cover
Contact Name
Robby Irsan
Contact Email
robbyirsan@teknik.untan.ac.id
Phone
+6282149492595
Journal Mail Official
robbyirsan@teknik.untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H Jl. Profesor Dokter H. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
ISSN : -     EISSN : 26222884     DOI : https://doi.org/10.26418/jtllb
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah (ISSN: 2622-2884) is a scientific journal published by Environmental Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia. The journal was purposed as a medium for disseminating research results in the form of full research article, short communication, and review article on aspects of environmental sciences. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah is registered on the ISSN starting from Vol. 6, No. 2, July 2018. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah accepts articles in Bahasa Indonesia or English by covering several topics of environmental studies including clean water supply, wastewater distribution, and treatment, drainage and treatment of liquid waste, solid waste treatment (solid waste), air pollution control, management of industrial and B3 discharges, environmental management (impact analysis), environmental conservation, water and soil pollution control, environmental health and sanitation, occupational safety and health, pollution control in wetlands. Since 2023, The journal periodically publishes four issues in a year in January, April, July, and October.
Articles 486 Documents
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KECAMATAN BELITANG KABUPATEN SEKADAU PROVINSI KALIMANTAN BARAT Pandi M Pugel; Kartini Idris; Laili Fitria
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 3, No 1 (2015): JURNAL 2015
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v3i1.12618

Abstract

ABSTRAK  Kecamatan Belitang memiliki sumber air baku yang melimpah, namunsampai saat ini belum tersedia fasilitas sarana sistem penyediaan air bersih.Oleh karena itu, perlu dilakukan perencanaan sistem penyediaan air bersih. Tujuan dari perencanaan ini untuk mengetahui aspek kualitas, kuantitas, kontinuitas air baku dan merencanakan sistem penyediaan air bersih di Kecamatan Belitang seperti merencanakan intake, pipa transmisi dan bangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA). Metode yang digunakan yaitu dengan penyebaran kuesioner untuk mengetahui kondisi masyarakat, pengambilan sampel air, survei topografi menggunakan GPS. Hasil analisis yang didapatkan yaitu analisis ketersediaan air baku dengan metode Mock dimana sebelumnya didapatkan hasil evapotranspirasi kemudian cari debit untuk selanjutnya dilakukan perhitungan debit andalan 99% dengan cara Weibull, analisis kebutuhan air bersih domestik dan non domestik penduduk Kecamatan Belitang selama 20 tahun, analisis kualitas air baku dengan cara pengujian sampel air secara in-situ dan ex-situ. Hasil uji kualitas, direncanakan sistem penyediaan air bersih untuk Kecamatan Belitang meliputi perencanaan intake, pipa transmisi dan bangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA). Berdasarkan hasil uji kualitas air baku ada beberapa parameter yang tidak sesuai dengan baku mutu.Perlu dilakukan pengolahan untuk menyesuaikan dengan baku mutu air bersih yaitu parameter TSS, pH, Nitrat sebagai N, dan Besi. Hasil uji tersebut sistem pengolahan yang digunakan yaitu koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi dan desinfeksi.Total kebutuhan air bersih pada jam puncak penduduk Kecamatan Belitang Tahun 2034 sebesar 0,03 m3/detik atau 30 liter/detik.Debit yang didapatkan dari perhitungan debit andalan probabilitas 99% sebesar 6,076 m3/detik dan hasil debit terukur dilapangan sebesar 17,07 m3/detik. Jenis intake yang digunakan yaitu Floating Intake. Rencana pipa transmisi dari intake ke bangunan IPA menggunakan satu jalur pengaliran dengan panjang pipa yang direncanakan 150 meter dan berdiameter 200 mm dengan pipa yang digunakan yaitu pipa HDPE.Jenis bak koagulasi yang digunakan yaitu tipe hidrolis dengan terjunan dan dimensi bak 1,2 x 1,2 x 1,2 m.Bak flokulasi didesain menggunakan sumber energi gravitasi berupa saluran berbelok-belokyang berbentuk vertikal dan demensi bak 6 x 2 x 3 m. Bak sedimentasi berjumlah 1 buah dengan dimensi bak 12,7 x 4,2 x 3 m.Filter yang digunakan saringan pasir cepat dengan dimensi bak 3,4 x 1,7 x 2 m.Desinfektan yang digunakan adalah kaporit untuk dimensi bak desinfeksi 1,7 x 1,6 x 1,6m.Kapasitas reservoir air bersih yaitu 518,4 m3 dengan dimensi 13,2 x 13 x 3 m. Kata Kunci: Air Bersih, Kecamatan Belitang, Ketersediaan Air, Kualitas Air. 
WATER QUALITY ANALYSIS AND POLLUTION LOAD CAPACITY OF RIVER KAPUAS IN MUKOK DISTRICT, SANGGAU REGENCY Katarina Dwi Yanti
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 10, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v10i1.48610

Abstract

The Kapuas River in Mukok District is a 22-kilometer-long branch of the Kapuas River in West Kalimantan Province. Various activities in Mukok District, Sanggau Regency, contribute to a decrease in the water quality of the Kapuas River. The purpose of this study is to inventory and identify pollution sources, calculate the Pollution Index, determine the potential pollutant load, and calculate the pollutant load capacity. The water quality standard used is class II, as defined by Government Regulation (PP) No. 28 of 2001. According to the findings of the identification and inventory, the sources of pollution on the banks of the Kapuas River in Mukok District, Sanggau Regency, are settlements, livestock, industry, rice fields, and oil palm plantations. The water quality standard of the Kapuas river in Mukok District, Sanggau Regency, based on the class II water quality standard, has exceeded the class II quality standard limit for parameters BOD, COD, DO, and Nitrate. The pollutant originating from oil palm plantations is the source of the potential pollutant load that enters the Kapuas river, Mukok District, Sanggau Regency. Overall, the Kapuas River in Mukok District, District is classified as lightly polluted, with pollution index values ranging from 2,082 to 3,231. The capacity of the pollutant load of the BOD and COD parameters exceeds the capacity, so it can no longer accommodate the load polluter. Meanwhile, the Kapuas River TSS parameter in Mukok District, Sanggau Regency can still handle a pollution load of 6.733.352,358 kg/day.
AKUMULASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA TANAMAN KANGKUNG AIR (Ipomea aquatica) YANG TUMBUH DI TPA SAMPAH BATU LAYANG PONTIANAK Putri Citra Pertiwi
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 4, No 1 (2016): Jurnal 2016
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v4i1.13921

Abstract

ABSTRAK Kangkung air (Ipomea aquatica) merupakan tanaman sayur yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Pontianak. Tanaman ini banyak tumbuh di daerah TPA Sampah Batu Layang Pontianak, terutama pada aliran air lindi. Air lindi mengandung berbagai macam logam termasuk Timbal (Pb). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi Timbal (Pb) pada air berdasarkan jarak, mengetahui konsentrasi Pb pada kangkung air yang tumbuh pada aliran air lindi serta  mengetahui nilai bioconcentration factor (BCF). Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel air lindi dengan jarak 50 dan 100 meter dari sel, tanaman kangkung air yang tumbuh di atasnya serta tanaman kangkung air yang tumbuh di luar air lindi sebagai kontrol. Selanjutnya diukur nilai Pb pada air lindi dan tanaman menggunakan AAS. Pada tanaman, diukur nilai Pb yang terdapat pada batang, daun serta gabungan batang dan daun apakah masih dibawah batas yang diizinkan SNI 738 : 2009 (0,5 mg/l). Berdasarkan hasil penelitian, nilai Pb pada air lindi dengan jarak 50 meter lebih besar dibandingkan nilai Pb pada air lindi dengan jarak 100 meter,  masing-masing sebesar  0,182 mg/l dan 0,125 mg/l.  Nilai Pb tertinggi pada kangkung air dengan jarak 50 meter dari sel, konsentrasi Pb pada batang 6,26 mg/kg,  pada daun 5,87 mg/kg serta gabungan setengah berat  batang dan daun sebesar 5,08 mg/kg. Pada titik kontrol, nilainya pada batang 3,89 mg/kg, pada daun 3,35 mg/kg serta gabungan setengah berat batang dan daun sebesar 2,12 mg/kg.  Nilai BCF yang diperoleh pada jarak 50 meter dan 100 meter masing-masing sebesar 1,39 dan 1. Nilai ini berada pada rentang 1-10 yaitu termasuk hiperakumulator, yaitu dapat menyerap Pb dalam jumlah besar.  Jika dikonsumsi, tanaman kangkung yang mengandung Pb melebihi batas yang diizinkan SNI 738 : 2009, akan berdampak buruk bagi kesehatan. Kata Kunci : kangkung air (Ipomea aquatica), air lindi, timbal (Pb), bioconcentration factor (BCF).
Analisis Ketersediaan Air Daerah Tangkapan Air Dait Sebagai Sumber Energi Terbarukan Lambok M Sitinjak; Hardiansyah Hardiansyah; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 10, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v10i1.52314

Abstract

Limited coverage of the PLN electricity network to villages from urban and isolated, resulting in people not being able to enjoy electric energy and those who are economically able to use electric diesel engines as an energy source. Some people who are economically able to use electric diesel engines as a source of energy, but because fuel oil has become increasingly expensive and scarce these days, the operating costs of diesel engines are high, so the diesel engine is no longer operated. Utilizing the potential of renewable energy in the form of local water resources as a source of electrical energy is an alternative solution to solve energy problems. This concept is based on microhydro power plant technology. Micro hydro is usually used for power plants with the greatest power with capacity of 100 kW. Sekendal Village, Air Besar District, Landak Regency, has the potential of a waterfall that has not been utilized. This study aims to analyze water availability of Dait watershed as renewable energy. The availability of water was analyzed using the Mock method and calibrated with the results of measurements in the field. The results showed reliable discharge value of 90% obtained the value of Q = 0.165 m3/s, the height of the water fall (Head) H = 30 m and the power that can be generated is 40.19 Kw. Keywords: discharge, dependable discharge, microhydro power plant, head, renewable energy Abstrak Keterbatasan jangkauan jaringan listrik PLN ke desa-desa yang jauh dari perkotaan dan terisolir, mengakibatkan masyarakat tidak bisa menikmati energi listrik. Sebagian masyarakat yang mampu secara ekonomi menggunakan  mesin diesel listrik sebagai sumber energi, namun karena bahan bakar minyak akhir-akhir ini semakin mahal dan langka mengakibatkan biaya operasional mesin diesel tinggi sehingga mesin diesel tersebut tidak dioperasikan lagi. Memanfaatkan potensi energi baru terbarukan berupa sumber daya air setempat sebagai sumber energi listrik merupakan alternatif solusi pemecahan masalah energi. Konsep ini berbasis pada teknologi pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Mikrohidro biasanya dipakai untuk pembangkit listrik dengan kapasitas daya paling besar 100 kW. Desa Sekendal Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak memiliki potensi air terjun yang belum dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan air di sub daerah aliran Sungai Dait sebagai sumber energi. Ketersediaan air dianalisis menggunakan metoda Mock dan dikalibrasi dengan hasil pengukuran debit air sungai. Hasil penelitian menunjukkan besarnya debit andalan 90% atau Q 90 adalah 0,165 m3/s, tinggi jatuh air H=30 m dan daya yang mampu dibangkitkan adalah sebesar 40,19 Kw.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR LABORATORIUM TEKNIK LINGKUNGAN DENGAN KOAGULASI DAN ADSORPSI UNTUK MENURUNKAN COD, Fe, DAN Pb Mia Audina
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 5, No 1 (2017): JURNAL 2017
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v5i1.18012

Abstract

ABSTRAK Limbah Laboratorium merupakan salah satu limbah yang banyak mengandung senyawa organik maupun anorganik. Laboratorium Teknik Lingkungan adalah Laboratorium yang belum mempunyai pengolahan limbah, sehingga limbah cair yang dihasilkan dari berbagai praktikum dikumpulkan di dalam suatu wadah. Hal ini mengakibatkan terjadinya penumpukkan limbah. Pada penelitian ini dilakukan pengolahan limbah cair Laboratorium Lingkungan dengan kombinasi proses koagulasi dan adsorpsi untuk menurunkan nilai COD, ion logam Fe2+, dan ion logam Pb2+ yang melebihi baku mutu menurut PERMEN LH No.5 Th 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar COD, ion logam Fe2+ dan ion logam Pb2+ pada limbah Laboratorium Lingkungan serta mengetahui efisiensi pengolahan limbah dengan menggunakan kombinasi proses koagulasi dan adsorpsi. Berdasarkan hasil uji pendahuluan,  COD, io logam Fe2+ dan ion logam Pb2+ yang terkandung di dalam limbah Laboratorium Lingkungan adalah 611,4 mg/l, 19,4 mg/l, dan 22,9 mg/l. Sedangkan Baku Mutu yang diperbolehkan berdasarkan PERMEN LH No.5 Th 2014 adalah COD 100 mg/l, ion logam Fe2+ 5 mg/l, dan ion logam Pb2+ 0,1 mg/l.  Pengolahan limbah cair Laboratorium dilakukan dengan kombinasi proses koagulasi menggunakan tawas dan adsorpsi menggunakan zeolit dan karbon aktif. Pengolahan ini dilakukan dengan sistem batch dan dalam skala laboratorium. Dosis tawas yang digunakan sebanyak 0,31 g sedangkan zeolit dan karbon aktif yang digunakan masing-masing 125 g. Pengujian dilakukan secara duplo untuk mendapatkan hasil yang akurat. Efisiensi dari pengolahan limbah cair Laboratorium Lingkungan dengan kombinasi proses koagulasi dan adsorpsi adalah COD sebesar 59,81% dari 611,4 mg/l menjadi 245,7 mg/l, ion logam Fe2+ sebesar 62,25% dari 19,4 mg/l menjadi 7,324 mg/l, serta ion logam Pb2+ sebesar 71,13% dari 22,9 mg/l menjadi 6,612 mg/l. Kata kunci: adsorpsi, koagulasi dan limbah cair laboratorium.
DAYA DUKUNG LINGKUNGAN KECAMATAN RASAU JAYA BERDASARKAN KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN LAHAN Diah Meliani .
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 1, No 1 (2013): Jurnal 2013
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v1i1.1806

Abstract

Kecamatan Rasau Jaya merupakan salah satu kecamatan yang termasuk dalam Kota Terpadu Mandiri (KTM)Rasau Jaya. Dengan menjadinya Kecamatan Rasau Jaya sebagai Kota Terpadu Mandiri (KTM) mengakibatkanbertambahnya jumlah penduduk dari transmigran yang datang ke Rasau Jaya. Hal ini mengakibatkanmeningkatnya aktifitas pembangunan di berbagai bidang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik berupapembangunan sarana permukiman, jaringan infrastruktur, fasilitas ekonomi ataupun fasilitas sosial.Peningkatan aktivitas pembangunan tersebut sudah tentu akan diikuti oleh bertambahnya kebutuhan lahanyang mewadahi aktifitas pembangunan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilaidaya dukung lahan di wilayah Kecamatan Rasau Jaya, dengan membandingkan ketersediaan dan kebutuhanlahan. Metodologi yang digunakan untuk menentukan daya dukung lahan mengacu pada Permen LH No. 17Tahun 2009. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini daya dukung lahan di Kecamatan Rasau Jaya adalah defisit,hal ini menunjukkan ketersediaan lahan yang ada tidak mampu mencukupi kebutuhan yang ada. Sehinggauntuk Kecamatan Rasau Jaya, peningkatan daya dukung lahan dapat dilakukan dengan menambah jeniskomoditas melalui diversifikasi vertikal, rotasi, tumpangsari, dan penggunaan tanaman sela untukmeningkatkan keaneragaman tanaman serta meningkatkan produksi tanaman untuk meningkatkan dayadukung lahan. Kata kunci: daya dukung lingkungan, daya dukung lahan, Kecamatan Rasau Jaya
ANALISIS DAMPAK KEBISINGAN DARI AKTIVITAS PENERBANGAN BANDARA INTERNASIONAL SUPADIO PONTIANAK TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR SISWA SEKOLAH Eka Pratama Kurniawan; Dian Rahayu Jati; Laili Fitria
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 5, No 1 (2017): JURNAL 2017
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v5i1.18544

Abstract

ABSTRAKSD Negeri 39 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya merupakan satu diantara fasilitas pendidikan yang berada di sekitar area Bandara Internasional Supadio Pontianak. Jarak bangunan sekolah dengan bandara yang hanya berkisar 450 m, menjadikan kawasan tersebut termasuk kedalam kawasan kebisingan tingkat 3 yang artinya mempunyai gangguan terbesar akibat operasi pesawat udara pada siang dan malam hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebisingan di SDN 39 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, mengetahui pengaruh kebisingan terhadap konsentrasi belajar siswa yang diuji dengan menyusun puzzle, dan mengetahui upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak kebisingan bagi para siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  metode penelitian eksperimen. Penelitian dilakukan dengan tiga tahap, tahap pertama yaitu pengukuran intensitas kebisingan di lokasi penelitian. Tahap kedua, yaitu uji pendahuluan dan tahap ketiga yaitu uji akhir dengan menguji konsentrasi siswa dalam menyelesaikan susunan puzzle dalam waktu 10 menit dengan diberikan paparan kebisingan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat kebisingan di SDN 39 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya telah melebihi baku mutu ambang batas kebisingan untuk kawasan pendidikan dalam hal ini sekolah yang tertuang dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP.48/MENLH/11/1996 yaitu sebesar 55 dB. Tingkat kebisingan di SDN 39 Sungai Raya yaitu dengan rentang sebesar 63,8 – 75,5 dBA.Berdasarkan uji regresi menggunakan aplikasi SPSS didapatkan bahwa nilai pengaruh kebisingan terhadap waktu penyelesaian puzzle adalah sebesar 82,5%. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kebisingan dari aktivitas penerbangan Bandara Internasional Supadio Pontianak mempengaruhi konsentrasi siswa yang diuji menggunakan penyusunan puzzle.Kata Kunci : kebisingan, konsentrasi siswa, puzzle, waktu penyelesaian
PERANCANGAN DAN ANALISIS KEANDALAN SISTEM PEMANENAN AIR HUJAN PADA BANGUNAN DENGAN ATAP HIJAU (GREEN ROOF) DI KOTA PONTIANAK IVAN ANDRI GUNAWAN
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 1, No 1 (2013): Jurnal 2013
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v1i1.3629

Abstract

Pada penelitian ini telah dianalisis uji keandalan sistem pemanfaatan air hujan dan dirancang sistem pemanenan air hujan pada model green roof yang diterapkan untuk rumah tipe 45 dan 54 di Kota Pontianak agar lebih efektif dan efisien. Berdasarkan hasil analisis sistem pemanfaatan air hujan dengan menggunakan green roof dapat dikatakan handal karena memenuhi kebutuhan primer pada kedua tipe rumah. Sistem pemanfaatan air hujan yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan penghuni rumah tipe 45 adalah 46,5 Liter/Orang/Hari, angka kebutuhan ini dapat digunakan untuk minum, memasak, mandi dan kakus, serta mencuci pakaian. Sistem pemanfaatan air hujan pada rumah tipe 54 dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan air sebesar 51,5 Liter/Orang/Hari yang meliputi penggunaan air untuk keperluan minum, memasak, mandi, kakus, cuci pakaian, hingga mencuci alat dapur. Hasil perancangan sistem pemanfaatan air hujan adalah sebagai berikut: (1) Dimensi talang air hujan berdiameter 6 inchi yang dipasang di sepanjang kaki atap pada sisi depan dan belakang, kemudian dihubungkan ke tempat penampungan menggunakan pipa vertikal berdiameter 3 inchi. Sistem ini dilengkapi pemisah aliran yang dihubungkan dengan talang vertikal tersebut, sehingga air yang mengandung partikel pencemar dapat dibuang terlebih dahulu sebelum mengisi tangki; (2) Tempat penampungan dapat menampung air 8,2 m3 yang berupa dua buah tangki air polyethylene 4,1 m3; dan (3) Penyangga tempat penampungan terbuat dari kayu berdimensi 4 m x 2 m x 0,95 m. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi solusi komprehensif konsep pembangunan yang ramah lingkungan, relatif murah dan mudah untuk diterapkan serta mampu mengurangi air limpasan (run-off) dengan memperluas area tangkapan air yang menjadi salah satu penyebab permasalahan banjir dan ketersediaan air bersih di Kota Pontianak.
ANALISIS KUALITAS AIR DANAU KANDUNG SULI KECAMATAN JONGKONG KABUPATEN KAPUAS HULU Lailial Nurhayati Kiki Priyo Utomo
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 6, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v6i1.25315

Abstract

ABSTRAKDanau Kandung Suli merupakan sumber air utama bagi penduduk yang dimanfaatkan langsung untuk keperluan domestik seperti mandi dan mencuci, juga untuk budidaya ikan menggunakan keramba. Kegiatan domestik dan budidaya ikan di perairan Danau Kandung Suli akan mengakibatkan penurunan kualitas air. Kualitas air Danau Kandung Suli dalam penelitian ini diuji dengan metode Indeks Pencemaran (IP) dan disesuaikan dengan baku mutu PP No. 82/2001. Tahapan penelitian meliputi pengukuran kedalaman air, pengambilan sampel air, uji kualitas air dan analisis indeks pencemaran air. Sampel air yang dianalisis adalah sampel komposit yang diambil dari bagian dasar perairan dan permukaan perairan. Pengambilan sampel air dilakukan pada inlet sungai, lokasi pemukiman, sekitar keramba, serta kondisi alami air danau. Analisis kualitas air dilakukan secara in situ untuk parameter pH, suhu, kecerahan, TDS, DO, sedangkan analisis laboratorium dilakukan untuk parameter BOD, COD, TSS, fosfat, dan nitrat.  Hasil penelitian menunjukkan parameter suhu pada ke 5 titik pengamatan berkisar antara 28°C-31°C, kecerahan 0,66 m-0,86 m, pH 5,9-6,9, DO 2,92 mg/L-5,42mg/L, BOD 2,28 mg/L-3,9 mg/L, COD 24,26 mg/L-25,20 mg/L, TSS 30,18 mg/L- 50,10 mg/L, TDS 594,8 mg/L-950 mg/L, Fosfat 0,1 mg/L- 0,28 mg/L, dan Nitrat 5,97 mg/L-9,8 mg/L. Kata Kunci: Danau Kandung Suli, Kualitas Air.
ANALISIS DISPERSI GAS KARBON MONOKSIDA (CO) DARI SUMBER TRANSPORTASI MENGGUNAKAN MODEL METI-LIS Boy Rangga
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.6748

Abstract

ABSTRAK Kualitas udara ambien berdasarkan hasil dari road side yang telah dilakukan di 3 lokasi penelitian diperleh konsentrasi di Jalan Sutan Syahrir adalah sebesar 4.146 , di Jalan Kom Yos Soedarso sebesar 4.088,34  sedangkan Jalan Ahmad Yani adalah sebesar 3.916,56 .Jika dibandingkan dengan baku mutu udara PP RI No 41 Tahun 1991 maka tingkat pencemaran yang berada di 3 lokasi penelitian ini masih dibawah ambang baku mutu dan tergolong aman dimana batas dari ambang baku mutu untuk gas karbon monoksida (CO) yaitu 10.000 . Untuk mengetahui pola penyebaran polutan gas CO dan kondisi kualitas udara ambien di Kota Pontianak digunakan pemodelan dispersi yakni model METI-LIS ver 2.03. Konsentrasi berdasarkan hasil pemodelan menunjukan semakin kearah selatan konsentrasi pencemar semakin tinggi yang disebabkan karena kecepatan angin dengan kecepatan 3,6-5,7 m/s berhembus dari arah utara menuju keselatan. Tingkat konsentrasi tertinggi berdasarkan hasil pemodelan dengan Meti-lis di lokasi penelitian Jalan Ahmad Yani sebesar 9.395,24 , pada lokasi Jalan Sutan Syahrir sebesar 3.639,45  sedangkan di Jalan Kom Yos Soedarso sebesar 2.849,61 . Jika dibandingkan dengan baku mutu udara maka tingkat pencemaran masih dibawah ambang baku mutu udara khususnya gas pencemar karbon monoksida (CO). Tingkat akurasi dan validitas hasil perhitungan model dengan pengukuran di lapangan masih rendah dan tidak dapat terpenuhi karena nilai RMSPE >10%. Hal ini disebabkan karena tidak diperhitungkannya konsentrasi sumber-sumber pencemar lain pada wilayah penelitian serta dalam pemodelan tidak terdapat  informasi seperti terdapat tanaman ataupun hutan kota yang dapat mereduksi polutan CO yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Kata Kunci: line source, pemodelan dispersi, METI-LIS ver 2.0, isopleths, validasi