cover
Contact Name
M. Agung Abar
Contact Email
magungakbar24@gmail.com
Phone
+6281377994124
Journal Mail Official
lenteraperawat@stikesalmaarif.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. M. Hatta No.687-B, Sukaraya, Kec. Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan komering ulu,
Sumatera selatan
INDONESIA
Lentera Perawat
ISSN : 27222837     EISSN : 28301846     DOI : -
Core Subject : Health,
Lentera Perawat is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of research on Health Science field especially Nursing and Midwifery, Public Health as well as with their development through interdisciplinary and multidisciplinary approach
Articles 320 Documents
Pengaruh Paritas Di Keluarga Terhadap Status Gizi Anak Balita : Literature Review Marchatus Soleha; Vika Tri Zelharsandy
Lentera Perawat Vol. 4 No. 1 (2023): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v4i1.210

Abstract

Masalah kurang gizi dan stunting merupakan dua masalah yang saling berhubungan. Stunting pada anak merupakan dampak dari defisiensi nutrien selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Indonesia saat ini merupakan negara dengan beban stunting pada anak tertinggi ke-2 di kawasan Asia Tenggara. Data RISKESDAS menunjukkan bahwa prevalensi balita stunting pada tahun 2018 mencapai 30,8%. Itu artinya, satu dari tiga balita mengalami perawakan pendek akibat malnutrisi kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paritas di keluarga terhadap status gizi anak balita. Dengan menggunakan metode studi literatur maka dilakukan analisis terhadap hasil penelusuran jurnal (e-journal) dan artikel dengan tinjauan teori yang ada (e-book) jurnal yang telah di review yaitu sebanyak 10 jurnal 9 dari Nasional 1 dari Internasional. Literature review menunjukan terdapat persamaan hasil dari 10 jurnal yang ditelaah, bahwa paritas memberikan pengaruh terhadap status gizi balita. Dimana jumlah anggota keluarga >2 kemungkinan memiliki balita dengan status gizi kurang dikarenakan jumlah anak dapat mempengaruhi alokasi pendapatan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarganya. Mengendalikan jumlah anak dalam keluarga penting dilakukan dalam rangka pembatasan jumlah anak salah satunya dengan menggunakan alat kontrasepsi, sehingga dapat mengurangi balita dengan status gizi kurang.
Permainan Edukasi Rangking 1 dalam Penerapan PHBS pada Siswa Sekolah Dasar di Masa Adaptasi New Normal Rohana I Gusti Ayu Putu Desy; Berlian Novianti; Winda Anggita; Anggi Shinta Pratama; Wiwice Arianti; Anisa Dara Tista
Lentera Perawat Vol. 4 No. 2 (2023): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v4i2.197

Abstract

Perhatian terhadap penularan kasus covid-19 pada anak perlu ditingkatkan dengan tindakan promotif dan preventif yang tepat. Metode yang menarik, menyenangkan, dan mudah diakses menjadi faktor yang menentukan keefektifan pelaksanaan edukasi kesehatan pada anak. Permainan edukasi merupakan alternatif yang dapat digunakan sebagai metode edukasi kesehatan pada anak usia sekolah. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan cross sectional one group pretest and post test, yang bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan siswa SDN 15 OKU sebelum dan sesudah diberikan intervensi permainan edukasi “Rangking 1” tentang penerapan PHBS di sekolah masa adaptasi new normal covid-19. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas 5 (lima) dan 6 (enam) SD, sejumlah 55 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan kuisioner pengetahuan PHBS di Sekolah dengan nilai reliabilitas 0,518. Analisis data menggunakan deskriptif frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan peserta penelitian didominasi oleh siswa dengan kategori usia masa kanak-kanak (10-11 tahun) 37 orang (76,27%), jenis kelamin laki-laki 28 orang (50,91%), pendidikan orang tua SMA 31 orang (56,36%), dan pekerjaan orang tua sebagai buruh 20 orang (36,36%). Terjadinya peningkatan pengetahuan siswa sebesar 11,27% setelah diberikan intervensi keperawatan berupa permainan edukasi “Rangking 1”. Hasil penelitian diharapkan dapat diterapkan sebagai salah satu alternatif tindakan keperawatan dalam peningkatan pengetahuan siswa Sekolah Dasar dalam penerapan PHBS di Sekolah masa adaptasi new normal.
Analisis Pengaruh Waktu Pengeluaran Kolostrum Terhadap Kejadian Ikterus Fisiologis Pada Bayi Baru Lahir Marchatus Soleha; Vivi Dwi Putri; Vika Tri Zelharsandy
Lentera Perawat Vol. 4 No. 2 (2023): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v4i2.225

Abstract

Dari masalah yang sering timbul pada bayi baru lahir adalah ikterus fisiologis bayi yang tidak menyusu atau tidak diberi ASI akan mengalami dehidrasi. Kolostrum merupakan cairan susu yang pertama kali berwarna keemasan, kental dan lengket yang disekresi oleh kelenjar payudara dari hari pertama, hari ketiga atau hari keempat dan dihasilkan dalam 24-36 jam pertama setelah melahirkan oleh karena itu kolostrum sendiri mengandung protein yang tinggi, mineral, garam, vitamin A, nitrogen, sel darah putih dan antibodi yang tinggi daripada ASI matur. Banyak sekali ibu-ibu yang tidak memberikan kolostrum kepada bayinya karena faktor kurangnya petugas kesehatan didaerah-daerah terpencil, perubahan sosial-budaya, pengetahuan ibu yang kurang tentang pemberian kolostrum, faktor ASI yang belum keluar dan payudara ibu yang kecil sehingga tidak menghasilkan kolostrum yang cukup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh waktu pengeluaran kolostrum terhadap kejadian ikterus fisiologis pada bayi baru lahir. Dengan menggunakan metode studi literatur maka dilakukan analisis terhadap hasil penelusuran 12 jurnal dan artikel dengan tinjauan teori (e-book). Penelitian ini mengungkapkan bahwa waktu pemberian kolostrum yang paling efektif yaitu 1-24 jam pertama, kejadian ikterus fisiologis yang sering timbul pada 2-3 hari kelahiran, dan waktu pemberian kolostrum yang tepat sangat berpengaruh terhadap bayi baru lahir
Hubungan Tingkat Stres dan Dismenore Terhadap Siklus Menstruasi Mahasiswa Melia Rahma; Ririn Anggraini; Titin Apriyani; Divaliana Shafira Hernanda
Lentera Perawat Vol. 4 No. 2 (2023): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v4i2.232

Abstract

Penyebab terjadinya gangguan siklus salah satunya adalah stress, sebanyak 60 – 70% wanita di Indonesia menderita dismenore. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui hubungan tingkat stress dan dismenore terhadap siklus menstruasi mahasiswa STIKES Abdurahman Palembang Tahun 2021. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskripsif analitik. Pengambilan jumlah sampel menggunakan cara purposive sampling dengan jumlah sampel 80 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner.Berdasarkan hasil analisa menggunakan chi square didapatkan p value = 0,040 lebih kecil dari α = 0,05 ( p value ≤ α) hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat stress terhadap siklus menstruasi mahasiswa STIKES Abdurahman Palembang Tahun 2021. Simpulan, terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stress dan dismenore terhadap siklus menstruasi mahasiswa STIKES Abdurahman Palembang Tahun 2021. Penelitian selanjutnya dapat meneliti tentang penatalaksanaan stress dan disemenore sehingga bisa menjadi refrensi dan bisa diaplikasikan ke masyarakat.
Perbandingan Lamanya Pelepasan Tali Pusat Dengan Menggunakan Benang dan Umbilical Clamp : Tinjauan Literatur Aryanti; Tiara Fatrin; Ayu Citra Lestari
Lentera Perawat Vol. 4 No. 2 (2023): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v4i2.233

Abstract

Tingginya angka kematian neonatal bayi baru lahir disebabkan oleh beberapa faktor seperti kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR, kelainan cacat bawaan, ikterus, asfiksia, down symdrom, perdarahan intrakranial, sianosis, kelainan jantung, respiratory distress syndrome, infeksi tali pusat sehingga membutuhkan waktu yang lama dalam pelepasan tali pusat dan lainnya.Terkait dengan lamanya pelepasan tali pusat dapat dipengaruhi oleh beberapa hal seperti infeksi, kelembaban tali pusat, kondisi sanitasi lingkungan, cara memandikan bayi yang salah, perawatan tali pusat, dan alat pengikat tali pusat. Ada beberapa jenis pengikatan tali pusat yang dapat mempengaruhi pelepasan tali pusat diantaranya adalah menggunakan benang katun steril dan klem plastik/umbilical clamp. Tujuan pengikatan tali pusat dengan menggunakan benang dan umbilical clamp untuk mengetahui lamanya pelepasan tali pusat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan lamanya pelepasan tali pusat dengan menggunakan benang dan umbilical clamp dengan metode studi literatur maka dilakukan analisis terhadap hasil penelusuran jurnal (e-journal) dan artikel dengan tinjauan teori . Kesimpulan pada penelitian ini mengungkapkan bahwa lama pelepasan tali pusat menggunakan benang lebih cepat dibandingkan menggunakan umbilical clamp. Hasil penelitian ini merekomendasikan pelepasan tali pusat menggunakan pengikatan dengan menggunakan benang tali pusat (benang yang berdasarkan katun). Saran pada penelitian ini diharapkan dapat memberikan asuhan kepada bayi baru lahir terutama dalam perawatan/pengikatan tali pusat dengan menggunakan benang tali pusat dan menggunakan umbilical clamp karena selain dapat membantu pelepasan tali pusat juga merupakan asuhan sayang bayi.
Keefektifan Metode Penyuluhan Door To Door Dan Penyuluhan Kelompok Dalam Upaya Promosi Kesehatan Indra Frana Jaya KK; Nurul Fitriah; Dewi Putri Ayu; Inayah Kamilah
Lentera Perawat Vol. 4 No. 2 (2023): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v4i2.243

Abstract

Perilaku membuang sampah pada tempatnya merupakan salah satu penerapan PHBS yang memerlukan peran serta masyarakat. Oleh karena itu, agar dapat meningkatkan peran aktif masyarakat dalam mewujudkan PHBS, maka diperlukan pengetahuan yang memadai. Pengetahuan tersebut bisa didapatkan melalui penyuluhan. Tujuan penelitina ini untuk mengetahui keefektifan metode penyuluhan door to door dan penyuluhan kelompok dalam upaya promosi kesehatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap dan keluarga pasien di RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan yang berjumlah 20 orang. 20 orang sampel tersebut terdiri atas 10 orang pasien rawat inap di Paviliun Akasia dan 10 orang keluarga pasien. Metode penyuluhan individu (door to door) diketahui memiliki nilai selisih lebih tinggi dibandingkan dengan metode kelompok. Diharapkan dengan hasil penelitian ini, dapat melihat metode penyuluhan mana yang lebih efektif sebagai evaluasi dalam penggunaan metode dalam penyuluhan berikutnya.
Etika Antar Tenaga Medis Dalam Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Holijah; Lenny Yulianty; Aldino Alki; Sulaida; Dewi Siska; Sigit Ratmat
Lentera Perawat Vol. 4 No. 2 (2023): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v4i2.249

Abstract

Pelayanan kesehatan modern telah memunculkan dilema- dilema etika yang sangat kompleks dan banyak sisi pandang. Dari kesemuanya itu sering kali dokter tidak disiapkan untuk mengelola hal- hal tersebut secara baik (kompeten). Tujuan penelitian untuk mengetahui dan mempelajari etika antar tenaga medis dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan,untuk mengetahui bagaimana dokter harus berperilaku di antara mereka, menanggapi pelaporan perilaku tidak etis dari kolega, mengidentifikasi prinsip- prinsip etik utama yang berhubungan dengan kerjasama dengan orang lain dalam perawatan pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review. Hasil penelitian ini menunjukkan jika setiap tindakan medis yang dilakukan oleh petugas terhadap pasien yang membahayakan atau melukai tubuh pasien secara serius melanggar undang-undang, peraturan, dan etika kedokteran yang berlaku. Literature review ini menyimpulkan jika etika kedokteran berkaitan dengan penalaran, pembenaran dan konflik moral diri pribadi, dalam membuat keputusan etis, sedangkan hukum berkaitan dengan konflik antara individu dan masyarakat (publik) atau dengan peraturan atau dengan individu lain. Disarankan untuk menerapkan prinsip-prinsip etika dan hukum juga sekaligus merefleksikan pribadi dokter sebagai profesi yang luhur dan mulia sepanjang masa.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Kader Terhadap Pelayanan Posyandu Ramayani; Eichi Septiani; Maya Sartika
Lentera Perawat Vol. 4 No. 2 (2023): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v4i2.253

Abstract

Kader memiliki peran besar terhadap  lancarnya proses pelayanan kesehatan salah satunya kegiatan posyandu. Salah satu keberhasilan kegiatan posyandu tergantung pada peran aktif kader. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan kader terhadap pelayanan posyandu. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain cross sectional, populasi penelitian ini adalah seluruh Kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Pendidikan, Pengetahuan, pekerjaan dan pelatihan sedangkan variabel dependen yaitu kepatuhan kader terhadap pelayanan posyandu. Metode pengambilan sampel dalam penelitian dengan menggunakan teknik Total sampling. Jumlah Sampel penelitian ini adalah sebanyak 190 responden. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisa data mengunakan uji statistik univariat, bivariat dengan uji chi-square. Hasil analisis uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan variabel pendidikan (p value=0,015) dan pengetahuan (p value=0,009). Sedangkan tidak ada hubungan variabel pekerjaan (p value=0,843), dan pelatihan (p value=0,425).  Disarankan bahwa kepada pihak puskesmas Tanjung agung untuk lebih meningkatkan pengetahuan kader posyandu dalam memberikan pelayanan posyandu dengan mengikuti pelatihan.
Hubungan Lama Pemakaian Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Depo Medrosik Asetat (DMPA) Dengan Peningkatan Berat Badan Heriani; Ita Haryanti
Lentera Perawat Vol. 4 No. 2 (2023): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v4i2.260

Abstract

Depo Medrosik Asestat bekerja dengan memberikan dosis hormon progestin yang menghambat ovulasi dan membuat lendir serviks menjadi lebih kental sehingga sulit bagi sperma untuk mencapai sel telur. Meskipun efektif dalam mencegah kehamilan, penggunaan Depo Medrosik Asestat telah dikaitkan dengan perubahan berat badan pada sebagian wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama pemakaian kontrasepsi 3 bulan Depo Medrosik Asestat dengan peningkatan berat badan. Desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang menggunakan kontrasepsi suntik  dengan jumlah 30 ibu. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan dari30 responden 24 (80,0) responden yang menjadi akseptor suntik 3 bulan ≥1 tahun. Didapatkan proporsi akseptor yang mengalami kenaikan berat badan sebesar 17 responden (56,7%). Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara lamanya pemakaian dengan kenaikan berat badan dengan p value 0,003. Maka ada hubungan antara lama pemakaian kontrasepsi suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan.
Faktor yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Continuity Of Care pada Pelayanan Kebidanan di Puskesmas Kana Azhara; Siti Aisyah; Arie Anggraini; Ahmad Arif
Lentera Perawat Vol. 5 No. 1 (2024): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v5i1.270

Abstract

Puskesmas memiliki peran penting dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang terjangkau dan merata bagi masyarakat. Faktor-faktor seperti paritas (jumlah kehamilan yang pernah dialami oleh seorang wanita), jarak tempuh ke puskesmas, dan kepemilikan jaminan kesehatan dapat memengaruhi ketersediaan dan penerimaan pelayanan Continuity of Care (COC) untuk memberikan perawatan kesehatan yang berkelanjutan dan terkoordinasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendalami hubungan antara paritas, jarak tempuh, kepemilikan jaminan kesehatan, dan pelayanan COC di puskesmas.. Metode pada penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini semua ibu  nifas yang tercatat pada data rekam medik di Puskesmas Nusa Bakti tahun 2022 sebanyak 39  responden dan sampel sebanyak 39 responden menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan  data menggunakan data sekunder dengan menggunakan data rekam medik Puskesmas Nusa Bakti tahun 2022 . Analisis data menggunakan uji statistik chi square dengan P value < 0.005 . Hasil penelitian ini dari 26 responden paritas resiko rendah yang dilakukan COC terstandar sebanyak 20 responden (76.9%) dengan P value = 0.001 , sedangkan dari 25 responden dengan jarak tempuh dekat dilakukan COC terstandar sebanyak 20 responden (80.0%) dengan P value =0.001 , dan dari 26 responden yang memiliki BPJS 19 responden 73.1%) dilakukan COC secara terstandar dengan P value = 0.003. Ada hubungan antara paritas, jarak tempuh dan kepemilikan  jaminan kesehatan dengan COC. Peneliti menyarankan untuk menyajikan informasi yang spesifik dan mudah dipahami kepada ibu hamil, terutama yang memiliki paritas tinggi atau tinggal di daerah dengan jarak tempuh yang jauh. Program edukasi kesehatan dapat mencakup manfaat COC, cara mengatasi risiko, dan pentingnya pelayanan kebidanan berkualitas

Page 5 of 32 | Total Record : 320