cover
Contact Name
Nasrul ZA
Contact Email
nasrulza@unimal.ac.id
Phone
+6285362159499
Journal Mail Official
jurnal.tkim@unimal.ac.id
Editorial Address
Laboratorium Teknik Kimia Unimal Jl. Batam No. 1 Bukit Indah Blang Pulo, Lhokseumawe 24353 - Indonesia Telepon:+62 0645 41373
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknologi Kimia Unimal
ISSN : 23033991     EISSN : 25805436     DOI : https://doi.org/10.29103/jtku.v11i1.7243
Published 2 times a year, in May and November, provides immediate open access that publishes updates in relation to Chemical Engineering Scieces. Thematic areas in relation to sciences are as follows:Chemical Processes Chemical Reaction Technology Mass and Heat Transfer Modeling Environment Bioprocess Technology Review Articles
Articles 210 Documents
PENGARUH WAKTU DAN KUAT ARUS PADA PENGOLAHAN AIR PAYAU MENJADI AIR BERSIH DENGAN PROSES ELEKTROKOAGULASI Masrullita Masrullita; Lukman Hakim; Rizka Nurlaila; Nur Azila
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v10i1.4184

Abstract

Air payau biasa terjadi akibat intrusi air asin ke air tanah. Hal ini karena degradasi lingkungan. Air payau yang mengandung pencemaran logam tingkat tinggi seperti Fe, Cl, Mn, Zn, dll. Air payau juga biasanya memiliki kadar TDS (Total Dissolved Solid), total kesadahan yang tinggi dan nilai pH air payau bersifat asam. Oleh karena itu, air payau harus diolah terlebih dahulu agar layak untuk digunakan sebagai air tawar. Instalasi pengolahan air payau dijalankan berdasarkan elektrokoagulasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menkaji pengaruh waktu dan kuat arus terhadap menetralkan pH, dan menurunkan kadar TDS, total kesadahan dan Mn pada air payau. Parameter yang diuji meliputi pH, TDS, total kesadahan dan Mn menggunakan AAS. Proses elektrokoagulasi menggunakan daya listrik yang mengalir searah dengan elektroda. Reaktor elektrokoagulasi dipasangkan dengan kabel yang dihubungkan ke catu daya kemudian dihubungkan ke arus listrik dengan variasi waktu (20, 50, 80 dan 110 menit) dan variasi arus (1,2 ; 1,6 ; 2 ; 2,2 ; dan 2,6A). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kondisi terbaik penurunan TDS  pada waktu 110 menit dan kuat arus 2,2 A yaitu 940 mg/l, total kesadahan pada waktu 110 menit dan kuat arus 1,6 A yaitu 480 mg/l, dan nilai pH yang terbaik pada waktu 80 menit dan 110 menit dengan kuat arus 0,8 A yaitu 7. Terjadi penurunan pada konsentrasi Mn pada waktu 110 menit dan kuat arus 1,6 A yaitu 0.0124 mg/l dan perubahan warna setelah elektrokoagulasi.
STUDI PEMANFAATAN KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN ASAM OKSALAT Nasrun Nasrun; Fikri Hasfita; M Rizal
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2014
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit pisang kepok dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan asam oksalat. Kulit pisang kepok merupakan suatu limbah pertanian yang mengandung selulosa sebesar 14,04 %. Selulosa yang terkandung dalam kulit pisang kepok bisa diproses menjadi asam oksalat melalui proses hidrolisis dan oksidasi dengan HNO3. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat asam oksalat dari kulit pisang kepok melalui proses hidrolisis dan oksidasi. Hasil terbaik yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pada kondisi operasi waktu oksidasi 70 menit, konsentrasi HNO3 sebagai oksidator 60 %, dan suhu hidrolisa 100 oC. Pada kondisi tersebut diperoleh konsentrasi asam oksalat 9 % dan konversi selulosa menjadi asam oksalat adalah 9,17 %. Semakin besar konsentrasi HNO3 sebagai oksidator yang digunakan maka semakin besar pula konversi selulosa menjadi asam oksalat.
EFEKTIFITAS PROSES AOP BERBASIS H2O2 DALAM MENGHILANGKAN WARNA AIR GAMBUT BERDASARKAN PARAMETER KONSENTRASI ZAT ORGANIK Elfiana Elfiana; Anwar Fuadi
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2016
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v5i2.89

Abstract

Air gambut merupakan air permukaan yang banyak terdapat di daerah berawa dan daratan rendah, memiliki intensitas warna yang tinggi, pH rendah (pH 3-5) dan kandungan senyawa organik yang tinggi. Berdasarkan ciri-ciri tesebut penggunaan air gambut tanpa pengolahan berpengaruh sangat nyata terhadap resiko kesehatan. Oleh sebab itu perlu dilakukan suatu pengolahan yang murah, mudah dan handal. AOP (Advanced Oxidation Processes) berbasis H2O2 disebut juga proses oksidasi kimia lanjut dapat ditawarkan untuk mengolah air gambut dengan menghandalkan sifat reaktif radikal hidroksil (HO*) berasal dari eksitensi H2O2 dengan pancaran sinar UV selanjutnyaa disebut proses UV-Peroksidasi. Penelitian dilakukan untuk melihat efektifitas unjuk kerja proses UV-Peroksidasi dalam kemampuannya menurunkan konsentrasi zat organik air gambut salah satu penyebab air gambut berwarna dengan memvariasikan konsentrasi H2O2 0,0 – 0,11% pada panjang gelombang lampu UV 360 – 240 nm selama 0-240 menit. Hasil penelitian menunjukkan semakin besar konsentrasi H2O2 dan semakin lama waktu penyinaran semakin besar effisiensi penyisihan zat organik (%Rzat organik) yang diperoleh. Dari hasil percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dosis optimum H2O2 diperoleh pada konsentrasi 0,07% mampu menurunkan 98,56% konsentrasi organik pada waktu 240 menit dengan capaian warna air menjadi jernih sampai 5 TCU.
Aplikasi Parameter Waktu Kontrol PID pada Heat Exchanger dengan Menggunakan Response Surface Methodology (RSM) Muhammad Ikhsan Nst; Azhari Azhari; Nasrul ZA
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2018
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v7i2.1249

Abstract

Heat exchangers are tools used to transferring or transfer heat energy between a solid surface and fluid or inside different particles and in thermal contact. The objective of the study was to determine the optimum values of Kc, Ti and the best Td which to Heat exchangers of factory phenol design. Proportional-Integral-Derivative (PID) is a controller to determine the precision of an instrumentation system with the characteristics of feedback on the system. As the methodology of this research is to create a steady state Heat Exchanger model, then change the steady state model into a dynamic model, so create a PID model control, then tuning the PID control and testing PID controls, by disturbing the set point setting the valid point 115 ℃. The result of applying PID control system then got the fastest average time with value Kc = 8,82, Ti = 2,58, Td = 0 that is 0,38 minutes. At a temperature of 147.6 air vapor rate of 290.8 Kg / hr; at a temperature of 148.6 foundKeywords:heat exchanger, PID, set point, set point 
UJI MEKANIK KOMPOSIT SERAT DAUN NENAS BERMATRIK RESIN GETAH PINUS Zulmiardi Zulmiardi; Muhammad Sayuthi; Ferri Safriwardy; Meriatna Meriatna
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v10i1.4160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pemakaian serat daun nenas terhadap kekuatan tarik komposit berpenguat resin getah pinus pada kondisi beban tarik optimum untukmenghasilkan kekutan tarik pada masing-masing variasi arah serat acak dan ayaman. Penelitian dilakukan secara kontinyu dengan alat mesin uji tarik Multi Testing Machine (MTM). Variabel yang digunakan serat susunan acak dan anyaman dengan   ststandar specimen ASTMD 638-02 tipe 4 dengan dimensi specimen ( p= 110 cm, L = 19 cm, dan tebal t = 5 cm). Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini antara lain pengujian tarik berdasarkan susunan laminat acak, anyaman dan photomakro. Hasil yang didapatkan dalam penilitian ini, susunan manufaktur yang tepat pada komposit serat nanas dengan susunan laminat acak dengan  nilai kekuatan tarik rata-rata  sebesar  148.14 MPa, sedangkan untuk susunan anyaman memiliki kekuatan tarik 112.26. Hasil penilitian ini kekuatan tarik optimasi fraksi volume 20%, 30% dan 40% bermatrik resin getah pinus dapat di ketahui bahwa susunan laminat acak lebih unggul dari susunan anyaman. Hasil photomakro pada penampang patahan komposit serat  nanas terdapat karakteristik patahan yang khas yaitu terdapat serabut serat yang tertarik keluar (Fiber Pull Out).
PENGOLAHAN AWAL LIMBAH CAIR PABRIK MINYAK KELAPA SAWIT SECARA FISIKA Leni Maulinda
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2013
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran limbah kelapa sawit dapat menurunkan kualitas lingkungan yang secara tidak langsung akan berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Hal ini disebabkan air limbah pabrik minyak kelapa sawit mempunyai kandungan bahan organik yang tinggi dengan BOD rata-rata 26.222mg/l, COD rata-rata 62.934 mg/l, sifatnya asam (pH 4,05 – 4,15), mengandung minyak serta padatan tersuspensi dan terlarut lainnya. Proses pengolahan limbah cair pabrik minyak kelapa sawit selama ini menggunakan kolam aerob dan anaerob, tetapi sistem ini memerlukan waktu tinggal hidrolik yang sangat lama. Melihat sistem pengolahan limbah cair pabrik minyak kelapa sawit begitu lama, maka dicari cara pengolahan pendahuluan yang dilakukan terhadap limbah cair pabrik minyak kelapa sawit. Salah satu cara pengolahan fisik tersebut adalah secara flotasi udara. Dimana dimasukkan gelembung udara ke dalam limbah cair pabrik minyak kelapa sawit. Sehingga flok-flok dari lumpur, padatan tersuspensi, serta minyak/lemak yang terapungkan kemudian disaring/diskim keluar secara periodik. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh waktu tinggal cairan dan laju alir udara terhadap perubahan konsentrasi COD, lemak/minyak, MLSS, MLVSS, pH dan DO. Dari hasil penelitian didapat bahwa waktu tinggal cairan dan laju alir udara sangat berpengaruh terhadap konsentrasi COD, lemak/minyak, MLSS, MLVSS, pH dan DO keluaran. COD, lemak/minyak, MLSS, MLVSS keluaran reaktor masing-masing didapat 30119,214 mg/l, 114 mg/l, 3545,73 mg/l, dan 600,39mg/l dengan pH tertinggi 4,95 yang dicapai pada waktu tinggal cairan 5 hari dan laju alir udara 8 liter/menit. Sedangkan konsentrasi oksigen terlarut (DO) tertinggi diperoleh sebesar 2,77 mg/liter yang dicapai pada waktu tinggal cairan 5 hari dan laju alir udara 11 liter/menit.  
PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN BERAT BONGGOL NANAS PADA PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) Ishak Ishak; Amri Aji; Israwati Israwati
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2016
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v5i1.80

Abstract

Kelapa adalah tanaman tropis dan dapat diolah menjadi berbagai macam produk makanan dan minyak kelapa salah satunya adalah Virgin Coconut Oil (VCO). Kelapa dapat diolah menjadi VCO dengan cara fermentasi dengan menggunakan bonggol nanas dan tanpa menggunakan bonggol nanas. Bonggol nanas dapat  mempercepat proses terbentuknya minyak dari santan kelapa karena menjadi nutrient bagi mikroba bromilin untuk memperbanyak diri sehingga santan kelapa  sebagai substrat berubah menjadi produk minyak. Waktu fermentasi dan berat bonggol nanas menjadi variabel pengujian terhadap banyaknya santan kelapa yang digunakan sangat mempengaruhi rendemen minyak dan kualitas VCO yang di hasilkan. Vaiabel waktu yang diuji selama 24, 30, 36, 42, 48, dan 54 jam. Untuk perlakuan penelitian ini juga divariasikan berat bonggol nanas 30, 35, 40, dan 45 gram. Rendeman VCO terbanyak didapat pada 40 gram bonggol nanas dan  waktu fermentasi 36 jam yaitu, 28,8% dengan kandungan asam lemak bebas (ALB) terbaik dihasikan pada proses pembuatan VCO tanpa bonggol nanas yaitu 0,04% dengan waktu fermentasi 24 jam. Kadar air terbaik dihasilkan pada proses pembuatan VCO tanpa bonggol nanas yaitu 0,01% dengan waktu fermentasi 24 jam. Densitas terbaik dihasilkan pada proses pembuatan VCO tanpa menggunakan bonggol nanas yaitu 0,915 gr/ml dengan waktu fermentasi 48 dan 54 jam. Rendemen VCO terbaik dihasilkan pada proses pembuatan VCO menggunakan 40 gram bonggol nanas yaitu dengan waktu 36 jam.
PEMANFAATAN LILIN SARANG LEBAH SEBAGAI ANTIFUNGI PADA IKAN KAYU (KEUMAMAH) Rozanna Dewi
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2020
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v9i1.3036

Abstract

AbstrakIkan kayu (keumamah) merupakan salah satu makanan tradisional khas Aceh yang dibuat dari ikan tongkol, tuna, cakalang yang terlapisi tepung terigu dan dikeringkan dibawah sinar matahari. Pada umumnya selama penyimpanan dan pemasaran di tempat terbuka, memungkinkan ikan tersebut terkontaminasi oleh mikroba, khususnya kapang. Lilin sarang lebah mengandung senyawa flavonoid yang berguna sebagai antimikroba yang dapat menghambat mikroorganisme patogen sehingga penggunaan lilin sarang lebah pada ikan kayu (keumamah) diduga dapat menghambat aktivitas antifungi pada ikan kayu (keumamah). Antifungi atau antimikroba adalah suatu bahan yang dapat mengganggu pertumbuhan dan metabolisme mikroorganisme sehingga dapat mengendalikan mikroba maupun jamur, yaitu segala kegiatan yang dapat menghambat, membasmi, atau menyingkirkan mikroorganisme. Dengan dilakukannya studi ini diharapkan dapat diketahui apakah lilin sarang lebah dapat digunakan sebagai antifungi pada ikan kayu (keumamah), bagaimanakah konsentrasi terbaik lilin sarang lebah yang  dapat  digunakan sebagai antifungi, bagaimanakah perubahan yang terjadi pada ikan kayu (keumamah) selama waktu penyimpanan dengan metode organoleptik  dan uji populasi kapang serta uji kadar air. Variabel yang digunakan suhu memanaskan sarang lebah 65oC, berat ikan keumamah 400 gr, waktu perebusan ikan 45 oC. Sedangkan variabel bebas adalah konsentrasi lilin sarang lebah (0%, 5%, 10%, 15%, 20%) dan waktu penyimpanan 15 hari dan 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan konsentarsi 15% lilin sarang lebah adalah konsentrasi terbaik yang dapat menghambat pertumbuhan kapang dengan kadar air 17,704, organoleptik untuk setiap spesifikasi yaitu kenampakan, aroma, rasa, tekstur masih memenuhi syarat mutu standar SNI yaitu 10, 8, 7, 9 serta jumlah total koloni kapang 2,09 CFU/gr sampai waktu penyimpanan 30 hari.Kata kunci: Ikan kayu (keumamah), Lilin sarang lebah, Antifugi. Organoleptik, Total koloni kapang.
Uji Mekanik Komposit Berpenguat Serat Pandan Duri dan Resin Polyester Dengan Variasi Komposisi Metoda Fraksi Berat Muhammad Muhammad; Reza Putra
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 6, No 2 (2017): Journal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2017
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v6i2.476

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh nilai kekuatan tarik optimaldari komposit berpenguat serat pandan duri dan resin polyester melaluiperbandingan variasi komposisi metoda fraksi berat. Proses pembuatan spesimen uji dengan bahan serat pandan duri dan resin polyester sesuai dengan standar uji tarik ASTM D3039. Variasi perbadingan fraksi berat untuk resin dan seratadalah 30% : 70% ; 40% : 60% dan 50% : 50%. Hasil penelitian menunjukkan nilai kekuatan tarik maksimal adalah pada perbadingan komposisi komposit 40%berat resin polyester dan 60 % berat serat pandan duri, yaitu 0.45 Kg.f/mm2 dengan nilai beban maksimum rata yang mampu ditahan sebesar 43.87 Kg.f. Darihasil penelitian ini dapat disimpulkan komposit berpenguat serat pandan duridengan resin polyester telah memenuhi nilai standar minimum untuk sebuahmaterial baru fibreboard berdasarkan ISO 17064:2010.
PEMANFAATAN DAUN PEPAYA (Carica Papaya) UNTUK PEMBUATAN PESTISIDA NABATI Hasfita, Fikri; ZA, Nasrul; Lafyati, Lafyati
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2013
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh residu pestisida sintesis semakin bertambah buruk terhadap lingkungan. Pembuatan pestisida nabati merupakan solusi alternatif yang dapat dilakukan guna mengurangi dampak pencemaran. Daun pepaya (carica papaya)  yang diketahui mengandung enzyme papain sangat berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku pembuatan pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode pembuatan pestisida nabati dari daun papaya yang efektif. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap yaitu pembuatan pestisida tanpa modifikasi , pembuatan pestisida termodifikasi minyak tanah dan deterjen dan uji kinerja terhadap hama. Uji kinerja pestisida dianalisa dengan melihat pengaruh waktu perendaman, konsentrasi bahan baku dan modifikasi bahan baku  terhadap waktu kematian hama. Efek racun dianalisa menggunakan uji sisa residu pada daun dan efek kontak.  Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pestisida daun papaya sangat efektif digunakan untuk untuk membunuh jenis hama rayap dengan waktu kematian tercepat diperoleh 10 menit pada pestisida termodifikasi deterjen:minyak tanah:pestisida 1:5:1, waktu perendaman 18 jam. Uji efek racun menunjukkan pestisida termodifikasi mampu menghilangkan hama rayap mencapai 100%, ulat dan kutu daun 80%  sedangkan tanpa modifikasi hanya 40% untuk ketiga jenis hama.

Page 5 of 21 | Total Record : 210


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - May 2025 Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2024 Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2023 Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2023 Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2022 Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2022 Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2021 Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2020 Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2020 Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2019 Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2019 Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2018 Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2018 Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2014 Vol 6, No 2 (2017): Journal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2017 Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2017 Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2016 Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2016 Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2015 Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2015 Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2013 Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2013 Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2012 More Issue