cover
Contact Name
Fujianor Maulana
Contact Email
fujianormaulana@stkipbjm.ac.id
Phone
+628195198730
Journal Mail Official
jph@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
Jln.Sultan Adam Komplek H.Iyus
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Hayati
ISSN : 28282914     EISSN : 24433608     DOI : https://doi.org/10.33654/jph.v7i4
Berisi artikel-artikel ilmiah baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing, yang memuat tentang kependidikan dan kajian ilmu - ilmu pengetahuan alam dan sosial dan memfasilitasi publikasi hasil-hasil penelitian maupun pemikiran konseptual serta turut mengembangkan pendidik dan dunia pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 132 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Reading Questioning And Answering (RQA) Tentang Sistem Koordinasi Pada Manusia Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IPA SMA PGRI di Kota Banjarmasin Murni Murni
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 4 No 3
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.595 KB) | DOI: 10.33654/jph.v4i3.435

Abstract

Pendidikan memegang peran penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, pendidikan juga memiliki fungsi dan melakukan potensi untuk melakukan persiapan menghadapi perubahan dalam masyarakat sesuai dengan tuntutan era globalisasi. Pengembangan potensi siswa tidak terlepas dari proses pembelajaran yang dapat mengembangkan keterampilan atau kemampuan berpikir siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Reading Questioning and Answering (RQA) dalam Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IPA di SMA PGRI di kota Banjarmasin. Penelitian ini adalah Penelitian Quasi Eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan model rancangan yang dikenal dengan “nonequivalent prates-post test control group design”, penentuan sample menggunakan random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes essay. Data penelitian ini dianalisis dengan analisis statistik SPSS Anava for windows. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa ada Pengaruh Model Pembelajaran Reading Questioning and Answering (RQA) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IPA SMA PGRI di kota Banjarmasin.
Optimasi Potensi Bawang Dayak (Eleutherine Sp.) Sebagai Bahan Obat Alternatif Budi Prayitno; Bayu Hari Mukti
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 4 No 3
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.059 KB) | DOI: 10.33654/jph.v4i3.436

Abstract

Bawang dayak (Eleutherine sp.) merupakan tanaman yang banyak ditemukan di wilayah Kalimantan. Umbi bawang dayak banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat. Senyawa kimia yang terkandung pada bawang dayak meliputi 15 senyawa termasuk turunan flavonoid dan naftakuinon. Beberapa penelitian menunjukkan aktivitas ekstrak sebagai antiinflamasi, antidiabetes, antikanker, antidiabetes, antimikroba.
Gambaran Umum Aktivitas Belajar Siswa SMP Negeri 27 Banjarmasin Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (PBM) Ria Mayasari
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 4 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.785 KB) | DOI: 10.33654/jph.v4i2.437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (PBM). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriftif, yakni penelitian yang menggambarkan tentang aktivitas belajar siswa. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 27 Banjarmasin, sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah aktivitas belajar kelas VIIC SMP Negeri 27 Banjarmasin dengan menggunakan model PBM. Untuk memperoleh gambaran aktivitas siswa selama proses belajar mengajar berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran berdasarkan masalah (PBM) dilakukan teknik observasi. Data yang telah diperoleh dianalis secara deskriftif. Hasil penelitian menunjukkan dengan menggunakan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (PBM) memberikan gambaran aktivitas belajar siswa selama proses belajar mengajar mengalami perubahan yang semakin baik.
Hasil Belajar Kognitif Proses Siswa Kelas X3 SMAN 10 Banjarmasin Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Pada Konsep Keanekaragaman Hayati Almira Ulimaz
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 4 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.184 KB) | DOI: 10.33654/jph.v4i2.440

Abstract

Berdasarkan hasil obervasi yang dilakukan di SMAN 10 Banjarmasin ditemukan bahwa sebagian siswa masih kesulitan dalam belajar Biologi. Hal ini terindikasi dari kegiatan belajar mengajar di kelas X3 SMAN 10 Banjarmasin khususnya pada konsep Keanekaragaman Hayati. Hasil wawancara dengan guru mata pelajaran IPA menunjukkan bahwa hasil belajar yang siswa peroleh hanya mencapai 60%, sehingga berada di bawah ketuntasan Klasikal yaitu 85% dan belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yakni 72. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan bahan ajar atau Lembar Kerja Siswa (LKS) yang disampaikan oleh guru bersifat kurang kontekstual (tidak menyentuh langsung dengan dunia nyata yang dihadapi siswa sehari–hari). Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar adalah model inkuiri terbimbing. Penelitian ini bertujuan meningkatkan meningkatkan hasil belajar kognitif proses siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran biologi pada konsep keanekaragaman hayati menggunakan model inkuiri terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subyek penelitian adalah siswa kelas X3 di SMAN 10 Banjarmasin tahun ajaran 2013–2014. Data hasil belajar kognitif proses dikumpulkan dari hasil nilai lembar kerja siswa. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kognitif proses siswa mengalami peningkatan. Pada siklus I sebesar 69,99 % dan pada siklus II sebesar 75,96 %.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri Satu Atap 5 Daha Selatan Pada Konsep Ekosistem Megawati Megawati; Rabiatul Adawiyah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 4 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/jph.v4i2.441

Abstract

Pendidikan yang memiliki kualitas yang baik, harus ditopang oleh kemampuan guru dalam melakukan kegiatan belajar dan mengajar dalam kelas. Guru harus menguasai metode-metode pembelajaran yang aktif dan interaktif agar kegiatan belajar mengajar menjadi lebih menarik dan bermakna. Pembelajaran melalui inkuiri terbimbing (guided Inquiry) mengarahkan siswa untuk menemukan konsep-konsep sains sendiri. Artinya, siswa tidak hanya pasif sebagai penerima konsep, melainkan aktif untuk menemukan suatu konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar biologi siswa pada konsep ekosistem. Jenis penelitian ini quasi experiment yang menggunakan desain penelitian nonequivalent control group design. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji-t, yang sebelumnya dilakukan terlebih dahulu Uji persyaratan yang diperlukan yaitu uji normalitas dan uji kesamaan varians (uji homogenitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh terhadap hasil belajar siswa untuk hasil uji kesamaan dua rata-rata posttes pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diperoleh 2,878 dan 2,086 ( pada taraf signifikan ( . Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima pada taraf kepercayaan 95%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) terhadap hasil belajar siswa.
Pengaruh Perbedaan Media Air Terhadap Karakteristik Hasil Fermentasi Kulit Nangka Muhammad Rifa’i; Bayu Hari Mukti; Lagiono Lagiono
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 4 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.34 KB) | DOI: 10.33654/jph.v4i2.442

Abstract

Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.) bagi masyarakat di Kalimantan selatan, selain dikonsumsi daging buah dan bijinya, kulitnya pun dapat diolah menjadi makanan yang dinamakan mandai. Mandai dibuat dengan cara mengupas kulit buah sampai terlihat putih kemudian direndam dengan air garam untuk mengawetkan dan melunakkan teksturnya. Rendaman dapat dilakukan selama beberapa hari. Secara tradisional air limbah dari fermentasi kulit nangka ini dapat menghasilkan bioetanol. Bioethanol adalah etanol yang diprodoksidengan cara fermentasi menggunakan bahan baku nabati. Proses pembuatan bioethanol ini meliputi aspek fermentasi dan destilasi Metode penelitian ini menggunakan perlakuan fermentasi dengan 2 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Analisis dilakukan terhadap nilai pH, tekstur mandai,aroma,volume etanol. Variabel bebas yang digunakan adalah perbedaan media air yang terdiri dari 2 perlakuan yaitu (G = 500 gr kulit nangka dengan 100 gr garam dan 600 ml air biasa (PDAM)sebanyak 3 kali pengulangan), (H = 500 gr kulit nangka dengan 100 gr garam dan 600 ml air aquades sebanyak 3 kali pengulangan). Analisis data dengan uji mann whitney menggunakan SPSS 17 untuk menguji perbandingan taraf perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan media air tidak mempengaruhi karakteristik hasil fermentasi kulit nangka. Pengaruh perbedaan media air tidak mempengaruhi terhadap perubahan warna air fermentasi kulit nangka dan tekstur kulit nagka. Karena Tekstur mandai kulit nangka dipengaruhi oleh kandungan konsentrasi garam yang terdapat pada larutan, semakin tinggi kadar garam maka teksturnya semakin keras bagitupun sebaliknya, seamkin rendah kadar garam yang diberikan maka semakin lemah juga tekstur mandai dan juga bisa mengakibatkan kebusukan.
Jenis, Keanekaragaman Dan Kemelimpahan Makrozoobentos di Sungai Wangi Desa Banua Rantau Kecamatan Banua Lawas Muhammad Rafi’i; Fujianor Maulana
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 4 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.093 KB) | DOI: 10.33654/jph.v4i2.443

Abstract

Hewan bentos sering digunakan sebagai indikator biologi kualitas perairan dikarenakan bentos mempunyai habitat yang relatif tetap, dengan sifatnya yang demikian, perubahan-perubahan kualitas air dan substrat tempat hidupnya sangat mempengaruhi komposisi maupun kemelimpahannya. Kemelimpahan dan keanekaragaman bentos juga sangat dipengaruhi oleh toleransi dan sensitivitasnya terhadap perubahan lingkungan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis makrozoobentos, keanekaragaman makrozoobentos dan kemelimpahan makrozoobentos di Sungai Wangi Desa Banua Rantau Kecamatan Banua Lawas. Jenis penelitian ini adalah merupakan penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara observasi. Teknik observasi yang dilakukan adalah terjun langsung ke lapangan dalam pengamatan dan pengambilan sampel aliran Sungai Wangi. Sungai yang lebarnya kurang lebih 20 meter dibagi ke dalam 20 titik pengamatan. Pengambilan sampel dimulai dari jarak 2 meter dari tepi sungai. Sampel diambil menggunakan Ekman Grab. Data kemelimpahan dianalisis berdasarkan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 9 jenis makrozoobentos yang ditemukan di Sungai Wangi Desa Banua Rantau Kecamatan Banua Lawas yaitu: Ictinogomphus decoratus, Paratya curvirostris, Bellamnya javanica, Orthetrum sabina, Agraptocorixa eurynome, Cybister fimbriolatus, Ranatra fusca, Libellago lineata, Tubifex sp. kemelimpahan tertinggi didapat oleh spesies Paratya curvirostris yaitu NP 73,08%. Indeks keanekaragaman pada daerah penelitian yaitu (H’) 1,61. Berdasarkan Indeks keanekaragaman Sungai Wangi memiliki status perairan tercemar ringan.
Pengembangan Bahan Ajar IPA Terpadu Model Connected Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SMP Rifda Mardian Arif
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 4 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.829 KB) | DOI: 10.33654/jph.v4i1.444

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan menghasilkan bahan ajar IPA Terpadu model connected yang teruji efektivitasnya. Bahan ajar dikemas dalam bentuk bahan ajar cetak model connected dan disusun berdasarkan karakteristik siswa. Bahan ajar dikembangkan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa SMP. Peneliti mengembangkan bahan ajar menggunakan model penelitian dan pengembangan modifikasi Borg and Gall (2003). Adapun tahapan yang dilalui terdiri dari 6 langkah, yakni: 1) studi pendahuluan; 2) perencanaan; 3) pengembangan; 4) validasi; 5) uji coba; 6) produk akhir. Hasil validasi bahan ajar dari ahli materi dan pengembangan menunjukkan bahwa bahan ajar sudah valid dan penilaian dari dua guru IPA menunjukkan bahwa bahan ajar secara umum sudah baik dan layak digunakan dalam pembelajaran. Ha­sil analisis keterbacaan dan ketertarikan bahan ajar oleh 6 orang siswa kelas IX diperoleh hasil bahwa bahan ajar yang di­kembangkan sangat mu­dah terbaca dan sangat menarik bagi siswa. Hasil tes prestasi belajar setelah perlakuan me­nunjukkan perbedaan yang signifikan an­tara kedua kelas. Nilai rata-rata prestasi be­lajar pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada nilai rata-rata prestasi belajar kelas kon­trol. Berdasarkan paparan data tersebut, bahan ajar IPA model connected layak digunakan karena telah dikategorikan sangat valid, efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa, serta praktis digunakan dalam proses pembelajaran IPA pada siswa SMP kota Malang.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dalam Meningkatkan Keterampilan Proses Sains (KPS) Pada Konsep Ekosistem Di Kelas VII B SMP Negeri 3 Batang Alai Utara M. Alpianur; Siti Ramdiah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 4 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.234 KB) | DOI: 10.33654/jph.v4i1.445

Abstract

Proses pembelajaran IPA di SMP Negeri 3 Batang Alai Utara hanya menggunakan metode ceramah. Hal ini menyebabkan siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran dan keterampilan proses sains peserta didik tidak muncul. Penerapan model pembelajaran inkuri terbimbing ini memicu keterampilan proses sains peserta didik dalam keaktifan belajar dan memilkik keterampilan merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, dan menyimpulkan data. Peneliti bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains, hasil belajar siswa, aktivitas siswa, aktivitas guru dalam pembelajaran, dan repon siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), menggunakan 2 siklus dengan 4 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi untuk keterampilan proses sains, tes untuk hasi belajar, lembar observasi untuk aktivitas siswa dan aktivitas guru dalam proses pembelajaran serta angket untuk respon siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing ini berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik yaitu 48,91 (tidak tuntas) pada siklus I meningkat menjadi 82,5 (tuntas) pada siklus II. Hasil belajar siswa meningkat dari 69,56% (tidak tuntas) pada menjadi 86,96% (tuntas) pada siklus II. Aktivitas siswa mengalami peningkatan dari 52,07% (kurang aktif) pada siklus I menjadi 83,6% (aktif) pada siklus II. Aktivitas guru meningkat dari 88,75% (baik sekali) pada siklus I menjadi 96,67% (baik sekali) pada siklus II. Respon siswa terhadap proses pembelajaran sangat baik.
Pengembangan Dan Uji Validasi Perangkat Pembelajaran SMA Berbasis Kurikulum 2013 Pada Konsep Sistem Pencernaan Saidatun Ni'mah; Nana Citrawati Lestari; Rabiatul Adawiyah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 4 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.211 KB) | DOI: 10.33654/jph.v4i1.446

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Reseach and Development) yang bertujuan untuk: 1) menghasilkan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis kurikulum 2013 dan 2) mengetahui tingkat validasi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dikembangkan pada konsep sistem pencernaan. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan merupakan hasil adaptasi dari model pengembangan ADDIE yang terdiri dari (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, dan (5) evaluation. Teknik pengumpulan data dikumpulkan dari hasil validasi silabus dan RPP oleh ahli perangkat pembelajaran dan ahli materi melalui lembar validasi. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini menggunakan analisis deskriptif dilihat dari segi kevalidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai yang diberikan oleh validator terhadap silabus sebesar 3,46 dengan kategori valid dan nilai yang diberikan terhadap RPP sebesar 3,59 dengan kategori sangat valid.

Page 2 of 14 | Total Record : 132