cover
Contact Name
Fujianor Maulana
Contact Email
fujianormaulana@stkipbjm.ac.id
Phone
+628195198730
Journal Mail Official
jph@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
Jln.Sultan Adam Komplek H.Iyus
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Hayati
ISSN : 28282914     EISSN : 24433608     DOI : https://doi.org/10.33654/jph.v7i4
Berisi artikel-artikel ilmiah baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing, yang memuat tentang kependidikan dan kajian ilmu - ilmu pengetahuan alam dan sosial dan memfasilitasi publikasi hasil-hasil penelitian maupun pemikiran konseptual serta turut mengembangkan pendidik dan dunia pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 132 Documents
PENAKSIRAN KUALITAS AIR SUNGAI PENGAMBAU HULU BERDASARKAN BIOTIC INDEX Bayu Hari Mukti
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 8 No 4
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan manusia terhadap lingkungan seringkali mengakibatkan pencemaran dan degraasi air. Monitoring biologis dapat digunakan untuk menentukan kualitas air sungai. Kelompok hewan yang dapat digunakan sebagai bioindikator kualitas air adalah makrozoobentos. Penelitian ini bertujuan untuk menaksir kualitas air dari macrozoobentos di Sungai Pengambau Hulu menggunakan indeks biotik. Medote penelitian ini adalah dengan menganalisis nilai toleransi dan kelimpahan makrozoobentos yang diadaptasi dari Andrean Biotic Index (ABI) dan Community Index (CI). Kualitas air selanjutnya ditentukan dengan menggunakan Family Biotic Index (FBI). Hasil penelitian menunjukan bahwa Sungai Pengambau Hulu memiliki kualitas air yang sangat baik. Hal ini ditunjukan dengan ditemukannya kelompok hewan-hewan sensitif perubahan lingkungan yaitu Bivalva dan Gastropoda. Nilai FBI 3.15 yang berarti hanya ada kemungkinan polusi organik yang rendah.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AL QUR’AN HADITS MELALUI PENDEKATAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW MATERI AL QUR’AN DAN HADITS SEBAGAI PEDOMAN HIDUP BAGI SISWA KELAS VII A MTs NURUL HIDAYAH KECAMATAN AMUNTAI SELATAN Almuna
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 8 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Al qur’an dan Hadits sebagai pedoman hidup di MTs Nurul Hidayah tahun Pelajaran 2021/2022, melalui pendekatan kooperatif tipe Jigsaw. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIA MTs Nurul Hidayah berjumlah 15 orang yaitu terdiri dari 11 orang perempuan dan 4 orang laki-laki. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus yang setiap siklusnya merupakan rangkaian kegiatan yang masing-masing terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/ observasi dan refleksi. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini menggunakan metode pengumpulan data yaitu tes tertulis. Analisis data yang dilakukan dengan cara membandingkan pencapaian nilai hasil belajar tiap siklus . Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Jigsaw, Dengan ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I mencapai 75% dan meningkat pada siklus II mencapai ketuntasan yang memuaskan yaitu 100%. Berdasarkan hasil penelitian hasil belajar mengalami peningkatan disetiap pertemuannya dan cenderung meningkat baik secara individu maupun klasikal. Berdasarkan hasil temuan tersebut disarankan guru-guru di sekolah dapat menggunakan model pembelajaran Jigsaw dalam mengajar Al qur’an Hadits karena dapat memacu siswa untuk lebih aktif dan kreatif dalam proses belajar dan juga diharapkan peneliti lebih meningkatkan kualitas diri dengan menambah pengetahuan mengenai perkembangan pendidikan yang terjadi dewasa ini, serta siswa diharapkan utnuk lebih tekun dalam mengikuti proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah.
UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN YANG VARIATIF MELALUI SUPERVISI KLINIS YANG BERKELANJUTAN DI MTsN 8 HULU SUNGAI UTARA Mujiburrahman
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 8 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tindakan sekolah ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh supervisi klinis yang berkelanjutan terhadap kompetensi guru dalam menggunakan metode pembelajaran yang variatif di MTsN 8 Hulu Sungai Utara. Pelaksanaan supervisi klinis memuat tahap awal untuk membuat kesepakatan antara supervisor dan guru, tahap observasi atau pengamatan terhadap metode pembelajaran guru di kelas, dan tahap akhir berupa diskusi hasil observasi. Kepala sekolah sebagai supervisor menilai dan memberi arahan kepada guru dalam menggunakan metode pembelajaran yang variatif. Penelitian ini dilakukan pada 13 orang guru sebagai subjek dan menggunakan model Kemmis dan McTaggart. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru dalam menggunakan metode pembelajaran yang variatif pada siklus I baik (rata-rata skor 8,38; 9,0; dan 9,38) dan meningkat menjadi baik dan sangat baik pada siklus II (rata-rata skor 10,0; 11,0; dan 12,0). Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh supervisi klinis yang berkelanjutan terhadap peningkatan kompetensi guru dalam menggunakan metode pembelajaran yang variatif di MTsN 8 Hulu Sungai Utara.
KEANEKARAGAMAN INSEKTA SIANG (DIURNAL) di PERKEBUNAN RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L) di DESA SUNGAI KUPANG PALAS KECAMATAN KANDANGAN KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Nor Abidin; Lagiono; Syahbudin
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 8 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki kekayaan jenis flora dan fauna yang sangat tinggi (mega biodiversity). Salah satu keanekaragaman hayati yang dapat dibanggakan Indonesia adalah insekta (serangga), dengan jumlah 250.000 jenis atau sekitar 15% dari jumlah jenis biota utama yang diketahui di Indonesia. Kurang lebih 1 juta spesies serangga telah dideskripsi (dikenal dalam ilmu pengetahuan), dan hal ini merupakan petunjuk bahwa serangga merupakan makhluk hidup yang mendominasi bumi. Diperkirakan, masih ada 10 juta spesies serangga yang belum dideskripsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman insekta siang (Diurnal) dan kemelimpahannya yang ada di Perkebunan Rambutan di Desa Sungai Kupang Palas Kecamatan Kandangan Hulu Sungai Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsif, dengan teknik observasi yaitu terjun langsung kelapangan. Pengambilan data insekta dilakukan dengan metode Garis Transek atau Line Transect, dengan berjalan disepanjang garis transek yang telah ditentukan sambil melakukan penangkapan insekta yang terdapat pada jalur transek tersebut. Mengidentifikasi insekta yang tertangkap dalam jebakan menggunakan kunci determinasi Borror, Jumar dan Lilies. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan rumus keanekaragaman menurut Shannon-Winner Hi, (Odum, 1996; 68) dan kemelimpahan menurut Michael (1994:89). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis insekta yang ditemukan pada Perkebunan Rambutan di Desa Sungai Kupang Palas Kecamatan Kandangan ada 14 spesies, yaitu : Appias olferna, Papilio polytes, Melanitis leda, Leptosia nina, Neurothemis terminate, Orthetrum Sabina, Agriocnermis pygmea, Catantops sylvestris, Atractomorpha crenulata, Cicindela aurulenta, Pycanum rubens, Leptocorisa acuta, Grapochepahala coccinea, Henosepilachna vigintioctopunctata. Indeks keanekaragaman sebesar 2,54 yang termasuk dalam kategori sedang. Kemelimpahan tertinggi ditempati oleh spesies Leptocorisa acuta dengan Nilai Penting sebesar 28,07%. Kemelimpahan terendah ditempati oleh spesies Appias olferna dengan Nilai penting 8.66%
PENERAPAN METODE PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MATERI MENGENAL NEGARA-NEGARA ASEAN PADA SISWA KELAS VIII C MTsN 1 HULU SUNGAI UTARA Linda Puspita
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 8 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui peningkatan hasil belajar IPS materi mengenal negara-negara Asean pada siswa kelas VIII C MTsN 1 Hulu Sungai Utara di semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022 melalui penerapan metode Picture And Picture. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII C MTsN 1 Hulu Sungai Utara yang terdiri dari 20 siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus yang setiap siklusnya merupakan rangkaian kegiatan yang masing-masing terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/observasi dan refleksi. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini menggunakan metode pengumpulan data yaitu tes tertulis. Analisis data yang dilakukan dengan cara membandingkan pencapaian nilai hasil belajar tiap siklus dengan ditandai peningkatan Kriteria Ketuntasan Minimal. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dibuktikan dari rata- rata hasil belajar siswa 50,00 dengan 6 yang tuntas dari 20 siswa pada pra siklus, meningkat pada siklus I 66,50 dengan 9 siswa yang tuntas, pada siklus II meningkat lagi menjadi 85,50 dengan 16 siswa yang tuntas dari 20 siswa kelas VIII C MTsN 1 Hulu Sungai Utara. Sedangkan persentase ketercapaian KKM juga meningkat dari pra siklus 30%, meningkat pada siklus I sejumlah 45%, dan meningkat lagi menjadi 80% pada siklus II dan hasil ini telah melebihi kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan sebesar ≥75 dan persentase ketercapaian KKM ≥75%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metode picture and picture terbukti dapat meningkatkan hasil belajar IPS materi mengenal negara-negara Asean sehingga layak untuk diterapkan di MTsN 1 Hulu Sungai Utara.
PENGEMBANGAN RPP BERBASIS KNoS–KGS PADA KONSEP PERUBAHAN LINGKUNGAN IKLIM DAN DAUR ULANG LIMBAH DI KELAS X SMA NEGERI 1 SUNGAI LOBAN Ni Kadek Sri Puspita Dewi; Rezky Nefianthi Dian; Saidatun Ni’mah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 8 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang diperoleh dari guru pengajar IPA dan di SMA Negeri 1 Sungai Loban, menyatakan bahwa guru lebih dominan pada aspek pengetahuan dan bukan pemahaman konsep berpikir. Kondisi belajar yang dikembangkan guru menunjukan kegiatan siswa aktif mencari dan mengelola dalam rangka pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Hasil belajar bertujuan untuk mengetahui validitas RPP, keefektifan RPP, dan kepraktisan RPP yang mereka peroleh hanya mencapai 80%, sehingga berada diatas ketuntasan klasikal yaitu 65%. Hal ini sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yakni 65%. Hal ini hasil belajar IPA pada Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Berbasis Model KNOS-KGS pada Konsep Perubahan Lingkungan/Iklim dan Daur Ulang Limbah di Kelas X SMA Negeri I Sungai Loban. Penelitian ini adalah Mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang di rancang dalam 4 Kali Pertemuan. Pada pertemuan 1 terdiri dari 2 kali pertemuan dan pada pertemuan 2 terdiri dari 2 pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas MIA I SMA Negeri 1 Sungai Loban tahun pelajaran 2017 dengan jumlah siswa 36 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui rencana pelaksanaan pembelajaran, observasi, angket respon siswa dan angket respon guru. Berdasarkan hasil pengembangan RPP yang dilaksanakan menggunakan Model KNOS-KGS untuk meningkatkan keterampilan generik sains siswa pada Konsep Perubahan Lingkungan/Iklim dan Daur Ulang Limbah. Kriteria yang diterapkan untuk menyatakan bahwa hasil validasi yang diberikan oleh validator maka diperoleh tingkat kevalidan perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah, RPP nilai VA=4.3 kategori Valid. Angket Respon Siswa Terhadap Penerapan Model KNOS-KGS Rata-rata yang diperoleh 95.37% siswa yang senang materi pembelajaran dan siswa yang tidak senang 4.62%, Angket respon siswa yang berminat mengikuti kegiatan belajar dengan Model KNOS-KGS adalah 94.6% dan yang tidak berminat 5.56%. Angket respon guru pada pengembangan Model KNOS-KGS telah diperoleh rata-rata pada uji coba dikelas uji coba I sebesar 91.7%. Angket respon guru pada pengembangan Model KNOS-KGS telah diperoleh rata-rata pada uji coba dikelas uji coba II sebesar 100%.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII B PADA PERSAMAAN GARIS LURUS DI MTsN 4 HULU SUNGAI UTARA Normalina
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 8 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pada pembelajaran Matematika di Sekolah, khususnya MTsN 4 Hulu Sungai Utara adalah hasil belajar siswa yang rendah, demikian juga efektifitas guru dalam pembelajaran belum optimal. Rendahnya hasil belajar siswa tersebut disebabkan karena kegiatan belajar mengajar matematika di kelas tidak melibatkan siswa, siswa hanya duduk, mendengarkan dan mencatat. Metode dan model pembelajaran yang digunakan selama ini masih kurang bervariasi dan belum melibatkan siswa untuk aktif dalam proses belajar mengajar. Model PembelajaranTGT diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan di atas. Dalam Pembelajaran TGT Siswa ditempatkan dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, dan suku atau ras yang berbeda. Dengan adanya perbedaan tersebut, siswa bisa saling membantu antar siswa yang berkemampuan lebih dengan siswa yang berkemampuan kurang dalam menguasai materi pelajaran. Hal ini akan menyebabkan tumbuhnya rasa kesadaran pada diri siswa bahwa belajar secara kooperatif sangat menyenangkan. Selain itu siswa memainkan permainan-permainan dengan anggota-anggota tim lain untuk memperoleh skor bagi tim mereka masing-masing dalam sebuah turnamen sehingga menjadi pembelajaran yang menarik. Penelitian ini dilaksanakan di MTsN 4 Hulu Sungai Utara dengan subyek penelitian kelas VIII B yang berjumlah 25 orang terdiri dari 12 laki- laki dan 13 perempuan dengan menggunakan metode tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I dengan dua kali pertemuan dan siklus II dengan dua kali pertemuan. Insturmen penelitian yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah lembar observasi kegiatan siswa, lembar observasi kegiatan guru serta tes tertulis. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar dan teknik observasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan mengajar guru lebih aktif dan kreatif, dan keaktifan belajar siswa semakin meningkat. Telah terjadi peningkatan hasil belajar siswa dengan penggunaan model TGT. Hasil ini diketahui dengan peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa dari 73,40 pada siklus I menjadi 79,52 pada siklus II , serta ketuntasan belajar siswa meningkat dari 68 % pada siklus I menjadi 84% pada siklus II.
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MELALUI SUPERVISI AKADEMIK di MIN 10 HULU SUNGAI UTARA Jamali
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 8 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran merupakan suatu sistem, yang terdiri atas berbagai komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Komponen tersebut meliputi: tujuan, materi, metode dan evaluasi. Keempat komponen pembelajaran tersebut harus diperhatikan oleh guru dalam memilih dan menentukan model-model pembelajaran apa yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan supervisi akademik serta bagaimana upaya meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam mengimplementasikan model pembelajaran kooperatif melalui supervisi akdemik di MIN 10 Hulu Sungai Utara. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan Sekolah, dengan empat langkah pokok yaitu : perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan (observasi), dan refleksi, dengan melibatkan 14 orang guru MIN 10 Hulu Sungai Utara. Penelitian dilakukan tahapan secara berkelanjutan selama 1 bulan. Indikator kinerja yang ditetapkan adalah meningkatkan kemampuan guru dalam mengimplementasikan model pembelajaran kooperatif melalui kegiatan supervisi klinis. Berdasarkan temuan dan hasil-hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa hasil pengamatan terkait tentang efektifitas guru dalam mengimplementasikan model pembelajaran menunjukkan pada siklus I dengan skor 27 (baik) dan pada pertemuan ke 2 dengan skor 29 yang masih dengan kriteria baik. Pada siklus 1 pertemuan pertama, dijelaskan bahwa kemampuan guru dalam Menganalisis kekurangan dalam pembelajaran, Merancang pembelajaran yang inovatif, serta Mengembangkan kegiatan Pembelajaran dengan model kooperatif masih kurang, sehingga masih diperlukan bimbimngan untuk peningkatan pada aspek tersebut. Sedangkan pada pertemuan ke dua, untuk aspek Mengembangkan kegiatan Pembelajaran dengan model kooperatif sudah meningkat menjadi lebih baik. Akan tetapi skor yang didapat tidak menunjukkan peningkatan yang begitu signifikan, pada pertamuan pertama, sehingga diperlukan lagi perbaikan pada siklus ke dua. Selanjutnya hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada siklus II dengan skor 31 dan pada pertemuan ke 2 dengan skor 33 dengan kriteria sangat baik. Pada siklus 2 pertemuan pertama, dijelaskan bahwa semua aspek yang diamati dalam observasi sudah berkriteria baik, bahkan pada aspek Kesesuaian rancangan pembelajaran dengan pelaksanaan proses belajar mengajar sudah mencapai indicator sangat baik. Sedangkan pada pertemuan ke dua, terdapat peningkatan yang lebih signifikan lagi, yaitu pada aspek Mengembangkan kegiatan Pembelajaran dengan model kooperatif, Kesesuaian rancangan pembelajaran dengan pelaksanaan proses belajar mengajar dan Menggunakan media dalam proses belajar mengajar sudah mencapai kriteria sangat baik.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT SISWA KELAS VII MTs DARUL ULUM PURAI Asnawi
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 8 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang didalamnya mengkondisikan para siswa bekerja bersama-sama di dalam kelompok-kelompok kecil untuk membantu satu sama lain dalam belajar. Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang mengutamakan kerjasama antar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Menggunakanpembelajaran kooperatif merubah peran guru dari peran yang berpusat pada gurunya ke pengelolaan siswa dalam kelompok-kelorpok kecil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pembelajaran Aktif Tipe TGT dapat meningkatkan hasil belajar pada materi Klasifikasi Makhluk Hidup. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di MTs Darul Ulum Purai Kabupaten Tabalong Propinsi Kalimantan Selatan dengan Objek Penelitian ini adalah Siswa Kelas VII MTs Darul Ulum Purai. Penggunaan Pembelajaran Aktif Tipe TGT dapat meningkatkan hasil belajar Materi Klasifikasi Makhluk Hidup Siswa Kelas VII MTs Darul Ulum Perai, berdasarkan data hasil belajar siswa dari siklus I dan siklus II menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa, hal ini disebabkan pada siklus I dan siklus II Sudah menerapkan model pembelajaran kooperatif menggunakan Pembelajaran Aktif Tipe TGT. Aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung yang menerapkan Pembelajaran Aktif Tipe TGT pada Materi Klasifikasi Makhluk Hidup menurut penilaian pengamat termasuk kategori baik semua aspek aktivitas siswa. Adapun aktivitas siswa yang dinilai oleh pengamat adalah aspek aktivitas siswa: mendengar dan memperhatikan penjelasan guru, kerja sama dalam kelommpok, bekerja dengan menggunakan alat peraga, keaktifan siswa dalam diskusi, memperesentasikan hasil diskusi, menyimpulkan materi, dan kemampuan siswa menjawab pertanyaan dari guru. Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan aktivitas siswa yang paling dominan dilakukan yaitu bekerja sama mengerjakan LKS dan berdiskusi. Hal ini menunjukan bahwa siswa saling bekerja sama dan bertanggung jawab untuk mendapatkan hasil yang baik.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING MODEL NUMBERED HEADS TOGETHER PADA SISWA KELAS VIII-B MTsN 2 TABALONG Khairunnisa
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 8 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil observasi yang diperoleh masih banyak siswa MTsN 2 Tabalong belum benar tuntas dalam pembelajaran yakni dibawah 70, dan motivasi belajar siswa terlihat sangat kurang karena berbagai faktor diantaranya cara penyampaian pembelajaran yang masih tradisional, kebiasaan siswa hanya mendengarkan apa yang disampaikan guru tanpa adanya suatu praktek secara maksimal. Hal ini disebabkan metode pembelajaran yang diterapkan guru hanya terfokus pada metode ceramah yang mendominasi, sehingga interaksi hanya berlangsung satu arah, siswa hanya menerima informasi tanpa ada balikan. Penelitian ini dirancang dan dilaksanakan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak 2 siklus, dan 1 siklus dilakukan dua kali pertemuan. Adapun penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar Bahasa Indonesia tentang materi Mengekspesikan diri melalui drama pada siswa kelas VIII-B MTsN 2 Tabalong Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong tahun pelajaran 2022/2023 melalui penerapan metode pembelajaran Cooperative Leraning model NHT. Setting penelitian adalah siswa kelas VIII-B MTsN 2 Tabalong, dengan jumlah siswa 29 orang, terdiri dari 17 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Data hasil pengamatan observer tentang hasil belajar Bahasa Indonesia dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan tekhnik persentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran Cooperative Leraning model NHT dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia pada materi Mengeksperisikan diri melalui drama pada siswa kelas VIII-B MTsN 2 Tabalong Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong. Hal ini terlihat dari evaluasi akhir siklus I dengan ketuntasan klasikal mencapai 44,8% pada pertemuan 2 diperoleh 65,5% pada pertemuan 2 siklus 1 diperoleh 75,86% dan pada siklus II petemuan 2 diperoleh 82,76. Sedangkan kegiatan guru dalam melaksanakan model pembelajaran ini tergolong sangat baik dan aktivitas siswa meningkat menjadi kategori aktif. Kepada guru yang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesi dengan materi Mengekspresikan diri melalui drama, hendaknya dapat menggunakan metode pembelajaran NHT, karena metode ini dapat mengakses keseluruhan aspek pengetahuan yang ada di luar dirinya, mengekspresikan kemampuan siswa dalam presentasi hasil diskusi dan mudah dipraktekkan serta diikuti oleh peserta didik.