cover
Contact Name
Gita Kinanthi Purnama Asri Adinda
Contact Email
gitakinanthipa@stkipbjm.ac.id
Phone
+6281218419645
Journal Mail Official
tandik@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
Komp. H Iyus, No. 18, Jl. Sultan Adam No.RT.23, Sungai Jingah, Kec. Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
TANDIK: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni
ISSN : -     EISSN : eISSN279     DOI : -
Core Subject : Education, Art,
TANDIK : Jurnal Seni dan Pendidikan Seni merupakan jurnal ilmiah yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Seni Tari STKIP PGRI Banjarmasin dengan e-ISSN 2797-6378. Jurnal ini berfokus pada tulisan/artikel hasil penelitian dan pemikiran yang setara penelitian(termasuk hasil penciptaan seni) dengan kajian seni dan pendidikan seni. Cakupan didalamnya berhubungan dengan seni pertunjukan yang meliputi seni tari, seni musik, serta seni drama.
Articles 29 Documents
TARI TANDIK LAYAR DALAM UPACARA ADAT BAWANANG DI DESA MAPAT KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN Siri; Rahmani; Andi Wijaya
TANDIK : Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 No 1 April 2023
Publisher : STKIP PGRI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/tdk.v3i1.2375

Abstract

Penelitian ini berkenaan dengan Tari Tandik Layar Dalam Upacara Bawanang sebagai bagian dari upacara aruh adat bawanang. Penelitian ini dilakukan untuk menggali ingin mengetahui lebih terperinci lagi tentang upacara tari tandik layar dalam Aruh adat Bawanang untuk mengenalkan pada generasi baru khususnya anak-anak muda atau remaja yang berdasar pada hasil observasi banyak diantara kalangan mereka belum mengetahui tentang tari tandik layar dalam upacara Aruh adat Bawanang. Masalah yang akan dibahas pada penelitian ini yaitu: (1) Mendeskripsikan Penyajian Tari Tandik Layar Dalam Upacara Aruh adat Bawanang di Desa Mapat Kecamatan Halong Kebupaten Balangan. (2) Mendeskripsikan fungsi tari tandik layar Dalam Upacara Adat Bawanang di Desa Mapat Kecamatan Halong Kabupaten Balangan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian Deskript Kualitatif. Prosedur pengumpulan data yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara kepada beberapa narasumber yang terlibat dalam penelitian ini, serta dokumentasi berupa foto-foto dan video tari tandik layar dalam upacara Aruh adat Bawanang sebagai pendukung penelitian. Peneliti berusaha menemukan dan mendeskripsikan secara lengkap tentang penyajian dan fungsi tari tandik layar dalam upacara Aruh adat Bawanang.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Struktur Upacara Tari Tandik Layar Dalam Upacara Aruh Adat Bawanang Di Desa Mapat Kecamatan Halong Kabupaten Balangan terdiri dari Aturan-Aturan Pelaksanaan Upacara Aruh Bawanang, Persiapan Upacara Aruh Adat Bawanang, Pelaksanaan Upacara Aruh Adat Bawanang malam pertama sebagai malam mentahnya (sesajen mentah) dan malam terakhir sebagai malam masaknya (sesajen yang sudah bolah di makan). (2) penyajian tari tandik layar dalam upacara aruh adat bawanang di desa mapat kecamatan halong kabupaten balangan, adalah tari uapacara ritual ber kelompok (3) fungsi tari tandik layar dalam upacara aruh adat bawanang di desa mapat kecamatan halong kabupaten balangan adalah sebagai bagian dari ritual penyembuhan.
Pengembangan Media Pembelajaran Tari Tilah Paring di Sanggar Tari Tilah Paring Kabupaten Hulu Sungai Selatan Rabiatul Adawiyah; Suwarjiya; Edi Sutardi
TANDIK : Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 No 2 Oktober 2023
Publisher : STKIP PGRI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/tdk.v3i2.2382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan Media pembelajaran tari di Sanggar Seni Karamunting Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan untuk mengetahui kelayakan pengembangan media pembelajaran Tari Tilah Paring di Sanggar Seni Karamunting Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode R&D (resarch and development). Pengembangan Media Pembelajaran Video Toturial. Dalam hal ini teori yang digunakan adalah Ariesto Hadi Sutopo. Prosedur Pengembangan terbagi dalam lima langkah, yaitu (1) concept, (2) design, (3) material collecting, (4) assembly (5) testing. Teknik Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini baik dari buku, internet, wawancara, angket/kuesioner. Hasil penelitian yang didapat adalah dalam pengembangan pembelajaran Tari Tilah Paring memperoleh skor 86 (93%) dari Total skor 92 secara keseluruhan. Hasil tersebut menyatakan bahwa Sangat Layak untuk diuji cobakan. Hasil validasi oleh ahli media pada Media pengembangan pembelajaran Tari memperoleh skor 40 (76%) dari Total skor 52 maka menyatakan bahwa Layak di uji cobakan. skor rata-rata 44,40 atau 91,67% dari nilai skor 48 secara keseluruhan. Masing- masing responden menunjukkan bahwa media pembelajaran layak digunakan yaitu dengan persentase 91%.
TARI TOPENG PAMINDU NINI ASTALIAH DI DESA BARIKIN Della Silvina; Rahmani; Suwarjiya
TANDIK : Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 No 2 Oktober 2023
Publisher : STKIP PGRI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/tdk.v3i2.2408

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan Tari Topeng Pamindu Nini Astaliah Di Desa Barikin. Tari topeng berkembang di barikin sekitar tahun 1380 pada saat Kerajaan Dipa topeng memiliki 7 jenis adapun topeng yang paling sering nini astaliah tarikan adalah Topeng Pamindu. Tujuan Penelitian ini : (1) Mendeskripsikan bentuk penyajian tari topeng pamindu nini astaliah, (2) Mendeskripsikan fungsi tari topeng pamindu nini astaliah. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian yang diperoleh adalah, bentuk penyajian Tari Topeng Pamindu Gerak , Iringan/Musik , Tata Rias,Tata Busana, Pola Lantai, Tempat Pertunjukan, Properti, Tema, Tata Lampu tema tari topeng pamindu adalah upacara ritual gerak topeng pamindu terdapat 16 ragam gerak iringan musik menggunakan seperangkat alat musik gamelan banjar ada 8 alat musik yang dimainkan tata rias menggunakan rias natural.baju poko berwarna kuning, ,tapih sasirangan, kida- kida,selendang, ikat pinggang, kalung, anting, gelanggelang kaki giring-girimg dan subrah. Pola lantai yang digunakan adalah maju mundur ke samping kiri ke samping kanan lurus, tempat pertunjukan yang digunakan adalah panggung terbuka dan panggung proscenium. Properti topeng pamindu dan kain penutup topeng berwarna kuning tata lampu yang digunakan dalam tari topeng pamindu adalah cahaya matahari.
TARI BAKANJAR DALAM UPACARA ADAT MAHANYARI BANIH ANUM DI DESA HARUYAN DAYAK KECAMATAN HANTAKAN KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Misbahul Jannah; Suwarjiya; Rahmani
TANDIK : Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 2 No 2 (2022): Volume 2 No.2 Oktober 2022
Publisher : STKIP PGRI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/tdk.v2i2.2427

Abstract

Penelitian ini berkenaan dengan Tari Bakanjar dalam Upacara Mahanyari Banih Anum di Desa Haruyan Dayak Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Tari Bakanjar yang merupakan satu- satunya seni tari yang ada di Desa Haruyan Dayak Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Tari Bakanjar memiliki peran dalam kehidupan masyarakat Desa Haruyan Dayak. Tujuan penelitian ini yaitu mendiskripsikan sejarah , bentuk penyajian Upacara Mahanyari Banih Anum dan mendeskripsikan peran Tari Bakanjar dalam kehidupan masyarakat Desa Haruyan Dayak Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Metode yang digunakan adalah metode penelitian Deskriptif Kualitatif. Teknik Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara kepada beberapa narasumber yang terlibat dalam penelitian ini, serta dokumentasi berupa foto-foto dan video tari Bakanjar sebagai pendukung penelitian.Berdasarkan penelitian diperoleh hasil sebagai berikut : (1) Tari Bakanjar dalam upacara di Desa Haruyan Dayak terutama dalam Aruh Mahanyari Banih Anum berawal dari lahirnya Religi Balian. Keberadaan tari Bakanjar dalam upacara Mahanyari Banih Anum bersamaan dengan dilaksanakan Aruh huma, (2) Bentuk penyajian dan Struktur upacara Mahanyari Banih Anum terbagi menjadi tahapan : Persiapan (Musyawarah dan batarah), Pelaksanaan Aruh ada prosesi pembukaan (tari Bakanjar, panyarahan, balapas basar, manjanji Balai, bakapur, dan bapalit liur), Prosesi inti (bamamang dan Batandik), dan Penutup pelaksanaan (manggalung). (3) Peran Tari Bakanjar pada upacara Mahanyari Banih Anum merupakan bagian prosesi pembukaan pada pelaksanaan Aruh dan sebagai bentuk penyambutan terhadap para tamu undangan baik dari dunia tengah (manusia) maupun dunia bawah (roh-roh leluhur). Bagi para pemuka adat tari Bakanjar selain sebagai bagian prosesi upacara juga berperan sebagai sarana komunikasi baik dengan Ilah (Tuhan), datu nini (leluhur), maupun dengan sesama manusia. Dengan dilaksanakannya tari Bakanjar pada upacara adat para penari dan pelaku Aruh dapat mengungkapkan ekspresi rasa syukur, suka cita, harapan, dan mengikat perasaan lebih dalam lagi tentang keberadaan para dewa dan roh leluhur dalam keberlangsungan hidup mereka.
TINJAUAN KOREOGRAFI TARI LAMPAU BULAN DI SANGGAR SENI BANUA SANGGAM KABUPATEN BALANGAN LEVIA, SHERLY NUR; Purnama Asri Adinda, Gita Kinanthi; Wijaya, Andi
TANDIK : Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 No 2 Oktober 2023
Publisher : STKIP PGRI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/tdk.v3i2.2381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) mendeskripsikan bentuk penyajian Tari Lampau Bulan di Sanggar Seni Banua Sanggam Kabupaten Balangan (2) meninjau koreografi Tari Lampau Bulan di Sanggar Seni Banua Sanggam Kabupaten Balangan. Metode penelitian z pendekatan Deskriptif Kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapat adalah Tarian ini diawali dengan seorang penari yang pergi untuk mencari, memetik, memilah, merangkai, dan mearak bunga. Ragam gerak berjumlah 61 ragam gerak dengan 34 pola lantai dan diiringi musik berdurasi 6 menit 47 detik. Properti multifungsi karena menjadi kostum ketika keranjang ditempelkan dikopiah penari. Tinjauan koreografi Tari Lampau Bulan diteliti menggunakan prinsip Murgiyanto, yaitu: Kesatuan yang Utuh (Unity) yang dapat dilihat dari koreografi dan bentuk penyajian yang saling berhubungan, Keragaman (Variasi) gerak dengan tujuan agar koreografi tidak monoton seperti pembagian tempo dan dimensi, Pengulangan (Repetisi) gerak terjadi agar membantu koreografer dalam menyampaikan pesan tarian, Kontras yang dimaksud yaitu variasi dua ragam gerak yang dilakukan dalam waktu yang bersamaan, Transisi gerak bertujuan agar susunan gerak terlihat rapi dengan gerak-gerak penyambungnya, Urutan (Sequence) sangat penting agar penonton lebih mudah memahami aur dari cerita tari yang ditonton, Klimaks adalah tujuan penting dari tarian, Keseimbangan (Balance) pada jumlah penari tetapi dan penggarapan pola lantai, dan Harmoni adalah gabungan dari semua komponen menjadi satu yang saling melengkapi.
TARI TOPENG PAMINDU NINI ASTALIAH DI DESA BARIKIN Silvina, Della; Rahmani; Suwarjiya
TANDIK : Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 No 2 Oktober 2023
Publisher : STKIP PGRI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/tdk.v3i2.2408

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan Tari Topeng Pamindu Nini Astaliah Di Desa Barikin. Tari topeng berkembang di barikin sekitar tahun 1380 pada saat Kerajaan Dipa topeng memiliki 7 jenis adapun topeng yang paling sering nini astaliah tarikan adalah Topeng Pamindu. Tujuan Penelitian ini : (1) Mendeskripsikan bentuk penyajian tari topeng pamindu nini astaliah, (2) Mendeskripsikan fungsi tari topeng pamindu nini astaliah. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian yang diperoleh adalah, bentuk penyajian Tari Topeng Pamindu Gerak , Iringan/Musik , Tata Rias,Tata Busana, Pola Lantai, Tempat Pertunjukan, Properti, Tema, Tata Lampu tema tari topeng pamindu adalah upacara ritual gerak topeng pamindu terdapat 16 ragam gerak iringan musik menggunakan seperangkat alat musik gamelan banjar ada 8 alat musik yang dimainkan tata rias menggunakan rias natural.baju poko berwarna kuning, ,tapih sasirangan, kida- kida,selendang, ikat pinggang, kalung, anting, gelanggelang kaki giring-girimg dan subrah. Pola lantai yang digunakan adalah maju mundur ke samping kiri ke samping kanan lurus, tempat pertunjukan yang digunakan adalah panggung terbuka dan panggung proscenium. Properti topeng pamindu dan kain penutup topeng berwarna kuning tata lampu yang digunakan dalam tari topeng pamindu adalah cahaya matahari.
BENTUK PENYAJIAN DAN SINEMATOGRAFI KARYA SINEMA TARI MANYINGKAI PANGAMBANGAN MEMBUKA TABIR PANGAMBANGAN SEBAGAI PRODUKSI TARI Miradalina; Sutardi, Edi; Kinanthi Purnama Asri Adinda, Gita
TANDIK : Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 No 2 Oktober 2023
Publisher : STKIP PGRI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/tdk.v3i2.2410

Abstract

Tari Manyingkai Pangambangan Membuka Tabir Pangambangan digarap sebagai materi ujian akhir mata kuliah produksi tari tahun 2021 oleh mahasiswa tahun angkatan 2017 Program Studi Pendidikan Seni Tari STKIP PGRI Banjarmasin. Sinema tari ini merupakan bagian inovasi terwujud karena situasi masa Covid-19. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan Bentuk Penyajian dan teknik sinematografi dari Sinema Tari Manyingkai Pangambangan Membuka Tabir Pangambangan sebagai hasil Produksi Tari. Jenis penelitian Kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian: (1) Bentuk Penyajian Tari, tari kreasi baru berpijak pada gerak tradisi Banjar, memiliki 91 ragam gerak(gerak maknawi dan murni) dan 59 pola lantai. Menggunakan musik pengiring sampling, gamelan dan keyboard. Tata rias berjenis Realis, Kostum dan properti yang dipakai bercirikan budaya khas Kalimantan Selatan. (2) Teknik Sinematografi meliputi camera angle yang meliputi high angle, eye angle, dan low angle untuk mendominasi, membuat keseimbangan pada hasilnya. Type of shot yang digunakan big close up, close up, medium close up, medium shot, full shot, long shot, agar memberikan hasil detail serta keadaan disekitar objek. Camera movement meliputi panning, tilting, dolly, tracking, dan crane sehingga memberi kesan gambaran objek secara menyeluruh dengan keadaan di sekitarnya. Continuity-nya menggunakan content continuity dan movement continuity untuk memberi kejelasan kesinambungan dari gambar pertama kepada gambar selanjutnya. Kata Kunci: bentuk penyajian, teknik sinematografi,tari,manyingkai pengambangan.
PENGEMBANGAN VIDEO TUTORIAL TARI KUDA GIPANG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN Herowati, Sri; Andi Wijaya; Rahmani; Purnama Asri Adinda, Gita Kinanthi
TANDIK : Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 No 2 Oktober 2023
Publisher : STKIP PGRI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/tdk.v3i2.2434

Abstract

Media pembelajaran sebagai alat bantu berupa fisik maupun non fisik sengaja digunakan sebagai perantara antara dosen dan mahasiswa dalam memahami materi pembelajaran agar lebih efektif dan efisien. Video tutorial adalah tampilan dari suatu langkah-langkah yang menerangkan informasi melalui audio dan visual. Tari Kuda Gipang merupakan sebuah tarian tradisional Kalimantan Selatan yang menceritakan tentang kegagahan pasukan berkuda. Gerakannya menggambarkan kekuatan dan keperkasaan para prajurit dalam mengendalikan kuda. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pengembangan dan kelayakan video tutorial Tari Kuda Gipang sebagai media belajar. Metode pengembangan atau Research and Development digunakan untuk membuat video tutorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video tutorial Tari Kuda Gipang sebagai media belajar dinyatakan Sangat Layak. Perolehan dari ahli materi 46.0 termasuk dalam kategori Sangat Layak dan perolehan nilai dari ahli media 46.0 termasuk dalam kategori Sangat Layak dengan rerata 51.5. Berdasarkan hasil penilaian kelayakan media termasuk dalam kategori Sangat Layak. Penilaian uji coba terbatas diperoleh presentase 100% dengan kategori Sangat Layak. Berdasarkan keseluruhan hasil presentase penilaian kelayakan Pengembangan Video Tutorial Tari Kuda Gipang termasuk dalam kategori Sangat Layak, sehingga dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif pada mata kuliah Praktik Tari Kalimantan Selatan (Klasik Banjar) di semester II. Kata Kunci: media pembelajaran, video tutorial,tari kuda gipang
Elvira dan Fitri GAMBARAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM TARI TOPENG CIREBON GAYA LOSARI Yahdi, Elvira
TANDIK : Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Vol 4 No 1 April 2024
Publisher : STKIP PGRI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/tdk.v4i1.2573

Abstract

Abstrak: Tari Topeng Cirebon Gaya Losari merupakan Tarian yang berasal dari Cirebon, Tari Topeng pertama kali diciptakan oleh Sunan Kalijaga sebagai media penyebaran Agama Islam, lalu Tari Topeng Cirebon Gaya Losari Disempurnakan oleh Pangeran Angkawijaya yang merupakan cucu dari Sunan Gunung Jati. Dalam Tari Topeng Cirebon Gaya Losari Nilai yang terkandung dalam Pancasila yaitu ketuhanan pada sila pertama, Nilai kemanusiaan dalam sila kedua, Nilai Persatuan pada Sila Ketiga,Nilai Kerakyatan dalam Sila Keempat, Dan Nilai Keadilan dalam Sila Kelima.Penelitian ini bertujuan untuk menanamkan rasa internalisasi di semua level pendidikan dan pendekatan budaya melalui nilai-nilai Pancasila dalam Tari Topeng Cirebon Gaya losari.Metode yang digunakan dalam Penelitian ini menggunakan metode Deskritif Analisis dengan pendekatan Kualitatif. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Metode Observasi, Wawancara, Dan Dokumentasi. Data di Analisis Dengan Teknik Reduksi Data, Penyajian Data dan Penarikan Kesimpulan.Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Tari Topeng Cirebon Gaya Losari memiliki nilai-nilai Pancasila yang didalamnya memiliki makna nilai spiritual yang mehubungkan antara Tuhan sebagai Sang Pencipta-Nya, Tubuh sebagai media-Nya untuk mengekspresikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan Bumi sebagai Tempat untuk Pijakan.

Page 3 of 3 | Total Record : 29