cover
Contact Name
Machrus Ali
Contact Email
sinarfe7@gmail.com
Phone
+6281330002213
Journal Mail Official
sinarfe7@gmail.com
Editorial Address
Departemen Teknik Elektro, FTE-ITS, Gedung B-C lantai 2, Kampus ITS, Surabaya, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, 60111
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
SinarFe7
ISSN : 26213540     EISSN : 26215551     DOI : https://doi.org/10.56795/sinarfe7.v5i1
Publikasi ini digunakan untuk kegiatan utama FORTEI (Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia) Regional Jawa Timur atara lain: menyelaraskan pendidikan tinggi Teknik Elektro se-Indonesia melingkupi bidang pendidikan, penelitian, dan aplikasi teknologi, Mendiskusikan topik-topik nasional terkait keilmuan Teknik Elektro, menyimpulkan, memberi masukan, dan solusi kepada pemerintah serta pemangku kepentingan, sebagai institusi rujukan mengenai pendidikan tinggi Teknik Elektro, meningkatkan kerjasama dan tali silaturrahim antar Institusi, pejabat Program Studi/ Jurusan/Departemen, dan peneliti bidang Teknik Elektro
Articles 523 Documents
Analisis Stratified Grounding Menggunakan Finite Element Method (FEM) Universitas Trunojoyo Madura, Riza Alfita; Nur Fadila, Fety; Tri Laksono, Deni
SinarFe7 Vol. 7 No. 1 (2025): SinarFe7-7 2025
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

pendekatan Finite Element Method/FEM sebagai solusi untuk menurunkan resistansi pentanahan. Sistem grounding diuji dengan tiga model kombinasi susunan tanah: Model A (pasir–kerikil–tanah liat), Model B (tanah liat–pasir–kerikil), dan Model C (kerikil–tanah liat–pasir). Setiap model diuji secara eksperimental menggunakan earth tester metode tiga titik, serta disimulasikan menggunakan MATLAB PDE Toolbox dengan pendekatan elliptic PDE. Untuk mensimulasikan kondisi musim hujan dan kemarau, dilakukan pengujian pada dua jenis kelembapan: air biasa dan air garam, dengan volume bervariasi dari 0 hingga 19 liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistansi tanah menurun seiring meningkatnya kelembapan, dan model B memberikan performa terbaik dengan resistansi paling rendah. Penambahan air garam lebih signifikan dalam menurunkan resistansi dibandingkan air biasa. Simulasi FEM menunjukkan distribusi arus yang lebih merata pada model dengan lapisan tanah liat di bawah. Validasi antara simulasi dan data lapangan menghasilkan nilai yang relatif dekat, dengan selisih kurang dari 10% pada sebagian besar skenario. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan stratifikasi tanah dapat meningkatkan efektivitas sistem pentanahan, dan simulasi FEM dapat dijadikan acuan dalam perancangan sistem grounding yang efisien dan sesuai standar.
PENERAPAN ARSITEKTUR JST DALAM DEEP LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKURASI KLASIFIKASI GAMBAR DENGAN AUTOENCODER: Bahasa Indonesia Hudaya, Citra; Gunawan, Ardiansyah; Wijaya Tri, Bintar
SinarFe7 Vol. 7 No. 1 (2025): SinarFe7-7 2025
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract - The development of artificial intelligence technology, particularly deep learning, has made significant contributions to digital image processing across various fields such as medicine, security, and manufacturing industries. This study aims to implement the autoencoder method within an Artificial Neural Network (ANN) architecture to optimally enhance image classification accuracy. The autoencoder is employed as an unsupervised learning technique to extract essential and relevant features from input images before passing them to the classification layer. The training process was carried out using a carefully curated image dataset, and the model was evaluated to measure classification performance based on accuracy, precision, and recall. The experimental results show that integrating an autoencoder into the ANN architecture can improve feature extraction efficiency, reduce noise, and deliver more accurate and consistent classification results compared to conventional approaches. This research demonstrates that the autoencoder can serve as a vital component in modern deep learning-based classification systems.
Perancangan Sistem Monitoring Energi Listrik AC Dan DC Berbasis Iot Dengan Web Untuk Efisiensi ihsan firdaus, muhammad bayu; Desriyanti, Desriyanti; Asrofi Buntoro, Ghulam
SinarFe7 Vol. 7 No. 1 (2025): SinarFe7-7 2025
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi listrik merupakan sumber utama dalam mendukung berbagai aktivitas manusia, baik dari jaringan PLN (AC) maupun dari sumber terbarukan seperti PLTS (DC). Pemantauan konsumsi energi yang tidak efisien dapat menyebabkan pemborosan dan biaya operasional yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan sistem monitoring energi yang mampu memberikan informasi secara real-time dan mudah diakses. Penelitian ini merancang sistem monitoring energi listrik AC dan DC berbasis IoT yang dilengkapi dengan tampilan web. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pengontrol pusat, sensor PZEM-004T untuk menghubungkan listrik AC, dan PZEM-017 untuk listrik DC. Untuk mendukung keamanan sistem, digunakan sensor suhu DS18B20 guna menghubungkan suhu sistem secara berkala. Seluruh data listrik dan suhu ditampilkan secara real-time pada layar LCD dan website. Sistem juga dilengkapi fitur notifikasi otomatis yang memberikan peringatan jika suhu sistem melebihi 60°C, atau jika tegangan AC dan DC melebihi atau berada di bawah batas yang telah ditentukan. Melalui pendekatan ini, pengguna dapat memantau kondisi sistem kapan pun dan di mana pun, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dalam penggunaan energi serta meminimalisir potensi kerusakan akibat parameter yang tidak stabil.
Optimasi Kinerja Motor Sebagai Penggerak Belt Conveyor Berbasis Modified Firefly Algorithms Puji Astoro, Fany Wahyu; Ali, Machrus; Ajiatmo, Dwi
SinarFe7 Vol. 7 No. 1 (2025): SinarFe7-7 2025
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract - Modern manufacturing industries require reliable and efficient drive systems, including three-phase induction motors in belt conveyors that ensure continuous material distribution. This study investigates the performance of a 1.5 kW three-phase induction motor at PT. Dayasa Aria Prima, which faces high-load conditions and frequent trips on the Thermal Overload Relay (TOR) due to significant current surges when loads exceed 80% capacity, leading to stator overheating and operational shutdown. A quantitative-experimental approach was applied by measuring current and voltage under varying loads to determine safe operating limits and optimal protection settings. A conveyor system model was developed using electrical engineering parameters, and a PID controller was optimized with a Modified Firefly Algorithm (MFA) in MATLAB. The MFA was enhanced with dynamic adaptation and additional exploitation operators to improve convergence speed and robustness against local optima. Results indicate a safe operating load range of 1.3–1.4 kW, with the MFA-optimized PID controller stabilizing conveyor speed, increasing control efficiency by 11.6%, and reducing overload risk by 42% compared to conventional control. The novelty lies in the application of MFA using real industrial field data, the integration of experimental measurements with numerical simulations for precision improvement, and the enhancement of MFA for faster convergence and better stability. This research offers practical value for industries dependent on belt conveyors by providing an adaptive, energy-efficient motor control strategy that minimizes downtime, extends motor lifespan, and reduces operational costs.
Otomatisasi Penggulung Spul Speaker Menggunakan Mikrokontroler dan Antarmuka Digital dendy, aprizal dendy; Riyanto, Didik; Intan Vidyastri, Rhesma; Shulthon Habiby, Jawwad
SinarFe7 Vol. 7 No. 1 (2025): SinarFe7-7 2025
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggulungan spul secara manual pada pembuatan speaker sering kali menimbulkan ketidakteraturan jumlah lilitan, membutuhkan waktu yang lama, dan menimbulkan kelelahan fisik operator. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan merealisasikan alat penggulung spul speaker otomatis berbasis mikrokontroler Arduino Mega yang dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi proses penggulungan. Alat ini menggunakan motor stepper sebagai penggerak utama, keypad sebagai input jumlah lilitan dan kecepatan (RPM), serta layar OLED 1,3 inci sebagai tampilan informasi. Sistem dikendalikan dengan program Arduino IDE yang mengatur rotasi dan perpindahan gulungan secara terkoordinasi berdasarkan input pengguna. Pengujian dilakukan dengan dua jenis kawat, yaitu 0,20 mm dan 0,25 mm, serta variasi kecepatan dari 80 hingga 110 RPM. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat mampu menggulung spul dengan tingkat presisi tinggi, rata-rata di atas 98%. Selain itu, alat juga mampu menggulung dengan waktu yang lebih efisien dan hasil lilitan yang lebih rapi dibandingkan metode manual. Dengan demikian, alat ini layak digunakan sebagai solusi alternatif dalam proses produksi speaker skala kecil hingga menengah.
Inovasi Alat Terapi Elektronik Otomatis untuk Rehabilitasi Nyeri Sendi Akibat Rematik dan Hiperurisemia Fhahturohim, Apria Tri; Riyanto, Didik; Intan Vidyastari, Rhesma
SinarFe7 Vol. 7 No. 1 (2025): SinarFe7-7 2025
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Rematik dan hiperurisemia merupakan gangguan sendi kronis yang ditandai dengan nyeri dan peradangan, yang dapat mengganggu aktivitas harian dan menurunkan kualitas hidup. Penanganan konvensional berbasis farmakologis seperti NSAID sering menimbulkan efek samping jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat terapi kompres hangat otomatis berbasis mikrokontroler yang mampu memberikan terapi non-farmakologis secara aman, efektif, dan praktis. Sistem alat terdiri dari sensor suhu DS18B20, elemen pemanas heater cartridge 12V, mikrokontroler Arduino Uno, dan modul RTC DS3231 untuk pengaturan suhu dan waktu terapi yang presisi. Alat ini dilengkapi dengan layar OLED SSD1306 sebagai tampilan informasi suhu dan durasi, serta push button untuk kontrol manual. Keunggulan utama alat ini adalah kemampuannya beroperasi secara portabel menggunakan baterai LiFePO₄, sehingga memudahkan pengguna melakukan terapi secara mandiri di berbagai kondisi tanpa bergantung pada listrik rumah tangga. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat mampu mencapai dan mempertahankan suhu terapi optimal (40–45°C) dengan stabilitas tinggi. Dengan rancangan ergonomis dan otomatisasi penuh, alat ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan, mobilitas, dan kemandirian pasien dalam menjalani terapi nyeri dan peradangan sendi akibat rematik dan hiperurisemia.
Sistem Otomatisasi AC Berbasis IoT Untuk Pengendalian Suhu Ruangan Secara Optimal Prasetyo, Arif Adi; Arifin, Rizal; Intan Vidyastri, Rhesma
SinarFe7 Vol. 7 No. 1 (2025): SinarFe7-7 2025
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan Air Conditioner (AC) secara manual tanpa mempertimbangkan kondisi nyata ruangan sering menyebabkan pemborosan energi listrik dan menurunkan efisiensi perangkat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan sistem otomatisasi AC berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu mengatur suhu ruangan secara cerdas dan responsif. Sistem dibangun menggunakan mikrokontroler ESP32, empat sensor suhu DHT22 yang ditempatkan di setiap sudut ruangan, dua sensor infrared proximity E18-D80NK untuk mendeteksi jumlah penghuni, serta modul pemancar inframerah sebagai pengendali AC yang terintegrasi dengan aplikasi Blynk. Metode yang digunakan meliputi perancangan perangkat keras, pemrograman perangkat lunak, serta pengujian sistem untuk mengevaluasi kinerja deteksi keberadaan orang, pemantauan suhu, dan kontrol otomatis AC. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi orang masuk dan keluar dengan tingkat keberhasilan di atas 95%, menjaga suhu ruangan dalam kisaran 23–25°C, serta mengaktifkan mode swing secara otomatis untuk meratakan distribusi udara dengan waktu pemerataan lebih cepat 10-15 menit dibandingkan tanpa swing. Selain itu, aplikasi Blynk dapat digunakan untuk monitoring dan kontrol secara real-time dengan rata-rata delay respon kurang dari 1 detik. Dengan demikian, sistem ini terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi penggunaan energi AC sekaligus menjaga kenyamanan suhu ruangan.
Analysis of System Performance Improvement Due to DG Integration on 20kV Feeder Ampelgading: Case Study Using ETAP Simulation Akbar, Fajar Maulana; Sulistiawati, Irrine Budi; Wartana, I Made
SinarFe7 Vol. 7 No. 1 (2025): SinarFe7-7 2025
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The 20 kV Ampelgading feeder, which is integrated with the Ampelgading Hydropower Plant (PLTA) as a Distributed Generation (DG), still faces technical challenges such as low voltage at the downstream part of the network and relatively high active power losses. These issues are mainly caused by the long distribution line of approximately ±180 km and the uneven load distribution, which results in suboptimal power quality. This research aims to analyze the impact of capacitor bank installation on the voltage profile and line losses of the distribution system. The method employed is a simulation using ETAP 21.0.1 software under peak load conditions as the basis of analysis. The improvement strategy is implemented through the Optimal Capacitor Placement (OCP) method, which recommends the installation of 220 kVAR capacitors at Bus 62, Bus 70, and Bus 80 as the optimal locations based on voltage sensitivity analysis. The simulation results indicate that the capacitor bank injection successfully improves the minimum bus voltage from 0.939 p.u. in the base case to 0.973 p.u., ensuring that all buses meet the lower voltage limit standard of 0.95 p.u. Furthermore, total active power losses are reduced from 93.36 kW to 83.37 kW, representing a decrease of approximately 10.7%. These findings demonstrate that the OCP method is an effective technical solution for optimizing the performance of distribution networks, particularly for feeders with geographical and load characteristics similar to the Ampelgading feeder.
Deteksi Gula Aren dengan CNN Berbasis AlexNet sebagai Solusi Keamanan Pangan untuk Penderita Diabetes angga prasetyo; Fauzan Masykur; Arief Rahman Yusuf
SinarFe7 Vol. 7 No. 1 (2025): SinarFe7-7 2025
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gula aren merupakan alternatif pemanis bagi penderita diabetes, karena memiliki glikemik indeks antara 35-55 lebih rendah daripada gula putih di kisaran indeks 70 Gula aren bisa menjadi alternatif yang lebih baik daripada gula putih bagi penderita diabetes, tetapi bukan berarti bebas risiko Gula aren memang memiliki bentuk fisik yang sangat mirip dengan gula kelapa, dan keduanya sering kali sulit dibedakan secara kasat mata Situasi ini menyebabkan keraguan dalam pengambilan keputusan oleh konsumen dalam membedakan gula aren dan gula kelapa. Proses fase pengujian model CNN dalam penelitian ini melibatkan beberapa tahapan, dimulai dari pengumpulan dataset, preprocessing data, pelatihan model, hingga evaluasi performa. Langkah pertama adalah mengimpor pustaka-pustaka yang diperlukan untuk pemrosesan gambar, analisis data, visualisasi, serta pembangunan dan evaluasi model pembelajaran mesin menggunakan TensorFlow dan Keras. Selain itu, pustaka tambahan seperti os, shutil, dan sklearn juga digunakan untuk manajemen file.Lapisan Dense Pertama Lapisan ini terdiri dari 128 neuron, masing-masing menggunakan fungsi aktivasi ReLU. Lapisan ini bertanggung jawab untuk mengintegrasikan fitur-fitur yang telah diekstraksi sebelumnya dan mengonversinya ke dalam bentuk representasi yang lebih padat. Jumlah total parameter yang dilatih pada lapisan ini adalah 2,097,408. Sistem yang dirancang menunjukkan performa yang sangat baik, sebagaimana dibuktikan oleh hasil evaluasi 0,33102 menunjukkan kesalahan prediksi yang hampir tidak ada. Akurasi pengujian mencapai 100%, yang berarti seluruh data uji berhasil diklasifikasikan dengan benar oleh model. Confusion matrix memperkuat hasil 4 true label dan predicted label gula aren, dengan distribusi klasifikasi yang sempurna pada kedua kategori waktu rata-rata sekitar 453 milidetik per langkah (453 ms/step).
Sistem Monitoring Charger Baterai VRLA Menggunakan Switch Mode Power Supply Berbasis Internet Of Things Muhammad Alfarizqi; Widjonarko; Triwahju Hardianto
SinarFe7 Vol. 7 No. 1 (2025): SinarFe7-7 2025
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The VRLA battery charging process using a Switch Mode Power Supply (SMPS) in this test plays a very active role in maintaining battery reliability. In the SMPS there are CC and CV that regulate a stable current at 1.8 Amperes and a voltage at 14.1 volts. Charging is integrated with the IoT system by utilizing Arduino mega communication with esp32 which is connected to the application for monitoring and controlling the cut-off relay. The esp32 Rx is connected to the Arduino mega tx and the esp32 tx is connected to the Arduino rx which makes both communicate two-way. Charging an 18Ah battery takes place for 2 hours and 16 minutes with an initial voltage of 13.44 volts, a stable current of 1.787 amperes, and a duty cycle of 21.24% in CC mode, while CV mode starts at a voltage of 14.1 volts with a current slowly decreasing to 0.3 amperes and approaching the automatic or manual cut-off relay switching mode to continue charging the 2nd battery, namely 5Ah. The 5Ah battery charging process is faster due to its smaller capacity and higher initial voltage compared to 18Ah, so the charging time is only 45 minutes. In this study, the cut-off relay switching and monitoring system works very well with a small error of 0.55% and a fast switching time of 1.3 seconds.