cover
Contact Name
Fujianor Maulana
Contact Email
fujianormaulana@stkipbjm.ac.id
Phone
+628195198730
Journal Mail Official
jph@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
Jln.Sultan Adam Komplek H.Iyus
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Hayati
ISSN : 28282914     EISSN : 24433608     DOI : https://doi.org/10.33654/jph.v7i4
Berisi artikel-artikel ilmiah baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing, yang memuat tentang kependidikan dan kajian ilmu - ilmu pengetahuan alam dan sosial dan memfasilitasi publikasi hasil-hasil penelitian maupun pemikiran konseptual serta turut mengembangkan pendidik dan dunia pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 132 Documents
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DRAMA DENGAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS VIII A MTSN 4 HULU SUNGAI UTARA Karlina
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 3
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.173 KB)

Abstract

Hasil ulangan harian materi drama pada tahun lalu menunjukkan bahwa rata-rata nilai bahasa Indonesia siswa kelas VIII A masih belum mencapai KKM yaitu 70 sedangkan KKM nya yaitu 73, hanya sekitar 60% siswa yang mencapai KKM. Pada proses pembelajaran bahasa Indonesia guru masih cenderung sebagai sumber ilmu dan mendominasi kelas. Siswa harus duduk dengan rapi. Media gambar merupakan cara yang digunakan dimana siswa terlibat aktif dalam memecahkan suatu permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi drama dengan media gambar di kelas VIII A MTsN 4 Hulu Sungai Utara.Metode yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII semester II MTsN 4 Hulu Sungai Utara dan sampel diambil secara purposive sampling sebanyak 1 kelas dari 3 kelas yang ada di MTsN 4 Hulu Sungai Utara dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII A. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, lembar observasi aktivitas, dan tes sedangkan teknik analisis data menggunakan penskoran dengan skala Guttman, rata-rata, dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar siswa dengan media gambar meningkat.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MATA KULIAH TEKNOLOGI PENGOLAHAN LIMBAH Almira Ulimaz
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 3
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.97 KB)

Abstract

Politeknik Negeri Tanah Laut merupakan satu–satunya kampus di kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Mahasiswa yang memilih program studi diploma tiga Agroindustri, Jurusan Teknologi Industri Pertanian pada tahun 2019 banyak yang berasal dari jurusan non IPA. Hal ini berdampak pada sulitnya memahamkan materi kepada mereka untuk beberapa mata kuliah tertentu. Salah satu mata kuliah Teknologi Pengolahan Limbah. Ditambah lagi dengan adanya pandemi COVID-19 yang menyebabkan pembelajaran harus dilaksanakan secara daring sehingga untuk memahamkan materi kuliah ini cukup sulit tanpa adanya tatap muka. Oleh sebab itu, perlu dikembangkan sebuah instrumen belajar atau bahan ajar yang sederhana berupa modul praktikum daring berbasis inkuiri terbimbing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berupa modul praktikum daring berbasis inkuiri terbimbing pada mata kuliah Teknologi Pengolahan Limbah. Desain penelitian pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan 4–D Thiagarajan. Model ini merupakan sistem pendekatan pengembangan pembelajaran yang dilaksanakan melalui 4 tahap, yaitu Define (Pendahuluan), Design (Perencanaan), Develop (Pengembangan), dan Disseminate (Penyebaran). Dalam penelitian ini tahap yang digunakan hanya sampai tahap pengembangan. Instrumen yang digunakan adalah (a) Lembar Validasi, instrumen ini digunakan untuk mengumpulkan data kevalidan dari modul praktikum berisi aspek penilaian yang terdiri atas syarat didaktik, isi, bahasa, penyajian dan (b) Angket. Modul praktikum dinilai memiliki tingkat kelayakan yang cukup dengan rerata persentase sebesar 70% ke atas di semua aspek yang dinilai. Hal ini menunjukkan bahwa modul praktikum daring mata kuliah Teknologi Pengolahan Limbah ini bisa digunakan kembali untuk pembelajaran selanjutnya di tahun akademik berikutnya (semester genap 2021–2022) di materi yang sama.
PROBLEM BASED LEARNING DENGAN METODE FIELD TRIP UNTUK MENINGKATKAN SIKAP SOSIAL SISWA MI CEMARA JAYA Rasneni Abd. Latif; Bahtiar; Taslim D. Nur
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 4
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.677 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning dengan Metode Field Trip Terhadap Sikap Sosial di Madrasah Ibtidaiyah Cemara Jaya tahun pelajaran 2019/2020. Sampel penelitian terdiri dari kelas Va (kelas eksperimen) dan kelas Vb (kelas kontrol) masing-masing kelas dengan jumlah sampel untuk kelas Va berjumlah 20 siswa dan kelas Vb berjumlah 21 siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperiment) dengan desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan eksperimen pretest-posttest Nonequivalent Control Group. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni instrument penilaian sikap sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBL dengan metode Field Trip berpengaruh terhadap sikap sosial dengan nilai signifikansi sebesar 0,016 ˂ 0,05.
MENINGKATKAN INTELEGENSI INTERPERSONAL (SOSIAL) DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII MTsN 1 HULU SUNGAI UTARA MATERI ZAKAT MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR AND SHARE Mujiburrahman
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 4
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.724 KB)

Abstract

Mengajar adalah suatu usaha sadar yang dilakukan untuk mengarahkan anak didik menuju kearah kedewasaan. Dewasa yang dimaksud tidak hanya dewasa secara intelektual tapi juga dewasa secara keterampilan dan sosial. Faktor utama yang menentukan berhasil atau tidaknya suatu pembelajaran adalah bagaimana cara guru menyampaikan materi pembelajaran. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilaksanakan pada MTsN 1 Hulu Sungai Utara mata pelajaran fiqih pada aspek intelegensi interpersonal masih berada pada persentase 78,83% dan untuk hasil belajar ketuntasannya hanya 73,33%. Usaha untuk meningkatkan hasil belajar fiqih di madrasah merupakan kegiatan yang terencana dan berkelanjutan dan melibatkan semua unsur yang ada di madrasah baik guru, siswa maupun sumber melalui penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair and share. Prosedur perbaikan pembelajaran ini adalah penelitian tindakan kelas yang direncanakan 2 siklus, setiap siklus ada 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Dengan meningkatkan kemampuan mengajar, guru mampu meningkatkan intelegensi interpersonal siswa, dari hasil perbaikan yang dilakukan terlihat pada siklus kedua hasil intelegensi interpersonal siswa lebih meningkat. Terdapat peningkatan intelegensi interpersonal siswa dan keterampilan guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair and share, hal ini terlihat pada siklus I pertemuan 1 intelegensi interpersonal siswa dengan persentase 78,83% dan pertemuan 2 dengan persentase 81,17%. Setelah guru melakukan perbaikan maka terlihat pada siklus II meningkat, pada pertemuan 1 dengan persentase 82,33% dan pertemuan 2 meningkat menjadi 85,67%.
STRATEGI PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI SDN ANTAR BARU 1 MARABAHAN Devy Wahyu Cindy Mulyani; Abidinsyah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 4
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.482 KB)

Abstract

Salah satu sekolah dasar yang menerapkan pendidikan inklusi di Kota Marabahan adalah SDN Antar Baru 1. Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi tersebut mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan pendidikan inklusif. Pasal 1 ayat (1) mengemukakan bahwa pendidikan inklusif adalah sistem pendidikan yang memberikan peran kepada semua peserta didik dalam suatu iklim dan proses pembelajaran bersama tanpa membedakan latar belakang sosial, politik, ekonomi, etnik, agama/kepercayaan, golongan, jenis kelamin, kondisi fisik maupun mental, sehingga sekolah merupakan miniatur masyarakat. Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dengan demikian diperlukan strategi pembelajaran yang tepat agar materi pelajaran yang diberikan dapat dipahami oleh ABK, sehingga setiap anak sesuai dengan kebutuhannya khususnya dapat diusahakan dan dilayani secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pengetahuan guru, strategi pembelajaran peserta didik ABK dan kendala yang dihadapi dalam pembelajaran bagi peserta didik anak berkebutuhan khusus (ABK) di SDN Antar Baru 1 Marabahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan desktiptif kualitatif dengan subjek guru kelas IV dan kelas V di SDN Antar Baru 1. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pengetahuan guru tentang peserta didik ABK belum cukup mendalam, guru telah mengetahui adanya peserta didik ABK yang ada di kelasnya tetapi pengetahuan guru tentang keadaan ABK masih kurang spesifik dan belum memahami konsep ataupun karakteristik peserta didik ABK, (2) Strategi pembelajaran yang diterapkan di SDN Antar Baru 1 Marabahan yaitu dengan strategi pengulangan pelajaran yakni guru kelas biasanya memberikan PR untuk peserta didik ABK guna mengulang pelajaran yang telah diberikan di kelas dan strategi pendekatan secara khusus terhadap peserta didik ABK, (3) Kendala yang dihadapi yaitu: peserta didik ABKnya masih lambat belajar dan kurang fokus dalam menerima pelajaran, tidak adanya guru pembimbing khusus (GPK), tidak tersedianya sarana prasarana yang menunjang pendidikan inklusi di SDN Antar Baru 1 terutama media pembelajaran. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam proses belajar mengajar yang ada ABKnya yaitu dengan pendekatan individual, dengan memberikan motivasi dan pembinaan secara khusus untuk peserta didik ABK.
KEANEKARAGAMAN KUPU - KUPU DI DESA UJUNG BATU KECAMATAN PELAIHARI KABUPATEN TANAH LAUT Abdul Hamid; Fujianor Maulana
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 4
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.86 KB) | DOI: 10.33654/jph.v7i4.1599

Abstract

Kupu-kupu merupakan bagian dari kekayaan hayati yang harus dijaga kelestariannya. Kupu-kupu adalah serangga yang termasuk dalam ordo Lepidoptera, artinya serangga yang hampir seluruh permukaan tubuhnya tertutupi oleh lembaran-lembaran sisik yang memberi corak dan warna sayap kupu-kupu. Kupu-kupu juga memberi andil yang sangat berarti dalam mempertahankan keseimbangan alam dengan bertindak sebagai penyerbuk pada proses pembuahan bunga bersama hewan penyerbuk lainnya. Desa ujung Batu merupakan salah satu desa dengan berbagai tipe habitat yang mendukung keberlangsungan hidup Kupu-Kupu. Tujuan dilakukannya penelitan ini adalah untuk mengetahui jenis Kupu-kupu dan bagaimana keanekaragaman kupu-kupu di Desa Ujung Batu Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. pengambilan sampel diakuan dengan menggunakan metode Garis Transek atau Line Transect. Area penelitian dibagi menjadi tiga Zona. Kupu-Kupu ditangkap menggunakan jaring dan diidentifikasi berdasarkan analisis morfologi. Teknik analisis data menentukan jenis dengan buku identifikasi Lilies, Untuk mengetahui keankearagaman dapat di hitung dengan Indeks Diversitas (Odum, 1996). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 18 jenis kupu-kupu di Desa Ujung Batu Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut. Jenis yang ditemukan tergolong ke dalam 5 famili, yaitu 9 Spesies Nymphalidae, 4 Spesies Pieridae, 3 Spesies Papilionidae, 1 Spesies Lycaenidae dan 1 spesies Hesperiidae. Dari 18 jenis Kupu-kupu tersebut didapatkan indeks keanekaragaman yang tergolong dalam kategori sedang dengan nilai Hˈ sebesar 2,65.
KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU DI PERKEBUNAN JERUK (Citrus sinensis) DESA PISANGAN KECAMATAN KANDANGAN BARAT KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Dahlia; Bayu Hari Mukti
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 4
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.75 KB) | DOI: 10.33654/jph.v7i4.1600

Abstract

Perkebunan jeruk adalah salah satu habitat tempat hidup kupu-kupu. Keberadaan kupu-kupu di perkebunan Jeruk (Citrus sinensis) masih banyak yang belum mengamati dan melakukan ekperimen tentang keanekaragaman jenis kupu-kupu. Tujuan dilakukannya penelitian tentang keanekaragaman jenis kupu-kupu di perkebunan Jeruk ini adalah untuk mengetahui jenis kupu-kupu apa saja yang ada di perkebunan Jeruk (Citrus sinensis), mengetahui bagaimana kemelimpahan jenis kupu-kupu,mengetahui bagaimana keanekaragaman jenis kupu-kupu, bagaimana kekayaan dan kemerataan jenis kupu-kupu. Penelitian ini dilakukan di perkebunan Jeruk pada bulan Mei-Juni 2017. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode garis transek di area perkebunan Jeruk. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 15 spesies kupu-kupu di perkebunan Jeruk (Citrus sinensis) Desa Pisangan Kecamatan Kandangan Barat Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Jenis yang ditemukan tergolong ke dalam 3 famili, yaitu delapan spesies famili Nymphalidae, lima spesies famii Pieridae, dan dua spesies dari famili Papilionidae. Keanekaragaman kupu-kupu di perkebunan Jeruk tergolong sedang (H'= 2,35), kemelimpahan tertinggi terdapat pada famili Nymphalidae yaitu Mycalesis mineus (30 individu), sedangkan kemelimpahan terendah terdapat pada famili Papilionidae yaitu Papilio polytes (1 individu). Kekayaan jenisnya tergolong rendah (Dmg= 2,68), sedangkan kemerataan jenisnya tergolong tinggi (E= 0,86). Secara umum jenis kupu-kupu yang terdapat di perkebunan Jeruk tidak menyebar merata.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN NUMBER HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII A MTsN 1 HULU SUNGAI UTARA PADA MATERI RELASI DAN FUNGSI Elya Sukaisih
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 4
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.45 KB)

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Number Heads Together (NHT) terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas VIII A MTsN 1 Hulu Sungai Utara pada materi relasi dan fungsi. Melalui model pembelajaran NHT, tugas diberikan kepada semua siswa dimana siswa telah diberi nomor berbeda didalam kelompoknya. Pemanggilan nomor siswa secara acak untuk melaporkan hasil diskusi kelompok mendorong setiap siswa secara individu bertanggung jawab atas hasil belajarnya. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengambil data penelitian adalah soal tes dan lembar observasi. Penelitian ini dilakukan pada 27 siswa sebagai subjek dan menggunakan model spiral Kemmis dan McTaggart. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan siswa pada siklus I mencapai 59,26 % dan ketuntasan meningkat menjadi 81,48 % pada siklus II. Hasil ini menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan model pembelajaran NHT terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII A MTsN 1 Hulu Sungai Utara pada materi relasi dan fungsi.
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IX D MTSN 1 BANJAR PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI PEWARISAN SIFAT DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA DARING GOOGLE CLASSROOM Thaibah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 7 No 4
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.082 KB)

Abstract

Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksaan oleh guru dan peserta didik atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi belajar ntuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi timbal-balik antara guru dan peserta didik ini merupakan syarat utama berlangsungnya proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran model pembelajaran yang dilakukan dalam Kegiatan belajar Mengajar (KBM) bisa memotivasi siswa dalam belajar. Motivasi belajar merupakan dorongan dan semangat yang muncul dari diri siswa atas dasar keinginannya sendiri yaitu suatu daya penggerak dalam diri siswa untuk melakukan kegiatan yang menimbulkan dan memberikan arah kegiatan akhir. Dalam kegiatan belajar-mengajar peranan motivasi baik intrinsik maupun ekstrinsik sangat diperlukan. Motivasi bagi pelajar dapat mengembangkan aktivitas dan inisiatif, dapat mengarahkan dan memelihara ketekunan dalam melakukan kegiatan belajar PTK ini bertujuan mengetahui peningkatan motivasi belajar Siswa Kelas IX D MsN 1 Banjar pada Mata Pelajaran IPA Materi Pewarisan sifat menggunakan Aplikasi Google Classroom. dengan jumlah siswa 37 orang. Dilaksanakan dengan dua siklus dan setiap siklus dilakukan dalam 2 (dua) kali pertemuan. Setiap siklus juga terdiri dari 4 tahap, yakni: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, komunikasi langsung, pengukuran/tes, dan dokumenter. Instrumen pengumpulan data meliputi : pedoman observasi/pengamatan, instrumen penilaian (soal tes) hasil belajar siswa, dan dokumen. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk melihat kecenderungan yang terjadi dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I rata-rata persentase aktivitas guru adalah 64.42 %., siklus II meningkat menjadi 84.13 %, meningkat sebanyak 19,71%. Rata-rata persentase aktivitas siswa pada siklus I adalah 57.31%, dan siklus II meningkat menjadi 78.29 %. Terjadi peningkatan sebanyak 20,98%. Pada ulangan harian siklus I, siswa yang tuntas secara individual sebanyak 19 orang siswa, sedang pada siklus II naik menjadi 29 siswa. Sedang untuk ketuntasan klasikal, siklus I adalah 51.35 %, dan naik menjadi 78.38 % pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan ketuntasan dari siklus I dan siklus II.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Penggunaan Media Google Classroom pada pembelajaran daring dapat meningkatkan Motivasi Belajar Siswa kelas IX D MTsN 1 Banjar Mata Pelajaran IPA Materi Pewarisan Sifat.
PEMANFAATAN TANAMAN OBAT TRADISIONAL OLEH SUKU DAYAK MA’AYAN DESA KALAMUS KECAMATAN PAKU KABUPATEN BARITO TIMUR Natalia Jepriani; Fujianor Maulana
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 8 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etnobotani (dari “etnologi”- kajian mengenai budaya,dan “botani”-kajian mengenai tumbuhan) adalah suatu bidang ilmu yang mempelajari hubungan Antara menusia dan tumbuhan. Studi mengenai pengetahuan masyarakat lokal tentang botani disebut etnobotani. Ilmu etnobotani berkisar pada pemanfaatan tumbuh-tumbuhan oleh orang-orang di sekitarnya, pada aplikasinya mampu meningkatkan daya hidup manusia. Indonesia memiliki budaya pengobatan tradisional termasuk penggunaan tumbuhan obat sejak dulu dan dilestarikan secara turun-temurun. Jenis penelitian deskriptif ini menggunakan metode Nonprobability Sampling. Nonprobality sampling adalah tehnik yang tidak memberi peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Tujuan penelitian ini yang pertama untuk mengetahui jenis-jenis tanaman obat yang ada di Desa Kalamus Kecamatan Paku, untuk mengetahui bagian dari tanaman obat yang sering digunakan oleh suku Dayak Ma’ayan dan yang terakhir untuk mendeskripsikan cara pemanfaatan tanaman obat yang dilakukan oleh suku Dayak Ma’ayan. Hasil dari penelitian dilapangan menunjukan; 1) Terdapat 27 jenis dari 26 famili tumbuhan yang diketahui dan dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Kalamus Kabupaten Paku sebagai obat tradisional, yaitu Ciplukan, tembelekan, ketepeng cina, gadung, mengkudu, daun sendok, putri malu, andong, meniran, lengkuas, tunjuk langit/jajalakan, bawang Dayak, cocor bebek, ilalang, jeruk nipis, daun prasman, knyit, nanas kerang, sirih, pegagang, gandaria, serai merah, kecombrang, akar kelapa, akar pinang, baroco dan bunga rosela. 2) Bagian-bagian tumbuhan yang digunakan untuk pengobatan tradisional yaitu akar, daun, buah, bunga, tangkai, kulit batang dan rimpang. Terdapat 47 penyakit yang dapat disembuhkan menggunakan bagian dari tumbuhan berkhasiat obat yaitu, diabetes, paru-paru, hipertensi, epilepsi, kolestrol, bisul, disentri, amandel, batuk, rematik, sariawan, kecing darah, muntah darah, anyang-anyangan, bau badan, haid tidak teratur, maag, anemia, borok, melena, mimisan, keputihan, asma, demam, berdarah, panu, batu saluran kencing, rabies, malaria, rabun senja,sulit tidur, campak, iritasi mata, diare,muntaber, hepatitis, luka baru, sakit pinggang, ketombe, masuk angin, infeksi saluran kencing, sembelit, asam urat dan sakit kepala. 3) pengolahan tumbuahan obat tradisional dilakukan dengan berbagai cara diantaranya : direbus, dikeringkan, digosok, digiling, atau dihaluskan, dibakar, diremas, dimakan dan di aplikasikan langsung pada bagian yang sakit.

Page 11 of 14 | Total Record : 132