cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
jurnal.ilung@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend H. Hasan Basry, Kayu Tangi Banjarmasin , Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 4 (2023)" : 25 Documents clear
Podcast Seni Sebagai Media Pembelajaran Sains: Bukti Evolusi Musik Di Desa Dukuhrejo (5000 Tahun lalu) Tanto Budi Susilo
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i4.8377

Abstract

Evolusi manusia adalah terhubung organ laring sebagai alat komunikasi manusia, yaitu berupa suara atau irama. Evolusi musik/irama melalui perubahan nada-nada. Bahasa sendiri adalah susunan suara/nada-nada bermakna, bukan sekedar susunan suara/nada-nada. Salah satu bentuk ungkapan musik adalah susunan suara dan nada yang bermakna. Satu nada adalah satu makna. Nada-nada-adalah kumpulan makna. Beirama dapat menghidupkan kata-kata diam dan ini bentuk bahasa universal umat manusia. Perubahan nada-nada adalah perubahan kekuatan emosi. Tidak semua emosi dapat terekspresikan. Diam atau emosi yang tidak terekpresikan bukan berarti emosi itu mati. Itu emosi yang diam akan muncul dengan cara dan bentuk lain, diantaranya ekspresi bermusik. Kalau kata-kata itu dapat mengubah sikap mental (physich) maka ucapan nada-juga dapat mengubah orientasi mental manusia. Kalau akumulasi perubahan kata-kata atau huruf dapat mengubah budaya kotemporer maka gendre musik juga menuntun perubahan budaya kotemporer generasi manusia pada jangka waktu lama. Salah satu penyebab muncul budaya musik kotemporer karena adaptasi instrumen musik yang berbeda dari originnya. Pada kasus evolusi musik Portugal telah menghasilkan varian musik setelah mengadopsi instrumen musik kahon dan jimbe Afrika era kolonialisasi di Amerika dan di Afrika. Sebagian musik elektrik telah mensubstitusi musik akustik dan menghasilkan gendre bermusik yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Hegemoni nada diatonis Barat telah mendominasi musik pentatonis dunia Timur, setelah ratusan tahun kolonialisme. Ini adalah contoh evolusi dalam bidang musik yang universal. Untuk mengetahui respon publik (masyarakat) milinial tentang tulisan ini, mengunakan metode structural equation modelling (SEM) melibatkan wawancara 47 milineal. Pertanyaan terkait beberapa pemahaman tentang evolusi musik, unit evolusi musik, kepribadian, berkebudayaan dan nada diatonis/pentatonis. Hasil pretest dan post test terhadap responden, rata-rata pemahaman menunjukan, sebagai berikut; sangat me ngerti (17,7 %), mengerti (59,8 % ), kurang mengerti (20,03 % ) dan tidak mengerti (0,0 %). Hasil ini menunjukan bahwa milinial dapat mengerti atas hal-hal yang terhubung dengan evolusi musik yang kepribadian berkebudayaan.Kata kunci: unit evolusi, kata, nada dan musik
Upaya Deteksi Dini Kanker Prostat Melalui Pemberdayaan Tenaga Kesehatan Posyandu Lansia Dinkes Kota Banjarmasin Eka Yudha Rahman; Roselina Panghiyangani; Nia Kania; Nika Sterina Skripsiana
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i4.8218

Abstract

Prostate cancer is one of the malignancies in men, the second most common cancer, and the sixth leading cause of death in men worldwide. The life expectancy of men in Banjarmasin City is increasing every year. As the elderly increase, the risk of prostate cancer also increases. Prostate Cancer Early Detection training is needed for health workers at Posyandu Lansia (Integrated Health Care Center for the Elderly) under the work area of Banjarmasin Health Office. The implementation of community service activities in the form of training on early detection of prostate cancer for health workers and cadres of Posyandu for the elderly in the Banjarmasin Health Office work area consists of 2 days of implementation, on 2 and 3 August 2022, at the Roditha Hotel Banjarmasin. Participants in this activity were 88 health workers and Posyandu cadres in the Banjarmasin City Health Office work area. Activities are carried out offline by implementing health protocols. This training activity includes a pretest, a presentation of training material by two speakers from FK ULM, a demonstration of the digital rectal examination technique (rectal toucher), discussion, response, and post-test. The success of this activity can be seen from the increase in knowledge (pretest average score of 35.88 and post-test of 76.18) and skills of health workers and Posyandu cadres in the Banjarmasin City Health Office work area regarding early detection and prevention of prostate cancer.
Pendampingan Psikososial Pasca Bencana Banjir Pada Warga Yang Tinggal Di Pinggiran Sungai Dhian Ririn Lestari; Mutia Rahmah
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i4.7344

Abstract

Abstract Populations living in flood-prone areas will experience repeated flood disasters. Flood disasters that occur repeatedly will impact one's health and well-being. Handling the impact of floods, especially psychological impacts such as anxiety, is by providing particular interventions that is called post-flood psychosocial assistance. Community service activities aims to provide participants with knowledge and skills regarding flood disaster preparedness and how to deal with anxiety from flood disasters. The method used is to provide health education and demonstrations and then carry out an evaluation by comparing pretest and posttest scores using a questionnaire. The activity was held in September 2022 and was attended by 19 people. Community service results showed a significant difference in the average value of knowledge before and after being given Disaster Preparedness Education, and participants could overcome anxiety with breathing meditation techniques. Post-flood psychosocial assistance needs to be carried out as a promotive and preventive intervention for communities living in a wetlands area that has the potential to experience repeated floods.Keywords: Psychosocial; Disaster; Flood  Abstrak Populasi yang tinggal diarea rawan banjir akan mengalami bencana banjir berulang. Bencana banjir yang terjadi secara berulang akan berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan seseorang. Penanganan dampak bencana banjir khususnya dampak psikologis seperti kecemasaan adalah dengan pemberian intervensi khusus berupa pendampingan psikososial pasca bencana banjir. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan kepada mitra mengenai kesiapsiagaan bencana banjir serta cara mengatasi kecemasan akibat bencana banjir yang terjadi. Metode yang digunakan adalah dengan pemberian pendidikan kesehatan dan demonstrasi kemudian melakukan evaluasi dengan membandingkan nilai pretest dan posttest menggunakan kuesioner. Kegiatan dilaksanakan pada bulan September 2022 dan dihadiri 19 orang. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai rerata pengetahuan sebelum dan setelah diberikan Pendidikan Siaga Bencana dan peserta memiliki kemampuan mengatasi kecemasan dengan teknik breathing meditation. Pendampingan psikososial pasca bencana banjir perlu dilakukan sebagai upaya promotif dan preventif masyarakat di lingkungan lahan basah yang berpotensi mengalami bencana banjir berulang. Kata kunci: Psikososial; Bencana; Banjir
Penggunaan Kompor Briket Tanah Gambut Sebagai Bahan Bakar Alternatif Di Desa Kayu Bawang Kecamatan Gambut Aqli mursadin; Rudi Siswanto; Abdul Ghofur
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i4.6852

Abstract

Kebutuhan energi dari tahun ke tahun terus meningkat. Sebagian besar kebutuhan energi  penduduk pedesaaan adalah untuk sektor rumah tangga. Tanah gambut yang mempunyai nilai kalori yang dapat dijadikan sebagai salah satu energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi di Desa kayu bawang Kecamatan Gambut. Melihat kondisi ini maka potensi sumber daya alam terutama tanah gambut harus benar-benar dimanfaatkan dengan  baik,  karena dengan potensi alam tersebut akan menunjang berjalannya perekonomian dengan baik. Salah satu teknologi tepat guna yang mampu memanfaatkan tanah gambut sebagai bahan bakar yaitu dengan cara menjadikan tanah gambut sebagai briket dan  membuat kompor yang bisa digunakan sebagai bahan bakar briket tanah gambut. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan solusi kepada  warga Desa Kayu Bawang dalam menangulangi energi. Salah satu teknologi tepat guna yang mampu memanfaatkan tanah gambut sebagai bahan bakar yaitu dengan cara menjadikan tanah gambut sebagai briket dan  membuat kompor yang bisa digunakan sebagai bahan bakar briket tanah gambut Metode yang gunakan adalah studi lapangan, diskusi, pembuatan briket tanah gambut dan kompor briket yang di demontrasikan degan mitra sesuai dengan target dan harapan. Target yang dicapai dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah produk cetakan briket tanah gambut dan Kompor  briket tanah gambut. Dari kegiatan ini dihasilkan produk kompor briket tanah gambut dan cetakan briket tanah gambut yang bisa digunanakan sebagai energi alternatife secara maksimal oleh warga Desa Kayu Bawang ini. Warga sangat antusias terhadap kegiatan ini, hal ini disebabkan dengan pengguaan kompor briket tanah gambut ini dapat mengurangi biaya hidup khususnya dalam pengeluaran bahan bakar.
PKM Pemberdayaan Kelompok Pengrajin Keripik Kalakai Sebagai Olahan Sayuran Lokal Berbasis Potensi Unggulan Daerah Lahan Basah Noor Rahmini; rizali rizali; Muhammad Fathi; Widhya Rahmadhyani
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i4.8000

Abstract

The Covid-19 pandemic paralyzed all walks of life including the Jaya Rezeki Family Income Improvement Business (UPPKS) business group. In facing the new normal, a special strategy is needed in developing the UPPKS so that it survives. One of them is through innovation in flavor variants, new processed variations, making product packaging attractive and creating less contact so that the UPPKS economy can survive and grow. UPPKS Jaya Rezeki, which is located in Antar Jaya Village in Marabahan District, Barito Kuala Regency, South Kalimantan Province, is one of those affected by the Covid-19 pandemic. Some of the problems found at UPPKS Jaya Rezeki consist of aspects of the variant flavor of kalakai chips, there is only one flavor variant, namely the original flavor of kalakai chips, aspects of processed kalakai variations where there is only one processed product of kalakai which has economic value, namely kalakai chips and there are no new innovations in variations. processed kalakai, aspects of product packaging that are able to maintain the quality of processed kalakai products and are attractive, and aspects of marketing technology where marketing and sales of UPPKS Jaya Rezeki are still done manually. The service team provides solutions to the problems faced, several solutions are offered, namely: 1) adding variants of the flavor of kalakai chips, including lime leaf kalakai chips, spicy kalakai chips, anchovies kalakai chips, and rebon prawn kalakai chips, 2) making product packaging which maintains the durability of product quality, is practical and attracts buyers, 3) makers of online payment systems to create less contact payments. Keywords: PKM, Kalakai chips, local vegetables, wetlands, Antar Jaya Village 

Page 3 of 3 | Total Record : 25