cover
Contact Name
Fujianor Maulana
Contact Email
fujianormaulana@stkipbjm.ac.id
Phone
+628195198730
Journal Mail Official
jph@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
Jln.Sultan Adam Komplek H.Iyus
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Hayati
ISSN : 28282914     EISSN : 24433608     DOI : https://doi.org/10.33654/jph.v7i4
Berisi artikel-artikel ilmiah baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing, yang memuat tentang kependidikan dan kajian ilmu - ilmu pengetahuan alam dan sosial dan memfasilitasi publikasi hasil-hasil penelitian maupun pemikiran konseptual serta turut mengembangkan pendidik dan dunia pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 132 Documents
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Dengan Menggunakan Model Problem Solving Kelas XI C Agribisnis Tanaman Pangan Dan Hortikultura SMK Negeri 1 Banua Lawas Pada Konsep Identifikasi Limbah Masdewita Masdewita; Abidinsyah Abidinsyah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 3 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.085 KB) | DOI: 10.33654/jph.v3i2.476

Abstract

Berdasarkan informasi yang didapat dari guru biologi di SMK Negeri 1 Banua Lawas, diketahui bahwa siswa kurang aktif dan kurang semangat dalam belajar, siswa masih sulit memahami materi pembelajaran identifikasi limbah, kurangnya persiapan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran dan siswa hanya mengaharapkan informasi pembelajaran dari guru tanpa mencari tahu sendiri informasi tentang materi yang akan diajarkan. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, hasil belajar siswa dan keterlaksanaan proses pembelajaran pada siswa kelas XIC ATPH SMK Negeri 1 Banua Lawas dengan menggunakan model pembelajaran Problem Solving. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dirancang 2 siklus. Pada siklus 1 terdiri dari 2 kali pertemuan dan pada siklus 2 terdiri dari 2 kali pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XIC ATPH SMK Negeri 1 Banua Lawas Tahun Pelajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa 20 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Solving dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada siklus I dari pertemuan 1 dan 2 dengan nilai rata-rata 68 dan 69, sedangkan pada siklus II dari pertemuan 1 dan 2 dengan nilai rata-rata 78 dan 82. Hasil belajar siswa aspek kognitif mengalami peningkatan dari ketuntasan klasikal siklus I dari pertemuan 1 dan 2 sebesar 40% dan 60%, sedangkan siklus II dari pertemuan 1 dan 2 sebesar 80% dan 90%. Keterlaksanaan proses pembelajaran pada siklus I dengan kategori cukup (71%) dan meningkat pada siklus II dengan kategori baik (86%)
Keanekaragaman Dan Kemelimpahan Gastropoda Pada Persawahan Desa Sungai Pinang Baru Kabupaten Banjar Arpani Arpani; Fujianor Maulana
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 3 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.948 KB) | DOI: 10.33654/jph.v3i2.478

Abstract

Gastropoda adalah hewan bertubuh lunak, tidak memiliki ruas tubuh dan ditutupi oleh cangkang atau rumah yang keras. Kelas Gastropoda termasuk dalam filum mollusca. Gastropoda dapat ditemukan dimana-mana saja baik di darat, di air tawar, maupun di laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui spesies-spesies Gastropoda apa saja yang terdapat pada persawahan Desa Sungai Pinang Baru Kabupaten Banjar, dan keanekaragaman serta kemelimpahan Gastropoda pada persawahan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan teknik observasi, yaitu pengamatan langsung kelapangan untuk mendapatkan data keanekaragaman dan kemelimpahan Gastropoda, dengan titik pengamatan di 3 stasiun penelitian dan mengukur parameter lingkungan. Hasil penelitian bahwa didapatkan 5 spesies Gstropoda yaitu: Bellamnya javanica, Pila ampulacea, Pomacea canaliculata, Corbicula javanica, Pilsbryoconcha exilis, yang terdiri dalam 4 familia (Viviparidae, Ampularidae, Veneridae, dan Unionidae) dan tergabung dalam 3 ordo (Mesogastropda, Aplacophora, dan Eulamellibranchiata). Indeks diversitas (keanekaragaman) Gastropoda yaitu didapatkan sebesar 1,60 yang berarti dalam kategori sedang. Kemelimpahan spesies gastropoda yang ditemukan pada persawahan yang tetinggi adalah Pila ampulacea dengan jumlah 107. Sedangkan kemelimpahan paling rendah ditempati oleh spesies Bellamnya javanica dengan jumlah 81.
Respon Siswa Kelas VII MTs Al-Ihsan Gambah Dalam Terhadap Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Materi Keanekaragaman Makhluk Hidup Evi Riana Ningsih; Saidatun Ni'mah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 3 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.296 KB) | DOI: 10.33654/jph.v3i2.481

Abstract

Informasi yang diperoleh dari guru Biologi MTs Al-Ihsan Gambah Dalam menunjukkan bahwa pembelajaran biologi saat ini masih kurang memuaskan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran, pembelajaran yang masih di dominasi oleh guru, kurangnya kreativitas siswa, dan rendahnya motivasi siswa untuk belajar. Oleh karena itu, pemahaman yang diperoleh siswa masih tergolong rendah. Rendahnya pemahaman yang diperoleh siswa dapat dilihat dari nilai ulangan harian yang telah diperoleh sebelumnya dimana dari 22 orang siswa, hanya 11 orang siswa yang memperoleh nilai diatas kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebesar 70. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon siswa kelas VII MTs Al-Ihsan Gambah Dalam terhadap penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi keanekaragaman makhluk hidup. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Al-Ihsan Gambah kelas VII dengan jumlah siswa sebanyak 22 orang. Data yang diperoleh hanya respon siswa dan diambil melalui lembar angket yang diberikan kepada siswa pada akhir pembelajaran (akhir siklus II). Pemberian angket bertujuan untuk mengetahui tentang tanggapan atau pendapat siswa terhadap kegiatan pembelajaran menggunakan model PBL. Berdasarkan hasil perhitungan angket siswa diketahui bahwa kategori respon positif (siswa yang memilih jawaban Ya) sebesar 93,94% dan termasuk dalam kategori sangat baik. Respon siswa yang sangat tinggi menunjukkan adanya minat siswa dalam belajar dengan pembelajaran mengunakan model PBL.
Penggunaan Model Inkuiri Pada Konsep Sistem Reproduksi Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Kelas XI SMAN 3 Tanjung Qamariah Qamariah; Nana Citrawati Lestari
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 3 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.064 KB) | DOI: 10.33654/jph.v3i2.482

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di SMAN 3 Tanjung menunjukkan bahwa pembelajaran sains saat ini kurang mengedepankan keterampilan proses sains dan berada di bawah KKM, padahal aspek keterampilan proses sains merupakan dasar utama pembelajaran sains. Keterampilan proses sains sangat penting bagi setiap peserta didik sebagai bekal untuk menggunakan metode ilmiah dalam mengembangkan sains. Mengatasi hal tersebut perlu adanya perubahan dalam pembelajaran misalnya dengan menggunakan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran agar keterampilan-keterampilan peserta didik lebih terlatih. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan proses sains, hasil belajar peserta didik, kinerja guru melaksanakan kegiatan pembelajaran serta respon peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas XI SMAN 3 Tanjung yang berjumlah 15 orang, jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus dengan 4 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain observasi, test dan angket. Analisis data dilakukan secara kuantitatif.
Meningkatkan Aktivitas Belajar Dan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) Siswa Kelas X-Mipa 1 SMA Negeri 7 Banjarmasin Pada Konsep Ekosistem Menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri Mardiningsih Mardiningsih; Saliyem Saliyem
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 3 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.824 KB) | DOI: 10.33654/jph.v3i2.483

Abstract

Pembelajaran Ekosistem di kelas X-Mipa 1 SMA Negeri 7 Banjarmasin sebagian besar masih dilakukan secara konseptual. Oleh karena itu peneliti melakukan penelitian pada pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan tujuan dari disajikannya mata pelajaran Biologi itu sendiri. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas siswa, keterampilan proses, hasil belajar, respon siswa, kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dan pengelolaan pembelajaran terhadap kegiatan konsep Ekosistem menggunakan model pembelajaran Inkuiri. Subjek penelitian adalah siswa kelas X-Mipa 1 SMA Negeri 7 Banjarmasin tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 36 orang. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus, Masing-masing siklus terdiri dari 1 kali pertemuan setara dengan 3 jam pelajaran. Pada Siklus I membahas Ekologi, ekosistem, komponen penyusun Ekositem dan Pola Interaksi, Siklus II membahas tentang Piramida ekologi dan Daur Biogeokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inkuirih dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XMipa 1 SMA Negeri 7 Banjarmasin pada konsep Ekosistem. Hasil ini ditunjukkan oleh hasil belajar kognitif produk siswa pada Siklus I sebesar 69,4% dan pada Siklus II sebesar 97,2%. Hasil belajar kognitif proses siswa pada Siklus I sebesar 75,5 dan pada Siklus II sebesar 81,3, ini menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Pada hasil keterampilan proses siswa selama pembelajaran pada Siklus I dan Siklus II tergolong baik. Proses pembelajaran sudah berpusat pada siswa, pembelajaran ini mendapat respon yang positif dari siswa.
Kearifan Lokal Dalam Inovasi Pembelajaran Biologi: Strategi Membangun Anak Indonesia Yang Literate dan Berkarakter Untuk Konservasi Alam Siti Alimah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 5 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.021 KB) | DOI: 10.33654/jph.v5i1.574

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah mengkaji dan menganalisis kearifan lokal sebagai sumber belajar biologi. Sumber Belajar biologi merupakan segala sesuatu yang bersumber dari alam dan lingkungan sekitar siswa yang dapat memudahkan mereka belajar. Sumber belajar biologi dapat didesain oleh guru sebagai bentuk inovasi pembelajaran sesuai dengan pemikiran kritis, kreatif, dan inovatif untuk efektifitas pembelajaran biologi. Efektifitas pembelajaran biologi dapat tercapai jika guru mampu memberi kemudahan belajar untuk siswa baik di kelas maupun di luar kelas. Ide/gagasan kearifan lokal merupakan salah satu bentuk lingkungan belajar yang dapat diinovasi guru sebagai sumber belajar. Inovasi sumber belajar tersebut dapat dimanifestasikan dalam bentuk POBATEL, yakni Pesan, Orang, Bahan, Alat, Teknik, dan Lingkungan. Parijoto, Gusjigang, Lembur, Nyadran, dan Mantenan merupakan contoh beberapa kearifan lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Metodologi digunakan untuk mewujudkan sumber belajar dalam bentuk POBATEL adalah model penelitian reseach and development. Bentuk produk yang dihasilkan berupa bahan ajar, media pembelajaran, metode, dan model pembelajaran biologi. Ragam sumber belajar tersebut jika dimanfaatkan sesuai dengan karakteristik siswa dan materi pembelajaran dan cara pembelajaran yang benar mampu menggali potensi kemampuan berpikir analitik siswa untuk dapat secara kritis dan kreatif melakukan pemecahan masalah. Jika hal tesebut dibiasakan di setiap pembelajaran biologi mereka, maka anak yang literate dan berkarakter mampu dihasilkan dalam pembelajaran tersebut.
Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Produk Siswa Pada Konsep Pemanasan Global Dengan Model Pembelajaran PBL (Problem Based Learning) Kelas VII SMP Negeri 4 Kandangan Siti Napisah; Rezky Nefianthi Dian
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 5 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.309 KB) | DOI: 10.33654/jph.v5i1.614

Abstract

Berdasarkan observasi, pada konsep pemanasan global hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata dibawah 60, ini berarti masih belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu 75. Penyebabnya karena siswa kurang berminat saat belajar. Kurangnya pengetahuan guru akan metode maupun model pembelajaran membuat guru lebih banyak mengajarkan materi dengan cara konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kognitif produk siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) pada konsep Pemanasan Global. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMPN 4 Kandangan tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 23 orang siswa. Teknik pengumpulan data berupa tes tertulis, pengamatan dan angket. Teknik analisis data dengan cara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) mengalami peningkatan. Hasil belajar kognitif produk pada siklus I pertemuan 1 dengan nilai 42,95 kriteria D, perttemuan 2 71,95 kriteria B dengan ketuntasan klasikal 39,13%. Pada siklus II pertemuan 1 dengan nilai 73,47 kriteria B, pertemuan 2 77,60 dengan ketuntasan klasikal 86,95%.
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa MTs di Kecamatan Paringin Selatan Pada Konsep Ekosistem Siti Noor Janah; Ria Mayasari
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 5 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.24 KB) | DOI: 10.33654/jph.v5i1.617

Abstract

Kurang bervariasinya model pembelajaran yang digunakan guru menyebabkan rasa jenuh dan bosan pada siswa yang berpengaruh terhadap pemahaman materi yang tidak maksimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada konsep ekosistem terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas VII MTs di Kecamatan Paringin Selatan. Rancangan penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan model rancangan “non random pretest posttest control group”. Populasi pada penelitian ini seluruh siswa kelas VII MTs sekecamatan Paringin Selatan. Sampel yang menjadi kelas kontrol adalah kelas VII dari MTs Al-Hidayah dan kelas eksperimen adalah kelas VII dari MTs Al-Mu’awwanah. Teknik pengumpulan data melalui tes dan observasi. Pengujian hipotesis dilakukan dengan teknik analisis varian (anava) dengan program SPSS versi 23 for windows. Berdasarkan hasil uji hipotesis One Way Anova menunjukkan bahwa model pembelajaran PBL berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis siswa.
Identifikasi Tumbuhan Pada Tradisi Nimbuk Suku Dayak di Halong Kalimantan Selatan Merti Kristina; Yulianti Hidayah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 5 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.013 KB) | DOI: 10.33654/jph.v5i1.618

Abstract

Tradisi Nimbuk yaitu upacara menancapkan nisan kuburan dan meletakkan timbuk (membangun rumah kecil di pemakaman) yang dilakukan oleh keluarga tertentu atau berkelompok untuk sanak keluarga yang telah meninggal. Upacara ini dilaksanakan ketika padi sudah mengurai yaitu pada bulan Februari-April. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengidentifikasi Tumbuhan yang ada pada Tradisi Nimbuk suku Dayak di Halong, Mencari kegunaan tumbuhan tersebut bagi masyarakat sehingga memakai tumbuhan tersebut untuk sesajian bagi Suku Dayak di Halong, dan cara penggunaan dari tumbuhan-tumbuhan yang dipakai Suku Dayak di Halong. Subjek penelitian Masyarakat Dayak di Halong yang sedang menjalankan dan mengikuti proses tradisi Nimbuk. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis-jenis tumbuhan yang digunakan sebagai sesajian antara lain : Daun Sirih, Buah kelapa, Bambu, Buah Jeruk, Kunyit, Serai, Kayu ulin, Rotan, Umbut kelapa, Daun Pisang, Beras, Daun Andong. Tumbuhan-tumbuhan ini digunakan masyarakat untuk sesajian yang dipersembahkan pada mendiang. Persembahan ini bisa berupa makanan dan sebagian tanaman ditanam kembali didekat kuburan, jenis makanan yang berarti kita memberikan makanan bagi mendiang, sedangkan jenis tanaman diberikan untuk ditanam dianggap sebagai kebun mendiang.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Farida Kusumawati; Rabiatul Adawiyah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 5 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.334 KB) | DOI: 10.33654/jph.v5i1.620

Abstract

IPA sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan di MTs Negeri Muara Uya, materi pembelajarannya sudah menyesuaikan pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidkan. Materi pembelajaran yang akan diajarkan pada kelas VII MTs Negeri Muara Uya semester genap salah satunya yaitu pencemaran lingkungan. Permasalahan yang sering terjadi dalam pembelajaran biologi saat menyampaikan materi pencemaran lingkungan masih bersifat teoritis. Seharusnya dalam pembelajaran biologi menggunakan fakta-fakta atau permasalahan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk pengaruh moel pembelajaran PBL terhahap keterampilan berpikir kritis siswa yang mencakup 5 indikator yakni: mendeduksi, menginduksi, mengevaluasi, menganalisis serta memutuskan dan melaksanakan. Metode penelitian ini mengunakan metode eksperimen semu (quasi eksperiment) Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi, observasi, dan pretest-postest. Teknik analisis data dari penelitian ini adalah menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji anava satu jalur.Hasil penelitian uji Hipotesis dengan mengunakan Uji Anava 1 jalur yang memperoleh nilai signifikan p≤0,05 menunjukan bahwa model pembelajaran Problem Based Leraning berpengaruh dalam mengembangkan serta meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa MTsN Muara Uya ternyata lebih efektif dibandingkan dengan model (konvensional) pada konsep Pencemaran Lingkungan. Model pembelajaran Problem Based Learning merupakan model yang diawali dengan penyajian masalah yang bersifat kompleks, berhubungan dengan realita dunia manusia, namun dalam konsep pembelajaran yang ditargetkan untuk dikuasai siswa.

Page 4 of 14 | Total Record : 132