cover
Contact Name
Machrus Ali
Contact Email
sinarfe7@gmail.com
Phone
+6281330002213
Journal Mail Official
sinarfe7@gmail.com
Editorial Address
Departemen Teknik Elektro, FTE-ITS, Gedung B-C lantai 2, Kampus ITS, Surabaya, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, 60111
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
SinarFe7
ISSN : 26213540     EISSN : 26215551     DOI : https://doi.org/10.56795/sinarfe7.v5i1
Publikasi ini digunakan untuk kegiatan utama FORTEI (Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia) Regional Jawa Timur atara lain: menyelaraskan pendidikan tinggi Teknik Elektro se-Indonesia melingkupi bidang pendidikan, penelitian, dan aplikasi teknologi, Mendiskusikan topik-topik nasional terkait keilmuan Teknik Elektro, menyimpulkan, memberi masukan, dan solusi kepada pemerintah serta pemangku kepentingan, sebagai institusi rujukan mengenai pendidikan tinggi Teknik Elektro, meningkatkan kerjasama dan tali silaturrahim antar Institusi, pejabat Program Studi/ Jurusan/Departemen, dan peneliti bidang Teknik Elektro
Articles 563 Documents
SF09 Analisis Pola Respons Sensor Electronic Nose Terhadap Sampel BBM Murni dan BBM Oplosan Calvin Aditya Permana; Muh. Taufiqurrohman; Joko Subur
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengamati pola respons sensor pada sistem Electronic Nose (E-Nose) terhadap sampel bahan bakar minyak (BBM) murni dan BBM oplosan. Sistem E-Nose terdiri atas empat sensor Metal Oxide Semiconductor (MOS), yaitu TGS822, TGS2620, TGS2602, dan TGS2600, serta dua sensor Surface Acoustic Wave (SAW) yang terintegrasi dengan mikrokontroler ESP32 sebagai unit akuisisi data, dilengkapi layar TFT LCD untuk tampilan real-time. Sampel yang diuji meliputi Pertalite, Pertamax, campuran Pertalite–Pertamax, campuran Pertalite–Etanol, campuran Pertamax–Etanol, campuran Pertalite–Tiner BS, dan campuran Pertamax–Tiner BS, masing-masing diukur melalui prosedur warm-up, pengambilan baseline, pemaparan sampel, dan purging yang diulang sepuluh kali. Hasil pengujian menunjukkan bahwa keempat sensor MOS memberikan respons tegangan yang berbeda dan konsisten untuk setiap sampel, dengan TGS2600 dan TGS2620 memberikan respons tertinggi dan paling stabil, sedangkan TGS822 memberikan respons paling rendah. Campuran yang mengandung etanol menghasilkan kenaikan tegangan yang lebih tajam dibandingkan bahan bakar murninya, sementara campuran yang mengandung Tiner BS menghasilkan besar respons yang relatif mendekati sampel BBM murni. Sebaliknya, data sensor SAW banyak mengandung nilai duplikat dan variasi yang rendah, sehingga pola respons antar sampel kurang dapat dibedakan. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa sensor array MOS mampu menangkap pola respons yang konsisten dan dapat dibedakan pada sampel BBM murni maupun oplosan, yang dapat dijadikan dasar untuk analisis pengenalan pola lebih lanjut.
SF36 SMART IoT TIMBANGAN GABAH UNTUK PENGELUARAN ZAKAT PERTANIAN: Otomatisasi Perhitungan dan Pengeluaran Zakat Pertanian Berbasis Cloud mohammad setyawan
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses penimbangan hasil pertanian sering kali masih menghadapi kendala dalam hal akurasi data dan efisiensi rekapitulasi, terutama saat menangani volume komoditas yang besar secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem timbangan pintar berbasis Internet of Things untuk membantu petani melakukan pencatatan hasil panen secara akurat dan otomatis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode rancang bangun, yang meliputi integrasi mikrokontroler ESP32, sensor load cell, modul pengondisi sinyal HX711, serta antarmuka LCD dan keypad. Data hasil penimbangan diolah dan dikirimkan secara real-time ke platform cloud Google Sheets untuk akumulasi berat total dan kalkulasi otomatis nilai distribusi. Sistem timbangan gabah ini berhasil dirancang melalui pengujian langsung menggunakan variasi beban 10 Kg, 20 Kg, dan 30 Kg dengan tingkat akurasi alat mencapai 99,794% serta berhasil menjalankan perhitungan zakat secara otomatis dengan batas nisab zakat pertanian sebesar 653 Kg, yang mana ketentuan zakat 10% dari pengairan alami dan 5% melalui pengairan mandiri. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem timbangan pintar ini layak digunakan untuk mempermudah manajemen data hasil panen, dengan catatan kualitas jaringan internet di area pemakaian perlu diperhatikan.
SF01 Sistem Absensi Sidik Jari Terintegrasi Monitoring Tekanan Darah Non-invasif Alifian Rizky Bagus Prakasa; Muh. Taufiqurrohman; Iradiratu Diah Prahmana Karyatanti
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya angka kecelakaan kerja menunjukkan pentingnya sistem yang mampu mendukung keselamatan pekerja sejak sebelum memulai aktivitas. Penelitian ini bertujuan merancang sistem integrasi absensi biometrik dengan monitoring tekanan darah non-invasif sebagai sarana pre-job health screening. Sistem menggunakan sensor sidik jari AS608 untuk identifikasi pengguna dan sensor MAX30102 berbasis photoplethysmography (PPG) untuk memperoleh nilai denyut jantung (BPM) dan saturasi oksigen (SpO₂). Nilai tekanan darah pada sistem ini bukan merupakan hasil pengukuran langsung dari sensor, melainkan diperoleh melalui analisis pola hubungan antara nilai BPM dan SpO₂ menggunakan metode Artificial Neural Network (ANN) sehingga menghasilkan identifikasi kondisi tekanan darah dalam kategori normal, hipertensi, dan hipotensi. Pengujian dilakukan terhadap 75 data dari 15 responden. Hasil penelitian menunjukkan tingkat akurasi sebesar 88% pada kategori normal dengan error 12%, 84% pada kategori hipertensi dengan error 16%, dan 76% pada kategori hipotensi dengan error 24%. Sistem mampu menyelesaikan proses absensi dan monitoring kesehatan dengan waktu proses kurang dari 20 detik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mengintegrasikan proses absensi dan monitoring kesehatan dalam satu alur serta berpotensi mendukung deteksi dini kondisi kesehatan pekerja pada lingkungan kerja berisiko tinggi.
SF44 Rancang Bangun Pengering Serai Otomatis Berbasis Sensor Berat Load Cell Francisco Ade Fristanto
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Indonesia memiliki potensi besar di sektor pertanian dan dikenal kaya akan berbagai jenis tanaman herbal berkhasiat, seperti serai dapur atau Cymbopogon Citratus. Karakteristik wanginya menyerupai lemon yang kuat karena didominasi oleh kandungan sitral berkisar antara 65% hingga 85%, itulah mengapa minyak ini kerap dijuluki lemongrass oil karena mengandung air hingga 70%, serai segar menjadi sangat mudah membusuk dan berjamur. Dalam menjaga kualitas bahan nabati harus segera dikeringkan setelah selesai dipanen. Minimnya sinar matahari selama musim hujan sering kali menjadi kendala, Sebagai solusinya, teknologi pengering otomatis sangat dibutuhkan supaya proses pengeringan tetap berjalan.Pada alat pengering menggunakan metode penelitian studi lapangan, studi literatur, tahap perencanaan alat, perancangan perangkat keras, perancangan perangkat lunak dan tahap pengujian alat. Hasil pengujian menunjukan sensor berat load cell menghasilkan rata-rata tingkat kesalahan 0.21% dan tingkat akurasi 99.79%, sensor suhu DHT22 menghasilkan rata-rata tingkat kesalahan 2.81% dan tingkat akurasi 97.19%. Pada pengujian keseluruhan menunjukkan bahwa serai dengan berat awal 50 g membutuhkan waktu 3 jam 44 menit menghasilkan berat akhir 17,3 g, serai berat awal 100 g membutuhkan 5 jam 47 menit menghasilkan berat akhir 33,6 g, dan serai berat awal 150 g membutuhkan 8 jam 29 menit menghasilkan berat akhir 50,5 g.
SF04 EVALUASI PERFORMA PERMANENT MAGNET SYNCHRONOUS GENERATOR TURBIN ANGIN BERDASARKAN PARAMETER RESISTANSI ISOLASI PENGARUH STRESS THERMAL moch_radhi_syaputra23
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi degradasi sistem isolasi pada Permanent Magnet Synchronous Generator (PMSG) turbin angin akibat paparan panas ekstrem. Fokus utama penelitian adalah menganalisis pengaruh stress thermal terhadap penurunan kualitas insulation resistance (IR) sebagai parameter kunci keandalan generator. Metode yang digunakan adalah pendekatan eksperimental laboratorium dengan memberikan stress thermal konstan pada suhu 160°C hingga nilai IR < 100 MΩ pada thermal class F sesuai standar IEC 60085 dan IEEE 43-2000. Objek penelitian berupa lilitan stator PMSG yang diuji di dalam thermal chamber hingga isolasi rusak. Pengukuran IR dilakukan setiap 1 jam menggunakan Megger Insulation Tester. Analisis data dilakukan dengan memutar turbin angin dengan RPM yang sudah di tentukan untuk menghasilkan nilai karakteristik output daya. Penurunan nilai IR di bawah 1 MΩ atau degradasi lebih dari 60% dalam waktu kurang dari 24 jam diidentifikasi sebagai titik kritis kegagalan isolasi. Hasil penelitian memberikan kontribusi ilmiah dalam memahami mekanisme penuaan material isolasi akibat panas, sekaligus menjadi dasar penyusunan standar inspeksi dan strategi pemeliharaan preventif guna meningkatkan keandalan operasional turbin angin serta mengurangi risiko downtime
SF22 Optimasi Fungsi Keanggotaan Fuzzy dengan Hybrid Genetic Algorithm–Particle Swarm Optimization Pada Robot Self-Balancing Santoso Santoso; Puji Slamet; Aris Heri Andriawan; Ratna Hartayu; Niken Adriaty Basyarach; Kurnia Paranita Kartika Riyanti
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Robot self-balancing roda dua memerlukan pengendali yang mampu mengoreksi deviasi sudut badan secara cepat meskipun terdapat ketidakpastian pada pengukuran, aktuator, dan parameter mekanik. Penelitian ini menyajikan metode hybrid genetic algorithm–particle swarm optimization (GA–PSO) secara offline untuk mengoptimasi fungsi keanggotaan segitiga pada fuzzy logic controller Mamdani. Sudut badan dan kecepatan sudut digunakan sebagai masukan, sedangkan keluarannya adalah perintah pulse-width modulation bertanda. Genetic algorithm digunakan untuk mengeksplorasi konfigurasi fungsi keanggotaan yang layak, kemudian particle swarm optimization digunakan untuk penyempurnaan lokal di sekitar kandidat terbaik. Formulasi yang direvisi menjamin urutan parameter setiap fungsi keanggotaan segitiga serta menggunakan fungsi objektif ternormalisasi yang mencakup waktu tunak, deviasi puncak, galat keadaan tunak, integral absolute error, integral squared error, dan indeks usaha kendali PWM. Nilai perbandingan dari naskah awal menunjukkan bahwa pengendali hybrid memiliki respons terbaik dengan waktu tunak 0,89 s, deviasi puncak 2,3%, galat keadaan tunak 0,08°, IAE 0,041, dan ISE 0,021. Klaim energi sebelumnya diganti menjadi indeks usaha PWM karena pengukuran tegangan dan arus tersinkron belum tersedia. Hasil tersebut harus dikonfirmasi melalui pengujian perangkat keras berulang dan log bertanda waktu sebelum naskah dikirimkan.
SF37 Perancangan Sistem Kontrol PID untuk Pengisian Baterai Lithium-Ion 18650 pada Solar Charge Controller Esa Kingkin Rohita
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baterai lithium-ion 18650 memerlukan pengendalian arus dan tegangan yang tepat selama proses pengisian karena karakteristiknya yang sensitif terhadap perubahan kedua parameter tersebut. Proses pengisian yang tidak terkontrol dapat mempercepat penurunan kapasitas, memperpendek umur pakai, serta meningkatkan risiko kerusakan pada baterai. Penelitian ini membahas perancangan dan pengujian Solar Charge Controller (SCC) berbasis kontrol PID untuk pengisian baterai lithium-ion 18650 dengan menerapkan metode Constant Current–Constant Voltage (CC–CV). Sistem dibangun menggunakan rangkaian buck converter sebagai pengatur daya keluaran, Arduino Nano sebagai unit pengendali, sensor INA3221 untuk memantau tegangan dan arus, serta LCD 20×4 sebagai media pemantauan kondisi sistem. Pada mode CC, parameter PID yang digunakan adalah Kp = 0,8, Ki = 10, dan Kd = 0, sedangkan pada mode CV digunakan Kp = 0,3, Ki = 1,5, dan Kd = 0. Data sensor diperbarui setiap 50 ms agar pengendali dapat merespon perubahan kondisi pengisian secara cepat. Hasil pengujian pada variasi paparan relatif panel sebesar 100%, 75%, 50%, dan 25% menunjukkan bahwa tegangan baterai tetap berada pada rentang 4,14–4,18 V, dengan deviasi maksimum sebesar 0,06 V terhadap setpoint 4,20 V. Selama mode CC, arus pengisian berada pada kisaran 0,97–1,04 A, sementara tegangan baterai meningkat secara bertahap. Ketika intensitas cahaya yang diterima panel berkurang, arus pengisian juga mengalami penurunan akibat berkurangnya daya yang tersedia dari panel surya. Sistem kemudian beralih ke mode CV pada menit ke-270 saat tegangan baterai mencapai 4,18 V. Setelah kondisi penuh terdeteksi pada menit ke-285, nilai PWM diatur menjadi 0 sehingga proses pengisian dihentikan secara otomatis
SF47 Rancang Bangun Sistem Proteksi Beban Berlebih pada Motor AC 1 Fasa untuk Pencacah Rumput thoha ilyasa
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem proteksi beban berlebih pada motor AC satu fasa yang digunakan pada mesin pencacah rumput sebagai upaya pencegahan kerusakan akibat peningkatan arus listrik dan suhu selama proses pengoperasian. Sistem yang dikembangkan menggunakan mikrokontroler Arduino Uno sebagai pusat pengendali dengan memanfaatkan sensor arus ACS712 untuk mendeteksi perubahan arus listrik serta sensor suhu DS18B20 untuk memantau kondisi temperatur motor. Metode penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu perancangan sistem, pembuatan alat, implementasi rangkaian, serta pengujian kinerja sistem berdasarkan variasi kondisi beban ringan, sedang, dan berat. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kemampuan sistem dalam membaca perubahan parameter motor serta memberikan respon proteksi ketika terjadi kondisi tidak normal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mampu membaca nilai arus motor dengan akurasi tertinggi sebesar 97,69% dengan selisih pengukuran 0,03 A terhadap alat pembanding, sedangkan suhu motor memperoleh akurasi tertinggi sebesar 99,11% dengan selisih pengukuran 0,4 °C. Sistem proteksi yang dirancang mampu melakukan pemutusan suplai listrik secara otomatis melalui relay atau kontaktor ketika arus melebihi batas 1,4 A atau suhu motor mencapai 55 °C. Berdasarkan hasil penelitian, sistem yang dibuat dapat bekerja sesuai tujuan dalam memberikan perlindungan terhadap motor dari kondisi beban berlebih dan kenaikan suhu, sehingga meningkatkan keamanan serta keandalan operasional mesin pencacah rumput.
Perancangan Sistem Penguncian Otomatis Berbasis PIR (Passive Infrared Receiver) untuk Keamanan Ruang Penyimpanan Perkakas muhammadruki
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tool storage rooms are highly vulnerable to theft outside of working hours due to minimal supervision and reliance on manual locking systems. This research aims to design and develop an active security system based on the Internet of Things (IoT) to detect suspicious activities, automatically lock the door, and provide warnings through a dual alarm system and Telegram application notifications. The system utilizes an ESP32 microcontroller, connected via the ESP-NOW wireless communication protocol, linking the unit in the storage room with the security guard post. The primary hardware components include an HC-SR501 PIR sensor for motion detection, a 12V solenoid door lock for automatic locking, an MC-38 magnetic door switch to monitor the door's status, and a DS3231 RTC module to automatically activate the system outside working hours (17:00–06:00). Based on the integrated testing results, all components functioned properly and seamlessly according to the design. When the PIR sensor detected movement, the system successfully triggered the relay to lock the door and sound the alarm in the storage room with a response time ranging from 3.0 to 3.8 seconds. Furthermore, the warning notification messages were successfully delivered to Telegram within 4.0 to 4.7 seconds. The ESP-NOW communication testing revealed that data transmission was highly optimal at a distance of 10 to 50 meters; however, signal transmission to the security post experienced failure at a distance of 60 meters. Overall, the designed security system proved to be responsive, active, and effective as a preventive security solution for tool storage rooms.
SF55 SISTEM KONTROL KANDANG AYAM DENGAN AKTUASI KIPAS DAN MIST MAKER SECARA REAL-TIME laksamanaalzuchruff
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim global menyebabkan peningkatan suhu lingkungan yang berdampak pada produktivitas ayam petelur. Suhu dan kelembapan yang berada di luar kondisi optimal dapat memicu stres panas, menurunkan konsumsi pakan, mengurangi produksi telur, serta menurunkan kualitas cangkang telur. Kondisi ini menjadi tantangan bagi peternakan ayam petelur di Indonesia yang memiliki iklim tropis dengan suhu dan kelembapan relatif tinggi. Oleh karena itu, diperlukan sistem pemantauan dan pengendalian lingkungan kandang yang mampu bekerja secara otomatis dan berkelanjutan.Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem monitoring dan kontrol suhu serta kelembapan kandang ayam petelur berbasis Internet of Things (IoT). Sistem menggunakan mikrokontroler ESP32 dan sensor SHT31 untuk memantau kondisi lingkungan secara real-time, serta mengendalikan aktuator berupa kipas dan mist maker berdasarkan nilai setpoint yang telah ditentukan. Data hasil pengukuran ditampilkan melalui LCD dan dapat dimonitor secara berkelanjutan untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.Pengembangan sistem ini dilakukan untuk mengatasi keterbatasan penelitian sebelumnya, seperti akurasi sensor yang belum terkalibrasi, penggunaan satu titik pengukuran, serta metode kendali ON–OFF yang kurang adaptif. Dengan penggunaan sensor yang lebih akurat dan sistem yang lebih stabil, penelitian ini diharapkan mampu menjaga kondisi lingkungan kandang tetap optimal, meningkatkan efisiensi energi, serta mendukung produktivitas dan kenyamanan ayam petelur pada peternakan skala kecil....