cover
Contact Name
Najmi Fuady
Contact Email
d3ipii_pustakarya@uin-antasari.ac.id
Phone
+6285346921710
Journal Mail Official
najmifuady@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/pustakakarya/about/editorialTeam
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi
ISSN : 20895216     EISSN : 27237699     DOI : 10.18592/pk.v9i1.5141
Jurnal ini menerbitkan artikel dengan topik Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Terbit setiap 2 kali dalam satu tahun di bulan Juni dan Desember.
Articles 112 Documents
MEMBANGUN MENTALITAS DAN KREDIBILITAS PUSTAKAWAN SEBAGAI PROFESIONAL INFORMASI Sulistyo Basuki
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 6, No 1 (2018): Januari - Juni
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v6i11.3702

Abstract

Profesi didefinisikan sebagai kelompok lapangan kerja yang khususmelaksanakan kegiatan yang memerlukan keterampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia, di dalamnya diperlukan adanya cara yang benar akan keterampilan dan keahlian tinggi, hanya dapat dicapai dengan adanya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas, mencakup sifat manusia, kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya; serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut. Sebagaimana profesi lain, pustakawan juga punya keahlian khusus di bidang kepustakawanan. Pustakawan sering disebutprofesional informasi yaitu seseorang yang mengumpulkan, mencatat,mengorganisasi, menyimpan, melestarikan, menemubalik serta mencarikan informasi tercetak atau digital. Istilah profesional informasi juga digunakan untuk mendeskripsi profesi serupa seperti arsiparis, manajer informasi, spesialis sistem informasi dan manajer rekod (arsip dinamis). Profesional informasi tersebut bekerja di berbagai lembaga swasta, publik dan pergruan tinggi. Pustakawan sebagai seorang profesional memiliki mentalitas dan kredibilitas yang dapat diandalkan dalam keahliannya seperti penelusuran informasi serta terpercayakan karena salah satu kode etik pustakawan menyatakan bahwa pustakawan menjaga kerahasiaan informasi yang dicari pemakainya.Kata Kunci: Mentalitas, Kredibilitas, Profesional Informasi, Pustakawan
PENGARUH KUALITAS SISTEM, INFORMASI DAN PELAYANAN INTEGRATED LIBRARY MANAGEMENT SYSTEM (ILMS) TERHADAP KEPUASAN PEMUSTAKA TEGUH LAKSANA; YUNUS WINOTO; SALEHA RODIAH
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 7, No 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v7i13.3143

Abstract

The purpose of this research is to test the quality of system, information and service of IntegratedLibrary Management System (ILMS) to user satisfaction in Public Library of BAPUSIPDA WestJava Province. This study used questionnaire and interview method in obtaining data andinformation to be analyzed. The population of this study is all members of the library userinformation system ILMS especially the use of the system in the adult reading room period ofFebruary 2017. The model used in the study refers to The Update D & M IS Success model (2003)sampling used simple random sampling with 93 respondents. The method used in this research ispath analysis method by first converting ordinal scale into interval through Method of successivetechnique. this research method use t test to know signifikan from influence of independent variablepartially to dependent variable and test F to know influence of dependent variable to dependentvariable simultaneously / silmutan. The results of this study indicate that the variable qualitssystem, information and services have a positive effect on user satisfactionKeywords: Library information system, user satisfaction, Information System Success Model. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kualitas sistem, informasi dan pelayananIntegrated Library Managemen System (ILMS) terhadap kepuasan pemustaka di PerpustakaanUmum BAPUSIPDA Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuesioner danwawancara dalam memperoleh data dan informasi untuk dianalisis. Populasi penelitian ini yaituseluruh anggota perpustakaan pengguna sistem informasi ILMS khusunya penggunaan sistem diruang baca dewasa periode bulan Februari 2017. Model yang digunakan pada penelitian mengacuThe Update D&M IS Success model (2003) sampling yang digunakan yaitu simple random samplingdengan jumlah 93 responden. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode analisis jalur(path analysis) dengan terlebih dahulu merubah skala ordinal menjadi interval melalui teknikMethod of successive. metode penelitian ini menggunakan uji t untuk mengetahui signifikan daripengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen dan uji F untuk mengetahuipengaruh variabel dependan terhadap variabel dependen secara bersamaan/ silmutan. Hasilpenelitian ini menujukan bahwa variabel kualits sistem, informasi dan pelayanan berpengaruh positifterhadap kepuasan pemustaka.Kata Kunci: Sistem informasi perpustakaan, kepuasan pengguna, Information System SuccessModel.
PERILAKU PENCARIAN INFORMASI (INFORMATION SEEKING BEHAVIOUR) GURU BESAR IAIN ANTASARI BANJARMASIN Ahmad Syawqi; Moch. Isra Hajiri
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 5, No 2 (2017): Juli - Desember
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v5i10.1610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pencarian informasi (information seeking behaviour) guru besar IAIN Antasari Banjarmasin meliputi: bagaimana gambaran kebutuhan informasi para guru besar, sumber informasi yang mereka gunakan, kendala-kendala yang sering dihadapi dalam pencarian informasi tersebut dan bagaimana cara mereka mengatasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan informasi para guru besar IAIN Antasari adalah yang berkaitan dengan tugas mereka sebagai dosen yang melaksanakan tridharma perguruan tinggi, yaitu: pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, mereka sebagai guru besar juga memiliki kewajiban khusus meliputi menyebarluaskan gagasan, menghasilkan karya ilmiah dan menulis buku dalam waktu tiga tahun. Sumber informasi yang mereka gunakan sebagai rujukan adalah: buku/kitab milik pribadi, perpustakaan, toko buku, koran dan televisi, internet, jurnal, ebook, sosial media. Adapun kendala yang dihadapi para guru besar IAIN Antasari adalah terutama dalam hal mengakses jurnal-jurnal online. Untuk mengatasinya mereka meminta bantuan kepada orang-orang terdekat, seperti keluarga, teman dan anak buah. Kata kunci: perilaku pencarian informasi, guru besar
PENGANGKATAN PERTAMA MENJADI PUSTAKAWAN (PERMASALAHAN DAN CARA MENGATASINYA) Ahmad Syawqi
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 6, No 1 (2018): Januari - Juni
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v6i11.3704

Abstract

Abstrak Dalam Undang-Undang Perpustakaan Nomor 43 Tahun 2007 disebutkan bahwa Pustakawan merupakan seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Dalam lingkup PNS, pustakawan digolongkan sebagai pejabat fungsional. Dalam Peraturan Menpan dan RB Nomor 9 Tahun 2014, pasal 1ayat 1 dijelaskan jabatan fungsional pustakawan adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup,  tanggung jawab, wewenang dan hak untuk melaksanakan kegiatan kepustakawanan. Jabatan fungsional merupakan jenjang jabatan Pegawai Negeri Sipil yang diperoleh karena memiliki pendidikan formal tertentu dan oleh karenanya mendapatkan tunjangan atau gaji sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Demikian pula jabatan fungsional pustakawan merupakan jabatan seseorang karena memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan Kata kunci:  pustakawan, professional, fungsional
PENGEMBANGAN TRADISI MENULIS PUSTAKAWAN DALAM MENINGKATKAN AKREDITASI PERGURUAN TINGGI AHMAD SYAWQI
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 7, No 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v7i13.3144

Abstract

For a writer, reading and writing are complementary and inseparable to each other.  A person who can read is not necessarily a writer, but a writer is a true reader who is never bored with a variety of reading materials. Both reading and writing are intellectual traits. In writing, we need  to have certain interest which may eventually develop into a habit. Interests and reading habits are acquired through learning  they do not grow by themselves. The ability to write does not develop just like that, but it is strongly influenced by the habit of reading then expressed by writing down the thoughts that have been developed and these thoughts are influenced by the author's thought itself. With that cycle the librarian profession will continue to evolve because  librarians always upgrade their knowledge with updated ideas through the process of reading, reviewing and presenting them back in a form of new writing. Keywords: writer, read, write, intellectuals, librarians Bagi seorang penulis, kegiatan membaca dan menulis adalah dua hal yang saling melengkapi dan tidak bisa dipisahkan.Seorang yang bisa membaca belum tentu seorang penulis, tetapi seorang penulis adalah seorang pembaca yang sejati yang tak pernah bosan dengan berbagai bahan bacaan. Keduanya merupakan suatu ciri intelektual. Dalam menulis dibutuhkan minat dan yang pada akhirnya dapat berkembang menjadi kebiasaan. Minat maupun kebiasaan membaca diperoleh seseorang karena dipelajari, tidak tumbuh dengan sendirinya. Kemampuan menulis pun tidak tumbuh begitu saja, melainkan sangat dipengaruhi oleh kebiasaan membaca dan kemudian diungkapkan kembali dengan cara menuliskan pemikiran yang sudah dikembangkan dan dipengaruhi oleh pemikiran si penulis itu sendiri. Dengan siklus itu, profesi pustakawan akan senantiasa berkembang karena selalu mernperbaharui otaknya dengan pemikiran-pemikiran mutakhir, melalui proses membaca, mengkaji dan menyajikannya kembali dalarn bentuk tulisan baru. Kata kunci : penulis, membaca, menulis, intelektual, pustakawan
MENJADI PUSTAKAWAN YANG TERAMPIL DAN BERETIKA Laila Rahmawati
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 5, No 2 (2017): Juli - Desember
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v5i10.1611

Abstract

Kunci pemberdayaan perpustakaan di abad teknologi terletak pada kemampuannya mengidentifikasi, mengantisipasi, dan menanggapi dengan cepat perubahan kebutuhan pemustaka. Dalam menjalankan tugasnya, pustakawan perlu memiliki kemampuan khusus, yaitu kompetensi profesional dan kompetensi personal. Kompetensi profesional menyangkut: pengetahuan yang dimiliki pustakawan khusus dalam bidang sumber daya informasi, akses informasi teknologi, manajemen dan riset, serta kemampuan untuk menggunakan bidang pengetahuan sebagai basis dalam memberikan layanan perpustakaan dan informasi. Adapun kompetensi personal meliputi: keterampilan dan keahlian, sikap dan nilai yang memungkinkan pustakawan bekerja secara efisien, menjadi komunikator yang baik, selalu mempunyai semangat untuk terus belajar sepanjang karirnya, dapat mendemonstrasikan nilai tambah atas karyanya, dan selalu dapat bertahan dalam dunia kerja yang baru. Selain berbagai kompetensi tersebut pustakawan perlu bermoral dan berakhlak mulai, menerapkan kode etik profesi perpustakaan dalam menjalankan aktivitasnya sebagai pustakawan.   Kata Kunci: pustakawan, terampil, beretika
KAJIAN EKSPLORATIF TENTANG METODE TANGGAP BENCANA DALAM MENYELAMATKAN ASET INTELEKTUAL PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA Siti Wahdah
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 6, No 1 (2018): Januari - Juni
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v6i11.3705

Abstract

 AbstrakPerencanaan kesiagaan terhadap bencana merupakan kegiatan yang penting, sehingga tujuan utama program tersebut  adalah  untuk pelestarian  jangka  panjang, serta mengorganisir penyelamatan manusia maupun benda berharga dan aset penting lainnya. Tulisan ini mencoba menyajikan hasil eksplorasi terkait dengan metode tanggap bencana, khususnya gempa bumi yang selama ini diimplementasikan pada perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pasca terjadinya gempa bumi pada tahun 2006 hingga sekarang. Pada sajian ini disinggung berbagai metode yang bisa digunakan seperti duplication, dispersial, on-Site Protection,  and off-Site Storage yang menjadi salah satu solusi alternatif dalam menanggulangi serta model kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, khususnya gempa bumi. Kata Kunci: Tanggap Bencana, Gempa Bumi, Perpustakaan, UIN                        Sunan  Kalijaga,  Yogyakarta
Peningkatan Daya Inovatif Pustakawan Melalui Repacking Information Isi Intelektual Koleksi RIZKI NURISLAMININGSIH
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 7, No 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v7i13.3145

Abstract

ABSTRACTCreativity librarians as a conduit of information officers need to be increased in order to later be able to provide the best possible information to patrons. One of the activities that can be done is repackaging intellectual content collections. These activities are not only limited change the packaging of information from print to electronic form, but also summarize the information content of the collections become more easily understood information. Librarians can learn from the activities of repackaging information in the library of and then modified packaging adapted to fit the needs of information patrons.Keyword: repacking information, innovation, librarian ABSTRAKKreativitas pustakawan sebagai pihak yang bertugas memenuhi kebutuhan informasi perlu terus ditingkatkan. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah kemas ulang informasi. Aktivitas tersebut tidak hanya sebatas pada mengalih media kertas ke elektronik, tetapi juga mencarikan isi intelektual koleksi agar lebih mudah dipahami pemustaka. Pustakawan dapat belajar kemas ulang informasi di perpustakaan LIPI dan kemudian dimodifikasi dan dibuat kedalam bentuk baru sesuai kebutuhan pemustaka.Kata Kunci: Repacking Information, Inovasi, Pustakawan
KOMPETENSI PUSTAKAWAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA YANG DIPERSYARATKAN MAMPU BERSAING DALAM MENGHADAPI MEA (MASYARAKAT EKONOMI ASEAN) Kurniasih Yuni Pratiwi
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 5, No 2 (2017): Juli - Desember
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v5i10.1612

Abstract

Perubahan era baru memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap institusi perpustakaan. Kebutuhan terhadap perpustakaan dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, sehingga perkembangan kepustakawanan disejumlah negara maju dapat memberikan kontribusi yang sangat berarti dalam menata dan menetapkan agenda-agenda strategis  kepustakawanan Indonesia dalam era informasi. Pustakawan sebagai pelopor penyedia jasa informasi dan berkecimpung pada sector keahlian khusus sangat berperan penting menunjukkan kredibilitasnya dalam menyongsong datangnya MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) karena ini memberikan kesempatan yang sangat berharga untuk menunjukkan kepada dunia luar bahwa Indonesia mampu bersaing dalam segala hal profesionalisme dan kompetensi pustakawan yang handal, tangguh dan berwawasan luas sangat dibutuhkan demi menyambut MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Peran pustakawan akan semakin berkembang, kini pustakawan tidak hanya mengklasifikasi buku, melayani sirkulasi saja tetapi dituntut secara profesionalisme untuk memberikan informasi secara cepar, tepat, akurat dan efisien. Pustakawan dituntut untuk mengembangkan kompetensi yang ada dalam dirinya guna mendukung program Tri Dharma Perguruan Tinggi demi mewujudkan Perguruan Tinggi yang bertaraf Internasional dalam menghadapi pasar bebas MEA (Masyarakat Ekonomi Asean).             Kata kunci: kompetensi, pustakawan, Masyarakat Ekonomi Asean
EKSISTENSI PUSTAKAWAN DI ERA DIGITAL Moch Isra Hajiri
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 6, No 1 (2018): Januari - Juni
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v6i11.3706

Abstract

 AbstrakEksistensi pustakawan di era digital menjadi sesuatu yang dipertanyakan. Apakah peran pustakawan masih diperlukan saat ini? Tulisan ini berupaya untuk menyajikan hal-hal yang perlu dilakukan oleh pustakawan untuk mempertahankan eksistensinya. Perubahan-perubahan yang terjadi, terutama dalam hal penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) harus diantisipasi dan diadaptasi oleh pustakawan. Hal yang dapat dilakukan oleh pustakawan adalah: 1) menguasai kegiatan-kegiatan kepustakawanan, 2) melakukan need assessment, 3) menyesuaikan diri dengan perubahan, 4) terus membuat program yang inovatif, dan 5) tidak melupakan sisi kemanusiaan. Kata kunci: eksistensi, pustakawan, era digital

Page 4 of 12 | Total Record : 112