cover
Contact Name
Gita Kinanthi Purnama Asri Adinda
Contact Email
gitakinanthipa@stkipbjm.ac.id
Phone
+6281218419645
Journal Mail Official
tandik@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
Komp. H Iyus, No. 18, Jl. Sultan Adam No.RT.23, Sungai Jingah, Kec. Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
TANDIK: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni
ISSN : -     EISSN : eISSN279     DOI : -
Core Subject : Education, Art,
TANDIK : Jurnal Seni dan Pendidikan Seni merupakan jurnal ilmiah yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Seni Tari STKIP PGRI Banjarmasin dengan e-ISSN 2797-6378. Jurnal ini berfokus pada tulisan/artikel hasil penelitian dan pemikiran yang setara penelitian(termasuk hasil penciptaan seni) dengan kajian seni dan pendidikan seni. Cakupan didalamnya berhubungan dengan seni pertunjukan yang meliputi seni tari, seni musik, serta seni drama.
Articles 29 Documents
Representasi Watak Manusia Pada 10 Wajah Tokoh Rahwana Winata Faturahman; Media Sucahya
TANDIK : Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : STKIP PGRI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.076 KB) | DOI: 10.33654/tdk.v2i1.1601

Abstract

Abstrak: Wayang merupakan salah satu warisan turun temurun yang sudah ada sejak zaman dulu. Ismunandar dalam buku Wayang Golek Sunda mengemukakan bahwa perkataan wayang berasal dari Jawa krama ngoko (Bahasa jawa halus dan kasar) yang berarti perwajahan yang terdiri dari barang dan lain sebagainya, yang terkena cahaya (penerangan). Seiring dengan perkembangannya pertunjukan wayang juga mengalami perkembangan. Sendratari Ramayana adalah salah satu contoh pengembangan dari pertunjukan wayang dimana wayang yang sebelumnya berbentuk benda mati berubah menjadi wayang yang dilakonkan oleh manusia. ditinjau dari pengertiannya, sendratari adalah bentuk pementasan drama atau teater yang menggunakan unsur gerak ritmis dan bunyi (musik) sebagai unsur yang banyak mengambil peran. Pada epos Ramayana, terdapat beberapa tokoh sentral diantaranya adalah Rama, Shinta, dan Rahwana. Epos Ramayana sendiri sebenarnya menceritakan tentang kisah percintaan antara Rama, Shinta, dan Rahwana. Rahwana sendiri digambarkan mempunyai 10 wajah yang dimana setiap wajah tersebut merupakan gambaran dari sifat-sifatnya. Ditinjau dari asal usul wayang yang menceritakan dan menggambarkan manusia maka bisa dikatakan bahwa 10 wajah Rahwana tersebut merupakan representasi dari sifat-sifat yang ada pada manusia.
PERANAN SANGGAR KOMANDAN TERHADAP PERKEMBANGAN TARI GELANG DADAS DAN BAWO DI KOTA TAMIANG LAYANG Gabriela Camilie De Lellis Kussoy
TANDIK : Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : STKIP PGRI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.478 KB) | DOI: 10.33654/tdk.v2i1.1642

Abstract

Abstrak: Penelitian ini tentang Peranan Sanggar Komandan Terhadap Perkembangan Tari Gelang Dadas dan Bawo di Kota Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan peranan sanggar Komandan terhadap perkembangan tari Gelang Dadas Bawo di kota Tamiang Layang kabupaten Barito Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik Pengumpulan data penelitian ini meliputi: (1) Observasi (2) Wawancara terstruktur dan wawancara tak berstruktur (3) Dokumentasi yang berkaitan dengan peranan Sanggar komandan. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa : (1) peranan Sanggar Komandan terhadap perkembangan tari Gelang Dadas bawo di kota Tamiang Layang melalui kegiatan dan aktivitas sanggar yang meliputi: (a) Penggarapan (b) Pelatihan (c) Pementasan yang berkaitan dengan peranan sanggar komandan. (2) Faktor yang mempengaruhi peranan sanggar Komandan terhadap perkembangan tari Gelang Dadas Bawo meliputi faktor pendukung dan penghambat, diantaranya : (a) Jalinan Kerjasama (b) Kreativitas Sanggar Komandan (c) Generasi Penerus Tari Gelang Dadas Bawo di Kabupaten Barito Timur (d) Prestasi Sanggar Komandan. Kata Kunci: Sanggar Komandan, peranan, Tari Gelang Dadas Bawo, perkembangan. Abstract: This research is about the role of the Commander's Studio on the Development of Barito Regency. The purpose of this study was to determine and describe the role of the Commander's studio on the development of the Bracelet Dadas Bawo dance in the city of Tamiang Layang, East Barito district. This study uses a descriptive qualitative approach. The data collection techniques of this research include: observation, structured and unstructured interviews, documentation related to the role of the Sanggar commander. The results of this study showed that: (1) the role of the Commander's Studio on the development of the Bracelet Dadas bawo dance in Tamiang Layang city through the activities and activities of the studio which included: (a) Cultivation (b) Training (c) Performances related to the role of the commander's studio. (2) The factors that influence the role of the Commander's studio on the development of the Bracelet Dadas Bawo dance include supporting and inhibiting factors, including: (a) Collaboration (b) Creativity of the Commander's Studio (c) The Next Generation of the Bracelet Dadas Bawo Dance in East Barito Regency (d) Performance of the Commander's Studio. Keywords: Commander's Studio, Role, Dadas Bawo Bracelet Dance, Development.
MANAJEMEN PERTUNJUKAN MUSIK SALBAI 34 PRO DI HOUSE OF SALBAI 34 VENUE Syamsul Rizal; Tubagus Achmad Fitrandi; Suhaya; Hadiyatno
TANDIK : Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 2 No 2 (2022): Volume 2 No.2 Oktober 2022
Publisher : STKIP PGRI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/tdk.v2i2.1648

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keunikan manajemen pertunjukan musik salbai 34 pro yang berasal dari sebuah perkumpulan non akademis manajemen maupun seni, namun mampu mengelola kegiatan pertunjukan musik sekelas artist baik dalam segi sumber daya manusia hingga equipment propertynya. Tujuan penelitian untuk mengetahui manajemen pertunjukan musik yang dikelola salbai 34 pro di house of salbai 34 venue dan tahapan pembuatan konsep pertunjukan musik di dalam manajemen pertunjukan salbai 34 pro. Metode yang digunakan meliputi penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, manajemen salbai 34 pro memiliki tiga ranah utama dalam pengelolaannya yaitu education, advertising and bussines, serta terdapat tahapan pembuatan konsep pertunjukan musik di dalam manajemen pertunjukan musik salbai 34 pro. Kata Kunci: Manajemen Pertunjukan Musik, Salbai 34 pro Abstract: This research is motivated by the uniqueness of Salbai 34 pro music performance management which comes from a non-academic management and arts association, but is able to manage artist-class music performances, both in terms of human resources and equipment property. The purpose of the study was to determine the management of musical performances managed by salbai 34 pro at the house of salbai 34 venues and the stages of making the concept of musical performances in the management of salbai 34 pro's performances. The methods used include qualitative research and a descriptive case study approach. Based on the results of the study, the management of salbai 34 pro has three main areas in its management, namely education, advertising and business, and there are stages of making the concept of musical performances in the management of musical performances of salbai 34 pro. Keywords: Music Show Management, Salbai 34 pro
Unsur-Unsur Kebudayaan Dalam Tari Tradisi Kanjan Halu Di Sanggar Tari Tingang Menteng Pahunjung Tarung Kabupaten Kapuas FAHRUL RAJI; Rahmani; Suwarjiya
TANDIK : Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 2 No 2 (2022): Volume 2 No.2 Oktober 2022
Publisher : STKIP PGRI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/tdk.v2i2.1890

Abstract

Tari Kanjan Halu adalah tari tradisi di Kalimantan Tengah yang diciptakan oleh Alm. Narpan M.Apoi pada tahun 1957, merupakan tari hiburan rakyat yang sarat akan budaya lokal. Menceritakan kegiatan aktivitas berladang Suku Dayak Ngaju yang dilakukan secara bergotong-royong atau Handep. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk penyajian dan unsur kebudayaan dalam tari tradisi Kanjan Halu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Deskriptif Kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian dianalisis hingga menghasilkan simpulan penelitian. Hasil penelitian sebagai berikut: (1)Bentuk penyajian meliputi 12 Ragam Gerak, 17 Pola Lantai, 7 iringan alat musik, tata busana baju Kurung untuk penari perempuan dan baju Kurung Hatue Pandak Lenge untuk penari laki-laki, tata rias natural sebagai karakter masyarakat, Tempat pertunjukan prosenium dan 3 Properti yang digunakan. (2) Unsur kebudayaan yang ditemui meliputi Bahasa dalam judul tarian dan bahasa simbol, sistem pengetahuan didapatkan dari bahan properti, organisasi sosial dan kemasyarakatan yaitu budaya Handep, sistem peralatan hidup dan teknologi dari properti yang digunakan, sistem mata pencaharian hidup tampak dari tema tarian yaitu pertanian, Sistem religi didapati gerakan Kanjan dan Kesenian meliputi tari dan musik pengiring.
Bentuk Penyajian dan Struktur Gerak Tari Pat Kupati di Sanggar Seni Nuansa Banjarmasin Khafifah; Andi Wijaya; Gita Kinanthi Purnama Asri Adinda
TANDIK : Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 2 No 2 (2022): Volume 2 No.2 Oktober 2022
Publisher : STKIP PGRI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/tdk.v2i2.1909

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian pada tari Pat Kupati di Sanggar Seni Nuansa Banjarmasin. Dan untuk mendeskripsikan Struktur Gerak Tari Pat Kupati. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat baik secara teoritis maupun praktis, manfaat teoritis bagi mahasiswa(i) program studi pendidikan seni tari STKIP PGRI Banjarmasin melalui penelitian ini diharapkan dapat dijadikan media publikasi dan informasi untuk bahan referensi apabila ada yang ingin meneruskan penelitian yang berkaitan tentang tarian ini. Sedangkan manfaat praktis bisa menambah wawasan sumber belajar dan apresiasi seni tari khususnya untuk mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari STKIP PGRI Banjarmasin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) tari pat kupati merupakan salah satu tari kreasi pedalaman yang pertama kali diciptakan Sanggar Seni Nuansa Banjarmasin dan mendapatkan predikat II pada acara Festival karya tari daerah tahun 2021, (2) bentuk penyajian tari Pat Kupati memiliki 11 aspek meliputi, judul, sinopsis, gerak, penari, pola lantai, tata busana, tata rias, iringan tari, tata cahaya, tempat pertunjukan, dan properti. (3) struktur gerak tari pat kupati terbagi menjadi 3 yaitu gugus gerak (pembuka,isi,dan penutup), 21 kalimat gerak, 20 frase gerak, dan 63 motif gerak untuk penari perempuan sedangkan penari Laki-laki 3 gugus gerak, 15 kalimat gerak, 15 frase gerak, dan 45 motif gerak.
PROSES KREATIF DISCOURSE OF MUSICAL “DULU BARU SEKARANG” KARYA NSA PROJECT MOVEMENT Patricia Lenda Leno
TANDIK : Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : STKIP PGRI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/tdk.v2i1.1930

Abstract

NSA PM mempersembahkan karya Discourse Of Musical “Dulu Baru Sekarang” sebagai wacana baru musik kontemporer. Musik adalah bagaimana imajinasi seseorang mampu menghidupkan bunyi-bunyian. Disajikan musik dengan penari laki-laki bertema transgender. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses kreatif dan faktor – faktor apa yang mempengaruhi karya Discourse of Musical “Dulu Baru Sekarang”. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, bersifat deskriptif. Hasil penelitian, terdapat 4 tahapan proses kreatif yaitu tahapan persiapan berupa ide maupun SDM, inkubasi untuk mendiskusikan karya, iluminasi berupa tahap dimana ide dituangkan pada sebuah bentuk komposisi dan tahap akhir verifikasi merupakan tahap evaluasi. Proses penciptaan berlangsung selama 1 minggu dengan jam latihan minimal 2-6 jam. Faktor internal berasal dari latar belakang komposer sebagai seniman musik tradisi dan faktor eksternal pendukung ditinjau dari latar belakang pendidikan, keterlibatan pendukung baik pemusik dan penari, dan fasilitas yang ada. Kata Kunci: Proses Kreatif, NSA Project Movement, Dulu Baru Sekarang
Eksistensi Tari Mahelat Lebo karya Sanggar Permata Ije Jela Kabupaten Barito Kuala Alifia Pipit Safitri; Gita Kinanthi Purnama Asri (Adinda); Andy Wijaya
TANDIK : Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 2 No 2 (2022): Volume 2 No.2 Oktober 2022
Publisher : STKIP PGRI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/tdk.v2i2.1931

Abstract

Sanggar Permata Ije Jela located in Barito Kuala Regency, has a creative dance that is set in the culture of the Bakumpai Dayak community, namely the Mahelat Lebo dance. The presence of this tariff provides various positive impacts. This study aims to 1) Knowing the background of the creator of the Mahelat Lebo Dance 2) Knowing the form of presentation of the Mahelat Lebo Dance. 3) Knowing the existence of Mahelat Lebo Dance and the factors that influence it. The research method used is descriptive qualitative. Data collection techniques by means of interviews, observation, documentation, and literature study. The result of the research is that the Mahelat Lebo Dance is a dance creation based on the local culture and traditions of the Bakumpai Dayak, to take part in the 2010 Regional Dance Works Festival (FKTD). The existence of the Mahelat Lebo dance can be seen from the form of presentation that emphasizes the Bakumpai people, the frequency of this dance performance is quite within the reach of national and international scales from 2015 to 2021. So there is no doubt about the achievements he has achieved. Internal supporting factors such as creativity and supporting factors are support from the government, external inhibiting factors including techniques and external inhibiting factors are the covid-19 outbreak.
EVALUASI PEMBELAJARAN MATERI SENI TARI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK Puspita Ais Anggraini; Istiyati Mahmudah; Asita Nova Ferkhory; Windy Arina Ramadhani
TANDIK : Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 No 1 April 2023
Publisher : STKIP PGRI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/tdk.v3i1.2269

Abstract

Seorang guru mempunyai peran penting yang besar dalam menumbuhkan motivasi tersebut yakni salah satunya melalui evaluasi pembelajaran. Tujuannya adalah agar mengetahui evaluasi tersebut mampu mempengaruhi motivasi peserta didik di MIS Hidayatul Muhajirin secara signifikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berdasarkan hasil wawancara dan didukung dengan data sekunder atau dari buku dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi mampu memberikan pengaruh yang signifikan karena peserta didik mau tidak mau harus belajar untuk mencapai penilaian yang direncanakan dan sesuai dengan yang ditetapkan. Madrasah ini difasilitasi sarana berupa LCD di kelas sehingga dalam pembelajaran yang memerlukan media dapat ditampilkan langsung di kelas sehingga akan berpengaruh pada motivasi belajar peserta didik. Penilaian yang dilakukan mengenai aspek kognitif dari C1-C4. Dalam penyaluran bakat siswa juga difasilitasi melalui kegiatan ekstrakulikuler. Setiap kegiatan peserta didik terkait dengan proses belajar mengajar meliputi penilaian tes tertulis atau tes pengetahuan (kognitif) saja pada akhir pembelajaran seni tari, karena tidak ada praktik. Evaluasi dilakukan dengan menyesuaikan proses yang ditetapkan baik itu dari prinsip maupun rancangan yang sudah ditetapkan. Kata Kunci: Evaluasi Pembelajaran; Seni Tari; Motivasi Belajar.
FUNGSI, MAKNA DAN NILAI ESTETIKA TARI WADIAN KELONG DALAM UPACARA ARUH ADAT BAHARIN DI DESA KAPUL KABUPATEN BALANGAN Wulan Janearditta; Edi Sutardi; Suwarjiya
TANDIK : Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 No 2 Oktober 2023
Publisher : STKIP PGRI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/tdk.v3i2.2367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk penyajian tari Wadian Kelong dalam upacara Aruh Adat Baharin di Desa Kapul Kabupaten Balangan. (2) mendeskripsikan fungsi dan makna tari Wadian Kelong dalam upacara Aruh Adat Baharin di Desa Kapul Kabupaten Balangan. (3) mendeskripsikan nilai estetika tari Wadian Kelong dalam upacara Aruh Adat Baharin di Desa Kapul Kabupaten Balangan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumen. Hasil penelitian yang didapat adalah (1) Bentuk penyajian tari Wadian Kelong dalam upacara Aruh Adat Baharin tidak mementingkan keindahan gerak, namun lebih mementingkan maksud dan tujuan 2) Fungsi tari Wadian Kelong adalah sebagai sarana upacara ritual dan Makna tari Wadian Kelong untuk ungkapan jiwa, penghormatan dan pembayar rejeki (3) Nilai estetika tari Wadian Kelong dalam upacara Aruh Adat Baharin yaitu gerak tari sederhana dan memiliki kandungan daya intensitas dalam ketaksuan, iringan tari tidak banyak irama/ritmis bersipat inten dan khusu, tidak menggunakan tata rias wajah melainkan hanya menggunakan olesan kapur pada bagian tangan dan dada, tata busana bersifat khusus dan menjadi bagian identitas pada Wadian
EKSISTENSI TRADISI MANUPING BASIRIH DI BANJARMASIN Risa Puspita Sari; Edi Sutardi
TANDIK : Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 No 1 April 2023
Publisher : STKIP PGRI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/tdk.v3i1.2369

Abstract

Penelitian ini berkenaan dengan Eksistensi Tradisi Manuping di Basirih, Banjarmasin. Tradisi Manuping adalah tradisi yang berlangsung secara turun temurun, topeng perwujudan atau karakter dari tiruan wajah manusia. tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mendeskripsikan sejarah upacara Manuping di Basirih; (2) Mendeskripsikan fungsi dari upacara Manuping di Basirih; (3) Mendeskripsikan tradisi Manuping pada saat ini; dan Mendeskripsikan pola pewarisan dari tradisi Manuping Basirih. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuaitatif dan didukung dengan menggunakan cara triangulasi. Teknik pengumpulan data yang sifatnya menggabungkan berbagai data dan sumber yan telah ada, dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan waktu, metode, teori, sumber data, dan antar peneliti. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh simpulan yaitu tradisi Manuping di Basirih, Banjarmasin termasuk jenis ritual upacara yang masih bersifat sakral dan memiliki nilai-nilai yang terkandung didalamnya, diantaranya nilai spiritual, nilai edukasi, nilai sosial, dan nilai moral. Lalu memiliki nilai korelasi seperti hubungan yang kuat antar keluarga, maupun keluarga dengan leluhur, nilai spiritual seperti kepercayaan yang ditanamkan sejak dini secara turun temurun, dan nilai edukasi yang berarti pengetahuan tentang tradisi keluarga yang harus dijaga.

Page 2 of 3 | Total Record : 29