cover
Contact Name
Fujianor Maulana
Contact Email
fujianormaulana@stkipbjm.ac.id
Phone
+628195198730
Journal Mail Official
jph@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
Jln.Sultan Adam Komplek H.Iyus
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Hayati
ISSN : 28282914     EISSN : 24433608     DOI : https://doi.org/10.33654/jph.v7i4
Berisi artikel-artikel ilmiah baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing, yang memuat tentang kependidikan dan kajian ilmu - ilmu pengetahuan alam dan sosial dan memfasilitasi publikasi hasil-hasil penelitian maupun pemikiran konseptual serta turut mengembangkan pendidik dan dunia pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 132 Documents
Pengaruh Pendekatan Saintifik Terhadap Keterampilan Proses Sain Siswa MTsN Pada Konsep Keanekaragaman Makhluk Hidup Sylvania Fitria Rubianti; Rezky Nefianthi Dian
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 4 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.635 KB) | DOI: 10.33654/jph.v4i1.447

Abstract

Proses pembelajaran IPA siswa perlu dilatih untuk mengembangkan sejumlah keterampilan ilmiah yang sering disebut sebagai Keterampilan Proses Sains (KPS). Untuk maksud tersebut maka siswa harus dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran agar mereka dapat belajar secara mandiri menemukan sendiri pengetahuan yang sedang disajikan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh model pembelajaran Sainstifik terhadap Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa kelas VII MTsN 2 Batang Alai Selatan pada konsep Keanekaragaman Makhluk Hidup. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan jenis penelitian ekperimen kuasi dan desain penelitian yang digunakan nonequivalent control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil perhitungan perbedaan rata-rata kedua kelas diperoleh thiting sebesar 6,82 sedangkan ttabel sebesar 2,09 sehingga thitung > ttabel yang menunjukan bahwa hipotesis alternatif Ha diterima, artinya terdapat pengaruh signifikan penggunaan pembelajaran saintifik terhadap keterampilan proses sains siswa (KPS) pada konsep keanekaragaman mahluk hidup. Kata Kunci: Pendekatan Sainstifik, Keterampilan Proses Sains, Keanekaragaman Makhluk Hidup
Pengaruh Model Reading, Questioning And Answering (RQA) Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IPA SMA PGRI 6 Banjarmasin Pada Konsep Sistem Koordinasi Manusia Adi Purwanto
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 4 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.598 KB) | DOI: 10.33654/jph.v4i1.448

Abstract

Upaya peningkatan mutu pendidikan haruslah dilakukan dengan menggerakan seluruh komponen. Mutu pendidikan ditentukan di dalam kelas melalui proses belajar mengajar. Namun faktanya kondisi kelas saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, siswa kurang aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Proses pembelajaran lebih banyak menggunakan metode ceramah dan tanya jawab sehingga respon dan keterlibatan siswa dalam penemuan konsep-konsep pembelajaran belum optimal. Akibatnya hasil pembelajaran biologi belum memuaskan, hal ini terlihat dari banyak kelas XI IPA yang mendapat nilai di bawah KKM yaitu 75. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model RQA terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan model rancangan yang dikenal dengan nonequivalent prates-post test control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMA PGRI 6 Banjarmasin kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan XI IPA 2 sebagai kelas kontrol, dengan pokok bahasan sistem koordinasi manusia. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model RQA, sedangkan variabel terikat adalah keterampilan berpikir kritis. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan berpikir kritis berupa tes essay. Selanjutnya menggunakan rubrik untuk pengukuran hasil keterampilan berpikir kritis. Data dianalisis menggunakan anava satu jalur dengan bantuan SPSS versi 20 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh model RQA terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada konsep sistem koordinasi. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata yang meningkat dari 25,13 menjadi 77,88 dan nilai F=196,76 (p=0,0000). Disimpulkan bahwa model pembelajaran RQA memiliki pengaruh secara signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (Pbl)Terhadap Berpikir Kritis Siswa Kelas VII SMP Negeri 35 Banjarmasin Pada Materi Ekosistem Rezeki Nurul Aida
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 4 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.497 KB) | DOI: 10.33654/jph.v4i1.449

Abstract

Pendidikan yang mampu mendukung manusia dalam perubahan adalah pendidikan yang mengembangkan potensi siswa dalam menghadapi era globalisasi yang penuh dengan tantangan dan perubahan, dengan pendidikan diharapkan membentuk karakter penerus bangsa yang inovatif, terampil dan kreatif. Pengembangan potensi siswa tidak terlepas dari proses pembelajaran yang dapat mengembangkan keterampilan atau kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII B di SMP Negeri 35 Banjarmasin. Penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan model rancangan yang dikenal dengan “nonequivalent pratest-post test control group design”, penentuan sample menggunakan random sampling. Variabel bebas model pembelajaran dan variabel terikat kemampuan berpikir kritis. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VII B sebagai kelas Eksperimen yang difasilitasi dengan model PBL dan VII C sebagai kelas konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan tes essay. Data penelitian selanjutnya dianalisis dengan antara 1 jalur melalui SPSS versi 17 for windows. Berdasarkan Hasil Uji Anava Satu Jalur menunjukkan bahwa nilai F hitungan sebesar 29,05 dengan nilai 0,00 atau kurang dari 0,05, hal ini memberikan makna bahwa ada perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dan model pembelajaran konvensional. Skor rata-rata berpikir kritis juga menunjukkan bahwa kelas yang difasilitasi Problem Based Learning (PBL) 72,20 lebih tinggi dari kelas konvensional 59,75. Dengan demikian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.
Keanekaragaman Terumbu Karang Dan Ikan Karang Disekitar Pulau Cinta Desa Tanjung Lalak Kecamatan Pulau Laut Kepulauan Kabupaten Kotabaru Abdul Hadi; Lagiono Lagiono
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 3 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.611 KB) | DOI: 10.33654/jph.v3i1.450

Abstract

Terumbu karang dan ikan karang merupakan kelompok organisme yang hidup di dasar perairan laut dangkal, terutama di daerah laut tropis. Maka dari itu peneliti tertarik melakukan penelitian ini untuk mengetahui Keanekaragaman Terumbu Karang dan Keanekaragaman Ikan Karang yang terdapat di laut sekitar Pulau Cinta Desa Tanjung Lalak Kecamatan Pulau Laut Kepulauan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan deskriptif dengan teknik jelajah. Metode observasi digunakan dengan alasan peneliti melakukan pengamatan secara langsung kelapangan sehingga dapat mengetahui jenis-jenis terumbu karang dan ikan karang yang terdapat di Pulau Cinta Desa Tanjung Lalak Kecamatan Pulau Laut Kepulauan. Sedangkan metode deskriptif dilakukan dengan teknik visual sensus menggunakan garis teransek dengan panjang 50 meter ditiga bagian pulau yaitu timur, selatan, dan barat. Dan setiap 50 meter di bagi ke dalam 5 titik, masing-masing titik berukuran 10 meter. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis terumbu karang yang ditemukan pada laut sekitar Pulau Cinta Desa Tanjung Lalak Kecamatan Pulau Laut Kepulauan ada 9 jenis meliputi: Lobophyllia flabelliformis, Heliopora coerulea,Acropora millepora, Cycloseris somervillei, Goniastrea sp, Acropora rosaria, Acropora acuminata, Pavona venosa, dan Acropora palifera. Indeks keanekaragamannya (H′) 2,07 termasuk dalam kategori keanekaragaman sedang. Sedangkan jenis ikan karang yang ditemukan ada 7, di antaranya: ikan badut (Amphipirion ocellaris), ikan kepe monyong (Chelmon rotratus), ikan dakocan (Dascyllus trimaculatus), ikan kepe-kepe (Chaetodon lunulatus), ikan ekor kuning (Caesionidae), ikan blue (Paraglyphidodon oxiodon), dan ikan sersan (Abudefdufsexfasciatus). Indeks keanekaragamannya (H′) 1,69 termasuk dalam kategori keanekaragaman sedang.
Keanekaragaman Ikan Sungai Lahei Berdasarkan Alat Tangkap Ikan Oleh Masyarakat Desa Lahei Kabupaten Barito Utara Mada Ellyana; Bayu Hari Mukti
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 3 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.685 KB) | DOI: 10.33654/jph.v3i1.451

Abstract

Keanekaragaman ikan di Indonesia sangat banyak di seluruh perairan Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis-jenis ikan dan apa saja alat tangkap ikan serta keanekaragaman ikan yang ada di Sungai Lahei Desa Lahei Kabupaten Barito Utara. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pengambilan sampel secara observasi. Proses observasi dilakukan melalui teknik wawancara dengan masyarakat untuk mengetahui alat tangkap ikan serta metode acak sistematik untuk mengetahui jenis ikan. Daerah pengamatan terdiri dari tiga stasiun, yaitu stasiun A (wilayah muara sungai), stasiun B (wilayah penduduk) dan stasiun C (wilayah hutan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis ikan air tawar yang ditemukan di Sungai Lahei Desa Lahei Kabupaten Barito Utara berjumlah 10 jenis. Indeks keanekaragaman ikan sungai ini ternyata sedang yaitu pada stasiun A dengan H’ = 1,82, pada stasiun B dengan H’ = 1,53 dan pada stasiun C dengan H’ = 1,97. Hal ini menandakan untuk jenis ikan di sungai Lahei tersebut jenisnya beranekaragam dengan alat tangkap yang digunakan oleh masyarakat setempat yaitu lunta/jala, haup hantai dan kalang.
Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas VII E Dengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Konsep Memahami Saling Ketergantungan Dalam Ekosistem Di SMP Negeri 1 Kusan Hilir Elli Diana
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 3 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.271 KB) | DOI: 10.33654/jph.v3i1.452

Abstract

Berdasarkan observasi dan wawancara kepada guru IPA kelas VII E SMP Negeri 1 Kusan Hilir diidentifikasi bahwa selama ini guru jarang sekali menggunakan keterampilan proses sains secara maksimal. Guru hanya melakukan pembelajaran dengan metode ceramah sehingga pembelajaran hanya berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus dengan 4 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII E SMP Negeri 1 Kusan Hilir dengan jumlah siswa 33 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar kerja siswa untuk mendapatkan hasil keterampilan proses sains, tes tertulis bentuk uraian untuk hasil belajar dan observasi untuk aktivitas guru. Teknik analisis data yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses sains siswa mengalami peningkatan dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah yaitu dari kategori kurang pada siklus I menjadi baik pada siklus II.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 13 Banjarmasin Dickna Aprilia Damayanti Saraya; Ria Mayasari
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 3 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.042 KB) | DOI: 10.33654/jph.v3i1.453

Abstract

Pendidikan yang mampu mendukung manusia dalam perubahan adalah pendidikan yang mengembangkan potensi siswa. Pengembangan potensi siswa tidak terlepas dari proses pembelajaran yang dapat mengembangkan keterampilan atau kemampuan berpikir siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis Siswa Kelas XI IPA di SMA Negeri 13 di kota Banjarmasin. Penelitian ini adalah Penelitian Quasi Eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan model rancangan yang dikenal dengan “nonequivalent prates-post test control group design,” penentuan sampel menggunakan random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes essay. Data penelitian ini dianalisis secara statistik menggunakan program SPSS Anava for windows. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPA SMA Negeri 13 Kota Banjarmasin.
Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Dan Hasil Belajar Kelas VII C SMP Negeri 1 Kusan Hilir Dengan Pendekatan Saintifik Pada Konsep Ekosistem Yun Kurnia Andriani
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 3 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.204 KB) | DOI: 10.33654/jph.v3i1.472

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dengan salah seorang guru IPA di SMP Negeri 1 Kusan Hilir, dalam proses pembelajaran khususnya tentang Ekosistem, peserta didik jarang melakukan kegiatan eksperimen, tidak melakukan pembelajaran secara berkelompok sehingga pembelajaran masih berpusat pada guru. Pembelajaran seperti ini menyebabkan kurangnya kreativitas dan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran yang berdampak pada ketuntasan klasikal yang hanya mencapai 60% dari kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 70. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar belum mencapai ketuntasan klasikal yang ditetapkan yaitu 85%.. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik dengan menggunakan pendekatan saintifik. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari 2 siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII C SMP Negeri 1 Kusan Hilir yang berjumlah 27 peserta didik yang terdiri dari 14 perempuan dan 13 laki-laki. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes tertulis, observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah kuantitatif.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dalam Meningkatkan Keterampilan Proses Sains (KPS) Dan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Konsep Saling Ketergantungan Dalam Ekosistem Di Kelas VII B SMP Negeri 2 Batang Alai Utara Lamhani Rusdi; Siti Ramdiah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 3 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.919 KB) | DOI: 10.33654/jph.v3i1.474

Abstract

Proses pembelajaran di SMP Negeri 2 Batang Alai Utara hanya menggunakan metode ceramah, hal ini menyeebabkan siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran serta kurang termotivasi untuk belajar lebih giat dan keterampilan proses sains peserta tidak muncul. Penerapan model pembelajaran Inkuiri terbimbing ini memicu keterampilan proses sains peserta didik dalam kektifan belajar dan memiliki keterampilan , merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data dan menyimpulkan data. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains, meningkatkan hasil belajar siswa, aktivitas guru dalam proses pembelajaran, aktivitas siswa, dan respon siswa. jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menggunakan 2 siklus dengan 4 kali pertemuan Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes untuk hasil belajar, lembar observasi untuk keterampilan proses sains,, aktivitas guru dalam proses pembelajaran, aktivitas siswa, dan angket untuk respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing ini berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik, Hasil keterampilan proses sains peserta didik meningkat dari rata-rata 48,86 (tidak tuntas) pada siklus I menjadi rata-rata 81,82 (tuntas) pada siklus II. Hasil belajar siswa meningkat dari 68,18 % pada siklus I menjadi 90,9% pada siklus II, Aktivitas siswa mengalami peningkatan dari 60,48% (cukup aktif) pada siklus I menjadi 81,76 % (aktif) pada siklus II.Aktivitas guru juga meningkat dari 88,33 % pada siklus I menjadi 98,33 % (amat baik) pada siklus II. Respon siswa terhadap proses pembelajaran amat baik.
Inventarisasi Jenis Tumbuhan Berkhasiat Obat di Desa Lahei Kecamatan Muara Lahei Kabupaten Barito Utara Anti Larici; Rabiatul Adawiyah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 3 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.74 KB) | DOI: 10.33654/jph.v3i2.475

Abstract

Berdasarkan survei pendahuluan di Desa Lahei Kecamatan Muara Lahei Kabupaten Barito Utara ditemukan banyak jenis-jenis tumbuhan berkhasiat obat yang digunakan oleh masyarakat setempat. Masyarakat lebih senang menggunakan ramuan tradisional sebelum berobat ke puskesmas atau rumah sakit, bahkan apabila kekurangan biaya maka obat tradisional menjadi pilihan alternatif dalam rangka penyembuhan suatu penyakit. Selain itu di Desa Lahei belum pernah diadakan penelitian tentang jenis-jenis tumbuhan berkhasiat obat yang sering digunakan masyarakat disana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, yaitu dengan turun langsung kelapangan (observasi) untuk pengamatan dan pengambilan sampel guna mengetahui jenis tumbuhan berkhasiat obat, dan dilakukan wawancara guna memperoleh informasi tentang tanaman yang berkhasiat obat. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. yaitu peneliti mengambil sendiri contoh sampel dan menanyakan dengan tiga orang tokoh masyarakat yang mengetahui dan memahami apakah sampel tersebut memiliki khasiat atau tidak. Jadi, hanya tumbuhan yang memiliki khasiat obat saja yang diambil untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Ada 22 spesies tumbuhan berkhasiat obat yang ditemukan yaitu, Centella asiatica, Phyllanthus ninuri L, Mimosa pudica L, Piper betle L, Alpinia galanga (L) Swartz, Melastoma candidum D.Don, Costus speciosus, Morinda citrifolia Linn, Talinum paniculatum, Averhoa bilimbi L, Cordylineterminalis (L) Kunth, Tinospora crispa, Zingiber officinale, Citrus aurantiifolia, Plumeria acuminate Ait, Sauropus abdrogynus (L), Kaempferia galangal, Sansevieria trifasciata Prain, Apium graveolens L, Elephantopus scaber L, Cucumis sativus L, Sisyrinchium palmifolium L. Pemanfaatan bagian-bagian tumbuhan yang digunakan meliputi akar, rimpang, daun, batang, bunga, getah, buah dan semua bagian tanaman.

Page 3 of 14 | Total Record : 132