cover
Contact Name
Rachmat
Contact Email
rachmat@unm.ac.id
Phone
+6281244440017
Journal Mail Official
botinglangi@gmail.com
Editorial Address
Gedung DE Lantai 2 Kampus FSD UNM Parangtambung Jl. Daeng Tata Makassar 90224
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan
ISSN : -     EISSN : 28299280     DOI : http://dx.doi.org/10.26858/
Core Subject : Education, Art,
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan diterbitkan oleh Jurusan Seni Pertunjukan Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar. Boting Langi menerbitkan karya ilmiah hasil penelitian seni dan pendidikan seni. Redaksi menerima artikel belum pernah dipublikasikan di media lain dengan format penulisan sebagaimana tercantum pada halaman pedoman penulisan naskah. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2025): April-Juni" : 5 Documents clear
MARJINAL TAPI BERMAKNA: TANTANGAN DAN DAYA UBAH PENDIDIKAN TEATER DI SEKOLAH MINIM SUMBER DAYA Prusdianto, Prusdianto
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 2 (2025): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i2.73783

Abstract

Penelitian ini menyelidiki praktik, tantangan, dan hasil pendidikan teater saat ini di sekolah menengah Indonesia, dengan fokus pada penelitian kasus kualitatif di satu lembaga. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana teater diintegrasikan dalam kurikulum, bagaimana teater difasilitasi di lingkungan dengan sumber daya terbatas, dan apa dampaknya terhadap pembelajaran siswa. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dalam mengumpulkan data melalui wawancara, observasi kelas, dan analisis dokumen. Data dikodekan secara tematis untuk mengidentifikasi pola-pola utama yang terkait dengan struktur kurikulum, ketersediaan infrastruktur, pedagogi guru, keterlibatan siswa, dan dukungan institusional. Temuan menunjukkan bahwa teater terpinggirkan dalam kurikulum seni, menerima waktu pengajaran dan perhatian institusional yang terbatas. Guru menghadapi tantangan yang signifikan karena tidak adanya ruang pertunjukan, alat peraga, dan pelatihan formal dalam teater. Meskipun demikian, melalui strategi yang berpusat pada siswa seperti improvisasi dan penceritaan kontekstual, para pendidik berhasil menumbuhkan tingkat keterlibatan dan pengembangan siswa yang tinggi. Siswa melaporkan peningkatan keterampilan komunikasi, peningkatan kepercayaan diri, dan peningkatan kecerdasan emosional sebagai hasil dari partisipasi mereka dalam kegiatan teater. Penelitian ini juga menggarisbawahi bagaimana kreativitas dan empati guru mengimbangi keterbatasan struktural, mengubah kendala menjadi peluang untuk pembelajaran yang bermakna. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun hambatan sistemik terus menghambat integrasi seni, upaya akar rumput yang dipimpin oleh para pendidik yang berkomitmen dapat menghasilkan hasil pendidikan yang hebat. Penelitian ini menganjurkan peningkatan perhatian kebijakan, pendanaan, dan pengembangan profesional untuk mendukung pendidikan teater yang berkelanjutan dan menyerukan penelitian di masa mendatang tentang aplikasi pedagogi teater yang responsif secara budaya yang lebih luas
ANALISIS ETNOPEDAGOGI PADA PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DI ERA GLOBALISASI (STUDI KASUS GURU SENI BUDAYA DI KOTA MAKASSAR) M, Rahma
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 2 (2025): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i2.74062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai etnopedagogi dalam pembelajaran seni budaya di sekolah menengah Kota Makassar. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap guru seni budaya di lima sekolah. Hasil menunjukkan bahwa meskipun globalisasi mendorong homogenisasi budaya, sebagian guru secara aktif mengintegrasikan nilai lokal seperti siri' na pacce, sipakatau, dan unsur seni lokal Makassar ke dalam strategi pembelajaran. Penerapan etnopedagogi terbukti memperkuat identitas siswa, meningkatkan partisipasi aktif, serta membangun apresiasi terhadap budaya lokal walaupun belum semua guru memahami dengan baik metode etnopedagogi dalam pembelajaran namun, sesungguhnya esensi dari metode ini telah diterapkan, disisi lain ketidak pahaman akan hal tersebut disebabkan keterbatasan media ajar dan kurangnya pelatihan guru menjadi tantangan utama
MENGGABUNGKAN SISTEM TANDA BAHASA PERTUNJUKAN TEATER GENDING SRIWIJAYA Anggara MT, Alif; Prusdianto, Prusdianto
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 2 (2025): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i2.73894

Abstract

Pada dasarnya, teater adalah alat komunikasi yang menampilkan beberapa unit tanda di atas pentas. Ada kemungkinan bahwa makna dari teks naskah lakon sebelumnya dapat berubah karena pemahaman teater. Pemain adalah komponen yang dapat mengontrol makna tersebut. Pemain menggunakan bahasa dialog yang diucapkan untuk menggambarkan watak, karakter, dan hubungan mereka. Oleh karena itu, segmentasi digunakan untuk membuat sistem tanda bahasa pemain lebih mudah dipahami. “Gending Sriwijaya,” yang disutradarai oleh Ikhsan Bastian, adalah salah satu pertunjukan teater yang dianalisis dalam penelitian ini. Dialog pemain adalah sumber data penelitian ini. Di rekaman video pertunjukan, dialog didengarkan. Selanjutnya dianalisis berdasarkan bagaimana sistem tanda bahasanya dibagi menjadi bagian-bagian. Segmentasi tersebut disusun dalam tiga tingkatan, atau tingkatan fungsi tanda bahasa yang ditemukan dalam percakapan pemain. Tingkat-tingkatan ini adalah subjektif, inter-subjektif, dan objektif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter setiap pemain dapat diuraikan dengan menganalisis dialog pada tingkatan subjektif. Faktor sosial dan pribadi menentukan hubungan di tingkat inter-subjektif. Tokoh-tokohnya ditempatkan dalam status sosialnya masing-masing oleh faktor sosial, yaitu dua hubungan kekerabatan keluarga, Mahawangsa Dapunta dan Ki Goblek. Penghianatan menjadi komponen penting dalam hubungan karakter. Secara objektif, budaya Melayu Palembang adalah tempat dan budayanya. Cerita ini dimulai pada abad ke-16, setelah keruntuhan Sriwijaya.
CULTURAL TRANSFORMATION THROUGH THE GAMBUSU’ IN BATTI’-BATTI’ PERFORMING ARTS OF THE SELAYAR ISLANDS: A RECONSTRUCTION OF LOCAL ARTISTIC TRADITIONS Hatta, Harmin; Saputra, Andi Taslim
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 2 (2025): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i2.73687

Abstract

The gambusu’, a traditional musical instrument distinctive to the Selayar Islands, has undergone significant transformation in the practice of Batti’-Batti’ performing arts—both in its organological form and musical presentation—reflecting cultural shifts due to globalization. This study aims to analyze the cultural reprocessing of the gambusu’ in Batti’-Batti’ arts and examine the meaning of these changes as part of the local cultural reconstruction in Selayar society. Employing a qualitative-descriptive approach with a case study strategy, this research draws on participatory observation, in-depth interviews, documentation, and literature review, analyzed through Miles & Huberman’s interactive model. Findings reveal that the transformation of the gambusu’—now resembling an electric guitar—is not merely a physical alteration but also a representation of cultural adaptation to technology, the creative economy, and modern audience preferences. These changes further influence musical performance patterns, lyrical language use, and gender roles in performances. The evolution of the gambusu’ in Batti’-Batti’ arts reflects a strategic cultural reconstruction aimed at preserving traditional art forms. This study emphasizes the necessity of systematic documentation and the development of locally grounded arts education to ensure this cultural heritage remains vibrant and relevant for future generations.
ANALISIS KANDUNGAN DAN NILAI-NILAI DALAM PERTUNJUKAN TEATER “PRIMITIF ABAD NUKLIR” Ramli, Asia; Rafli, Rafli
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 2 (2025): April-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i2.73613

Abstract

Teater eksperimental, khususnya yang mengusung gaya primitif, semakin relevan sebagai medium reflektif dalam merespons isu-isu kemanusiaan, ekologis, dan spiritual di era kontemporer yang sarat krisis multidimensional. Dalam konteks ini, bentuk pertunjukan non-konvensional menawarkan kekuatan simbolik dan ekspresi tubuh sebagai saluran komunikasi nilai-nilai yang melampaui struktur dramatik tradisional. Estetika primitif menghadirkan bahasa teatrikal yang intens, membebaskan makna dari dominasi narasi verbal dan membuka ruang interpretasi yang lebih dalam terhadap kompleksitas realitas sosial dan moral masa kini.

Page 1 of 1 | Total Record : 5