cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
ISSN : 28278240     EISSN : 28278070     DOI : https://doi.org/10.51878/healthy.v1i2
Core Subject :
HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan Ilmu Kesehatan
Articles 152 Documents
STUDI DESKRIPTIF KUANTITATIF KEPUASAN PASIEN DI UNIT PENDAFTARAN BERDASARKAN ASPEK SERVQUAL DI PUSKESMAS DEPOK I Setiyawan, Hery; Urbanantika, Regita; Saputriani, Rian Anggri
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i2.9581

Abstract

The outpatient registration sector plays a strategic role as the primary gateway to healthcare services at the primary healthcare level. Based on preliminary observations of digital reviews (Google Maps) at Puskesmas Depok I, issues were identified regarding low staff hospitality and inefficiencies in waiting durations. These problems indicate a quality deficit that directly impacts the perception of service user satisfaction. To mitigate these issues, this study applies the Service Quality (SERVQUAL) model as an evaluative instrument, encompassing the dimensions of tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The primary objective of this study is to explore the service profile and measure the degree of patient satisfaction as a parameter for formulating quality improvement policies. This study employs a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach. The research sample consists of 100 outpatient subjects selected through a probability sampling technique using the Slovin formula. Data collection was conducted via a structured questionnaire adopting the SERVQUAL framework to ensure the validity of the service quality measurement. Data analysis reveals that the reliability dimension provides the highest satisfaction contribution at 72.9%. This is followed by the empathy dimension at 71.3%, assurance at 71.15%, and responsiveness at 70%. Conversely, the tangible dimension recorded the lowest satisfaction level at 63.65%. In general, the quality of registration services is at an adequate level; however, there is an urgent need to revitalize physical facilities and supporting infrastructure to minimize the gap between patient expectations and service reality. ABSTRAK Sektor pendaftaran rawat jalan memegang peranan strategis sebagai pintu utama pelayanan kesehatan di level fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Berdasarkan observasi awal pada ulasan digital (Google Maps) di Puskesmas Depok I, teridentifikasi isu terkait rendahnya hospitalitas petugas serta inefisiensi durasi tunggu. Problematika tersebut mengindikasikan adanya defisit kualitas yang berimplikasi langsung terhadap persepsi kepuasan pengguna layanan. Guna memitigasi hal tersebut, penelitian ini menerapkan model Service Quality (SERVQUAL) sebagai instrumen evaluasi yang mencakup dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Tujuan utama kajian ini adalah mengeksplorasi profil layanan serta mengukur derajat kepuasan pasien sebagai parameter dalam formulasi kebijakan perbaikan mutu pelayanan. Studi ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan metode cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 100 pasien rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik probability sampling melalui perhitungan rumus Slovin. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner terstruktur yang mengadopsi kerangka kerja SERVQUAL untuk menjamin validitas pengukuran kualitas jasa. Analisis data mengungkapkan bahwa dimensi reliability memberikan kontribusi kepuasan tertinggi sebesar 72,9%. Selanjutnya, dimensi empathy mencatatkan angka 71,3%, diikuti oleh assurance (71,15%) dan responsiveness (70%). Sebaliknya, dimensi tangible menjadi indikator dengan capaian kepuasan paling rendah, yakni 63,65%. Secara umum, kualitas pelayanan pendaftaran berada pada taraf yang memadai, namun terdapat urgensi untuk melakukan revitalisasi pada aspek sarana fisik dan infrastruktur penunjang guna meminimalisir gap antara harapan pasien dan realitas layanan.
GAMBARAN PENGETAHUAN GIZI, ASUPAN ZAT GIZI, STATUS GIZI, RIWAYAT ANEMIA DAN PENYAKIT INFEKSI PADA IBU HAMIL DI DESA CINTARAJA KABUPATEN TASIKMALAYA Nuraeni, Irma; Nur, Edri Indah Yuliza; Kasih, Intan Wandira Arum; Isra, Alfiani Nurul; Fitriani, Alia; Kamila, Hasna
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i2.9879

Abstract

ABSTRACT Pregnant women are a group with increased nutritional requirements and are therefore vulnerable to various nutritional problems when these needs are not adequately fulfilled. This study aimed to describe nutritional knowledge, the adequacy of nutrient intake, nutritional status, and the history of anemia and infectious diseases among pregnant women. The study employed a descriptive quantitative design conducted in 2025 in Cintaraja Village, Singaparna District, Tasikmalaya Regency, involving 40 pregnant women as respondents. Data were collected through interviews using structured questionnaires to assess nutritional knowledge as well as the history of anemia and infectious diseases, a 1×24-hour food recall method to identify energy intake and macro- and micronutrient consumption, and Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) measurements to assess nutritional status. The findings indicate that although the average nutritional knowledge score of pregnant women was high (90.7 ± 5.9), most respondents had not achieved adequate intake of energy as well as macro- and micronutrients. The majority of pregnant women (95%) had normal nutritional status; however, 30% had a history of anemia, 60% did not consume iron tablets or multiple micronutrient supplements as recommended, and 17.5% reported a history of infectious diseases. These findings indicate a gap between nutritional knowledge and the actual practices of meeting nutritional requirements during pregnancy. Therefore, strengthening nutrition education accompanied by monitoring of supplement consumption and guidance on dietary practices is needed to support maternal health during pregnancy. ABSTRAK Ibu hamil merupakan kelompok yang memiliki kebutuhan zat gizi lebih tinggi sehingga rentan mengalami berbagai masalah gizi apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai pengetahuan gizi, tingkat kecukupan asupan zat gizi, kondisi status gizi, serta riwayat anemia dan penyakit infeksi yang dialami oleh ibu hamil. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif yang dilaksanakan pada tahun 2025 di Desa Cintaraja, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya dengan melibatkan 40 ibu hamil sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur untuk menilai pengetahuan gizi serta riwayat anemia dan penyakit infeksi, metode food recall 1×24 jam untuk mengidentifikasi asupan energi serta zat gizi makro dan mikro, serta pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) untuk menilai status gizi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun rata-rata skor pengetahuan gizi ibu hamil termasuk tinggi (90,7 ± 5,9), sebagian besar responden masih belum mencapai kecukupan asupan energi maupun zat gizi makro dan mikro yang memadai. Mayoritas ibu hamil (95%) memiliki status gizi normal, tetapi masih ditemukan 30% responden dengan riwayat anemia, 60% yang tidak mengonsumsi tablet tambah darah atau multiple micronutrient supplement sesuai anjuran, serta 17,5% dengan riwayat penyakit infeksi. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tingkat pengetahuan gizi dan praktik pemenuhan kebutuhan zat gizi selama kehamilan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan edukasi gizi yang disertai dengan pemantauan konsumsi suplemen serta pendampingan perilaku konsumsi pangan guna mendukung kesehatan ibu selama masa kehamilan.
ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN TEMPAT TIDUR BERDASARKAN GRAFIK BARBER JOHNSON DI RUMAH SAKIT RAJAWALI CITRA YOGYAKARTA Fitriyah, Yuli; Aulyana, Meita Rahma; Arsita, Emilia Vivi
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i2.9549

Abstract

Bed utilization efficiency is an important indicator in assessing inpatient service performance in hospitals. This study aimed to analyze the efficiency of bed utilization at Rajawali Citra Hospital Yogyakarta in 2024 using the Barber Johnson graph and to identify the factors contributing to inefficiency. This research employed a qualitative method with a case study approach. The research subjects included daily inpatient census officers, medical record reporting officers, and the head of the medical record unit. The data analyzed were derived from the 2024 inpatient daily census recapitulation, calculated using the indicators of BOR, AvLOS, TOI, and BTO, and then plotted into the Barber Johnson graph. The results showed that during quarters I–IV of 2024, the BOR, AvLOS, and BTO values had not reached the ideal standards, while TOI was within the ideal range. The intersection point of the four indicators was located outside the efficient zone, indicating that bed utilization was not yet efficient. The main contributing factors were related to human resources and facility limitations, including irregular physician visit schedules, the absence of certain medical specialists, and incomplete supporting facilities. ABSTRAK Efisiensi penggunaan tempat tidur merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kinerja pelayanan rawat inap di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi penggunaan tempat tidur di RS Rajawali Citra Yogyakarta tahun 2024 berdasarkan grafik Barber Johnson serta mengidentifikasi faktor penyebab ketidakefisienannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari petugas sensus harian rawat inap, petugas rekam medis bagian pelaporan, dan kepala rekam medis. Data yang dianalisis berasal dari rekapitulasi sensus harian rawat inap tahun 2024, kemudian dihitung menggunakan indikator BOR, AvLOS, TOI, dan BTO serta diplot ke dalam grafik Barber Johnson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada triwulan I–IV tahun 2024, nilai BOR, AvLOS, dan BTO belum mencapai standar ideal, sedangkan TOI telah berada dalam rentang ideal. Titik pertemuan keempat indikator berada di luar daerah efisien sehingga penggunaan tempat tidur dinyatakan belum efisien. Faktor penyebab utama ketidakefisienan berasal dari aspek man dan materials, yaitu ketidakpastian jadwal visit dokter, keterbatasan dokter spesialis, serta belum optimalnya fasilitas penunjang pelayanan.
STUDI DESKRIPTIF KUANTITATIF KEPUASAN PASIEN DI UNIT PENDAFTARAN BERDASARKAN ASPEK SERVQUAL DI PUSKESMAS DEPOK I Setiyawan, Hery; Urbanantika, Regita; Saputriani, Rian Anggri
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i2.9581

Abstract

The outpatient registration sector plays a strategic role as the primary gateway to healthcare services at the primary healthcare level. Based on preliminary observations of digital reviews (Google Maps) at Puskesmas Depok I, issues were identified regarding low staff hospitality and inefficiencies in waiting durations. These problems indicate a quality deficit that directly impacts the perception of service user satisfaction. To mitigate these issues, this study applies the Service Quality (SERVQUAL) model as an evaluative instrument, encompassing the dimensions of tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The primary objective of this study is to explore the service profile and measure the degree of patient satisfaction as a parameter for formulating quality improvement policies. This study employs a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach. The research sample consists of 100 outpatient subjects selected through a probability sampling technique using the Slovin formula. Data collection was conducted via a structured questionnaire adopting the SERVQUAL framework to ensure the validity of the service quality measurement. Data analysis reveals that the reliability dimension provides the highest satisfaction contribution at 72.9%. This is followed by the empathy dimension at 71.3%, assurance at 71.15%, and responsiveness at 70%. Conversely, the tangible dimension recorded the lowest satisfaction level at 63.65%. In general, the quality of registration services is at an adequate level; however, there is an urgent need to revitalize physical facilities and supporting infrastructure to minimize the gap between patient expectations and service reality. ABSTRAK Sektor pendaftaran rawat jalan memegang peranan strategis sebagai pintu utama pelayanan kesehatan di level fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Berdasarkan observasi awal pada ulasan digital (Google Maps) di Puskesmas Depok I, teridentifikasi isu terkait rendahnya hospitalitas petugas serta inefisiensi durasi tunggu. Problematika tersebut mengindikasikan adanya defisit kualitas yang berimplikasi langsung terhadap persepsi kepuasan pengguna layanan. Guna memitigasi hal tersebut, penelitian ini menerapkan model Service Quality (SERVQUAL) sebagai instrumen evaluasi yang mencakup dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Tujuan utama kajian ini adalah mengeksplorasi profil layanan serta mengukur derajat kepuasan pasien sebagai parameter dalam formulasi kebijakan perbaikan mutu pelayanan. Studi ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan metode cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 100 pasien rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik probability sampling melalui perhitungan rumus Slovin. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner terstruktur yang mengadopsi kerangka kerja SERVQUAL untuk menjamin validitas pengukuran kualitas jasa. Analisis data mengungkapkan bahwa dimensi reliability memberikan kontribusi kepuasan tertinggi sebesar 72,9%. Selanjutnya, dimensi empathy mencatatkan angka 71,3%, diikuti oleh assurance (71,15%) dan responsiveness (70%). Sebaliknya, dimensi tangible menjadi indikator dengan capaian kepuasan paling rendah, yakni 63,65%. Secara umum, kualitas pelayanan pendaftaran berada pada taraf yang memadai, namun terdapat urgensi untuk melakukan revitalisasi pada aspek sarana fisik dan infrastruktur penunjang guna meminimalisir gap antara harapan pasien dan realitas layanan.
GAMBARAN PENGETAHUAN GIZI, ASUPAN ZAT GIZI, STATUS GIZI, RIWAYAT ANEMIA DAN PENYAKIT INFEKSI PADA IBU HAMIL DI DESA CINTARAJA KABUPATEN TASIKMALAYA Nuraeni, Irma; Nur, Edri Indah Yuliza; Kasih, Intan Wandira Arum; Isra, Alfiani Nurul; Fitriani, Alia; Kamila, Hasna
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i2.9879

Abstract

ABSTRACT Pregnant women are a group with increased nutritional requirements and are therefore vulnerable to various nutritional problems when these needs are not adequately fulfilled. This study aimed to describe nutritional knowledge, the adequacy of nutrient intake, nutritional status, and the history of anemia and infectious diseases among pregnant women. The study employed a descriptive quantitative design conducted in 2025 in Cintaraja Village, Singaparna District, Tasikmalaya Regency, involving 40 pregnant women as respondents. Data were collected through interviews using structured questionnaires to assess nutritional knowledge as well as the history of anemia and infectious diseases, a 1×24-hour food recall method to identify energy intake and macro- and micronutrient consumption, and Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) measurements to assess nutritional status. The findings indicate that although the average nutritional knowledge score of pregnant women was high (90.7 ± 5.9), most respondents had not achieved adequate intake of energy as well as macro- and micronutrients. The majority of pregnant women (95%) had normal nutritional status; however, 30% had a history of anemia, 60% did not consume iron tablets or multiple micronutrient supplements as recommended, and 17.5% reported a history of infectious diseases. These findings indicate a gap between nutritional knowledge and the actual practices of meeting nutritional requirements during pregnancy. Therefore, strengthening nutrition education accompanied by monitoring of supplement consumption and guidance on dietary practices is needed to support maternal health during pregnancy. ABSTRAK Ibu hamil merupakan kelompok yang memiliki kebutuhan zat gizi lebih tinggi sehingga rentan mengalami berbagai masalah gizi apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai pengetahuan gizi, tingkat kecukupan asupan zat gizi, kondisi status gizi, serta riwayat anemia dan penyakit infeksi yang dialami oleh ibu hamil. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif yang dilaksanakan pada tahun 2025 di Desa Cintaraja, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya dengan melibatkan 40 ibu hamil sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur untuk menilai pengetahuan gizi serta riwayat anemia dan penyakit infeksi, metode food recall 1×24 jam untuk mengidentifikasi asupan energi serta zat gizi makro dan mikro, serta pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) untuk menilai status gizi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun rata-rata skor pengetahuan gizi ibu hamil termasuk tinggi (90,7 ± 5,9), sebagian besar responden masih belum mencapai kecukupan asupan energi maupun zat gizi makro dan mikro yang memadai. Mayoritas ibu hamil (95%) memiliki status gizi normal, tetapi masih ditemukan 30% responden dengan riwayat anemia, 60% yang tidak mengonsumsi tablet tambah darah atau multiple micronutrient supplement sesuai anjuran, serta 17,5% dengan riwayat penyakit infeksi. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tingkat pengetahuan gizi dan praktik pemenuhan kebutuhan zat gizi selama kehamilan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan edukasi gizi yang disertai dengan pemantauan konsumsi suplemen serta pendampingan perilaku konsumsi pangan guna mendukung kesehatan ibu selama masa kehamilan.
ANALISIS KEBUTUHAN APLIKASI DISTRIBUSI MAKANAN BERGIZI BAGI IBU HAMIL, MENYUSUI, BALITA: PENGALAMAN KADER DAN PENERIMA Wijaya, Indra
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i2.9927

Abstract

ABSTRACT Adequate nutrition for pregnant women, breastfeeding mothers, and toddlers plays a crucial role in preventing stunting during the first 1,000 days of life. The Indonesian government, through the Free Nutritious Meal Program, seeks to provide nutritious food to these vulnerable groups by involving community health cadres as distribution implementers at the community level. However, the distribution process and information dissemination still rely heavily on WhatsApp groups, which creates several challenges, including unorganized information flow, difficulty in retrieving important messages, and delays in receiving information among beneficiaries. This condition indicates the absence of a structured communication system to support effective information management within the program. This study aims to analyze the need for developing a nutritious food distribution application for pregnant women, breastfeeding mothers, and toddlers based on the experiences of cadres and program beneficiaries. The study employed a descriptive qualitative approach with purposive sampling. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using the interactive analysis model of Miles and Huberman. The findings reveal the need for a dedicated application that facilitates direct communication between cadres and beneficiaries, distribution schedule notifications, options for food collection methods, centralized information delivery from administrators, and user satisfaction surveys. The development of such a digital application has the potential to enhance communication effectiveness, information transparency, and the efficiency of MBG program management at the community level. ABSTRAK Pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita merupakan faktor penting dalam mencegah stunting pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan. Pemerintah Indonesia melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) berupaya menyediakan makanan bergizi bagi kelompok rentan dengan melibatkan kader sebagai pelaksana distribusi di tingkat masyarakat. Namun, pelaksanaan distribusi dan penyampaian informasi program masih bergantung pada grup WhatsApp yang menimbulkan berbagai kendala, seperti informasi yang tidak terorganisasi, kesulitan menelusuri pesan penting, serta keterlambatan penerimaan informasi oleh sebagian penerima manfaat. Kondisi ini menunjukkan perlunya sistem komunikasi yang lebih terstruktur untuk mendukung pengelolaan informasi program secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan aplikasi distribusi makanan bergizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita berdasarkan pengalaman kader dan penerima manfaat program MBG. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader dan penerima manfaat membutuhkan aplikasi khusus yang mampu memfasilitasi komunikasi langsung, notifikasi jadwal distribusi, pilihan metode pengambilan bantuan, penyampaian informasi terpusat dari admin, serta fitur survei kepuasan pengguna. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan aplikasi distribusi berbasis digital berpotensi meningkatkan efektivitas komunikasi, transparansi informasi, dan efisiensi pengelolaan program MBG di tingkat masyarakat
THE IMPACT OF AGING ON SALIVARY FUNCTION AND SALIVARY GLANDS IN OLDER ADULTS: A LITERATURE REVIEW Halim, Susanna; Sania, Nadia Putri
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i2.10060

Abstract

The aging process is a progressive biological phenomenon that triggers a decline in functional capacity in various organ systems, including the salivary glands, which play a vital role in maintaining oral homeostasis through lubrication and antimicrobial protection. The primary focus of this study is to synthesize scientific evidence regarding the impact of aging on anatomical changes, secretory performance, and biochemical and microbiological shifts in saliva in the elderly. The research steps were conducted through a systematic literature review of reputable scientific sources, including observational and experimental studies, and meta-analyses involving over fifty thousand patients in selected registry data. The study findings demonstrated morphological acinar degeneration and increased connective tissue deposition. Functionally, the majority of elderly individuals experienced decreased salivary flow rates and increased inflammatory mediators such as interleukin-6, which are associated with susceptibility syndrome. The data demonstrated a discrepancy between the subjective perception of xerostomia and the objective outcome of hyposalivation, where Candida albicans colonization was found to increase with the decline in salivary protective function. The main conclusion confirms that salivary gland disorders in the elderly are clinically significant conditions requiring an integrated diagnostic and therapeutic approach, not simply a normal consequence of aging. This in-depth understanding is crucial for healthcare professionals to optimize comprehensive oral health care strategies to sustainably improve the quality of life for the elderly population for a more prosperous future.
PENGARUH PMT (PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN) NUGGET HATI AYAM TERHADAP PERUBAHAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI DESA SUMBERREJO Jamhariyah, Jamhariyah
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i2.10218

Abstract

ABSTRACT Anemia during pregnancy remains a prevalent health problem and is associated with an increased risk of complications for both the mother and the fetus. This condition calls for intervention strategies that are not only effective but also feasible to implement within the community context. This study aims to examine the effectiveness of providing supplementary food based on processed chicken liver in the form of nuggets on changes in hemoglobin levels among anemic pregnant women in Sumberrejo Village. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental design, in which a single group of subjects was observed through pretest and posttest measurements after receiving the intervention. A total of 15 respondents were selected purposively based on predetermined criteria. Hemoglobin levels were measured in two stages, before and after the intervention, and analyzed using a paired t-test with a significance level of 5%. The results showed an increase in the mean hemoglobin level after the intervention compared to the baseline, rising from 10.29 g/dL to 11.35 g/dL. Statistical testing yielded a p-value of 0.005, indicating a statistically significant difference. These findings suggest that the consumption of chicken liver nugget products has a significant effect on improving hemoglobin levels in pregnant women with anemia. Therefore, the utilization of local food sources rich in iron, particularly through innovative processing methods, has strong potential as a practical, effective, and contextually appropriate nutritional intervention to support anemia prevention among pregnant women. ABSTRAK Anemia selama kehamilan masih menjadi persoalan kesehatan yang cukup dominan dan berimplikasi pada meningkatnya risiko gangguan bagi ibu maupun janin. Situasi ini menuntut adanya strategi intervensi yang tidak hanya efektif, tetapi juga mudah diterapkan dalam konteks masyarakat. Penelitian ini difokuskan untuk mengkaji efektivitas pemberian makanan tambahan berbasis olahan hati ayam dalam bentuk nugget terhadap perubahan kadar hemoglobin pada ibu hamil yang mengalami anemia di Desa Sumberrejo. Dalam penelitian ini digunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu, di mana satu kelompok subjek diamati melalui pengukuran awal dan pengukuran akhir setelah diberikan perlakuan. Sebanyak 15 responden dipilih secara purposive sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan pada dua tahap, yaitu sebelum dan setelah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji paired t-test dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rerata kadar hemoglobin setelah intervensi dibandingkan kondisi awal, yaitu dari 10,29 g/dL menjadi 11,35 g/dL. Uji statistik menghasilkan nilai p sebesar 0,005 yang menunjukkan adanya perbedaan bermakna secara statistik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa konsumsi nugget berbahan hati ayam memberikan pengaruh yang bermakna dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil yang mengalami anemia. Oleh karena itu, penggunaan bahan pangan lokal yang tinggi kandungan zat besinya, khususnya melalui pengolahan yang inovatif, memiliki peluang besar sebagai pilihan intervensi gizi yang mudah diterapkan, efisien, dan sesuai untuk mendukung pencegahan anemia pada ibu hamil.
INTEGRATING MIND, BODY, AND RESILIENCE UNDERSTANDING MEDIATING FUNCTION OF BODY AWARENESS IN ADOLESCENT ATHLETES’ MENTAL TOUGHNESS Fatmawati, Hana; Jannah, Miftakhul
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i2.10307

Abstract

ABSTRACT The development of adolescent athletes has predominantly focused on technical skills and performance, while psychological and somatic dimensions such as body awareness have received limited attention. This study aims to examine the mediating role of body awareness in the relationship between sense of mastery and mental toughness among adolescent athletes. A quantitative approach with a survey method was employed, involving 113 adolescent athletes from various sports at a specialized sports school in Indonesia. Data were collected using questionnaires and analyzed using mediation regression analysis (MRA) to examine both direct and indirect effects among variables. The findings indicate that sense of mastery has a positive effect on mental toughness, and body awareness functions as a significant mediator in this relationship. These results suggest that higher levels of sense of mastery are associated with increased body awareness, which in turn contributes to enhanced mental toughness. Therefore, the study highlights that integrating body awareness training into adolescent athlete development programs has the potential to improve mental toughness in a more comprehensive manner. ABSTRAK Perkembangan atlet remaja saat ini masih cenderung berfokus pada aspek teknis dan performa, sementara dimensi psikologis dan somatik seperti kesadaran tubuh belum mendapat perhatian optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mediasi kesadaran tubuh dalam hubungan antara sense of mastery dan mental toughness pada atlet remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 113 atlet remaja dari berbagai cabang olahraga di salah satu sekolah khusus olahraga di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner, kemudian dianalisis dengan analisis regresi mediasi (MRA) untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sense of mastery berpengaruh positif terhadap mental toughness, serta kesadaran tubuh berfungsi sebagai mediator signifikan dalam hubungan tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan sense of mastery berkaitan dengan meningkatnya kesadaran tubuh, yang selanjutnya berkontribusi pada penguatan mental toughness. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi latihan kesadaran tubuh dalam program pembinaan atlet remaja berpotensi meningkatkan ketangguhan mental secara lebih komprehensif.
“SEARCH FOR NMDAR-A” DALAM DIAGNOSIS PSIKOTIK AUTOIMUN: SERIAL KASUS ENSEFALITIS NMDAR Kosim, Hartono; Surya, Michael; Wahyuni, Anak Ayu Sri
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i2.10391

Abstract

ABSTRACT Anti-NMDAR encephalitis is an autoimmune disorder of the central nervous system that often presents initially with psychiatric symptoms, leading to a high risk of misdiagnosis as functional psychotic disorders. This study aims to evaluate the role of the “Search For NMDAR-A” approach in the early identification of autoimmune psychosis in acute psychotic episodes. The study employed a case series design involving 10 patients collected from November 2023 to June 2024 in the Department of Psychiatry. Evaluation was conducted through clinical psychiatric assessment, longitudinal observation, and cerebrospinal fluid (CSF) examination. Data were analyzed using qualitative descriptive analysis to identify key clinical patterns. The results indicate a dominant combination of symptoms, including sleep disturbances, agitation, and psychosis, with some cases accompanied by catatonia and cognitive impairment. The main finding highlights a consistent pattern of early symptoms accompanied by CSF abnormalities (elevated protein and pleocytosis) as indicators of suspected autoimmune psychosis. The “Search For NMDAR-A” approach shows potential as an initial clinical screening tool prior to definitive antibody testing. Conclusion: This approach is effective in enhancing clinicians’ awareness for the early detection of autoimmune psychosis. The novelty of this study lies in the systematic application of a mnemonic approach within psychiatric clinical practice. ABSTRAK Ensefalitis anti-NMDAR merupakan gangguan autoimun sistem saraf pusat yang sering diawali gejala psikiatri sehingga berisiko tinggi disalahdiagnosis sebagai gangguan psikotik fungsional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi peran pendekatan “Search For NMDAR-A” dalam identifikasi dini psikosis autoimun pada episode psikotik akut. Desain penelitian berupa serial kasus terhadap 10 pasien yang dikumpulkan pada November 2023–Juni 2024 di Departemen Psikiatri. Evaluasi dilakukan melalui asesmen klinis, observasi longitudinal, dan pemeriksaan cairan serebrospinal (CSF). Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi pola klinis utama. Hasil menunjukkan kombinasi gejala dominan berupa gangguan tidur, agitasi, dan psikosis, dengan sebagian kasus disertai katatonia dan gangguan kognitif. Temuan utama adalah konsistensi pola gejala awal yang disertai abnormalitas CSF (peningkatan protein dan pleositosis) sebagai indikator kecurigaan psikosis autoimun. Pendekatan “Search For NMDAR-A” berpotensi sebagai alat skrining awal sebelum uji antibodi definitif. Simpulan: Pendekatan ini efektif meningkatkan kewaspadaan klinisi dalam deteksi dini psikosis autoimun. Kebaruan penelitian terletak pada penerapan sistematis mnemonic dalam praktik psikiatri.