cover
Contact Name
Nasrul ZA
Contact Email
nasrulza@unimal.ac.id
Phone
+6285362159499
Journal Mail Official
jurnal.tkim@unimal.ac.id
Editorial Address
Laboratorium Teknik Kimia Unimal Jl. Batam No. 1 Bukit Indah Blang Pulo, Lhokseumawe 24353 - Indonesia Telepon:+62 0645 41373
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknologi Kimia Unimal
ISSN : 23033991     EISSN : 25805436     DOI : https://doi.org/10.29103/jtku.v11i1.7243
Published 2 times a year, in May and November, provides immediate open access that publishes updates in relation to Chemical Engineering Scieces. Thematic areas in relation to sciences are as follows:Chemical Processes Chemical Reaction Technology Mass and Heat Transfer Modeling Environment Bioprocess Technology Review Articles
Articles 210 Documents
Pembuatan Asam Asetat dari Air Cucian Kopi Robusta dan Arabika dengan Proses Fermentasi Meriatna Meriatna; Rina Lestari
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2018
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v7i1.1169

Abstract

Asam asetat atau asam cuka adalah senyawa organik yang mengandung gugus asam karboksilat, yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Kandungan glukosa dalam air cucian kopi (arabika dan robusta) memungkinkan untuk difermentasi menjadi asam asetat. Dalam proses fermentasiini glukosa akan diubah menjadi alkohol menggunakan ragi roti (Saccharomycescerevisiae) kemudian alkohol akan diubah menjadi asam asetat menggunakan bakteri Acetobacter xylinum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik asam asetat berbasis limbah hasil cucian kopi arabika dan robusta. Fermentasi alkohol berlangsung selama 48 jam (anaerob) kemudian dilanjutkan dengan fermentasi asam asetat. Metode penelitian dilakukan dengan memvariasikan waktu fermentasi yaitu 7, 10 dan 14 hari serta jumlah bakteri yaitu 10, 20, 40 dan 60 ml. Analisa yang dilakukan meliputi kadar asam asetat dilakukan secara volumetrik dengan larutan NaOH 0,1 N, yield asam asetat, densitas serta viskositas. Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kadar asam asetat tertinggi pada waktu fermentasi 10 hari dengan jumlah bakteri sebanyak 60 ml yaitu 65,25 g/l untuk kopi arabika dan 62,05 g/l untuk kopi robusta. Yield asam asetat nilai tertinggi pada waktu fermentasi 10 hari dengan jumlah bakteri sebanyak 60 ml yaitu 85,82% untuk kopi arabika dan 78,34 % untuk kopi robusta. Densitas asam asetat nilai tertinggi pada waktu fermentasi 10hari, penambahan jumlah bakteri 60 ml yaitu 1,087 g/ml untuk kopi arabika dan 1,087 untuk kopi robusta. Sementara untuk viskositas diperoleh nilai terbaik padawaktu fermentasi 10 hari dengan penambahan jumlah bakteri 40 ml pada masing-masing jenis air cucian kopi arabika dan robusta yaitu 1,224 Cp Kata Kunci:asam asetat, fermentasi, limbah cair, kopi arabika, kopi robusta
SINTESIS BIOPLASTIK DARI PATI BIJI ALPUKAT DENGAN BAHAN PENGISI KITOSAN Muhammad Muhammad; Rina Ridara; Masrullita Masrullita
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2020
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v9i2.3340

Abstract

Penelitian bioplastik dari pati biji alpukat telah berhasil dilaksanakan, hal ini dilakukan tidak lain adalah untuk berkontribusi dalam usaha meminimasi masalah tumpukan limbah plastik sintetik. Biji alpukat dapat dijadikan sebagai prekursor bioplastik karena kandungan patinya yang cukup tinggi. Bioplastik berbahan dasar pati alpukat memberikan karakteristik mekanik yang rendah sehingga perlu ditambah kitosan dan gliserol sebagai penguat. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari komposisi optimal terhadap kualitas bioplastik dari pati biji alpukat. Pelarut yang digunakan pada pembuatan bioplastik kitosan yaitu asam asetat 1% serta plasticizer gliserol sebanyak 7 ml dan 10 ml. Penelitian ini terdiri dari ekstraksi pati biji alpukat beserta karakterisasinya, pembuatan bioplastik, uji mekanik, uji daya serap air, dan uji biodegradasi. Nilai kuat tarik bioplastik paling tinggi adalah 4,00 Mpa, didapat pada sampel BPS 10 dengan komposisi kitosan 2,5 gr dan volume gliserol 10 ml.  Untuk nilai persen pemanjangan (elongasi) terbaik didapat pada sampel BPS 6 yaitu sebesar 54,5% juga dengan komposisi kitosan 0,5 gr dan volume gliserol 10 ml. Kuat tarik berbanding terbalik dengan persen pemanjangan. Hasil yang didapat dari indeks swelling yang terbaik terdapat pada sampel BPS 6 yaitu sebesar 10,32% dengan komposisi kitosan 0,5 gr dan volume gliserol 10 ml. Proses penguraian bioplastik sampai dengan 100% membutuhkan waktu degradasi selama 16 hari.Kata kunci:Bioplastik, biji alpukat, biodegradabel, Kitosan.
TEPUNG LENGKUAS SEBAGAI ADSORBER UNTUK MENINGKATKAN MUTU MINYAK KOPRA Bahri, Syamsul
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2013
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan minyak kopra sebagai bahan penggorengan sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Namun minyak kopra yang relatif murah menghasilkan bau, rasa tidak enak dan warna yang keruh, dimana hal tersebut terjadi akibat proses oksidasi. Untuk mengantisipasi kerusakan minyak kopra ini ditambahkan tepung lengkuas yang digunakan sebagai adsorben pada minyak kopra, kemudian bersifat antioksidan alami, dan mudah diperoleh, dengan memvariasikan jumlah tepung lengkuas (2,5 gram, 5 gram, 7,5 gram, dan 10 gram), waktu pengadukan (10 menit, 15 menit, 20 menit), dan kecepatan pengadukan (150 rpm, 200 rpm, 250 rpm). Tingkat kerusakan minyak kopra diketahui dari nilai transmisi yang didapat dengan spektropotometer, kadar asam lemak bebas dan bilangan peroksida yang didapat dengan cara mentitrasi sampel. Hasil penelitian menunjukkan pada berat tepung lengkuas 7,5 gram dengan kecepatan pengadukan 150 rpm, dan waktu pengadukan 10 menit, nilai transmisi, kadar asam lemak bebas, bilangan peroksida, dan kadar air menunjukkan kestabilan.
PEMANFAATAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KELAPA SAWIT SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR DENGAN PENAMBAHAN SERAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Eddy Kurniawan; Rozanna Dewi; Rouzatul Jannah
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v11i1.7251

Abstract

Pupuk organik cair adalah pupuk yang bahan dasarnya berasal dari hewan atau tumbuhan yang sudah mengalami fermentasi dan bentuk produknya berupa cairan. Pupuk organik cair mengandung unsur hara makro seperti, fosfor, nitrogen, kalium dan unsur hara mikro lainnya yang dibutuhkan oleh tanaman serta dapat memperbaiki unsur hara dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisa kandungan nitrogen, fosfor dan kalium dalam pupuk organik cair  yang terbuat dari bahan baku limbah cair industri kelapa sawit dengan penambahan serat tandan kosong kelapa sawit. Salah satu pembuatan pupuk organik cair melalui teknik fermentasi. Dalam hal ini digunakan bioaktivator EM-4 effective microorganisme dan lima variasi penggunaan volume EM4 dengan penambahan serat tandan kosong kelapa sawit. Variasi perbandingan EM4 (ml) dengan massa serat  tandan kosong kelapa sawit (gram) adalah 20:10, 30:15, 40:20, 50:25, 60:30 dan difermentasikan selama 9, 11 dan 13 hari. Hasil penelitian dari perbandingan volume EM4 dengan massa serat tandan kosong kelapa sawit adalah pada perbandingan 60:30 dengan kandungan unsur hara  nitrogen 2,47% fosfor 3,14% dan kalium 2,29% pada hari ke 13. Nilai  kecepatan maksimum enzimatik tertinggi (Vmax) diperoleh pada hari fermentasi ke 13 yaitu 1,17 ml/jam i dan nilai Km yang yang tertinggi yaitu 1518,8 pada waktu fermentasi 13 hari. 
Pembuatan dan Karakterisasi Gelatin dari Ceker Ayam dengan Proses Hidrolisis Suryati Suryati; Nasrul ZA; Meriatna Meriatna; Suryani Suryani
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2015
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v4i2.74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembuatan gelatin dari ceker ayam dengan proses hidrolisis asam. Gelatin adalah hidrokoloid yang berasal dari hewan yang berfungsi untuk meningkatkan kekentalan dan pembentuk gel dalam berbagai produk pangan. Proses pengolahan hidrolisis dilakukan dengan variasi perendaman 5 hari, 10 hari dan 15 hari, dengan menggunakan HCl 7% sebagai larutan perendam kaki ayam. Suhu perendaman digunakan  dalam penelitian ini adalah 50oC, 60oC, 70oC, 80oC dan 90oC,  dengan waktu hidrolisa untuk  masing-masing sampel selama   4   jam. Hasil penelitian menunjukkan rendemen tertinggi yang didapat adalah 13,96%, pada proses perendaman selama 10 hari dengan suhu hidrolisis 90oC. Kadar   air   yang terbaik 14,98% dengan waktu perendaman selama 10 hari dan suhu hidrolisis 60oC, dan kadar  abu  yang terbaik 3% diperoleh dengan perendaman selama 15 hari dan suhu hidrolisis 70oC. Analisis FTIR menunjukkan adanya serapan khas gugus fungsi gelatin pada daerah Amida A, Amida I, Amida II dan Amida III.
Hidrolisis Asam Lemak Dari Buah Sawit Sisa Sortiran Leni Maulinda; Nasrul ZA; Nurbaity Nurbaity
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 6, No 2 (2017): Journal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2017
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v6i2.471

Abstract

Asam lemak merupakan unit pembangun yang sifatnya khas untuk setiap lemak, disebut juga asam alkanoat atau asam karboksilat. Penelitian ini menggunakan bahan baku buah sawit sisa sortiran untuk menghasilkan asam lemak. Buah sawit sisa sortiran adalah buah sawit yang sudah melewati waktu panen TBS (Tandan Buah Segar) dengan kadar asam lemaknya yang tinggi. Bila buah  sawit sisa sortiran ini diolah dengan TBS akan menurunkan kualitas CPO (Crude Palm Oil) yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengaktifkan enzim lipase yang terdapat pada buah kelapa sawit yang akan menghidrolisa trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol. Buah sawit dipisahkan dari inti buah kemudian diblender dengan volume etanol 40%, 45%, 50%, 55% dan 60% (dari berat sampel). Kemudian dilanjutkan dengan penyimpanan 1, 2, dan 3 hari pada suhu 30C, 35C, 40C, 45C, dan 50C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar asam lemak terbaik yaitu 48,7% didapatkan pada suhu 30C, penambahan etanol 60% dan lama penyimpanan 3 hari, dengan densitas 0,907 gr/ml, bilangan peroksida 13,5 meq/kg dan kadar air 0,07%.
Menghitung Pressure Drop pada Fluidized Bed dengan Bahan Ketumbar Zulnazri Zulnazri; Lukman Hakim; M. Asyabul Zikki
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2019
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v8i2.2684

Abstract

ABSTRAKAspek utama yang akan dipelajari dalam percobaan ini adalah untuk mengetahui besarnya pressure drop (∆P) dalam unggun padatan yang terfluidakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat menentukan perbandingan pressure drop menggunakan metode perhitungan mnometer pipa U dengan metode perhitungan menggunakan persamaan ergun.  Metode yang digunakan dalam melakukan percobaan ini adalah metode fluidisasi dengan menggunakan bahan baku ketumbar utuh dengan variasi tekanan 1 kg/cm3 - 5 kg/cm3 dan dengan variasi tinggi unggun 3 cm, 4 cm dan 5 cm, dengan cara memasukkan bahan baku ke dalam rangkaian alat fluidisasi dan mengalirkan udara dengan tekanan yang di variasikan kedalam unggun melalui bagian bawah kolom sempai melewati bahan baku ketumbar, kemudian manometer pipa U diukur menggunakan penggaris, hasil pengukuran tersebut akan di bandingkan dengan persamaan ergun. Dengan metode ini diharapkan butiran-butiran  padat memiliki sifat seperti fluida dengan viskositas tinggi. Hasil yang di dapatkan dari proses tersebut adalah dengan menggunakan manometer pipa U dengan tinggi unggun 5 cm dan pada tekanan 5 kg/cm3 adalah 5,45 sedangkan yang di dapatkan pada persamaan ergun dengan tinggi unggun 5 cm dan pada tekanan 5 kg/cm3 adalah 5,007154. Perbandingan hasil perhitungan persamaan ergung dengan persamaan manometer pipa U lebih baik menggunakan manometer pipa U, karena hasil yang di dapatkan lebih valid dibandingkan dengan menggunakan persamaan ergun. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pressure drop yang diinginkan pada penelitian ini adalah yang menggunakan manometer pipa U, semakin tinggi unggun maka semakin tinggi pressure drop yang didapatkan, begitu juga semakin tinggi tekanan maka semakin tinggi presssure drop yang di dapatkan.Kata kunci: hilang tekan, fluidisasi, ketumbar
PEMANFAATAN ABU JERAMI PADI SEBAGAI PEMBUATAN PUPUK KALIUM Maulinda, Leni; Jalaluddin, Jalaluddin
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2012
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jerami padi merupakan salah satu limbah padat dari lahan pertanian yang sampai saat ini belum dimanfaatkan. Limbah ini mengandung kalium sehingga dapat dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan pupuk kalium sulfat. Pupuk kalium sulfat dibuat dengan cara mereaksikan kalium karbonat yang terdapat pada abu pembakaran dengan kalsium sulfat yang terdapat dalam gipsum di dalam reaktor berpengaduk. Reaksi dibuat dengan berbagai variabel yang semuanya mempengaruhi kondisi proses yaitu pada temperatur 60 oC, 70 oC, dan 80 oC, kecepatan pengaduk 100 rpm, 150 rpm, dan 200 rpm, serta waktu reaksi 60 menit, 90 menit dan 120 menit. Untuk mengetahui kualitas dari pupuk kalium sulfat yang didapatkan dalam penelitian ini dilakukan uji kadar kalium, kadar sulfat, kadar air dan kelarutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kalium sulfat yang baik diperoleh pada suhu  80 °C, kecepatan pengaduk 200 rpm dan waktu reaksi 120 menit, yaitu dengan perolehan kadar kalium sebesar 0,68 % dan kadar sulfat sebesar 30,57 %.
HIDROLISIS FURFURAL DARI TONGKOL JAGUNG DENGAN KATALISATOR ASAM ASETAT Zulnazri Zulnazri; Waizul Fahri Purba; Jalaluddin Jalaluddin
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v10i2.5473

Abstract

Hidrolisis tongkol jagung memakai asam asetat sebagai katalisator untuk pembentukan furfural dilakukan dengan mempelajari pengaruh suhu dan waktu reaksi terhadap densitas, viskositas dan yield furfural. Penelitian ini dilakukan dengan mereaksikan tongkol jagung dengan asam asetat di dalam labu leher tiga berukuran 500 ml di waterbath. Proses berjalan pada variasi suhu 90 0C, 100 0C, dan 110 0C dan variasi waktu reaksi 60 menit, 80 menit, dan 100 menit. Hidrolisis yang di hasilkan untuk analisa densitas, viskositas, dan yield furfural. Dari analisis bahan baku tongkol jagung didapatkan kadar pentosan 30,4 %. Hasil dari analisa densitas dengan mengunakan picnometer diperoleh densitas tertinggi yaitu 1,66 gram/ml. hasil dari analisa viskositas dengan menggunakan viskometer ostwald diperoleh viskositas tertinggi yaitu 1,953 Cp. Hasil dari analisa yield furfural dengan menggunakan metode titrasi diperoleh yield furfural tertinggi yaitu 7,26 %. Hasil penelitian menunjukkan nilai tertinggi densitas, viskositas, dan yield furfural di suhu dan waktu maksimum.
PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN BERAT BONGGOL NANAS PADA PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) Ishak Ishak; Amri Aji; Israwati Israwati
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2019
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v8i1.1917

Abstract

Kelapa adalah tanaman tropis dan dapat diolah menjadi berbagai macam produk makanan dan minyak kelapa salah satunya adalah Virgin Coconut Oil (VCO). Kelapa dapat diolah menjadi VCO dengan cara fermentasi dengan menggunakan bonggol nanas dan tanpa menggunakan bonggol nanas. Bonggol nanas dapat  mempercepat proses terbentuknya minyak dari santan kelapa karena menjadi nutrient bagi mikroba bromilin untuk memperbanyak diri sehingga santan kelapa  sebagai substrat berubah menjadi produk minyak. Waktu fermentasi dan berat bonggol nanas menjadi variabel pengujian terhadap banyaknya santan kelapa yang digunakan sangat mempengaruhi rendemen minyak dan kualitas VCO yang di hasilkan. Vaiabel waktu yang diuji selama 24, 30, 36, 42, 48, dan 54 jam. Untuk perlakuan penelitian ini juga divariasikan berat bonggol nanas 30, 35, 40, dan 45 gram. Rendeman VCO terbanyak didapat pada 40 gram bonggol nanas dan  waktu fermentasi 36 jam yaitu, 28,8% dengan kandungan asam lemak bebas (ALB) terbaik dihasikan pada proses pembuatan VCO tanpa bonggol nanas yaitu 0,04% dengan waktu fermentasi 24 jam. Kadar air terbaik dihasilkan pada proses pembuatan VCO tanpa bonggol nanas yaitu 0,01% dengan waktu fermentasi 24 jam. Densitas terbaik dihasilkan pada proses pembuatan VCO tanpa menggunakan bonggol nanas yaitu 0,915 gr/ml dengan waktu fermentasi 48 dan 54 jam. Rendemen VCO terbaik dihasilkan pada proses pembuatan VCO menggunakan 40 gram bonggol nanas yaitu dengan waktu 36 jam.

Page 4 of 21 | Total Record : 210


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - May 2025 Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2024 Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2023 Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2023 Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2022 Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2022 Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2021 Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2020 Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2020 Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2019 Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2019 Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2018 Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2018 Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2014 Vol 6, No 2 (2017): Journal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2017 Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2017 Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2016 Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2016 Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2015 Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2015 Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2013 Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2013 Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2012 More Issue