cover
Contact Name
M. Agung Abar
Contact Email
magungakbar24@gmail.com
Phone
+6281377994124
Journal Mail Official
lenteraperawat@stikesalmaarif.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. M. Hatta No.687-B, Sukaraya, Kec. Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan komering ulu,
Sumatera selatan
INDONESIA
Lentera Perawat
ISSN : 27222837     EISSN : 28301846     DOI : -
Core Subject : Health,
Lentera Perawat is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of research on Health Science field especially Nursing and Midwifery, Public Health as well as with their development through interdisciplinary and multidisciplinary approach
Articles 335 Documents
Penerapan Teknik Pernapasan Buteyko Pada Klien Asma Bronkial Dengan Pola Napas Tidak Efektif Dengan Pendekatan Homecare Ni Ketut Sujati; Lisdahayati; Shinta Ramadhona; M Agung Akbar
Lentera Perawat Vol. 3 No. 1 (2022): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v3i1.163

Abstract

Penderita asma biasanya mengalami sesak napas dan batuk. Serangan asma biasanya terjadi secara tiba-tiba ditandai dengan suara napas yang berbunyi wheezing dan mengi. Bunyi mengi biasanya terdengar ketika penderita menghembuskan napas nya. Teknik pernapasan Buteyko merupakan salah satu alternatif pencegahan kekambuhan asma. Teknik pernapasan Buteyko dapat membantu mengurangi kesulitan bernapas dengan cara hiperventilasi. Tujuan Penelitian : Menggambarkan latihan pernapasan buteyko dalam asuhan keperawatan klien asma bronkial dengan pola napas tidak efektif. Metode Penelitian : Penelitian ini dengan desain studi kasus. Studi kasus ini dilaksanakan pada bulan bulan februari sampai dengan mei 2021. Subjek 2 orang yang menderita asma bronchial berumur 55 – 65 yang berobat ke puskesmas tanjung agung dan telah di diagnosa oleh dokter mengalami asma bronchial yang menunjukan tanda dan gejala dispnea, penggunaan otot bantu pernapasan, fase ekspirasi memanjang, dan pola napas abnormal. Hasil Penelitian : pada klien I sebelum dilakukan teknik pernapasan buteyko didapatkan hasil dispnea sedang, penggunaan otot bantu meningkat, pemanjangan fase ekspirasi meningkat, frekuensi napas sedang, dan nilai control pause 18 detik. Pada klien II sebelum dilakukan teknik pernapasan buteyko didapatkan hasil dispnea sedang, penggunaan otot bantu napas sedang, pemanjangan fase ekspirasi sedang, ortopnea sedang, frekuensi napas cukup membaik dan nilai control pause 17 detik. Kesimpulan : Teknik pernapasan buteyko berhasil untuk memperbaiki pola napas pada 2 penderita asma yang mengalami gangguan pola napas. Saran : Perlu dilakukan kajian lebih mendalam tentang teknik pernapasan buteyko dengan metoda yang lebih kompleks pada subjek yang lebih banyak
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Tentang Desminore Dengan Cara Penanganan Desminore Pada Mahasiswi Kebidanan Maya Sartika; Eva Yustati
Lentera Perawat Vol. 2 No. 2 (2021): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v2i2.165

Abstract

Desminore adalah adanya hubungan dengan penyakit atau kelainan pada alat genetalia, dimana nyeri dapat terasa sebelum, selama, dan sesudah menstruasi. Tujuan : Untuk menganalis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang desminore dengan penanganan pertama desminore pada mahasiswi kebidanan.Metode : Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional . Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa kebidanan tahun 2021 berjumlah 30 Responden. Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan menggunakan table distribusi dan uji statistic Chi-Square, dengan derajat kepercayaan 95 %.Hasil Penelitian : Pada analisa univariat, dari 30 responden didapatkan yang berpengetahuan baik sebanyak 11 responden (36,7%) dan bersikap positif sebanyak 19 responden (63,3%). analisa bivariat didapatkan ada hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap perilaku penangan pada mahasiswi kebidanan. Peneliti menyarankan agar institusi pendidikan dapat menambah bahan  kepustakaan tentang pengetahuan dan penanganan dismenore.
Penerapan Terapi Zikir Pada Pasien Gastritis Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri M Agung Akbar; Lisa Novianti Utami
Lentera Perawat Vol. 2 No. 2 (2021): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v2i2.166

Abstract

Gastritis terjadi dari keadaan peradangan/ pendarahan klosa lambung sehingga menimbulkan gejala nyeri pada penderita.tindakan mandiri yang dapat dilaksanakan perawat untuk membantu klien yaitu dengan menggunakan manajemen nyeri untuk menghilangkan atau mengurangi  nyeri dan meningkatkan rasa nyaman Tujuan penelitian untuk menerapkan terapi zikir pada pasien gastritis untuk menurunkan nyeri. Metode penelitian yang digunakan deskriptif, dengan pendekatan Studi Kasus penelitian, Studi kasus ini dilakasanakan pada 2 penderita gastritis dengan menerapkan metode proses keperawatan. Data ini diperoleh dengan cara yaitu : wawancara, pemeriksaan, observasi memperoleh catatan dan laporan diagnostik. Hasil:Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari dengan diagnosa: nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis dan deficit nutrisi berhubungan dengan anoreksia dengan penerapan terapi zikir dengan hasil teratasi pada hari ke 3. Kesimpulan: Penerapan terapi zikir pada kedua pasien gastritis dapat menurunkan skala nyeri dengan masalah teratasi dilanjutkan dengan edukasi. Saran: Penelitian menyarankan  menggunakan terapi zikir sebagai terapi komplementer bagi penderita gastritis.
Penerapan Manajemen Hipertermi Dengan Kompres Hangat Pada Pasien Anak Dengan Demam Typoid Rianita Citra Tri Sartika; Wiwiet Susan Amelia; Delia Alvionita
Lentera Perawat Vol. 2 No. 2 (2021): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v2i2.167

Abstract

Typoid merupakan salah satu penyakit demis yang ada di Indonesia,mayoritas mengenai anak usia sekolah dan kelompok usia produktif, penyakit ini menyebabkan angka absensi yang tinggi, rata-rata perlu waktu 7-14 hari untuk perawatan apabila seseorang terkena Tifoid. Apabila pengobatanyang dilakukan tidak tuntas makadapat menyebabkan terjadinya karier yang kemudian menjadi sumberpenularan bagi orang lain. Tujuan:Untuk untuk menerapkan asuhan keperawatan penderita demam typoid dengan penerapan kompres hangat di wilayah UPTD Puskesmas Tanjung Baru tahun 2022. Metode: desain penelitian menggunakan pendekatan Studi Kasus, studi kasus ini dilakasanakan pada 2 Pasien Demam typoid. Data ini diperoleh dengan cara yaitu : wawancara, pemeriksaan, observasi aktivitas, memperoleh catatan dan laporan diagnostik. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari diagnosa: Hipertermia berhubungan dengan proses infeksi Salmonella Typhi.Hasil:Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari diagnosa. Dalam implementasi sebagian besar telah sesuai dengan rencana tindakan yang telah diterapkan. Kesimpulan:Dengan adanya penelitian tentang penerapan kompres hangat pasien dan keluarga lebih mengerti dan memudahkan untuk melakukannya dan sangat di perlukan untuk keberhasilan asuhan keperawatan pada pasien sehingga masalah keperawatan pasien mengenai hipertermi dapat dilaksanakan dengan baik dan sebagian masalah dapat teratasi. Saran :Diharapkan keluarga dapat menerapkan kompres hangat pada anaknya saat terjadi demam tinggi. Karena kompres hangat termasuk tindakan pertama untuk menangani anak demam dirumah.
Penerapan Manajemen Aktivitas Fisik Dengan Manajemen Fisik Pada Lansia Dengan Rematik Zanzibar; Mella Kustin
Lentera Perawat Vol. 2 No. 2 (2021): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v2i2.168

Abstract

Rheumatoid arthritis merupakan salah satu penyakit kronik sistemik pada system musculoskeletal. Penyakit ini ditandai dengan peradangan pada lapisan sendisynovial. Sebagai penyakit kronik, kondisi ini dapat menyebabkan nyeri dan deformitas. Metode:Penulis menggunakan metode deskripsi, dengan pendekatan Studi Kasus penelitian, studi kasus ini dilakasanakan pada 2 Pasien Artritis Rheumatoid. Data ini diperoleh dengan cara yaitu : wawancara, pemeriksaan, observasi aktivitas, memperoleh catatan dan laporan diagnostik.Hasil: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari diagnosis: Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan reaksi peradangan. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan Imobilitas dan gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri persendian. Dalam implementasi sebagian besar telah sesuai dengan rencana tindakan yang telah diterapkan.Kesimpulan: Dengan adanya penelitian tentang penerapan aktivitas fisik pasien dan keluarga lebih mengerti dan memudahkan untuk melakukannya dan sangat di perlukan untuk keberhasilan asuhan keperawatan pada pasien sehingga masalah keperawatan pasien mengenai Intoleransi aktivitas berhubungan dengan imobilitas dapat dilaksanakan dengan baik dan sebagian masalah dapat teratasi.
Penerapan Terapi Bekam Pada Pasien Asam Urat Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Novalia Efrianty; Putri Mayang Sari; Riki Kurniawan
Lentera Perawat Vol. 2 No. 2 (2021): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v2i2.169

Abstract

Gout merupakan suatu hasil sisa metabolisme tubuh disebut sebagai zat purin, yang berasal dari tubuh yang dikonsumsi manusia secara berlebihan.Terapi Bekam merupakan sebuah metode dengan mengeluarkan darah hasil metabolisme  atau  darah  yang terkontaminasi  racun  dan  oksidan  dari tubuh lewat permukaan tubuh. Tujuan: menerapkan terapi bekam pada pasien asam urat untuk menurunkan kadar asam urat. Metode : Penulis menggunakan metode deskripsi, dengan pendekatan Studi Kasus penelitian, studi kasus ini dilakasanakan pada 2 Pasien Asam urat. Data ini diperoleh dengan cara yaitu : wawancara, pemeriksaan, observasi aktivitas, memperoleh catatan dan laporan diagnostik. Hasil : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari diagnosa: Nyeri Akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis. Dalam implementasi sebagian besar telah sesuai dengan rencana tindakan yang telah diterapkan. Kesimpulan: Penerapan terapi bekam pada kedua pasien hipertensi dapat menurunkan kadar purin di dalam darah. Saran : Dalam penelitian ini adalah lebih mempromosikan tentang terapi bekam sebagai terapi komplementer bagi penderita asam urat, karena salah satu manfaat terapi bekam adalah menurunkan kadar purin didalam darah.
Hubungan Alat Bantu Napas Non Invasive Dengan Hemodinamik : Literature Review Yayat Hidayat; Cecep Eli Kosasih; Titin Mulyati
Lentera Perawat Vol. 3 No. 2 (2022): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v3i2.172

Abstract

Gagal napas merupakan komplikasi dan penyebab utama kematian pada pasien COVID-19 akibat disfungsi paru yang mengakibatkan hipoksemia, yang disebut sindrom gangguan pernapasan akut terkait COVID-19. Awalnya, kondisi ini membutuhkan ventilasi mekanis di mana intubasi dini dan ventilasi invasif dianggap lebih efektif daripada ventilasi non-invasif (NIV). Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengidentifikasi alat bantu napas non invasive yang digunakan dan hubungannya dengan status hemodinamik pada pasien Covid-19. Metode literature review telah digunakan dalam penelitian ini. Pencarian artikel pendukung dilakukan melalui database CINAHL, MEDLINE, dan Google Scholar. Tinjauan pustaka ini menggunakan kata kunci yaitu adalah: ‘noninvasive ventilation’, Covid-19', dan 'hemodynamic' dengan menggunakan boolen operator "OR", "AND", dan "NOT" . Kriteria artikel yang dipilih yaitu 1)open access dan full text, 2) diterbikan tahun 2019-2022, 3)artikel dalam bahasa inggris. Didapatkana 7 artikel yang akan direview. Tinjauan tersebut mencakup dokumen yang berfokus pada pengelolaan NIV untuk pasien dengan COVID-19. Literatue review ini menyimpulkan bahwa penggunaan alat bantu napas non invasive dapat digunakan pada pasien dengan kegagalan pernapasan pasien Covid-19. alat bantu napas non invasive dapat memberikan manfaat bagi pasien seperti meminimalisir komplikasi, masa rawat ICU lebih singkat, peningkatan kualitas hidup, peluang bertahan hidup lebih baik, dan penurunan risiko infeksi.
Edukasi Penerapan Air Rebusan Seledri Terhadap Manajemen Nyeri Pasien Lansia Dengan Hipertensi Roni Ferdi; Rianita Citra Tri Sartika; Finka Ulia Sari
Lentera Perawat Vol. 3 No. 2 (2022): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v3i2.173

Abstract

Hipertensi atau yang sering disebut dengan tekanan darah tinggi adalah tekanandarah persisten dimana tekanan sistoliknyadi atas 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg. Seledri (Apium graveolens L) merupakan salah satu dari jenisterapi herbal untuk menangani penyakit hipertensi. Tujuan : Untuk menerapkan asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dengan edukasi pemberian air rebusan seledri di wilayah UPTD Puskesmas Tanjung Baru tahun 2022. Metode : Penulis menggunakan metode deskripsi, dengan pendekatan Studi Kasus penelitian, studi kasus ini dilakasanakan pada 2 Pasien hipertensi. Data ini diperoleh dengan cara yaitu : wawancara, pemeriksaan, observasi aktivitas, memperoleh catatan dan laporan diagnostik. Hasil : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari diagnosa: Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan  Iskemia miokard. Ansietas berhubungan dengan Defisit pengetahuan Dalam implementasi sebagian besar telah sesuai dengan rencana tindakan yang telah diterapkan. Kesimpulan : Adanya penelitian tentang penerapan edukasi pemberian air rebusan seledri pasien dan keluarga lebih mengerti dan memudahkan untuk melakukannya dan sangat di perlukan untuk keberhasilan asuhan keperawatan pada pasien sehingga masalah keperawatan pasien dapat dilaksanakan dengan baik dan sebagian masalah dapat teratasi. Saran : Diharapkan keluarga dengan menerapkan edukasi pemberian air rebusan seledri dapat lebih optimal dalam menangani penurunan tekanan darah.
Pengaruh Penyuluhan Menggunakan Media Audio Visual Dan Alat Peraga Terhadap Pengetahuan Karies Kesehatan Gigi Dan Mulut Fera Novitry; Deli Lilia
Lentera Perawat Vol. 3 No. 2 (2022): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v3i2.178

Abstract

Karies gigi sebagai keruskan jaringan keras yang terlokalisasi pada area spesifik di permukaan gigi. Karies gigi berdampak negative pada hampir semua kelompok umur. Data survey anak-anak berusia 4-12 tahun menunjukkan jumlah karies tertinggi dan diikuti remaja dan dewasa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen Pre Test dan Post Test. Populasi dalam penelitian ini adalah Kelas 3 sampai dengan 5 SD Negeri 03 Muaradua berjumlah 91 siswa/i.Nilai mean pengetahuan siswa sebelum diberikan penyuluhan (pre test) adalah 7.44. Pada pengukuran kedua didapat mean pengetahuan siswa setelah diberikan penyuluhan (post test) adalah 15.20. Hasil uji statistik paired t test didapatkan p-value 0,000, artinya ada perbedaan yang signifikan pengetahuan siswa antara sebelum diberikan penyuluhan (pre test) dan setelah diberikan penyuluhan (post test).Ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan siswa tentang kebersihan gigi dan mulut sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan di SD N 03 Muaradua  wilayah kerja UPT Puskesmas Muaradua tahun 2022 dengan hasil statistic paired t-testp value 0,000.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hipertensi Dengan Edukasi Kesehatan: Manfaat Jus Buah Mentimun Toto Harto; Taufik Amir
Lentera Perawat Vol. 3 No. 2 (2022): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v3i2.179

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal yang mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian/mortalitas, Tekanan darah 140/90 mmHg di dasarkan pada dua fase dalam setiap denyut jantung yaitu fase dalam setiap denyut  jantung yaitu fase sistolik 140 menunjukan fase darah yang sedang dipompa oleh jantung dan fase diastolik 90 menunjukan fase darah yang kembali ke jantung. Metode : Rancangan studi kasus dalam penelitian ini adalah dengan melakukan proses Asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, perumusan diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi, pada pasien hipertensi dengan penerapan edukasi kesehatan manfaat jus buah mentimun dalam menurunkan tekanan darah.Hasil : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari diagnosa yang muncul yaitu : Defisit pengetahuan dengan penerapan edukasi kesehatan manfaat jus buah mentimun. Dalam implementasi sebagian besar telah sesuai dengan rencana tindakan yang telah diterapkan, dengan hasil pasien mengetahui dan menerapkan nya sebagai alternatif terapi non farmakologis.Kesimpulan : Dari hasil studi kasus pada kedua pasien penerapan edukasi kesehatan manfaat jus buah mentimun dan dengan kerjasama perawat dan pasien  atau keluarga sangat di perlukan untuk keberhasilan asuhan keperawatan pada pasien sehingga masalah keperawatan pasien mengenai defisit pengetahuan dengan penerapan edukasi kesehatan manfaat jus buah mentimun dapat dilaksanakan dengan baik dan sebagian masalah dapat teratasi.

Page 3 of 34 | Total Record : 335