cover
Contact Name
Robby Irsan
Contact Email
robbyirsan@teknik.untan.ac.id
Phone
+6282149492595
Journal Mail Official
robbyirsan@teknik.untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H Jl. Profesor Dokter H. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
ISSN : -     EISSN : 26222884     DOI : https://doi.org/10.26418/jtllb
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah (ISSN: 2622-2884) is a scientific journal published by Environmental Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia. The journal was purposed as a medium for disseminating research results in the form of full research article, short communication, and review article on aspects of environmental sciences. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah is registered on the ISSN starting from Vol. 6, No. 2, July 2018. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah accepts articles in Bahasa Indonesia or English by covering several topics of environmental studies including clean water supply, wastewater distribution, and treatment, drainage and treatment of liquid waste, solid waste treatment (solid waste), air pollution control, management of industrial and B3 discharges, environmental management (impact analysis), environmental conservation, water and soil pollution control, environmental health and sanitation, occupational safety and health, pollution control in wetlands. Since 2023, The journal periodically publishes four issues in a year in January, April, July, and October.
Articles 486 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK TERHADAP KUALITAS AIR BUANGAN BUDIDAYA UDANG MILIK PT. PULAU MAS KHATULISTIWA (STUDI KASUS: SUNGAI PINYUH, KABUPATEN MEMPAWAH) Ria Risti Aatanti
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.7238

Abstract

ABSTRAK Budidaya udang tambak merupakan komoditas yang sangat menjanjikan keuntungan, salah satu perusahaan tambak udang yang ada di Kalimantan Barat adalah tambak udang PT. Pulau Mas Khatulistiwa yang berada di Sungai Pinyuh. Pada proses budidaya udang tambak banyak menghasilkan bahan organik, tingginya bahan organik ini berasal dari sisa pakan (pellet) yang tidak habis, selain itu sisa metabolisme udang juga menghasilkan bahan organik. Oleh sebab itu untuk mengurangi bahan organik yang dihasilkan, PT Pulau Mas menambahkan probiotik (Bacillus sp.) ke dalam pakan udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik terhadap kualitas air buangan budidaya udang tambak dan juga pertumbuhan udang secara fisik. Tahapan penelitian ini yaitu pengumpulan data primer berupa pengambilan sampel air dan pengukuran berat udang. Pengambilan sampel kualitas air  menggunakan  metode  grab sample pada dua kolam berbeda, yaitu kolam dengan penambahan probiotik dan kolam tanpa probiotik. Pengambilan sampel dilakukan dua kali yaitu pada saat udang berumur 2 bulan dan 3 bulan (panen). Adapun parameter yang diujikan yaitu BOD, COD, Amoniak, Nitrit dan pH. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa penambahan probiotik pada pakan udang dapat mempenagruhi kualitas air buangan tambak udang, terlihat dari adanya penurunan konsentrasi yang lebih besar pada kolam dengan penambahan probiotik dibandingkan kolam tanpa probiotik. Kolam dengan probiotik dapat menurunkan BOD sebesar 92%, COD 92% dan Nitrit 75%, sedangkan penurunan yang terjadi pada kolam tanpa probiotik untuk parameter BOD hanya sebesar 74%, COD 69% dan Nitrit 88%. Penambahan probiotik pada pakan udang dapat mempengaruhi pertumbuhan udang. Udang dengan penambahan probiotik memiliki pertumbuhan rata - rata sebesar 0,624 gram/hari, sedangkan udang tanpa penambahan probiotik pertumbuhan rata - ratanya hanya sebesar 0,41 gram/hari. Kata – kata Kunci: Udang, Probiotik, Kualitas air
KAJIAN DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN SUNGAI CIBEUREUM DAS CITARUM DI SEKTOR PERTANIAN Ajeng Alya Hidrijanti; Iwan Juwana; Yenita Sandra Sari
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 7, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v7i2.35585

Abstract

Abstract Cibeureum watershed is a river located on the border of Cimahi City and Bandung City and empties into the Citarum River. One of the Cibeureum watersheds is from the agriculture sector. Rice fields and gardens in South Cimahi are contributors to pollution in the Cibeureum Sub-watershed. Research on the assessment of pollution load capacity in the Cibeureum Sub-watershed to learn to understand and analyze the burden of the agricultural sector. In addition, the study of the capacity of pollution load in the Cibeureum River has never been carried out, so it is necessary to conduct a study of capacity. Calculation of pollutant load requires data on the area of paddy fields and gardens, emission factors and the number of planting days. Cibeureum watershed is a heavily polluted river after being calculated using pollutant methods with 11.09 results. Pollutant load of Cibeureum Sub-watershed agriculture sector in 2018 is 0.01689 kg/day BOD, 0.001501 kg/day Total-N, 0.0008 kg /day Total-P, and 0.000003 kg /day TSS. Pollutant load for Cibeureum Sub-watershed agriculture sector in 2018 is 0.103377 kg/day BOD, 0.009542 kg/day Total-N, 0.0048 kg/day Total-P, and 0.00508kg/day TSS. Pollutant load generated from the agricultural sector in the year of allocation will not be excluded from the budget for the development of Cimahi City Regulation Number 4 of 2013 concerning Spatial Planning and Cimahi City Areas for 2012-2032. Keywords: Pollutant Load, Agriculture Sector, Cibeureum Sub-watershed, Indonesia  AbstrakSub DAS Cibeureum merupakan sungai yang berada di perbatasan Kota Cimahi dan Kota Bandung dan bermuara ke Sungai Citarum. Pencemar yang masuk ke Sub DAS Cibeureum salah satunya berasal dari sektor pertanian. Sawah dan kebun yang berada di Cimahi Selatan merupakan kontributor terhadap pencemaran di Sub DAS Cibeureum. Penelitian kajian daya tampung beban pencemaran di Sub DAS Cibeureum bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis beban pencemar dari sektor pertanian. Selain itu, kajian daya tampung beban pencemaran di Sungai Cibeureum belum pernah dilakukan sehingga perlu dilakukan kajian daya tampung. Perhitungan beban pencemar membutuhkan data luas lahan sawah dan kebun, faktor emisi dan jumlah hari tanam. Status mutu Sungai Cibeureum adalah sungai yang tercemar berat setelah dilakukan perhitungan menggunakan metode indeks pencemar dengan hasil 11,09. Beban pencemar sektor pertanian sawah  Sub DAS Cibeureum pada tahun 2018 sebesar 0,01689 kg/hari BOD, 0,001501 kg/hari Total-N, 0,0008 kg/hari Total-P, dan 0,000003 kg/hari TSS. Beban pencemar sektor pertanian kebun Sub DAS Cibeureum pada tahun 2018 sebesar 0,103377 kg/hari BOD, 0,009542 kg/hari Total-N, 0,0048 kg/hari  Total-P, dan 0,00508 kg/hari TSS.  Beban pencemar yang dihasilkan dari sektor pertanian pada tahun proyeksi tidak dijelaskan akan direncanakan mengalami peningkatan luas lahan dalam Peraturan Daerah Kota Cimahi Nomor 4 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kota Cimahi Tahun 2012-2032 sehingga beban pencemar di tahun proyeksi tetap sama seperti tahun 2018. Kata Kunci: Beban Pencemar, Sektor Pertanian, Sub DAS Cibeureum, Indonesia
ANALISIS URBAN HEAT ISLAND DALAM KAITANNYA TERHADAP PERUBAHAN PENUTUPAN LAHAN DI KOTA PONTIANAK Indra Rukmana Ardi
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.7765

Abstract

ABSTRAK Salah satu penyebab perubahan penutupan lahan adalah semakin bertambahnya jumlah penduduk. Sementara luas Kota Pontianak tidak bertambah, perkembangan pusat perdagangan, industri, permukiman dan pertambahan jumlah kendaraan bermotor akan mengubah pola penutupan lahan dan berbagai sarana dan prasarana fisik sebagai penunjang aktivitas penduduk kota. Perubahan fisik yang dilakukan di sisi lain menimbulkan dampak negatif diantaranya adalah meningkatnya suhu permukaan. Deteksi perubahan penutupan lahan mencakup penggunaan citra penginderaan jauh di wilayah tertentu dan dari data tersebut perubahan penutupan lahan serta peningkatan suhu permukaan untuk setiap waktu dapat dipetakan dan dibandingkan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara perubahan penutupan lahan dengan perubahan sebaran suhu permukaan, dan menganalisis kaitannya dengan urban heat island. Penelitian ini menerapkan teknologi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis. Data yang tersedia dapat berupa piktoral maupun digital kemudian diolah untuk mendapatkan informasi yang diperlukan. Informasi yang diperoleh dapat digabungkan dengan data-data yang mendukung ke dalam satu Sistem Informasi Geografis. Berdasarkan hasil interpretasi dan analisis citra landsat 5 TM pada tahun 2000 dan citra landsat 7 ETM tahun 2010 didapatkan bahwa terjadi perubahan penutupan lahan dari lahan yang bervegetasi menjadi lahan yang tidak bervegetasi, Perubahan penutupan lahan tersebut berpengaruh terhadap peningkatan suhu permukaan dan penurunan kelembaban. Distribusi suhu permukaan di Kota Pontianak pada tahun 2000 berdasarkan estimasi    band 6 pada citra landsat 5 TM mempunyai nilai suhu antara   <20,00 0C – 31,99 0C. Nilai suhu dengan luasan distribusi terbesar adalah suhu dengan rentang 24,00 0C – 24,99 0C yang terdistribusi di seluruh wilayah Kota Pontianak. Sedangkan distribusi suhu permukaan di Kota Pontianak pada tahun 2010 berdasarkan band 6 pada citra landsat 7 ETM mempunyai nilai suhu antara 20,00 0C - ≥ 34,00 0C. Nilai suhu dengan luasan distribusi terbesar adalah suhu ≥34,00 0C yang terdistribusi di seluruh wilayah Kota Pontianak. Nilai suhu ini cukup tinggi sehingga memunculkan fenomena Urban Heat Island. Kata Kunci : penginderaan jauh, suhu permukaan, urban heat island.  
Karakteristik Pengunjung Ekowisata Pesisir Pantai Arung Buaya Desa Meliah Kecamatan Subi Kabupaten Natuna ERIANTO ERIANTO; SARMA SIAHAAN; BAS TIAN
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 9, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v9i1.44380

Abstract

AbstractThis study examines the characteristics of visitors on the coast of Arung Buaya, Meliah Village, Subi District, Natuna Regency, Riau Islands Province. This tourism object is quite promising but it is not well known and managed by the society well, even though it has the potential to be developed through ecotourism conservation and become a source of regional income. The purpose of this study was to determine the characteristics of coastal ecotourism visitors to the Arung Buaya coast. This type of research is a descriptive survey. The sampling technique used accidental sampling by directly interviewing visitors who were met when collecting data. At the time of the interview, a questionnaire was used as a guide for questions on collected variables including visitor characteristics based on gender, age, occupation and area of origin. The results of the study found that the most visitors were female, aged 17-25 years and were dominated by students. Based on the origin, most of the visitors come from Meliah Village, which is about 3.3 km away and takes about 15-20 minutes. The conclusion from this research is that the tourism object on the coast of Arung Beach, Meliah Village has the potential to be developed with a panorama that is owned so that it can be a source of community income. It is recommended that this tourist attraction be developed with a more professional management and complete arenas tourism  for all age groups, especially those aged 17-25 years.Keywords: Characteristics of visitors, Arung Buaya of Beach, subi Island. AbstrakPenelitian ini mengkaji tentang karakteristik pengunjung di pesisir pantai Arung Buaya Desa Meliah Kecamatan Subi, Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau. Objek wisata ini cukup menjanjikan namun belum dikenal dan dikelola masyarakat dengan baik, padahal memiliki potensi untuk dapat dikembangkan melalui konservasi ekowisata dan menjadi sumber pendapatan daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pengunjung ekowisata pesisir pantai Arung Buaya. Jenis penelitian adalah survey deskriptif. Teknik penentuan sampel menggunakan accidental sampling dengan mewawancarai langsung pengunjung yang ditemui saat pengambilan data. Wawancara dilakukan dengan menggunakan kuisioner sebagai panduan pertanyaan terhadap variabel yang dikumpulkan meliputi karakteristik pengunjung berdasarkan jenis kelamin, usia, pekerjaan dan daerah asal. Hasil penelitian menemukan bahwa pengunjung yang paling banyak berjenis kelamin perempuan dengan kisaran umur 17-25 tahun dan didominasi oleh pelajar atau mahasiswa. Berdasarkan asal pengunjung sebagian besar berasal dari Desa Meliah yang jaraknya kurang lebih 3,3 km dengan waktu tempuh lebih kurang 15-20 menit. Dari penelitian ini, diketahui bahwa objek wisata di Pesisir Pantai Arung Desa Meliah memiliki potensi untuk dikembangkan. Dengan panorama yang dimiliki, bisa menjadi sumber pendapatan masyarakat. Objek wisata ini perlu dikembangkan dengan mengacu karakteristik pengunjung ekowisata ini.Kata Kunci: Karakteristik pengunjung, Pantai Arung Buaya, Pulau Subi.
RANCANG BANGUN UNIT INSTALASI PENGOLAHAN AIR PERMUKAAN MENJADI AIR BERSIH SKALA RUMAH TANGGA Jamaludin Marsudi Kiki Prio Utomo
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 3, No 1 (2015): JURNAL 2015
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v3i1.11205

Abstract

ABSTRAK Pelayanan penyediaan air bersih di Kalimantan Barat khususnya di Kota Pontianak masih sangat terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan air tersebut, masyarakat menggunakan air permukaan secara langsung. Secara fisik sumber air permukaan di Kota Pontianak memiliki kadar warna dan kekeruhan yang tinggi. Sedangkan secara kimia kandungan besi dan mangan merupakan parameter yang selalu melebihi ambang batas. Untuk itu diperlukan pengolahan secara sederhana agar dapat digunakan masyarakat secara langung dengan mudah. Unit pengolahan yang dirancang dan dibangun mengunakan proses fisik-kimia. Proses yang digunakan meliputi aerasi, koagulasi-flokulasi, sedimentasi dan filtrasi. Sistem tersebut diinovasikan agar lebih sederhana. Proses aerasi dan koagulasi diinjeksikan secara langsung pada pompa. Pengadukan cepat dilakukan pada pipa yang disusun secara spiral. Proses flokulasi dan sedimentasi terjadi pada satu unit kompartemen dengan memanfaatkan turbulensi aliran. Filtrasi menggunakan material akuadine net filter, ijuk dan arang aktif yang disusun menggulung pada pipa.Rancangan dibuat untuk kebutuhan rumah tangga dengan kapasitas pengolahan 600 l/hari. Hasil pengukuran debit sumur permukaan sebesar 41,67 ml/detik. Penurunan parameter pencemar cukup signifikan yaitu,  warna sebesar 591 Pt-Co turun menjadi 14 Pt-Co dengan efisiensi 98%, kekeruhan sebesar 108 NTU turun menjadi 1,147 NTU dengan efisiensi sebesar 99%, besi sebesar 0,477 mg/l turun menjadi 0,0096 mg/l dengan efisiensi sebesar 80%, dan mangan sebesar 0,433 mg/l turun menjadi 0,205 mg/l dengan efisiensi sebesar 54%.   Kata Kunci : Fisik-kimia, skala rumah tangga, air permukaan
POTENSI TANAMAN HIAS DALAM MEREMEDIASI TANAH TERCEMAR LOGAM MERKURI (Hg) (STUDI KASUS : TAILING MANDOR) Rizka Ulimma
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 4, No 1 (2016): Jurnal 2016
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v4i1.13573

Abstract

ABSTRAK Aktivitas penambangan emas tanpa izin di Mandor telah lama ditinggalkan selama 10 tahun dan menghasilkan limbah tanah (tailing) berpotensi merusak lingkungan yaitu limbah merkuri yang berasal dari proses amalgamasi. Logam berat dalam tanah sangat sulit  untuk diuraikan dan memerlukan biaya yang besar untuk memulihkannya. Metode yang efektif dan efisien dapat digunakan yaitu fitoremediasi. Penelitian ini menggunakan kemampuan tanaman hias hanjuang (Cordyline fruicosa), helikonia (Heliconia psittacorum) dan lidah mertua (Sansevieria trifasciata) untuk mengurangi cemaran logam merkuri (Hg) dalam tanah. Penelitian dilakukan selama 2 bulan dengan komposisi media tanam yang digunakan adalah tanah biasa tanpa tailing (kontrol), tanah tailing, tailing dan kompos kemudian dianalisis kandungan logam merkuri (Hg) tanaman dengan metode  analisa  AAS  (Atomic  Absorption  Spectrophotometric).  Tujuan  penelitian  ini  adalah efisiensi penyerapan merkuri (Hg) dan besarnya nilai BCF dan TF dari tanaman hias. Berdasarkan hasil penelitian nilai efisiensi penyerapan pada tanaman hias hanjuang (Cordyline fruicosa) sebesar 29,03%, helikonia (Heliconia psittacorum) sebesar 42,98% dan lidah mertua (Sansevieria trifasciata) sebesar 57,36% terdapat di media campuran tailing dan kompos sedangkan di media tailing yaitu 25,30% ; 35,71% ; 46,72%. Nilai bioconcentration factor (BCF) yang dihasilkan oleh tanaman hanjuang (Cordyline fruicosa) sebesar 0,290, helikonia (Heliconia psittacorum) sebesar 0,378 dan lidah mertua (Sansevieria trifasciata) sebesar 0,463 terdapat di media campuran dan media tailing sebesar 0,235 ; 0,319 ; 0,400. Nilai translocation factor (TF) di media campuran oleh tanaman hanjuang (Cordyline fruicosa) sebesar 0, helikonia (Heliconia psittacorum) sebesar 0,106 dan lidah mertua (Sansevieria trifasciata) sebesar 0,241 dan media tailing sebesar 0,051 ; 0,202 ;0,157. Nilai TF dan BCF menunjukkan ketiga tanaman hias ini termasuk dalam akumulator sedang dan proses remediasi adalah fitostabilisasi. Kata Kunci : Mandor, Fitoremediasi, Logam Merkuri (Hg), Tanaman Hias
ANALISIS POTENSI NILAI EKONOMI SAMPAH PERUMAHAN KOTA PONTIANAK Atni Asdiantri; Yulisa Fitrianingsih; Laili Fitria
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 4, No 1 (2016): Jurnal 2016
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v4i1.17502

Abstract

ABSTRAKPengelolaan sampah di Kota Pontianak masih menerapkan paradigma lama dimana sistem yang dilakukan adalah pengangkutan, pengumpulan, dan pembuangan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Penerapan paradigma lama tersebut membuat penanganan sampah yang dilakukan kurang efisien. Sampah yang diangkut, dikumpulkan dan dibuang di TPA masih memiliki nilai ekonomi. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis timbulan dan komposisi sampah perumahan di Kota Pontianak serta menganalisis potensi dan nilai ekonomi sampah perumahan di Kota Pontianak. Sampling timbulan dan komposisi sampah  dilakukan selama 8 (delapan) hari berturut-turut sesuai dengan SNI 19-3964-1994 tentang metode pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah perkotaan. Hasil berat sampah dari tiap komposisi sampah kemudian dikonversi dengan nilai ekonomi sampah yang ditentukan oleh Bank Sampah Rosella Kota Pontianak dan sampah organik yang diolah menjadi kompos didasarkan pada nilai harga kompos yang ada di Jalan Sei Landak Timur Perumnas 4 Kota Pontianak. Total timbulan sampah perumahan Kota Pontianak sebesar 126895,82 kg/hari atau 126,89 ton/hari. Komposisi sampah perumahan Kota Pontianak yang memiliki persentase sampah tertinggi yaitu sampah organik dengan jenis sampah organik lainnya dengan presentase sebesar 63,44% dan sampah anorganik tertinggi dengan jenis sampah anorganik lainnya dengan persentase sebesar 20,43%. Persentase sampah organik jenis sampah kardus 1,21%, koran 0,54%, kertas putih 0,81%, dan kertas kulit 3,12%. Persentase sampah anorganik jenis sampah botol 3,37%, gelas plastik 1,41%, kaleng 1,11%, botol dan plastik berwarna 2,25%. Persentase B3 sebesar 2,31%. Potensi nilai ekonomi sampah perumahan Kota Pontianak sebesar Rp163.632.081/hari. Potensi nilai ekonomi sampah tahun 2016 sebesar Rp59.725.709.457/tahun. Kata Kunci : Sampah, Potensi Nilai Ekonomi Sampah, Sampah Perumahan.
ANALISIS KADAR MERKURI PADA KOMPONEN EKOSISTEM AKIBAT PETI DI SUNGAI TEBAUNG KABUPATEN KAPUAS HULU PONTI ASTIKA
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 5, No 1 (2017): JURNAL 2017
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v5i1.18536

Abstract

ABSTRAKPETI di Sungai Tebaung Kabupaten Kapuas Hulu telah berlangsung sejak tahun 1999 dengan menggunakan merkuri sebagai amalgaman. Merkuri dapat menyebabkan pencemaran sungai, dapat menganggu ekosistem sungai serta kesehatan manusia. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah menganalisis kadar merkuri pada air permukaan, sedimen, ikan dan tumbuhan di Sungai Tebaung, menganalisis akumulasi merkuri pada rambut manusia yang tinggal di bantaran Sungai Tebaung serta menganalisis persebaran merkuri pada komponen ekosistem di Sungai Tebaung. Pengujian merkuri dilakukan sampel dilakukan dengan meode AAS. Dari hasil penelitian menunjukan konsentrasi merkuri pada air permukaan di hulu sungai sebesar 0,004 mg/l , di tengah sungai 0,0049 mg/l dan hilir Sungai 0,0063 mg/l ketiga titik sampel melebihi baku mutu menurut PP 82 Tahun 2001 kelas 2 sebesar 0,002 mg/l. Konsentrasi merkuri pada sedimen di hulu sungai sebesar 0,1815 mg/l, tengah sungai 0,0585 mg/l dan hilir sungai 0,124 mg/l ketiga titik sampel juga telah melebihi baku mutu yang ditetapkan oleh PP 18 tahun 1999 yaitu 0,1 mg/l. Konsentrasi merkuri pada paku sayur di hulu sungai sebesar 0,0096 mg//kg, di tengah sungai 0,0124 mg/kg dan hilir sungai 0,0193 mg/kg ketiga sampel juga telah melebihi baku mutu SNI 7383-2009 yaitu 0,003 mg/kg. Konsentrasi merkuri pada ikan di hulu dan di tengah sungai sebesar <0,004 mg/kg, di hilir sungai 0,0047 mg/kg ketiga sampel dibawah baku mutu yang ditetapkan WHO 2005 yaitu 0,5 mg.kg. Akumulasi merkuri pada sampel rambut manusia di Desa Semangut sebesar 0,05 mg/kg, Desa Sebilit 0,067 mg/kg dan Desa Nanga Suruk sebesar 0,813 mg/kg ketiga sampel masih dibawah baku mutu yang ditetapkan oleh WHO 1990 yaitu 1 mg/kg.Kata Kunci : merkuri, sungai, ekosistem, persebaran
Perencanaan Sistem Pengelolaan Sampah dengan 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) di Perumahan Grand Sukati Desa Sungai Kakap Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Zulkifli .
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 1, No 1 (2013): Jurnal 2013
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v1i1.3097

Abstract

Desa Sungai Kakap merupakan salah satu desa yang belum mendapatkan pelayanan sampah baik dariPemerintah Daerah Kabupaten Kubu Raya maupun Pemerintah Kota Pontianak. Hal ini menyebabkan sampah yangdihasilkan oleh perumahan-perumahan Desa Sungai Kakap menumpuk dimana-mana dan menimbulkan timbulan sampahyang tidak diinginkan. Timbulan sampah dapat menyebabkan masalah bagi manusia dan lingkungan diantaranya adalahmenurunnya nilai estetika, terganggunya sanitasi, tercemarnya air tanah bahkan bisa menyebabkan vektor penyakit bagimanusia. Perumahan Grand Sukati yang merupakan perumahan yang sedang dibangun di Desa Sungai Kakap tentu perluadanya perencanaan sistem pengelolaan sampah. Perencanaan sistem pengelolaan sampah yang direncanakan diPerumahan Grand Sukati adalah pengelolaan sampah berbasis 3R (reduce, reuse dan recycle). Pengelolaan sampah yangdirencanakan di Perumahan Grand Sukati meliputi 4 aspek yaitu aspek kelembagaan, aspek operasional, aspek biaya danaspek peran serta masyarakat. Pengelolaan sampah dikelola langsung oleh organisasi masyarakat. Aspek operasionalmeliputi pewadahan, pengumpulan dan pengolahan di TPST. Wadah yang direncanakan di Perumahan Grand Sukati adalahwadah komunal yang berkapasitas 2 m3sebanyak 7 buah. Alat pengumpul yang direncanakan berupa gerobak motor sebanyak 2 buah. Pengolahan sampah organik di TPST menggunakan pengomposan dengan bantuan alat rotary klin yangmenggunakan sistem aerasi. Biaya investasi yang harus disediakan untuk pengelolaan sampah di Perumahan Grand Sukatiuntuk umur perencanaan 20 tahun adalah Rp 904.823.000,- dan biaya depresiasi sebesar Rp 118.182.000,-. Adapun biayaoperasional dan pemeliharaan adalah sebesar Rp 3.844.000.000,-. Pendapatan dari pengolahan sampah dan retribusisampah adalah Rp 11.534.400.000,-. Dengan demikian keuntungan perencanaan yang berumur 20 tahun adalah sebesarRp 6.785.577.000,-. Faktor yang menentukan berhasil tidaknya pengelolaan sampah di Perumahan Grand Sukati adalah peran serta masyarakat. Masyarakat berperan memisahkan sampah organik dan anorganik di rumah masing-masingsebelum dibuang ke wadah komunal.Kata kunci: Sampah, 3R, aspek pengelolaan.
POTENSI PENAMBAHAN NILAI EKONOMI PADA KONVERSI SAMPAH PLASTIK NONEKONOMIS MENJADI BAHAN BAKAR MINYAK ALTERNATIF DENGAN PROSES PIROLISIS Fahrizal Alaydrus Arifin Andi Hairil Alimuddin
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 5, No 1 (2017): JURNAL 2017
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v5i1.22174

Abstract

ABSTRAKSampah plastik merupakan sampah dengan timbulan terbesar kedua di Indonesia setelah sampah dapur, dengan laju penguraian yang jauh lebih lama sehingga dibutuhkan upaya untuk mereduksinya. Salah satu pengolahan plastik yang sedang dikembangkan yaitu pirolisis. Pirolisis adalah proses konversi termokimia untuk memutus rantai polimer. Produk dari proses pirolisis plastik dapat digunakan sebagai bahan bakar minyak karena memiliki fraksi yang sama dengan komponen minyak bumi. Sehingga, proses pirolisis tidak hanya dapat mereduksi sampah plastik namun dapat menjadi solusi krisis energi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuantitas dan klasifikasi BBM hasil proses pirolisis dengan bahan baku sampah plastik nonekonomis berdasarkan pengujian parameter fisik, serta mengetahui perubahan nilai ekonomi pada sampah plastik non ekonomis setelah melalui proses pirolisis. Proses pirolisis dilakukan menggunakan reaktor pirolisis dengan diameter 20 cm dan tinggi 40 cm. Sampel sampah plastik yang digunakan yaitu plastik LDPE berupa kantong plastik hitam dan plastik PP berupa sedotan plastik. Massa sampel plastik yang digunakan sebanyak 500 gram dan dilakukan 3 kali pengulangan. Sampel sampah plastik dipanaskan di dalam reaktor pirolisis selama 45 menit dengan suhu 400 ̊C. Hasil penelitian yaitu BBM alternatif hasil pirolisis dengan massa 500 gram dengan 3 pengulangandari plastik LDPE memiliki volume rata-rata 151 mL, sedangkan dari plastik PP memiliki volume rata-rata 483 mL. Berdasarkan hasil pengujian, nilaimassa jenisrata-rata ketiga sampel BBM alternatif dari plastik LDPE yaitu 0,7422 kg/L, sedangkan nilaimassa jenisrata-rata ketiga sampel BBM alternatif dari plastik PP yaitu 0,7351 kg/L. Kedua nilai massa jenis tersebutberada pada rentang nilai massa jenis bensin yaitusebesar 0,7100 – 0,7700 kg/L. Selain itu, nilai viskositas rata-rata ketiga sampel BBM alternatif dari plastik LDPE yaitu 0,7800 cP, sedangkan nilai viskositas rata-rata ketiga sampel BBM alternatif dari plastik PP yaitu 0,7067 cP. Kedua nilai viskositas tersebut mendekati nilai viskositas bahan bakar jenis bensin yaitu sebesar 0,6520 cP. Berdasarkan kedua nilai parameter fisik tersebut, BBM alternatif yang dihasilkan dari sampah plastik LDPE maupun PP tergolong sebagai bahan bakar jenis bensin. Hasil uji stastistik Mann Whitney menunjukkan kualitas BBM alternatif berdasarkan parameter fisik jenis plastik LDPE maupun PP memiliki angka signifikansi > 0,05. Angka ini mengindikasikan tidak adanya perbedaan yang nyata antara kedua sampel plastik jenis LDPE dan PP berdasarkan parameter massa jenis maupun viskositas. Setelah melalui proses pirolisis, sampah plastik PP berupa sedotan plastik memiliki nilai ekonomi sebesar Rp 215/kg, sedangkan sampah plastik LDPE berupa kantong plastik memiliki nilai ekonomi –Rp 4.074/kg karena biaya produksi BBM alternatif dari kantong plastik melebihi nilai jual produk yang dihasilkan.Kata Kunci : sampah plastik, pirolisis, bahan bakar minyak, nilai ekonomi