cover
Contact Name
Machrus Ali
Contact Email
sinarfe7@gmail.com
Phone
+6281330002213
Journal Mail Official
sinarfe7@gmail.com
Editorial Address
Departemen Teknik Elektro, FTE-ITS, Gedung B-C lantai 2, Kampus ITS, Surabaya, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, 60111
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
SinarFe7
ISSN : 26213540     EISSN : 26215551     DOI : https://doi.org/10.56795/sinarfe7.v5i1
Publikasi ini digunakan untuk kegiatan utama FORTEI (Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia) Regional Jawa Timur atara lain: menyelaraskan pendidikan tinggi Teknik Elektro se-Indonesia melingkupi bidang pendidikan, penelitian, dan aplikasi teknologi, Mendiskusikan topik-topik nasional terkait keilmuan Teknik Elektro, menyimpulkan, memberi masukan, dan solusi kepada pemerintah serta pemangku kepentingan, sebagai institusi rujukan mengenai pendidikan tinggi Teknik Elektro, meningkatkan kerjasama dan tali silaturrahim antar Institusi, pejabat Program Studi/ Jurusan/Departemen, dan peneliti bidang Teknik Elektro
Articles 563 Documents
SF32 Implementasi IoT pada Sistem Monitoring Infus Real-Time Menggunakan ESP32 dan Blynk : Implementasi IoT pada Sistem Monitoring Infus Real-Time Menggunakan ESP32 dan Blynk Mahfudz alhuda mahfudz; Rizal Arifin Rizal; Mohamad Mohsin Mohsin
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Pemantauan cairan infus merupakan aspek penting dalam pelayanan kesehatan untuk memastikan pasien menerima cairan sesuai kebutuhan serta mencegah keterlambatan penanganan medis. Metode pemantauan manual dinilai kurang efisien dan rentan terhadap kesalahan, terutama pada kondisi beban kerja tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring infus secara real-time berbasis Internet of Things (IoT). Sistem yang dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor load cell untuk mengukur volume cairan, serta sensor infrared untuk mendeteksi laju tetesan infus. Data hasil pengukuran ditampilkan secara lokal pada LCD dan dikirim ke platform Blynk IoT untuk pemantauan jarak jauh melalui smartphone. Sistem dilengkapi dengan buzzer dan notifikasi sebagai peringatan ketika volume cairan mencapai batas kritis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem bekerja dengan baik dengan data yang sinkron antara LCD dan aplikasi mobile. Waktu delay pengiriman data rata-rata sekitar 300 ms dan masih dalam batas yang dapat diterima. Sistem ini mampu meningkatkan efisiensi pemantauan serta membantu tenaga medis dalam meningkatkan keselamatan dan respons terhadap kondisi pasien.
SF21 Implementasi Sensor IMU MPU6500 dan Panel Surya untuk Kestabilan Navigasi dan Kemandirian Energi Robot Line Follower Khodijah Selobright; Nur Insani Kamilya; Muhamad Reza Pahlawan; Nur Alif Mardiyah; Basri Noor Cahyadi
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak —Robot line follower konvensional sering mengalami ketidakstabilan navigasi akibat keruntuhan torsi motor dan pengaruh mematikan permukaan, sementara ketergantungan pada pengisian daya eksternal yang mengganggu operasional. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengimplementasikan sistem navigasi hybrid yang mengintegrasikan Inertial Measurement Unit (IMU) MPU6500 dengan sistem pengisian baterai berbasis tenaga surya. Kebaruan penelitian ini terletak pada transmisi umpan balik sudut yaw secara real-time dengan navigasi berbasis sensor garis untuk koreksi gerakan secara antisipatif, yang dikombinasikan dengan subsistem fotovoltaik guna meningkatkan kemandirian energi. Sistem dikembangkan melalui desain perangkat keras, implementasi pengontrol menggunakan algoritma PID, serta validasi eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang diusulkan mampu meningkatkan sinkronisasi gerakan dan akurasi navigasi. Rata-rata selisih kecepatan antar motor berkurang sebesar 65,86%, error navigasi pada lintasan lurus sepanjang 3 m menurun dari 54,87% menjadi 16,40%, atau mengalami penurunan sebesar 70,12% menjadi 16,40%, dan rata-rata error manuver belok 90° berkurang menjadi 0,63° tanpa overshoot maupun undershoot yang signifikan. Sistem pengisian daya berbasis tenaga surya menghasilkan tegangan keluaran sebesar 7,3 V dan arus pengisian hingga 0,221 A pada kondisi intensitas radiasi matahari optimal. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi umpan balik orientasi berbasis MPU6500 dan teknologi energi terbarukan efektif dalam meningkatkan stabilitas navigasi serta kemandirian energi pada robot pendidikan.
SF7 Optimasi PID Berbasis PSO, ACO dan GWO pada Sistem Manajemen Termal Baterai menggunakan Peltier mahfudi48 mahfud
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract — This paper presents a comparative study of PID controller tuning strategies for a battery thermal management system (BTMS) using Peltier thermoelectric elements. A 4S1P 18650 lithium-ion pack cooled by TEC1-12706 modules is modelled as a second-order plant with transport delay and a quadratic actuator nonlinearity. The controller gains are optimized by Particle Swarm Optimization (PSO), Ant Colony Optimization for continuous domains (ACO-R), and Grey Wolf Optimizer (GWO) using an ITAE objective penalized by overshoot, settling time, and TEC energy. Ziegler-Nichols (ZN) tuning derived from the half-rule serves as the benchmark. Twenty independent runs per algorithm were executed in Python-based numerical simulations, covering a step response from 45 to 30 °C, a 2C load disturbance, an ambient rise, and a plus-minus 20 % parameter variation test. All three algorithms reduce ITAE by 50,4 %, settling time by 67,0 %, overshoot from 15,82 % to 0,02 %, and TEC energy by 8,9 % relative to ZN. The key finding is that the three algorithms converge to practically identical solutions, differing by only 0,0007 % in objective value, so none is superior in solution quality. The meaningful difference lies in search behaviour: PSO is the most consistent (standard deviation 0,272), ACO-R converges fastest (iteration 11,6) but is the least consistent (3,948), and GWO is the slowest (20,9) with intermediate consistency. Adopting optimization-based tuning matters far more than choosing among these algorithms. Keywords — battery thermal management; grey wolf optimizer; particle swarm optimization; PID tuning; thermoelectric Peltier cooler
SF54 Rancang Bangun Sistem Penghisap Asap Solder Otomatis Dengan Sensor Kualitas Udara Berbasis ESP32-S3 Aditya Bayu Wicaksono Abay
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asap yang dihasilkan selama proses penyolderan mengandung partikel dan gas hasil pembakaran yang dapat menurunkan kualitas udara di area kerja. Pengoperasian alat penghisap asap secara manual dinilai kurang efektif karena bergantung pada pengguna untuk mengaktifkan maupun menonaktifkan alat selama proses penyolderan berlangsung. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem penghisap asap solder otomatis berbasis ESP32-S3 yang memanfaatkan sensor kualitas udara sebagai dasar pengendalian kipas penghisap. Metode penelitian meliputi studi lapangan, studi literatur, perancangan perangkat keras dan perangkat lunak, perakitan sistem, pengujian, serta evaluasi kinerja alat. Sistem menggunakan sensor GP2Y1014AU0F dan sensor MQ-7 untuk memperoleh nilai pembacaan sensor dalam bentuk ADC (raw value), yang selanjutnya diproses oleh mikrokontroler ESP32-S3 sebagai dasar pengaktifan relay dan kipas penghisap secara otomatis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor GP2Y1014AU0F mengalami peningkatan nilai pembacaan dari 0 ADC pada kondisi tanpa asap menjadi 17–45 ADC saat proses penyolderan, sedangkan sensor MQ-7 menunjukkan perubahan nilai pembacaan sesuai kondisi paparan asap solder. Perubahan nilai pembacaan tersebut digunakan sebagai dasar pengaktifan kipas secara otomatis ketika nilai sensor telah melewati ambang batas yang ditetapkan pada sistem. Selain itu, hasil pembacaan sensor dan status kerja alat berhasil ditampilkan pada layar OLED secara real-time. Berdasarkan hasil penelitian, sistem yang dikembangkan mampu mendeteksi perubahan kualitas udara berdasarkan nilai pembacaan sensor dan mengaktifkan proses penghisapan asap secara otomatis sehingga dapat membantu mengurangi paparan asap solder di area kerja.
Isi kolom-kolom pada formulir submit jurnal (OJS) tersebut sesuai data artikel ilmiah Anda: Prefix: (Kosongkan saja) Title * Diagnosa Pengaruh Thermal Stress di Permanent Magnet Synchronous Generator Pada Sistem Turbin Angin Melalui Polarization Index Muhammad choirul Umam
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permanent Magnet Synchronous Generators (PMSG) are widely used in wind turbine systems because they have high efficiency and good reliability. However, in long-term use, PMSG’s are prone to a decline in the quality of the stator winding insulation due to thermal stress, which is can reduce performance and trigger generator malfunctions. If this happens continuously, it can accelerate the degradation of the insulation, so a method is needed that can detect insulation deterioration early. This research focuses on evaluating the impact of accelerated aging on the insulation quality of PMSG’s stator windings. The research uses Insulation Resistance (IR) and Polarization Index (PI) testing methods with a measuring device that called a Megger Test. The approach was applied on a small scale, with accelerated thermal stress treatment at a constant temperature of 160°C for 6 hours in accordance with the IEC 60085 standard for insulation class of F. In each heating a cycle, IR and PI tests were conducted referring to IEEE Std 43 to evaluate changes in insulation characteristics. The test results showed that the IR values for all phases were in the Over Limit condition (>4000 MΩ) from the baseline up to the 3rd hour of aging, then decreased to 2000–2180 MΩ (PI 1.03–1.08) at the 4th hour, and 1164–1273 MΩ (PI 1.09–1.20) at the 5th hour, finally reaching 0 MΩ at the 6th hour, indicating total insulation failure. This decrease in IR and PI shows insulation material degradation due to repeated heating, one sign being the reduced dielectric polarization capability. Consequently, IR and PI tests using the Megger Test have proven effective as a method to detect early PMSG insulation degradation caused by thermal stress.
SF42 Implementasi Sistem Akusisi Sinyal Jantung Berbasis Phonocardiography dengan Sensor Suara Galang Dewa Sukmana
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan peluang dalam pengembangan sistem akuisisi suara jantung. Phonocardiogram (PCG) merupakan metode non-invasif untuk merekam suara jantung yang dihasilkan oleh aktivitas mekanis jantung. Dalam proses akuisisinya, sinyal PCG dapat mengalami gangguan noise lingkungan, interferensi frekuensi rendah, dan ketidakstabilan sinyal yang dapat memengaruhi kualitas hasil perekaman. Oleh karena itu, diperlukan sistem akuisisi yang mampu menghasilkan sinyal PCG dengan kualitas yang baik. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem akuisisi sinyal PCG menggunakan mikrofon dan modul MAX9814 sebagai penguat sinyal berlevel rendah (low-level signal amplifier) serta mikrokontroler ESP32 sebagai perangkat akuisisi data. Data hasil akuisisi dikirimkan ke komputer melalui komunikasi serial dengan sampling rate sebesar 400 Hz dan diproses menggunakan Python. Tahapan preprocessing meliputi Low Pass Filter (LPF), band-pass filtering, smoothing, dan normalisasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa LPF memiliki frekuensi kerja hingga 150 Hz, sedangkan band-pass filter pada rentang 30–80 Hz menghasilkan frekuensi dominan sebesar 39,70 Hz. Tahap smoothing mampu mengurangi fluktuasi amplitudo sehingga sinyal menjadi lebih stabil, sedangkan normalisasi berhasil menyeragamkan amplitudo pada rentang -0,5 hingga 0,5. Hasil visualisasi menggunakan Matplotlib menunjukkan bahwa karakteristik bunyi jantung S1 dan S2 dapat diamati setelah proses preprocessing.
SF48 AKUISISI DAN PEMROSESAN SINYAL ELEKTROMIOGRAFI UNTUK DETEKSI KELELAHAN OTOT BISEP Sulung Alivian Syah sulung
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan otot rangka, khususnya pada otot bisep, dapat memicu gangguan muskuloskeletal kronis jika tidak terdeteksi sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem akuisisi dan pemrosesan sinyal Surface Electromyography (sEMG) menggunakan mikrokontroler ESP32 dan penguat instrumentasi IC AD8221 guna memantau kondisi otot secara presisi dan portabel. Metode yang diusulkan mencakup perancangan perangkat keras untuk membaca sinyal kelistrikan otot, serta integrasi perangkat lunak berbasis Python untuk memproses data melalui tahapan segmentasi, preprocessing, normalisasi, dan ekstraksi fitur domain waktu secara real-time. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mengakuisisi sinyal dengan responsivitas tinggi dan mempertahankan tegangan baseline yang stabil di titik 0 Volt selama fase relaksasi. Mikrokontroler ESP32 berhasil mencatat rata-rata sampling rate sebesar 993,4 Hz, yang telah memenuhi Teorema Nyquist sehingga sinyal terhindar dari aliasing. Selain itu, hasil ekstraksi fitur terbukti mampu mengidentifikasi transisi dari fase relaksasi menuju inisiasi kontraksi otot dengan sangat jelas, menjadikan sistem ini layak sebagai landasan sistem pendeteksi kelelahan otot.
SF02 Analisa Penggunaan PSS Dan Eksitasi IEEE Tipe-1 Untuk Optimasi Stabilitas Sistem 500kV Mochammad Bintang Dzakwansyah
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kestabilan merupakan aspek penting dalam operasi sistem tenaga listrik karena gangguan hubung singkat dapat memicu osilasi sudut rotor dan mengganggu sinkronisasi sistem. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Power System Stabilizer (PSS) dengan sistem eksitasi terhadap peningkatan kestabilan sistem. Pengujian dilakukan melalui simulasi pada sistem interkoneksi 500 kV Area IV dengan skenario gangguan hubung singkat tiga fasa, menggunakan kondisi Base Case dan IEEE Tipe-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSS dengan parameter Design mampu meningkatkan redaman osilasi sudut rotor dibandingkan Base Case. Selain itu, daya maksimum Pmax meningkat dari 7,50 pu menjadi 8,35 pu, sedangkan nilai CCT meningkat dari 0,5174 s menjadi 0,5282 s, atau naik sebesar 2,09%, sehingga kestabilan transien sistem tetap terjaga. Secara keseluruhan, sistem eksitasi AC1A dengan parameter Design memberikan performa redaman osilasi yang lebih baik dan lebih konsisten dibandingkan IEEE Tipe-1 pada kondisi gangguan hubung singkat tiga fasa.
SF51 Footstep-Based Piezoelectric Power Generation System with Power Monitoring Through IoT: Sistem Pembangkit Listrik dari Langkah Kaki Berbasis Piezoelektrik dengan Monitoring Daya Melalui IoT Silvya Berlian
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing demand for electrical energy has encouraged the development of environmentally friendly alternative energy generation technologies, including the utilization of piezoelectric materials capable of converting mechanical energy generated by footstep pressure into electrical energy. This study aims to design and develop a piezoelectric-based electrical energy generation system with power monitoring through the Internet of Things (IoT). The designed system consists of several main components, including a series-parallel piezoelectric array, bridge rectifier, capacitor, TP4056 module, 18650 lithium-ion battery, INA219 sensor, ESP32 microcontroller, and Blynk application for real-time monitoring of voltage, current, and power. The experiments were conducted by varying the applied load and the number of footsteps to investigate the effect of mechanical pressure on the electrical output of the system. The results show that variations in load and the number of footsteps affect the electrical output, with greater load and more frequent footstep pressure tending to increase the amount of electrical energy that can be harvested. In the load variation test, the highest average output was obtained at a load of 80 kg, with a voltage of 3.266 V, current of 0.52 mA, and power of 1.698 mW. The IoT-based monitoring system was able to display voltage, current, and power parameters in real time. Therefore, the developed piezoelectric-based electrical energy generation system can utilize pressure generated by walking activities to produce electrical energy while monitoring electrical parameters through IoT, providing an alternative small-scale electrical energy source.
SF03 Analisa Pengaruh Parameter KA dan TA Sistem Eksitasi Terhadap Stabilitas Transien Generator 7 MW Mochamad
SinarFe7 Vol. 8 No. 1 (2026): Sinarfe7-8 2026
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stabilitas transien merupakan kemampuan sistem tenaga listrik dalam mempertahankan sinkronisme generator setelah terjadi gangguan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perubahan parameter Ka dan Ta sistem eksitasi ST2A terhadap stabilitas transien generator 7 MW PLTU Ropa saat terjadi gangguan hubung singkat tiga fasa. Sistem kelistrikan Kabupaten Ende dimodelkan menggunakan Electrical Transient Analyzer Program (ETAP) dengan variasi clearing time 0,10; 0,30; 0,50; 0,55; 0,60; dan 0,70 s. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi parameter eksitasi awal dengan kondisi Ka dan Ta yang dinaikkan sebesar 50%. Hasil simulasi menunjukkan sistem masih stabil hingga clearing time 0,55 s, sedangkan pada 0,60 s sistem mengalami ketidakstabilan yang ditunjukkan oleh angle wrapping dan pole slipping. Dengan demikian, CCT berada pada interval 0,55 < CCT < 0,60 s. Peningkatan Ka dan Ta sebesar 50% tidak mengubah batas CCT, tetapi memengaruhi respons dan amplitudo osilasi sudut rotor. Hasil ini menunjukkan bahwa waktu pemutusan gangguan memiliki pengaruh dominan terhadap batas stabilitas transien generator.