cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
ISSN : 28278240     EISSN : 28278070     DOI : https://doi.org/10.51878/healthy.v1i2
Core Subject :
HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan Ilmu Kesehatan
Articles 124 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN WASTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASIYAN TAHUN 2024 Widiasari, Hesrul; Umami, Riza; Kiswati, Kiswati
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i3.7049

Abstract

Wasting is a condition when a child's weight decreases, is very low, or even below the normal range based on their height BB/TB (Z score) <-2 SD. The incidence of wasting in Indonesia in 2022 was 10.2%. In East Java it was 7.2% and in Jember Regency it was 12.7% while in Kasiyan Health Center it was 9.4%. (SSGI 2022). The major impact that can be given by children with wasting is a decrease in cognitive abilities. This study aims to describe the factors that influence the incidence of wasting. The research design used descriptive analytic. The study population was 406 mothers/caregivers of wasting toddlers, a sample of 89 respondents and the sampling technique used non-probability sampling with a purposive sampling approach. Data were collected using questionnaires and analyzed using descriptive analysis. The results showed inadequate food intake (49.81%), a history of illness (diarrhea, fever) of (66.5%) and inappropriate nutritional parenting patterns of (72.73%). Conclusion: A history of infectious diseases in toddlers and inappropriate nutritional care are risk factors for wasting. Increasing mothers' knowledge about adequate food intake, infectious diseases, and nutritional care through integrated health posts (Posyandu) and classes for mothers of toddlers. ABSTRAKWasting  adalah  kondisi  ketika  berat  badan  anak  menurun,  sangat  kurang,  atau  bahkan  berada  di  bawah  rentang  normal  berdasarkan  tinggi  badannya  BB/TB  (Z  score) <  -2  SD. Angka kejadian wasting di Indonesia tahun 2022 10,2%. Di Jawa Timur sebesar 7,2% dan di Kabupaten Jember 12,7% sedangkan di Puskesmas Kasiyan sebesar 9,4%.(SSGI 2022). Dampak besar yang dapat di berikan oleh anak dengan wasting adalah penurunan kemampuan kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  faktor  faktor  yang  mempengaruhi kejadian Wasting. Design penelitian menggunakan deskriptif analitik. Populasi penelitian 406 ibu/ pengasuh balita wasting, sample sebanyak 89 responden dan tekhnik sampling menggunakan non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Data di kumpulkan menggunakan kuesioner dan di analisa menggunakan analisa deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan asupan makanan tidak adekuat (49,81%) riwayat penyakit (diare, demam) sebesar (66,5%) dan pola asuh gizi tidak sesuai sebesar (72,73%). Kesimpulan riwayat penyakit infeksi pada balita dan pola asuh gizi yang tidak sesuai merupakan faktor risiko kejadian wasting. meningkatkan pengetahuan ibu mengenai asupan makanan yang adekuat, penyakit infeksi dan pola asuh gizi melalui posyandu dan kelas ibu balita.
PERUBAHAN ANGKA KEJADIAN STUNTING PASCA PELAKSANAAN PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK DI DESA MLOKOREJO KECAMATAN PUGER Mabruroh, Aimmatul; Sasmito, Lulut; Palupi, Jenie
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i3.7050

Abstract

Stunting is a major problem because it can affect children's cognitive development, which has long-term impacts on productivity and the quality of human resources. In Indonesia, the stunting rate in 2022 reached 21.6%, and in East Java it was recorded at 19.2%, with a prevalence in Jember Regency of 34.9%. Mlokorejo Village was recorded as having 9.6% of stunted toddlers in 2023. One of the government's efforts to reduce the stunting rate is through the PMBA program, which aims to improve community knowledge and skills in providing appropriate food to infants and children. This comparative descriptive study used two samples. The population was 65 toddlers, with a sample of 55 toddlers using the Isaac and Michael sampling table. The measurement tool was the independent sample t-test. Data analysis showed that the average z-score of toddlers before and after the PMBA implementation only differed by 0.05, indicating that there was no significant difference in the stunting rate. Before the implementation of PMBA, the average height of stunted toddlers was 82.7 cm with a standard deviation of -2.7 SD, while after the implementation of PMBA, the average height of stunted toddlers was 81.6 cm with a standard deviation of -2.7 SD. There was no significant change in the incidence of stunting after the implementation of Infant and Young Child Feeding in Mlokorejo Village. It is hoped that further evaluation of the effectiveness of the PMBA program and the community will develop businesses that can improve nutrition, such as fish farming. ABSTRAKKejadian stunting menjadi masalah utama karena dapat mempengaruhi perkembangan kognitif anak, yang berdampak jangka panjang pada produktivitas dan kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, angka kejadian stunting pada tahun 2022 mencapai 21,6%, dan di Jawa Timur tercatat 19,2%, dengan prevalensi di Kabupaten Jember sebesar 34,9%. Desa Mlokorejo tercatat memiliki 9,6% balita stunting pada tahun 2023. Salah satu upaya pemerintah untuk menurunkan angka kejadian stunting adalah melalui program PMBA, yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memberikan makanan yang tepat kepada bayi dan anak. Penelitian deskriptif komparatif dengan dua sampel. Populasi sebanyak 65 balita, dengan sampel sebanyak 55 balita menggunakan tabel penentuan sampel Isaac dan Michael. Alat ukur dengan uji t sampel bebas. Analisis data menunjukkan bahwa rata-rata z-score balita sebelum dan sesudah pelaksanaan PMBA hanya berbeda 0,05, yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan dalam angka kejadian stunting. Sebelum pelaksanaan PMBA, rata-rata tinggi badan balita stunting adalah 82,7 cm dengan standar deviasi -2,7 SD, sedangkan setelah pelaksanaan PMBA, rata-rata tinggi badan balita stunting adalah 81,6 cm dengan standar deviasi -2,7 SD. Tidak terdapat perubahan signifikan pada angka kejadian stunting pasca pelaksanaan Pemberian Makan Bayi dan Anak di Desa Mlokorejo. Diharapkan untuk mengevaluasi lebih lanjut efektivitas program PMBA dan masyarakat mengembangkan usaha yang dapat meningkatkan gizi, seperti budidaya ikan.
GAMBARAN KEPATUHAN BIDAN DALAM PENGISIAN BUKU KIA IBU HAMIL DI WILAYAH IBI RANTING RAMBIPUJI Puspitawati, Kurnia; M, Syiska Atik; R, Dian Aby
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i3.7051

Abstract

The KIA Handbook is a source of maternal and fetal health information used by health workers, especially midwives, as a communication medium. This handbook is provided to every pregnant woman up to the age of 6 years. Based on the 2018 East Java Basic Health Research (Riskesdas), 75.5% of mothers have a KIA handbook, while 24.5% do not. Based on a preliminary study, a small percentage (30%) of midwives in the IBI branch of the Rambipuji Community Health Center (Puskesmas) comply with documenting in the KIA handbook. The purpose of this study was to describe midwives' compliance in completing the KIA handbook for pregnant women in the IBI branch of the Rambipuji branch. Method: The research design was descriptive with a descriptive survey method. The population was 52 TPMB and the sample was 52 TPMB using a saturated sampling technique. The instruments used were a questionnaire and the KIA handbook for pregnant women. Some midwives are compliant with documenting their care in the Maternal and Child Health (KIA) book, which consists of five indicators. The compliance rate includes identity (13.5%), maternal care (0%), delivery mandate (5.8%), pregnancy care chart (42.3%), and weight gain chart (15.4%). Midwives in the Rambipuji branch of the Indonesian Midwifery Association (IBI) do not document care in accordance with regulations. This issue should be addressed by the regional IBI to improve midwives' abilities and skills in completing the KIA book by conducting training. ABSTRAKBuku KIA merupakan sumber informasi kesehatan ibu dan janin yang digunakan oleh petugas kesehatan khususnya bidan sebagai media komunikasi.  Buku ini diberikan pada setiap ibu hamil hingga anak berusia 6 tahun. Berdasarkan data Riskesdas Jawa Timur 2018 sebanyak 75,5%  ibu memiliki buku KIA dan 24,5 % ibu tidak memiliki buku KIA. Berdasarkan studi pendahuluan sebagian kecil (30%) bidan di wilayah IBI ranting Puskesmas Rambipuji patuh melakukan pendokumentasian di buku KIA. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan kepatuhan bidan dalam pengisian buku KIA ibu hamil di wilayah IBI Ranting Rambipuji. Desain penelitian deskriptif dengan metode survey deskriptif. Populasi sebanyak 52 TPMB dan sampel 52 TPMB teknik sampling adalah sampel jenuh. Instrumen menggunakan kuesioner dan buku KIA ibu hamil. Sebagian bidan yang patuh dalam melakukan pendokumentasian dibuku KIA yang terdiri dari 5 indikator, angka kepatuhan meliputi identitas (13,5%), pelayanan ibu (0%), amanat persalinan (5,8%), grafik pelayanan kehamilan (42,3%) dan grafik peningkatan berat badan (15,4%) Bidan di wilayah IBI ranting Rambipuji tidak melakukan pendokumentasian asuhan yang  sesuai dengan ketentuan. Hal ini dapat menjadi perhatian oleh IBI wilayah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan bidan dalam pengisian buku KIA dengan mengadakan pelatihan
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PEMINATAN KB PASCA PERSALINAN IUD DIWILAYAH PUSKESMAS PALERAN Khasanah, Siti Nur; Palupi, Jenie; Gumiarti, Gumiarti
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i3.7052

Abstract

Postpartum family planning (IUD) is still rarely sought after by postpartum mothers. The low usage rate is 62 acceptors (16.5%) of the target of 338 acceptors (65%) of new postpartum family planning in the Paleran Community Health Center area. One form of husband's participation in the use of family planning is supporting his wife in choosing a family planning tool. Husband's support is one of the factors that can influence the mother's interest in using postpartum IUD family planning. The purpose of this study was to determine the relationship between husband's support and interest in postpartum IUD family planning. This study used a correlational analytical study type with a cross-sectional design with a population of 155 pregnant women, a sample of 112 pregnant women, a simple random sampling technique and the test used was chi square. The results showed that 56.2% of respondents received husband's support, 75.9% of respondents were not interested in postpartum IUD family planning. The results of the test analysis obtained a p-value of 0.001 <? 0.05. There is a relationship between husband's support and interest in postpartum IUD contraception. It is recommended that husbands participate in their wives' choice of contraception after giving birth and that health workers increase counseling on postpartum IUD contraception. ABSTRAKKeluarga Berencana pasca persalinan IUD masih jarang diminati oleh Ibu pasca salin, Angka penggunaaannya yang rendah yaitu 62 akseptor (16,5%) dari target 338 akseptor (65%) KB baru pasca persalinan  diwilayah Puskesmas Paleran. Salah satu bentuk partisipasi suami dalam penggunaan alat KB adalah mendukung istri dalam memilih alat KB.Dukungan suami menjadi salah satu faktor yang bisa mempengaruhi minat ibu untuk menggunakan KB pasca persalianan IUD. Tujuan penelitian ini untuk mengatahui hubungan dukungan suami dengan peminatan KB pasca persalinan IUD. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik korelational dengan desain cross sectional dengan jumlah populasi 155 ibu hamil, jumlah sampel penelitian 112 ibu hamil, teknik sampling simple random samping dan uji yang digunakan adalah chi square. Hasil 56,2 % responden  mendapat dukungan suami, 75,9 % responden tidak berminat KB pasca persalinan IUD, Hasil analisis uji didapatkan  p-value 0,001 < ? 0.05. Terdapat hubungan dukungan suami dengan peminatan KB pasca persalinan IUD, disarankan kepada  suami ikut serta dalam pemilihan KB pada istrinya setelah melahirkan dan tenaga kesehatan meningkatkan penyuluhan tentang KB pasca persalinan IUD
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI DENGAN KETEPATAN WAKTU PEMBERIAN IMUNISASI SUNTIKAN GANDA Oktaviana, Eka; Kiswati, Kiswati; Karnasih, I Gusti Ayu
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i3.7053

Abstract

The accuracy of administering double injection immunization is very important to ensure optimal protection for infants. East Java immunization data has decreased by 63.93% from 93.6%. The occurrence of Adverse Events (AEFI) can affect perceptions of immunization. Family support plays an important role in the success of immunization. Researchers want to know whether there is a relationship between family support and post-immunization adverse events with the timeliness of administering double injection immunization to infants aged 5-12 months in Karangsemanding village, Karangduren Community Health Center area. This quantitative research design is an analytical survey with a Cross Sectional approach. Data from the questionnaire and checklist results were then tested and analyzed using Fisher's Exact test. There is no relationship between Family Support and the Timeliness of Double Injection Immunization with p 0.421 > ? = 0.05. There is a relationship between post-immunization adverse events with the Timeliness of Double Injection Immunization with p 0.008 < ? = 0.05. There is no relationship between family support and the timeliness of double injection immunization. There is a relationship between post-immunization events and the timeliness of administering double injection immunization. ABSTRAKKetepatan pemberian imunisasi suntikan ganda sangat penting untuk memastikan perlindungan yang optimal bagi bayi. Data imunisasi jawa timur mengalami penurunan yaitu 63.93 % dari 93.6%.  KIPI yang terjadi dapat mempengaruhi persepsi terhadap imunisasi. Dukungan keluarga memegang peranan penting dalam keberhasilan imunisasi. Peneliti ingin mengetahui apakah ada hubungan dukungan keluarga dan kejadian ikutan paska imunisasi dengan ketepatan waktu pemberian imunisasi suntikan ganda pada bayi usia 5-12bulan di desa karangsemanding wilayah puskesmas karangduren. Desain penelitian kuantitatif  ini adalah survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Data dari hasil kuisioner dan ceklist kemudian diuji dan dianalisis uji fisher’s Exact. Tidak ada hubungan Dukungan Keluarga dengan Ketepatan waktu Pemberian Imunisasi Suntikan Ganda dengan p 0,421 > ? = 0,05. Ada hubungan kejadian ikutan paska Imunisasi Dengan Ketepatan Pemberian Imunisasi Suntikan ganda dengan p 0,008< ? = 0,05. Tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan ketepatan waktu pemberian imunisasi suntikan ganda. Ada hubungan kejadian ikutan pasca imunisasi dengan ketepatan waktu pemberian imunisasi suntikan ganda. 
HUBUNGAN PERSEPSI IBU HAMIL TENTANG KEHAMILAN RESIKO TINGGI DENGAN NIAT RUJUKAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGDUREN Lijayani, Putri; Karnasih, I Gusti Ayu; Gumiarti, Gumiarti
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i3.7054

Abstract

The referral system is expected to improve quality health services. Of the 13,523 high-risk pregnant women, only 10,518 were referred, meaning that 3,005 did not want to be referred (22.22%) (Jember District Health Office, 2023). The role of the family, income, perceptions of pregnant women about high-risk pregnancies, distance to service facilities, health, health service facilities, perceptions of health service costs can influence decision making in referral intentions. This study aims to determine the relationship between pregnant women's perceptions about high-risk pregnancies and referral intentions in high-risk pregnant women in the working area of ??the Karangduren Community Health Center, Jember Regency. The design of this study is observational through a cross-sectional approach. The population of this study was all high-risk pregnant women who had KSPR ? 10 from January to May 2024, a total of 74 people with a sample of 62 people using simple random sampling. This study found that high-risk pregnant women had a positive perception of 88.7%, and 69.4% of high-risk pregnant women had the intention to be referred to further facilities. From the results of the Fsiher's Exact Test analysis, p 0.002 <? = 0.05 was obtained, There is a relationship between pregnant women's perceptions of high-risk pregnancies and referral intentions in the work area of ??the Karangduren Community Health Center, Jember Regency in 2024. ABSTRAKSistem rujukan diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih bermutu .Ibu hamil resiko tinggi sejumlah 13.523 hanya 10.518 yang di lakukan rujukan artinya ada 3.005 yang tidak mau di lakukan rujukan (22,22 %) (Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, 2023). Peranan keluarga, pendapatan, persepsi Ibu hamil tentang kehamilan resiko tinggi, jarak ke fasilitas layanan, kesehatan,, sarana-prasana layanan kesehatan, persepsi biaya layanan kesehatan dapat memengaruhi pengambilan keputusan dalam niat rujukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Persepsi ibu hamil tentang kehamilan resiko tinggi  dengan niat rujukan  pada ibu hamil resiko tinggi di wilayah kerja  Puskesmas  Karangduren  Kabupaten Jember. Desain penelitian ini adalah observasional melalui pendekatan crossectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil resiko tinggi yang memilik KSPR ? 10 bulan januari s/d mei 2024 sejumlah 74 orang dengan jumlah sampel 62 orang yang menggunakan simple random sampling. ini didapatkan  ibu hamil resiko tinggi yang memiliki persepsi positif  88,7 %, dan 69,4%  ibu hamil resiko tinggi yang mempunyai niat untuk dilkakukan rujukan ke fasilitas lebih lanjut. Dari hasil analisis uji Fsiher’s Exact Test  didapatkan p 0,002< ? = 0,05, Ada hubungan persepsi ibu hamil tentang kehamilan resiko tinggi dengan niat rujukan diwilayah kerja Puskesmas Karangduren Kabupaten Jember pada tahun 2024.
PERBEDAAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PRE EKLAMPSI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO EDUKASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKORAMBI Karmila, Evi; Jamhariyah, Jamhariyah; Susilawati, Susilawati
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i3.7055

Abstract

This study aims to analyze the differences in knowledge of pregnant women about pre-eclampsia before and after being given education using video media in the Sukorambi Health Center work area. The research method uses a quantitative approach with a pre-experimental pretest-posttest design on a group of pregnant women. Data were collected through interviews and questionnaires that measured knowledge before and after video education. The study sample of 49 pregnant women was selected using a simple random sampling technique. The results showed that the knowledge of pregnant women before education was mostly in the sufficient category (42.86%), while after education almost all were in the good category. Statistical analysis showed a significant difference with a p-value of 0.000 (p <0.05). These findings support the effectiveness of video media as a health education tool, especially to increase awareness of pregnant women about preeclampsia. In conclusion, the use of video media can be a practical solution to increase the knowledge of pregnant women, which has the potential to reduce the risk of preeclampsia through early detection and better preventive measures. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengetahuan ibu hamil tentang pre-eklampsia sebelum dan setelah diberikan edukasi menggunakan media video di wilayah kerja Puskesmas Sukorambi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental pretest-posttest pada sekelompok ibu hamil. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner yang mengukur pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi video. Sampel penelitian sebanyak 49 ibu hamil dipilih melalui teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil sebelum edukasi mayoritas berada dalam kategori cukup (42,86%), sementara setelah edukasi hampir seluruhnya berada dalam kategori baik. Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan dengan p-value 0,000 (p < 0,05). Temuan ini mendukung efektivitas media video sebagai alat edukasi kesehatan, khususnya untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil tentang preeklamsia. Kesimpulannya, penggunaan media video dapat menjadi solusi praktis untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, yang berpotensi mengurangi risiko preeklamsia melalui deteksi dini dan tindakan pencegahan yang lebih baik.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG KEBUTUHAN NUTRISI DENGAN BERAT BADAN BALITA DI DESA “K” KECAMATAN “J” KABUPATEN JEMBER A, Hilmy Diar Nuril; M, Syiska Atik; Kiswati, Kiswati
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i3.7056

Abstract

Growth monitoring is one of the main activities of the nutrition improvement program, which emphasizes efforts to prevent and improve toddler nutrition, seen from its etiology, the nutritional status of the population is influenced by several complex factors such as internal and external, one of which is related to parental knowledge/education. Mother's knowledge about nutritional needs greatly affects toddler weight because if the intake given is not appropriate, the toddler's weight will not increase. This study aims to determine the relationship between the level of maternal knowledge about nutritional needs and toddler weight gain. This study uses a cross-sectional design. The population includes all toddlers with T status totaling 186 toddlers. The sampling technique uses simple random sampling. Bivariate analysis in this study is using the Chi Square Test. The results of this study show a p value of 0.000 <0.05, so it can be said that Ha is accepted and H0 is rejected, which means there is a relationship between the level of maternal knowledge and toddler weight gain in Kertonegoro Village. Knowledge of proper feeding in toddlers can be an indicator of toddler weight gain through the intake provided by the mother. Mothers with toddlers are advised to continue to deepen their knowledge about the importance of balanced nutrition for their growth and development. Health teams need to increase education about the importance of providing nutritious food for toddlers. Researchers can continue this research by exploring other factors that influence toddler weight gain, such as environmental factors, accessibility to healthy foods, or the social support mothers receive in providing nutrition. ABSTRAKPemantauan pertumbuhan merupakan salah satu kegiatan utama program perbaikan gizi, yang menitikberatkan pada upaya pencegahan dan peningkatan gizi balita, di lihat dari etiologinya status gizi penduduk di pengaruhi oleh beberapa faktor yang komplek seperti internal dan ekternal salah satunya terkait pengetahuan /pendidikan orang tua. pengetahuan ibu tentang kebutuhan nutrisi sangat mempengaruhi berat badan balita karena jika asupan yang di berikan tidak sesuai, maka berat badan  balita tidak akan naik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan  Tingkat  pengetahuan ibu tentang kebutuhan nutrisi dengan kenaikan berat badan balita. Penelitian ini menggunakan desain cross Sectional. Populasinya meliputi semua balita dengan status T berjumlah 186 balita. Tehnik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisis bivariat dalam penelitian ini adalah menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan p value 0,000 < 0,05, sehingga dapat dikatakan bahwa Ha diterima H0 ditolak yang berarti terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kenaikan berat badan balita di Desa Kertonegoro. Pengetahuan pemberian makan pada balita yang tepat dapat menjadi salah satu indikator kenaikan berat badan balita melalui asupan yang diberikan oleh ibu. Saran ibu yang memiliki balita, diharapkan dapat terus memperdalam pengetahuan mereka tentang pentingnya nutrisi seimbang untuk tumbuh kembang balita. Tim kesehatan perlu meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya pemberian makanan bergizi untuk balita, Peneliti dapat melanjutkan penelitian ini dengan mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi kenaikan berat badan balita, seperti faktor lingkungan, aksesibilitas terhadap makanan sehat, atau dukungan sosial yang diterima ibu dalam pemberian gizi.
PERBEDAAN RESIKO KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA USIA IBU HAMIL RESIKO TINGGI DI WILAYAH PUSKESMAS SUKOWONO KABUPATEN JEMBER Hidayati, Nur; Sugijati, Sugijati; Sasmito, Lulut; Palupi, Jenie
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i3.7057

Abstract

Preeclampsia is characterized by blood pressure of 140/90 mm Hg or more. The prevalence of preeclampsia in East Java in 2022 was 499 cases. In 2023 there were 498 cases, in Jember in 2022 there were 57 people and in 2023 there were 47 people. Age is one of the factors that influence preeclampsia. This study aims to determine the difference in the risk of preeclampsia at high-risk ages. The research design uses comparative. The study population of pregnant women aged ? 20 years and 2-35 years was 186 people, with a Random Sampling technique of 126 respondents. Data collection used a cohort of pregnant women in 2023. Data analysis used the Chi-Square and Odds Ratio tests. Results 41 people aged ?35 years are at risk of preeclampsia and 28 people aged ? 20 years are at risk of preeclampsia, 16 people aged 35 years are not at risk of preeclampsia, 41 people aged ? 20 years are not at risk of preeclampsia There is a difference in the risk of preeclampsia at high-risk ages with p-value = 0.001 < 0.05. Conclusion The older the age of the pregnant woman, the higher the risk of preeclampsia. KIE safe age for pregnancy use contraception first before the age of 20 years and over 35 years. Consider the risk again if pregnancy occurs at a high-risk age, do ANC regularly ABSTRAKPreeklamsia ditandai dengan tekanan darah 140/90 mm Hg atau lebih. Prevalensi preeclampsia di Jawa Timur tahun 2022 sebanyak 499 kasus. tahun 2023 sebanyak 498 kasus, di jember tahun 2022 sebanyak 57 orang dan tahun 2023 sebanyak 47 orang.usia merupakan salah satu factor yang empengaruhi preekamsi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan resiko kejadian preeklamsi pada usia resiko tinggi. Desain penelitian menggunakan komparatif. Populasi penelitian ibu hamil berusia ? 20 tahun dan 2 35 tahun sebanyak 186 orang, dengan teknik Random Sampling yaitu 126 responden. Pengumpulan data menggunakan kohord ibu hamil tahun 2023. Analisis data dengan uji Chi-Square dan Odds Ratio. Hasil 41 orang usia ?35 tahun beresiko preeklamsi dan usia ? 20 tahun 28 orang yang beresiko preeklamsi, 16 orang usia 35 tahun tidak beresiko preeklamsi, 41 orang usia ? 20 tahun tidak beresiko preeklamsi Terdapat perbedaan resiko preeklamsi pada usia resiko tinggi dengan p-value = 0,001 < 0,05. Kesimpulan semakin tua usia ibu hamil maka resiko preeklampsia juga tinggi. KIE usia aman untuk hamil gunakan kontrasepsi dulu sebelum usia mencapai 20 tahun dan usia lebih 35 tahun. Pertimbangkan lagi resiko jika terjadi kehamilan di usia resiko tinggi lakukan anc secara teratur
OPTIMALISASI PERAN KADER DALAM PENYULUHAN P4K SEBELUM DAN SETELAH PEMBERIAN PELATIHAN KADER DI KELURAHAN GEBANG UPTD PUSKESMAS PATRANG Widiarti, Tanti; Jamhariyah, Jamhariyah; Sasmito, Lulut
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v4i3.7058

Abstract

The role of cadres in P4K is still low, especially in educating pregnant women due to the lack of optimal programs that include the role of cadres. Cadres in Gebang Village were found that out of 20% of cadres who conducted P4K counseling both in and outside the posyandu. This is due to the lack of coaching and increasing the knowledge capacity of cadres. This study aims to determine the optimality of the role of cadres in P4K counseling before and after providing cadre training. Researchers conducted a rapid survey using a quantitative comparative study research design, Cluster random sampling technique and Simple random sampling using a One Group Pretest-Posttest research design with a sample of 100 respondents. Data analysis used the Wilcoxon Test. The results showed that the role of cadres before being given training was 54% inactive. While the role of cadres after being given training was 56% active. The results of the analysis obtained a p-value of 0.000 <? (0.05). The conclusion in this study is that there is an optimal role for cadres in P4K counseling before and after training was given in Gebang Village, UPTD Patrang Health Center. ABSTRAKPeran kader dalam P4K masih rendah, terutama dalam mengedukasi ibu hamil dikarenakan kurang maksimalnya program yang mengikut sertakan peran kader. Kader di Kelurahan Gebang ditemukan bahwa dari 20% kader yang melakukan penyuluhan P4K baik di dalam posyandu maupun di luar posyandu. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pembinaan dan peningkatan kapasitas pengetahuan kader. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Optimal tidaknya  Peran Kader Dalam Penyuluhan P4K dari Sebelum dan Setelah Pemberian Pelatihan Kader. Peneliti melakukan survei cepat menggunakan desain penelitian studi kuantitatif comparation, teknik Cluster random sampling dan Simple random sampling menggunakan desain penelitian One Group Pretest-Posttest dengan sampel 100 responden. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kader sebelum diberi pelatihan yaitu terdapat 54% kader tidak aktif. Sedangkan peran kader setelah diberikan pelatihan yaitu terdapat 56% kader berperan aktif. Hasil analisis di peroleh p-value 0.000 < ? (0.05). Kesimpulan dalam penelitian ini adanya Peran kader yang optimal dalam penyuluhan P4K dari sebelum dan setelah diberikan Pelatihan di Kelurahan Gebang UPTD Puskesmas Patrang.

Page 10 of 13 | Total Record : 124