cover
Contact Name
Fujianor Maulana
Contact Email
fujianormaulana@stkipbjm.ac.id
Phone
+628195198730
Journal Mail Official
jph@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
Jln.Sultan Adam Komplek H.Iyus
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Hayati
ISSN : 28282914     EISSN : 24433608     DOI : https://doi.org/10.33654/jph.v7i4
Berisi artikel-artikel ilmiah baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing, yang memuat tentang kependidikan dan kajian ilmu - ilmu pengetahuan alam dan sosial dan memfasilitasi publikasi hasil-hasil penelitian maupun pemikiran konseptual serta turut mengembangkan pendidik dan dunia pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 132 Documents
KEANEKARAGAMAN CACING TANAH (OLIGOCHAETA) DIDESA TAPUK KECAMATAN LIMPASU KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Fathurrahman; Abidinsyah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.276 KB)

Abstract

Desa Tapuk sebagian besar berupa lahan perkebunan dan persawahan. Kedua lahan tersebut merupakan habitat bagi cacing tanah, namun berbeda dalam tata kelola lahan, kondisi fisik, kandungan bahan organik tanah (serasah) dan keberagaman vegetasi sehingga cacing tanah yang ada juga beragam. Perbedaan kondisi tersebut menandakan adanya perbedaan keanekaragaman cacing tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis-jenis cacing tanah, mendeskripsikan keanekaragaman dan kemelimpahan cacing tanah di Desa Tapuk Kecamatan Limpasu Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Penelitianini merupakan penelitian deskriptif dengan populasi semua jenis cacing tanah yang terdapat di Desa Tapuk dan sampel semua jenis cacing tanah yang berhasil ditemukan di kebun pisang, kebun kelapa, kebun rambutan, perkebunan karet, dan persawahan. Lokasi pengambilan sampel berukuran 10 m x 10 m dengan plotukuran 25 cm x 25 cm sebanyak 9 kuadrat. Data hasil identifikasi jenis cacing tanah, perhitungan indeks keanekaragaman (H’) Shannon-Weinnerdan indeks nilai penting (INP)dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data ditemukan 7 jenis cacing tanah di Desa Tapuk yaitu Lumbricus terrestris, Lumbricus rubellus, Dendrodrilus rubidus, Eisenia hortensis, Pheretima sp., Perionyx excavatesdanTubifex sp.dalam 4 famili Lumbricidae serta 1 famili Pheretimanidae, Tubificdae, dan Tubificdae. Keanekaragaman jenis cacing tanah dengan indeks keanekaragaman (H’) sebesar 1,89 tergolong sedang. Kemelimpahan cacing tanah tertinggi ditempati Perionyx excavates dengan NP 49,25% dan terendah Lumbricus terrestris dengan INP 16,65%.
TELAAH PENGGUNAAN GAMES DIGITAL SEBAGAI EVALUASI PEMBELAJARAN MASA KINI Wulan Lestari; Erwin Rahayu Saputra
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.633 KB)

Abstract

Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang telah tertuang dalam UU No.20 Tahun 2003 (Sisdiknas, pasal 3). Untuk mencapai tujuan tersebut, maka perbaikannya harus mencakup keseluruhan komponen dalam sistem pengajaran tersebut. Komponen- komponen yang penting diantaranya adalah tujuan, materi dan evaluasi. Guru harus mampu mengukur kompetensi yang telah dicapai oleh siswa dari setiap proses pembelajaran sehingga guru dapat menentukan keputusan terhadap siswa tersebut,. Oleh karena itu, guru setidaknya mampu menyusun instrumen tes maupun non tes, mampu membuat keputusan bagi posisi siswanya, apakah telah dicapai harapan penguasaannya secara optimal atau belum. Evaluasi merupakan proses yang harus dilaksanakan untuk mengetahui tingkat target pencapaian kinerja maupun dalam upaya peningkatan mutu suatu organisasi. Informasi-informasi diperoleh dari pelaksanaan evaluasi pembelajaran pada gilirannya digunakan untuk memperbaiki kualitas proses belajar mengajar. Setiap guru dalam melaksanakan evaluasi harus paham dengan tujuan dan manfaat dari evaluasi atau penilaian tersebut.
PENGGUNAAN METODE COOPERATIF INTEGRATED READING AND COMPOSITION ( CIRC ) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MEMBACA TEKS DESCRIPTIF SISWA KELAS VIII MTs.N 3 HULU SUNGAI UTARA (BABIRIK) Sri Herniwati
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.933 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah metode CIRC dapat meningkatkan Pemahaman Membaca Text Descriptive Siswa kelas VIII MTs.N 3 HSU (Babirik) Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan yang difokuskan pada situasi kelas dan biasa disebut dengan penelitian tindakan kelas (PTK) atau Classroom Action Research. Penelitian tindakan dilakukan untuk meningkatkan Pemahaman Membaca Text Descriptive Siswa Kelas VIII MTs.N 3 HSU (Babirik) : PTK, Dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe CIRC dalam pembelajaran B. Inggris. Subjek pelitian adalah siswa kelas VIII A dengan jumlah siswa 26 orang. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri angket Pemahaman siswa, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar observasi aktivitas siswa. Hasil penelitian diperoleh pelaksanaan pembelajaran Bahasa Inggris melalui pembelajaran kooperatif tipe CIRC (Cooperatif Integrated Reading and Composition) dapat meningkatkan Pemahaman Membaca teks descriptive siswa belajar Bahasa Inggris. Hasil angket diperoleh kenaikan persentase skor pemahaman siswa belajar Bahasa Inggris di setiap siklusnya. Rata-rata skor pemahaman siswa belajar Bahasa Inggris sebelum tindakan (awal) adalah sebesar 35 % dan berada pada kriteria "rendah". Setelah siklus I rata-rata skor pemahaman siswa belajar Bahasa Inggris menjadi 57,69 % dan berada pada kriteria "sedang". Setelah siklus II rata-rata skor pemahaman siswa belajar Bahasa Inggris meningkat menjadi 100 % dan berada pada kriteria "sangat tinggi". Nilai rata-rata kelas pada quiz siklus I adalah 81,5 dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu 95,87
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS VII SMP NEGERI 35 BANJARMASIN PADA MATERI KETERGANTUNGAN DALAM EKOSISTEM Hilda Astriani; Siti Ramdiah; Ria Mayasari
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.644 KB)

Abstract

Pendidikan salah satu perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Guru di tuntut kreatif membangkitkan motivasi belajar siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bidang biologi, bahwa hasil belajar siswa masih dijumpai nilai pelajaran biologi yang belum mencapai KKM. Permasalahan yang sering terjadi dalam pembelajaran biologi saat menyampaikan materi masih bersifat teoritis. Seharusnya pembelajaran biologi guru menggunakan fakta-fakta dalam kehidupan siswa. Peneliti menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada kelas eksperimen, sehingga siswa diharapkan mampu dalam mengatasi permasalahan yang terjadi dan hasil belajar siswa mencapai KKM. Penelitian ini adalah Penelitian Eksperimen Semu (Quasi Eksperiment) dengan model rancangan yang dikenal “nonequivalent prates-post test control group design”. Subjek penelitian adalah siswa SMPN35 Banjarmasin. Kelas VIIB 25siswa, kelas eksperimen. Kelas VIIC 25siswa, kelas kontrol. Perangkat pembelajaran yang digunakan terdiri atas silabus, RPP, LKS. Instrumen untuk mengukur variabel bebas dengan lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran dan instrumen pengumpulan data untuk mengukur variabel terikat. Mengumpulkan data melalui tes essay, kemudian menggunakan rubrik hasil belajar kognitif. Data dianalisis menggunakan anova satu jalur yang dibantu dengan program SPSS versi 17 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi ketergantungan dalam ekosistem. Hal ini dapat terlihat pada uji anova satu jalur yang memperoleh nilai Fhitung = 35,150 dengan nilai signifikan 0,000 atau < 0,05 yang berarti signifikan. Diketahui kelas eksperimen yang difasilitasi model pembelajaran PBL diperoleh rata-rata nilai postes sebesar 80,80. Kelas kontrol yang difasilitasi model pembelajaran konvensional dengan rata-rata nilai postes sebesar 53,20.
EFEKTIFITAS MEDIA PERTUMBUHAN MAGGOTS HERMETIA ILLUCENS (LALAT TENTARA HITAM) DALAM PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK DENGAN CARA REKAYASA BIOKONVERSI Muhammad Anwar; Lagiono
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.516 KB)

Abstract

Maggots Lalat tentara hitam, Black Soldier fly (Hermetia illucens) hampir tersebar diseluruh dunia khusunya negara Indonesia, Maggots lalat tentara hitam termasuk Maggots lalat kebal dan dapat hidup di lingkungan yang cukup ekstrim, seperti di media/sampah yang banyak mengandung garam, alkohol, acids/asam dan amonia. Berdasarkan uraian di atas, keberhasilan produksi dan kualitas maggot yang dihasilkan melalui beberapa media pertumbuhan serta wadah perkembangbiakan maggot tersebut. Dengan demikian, efektivitas media pertumbuhan maggot dapat terlihat sehingga dapat menjadi solusi pemanfaatan sampah organik. Oleh karena itu dilakukan pembudidayaan Maggots Lalat Tentara Hitam untuk mengetahui efektifitas pertumbuhan maggots tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis media yang paling efektif untuk pertumbuhan maggots Hermetia Illucens (Lalat Tentara Hitam). Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yaitu penelitian yang berusaha mengetahui kelompok media yang mana pengaruh perlakuan akan sulit untuk nyata atau menonjol. Pengumpulan data diperoleh melalui hasil panen (berat) maggots bsf dari pertumbuhan maggots dalam jangka 2 minggu sesuai variabel-variabel penelitian. Analisis data dengan cara mengetuhi pengaruh media dan efektifitas media yang baik untuk pertumbuhan maggots bsf Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa media yang efektifi untuk pertumbuhan maggots berpengaruh yang mana menghasilkan bio massa maggots berbeda-beda yang mana media efektif paling tinggi diperoleh dari Sisa Sayuran Dedak (1328,6) 8dan terendah diperoleh dari Tulang Ayam Dedak (140,56)
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 BATANG ALAI UTARA PADA PEMBELAJARAN KONSEP EKOSISTEM MELALUI PENGGUNAAN STRATEGI INKUIRI TERBIMBING Ahmad Rahmadani; Yulianti Hidayah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.925 KB)

Abstract

Pembelajaran IPA menekankan pada kegiatan inkuiri ilmiah agar siswa dapat aktif dalam belajar. Dengan begitu kemampuan berpikir siswa menjadi terlatih. Berdasarkan hasil wawancara, kemampuan berpikir kritis siswa SMP Negeri 3 Batang Alai Utara tergolong kurang, terlihat dari kurang mampunya siswa mengajukan pertanyaan, membuat hipotesis, melakukan kegiatan praktik sesuai prosedur, mengolah data, dan membuat kesimpulan. Mengatasi permasalahan ini dengan strategi pembelajaran inkuiri terbimbing. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan aktivitas siswa serta mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dan respon siswa. Penelitian ini berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK), berlangsung dua siklus melalui 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Data penelitian dikumpulkan melalui tes, pengamatan, dan angket kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan nilai persen yang tercapai. Subjek adalah 24 siswa kelas VII SMP Negeri 3 Batang Alai Utara tahun pelajaran 2016/2017. Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan, melalui strategi pembelajaran inkuiri terbimbing pada siklus I kemampuan berpikir kritis siswa 69,17% (kategori cukup), aktivitas siswa 64,29% (kategori cukup aktif), dan pelaksanaan pembelajaran 75,00% (kategori baik). Pada siklus II kemampuan berpikir kritis siswa meningkat menjadi 75,83% (kategori baik), aktivitas siswa menjadi 73,04% (kategori aktif), pelaksanaan pembelajaran menjadi 85,71% (kategori baik) dan siswa memberikan respon positif terhadap pelaksanaan pembelajaran. Disarankan kepada guru agar sering menggunakan strategi ini karena terbukti meningkatkan proses dan hasil belajar terutama kemampuan berpikir kritis siswa seperti pada penelitian ini.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA MATERI PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM INDONESIA BAGI SISWA KELAS XI IPS 1 MAN 4 HULU SUNGAI UTARA Lam’ah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 3
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.284 KB)

Abstract

Tujuan dari Penelitian Tindakan Kelas ini adalah agar hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 MAN 4 Hulu Sungai Utara dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match pada Materi Pengelolaan Sumber daya Alam Indonesia. Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match adalah model pembelajaran dimana siswa bekerja sama mencari pasangan masing-masing sambil belajar mengenal suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan..Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Terdapat dua kali pertemuan dalam setiap siklusnya. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi kegiatan siswa, lembar observasi kegiatan guru serta tes tertulis. Tes hasil belajar dan teknik observasi digunakan untuk mengumpulkan data, sedangkan teknik persentase digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan belajar guru lebih aktif dan kreatif, serta keaktifan belajar siswa meningkat. Selain itu terjadi peningkatan ketuntasan belajar siswa dari 58,06% pada siklus I menjadi 80,65% pada siklus II.
KEMELIMPAHAN INSEKTA SIANG (DIURNAL) PADA AREA PERKEBUNAN KARET DI DESA LIMPASU KECAMATAN LIMPASU KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Ermayani; Syahbudin
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 3
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.316 KB)

Abstract

Insekta merupakan invertebrata yang hidup ditempat yang kering dan dapat terbang. Kemampuan hidup ditempat yang kering, tubuh terbungkus oleh kitin, menyebabkan insekta dapat menyesuaikan diri, memiliki daya adaptasi yang besar terhadap lingkungan. Insekta yang bersifat (diurnal) yakni aktif pada siang mengunjungi bunga, meletakkan telur atau makan pada bagian-bagian tanaman dan lain-lain. Mereka terdapat dimana-mana, baik itu di hutan, dan di perkebunan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis insekta, Kemelimpahan insekta, dan keanekaragaman insekta siang (diurnal) yang terdapat pada Area Perkebunan Karet di Desa Limpasu Kecamatan Limpasu Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Jenis penelitian, teknik pengambilan sampel diambil dengan menggunakan jaring serangga (Butterfly net) sebanyak 10 titik dengan 3 kali pengambilan sampel dimulai dari jam 08:00-10:00 Wita, jam 12:00-14:00 Wita, dan jam 16:00-18:00 Wita. Analisis data keanekaragaman insekta siang (diurnal) dilakukan dengan rumus keanekaragaman (H′) dan analisis data kemelimpahan dilakukan dengan melihat banyaknya jenis suatu individu yang didapat. Hasil penelitian ditemukan 17 spesies, yaitu Leptosia nina, Hypolimnas bolina, Diplacodes trivialis, Amata dilatata, Xylocopa violacea, Neurothemis terminata, Parantica agleoides, Papilio polytes, Cicindela aurulenta, Xylocopa latipes, Paraeucosmetus pallicornis dallas, Chlorion aerarium, Orthetrum sabina, Promachus rufipes, Sceliphron caementarium, Atractomorpha crenulata, dan Dasymutilla occidentalis. Kemelimpahan tertinggi diduduki oleh Promachus rufipes dengan jumlah 25 individu dan indeks keanekaragaman jenis insekta siang (diurnal) tergolong dalam kategori sedang dengan jumlah nilai H′ sebesar 2,63.
PENGARUH MODEL KNOS-KGS TERHADAP KETERAMPILAN GENERIK SAINS PADA KONSEP PERUBAHAN LINGKUNGAN/IKLIM DAN DAUR ULANG LIMBAH DI KELAS X SMA NEGRI 1 SUNGAI LOBAN Rezky Nefianthi Dian; M.alfi ardy
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 3
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.409 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru biologi di SMA Negeri 1 Sungai Loban peneliti memperoleh informasi bahwa keterampilan generik sains siswa dalam belajar biologi dirasa masih kurang. Hal tersebut bisa dilihat dari kurang mampunya siswa dalam membuat rumusan masalah, mengolah data, dan membuat kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh pembelajaran Model pembelajaran KNoS – KGS terhadap keterampilan proses pada konsep lingkungan/iklim dan daur ulang limbah. Populasi dan sampel dari penelitian ini adalah siwa-siswi SMAN 1 Sungai Loban kelas X MIA 1 yang berjumlah 36 dan kelas X MIA 3 berjumlah 36 yang berjumlah keseluruhan 72 Sampel yang di pakai seluruh siswa kelas MIA 1 dan MIA 3. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes yaitu pretes dan postes. Tes yang diberikan berupa soal esai yang di dalamnya terdapat aspek keterampilan generik sains yaitu merumuskan masalah, merumuskan hipotesi, melakukan percobaan, menganalisis data membuat kesimpulan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik statistik parametrik dengan uji Anova menggunkan SPSS.22 for windows. Sebelum di uji harus memenuhi persyaratan yaitu uji normalitas, homogenitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model KNoS-KGS berpengaruh secara signifikan terhadap keterampilan generik sains siswa, hal ini dibuktikan berdasarkan hasil Uji Anova Satu Jalur yang menunjukan Fhitung postes>Ftabel (13,416 > 3,978 ) yang berarti Ho ditolak. Data pretes sebelum diberikan perlakuan pada kelas kontrol yaitu 51,87 dan kelas ekperimen 54,72 hal ini menunjukan kemanpuan awal siswa pada masing-masing kelas dalam keterampilan generik sains sama. Setelah diberikan perlakuan nilai postes pada kelas eksperimen meningkat menjadi 81,97 dan kelas kontrol menjadi 72,44. Aspek ketercapaian keterampilan generik sains pada kelas eksperimen sebesar 82,37% dan pada kelas kontrol sebesar 73,01%
KEANEKARAGAMAN INSEKTA NOKTURNAL DI KEBUN KARET DESA ANJIR MAMBULAU KECAMATAN KAPUAS TIMUR KABUPATEN KAPUAS Syarifah Husnul Khatimah; Budi Prayitno
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 3
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.643 KB)

Abstract

Insekta merupakan kelas terbesar dari animal kingdom, mereka terdapat dimana-mana, baik itu di hutan, air tawar dan di perkebunan. Sebagian insekta ada yang aktif pada malam hari (Nokturnal), salah satu habitat insekta yang aktif pada malam hari adalah di daerah perkebunan khususnya kebun karet. Perkebunan karet menjadi salah satu ruang ekosistem habitat yang ditempati berbagai macam jenis spesies, salah satu jenis spesies yang banyak ditemukan pada habitat ini adalah Insekta, mereka menjadikan perkebunan karet sebagai tempat tinggal dan sumber ketersediaan makanan bagi mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Jenis-jenis Insekta, Keanekaragaman Insekta, dan Kemelimpahan jenis Insekta yang terdapat pada Kebun Karet di Desa Anjir Mambulau Kecamatan Kapuas Timur Kabupaten Kapuas.Metode dengan observasi langsung kelapangan. Menentukan tempat sampel dan melakuan Penangkapan insekta menggunakan alat perangkap cahaya (Light trap). Analisis data Keanekaragaman Insekta dilakukan dengan rumus Shannon Winner Keanekaragaman (H`) dan Kemelimpahan dilakukan dengan rumus Nilai Penting (NP).Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 21 spesies dengan 7 ordo dan 16 famili. Keanekaragaman jenis Insekta termasuk dalam kategori sedang dengan nilai H` sebesar 1,253 dan Kemelimpahan tertinggi diduduki oleh Coptotermes curvignathus (Laron) dengan jumlah 60,99% dan Kemelimpahan terendah adalah pada jenis Glischrochilus quadrisignatus atau kumbang bercak kuning, Lucilia sp atau lalat maret dan Sceliphron caementarium atau lebah pinggang ramping dengan Nilai penting (NP) yang sama yaitu 0,86%.

Page 10 of 14 | Total Record : 132