cover
Contact Name
M. Agung Abar
Contact Email
magungakbar24@gmail.com
Phone
+6281377994124
Journal Mail Official
lenteraperawat@stikesalmaarif.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. M. Hatta No.687-B, Sukaraya, Kec. Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan komering ulu,
Sumatera selatan
INDONESIA
Lentera Perawat
ISSN : 27222837     EISSN : 28301846     DOI : -
Core Subject : Health,
Lentera Perawat is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of research on Health Science field especially Nursing and Midwifery, Public Health as well as with their development through interdisciplinary and multidisciplinary approach
Articles 320 Documents
Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usia 7 Sampai 12 Bulan Yeni Hartati; Siti Aisyah; Eka Rahmawati
Lentera Perawat Vol. 5 No. 1 (2024): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v5i1.302

Abstract

Pemberian ASI eksklusif merupakan praktik menyusui yang melibatkan pemberian ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lainnya selama enam bulan pertama kehidupan bayi. ASI eksklusif memiliki banyak manfaat, termasuk meningkatkan imunitas bayi, mencegah infeksi, dan mendukung perkembangan otak yang optimal. Namun, masih banyak kasus di mana ibu tidak mempraktikkan pemberian ASI eksklusif sesuai pedoman yang disarankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 7 sampai 12 bulan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Peninjauan Kabupaten OKU Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan cross sectional dengan populasi 266 ibu yang mempunyai bayi dan sampel sebanyak 72 dengan menggunakan metode non random sampling. Analisis data menggunakan uji statistic Chi Square dengan p-value < nilai α = 0,05. Hasil penelitian ini dari 37 responden yang pengetahuannya baik 26 (70,3 %) memberikan ASI eksklusif p.value = 0,001, dari 20 responden pendidikan tinggi 22 (55 %) memberikan ASI eksklusif  p.value = 0,004, sedangkan dari 39 responden tidak bekerja 21 (53,8 %) memberikan ASI eksklusif p.value = 0,011. Peneliti menyimpukan ada hubungan pengetahuan, pendidikan, dan pekerjaan terhadap pemberian ASI Ekslusif pada bayi usia 7 sampai 12 bulan. Peneliti menyarankan bidan untuk memberikan edukasi kepada ibu mengenai pentingnya memberikan ASI Eksklusif pada bayinya agar petumbuhan bayi tidak terhambat.
Implementasi Keperawatan Latihan Penguatan Sendi Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Dengan Masalah Gangguan Mobilitas Fisik Kamesyworo; Sri Hartati
Lentera Perawat Vol. 5 No. 1 (2024): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v5i1.303

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyakit Neurologi yang dapat menyebabkan kelemahan pada sebagian atau seluruh anggota Ekstremitas, sehingga perlu dilakukan tindakan keperawatan guna meningkatkan kekuatan otot pasien.  Intervensi yang dapat dilakukan pada pasien stroke dengan masalah gangguan mobilitas fisik adalah dengan latihan penguatan sendi dengan latuhan Range Of Motion (ROM) untuk mempertahankan dan memperbaiki tingkat kesempurnaan kemampuan menggerakan persendian secara normal dan lengkap untuk meningkatkan massa otot dan tonus otot. Tujuan penelitian ini untuk menerapkan intervensi keperawatan berbasis bukti yaitu implementasi Latihan Penguatan Sendi untuk mengatasi gangguan mobilitas fisik pada pasien Sroke Non Hemoragik di ruang Penyakit Dalam RSUD Lahat Tahun 2023. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus pada 2 orang pasien non hemoragik stroke dan diberi latihan ROM aktif maupun pasif. Prioritas intervensi adalah penerapan latihan penguatan sendi  latihan ROM aktif maupun pasif dua kali sehari bertujuan dapat meningkatkan kekuatan otot dengan mengobservasi keadaan umum pasien. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan pergerakkan pada kedua subjek, pada ektremitas kanan atas/bawah dari semula skala 2 menjadi skala 3 dan ektremitas kiri atas/bawah dari semula skala 0 menjadi skala 1 setelah dilakukan intervensi latihan Penguatan Sendi. Diharapkan latihan penguatan sendi dapat dijadikan sebagai bagian asuhan keperawatan pada pasien stroke.
Pengaruh Konsumsi Jantung Pisang Kepok Terhadap Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu Menyusui Vika Tri Zelharsandy; Marchatus Soleha
Lentera Perawat Vol. 5 No. 1 (2024): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v5i1.305

Abstract

Pemberian ASI (Air Susu Ibu) memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Namun, tidak sedikit ibu menyusui yang mengalami kendala dalam produksi ASI yang cukup. Salah satu bahan alami yang mungkin memiliki potensi untuk meningkatkan produksi ASI adalah jantung pisang kepok. Penelitian ini bertujuan diketahuinya Pengaruh Konsumsi Jantung Pisang Kepok Terhadap Peningkatan Produksi ASI pada Ibu Menyusui. Penelitian ini menggunakan metode quasy eksperimen dengan desain  penelitian control group design yang dilakukan pada dua kelompok yaitu kelompok konsumsi jantung pisang dan kelompok tidak konsumsi jantung pisang. Uji statistik menggunakan uji t dengan tingkat kemaknaan (α=0.05). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata produksi ASI setelah pemberian jantung pisang pada ibu menyusui adalah 6,87 dan rata-rata produksi ASI yang tidak diberi jantung pisang pada ibu menyusui adalah 3,73, hasil uji statistik ada pengaruh  konsumsi jantung pisang kepok terhadap peningkatan  produksi ASI pada ibu menyusui (p value = 0,001). Simpulan penelitian ini ada pengaruh  konsumsi jantung pisang kepok terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui di RB Asri Palembang. Disarankan untuk meningkatkan upaya peningkatan cakupan ASI eksklusif dan dapat memberikan penyuluhan mengenai manfaat konsumsi jantung pisang untuk peningkatan produksi ASI.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Pada Lansia Dengan Hipertensi Dalam Mengontrol Tekanan Darah Novalia Efrianty; Rianita Citra Tri Sartika
Lentera Perawat Vol. 5 No. 1 (2024): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v5i1.329

Abstract

Penuaan merupakan suatu proses alami dalam siklus kehidupan manusia, dan dengan bertambahnya usia, risiko terjadinya penyakit kronis, termasuk hipertensi, semakin meningkat. Tingkat pengetahuan yang memadai tentang penyebab, gejala, dan pengelolaan hipertensi di kalangan lansia dapat meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya pengendalian tekanan darah. Selain itu, sikap individu terhadap pola hidup sehat dan kepatuhan terhadap pengobatan yang diresepkan juga dapat memengaruhi efektivitas pengelolaan hipertensi pada lansia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap pasien hipertensi dalam mengontrol tekanan darah. Penelitian ini termasuk penelitian yang menggunakan metode kuantitatif korelasi dengan pendekatan Cross Sectional dan jumlah sampel 76 penderita hipertensi. Variabel yang di teliti disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan di uji dengan analisis univariat dan bivariat, yaitu dengan menggunakan instrumen kuesioner data demografi. Kuesioner yang digunakan yaitu pengetahuan responden dalam mengontrol tekanan darah, Kuesioner Sikap responden dalam mengontrol tekanan darah dan Kuisioner mengontrol tekanan darah. Dari hasil analisis di ketahui bahwa dari 76 responden didapatkan responden dengan mengontrol tekanan darah dengan baik sebanyak 32 (42,1%) responden, dan responden dengan mengontrol tekanan darah dengan tidak baik sebanyak 44 (57,9%) responden. Hasil uji chi square di dapatkan p Value 0,001  artinya terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan mengontrol tekanan darah. Hasil uji chi square di dapatkan p Value 0,001  artinya terdapat hubungan yang bermakna antara sikap dengan mengontrol tekanan darah. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan tingkat pengetahuan dan sikap pasien hipertensi dalam mengontrol tekanan darah.
Kejadian Ruptur Perineum Ditinjau Dari Paritas Ibu Dan Berat Badan Bayi Pada Persalinan Normal Lina oktavia; Wachyu Amelia
Lentera Perawat Vol. 4 No. 2 (2023): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v4i2.375

Abstract

Abstrak: Kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin di Dunia pada tahun 2020 sebanyak 2,7 juta kasus, dimana angka ini di perkirakan akan mencapai 6,3 juta pada tahun 2050. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan paritas ibu dan berat badan bayi lahir dengan ruptur perineum pada ibu bersalin normal. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan crossectional, pengambilan sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik total populasi dengan jumlah responden 92 ibu bersalin. Pengumpulan data melalui studi dokumentasi. Teknik analisis data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah ibu yang mengalami ruptur perineum kebanyakan ibu yang melahirkan dengan paritas primipara yaitu sebanyak 34 responden (85,0%), dan berat badan bayi besar 44 responden (84,6%) . Dari hasil uji chi-square antara paritas dengan ruptur perineum sendiri menunjukkan nilai p (0,000) < α (0,05), maka Ha diterima. Hasil uji chi-square antara berat badan bayi lahir dengan ruptur perineum menunjukkan nilai p (0,000) < α (0,05) maka Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara paritas ibu dan berat badan bayi dengan kejadian ruptur perineum
Factors Associated with the Giving of Basic Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV) Immunisation Resillia Zulianti; Fera Novitry; Lina Oktavia
Lentera Perawat Vol. 5 No. 2 (2024): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i1.309

Abstract

Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV) immunisation is given starting from 2-3 months of age with three consecutive doses with an interval of 6-8 weeks. IPV immunisation is one of the key steps in polio control efforts. However, there are still challenges in achieving optimal immunisation coverage in some areas. The aim was to determine the factors associated with the provision of IPV basic immunisation. This type of research uses descriptive analytics with a Cross Sectional approach where data on both variables are collected at the same time or at one time. Sampling using simple random sampling using the formula as many as 164 samples. The instruments used in the study were questionnaires and KMS Statistical tests used were chi-square. Results: The results of this study report that there is a significant relationship between knowledge (p value 0.000), work (p value 0.000), posyandu cadres (p value 0.000), posyandu officers (p value 0.000), and family support (p value 0.000) with the provision of IPV Basic Immunisation in the Working Area of Puskesmas Pulau Panggung. There is an influence of knowledge, occupation, posyandu cadres, posyandu officers, and family support on the provision of IPV basic immunisation. This study suggests that health workers should be more active in providing information to local mothers by providing information through counselling and putting up posters, banners and distributing leaflets about the importance of IPV to children or by providing information from house to house.
Effectiveness of Music Therapy as an Intervention in Patients with Hypertension: A Literature Review Odis Runesi; Sukihananto
Lentera Perawat Vol. 5 No. 2 (2024): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v5i2.311

Abstract

Hypertension is a medical condition often associated with high blood pressure, and if not properly managed can increase the risk of heart disease and stroke. Although pharmacological treatment has become the standard in managing hypertension, non-pharmacological therapies such as music therapy can be used as a non-pharmacological approach that has the potential to strengthen the management of this disease. This study aims to determine the effectiveness of music therapy as an intervention in hypertensive patients. The conceptual framework used is by collecting some literature that discusses the same topic by looking at research abstracts. There are 3 database sources used to search for literature, namely Proquest, Science Direct, clinicallkey and Wiley journals. Music therapy is one of the alternative therapies or non-pharmacological therapies that can be used as hypertension therapy. This music therapy can be a guideline and recommendation for nurses to apply to patients with hypertension, besides that, people with hypertension can use music therapy independently.
The Impact of Telehealth Implementation on Increasing Antenatal Care Visits: A Literature Review Maria Irene Somi Beluan; Sukihananto
Lentera Perawat Vol. 5 No. 2 (2024): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v5i2.312

Abstract

Antenatal care is an essential service in reducing maternal mortality. However, several studies have shown that distance, cost, time and quality of service affect the decline in ANC visits. For this reason, technology-based innovation (telehealth) is needed to overcome this. The aim was to evaluate the impact of using telehealth on increasing the number of antenatal care visits.  The method used was PRISMA from electronic databases: Scopus, Clinical Key Nursing, Science Direct and Proquest. The results showed that telehealth can expand the range of services, is effective, efficient and flexible in terms of cost and time, and there is no significant difference in the quality of the examination results. In conclusion, through easy access and more efficient costs offered by telehealth, it has a positive impact on increasing the number of antenatal care visits. This also has implications for the world of nursing, not only expanding maternity services but continuing to adapt to the massive development of technology to welcome the era of Society 5.0
Implementation of E-Health Based Technology to Improve the Health Status of the Elderly: A Literature Review Filipus Y. Boibalan; Sukihananto
Lentera Perawat Vol. 5 No. 2 (2024): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v5i2.313

Abstract

The number of elderly from year to year continues to increase, this has a significant impact on health services. The significant addition of the elderly and the worsening of the situation including decreased health, altered emotional status, inability to do activities independently make some people consider the elderly a burden. Objective: Providing ideas and ideas from the results of literature review on the implementation of E-health-based technology to improve the health status of the elderly, using smartphones to measure elderly activities, security and safety of the elderly. The method used in this research is literature review with keywords namely "technology", "elderly", and "degree of health". Searching for academic journals through Online Databases including: Science Direct, Google Scholar, ProQuest and clinical key from 2015-2022. The results of the review of 10 journals that discuss the technology of monitoring the elderly remotely via smartphones can be concluded if the development of technology to monitor the development of the elderly remotely is very satisfying because it can help caregivers and health workers in monitoring activities, the state of the elderly, and minimizing adverse events. It is hoped that future researchers can examine the ability of users to apply technology and user preparedness and costs in using this technology.
The Role of Physical Activity in the Molecular Impact of Increased Insulin-Like Growth Factor-1 (IGF-1) Levels: A Literature Review Indra Frana Jaya KK; Legiran
Lentera Perawat Vol. 5 No. 2 (2024): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v5i2.316

Abstract

Insulin-like growth factor-1 (IGF-1) is a key mediator of human growth hormone (HGH), which plays an important role in promoting cell growth and differentiation in childhood and continues to exert anabolic effects in adults. IGF-1 is a small peptide that circulates in serum bound to a high affinity binding protein. IGF-1 is part of a vast network of growth factors, receptors, and binding proteins involved in mediating cell proliferation, differentiation, and apoptosis IGF-I-like growth factor has broad anabolic and insulin-sensitising effects, which are generated through endocrine (in circulation) as well as paracrine/autocrine mechanisms. Serum concentrations of IGF-1 steadily increase during childhood and peak at puberty, and continue to decline since then, as does the secretion of human growth hormone. This study aims to determine the role of physical activity in molecular impact on increasing IGF-1 levels. This article is the result of a review of various research references related to the role of physical activity in molecular impact on increasing IGF-1 levels. Physical Activity in Molecular has an impact on increasing IGF-1 levels.

Page 8 of 32 | Total Record : 320