cover
Contact Name
Fujianor Maulana
Contact Email
fujianormaulana@stkipbjm.ac.id
Phone
+628195198730
Journal Mail Official
jph@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
Jln.Sultan Adam Komplek H.Iyus
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Hayati
ISSN : 28282914     EISSN : 24433608     DOI : https://doi.org/10.33654/jph.v7i4
Berisi artikel-artikel ilmiah baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing, yang memuat tentang kependidikan dan kajian ilmu - ilmu pengetahuan alam dan sosial dan memfasilitasi publikasi hasil-hasil penelitian maupun pemikiran konseptual serta turut mengembangkan pendidik dan dunia pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 132 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IX A MTsN 7 HULU SUNGAI UTARA Normiati
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 8 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pada pembelajaran Matematika di Sekolah, khususnya MTsN 7 Hulu Sungai Utara adalah hasil belajar siswa yang rendah, demikian juga efektifitas guru dalam pembelajaran belum optimal. Rendahnya hasil belajar siswa tersebut disebabkan karena kegiatan belajar mengajar matematika di kelas tidak melibatkan siswa, siswa hanya duduk, mendengarkan dan mencatat. Metode dan model pembelajaran yang digunakan selama ini masih kurang bervariasi dan belum melibatkan siswa untuk aktif dalam proses belajar mengajar. Model Pembelajaran STAD diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan di atas. Dalam Pembelajaran STAD siswa ditempatkan dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 4 sampai 5 orang yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, dan suku atau ras yang berbeda. Diharapkan dalam pembelajaran STAD dapat mendorong siswa secara aktif bekerja bersama-sama dalam mempelajari dan memahami konsep yang diajarkan serta mempunyai tanggung jawab individu dan kelompok terhadap kualitas tugas-tugas. Penelitian ini dilaksanakan di MTsN 7 Hulu Sungai Utara dengan subyek penelitian kelas IX A yang berjumlah 28 orang terdiri dari 15 laki-laki dan 13 perempuan dengan menggunakan metode tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I dengan dua kali pertemuan dan siklus II dengan dua kali pertemuan. Insturmen penelitian yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah lembar observasi kegiatan siswa, lembar observasi kegiatan guru serta tes tertulis. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar dan teknik observasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan mengajar guru lebih aktif dan kreatif, dan keaktifan belajar siswa semakin meningkat. Telah terjadi peningkatan hasil belajar siswa dengan penggunaan model STAD. Hasil ini diketahui dengan peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa dari 73,45 pada siklus I menjadi 81,72 pada siklus II , serta ketuntasan belajar siswa meningkat dari 57,14 % pada siklus I menjadi 82,14% pada siklus II.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENGEFEKTIFKAN PEMBELAJARAN MELALUI PROGRAM PEMBINAAN GURU DAN SUPERVISI AKADEMIK di MTsN 1 HULU SUNGAI UTARA Ahmad Sapawiyansyah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 8 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supervisi Akademi adalah kegiatan pengawasan yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi-kondisi dalam upaya meningkatkan kualitas produk didik melalui usaha memotivasi, membina dan mengarahkan orang-orang yang terkait dengan kegiatan akademik. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kegiatan supervise akademik sangat penting dan harus dilaksanakan secara kontinu oleh kepala madrasah kepada para pendidik. Sebab dengan supervisi akademik dapat memperbaiki kinerja pendidik yang muaranya dapat meningkatkan mutu pembelajaran itu sendiri. Pada Program pembinaan guru dan supervisi akademik tahap I siklus I total skor observasi mencapai 181 dan skor rata-rata adalah 8,8. Pada tahap ini hampir 61% guru sudah cukup baik dalam mengefektifkan pembelajaran. Pada Program pembinaan guru dan supervisi akademik tahap II siklus I total skor observasi mencapai 203 dan skor rata-rata adalah 9,7. Selanjutnya Program pembinaan guru dan supervisi akademik tahap III siklus I total skor observasi mencapai 212 dan skor rata-rata adalah 10. Hasil refleksi siklus I baik itu tahap I, II dan III adalah guru sudah mulai faham dan mampu dalam mengefektifkan pembelajaran walaupun belum maksimal karena skor yang di dapat dari hasil observasi adalah 8,6 lalu 9,7 lalu 10, dengan kriteria Skor maksimal tiap guru: 3X4 = 12, yang berarti kemampuan guru dalam mengefektifkan pembelajaran cukup baik. Pada siklus II ini, Kepala sekolah melaksanakan Program pembinaan guru dan supervisi akademik dengan 3 X pertemua yakni tahap I, II dan III. Pada tahap I siklus II guru sudah mulai faham dan mampu dalam mengefektifkan pembelajaran dan sudah maksimal karena skor yang di dapat dari hasil observasi adalah 11,4 dengan kriteria Skor maksimal tiap guru: 3X4 = 12, yang berarti Kemampuan guru dalam mengefektifkan pembelajaran sudah sangat baik.
UPAYA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DALAM MENAATI TATA TERTIB MELALUI LAYANAN PENGUASAAN KONTEN DENGAN TEKNIK MODELLING PADA SISWA KELAS VII A MTsN 2 HSU Yusmilawanti
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 8 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang melatarbelakangi penelitian ini adalah kurangnya kedisiplinan siswa pada kelas VII A. Disiplin merupakan salah satu kecakapan hidup yang sangat penting dan perlu dimiliki oleh setiap orang guna mencapai kesuksesan dalam hidupnya, tidak hanya kesuksesan dalam belajar tetapi juga kesuksesan dalam hidup bermasyarakat. Sikap disiplin menaati tata tertib meliputi tiga aspek yaitu: pemahaman tentang peraturan yang berlaku, sikap mental yang baik dan kesungguhan dalam menaati tata tertib. Fenomena di lapangan menunjukkan kondisi kedisiplinan siswa kelas VII A MTsN 2 HSU dalam ketiga aspek tersebut masih rendah. Melalui Penelitian Tindakan Kelas masalah ini dicoba untuk diatasi yang dilakukan oleh Guru BK melalui layanan penguasaan konten dengan teknik modelling. PTK ini dilakukan dengan dua siklus, setiap siklus terdiri dari beberapa tindakan dan pertemuan. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan siswa dalam menaati tata tertib dan dapat mengetahui keadaan masalah siswa. Setting penelitian adalah siswa kelas VII A MTsN 2 HSU tahun pelajaran 2019/2020, dengan jumlah siswa 34 orang yang terdiri dari 14 orang siswa laki-laki dan 20 orang siswa perempuan. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen keaktifan siswa, minat siswa dan skala kedisiplinan sebanyak 63 item. Metode analisis data menggunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian yang diperoleh, tingkat kedisiplinan siswa pada siklus I tergolong dalam kategori sedang dengan persentase 66,6% Pada siklus II meningkat menjadi 77,6% dalam kategori tinggi. Dengan demikian mengalami peningkatan sebesar 11%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa layanan penguasaan konten dengan teknik modelling dapat meningkatkan kedisiplinan siswa.
UPAYA MENINGKATKAN MINAT SISWA MENGIKUTI KONSELING INDIVIDUAL MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS VII F MTsN 2 HULU SUNGAI UTARA Yusmilawanti
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 8 No 4
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang ada di MTsN 2 Hulu Sungai Utara yang menunjukkan bahwa terdapat siswa kelas VII F mempunyai minat yang rendah mengikuti konseling individual di sekolah. Melalui pemberian layanan bimbingan kelompok diharapkan bisa meningkatkan minat siswa dalam mengikuti konseling individual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat siswa dalam mengikuti konseling individual pada siswa sesudah mengikuti layanan bimbingan kelompok. PTK ini dilakukan dengan dua siklus, setiap siklus terdiri dari beberapa tindakan dan pertemuan. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan minat siswa mengikuti konseling individual dan dapat mengetahui keadaan masalah siswa. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah sepuluh siswa kelas VII F di MTsN 2 Hulu Sungai Utara yang mempunyai minat dalam mengikuti konseling individu termasuk dalam kriteria tinggi, sedang, rendah dan sangat perempuan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala psikologi, observasi, dan dokumentasi. Untuk menganalisis data digunakan teknik analisis data kuantitatif dan analisis deskriptif persentase. Dari hasil penelitian menunjukkan minat siswa dalam mengikuti konseling individual pada siklus I 51,89% dengan kategori rendah dan pada siklus II 76,65% dengan kategori tinggi. Perbedaan tingkat minat siswa dalam mengikuti konseling individual pada siklus I dan siklus II sebesar 24,76%. Selain itu, siswa mengalami perkembangan yang lebih baik dilihat dari meningkatnya indikator perhatian terhadap konseling individual, ketertarikan mengikuti konseling individual, keinginan mengikuti konseling individual, keyakinan mengikuti konseling individual, dan tindakan mengikuti konseling individual. Hasil tersebut menunjukkan bahwa bimbingan kelompok dapat meningkatkan minat konseling individual siswa.
PENERAPAN MODEL INKUIRI TERBIMBING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK KELAS VII G SMP NEGERI 8 BANJARMASIN Fitrianunnisa
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 8 No 4
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/jph.v8i4.2346

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pada proses pembelajaran yang hanya berpusat pada guru dan menggunakan pendekatan konstektual sehingga proses belajar mengajar belum optimal. Akibatnya nilai siswa masih rendah di bawah nilai KKM yaitu 70. Salah satu alternatif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah melalui penerapan model Inkuiri Terbimbing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1). Aktivitas peserta didik (2). Aktivitas guru (3). Hasil belajar dan Ketuntasan hasil belajar (4). Respon peserta didik dengan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober 2021. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, pemberian tes berbentuk multiple choise dan angket dan teknik analisis data menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Adanya peningkatan dari aktivitas peserta didik (2). Adanya peningkatan dari aktivitas guru (3). Peningkatan Ketuntasan hasil belajar siswa baik secara individual ataupun klasikal. (4) Respon peserta didik positif dimana 21 siswa dari 30 siswa tertarik pada pembelajaran dengan menggunakan model inkuiri terbimbing pada materi Asam Basa. Sehingga hasil penelitian penerapan model Inkuiri Terbimbing pada materi Asam Basa dan Garam dapat meningkatkan aktivitas peserta didik dan guru dengan kriteria baik, ketuntasan belajar siswa dengan kriteria tinggi, dan respon peserta didik menyatakan positif. Kata Kunci : Model inkuiri terbimbing, hasil belajar IPA peserta didik
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KNoS-KGS TERHADAP KETERAMPILAN GENERIK SAINS SISWA KELAS XI IPA MAN KELUA POKOK BAHASAN SISTEM PERTAHANAN TUBUH Rezky Nefianthi; Rabiatul Adawiyah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 9 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pengamatan awal di MAN Kelua yaitu hasil wawancara menunjukkan kenyataan bahwa proses KBM berjalan secara teoritis, sehingga siswa hanya dapat membayangkan objek yang sedang dipelajarinya secara abstrak, terutama pada konsep “system pertahanan tubuh”. Selain itu pembelajaran yang dilakukan masih terlalu berfokus kepada guru sehingga murid menjadi kurang aktif dan tidak mampu mengembangkan keterampilamgenerik sains yang mereka miliki, serta nilai terhadap konsep tersebut tidak mencapai KKM yaitu 75. Pada gilirannya minatt dan motivasi serta keaktifan siswa menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; pengaruh model pembelajaran KNoS-KGS terhadap keterampilan generik sains. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen Sampel penelitian ini adalah kelas XI IPA I sebagai kelas eksperimen dan XI IPA 2 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah memberikan soal pretes dan postes pada kelas kontrol dan kelas eksperimen sebelum dan sesudah pembelajaran berlangsung serta menggunakan lembar observasi dan angket penilaian generik sains. Teknik analisi data pada penelitian ini adalah menggunakan uji normalitas, uji homogentas, dan uji hipotesis menggunakan aplikasi SPSS versi 23 for wndows. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran KNoS-KGS berpengaruh terhadap keterampilan generik sains siswa pada kelas eksperimen dengan rentang skor 85,78 sedangkan kelas kontrol hanya mendapat skor sebesar 79.03. Dari skor yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan perolehan nilai antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA KONSEP SISTEM PENCERNAAN MANUSIA KELAS XI IPA SMAN 1 KURANJI Sutikno Ade Pranoto; Abidinsyah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 9 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi kepada guru mata pelajaran Biologi di SMAN 1 Kuranji masih belum terlaksana dengan baik, model dan metode pembelajaran yang pernah diterapan guru masih kurang bervariasi, yang paling sering digunakan adalah metode ceramah dimana pembelajaran berorientasi pada guru, hal ini menyebabkan kurang berkembangnya ketermapilan proses sains siswa khususnya kelas XI IPA dan hasil belajar siswa yag rendah. Berdasarkan permasalahan tersebut perlunya penerapan model pembelajaran yang tepat yaitu model pembelajaran discovery learning sehingga dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa dan hasil belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa, hasil belajar, keterlaksanaan guru dalam proses pembelajaran, dan mengetahui respon siswa setelah menggunakan model pembelajaran discovery learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus dengan 4 kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMAN 1 Kuranji yang berjumlah 20 orang. Prosedur pelaksanaan penelitian terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data yaitu tes, observasi dan angket. Teknik analisis data yang digunakan secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan pada keterampilan proses sains. Siklus I pertemuan pertama dengan nilai 54,48%, pertemuan kedua dengan nilai 63,4%. Kemudian mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan pertama dengan nilai 74,10%, dan pertemuan kedua 84,46%. Keterlaksanaan guru dalam proses pembelajaran mengalami peningkatan pada siklus I sebesar 16,07% dari 51,78% menjadi 67,85% sedangkan pada siklus II sebesar 14,29% dari 71,42% menjadi 85,71%. Ketuntasan klasikal hasil belajar siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan dilihat dari posttest siklus I sebesar 20% dari 10% menjadi 30% sedangkan pada siklus II sebesar 30% dari 55% menjadi 85%. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning juga mendapat respon yang baik (86,5%).
STRUKTUR POPULASI TUMBUHAN RUMBIA (Metroxylon rumphi) DI DESA MUNDAR KECAMATAN LABUAN AMAS SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Raudatus Syarifah; Fujianor Maulana
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 9 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan yang ada di alam semesta sangat beranekaragam. Di alam semesta ini terdapat tumbuh dengan hidup yang berbeda, ada yang Di dataran tinggi ada pula yang berada di dataran rendah (rawa). Desa Mundar merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang memiliki tumbuh-tumbuhan yang beranekaragam. Salah satu diantaranya adalah tumbuhan Rumbia(Metroxylon rumphi). Rumbia(Metroxylon rumphi) adalah tumbuhan Palma, selain bermanfaat sebagai bahan makanan berupa sagu, dapat digunakan sebagai perbuatan ataupun atap rumah. Penelitian ini bertujuan untuk skripsi kan struktur populasi tumbuhan Rumbia(Metroxylon rumphi) di Desa Mundar Kecamatan Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Metode yang digunakan adalah metode dengan teknik pengambilan sampel secara observasi, dengan pengamatan langsung ke lapangan Dengan pengambilan data yang ditutup kan secara teratur sebanyak 10 plot. Pengamatan Dilakukan meliputi juga Rupiah tunas,muda, dan dewasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur populasi tumbuhan rumbia (Metroxylon rumphi) di Desa Mundar Kecamatan Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, terdiri atas tumbuhan tunas 231 pohon, sudah 211 pohon, dan dewasa lima empat pohon dengan bentuk piramida dengan dasar yang luas.
KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN ECHINODERMATA DI TERUMBU KARANG DESA ANGSANA KECAMATAN ANGSANA KABUPATEN TANAH BUMBU Wahyudah; Syahbudin
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 9 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Angsana, khususnya di daerah pantai Angsana merupakan salah satu daerah konservasi yang ada dikalimantan selatan. Pantai Angsana merupakan pantai yang memiliki pasir yang putih dan berpotensi menjadi salah satu tujuan parawisata laut yang lambat laun akan berpengaruh terhadap kondisi lingkungan baik lingkungan abiotik maupun biotik (flora dan fauna), khususnya jenis jenis Echiodermata pada Terumbu Karang. Tujuan penelitian untuk mengetahu jenis-jenis, keanekaragaman dan kemelimpahan di terumbu karang Desa Angsana kecamamatan Angsana Kabupaten Tanah Bumbu. Metode yang digunakan adalah metode transek garis dan penyelaman. Metode garis transek dimulai dari kedalaman dimana masih ditemukan terumbu karang batu (2m) sampai daerah pantai mengikuti pola kedalaman garis kontur. Umumnya dilakukan pada tiga kedalaman yaitu 0,5m, 1m, sampai 2m, tergantung keberadaan karang pada lokasi masing masing kedalaman. Panjang transek 20m-50m dan dibagi menjadi 20 plot dengan ukuran plot 2mx2m dan jarak antara plot satu dengan yang lain 2m yang penempatannya sejajar dengan garis pantai pulau. Penelitian ini dilakukan selama sehari. Data yang dianalisis dengan menghitung berdasarkan Indeks Keanekaragaman (H') dan Nilai Penting (NP). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa jenis jenis Echinodermata yang ditemukan pada Terumbu Karang meliputi: 5 jenis Echinodermata yaitu Bintang Laut (Linckia laevigata), Bulu Babi (Diadema sp), Bintang ular (Ophiopholis sp), Teripang (Holothuria scabra), dan Lilia laut (Holopus sp), dengan 5 kelas yaitu Asteroidea, Echinoidea, Ophiuroidea, Holothuroidea, dan Crinoidea. Kemelimpahan tertinggi adalah jenis Diadema sp (80.01%) dan kemelimpahan terendah Holopus sp (19.15%). Indeks keanekaragamannya yaitu 1.38 termasuk dalam kategori keanekaragaman rendah.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS PERSUASI MELALUI MODEL THINK PAIR AND SHARE DAN MEDIA VISUAL PADA SISWA KELAS VIII C MTsN 1 HULU SUNGAI UTARA Fatmawati
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 9 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatkan keterampilan menulis teks persuasi pada siswa kelas VIII C MTsN 1 Hulu Sungai Utara merupakan tujuan dari penelitian ini. Membantu mengembangkan keterampilan yang dimiliki setiap siswa agar mampu menuangkan tulisan dalam bentuk karangan yang bersifat mengajak, menghimbau atau mempengaruhi setiap pembaca. Penelitian ini terdiri atas tiga siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas VIII C yang berjumlah 23 siswa. Variabel penelitian ini adalah keterampilan menulis, keterampilan guru, dan aktivitas siswa.Teknik pengumpulan data adalah teknik tes dan nontes. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini yaitu (1) keterampilan menulis di siklus siklus sebanyak 56,52% (cukup), siklus II sebesar 82,61% (baik), dan siklus III sebesar 91,30% (sangat baik). (2) keterampilan guru di siklus I adalah 19 (cukup), siklus II 23 (baik) dan siklus III sebesar 27 (sangat baik), (3) aktivitas siswa di siklus I adalah 15,73 (cukup), siklus II sebesar 21,69 (baik) dan siklus III sebesar 23,48 (sangat baik). Melalui model pembelajaran Think Pair and Share dan media visual keterampilan menulis teks persuasi di kelas VIII C MTsN 1 Hulu Sungai Utara dapat ditingkatkan. Model Think Pair and Share dan media visual dapat digunakan sebagai cara untuk meningkatkan keterampilan menulis teks persuasi pada siswa, keterampilan guru, dan aktivitas siswa.