diharapkan, temuan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi praktisi psikoterapi dan profesional kesehatan mental dalam mengaplikasikan terapi gabungan ini.
PSIKIATRI SPIRITUAL DAN RELIGI DALAM KONTEKS BEBAINAN: STUDI KASUS DI BALI TENTANG KERASUKAN DAN PENYEMBUHAN LESMANA, COKORDA BAGUS JAYA; SANTOSA, I KETUT ARYA; MAHARDIKA, I KOMANG ANA; TRISNOWATI, RINI
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v3i2.3436

Abstract

Bebainan, a spiritual phenomenon unique to Bali, reflects the deep interconnection between mental health, religious beliefs, and supernatural perceptions in Balinese culture. Considered a form of spirit possession, bebainan is attributed to a bebai, a malevolent spirit invoked to harm an individual. This condition, marked by physical discomfort, altered consciousness, and uncharacteristic behaviors, is understood not as a medical disorder but as a spiritual affliction requiring intervention by traditional healers, or balian. This review explores bebainan within the context of spiritual and religious psychiatry, examining its symptoms, interpretation, and treatment through ritualistic healing methods. By comparing traditional Balinese approaches to Western psychiatric interpretations—where bebainan shares similarities with dissociative and possession-form disorders—this article underscores the importance of culturally sensitive psychiatric care. It argues that psychiatric frameworks should respect and incorporate religious practices, particularly for conditions perceived as spiritually influenced. Through analyzing case studies and healer perspectives, this review highlights bebainan as both a spiritual and mental health condition, suggesting that integrating psychiatric and spiritual care may offer more effective support for individuals with culture-bound syndromes. Such an approach encourages collaboration between mental health professionals and spiritual practitioners, offering a holistic model of care that honors cultural and spiritual beliefs while providing appropriate psychiatric support. This integration supports a more inclusive view of mental health that accommodates diverse belief systems, ultimately contributing to more empathetic and effective care. ABSTRAKBebainan, sebuah fenomena spiritual unik di Bali, mencerminkan keterkaitan yang mendalam antara kesehatan mental, keyakinan agama, dan persepsi supernatural dalam budaya Bali. Dianggap sebagai bentuk kerasukan roh, bebainan dikaitkan dengan bebai, roh jahat yang digunakan untuk menyakiti seseorang. Kondisi ini, yang ditandai dengan ketidaknyamanan fisik, perubahan kesadaran, dan perilaku yang tidak seperti biasanya, dipahami bukan sebagai kelainan medis tetapi sebagai penderitaan spiritual yang memerlukan intervensi oleh tabib tradisional, atau balian. Ulasan ini mengeksplorasi bebainan dalam konteks psikiatri spiritual dan religius, mengkaji gejala, interpretasi, dan pengobatannya melalui metode penyembuhan ritual. Dengan membandingkan pendekatan tradisional Bali dengan penafsiran psikiatrik Barat—di mana bebainan memiliki kesamaan dengan gangguan disosiatif dan kerasukan—artikel ini menggarisbawahi pentingnya perawatan psikiatri yang sensitif secara budaya. Argumennya adalah bahwa kerangka kerja psikiatris harus menghormati dan menggabungkan praktik keagamaan, khususnya untuk kondisi yang dianggap dipengaruhi secara spiritual. Melalui analisis studi kasus dan perspektif penyembuh, tinjauan ini menyoroti bebainan sebagai kondisi kesehatan spiritual dan mental, menunjukkan bahwa mengintegrasikan perawatan psikiatris dan spiritual dapat memberikan dukungan yang lebih efektif bagi individu dengan sindrom terikat budaya. Pendekatan seperti ini mendorong kolaborasi antara profesional kesehatan mental dan praktisi spiritual, menawarkan model perawatan holistik yang menghormati keyakinan budaya dan spiritual sekaligus memberikan dukungan psikiatris yang sesuai. Integrasi ini mendukung pandangan yang lebih inklusif mengenai kesehatan mental yang mengakomodasi beragam sistem kepercayaan, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap perawatan yang lebih berempati dan efektif.
TRADISI BUDAYA UPACARA BAYUH OTON SAPUH LEGER PADA MASYARAKAT HINDU BALI MULYATI, PUTU
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v3i2.3437

Abstract

The Sapuh Leger ceremony is a traditional purification ritual in Balinese Hindu society, conducted for individuals born during the “Wuku Wayang” period, which is believed to hold a high spiritual significance. This ritual is thought to dispel negative influences and protect against disturbances from malevolent forces, particularly Bhuta Kala. Understanding this cultural practice through a biopsychosociospiritual approach is crucial to support the mental well-being of individuals within their cultural context. The Sapuh Leger ceremony is an integral part of Balinese culture, serving a spiritual healing function for individuals born during the Wuku Wayang period. The biopsychosociospiritual approach in this ritual highlights the importance of the connection between mental health and cultural heritage. This ceremony supports individuals in achieving well-being by involving the community, spiritual beliefs, and a purification process. The ritual not only wards off negative influences but also strengthens cultural and spiritual identity in the daily life of Balinese society. ABSTRAKUpacara Sapuh Leger adalah ritual penyucian tradisional dalam masyarakat Hindu Bali, yang dilakukan bagi individu yang lahir pada periode “Wuku Wayang” yang dianggap memiliki makna spiritual tinggi. Ritual ini diyakini dapat menghilangkan pengaruh buruk dan mencegah gangguan dari kekuatan negatif, khususnya Bhuta Kala. Praktik budaya ini penting untuk dipahami melalui pendekatan biopsikososiospiritual guna menjaga kesejahteraan mental individu dalam konteks budaya. Upacara Sapuh Leger adalah bagian integral dari budaya Bali yang memiliki fungsi penyembuhan spiritual bagi individu yang lahir pada Wuku Wayang. Pendekatan biopsikososiospiritual dalam ritual ini menekankan pentingnya keterhubungan antara kesehatan mental dan warisan budaya. Upacara ini mendukung individu dalam mencapai kesejahteraan dengan melibatkan komunitas, keyakinan spiritual, dan proses pembersihan. Ritual ini tidak hanya mencegah pengaruh negatif, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan spiritual dalam keseharian masyarakat Bali.
PERAN TERAPI SPIRITUAL (LOGOTERAPI DAN ALCOHOLIC ANONYMUS ) PADA PASIEN GANGGUAN MENTAL DAN PERILAKU AKIBAT PENGGUNAAN ZAT MULTIPEL (ALKOHOL DAN NIKOTIN) ARYANI, LUH NYOMAN ALIT; KOSIM, HARTONO
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v3i2.3438

Abstract

Rehabilitation is a recovery process for patients with drug use disorders, either in the short or long term, which aims to change their behavior so that they are ready to return to society. Drug users also need to be saved so they can return to living a healthy and productive life. One approach given is spiritual therapy. The aim of this case report is to evaluate the effectiveness of spiritual interventions that can improve the quality of life and improve existing symptoms in addiction patients. Spiritual therapy was analyzed for its effect on general symptoms and improvement of perception and motivation in these patients. The patient is male, 59 years old, Dutch citizen, no religion, married status, last degree, experiences discomfort and restlessness, it is very difficult to be fully conscious, when he wants to walk the patient is very easy to fall, vomit and has levator pain ani. With spiritual approaches, namely logotherapy and alcoholic anonymus, which are added to standard treatment, patients become calm and no longer hopeless and the motivation appears to continue treatment and psychotherapy. Currently, the patient is much better and can begin to carry out activities and work as before. ABSTRAKRehabilitasi adalah suatu proses pemulihan pasien gangguan penggunaan NAPZA baik dalam jangka waktu pendek ataupun panjang yang bertujuan mengubah perilaku mereka agar siap kembali ke masyarakat. Pengguna narkoba juga perlu diselamatkan agar dapat kembali menjalani hidup dalam keadaan sehat dan produktif. Salah satu pendekatan yang diberikan adalah dengan terapi spiritual. Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas intervensi spiritual yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan memperbaiki gejala yang ada pada pasien adiksi. Terapi spiritual dianalisis pengaruhnya terhadap gejala umum dan perbaikan persepsi dan motivasi pada pasien ini. Pasien laki-laki, 59 tahun warga negara Belanda, tidak beragama, status menikah, pendidikan terakhir sarjana, mengalami rasa tidak nyaman dan gelisah, sulit sekali untuk bisa sadar sepenuhnya. Ketika dia berjalan, pasien sangat mudah untuk terjatuh, ada muntah dan memiliki sakit levator ani. Dengan pendekatan spiritual yaitu logoterapi dan alcoholic anonymus yang ditambahkan pada pengobatan standar, pasien menjadi tenang dan tidak putus asa lagi serta motivasinya muncul untuk melanjutkan pengobatan dan psikoterapi. Saat ini pasien sudah jauh lebih baik serta mulai bisa beraktivitas dan bekerja seperti semula.

Page 1 of 1 | Total Record : 5