cover
Contact Name
Asy'ari
Contact Email
asyari153@gmail.com
Phone
+6285248587493
Journal Mail Official
p3mp@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
Jalan Sultan Adam Kompleks H.Iyus RT.23 No.18 Banjarmasin 70121 Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan
ISSN : 02167433     EISSN : 28278828     DOI : https://doi.org/10.33654/jpl
Core Subject : Education, Art,
Lentera merupakan jurnal ilmiah pada bidang pendidikan dan ilmu-ilmu kependidikan yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3MP) STKIP PGRI Banjarmasin
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 2 (2019)" : 28 Documents clear
Eksperimentasi Pembelajaran Berbasis TIK Menggunakan Metode Discovery Learning Dengan Peer Assessment di Kelas VIII SMP Negeri 17 Banjarmasin Asy’ari Asy’ari; M. Rizki Zulkarnain
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.986 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.883

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning disertai dengan peer assessment terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 3×3. Populasinya adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 17 Banjarmasin tahun pelajaran 2017/2018. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 77 orang diambil dari siswa kelas VIII B, VIII C, dan VIII D SMPN 17 Banjarmasin. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dengan menggunakan metode uji lilliefors dan uji homogenitas menggunakan metode Bartlett. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji ANOVA dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan uji hipotesis, diperoleh simpulan bahwa hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning disertai dengan peer assessment lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning dan model pembelajaran konvensional. Selain itu, hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran konvensional.
Pembelajaran Matematika Melalui Blended Learning Berbasis Multi Aplikasi Sebagai Strategi Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 Desy Arnita Dewi
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.973 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.884

Abstract

Kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi informasi dan komunikasi sebagai salah satu produk perubahan zaman banyak membawa dampak positif bagi kemajuan dunia pendidikan sekarang ini. Era digitalisasi yang disebut era revolusi industri 4.0 membuat perubahan yang sangat cepat. Banyak aplikasi pembelajaran digital yang bisa digunakan secara efektif dan efisien sebagai media penunjang pembelajaran. Diantaranya GeoGebra, Google Classroom, dan Quizizz. Aplikasi tersebut dapat berdiri sendiri, ataupun dikombinasikan satu sama lain sesuai kebutuhan. Keterlibatan suatu proses perkembangan teknologi yang diaplikasikan dalam proses pembelajaran disebut e-learning. Pembelajaran yang mengkombinasikan atau mencampurkan pembelajaran tatap muka dan pembelajaran berbasis e-learning disebut sebagai Blended Learning. Penelitian ini dirancang dan dilaksanakan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas sebanyak dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII MIPA 1 MAN 2 Model Banjarmasin tahun pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 35 siswa. Objek penelitian adalah aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi turunan fungsi trigonometri. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan siswa berada dalam kualifikasi aktif dan terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II.
Analisis Karakteristik Parameter Butir Berdasarkan Model Logistik 3 Parameter Dina Huriaty
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.927 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.885

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik parameter butir tes berdasarkan model logistik tiga parameter. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data respons ujian nasional tingkat SMP yang berisi 40 butir soal bentuk pilihan ganda dengan empat pilihan jawaban. Data respons Ujian Nasional merupakan data dokumentasi dengan jumlah sampel respons 2500 respons siswa yang dipilih secara acak. Jumlah ini memenuhi syarat ukuran sampel minimal untuk model logistik tiga parameter. Pemilihan model logistik tiga parameter didasari bahwa pada tes-tes kemampuan yang menggunakan format pilihan ganda adalah contoh situasi dimana model logistik tiga parameter cocok untuk digunakan. Software yang digunakan untuk mengestimasi dan analisis hasil penelitian ini adalah BILOG-MG. Hasil penelitian menunjukkan statistik parameter butir memperlihatkan nilai rata-rata indeks daya beda butir tergolong baik, rata-rata indeks kesukaran butir sedang, dan rata-rata parameter pseudo guessing baik. Estimasi terhadap indeks reliabilitas menunjukkan instrument tes reliable.
Tantangan Pendidik di Era Digital Diplan Diplan
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.115 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.888

Abstract

Di era globalisasi dan informasi ini, guru dan dosen mendapatkan tantangan berupa perilaku siswa yang senang berselancar di dunia maya melalui android, gadget atau handphone canggih yang mereka miliki. Perilaku siswa ini ditandai oleh adanya kecendrungan lebih senang membaca melalui handphone ketimbang buku, senang mencari berbagai informasi sendiri tanpa melakukan recheck lebih dahulu, senang mencari teman melalui akun media sosial, dan terkesan individualis. Untuk itu, guru dan dosen dalam pembelajaran harus mampu memanfaatkan Teknologi Informasi, menggunakan metode yang menyenangkan, memperkaya keilmuan dengan berbagai sumber bahan bacaan, dan mampu melakukan penelitian. Demikian uraian yang berkaitan dengan tantangan pendidik di era Millennial dan upaya yang dilakukan untuk mencari solusi terhadap tantangan yang dihadapi guru.
Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Pada Siswa Kelas IXF di SMPN 1 Kusan Hilir Darwanto Darwanto
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.458 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.889

Abstract

The aim of this study is to determine whether the application of the STAD type cooperative learning model can increase student learning motivation, improve student learning outcomes and collaboration in group discussions on social studies subjects in class IX.F in Kusan Hilir 1 Middle School. The results of the study show that: The results of learning motivation show that the average class in the first cycle is 68.75%, and then increases to 84.38% in the second cycle. For success in learning outcomes or classical completeness increased from 59.37% in the first cycle, to 84.38% in the second cycle. While the results of collaboration in groups increased from 56.26% in the first cycle, to 81.25% in the second cycle.
Teaching Speaking Through Short Dialogue At The Eleventh Grade Students of SMAN 1 Pelaihari Erni Nadia
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.739 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.890

Abstract

Speaking is the process of building and sharing meaning through the use of verbal and non-verbal symbols. Speaking is a crucial part of second language teaching and learning. The objective of this research is to describe how the process of teaching speaking through short dialogue at the Eleventh grade students of SMAN 1 Pelaihari school year 2019/2020. This research paper is aimed at describing the process of teaching speaking through short dialogue focused on the curriculum, method and technique of teaching speaking, teaching media, and system of evaluation. The source of data is teaching learning process of dialogue technique at SMAN 1 Pelaihari and documents. In this research, the writer does the classroom observation, interview and document to the English teacher. Based on the data analysis, the writer finds that the result of teaching speaking by using short dialogue at the eleventh grade students of SMAN 1 Pelaihari as follows: 1). The curriculum of SMAN 1 Pelaihari, especially at the eleventh level, uses Kurikulum 2013. In Kurikulum 2013, the goal of teaching speaking is to gain the students to be able to communicate in English on the elementary level. Consequently, they can express various feelings or senses; 2). Method and technique of teaching speaking. In teaching speaking the English teacher uses Communicative approach and dialogue technique; 3). Media of teaching speaking. Media a very needed to successful teaching learning process, so the English teacher of SMAN 1 Pelaihari uses a whiteboard and cassette (CD); and 4). System evaluation of speaking activities. To evaluate the students' performance the teacher gives comments and mark, this way is very needed for a teacher to know the student's capability and to make the lesson better. Therefore, the result of teaching speaking through dialogue is satisfying.
Pemanfaatan Smartphone Sebagai Media Pembelajaran Mata Kuliah Koreografi dan Komposisi Tari I Gita Kinanthi Purnama Asri (Adinda)
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.668 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.894

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pemanfaatan smartphone sebagai media pembelajaran mata kuliah koreografi dan komposisi tari I. Substansi mata kuliah ini adalah memberikan pengalaman dan pengetahuan tentang seni menata, menyusun, mengungkapkan gagasan yang berdasarkan unsur-unsur tari sehingga menjadi suatu kesatuan yang sarat dengan nilai estetik dan ikut serta membangun karakter masyarakat serta melestarikan kebudayaan lokal. Alma M Hawkins menyatakan terdapat tiga tahap proses koreografi yaitu tahap eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Tentu saja pembelajaran ini tidak boleh ketinggalan zaman, sehingga perlu suatu yang inovatif dalam aktivitasnya. Kehadiran smartphone yang menjadi pusaka serta budaya baru di kalangan milenial menjadi inspirasi dari penelitian ini. Tujuannya adalah (1) mendeskripsikan penggunaan smartphone yang terintegrasi dengan internet sebagai media pembelajaran untuk penelusuran, pemberian-penerimaan informasi; (2) mendeskripsikan penggunaan smartphone sebagai media komunikasi pembelajaran; (3) mendeskripsikan manfaat smartphone sebagai sistem pendokumentasian selama proses pembelajaran koreografi dan komposisi tari I. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, menggunakan sampling purposive yaitu mahasiswa angkatan 2017 Program Studi Pendidikan Seni Tari STKIP PGRI Banjarmasin berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi.Teknik analisis data menggunakan deskriptif interpretatif. Hasil penelitian ini adalah terciptanya suasana pembelajaran yang lebih efektif dalam proses transfer informasi, komunikasi yang terjalin antara dosen mahasiswa terjadi lebih ringan dan menyenangkan, interaktif dalam mengekspresikan hasil belajar, menghasilkan dokumen proses pembelajaran sehingga memberi kemungkinan untuk dosen dan mahasiswa saling mengembangkan pikiran, memotivasi diri dan keterampilannya dalam pembelajaran koreografi dan komposisi tari. Secara spesifik smartphone mampu menjadi: (1) alat penelusuran informasi dan pengetahuan (berbagi, memberi dan menerima) koreografi melalui penggunaan google dan youtube; (2) alat komunikasi atau perantara antara mahasiswa dan dosen secara tidak tatap muka dan diutamakan di luar jadwal kuliah, dimanfaatkan untuk konsultasi dan pendistribusian tugas kuliah, peran aplikasi whatsapp, email dan instagram sangat menguntungkan dalam memonitor tugas koreografi; (3) alat perekam dan pencatatan pada proses pembelajaran koreografi, sehingga menghasilkan dokumen yang tersimpan dan mampu menjadi pendukung dalam sistem evaluasi pembelajaran koreografi di kemudian hari.
Strategi Pemecahan Masalah Open-Ended Siswa Berpikir Kreatif Matematis Tinggi Hajjah Rafiah
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.066 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemecahan masalah open-ended yang digunakan oleh siswa dengan level berpikir kreatif matematis tinggi. Masalah open-ended yang digunakan adalah masalah aljabar dan geometri. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Subjek penelitian merupakan siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sullamut Taufiq. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemecahan masalah open-ended siswa berpikir kreatif matematis tinggi dalam memecahkan masalah aljabar adalah dengan menduga sebuah jawaban lalu memeriksanya dan kemudian menggunakan analogi atau masalah serupa untuk penyelesaian selanjutnya. Untuk pemecahan masalah geometri, siswa berpikir kreatif matematis tinggi menggunakan strategi pemecahan dengan mengubah cara pandang terhadap masalah, membagi masalah menjadi beberapa submasalah yang lebih sederhana, menemukan pola, dan menggunakan analogi untuk masalah serupa. Berdasarkan strategi yang digunakan tersebut, dapat dikatakan bahwa siswa berpikir kreatif matematis tinggi menggunakan kemampuan berpikir induktif secara analogi pada pemecahan masalah open-ended.
Sosok ‘Muslimah’ Sebagai Simbol Keteladanan Dalam Dunia Pendidikan di LPTK Hj. Ida Rusdiana
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.114 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.896

Abstract

Muslimah Hafsari adalah seorang guru Sekolah Dasar dari Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera. Sosok yang akrab dipanggil ‘Bu Mus’ ini merupakan sosok guru fenomenal yang membuat guru-guru Indonesia merasa sangat bangga menjadi seorang guru. Nasihat yang diberikan Bu Mus bagi guru-guru masa kini, yaitu: 1) Mengajarlah dengan hati agar yang kau ajarkan sampai ke hati, 2) Niatkan dari awal untuk selalu ikhlas dalam mengajar, 3) Kalaupun niatnya cari nafkah, sertakan tujuan untuk menabung amal di akhirat, 4) Kalau kita harus marah dengan anak-anak, marahlah tetap dengan hati sambil doakan agar kenakalan/perilakunya itu diampuni dan mendapat hidayah Allah SWT, 5) Dalam mengajar jangan hanya kejar target tuntasnya materi, tapi menghilangkan esensi. Harusnya utamakan esensi, baru materi. Dengan melakukan interpretasi terhadap nasihat itu, tulisan ini menyajikan gagasan untuk mengembangkan aspek kepribadian guru Indonesia dalam perspektif Islam melalui kegiatan pembelajaran yang bermakna. Adapun langkah-langkahnya dibagi dalam tiga tahap, yaitu: a. Sebelum Pembelajaran: 1) Memohon ampunan kepada orang tua dan minta untuk didoakan, 2) Meluruskan niat bahwa melaksanakan kegiatan pembelajaran adalah dalam rangka menjunjung perintah Allah SWT dan mengharap ridho-Nya, 3) Berwudhu, 4) Berdoa, 5) Berpakaian sesuai dengan tata tertib yang berlaku , 6) Berjalan menuju ruang kelas sambil bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, dan 7) Memasuki ruang kelas dengan kaki kanan sambil membaca Bismillahirahmanirahim; b. Saat Pembelajaran: 1) Mengucapkan dan membalas salam, 2) Berdoa bersama, 3) Membaca kitab suci (muslim: Al-Qur’an), 4) Menjaga perkataan yang baik dan menghindari perkataan yang tidak baik, 5) Mengingat kematian yang merupakan hal yang pasti terjadi, 6) Berzikir kepada Allah SWT, 7) Mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan istighfar, 8) Meminta maaf satu sama lain, 9) Mengucapkan dan membalas salam; dan c. Setelah Pembelajaran: 1) Menyediakan waktu belajar ilmu agama sesuai dengan keyakinan masing-masing, 2) Mencari guru agama yang berkualitas, 3) Merencanakan kegiatan belajar dengan berpedoman pada agama yang diyakini, dan 4) Mendoakan satu sama lain di setiap kesempatan.
Kulwa Malming; Media Belajar Mandiri Matematika Sekolah Kejuruan K. Sutame
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.902 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.897

Abstract

Makalah ini bertujuan memberikan gambaran teknis berkaitan upaya menarik simpati siswa di SMK Negeri 3 Banjarmasin terhadap pembelajaran matematika melalui sentuhan teknologi informasi. Makalah ini berisikan kajian teori tentang membangun pembelajaran yang menyenangkan dengan memanfaatkan waktu luang siswa untuk menguatkan konsep-konsep matematika dengan dipandupadankan dengan teknologi informasi berupa aplikasi pesan. Metode penulisan adalah deskripsi berdasarkan pengalaman pemakalah di SMK Negeri 3 Banjarmasin. Adanya pelibatan teknologi dalam pembelajaran, sudah tak dapat dihindari dan tidak dapat dipungkiri mampu memberikan sumbangsih bagi pembelajaran matematika baik dalam meningkatkan prestasi maupun minat siswa. Davis dan Tearle (1999) (Dalam Syed Noor-Ul-Amin) menyebutkan TIK berpotensi memberikan inovasi, akselerasi, pengayaan dan memperkuat keterampilan untuk memotivasi dan meningkatan pembelajaran pada siswa serta membantu menghubungkan dunia kerja dengan sekolah. Adanya TIK memberikan kesempatan siswa dan guru untuk melaksanakan pembelajaran dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja. Salah satu varian TIK adalah pesan singkat berbasis smartphone yakni aplikasi WhatsApp. Fitur-fitur yang dimiliki oleh Whatsapp menjadikan aplikasi ini akun wajib yang dimiliki oleh siswa dan guru. Oleh pemakalah aplikasi ini menjadi jargon pembelajaran tambahan matematika yang menarik yakni Kulwa Malming (Kuliah via WhatsApp Malam Minggu). Aktivitas belajar mandiri yang dilakukan adalah diskusi yang berfungsi menguatkan konsep matematika dilengkapi dengan presensi kehadiran Kulwa Malming. Adanya keunggulan-keunggulan pada Kulwa Malming diyakini mampu mefasilitasi pembelajaran matemtika yang menarik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah kejuruan.

Page 2 of 3 | Total Record : 28